Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 5, No. 6, Juni 2020

          

PENGARUH MINAT MEMBACA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SEKOLAH DASAR KELAS V SE- KOTA MAKASSAR

 

Richa Yunita Rasyid, Erwin Akib dan Sitti Aida Azis

Universitas Muhammadiyah Makassar

Email: richayr.ppkhbmks@gmail.com, erwin@unismuh@ac.id dan bunda.ipass@gmail.com

 

Abstract

This study aim to (1) Knowing the interest in reading of fifth grade elementary school students in Makassar City, (2) Knowing as far as where skill speak up of fifth grade elementary school students in Makassar City, (3) Knowing influence interest in reading of students on speaking skill of fitth grade elementary school students in Makassar City. The kind of this study is quantitative descriptive, survey method in regressional studies. The population is all grade V students of elementary schools as city as Makassar. Samples totaling 118 people, were obtained through clusters. The result of study shows that there is influence interest in reading on speaking skill of fifth grade elementary school student t=19,026 with (sig p= 0.000<α=0.05), the contribution of interest in reading to the speaking skill obtained in this study amounted to 75,7%, is got value R = 0,870, R square = 0.757 and value F=362.000 AND (sig p = 0.000 < α 0,05), the contribution of interest in reading 75,7%.

 

Keywords: Interest in reading, influence, and speaking

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui minat baca siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar, (2) Mengetahui sejauh mana keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar, (3) Mengetahui pengaruh minat membaca siswa terhadap keterampilan berbicara kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, metode survei dalam studi regresional. Populasinya adalah seluruh siswa Kelas V Sekolah Dasar Se Kota Makassar. Sampel berjumlah 118 orang, yang diperoleh melalui cluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh  minat membaca terhadap keterampilan berbicara t akademik khusus terhaMAkassar didik terhdapa hasil belajar kimia peserta didik Kelas V Sekolah Dasar Se Kota Makassar t=19,026 dengan (sig p= 0.000<α=0.05), sumbangan minat membaca terhadap keterampilan berbicara yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 75,7%, diperoleh nilai R = 0,870, R square = 0.757 dan nilai F = 362.000 dan (sig p = 0.000 < α 0,05), sumbangan pengaruh minat membaca 75,7%.

 

Kata kunci: Minat baca, pengaruh dan berbicara

 

 

 

Pendahuluan

Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia, sekaligus merupakan bahasa persatuan. Hal ini terbukti dengan keadaan bangsa Indonesia yang tersusun atas beraneka suku, budaya dan bahasa yang berbeda. Bahasa memiliki kontribusi penting dalam kehidupan. Bahasa berperan sebagai penghubung antarmanusia, sehingga mereka bisa saling berkomunikasi.  Setiap aktivitas manusia selalu menggunakan bahasa sebagai alat interaksi. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan. Bahasa berperan sebagai penghubung antarmanusia, sehingga mereka bisa saling berkomunikasi.  Salah satu pelajaran dasar yang penting dikuasai oleh siswa mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas adalah Bahasa indonesia. Pengirim pesan mengirimkan informasi secara lisan. Sementara, dalam menyimak si penerima pesan berupaya menangkap arti dari bahasa lisan yang disampaikan si penyampainya. Dalam aktivitas menulis, si pengirim pesan mengirimkan pesan secara tertulis. Keterampilan berbahasa berguna ketika mengimplementasikan interaksi komunikasi di masyarakat. Keterampilan membaca sangat penting dalam kehidupan manusia yang kompleks. Hampir disetiap aspek kehidupan membutuhkan kegiatan membaca.

Menurut (Dalman, 2013) bahwa membaca adalah jantung pendidikan. Pada situasi ini, orang yang kerapkali membaca, pendidikannya akan maju serta mempunyai wawasan yang luas. Kebiasaan membaca haruslah dibiasakan pada anak-anak sedini mungkin, khususnya pada dunia sekolah dasar. Keterampilan membaca merupakan keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran. Membaca adalah suatu proses agar memperoleh berita dari hal yang ditulis. Membaca mengikutsertakan pengenalan simbol yang menyusun suatu bahasa. Hal tersebut sesuai pendapat  (Tarigan, 2015) yang mengungkapkan bahwa membaca ialah suatu proses yang dilakuksanakan serta digunakan oleh pembaca untuk mendapatkan pesan yang hendak  disampaikan penulis dengan media kata-kata/bahasa tulis.

 

Hal ini juga dijelaskan pada al Qur’an surah al- Alaq ayat 1-5 yaitu:

 

  (4)بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الَّذِي (3)الْأَكْرَمُ وَرَبُّكَ اقْرَأْ  (2)عَلَقٍ مِنْ الْإِنْسَانَ خَلَقَ (1)خَلَقَ يالَّذِرَبِّكَ بِاسْمِ اقْرَأْ  (5)يَعْلَمْ  لَمْ مَا الْإِنْسَانَ عَلَّمَ

Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, Yang mengajar manusia dengan pena, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya. (QS Al Alaq: 1-5) (Al-Qur’An Terjemahan: 597).

Siswa yang memiliki baca tinggi pasti memiliki pemahaman serta pengalaman yang lebih luas dibandingkan dengan siswa yang lain, baik dilihat dari pengetahuan tentang pelajaran atau dilihat dari pengetahuan umum. Seorang siswa yang tidak berminat untuk membaca, akan kesulitan dalam belajar.

Minat merupakan suatu rasa lebih suka serta rasa perhatian lebih pada suatu hal ataupun kegiatan, tanpa ada yang menyuruh (Slameto, Utami, & Pangera, 2013) Jadi, minat baca adalah pretensi yang kokoh disertai upaya seseorang untuk membaca. Berbicara merupakan tuntunan kebutuhan siswa di Sekolah Dasar siswa kelas V Se- Kota Makassar. Komunikasi yang efektif diduga menajdi suatu yang esensial  untuk meraih kesuksesan dalam setiap siswa untuk berdiskusi atau berinteraksi dengan teman-temannya di kelas maupun di luar kelas. Kegiatan berbicara sangat dibutuhkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kemampuan ini perlu dilatih sejak awal.

Namun, kenyataannya yang terjadi di lapangan tidak semua siswa seperti itu, ada beberapa siswa juga yang berkunjung ke perpustakaan sekolah. Kurangnya minat membaca adalah salah satu penyebab dari rendahnya keterampilan berbicara siswa. Ini bisa ditinjau dari kondisi perpustakaan yang selalu sepi pada saat jam istrahat berlangsung. Hal tersebut dibuktikan waktu istirahat selama 15 menit tidak dimanfaatkan siswa untuk membaca. Sehubungan dengan penelitian ini yang menjadi fokus penelitian ini adalah melalui kata-kata, ter-ekspresikan pikiran, gagasan, serta perasaan terhadap orang lain. Kosakata sebagai salah satu unsur bahasa memiliki peranan penting dalam kegiatan berbicara. Berangkat dari masalah tersebut, peneliti tertarik untuk menyelenggarakan penelitian untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan antara minat membaca  terhadap keterampilan berbicara. Berdasar dari hal tersebut,  peneliti termotivasi untuk meneliti dan membuktikan pengaruh minat membaca terhadap keterampilan berbicara Sekolah Dasar kelas V Se- Kota Makassar (1) Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah  Bagaimana minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar? (2) Bagaimana kemampuan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar? (3) Adakah pengaruh minat membaca terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar?

Adapun tujuan penelitiannya adalah adalah (1) Mengetahui minat baca siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar, (2) Mengetahui sejauh mana keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar, (3) Mengetahui pengaruh minat membaca siswa terhadap keterampilan berbicara kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar. 

Minat baca di Indonesia sendiri belum tumbuh secara maksimal. (Slameto et al., 2013) menyatakan bahwa minat sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaaan akan suatu relasi antara diri sendiri dengan hal di luar diri.  Siswa yang mempunyai minat pada subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar pada subjek tersebut. Minat besar dampaknya terhadap belajar, sebab jika bahan pelajaran yang diajarkan tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari karena minat menambah motivasi untuk belajar.

Membaca adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah dasar. Dalam aktivitas membaca, pikiran serta mental diikutsertakan secara aktif, tidak hanya kegiatan fisik saja. Berdasarkan pendapat (Tarigan, 2015) membaca ialah sebuah proses yang dilaksanakan  serta digunakan oleh pembaca untuk mendapat pesan yang akan disampaikan oleh penulis dengan media kata-kata/bahasa tulis.

Orang yang melaksanakan kegaitan pastinya memiliki tujuan yang hendak diraih, demikian halnya ketika membaca. Tujuan utama dari membaca yaitu untuk mencari dan mendapat informasi, terkait isi, memahami arti bacaan. Makna, arti (meaning) berkaitan erat dengan maksud tujuan, ataupun intensivitas kita dalam membaca.

Menurut (Rahim, 2008) membaca bertujuan untuk mendapatkan informasi atau pesan dari teks. Membaca dengan tujuan, cederung lebih mengerti daripada yang tidak memiliki tujuan. (Rahim, 2008) mengatakan bahwa minat baca yaitu keinginan yang kokoh diikuti dengan upaya seseorang untuk membaca. Orang yang memiliki ketertarikan membaca yang kokoh akan diwujudkannya dalam kesiapannya untuk memperoleh bahan bacaan lantas membacanya karena kesadarannya sendiri maupun dorongan dari luar. Minat baca adalah sebuah kecenderungan kepemilikan keinginan/minat yang kuat juga diikuti upaya yang sering pada diri seseorang pada aktivitas membaca yang dilaksanakan secara terus menerus juga diikuti dengan rasa senang tanpa paksaan, atas keinginannya sendiri atau dorongan dari luar maka seseorang itu memahami apa yang dibacanya. Menurut (Mujiati, 2001) mengungkapkan bahwa minat baca dipengaruhi oleh dua golongan, yakni golongan faktor personal serta golongan institusional. Faktor institusional yakni faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri, terdiri dari: (1) ketersediaan buku-buku, (2) status sosial ekonomi, (3) pengaruh orang tua, teman sebaya serta guru. Interaksi ialah satu pertalian antar individu sedemikian rupa maka individu yang berkaitan saling mempengaruhi satu sama lain (Chaplin, 2011).

Keterampilan Berbicara. (Nurgiyantoro, 2010) berbicara merupakan kegiatan berbahasa kedua yang dilaksanakan manusia dalam kehidupan berbahasa, yakni sebelum aktivtas mendengarkan dilakukan. Interaksi merupakan satu pertalian antar individu sedemikian rupa maka individu yang berkaitan saling mempengaruhi satu sama lain (Purbasari & Puspita, 2019). Berbicara bukanlah sekadar kegiatan mengucapkan bunyi-bunyi bahasa, namun perlu didukung oleh penguasaan beberapa hal sebagai penunjang yang harus dipelajari terlebih dahulu agar bisa dikatakan terampil. Kegiatan berbicara dapat diterapkan di dalam kelas dan berbagai topik dalam suatu mata pelajaran khususnya pembelajaran bahasa. Dengan perencanaan dan dukungan yang baik, kesempatan untuk berbicara dapat membua pembelajaran di kelas lebih bermakna sehingga siswa lebih mudah untuk memahami pembelajaran tersebut. Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Agar dapat berkomunikasi secara efektif, sebaiknya pembicara harus menguasai segala sesuatu yang hendak dikomunikasikan. Pembicara semestinya dapat menilai efek komunikasinya pada pendengarnya.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik analisis regresi satu predictor. Lokasi penelitian ini dilakukan di sekolah dasar kelas V se-Kota Makassar. Adapun subjek penelitian ini adalah SDN Kaccia, SD Pongtiku I  di SD Labuang Baji dan SD Sangir. Teknik pengambilan sampel yang di-gunakan adalah Cluster. Adapun sampel yang digunakan adalah siswa kelas V SDN Kaccia 28 siswa dan SD Pongtiku I 30 siswa, SD Labuang Baji 30 Siswa, dan SD Sangir 30 siswa. Teknik pengumpulan data serta instrument yang digunakan adalah teknik tes. Dimana Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah non tes dan tes yaitu angket dan penilaian berbicara. Akan tetapi sebelum instrumen tes diujikan, perlu diadakan uji validitas. Validitas digunakan untuk me-ngetahui ketetapan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang seharusnya dinilai.  Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui Pengaruh Penggunaan Media Gambar Terhadap Kemampuan Berbicara Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Di Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah uji t.

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dilakukan maka, ada dua variabel dalam penelitian ini yang ingin diteliti. Variabel yang dimaksud adalah satu variabel independen yaitu variabel minat baca dan satu variabel dependen yaitu keterampilan berbicara. Variabel independen tersebut akan dianalisis dan dilihat pengaruhnya terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar. Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya. (Sugiyono, 2010) Sebelum analisis dilakukan terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan pengumpulan data variabel penelitian sebagai bahan analisis. Adapun data variabel meliputi: data minat baca dan keterampilan berbicara  siswa. Data dari lapangan setelah diolah, selanjutnya dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik parametrik yang meliputi analisis regresi linear sederhana sesuai dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi serta pengaruh minat baca terhadap keterampilan berbicara. Analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian adalah (1) mean (rata-rata), (2) median, (3) modus, (4) simpangan baku, (5) varians. Setelah analisis deskriptif terhadap data masing-masing variabel penelitian ini maka pengujian selanjutnya yang dilakukan adalah pengujian analisis regresi linear dan regresi ganda untuk mengetahui besarnya pengaruh antar variabel bebas dengan variable terikat. Secara parsial dan simultan (bersama-sama).

 

Tabel 1 Rangkuman Hasil Analisis Deskriptif Data Variabel Minat Membaca Siswa Kelas V SD Se-Kota Makassar

X1

Mean

SD

Varians

Range

Min.

Max.

Minat Membaca

87,09

22,820

520,752

112

59

171

 

Berdasarkan Tabel 1 data minat membaca siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar diperoleh melalui angket minat membaca. Data ini memiliki skor tertinggi 171 dan terendah 59. Mean sebesar 87,09; Range sebesar 112; Varians data ini adalah 520,725 dengan standar deviasi sebesar 22,820.

Tabel 2 Rangkuman Kategori Data Minat Baca Siswa Kelas V SD Se-Kota Makassar

Interval Skor   

Jumlah

Keterangan

170 – 200

1

Sangat Baik

140 – 169

4

Baik

120 – 139

4

Cukup

100 – 119

40

Rendah

< 100

69

Sangat Rendah

 

 

 

 

Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa minat baca siswa kelas V Sekolah Dasar Se-  Kota Makassar secara keseluruhan dominan berada pada kategori sangat rendah

Tabel 3 Rangkuman Hasil Analisis Deskriptif Data Variabel Keterampialan Berbicara Siswa Kelas V Se-Kota Makassar

Y

Mean

SD

Varians

Range

Min

Max

Ket. Berbicara

66,90

68,00

95,904

46

50

96

 

Data keterampilan berbicara merupakan skor yang diperoleh melalui tes keterampilan berbicara. Data ini memiliki skor tertinggi 96 dan terendah 50. Mean sebesar 66,90. Selain itu, dapat dideskripsikan varians data ini adalah 95,904 dengan SD sebesar 68,00 dan range 46.

 

Tabel 4 Rangkuman Kategori Data Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SD Se-Kota Makassar

No.

Keterampilan berbicara

Jumlah

Kategori

1.

96- 100

2

Sangat Tinggi

2.

86-95

3

Tinggi

 3.

70-85

53

Sedang

4.

0-69

60

Rendah

 

Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar secara keseluruhan dominan berada pada kategori rendah.

Tabel 5 Uji Hipotesis

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.870a

.757

.755

3.77919

a. Predictors: (Constant), Minat

 

Berdasarkan hasil uji hipotesis pada di atas diperoleh nilai t = 19,026 dengan sig :     ) potesis pada lampiran(p) = 0.000, dimana p = 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh minat baca terhadap keterampilan berbicara siswa. Pada hasil analisis regresi linear diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) dan nilai konstanta serta koefisen regresi yang digunakan untuk membentuk model persamaan regresi. Berdasarkan hasil analisis regresi  diperoleh nilai R = 0,870 dan niali R2   sebesar 0.757, sehingga R2 x 100% = 75,7%. Nilai R2 ini menunjukkan 75,7% nilai keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar dipengaruhi oleh variable minat membaca siswa, dan sisanya 24,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Nilai R2 pada hipotesis ini mengandung makna bahwa pengaruh atau sumbangan yang diberikan oleh minat membaca terhadap keterampilan berbicara adalah sebesar 75,7 %.

Pada hasil analisis regresi sederhana, juga diperoleh informasi mengenai nilai konstanta dan koefisen regresi yang digunakan untuk membentuk model persamaan regresi. Model persamaan regresi yang terbentuk pada hipotesis pertama ini adalah:

Ŷ = a+ bX1

Ŷ = 52.791+ 0.211 X

Keterangan:

Y = Keterampilan berbicara

X = Minat Baca

a = parameter intercept/konstanta

b = parameter koefisien regresi

Nilai 52.791 merupakan nilai konstanta (a) yang menunjukkan bahwa jika minat baca (X1) nilainya adalah 0, maka nilai keterampilan berbicara  (Y) siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar adalah 52.791, Sedangkan nilai 0.211 merupakan koefisien regresi yang menujukkan pengaruh yang terjadi antara minat membaca dengan keterampilan berbicara adalah pengaruh yang linear. Oleh karena itu, arti dari persamaan regresi ini adalah setiap ada penambahan 1 satuan skor minat membaca (X1), maka terjadi kenaikan nilai keterampilan berbicara (Y) siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar sebesar 0.211.

 

B.  Pembahasan

Pengaruh minat baca terhadap keterampilan berbicara dapat diketahui melalui hasil uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi linear. Berdasarkan hasil uji hipotesis mengenai pengaruh minat baca terhadap keterampilan berbicara, diperoleh hasil uji hipotesis bahwa terdapat pengaruh yang positif dari minat baca terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar. Hasil uji hipotesis ini ditunjukkan dengan nilai (t = 19,026 dan sig (p) = 0,000), sehingga h0 ditolak dan h1 diterima. Hasil uji hipotesis ini juga sesuai dengan hipotesis yang diajukan peneliti dalam penelitian ini yang menyatakan terdapat pengaruh minat baca terhadap keterampilan berbicara.

Terdapatnya pengaruh pada penelitian ini, telah sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yulianti, 2009) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh minat membaca terhadap keterampilan berbicara. Oleh karena itu, berdasarkan hasil penelitian bahwa minat membaca siswa mempengaruhi keterampilan berbicara, maka minat baca siswa perlu dikembangkan lebih lanjut lagi oleh tenaga pengajar, guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang dinilai mempengaruhi keterampilan bicara siswa, seperti terbatasnya pengetahuan atau pengalaman yang akan disampaikan kepada lawan bicara atau pendengar. Pengetahuan atau pengalaman yang sebelumnya telah diperoleh siswa tentu akan sangat menunjang dalam kemampuan bercerita karena dalam pengetahuan atau pengalamannya tersebut siswa akan memperoleh kata-kata baru sehingga memperbanyak pengetahuan siswa. Rendahnya kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk berlatih dalam mengutarakan pendapatnya dalam pembelajaran.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dipaparkan di depan, dapat ditarik simpulan bahwa hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada pengaruh positif yang signifikan minat membaca terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar telah teruji kebenarannya. Keduanya berjalan seiring, artinya minat membaca siswa yang tinggi, diikuti dengan keterampilan berbicaranya yang baik. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai t = 19,026 dengan sig :     ) potesis pada lampiran(p) = 0.000, dimana p = 0.000 < 0.05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima,  selain itu sumbangan minat membaca terhadap keterampilan berbicara yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 75,7%

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa hipotesis penelitian yang diajukan diterima, yaitu minat membaca dan penguasaan kosakata secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keterampilan berbicara para siswa kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Makassar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Dalman, H. (2013). Keterampilan membaca. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

 

Mujiati, V. (2001). Hubungan Antara Minat Baca dengan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas V SD Se-Gugus III Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta. Yogyakarta: FIP UNY.

 

Nurgiyantoro, Burhan. (2010). Penilaian pembelajaran sastra berbasis kompetensi. Yogyakarta: BPFE.

 

Purbasari, Dwiyanti, & Puspita, Siska. (2019). Interaksi Ibu-Anak Dan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Di RS. Sumber Kasih Kota Cirebon. Syntax, 1(8).

 

Rahim, Farida. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Slameto, Andika Agus, Utami, Ema, & Pangera, Abas Ali. (2013). Penerapan Zachman Framework Dalam Merancang Sistempelaporan Kerusakan Komputer. Semnasteknomedia Online, 1(1), 17–27.

 

Sugiyono, D. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. xiii.

 

Tarigan, Henry Guntur. (2015). Membaca Suatu Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

 

Yulianti, Dwi. Wiyanto. 2009. Perancangan Pembelajaran Inovatif Prodi Pendidikan Fisika.