Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

                                 e-ISSN: 2548-1398

                                 Vol. 6, No. 2, Februari 2021

 


ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING) MASA PANDEMI COVID-19 PADA GURU SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH

SE-KOTA SURABAYA

 

Maulana Muhammad, Fajar Setiawan dan Kunti Dian Ayu Afiani

Universitas Muhammadiyah Surabaya, Indonesia

E-mail: maulana.muhammad-2019@fkip.um-surabaya.ac.id, fajarsetiawan@fkip.um-surabaya.ac.id dan kuntidianayu@fkip.um-surabaya.ac.id

                                                                                                   

Abstract

The whole learning process, which was carried out face-to-face but is now being implemented boldly. Based on the conditions of the Covid-19 pandemic, the purpose of this study is to analyze the courageous learning process (online), supporting factors and inhibiting factors in carrying out bold learning. This research was conducted at the Muhammadiyah Surabaya Elementary School which is ready from November 2020 to January 2021. The research method used is descriptive qualitative, the subject of which the research is Muhammadiyah elementary school teachers in Surabaya. The data training technique was carried out by distributing questionnaires via google form and semi- structured interviews via WhatsApp. Based on the results of research through filling out questionnaires via google form and interviews, the general results are learning that makes children quickly bored or bored, because there are tools and bold understanding of learning that have not been fulfilled and implemented properly. There are several supporting factors for learning that are well implemented, including the availability of mobile phones, internet connection, and parental support. The inhibiting factors that make learning less than optimal are that not all children have cell phones, as well as the willingness of parents' time to provide assistance because they are busy working.

 

Keywords: online learning; supporting factors; inhibiting factors

 

Abstrak

Pandemi Covid-19 merubah kebiasaan proses pembelajaran secara keseluruhan, yang semula dilaksanakan secara langsung tatap muka namun kini dilaksanakan secara daring. Berdasarkan kondisi pada masa pandemi Covid-19, maka tujuan penelitian ini untuk menganalisis proses pembelajaran daring (dalam jaringan), faktor-faktor pendukung serta faktor-faktor penghambat dalam melaksanakan pembelajaran daring. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Muhammadiyah Surabaya yang terhitung mulai bulan November 2020 hingga Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang mana subjek penelitian adalah guru Sekolah Dasar Muhammadiyah di Surabaya. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara penyebaran angket lewat google form dan wawancara semi terstruktur lewat whatsapp. Berdasarkan hasil penelitian lewat pengisian angket melalui google form dan wawancara, maka didapatkan hasil secara umum adalah pembelajaran daring menjadikan anak cepat jenuh atau bosan, dikarenakan ada perangkat serta pemahaman pembelajaran daring yang belum terpenuhi dan terlaksana dengan baik. Ada beberapa faktor pendukung pembelajaran daring terlaksana dengan baik, diantaranya ketersedian handphone, koneksi internet, serta dukungan orang tua. Adapun faktor penghambat yang menjadikan pembelajaran daring kurang berjalan maksimal adalah tidak semua anak memiliki handphone, serta kesediaan waktu orang tua dalam melakukan pendampingan dikarenakan sibuk bekerja.

 

Kata Kunci: pembelajaran daring; faktor pendukung; faktor penghambat

 

Pendahuluan

Proses pembelajaran merupakan kegiatan   yang   melibatkan   guru   dengan peserta   didik di kelas.  Keberhasilan peserta didik memahami pembelajaran tergantung proses belajar dan mengajar yang dibuat secara baik. Belajar merupakan suatu perubaha yang dialami oleh setiap individu, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Marquis  & Hilgard dalam (Husamah, Pantiwati, Restian, & Sumarsono, 2016) menyatakan bahwa “belajar pada hakikatnya adalah  proses  keingintahuan  untuk  mencari pengetahuan  yang  terjadi  pada  individu   melalui pengalaman, pelatihan, dan lain lain sehingga terjadi perubahan dalam diri”.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa proses belajar dan mengajar harus dirancang secara baik dan sistematis untuk menghasilkan proses pembelajaran yang bermakna. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah hal yang wajib dibuat oleh guru pada setiap pelaksanaan pembelajaran.  Menurut Bararah (2017: 132) RPP   merupakan “rancangan pembelajaran mata pelajaran yang dibuat   oleh guru   dan digunakan dalam pembelajaran di kelas”.  Menurut Nimas (2020) guru memiliki  peran yang   sangat   penting   untuk  memberikan  stimulus,  arahan, bimbingan,  pengalaman kepada   peserta   didik  sehingga  peserta  didik mendapatkan kebutuhan  dasar  yang merupakan  haknya  untuk  mereka  dapatkan. Menurut (Afiani & Putra, 2017) Guru bertugas dalam pembelajaran tidak hanya menyampaikan informasi saja pada peserta didik. Oleh karena itu, guru dituntut untuk menciptakan suatu pembelajaran yang efektif agar dapat membimbing siswa secara optimal serta dapat mengembangkan kreativitas dan rasa ingin tahu. Pengalaman bermakna   yang didapatkan   oleh   peserta didik, diwujudkan oleh guru yang memiliki dedikasi, kualifikasi, serta kompetensi yang tinggi dengan diwujudkan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang dan sistematis.

Menurut Dewi, Wahyu Aji Fatma (2020) seorang  guru  dapat  melaksanakan tugasnya   dengan   baik,   ketika   proses   pembelajaran dilaksanakan secara langsung terhadap peserta didik. Pemberian instruksi, membimbing, evaluasi, melatih, hingga memberikan   dukungan   moral dan menta kepada peserta didik yang biasanya dilaksanakan secara langsung tanpa media perantara apapaun.  Namun, dalam beberapa bulan terkahir, tugas guru   yang   disebutkan sebelumnya, mengalami perubahan dalam proses pembelajarannya, hal ini dikarenakan ada wabah yang menyerang seluruh dunia bahkan Indonesia.Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan   ringan   pada    sistem   pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian. Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih   dikenal   dengan   nama   virus   Corona   adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia.  Virus  ini  bisa  menyerang  siapa  saja,  seperti lansia (golongan usia  lanjut),  orang   dewasa, anak-anak,   dan bayi,   termasuk   ibu hamil dan ibu menyusui. Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu.  Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia).  Infeksi virus Corona disebut COVID-19 (Corona Virus   Disease   2019)   dan   pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.  Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus Corona.  Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.  Akibat dari kebijakan tersebut banyak sektor yang lumpuh, diantaranya sektor   ekonomi   yang   paling   terdampak.   Selain sektor   ekonomi, pandemi ini juga menyasar pada sektor pendidikan. Dimana anak-anak sudah tidak dapat lagi bersekolah secara tatap muka langsung, dikarenakan sekolah-sekolah ditutup untuk menekan penyebaran wabah ini semakin meluas.

Meskipun sekolah-sekolah ditutup dikarenakan pandemi COVID-19, proses pembelajaran tidak boleh berhenti.  Menurut UU Sisdiknas nomor   20   Tahun   2003, dimana pemerintah menginginkan semua pihak terlibat aktif dalam penyelenggaraan pendidikan, sehingga visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional terwujud secara efektif. Yang mana kesemuanya itu tertuang di UU Sisdiknas no.  20 tahun 2003.  Di tengah pandemi yang terus melaju, supaya   tidak   semakin   terpuruk, pengajaran   menjadi prioritas untuk selalu diberikan pemantauan lebih.  Tentu kita tidak   menginginkan pandemi Corona mengancam dunia pendidikan.  Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) merupakan jawaban dari keberlanjutan pembelajaran yang dilakukan selama pandemi COVID-19.  Pemenuhan hak peserta didik   untuk   mendapatkan   layanan pendidikan selama darurat penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), proses pembelajaran dilaksanakan melalui penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR) atau pembelajaran   secara   daring (dalam   jaringan) sebagaimana   tercantum   SE   Sekjen Nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan BDR selama darurat Covid 19. Pembelajaran dalam jaringan (daring) tetap menggunakan alat yang mendukung proses transfer keilmuan kepada peserta didik lewat internet, serta diharapkan adanya komunikasi yang intens antara peserta didik dengan siswanya (Dabbagh dan Ritland, 2005).  Menurut Khoirur Roziqin, Badruli Martati, Deni Adi Putra (2021) proses pengajaran  selama  pandemi,  guru  mengajar  dari  rumah  disebut pembelajaran daring  dengan  menggunakan  berbagai  media,  seperti  WhatsApp, Zoom,  G-meet  atau  aplikasi  lainnya.  Menurut Purwanto (2020) pembelajaran jarak jauh membawa dampak psikologi bagi anak anak. Mau tidak mau, masyarakat   dipaksa untuk   mulai melakukan PJJ atau Pembelajaran Jarak jauh yang mungkin masih banyak keluhan, namun juga memiliki beberapa kelebihan. Adapun kelebihan dari pembelajaran   daring yaitu   adanya   keluwesan waktudantempat belajar. Misalnya belajar bias dilakukan di ruang tamu, kamar dan bisa dilaksanakan pagi, siang, sore, dan malam.  Menurut Sari (2015:  27-28)   kelebihan   pembelajaran   daring   adalah peserta   didik   mendapatkan suasana baru, sehingga mendapatkan motivasi baru. Namun pembelajara daring juga memiliki kekurangan, yakni tidak adanya interaksi langsung mengakibatkan hubungan emosional antara guru dengan peserta didik berkurang. Menurut Hadisi & Muna (2015:131) pembelajaran daring mengakibatkan adanya   minimalnya   interaksi   guru   dan peserta didik. Selain itu juga kadangkala suasana rumah yang kurang kondusif, jaringan internet yang kurang memadai.

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka   tujuan penelitian ini adalah   memberikan gambaran proses pembelajaran daring yang dilakukan guru selama pandemi   COVID-19   serta   faktor-faktor   pendukung dan penghambat yang menyertainya. Oleh karenaitu, peneliti akan meneliti bagaimana dan apa saja berdasarkan analisis proses pembelajaran dalam jaringan (daring) masa pandemi COVID-19 untuk guru sekolah dasar Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Menurut Creswell (Semiawan:  2010:  7) metode deskriptif kualitatif adalah pendekatan agar dapat mengeksplorasi suatu gejala sentral. Adapun hasil penelitian kualitatif bersifat deskriptif, yang mana memiliki tujuan untuk memahami individu, mendapatkan   informasi, menjabarkan   proses   secara   mendalam yang berkaitan subjek atau latar penelitian yang terbatas (Putra, 2013:  44).  Menurut Sugiyono (2012:1) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Sugiyono (2012:241) dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

Adapun subjek penelitian disini, adalah guru sekolah dasar di SD Muhammadiyah se-Kota Surabaya. Untuk mendukung penelitian tersebut, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan angket, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak. Menurut Hilna Putria (2020) jenis angket yang digunakan adalah   angket   terbuka, dimana angket yang berisi pertanyaan dapat diisi bebas oleh   responden.   Model wawancara yang dilakukan secara semi terstruktur. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah dilewati, dimana bisa berbentuk tulisan, gambar dari seseorang (Sugiyono, 2014: 82).

Data yang nantinya didapatkan oleh penelitiakan sangat banyak, oleh karena itu peneliti dalam tekni analisis data menggunakan teknik analisis Milesand Huberman.  Menurut Miles & Huberman (1992: 16) analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi.

Angket akan disebar ke guru di SD   Muhammadiyah   se-Kota Surabaya lewat google   form.   Adapun   wawancara   dilakukan   secara   langsung   atau dengan vidcall. Kemudian peneliti menganalisis secara mendalam mengenai proses pembelajaran daring serta apa saja faktor-faktor yang mendukung dan faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19.  Setelah data-data terkumpulkan, selanjutnya peneliti   menyusun   data   yang diperoleh secara deskriptif dan mendalam agar data bisa dipelajari secara baik.

 

Hasil dan Pembahasan

Setelah melaksanakan pengambilan data lewat penyebaran angket melalui link https://bit.ly/2LzX1zC, dan wawancara dilakukan menggunakan whatsapp. Berikut hasil penelitian yang dapat kami sampaikan.

A.    Angket

Dalam penelitian ini, kami telah menyebar angket ke guru Sekolah Dasar Muhammadiyah.  Angket yang disebar bersifat angket terbuka, dimana   jawabannya diisi oleh responden. Penggunaan angket ini bertujuan untuk mendapatkan informasi berupa pelaksanaan pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru   SD   terhadap   peserta didiknya pada masa pandemi Covid serta faktor-faktor pendukung dan juga penghambat guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran daring di Sekolah Dasar Muhammadiyah. Berikut ini merupakan jawaban yang diberikan oleh responden.

a.       Apakah selama pandemi COVID-19 Bapak/Ibu menerapkan proses pembelajaran daring atau online? Jika iya bagaimana prosedur pelaksanaan proses pembelajaran daring serta media/alat yang telah digunakan/dilaksanakan oleh Bapak/Ibu selama pandemi COVID- 19?

“Iya, prosedur pelaksanaan melakukan PJJ dengan zoom, whatsapp, dan google meet. Pembelajaran dilakukan mulai pukul 08.00 - 12.00. dengan komposisi kegiatan mandiri terbimbing melalui wa grup, kegiatan bersama paralel dan kelas dengan zoom meeting, dan pendampingan kelas kecil dengan zoom. WA, dan meet. Untuk administrasi pembelajaran menggunakan google classroom sebagai media pemberiaan informasi materi, tugas, dan feedback. (Suyono, Guru Kelas VI, SD Muhammadiyah 16)

b.      Adakah faktor yang mendukung guru dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19? Sebutkan faktor pendukung tersebut!

“Faktor pendukung pembelajaran daring antara lain handphone atau laptop dengan memori yang cukup dan selalu terhubung paket data atau Wifi. Faktor lain tentunya adanya kerja sama yang baik dan kompak antara guru dengan wali siswa, karena selama siswa belajar dari rumah, orang tua yang mendampingi siswa belajar.” (Fathurrohmi Fithriyani, Guru Kelas V, SD Muhammadiyah 6)

c.       Adakah faktor yang menghambat guru dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19? Sebutkan faktor penghambat tersebut!

“Banyaknya siswa yang belum memiliki handphone secara pribadi sehingga harus menunggu orang tua datang dari bekeeja, keterbatasan orang tua dalam membeli kuota internet, kurangnya dukungan orang tua dalam memotivasi belajar siswa.” (Aris Wahyuningsih, Guru Kelas 6, SD Muhammadiyah 9)

     Berdasarkan jawaban angket diatas, maka dapat diartikan guru sekolah dasar Muhammadiyah se-Kota Surabaya telah melaksanakan pembelajaran daring (dalam jaringan). Pandemi Covid-19 ini telah mengubah 100% kebiasaan guru dalam memberikan pengajaran dan pembelajaran terhadap peserta didik. Yang semula pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka, namun kini menjadi pembelajaran daring (dalam jaringan), yang mana hal ini guru sekolah dasar dituntut lebih dalam hal kreativitas pelaksanaan pembelajaran. Selama pembelajaran daring ini, peserta didik mengalami penurunan motivasi, dikarenakan rendahnya penyerapan keilmuan dari gurunya dan ditambah pula kurangnya kesiapan sarana-prasarana pendukung baik itu dari rumah maupun sekolah.

Selama pembelajaran daring, untuk mengurangi keluhan-keluhan dari wali murid dan peserta didik guru sekolah dasar Muhammadiyah lewat dukungan sekolah telah menyiapkan perangkat- perangkat dan sistem pembelajaran daring yang baik dan mengena. Kegiatan pembelajaran tetap mengedepankan hubungan emosional antara guru dan peserta didik tetap terjalin. Kebiasaan- kebiasaan ketika tatap muka tetap dilaksanakan meskipun dengan daring, yakni lewat aplikasi zoom. Dengan aplikasi zoom, guru dapat berkomunikasi, menyampaikan materi pembelajaran, dan memberikan penugasan kepada peserta didik. Pengumpulan tugas yang dikerjakan lewat google form, peserta didik dapat mengumpulkan worksheet (lembar kerja siswa) tersebut lewat google classroom, hal ini memudahkan guru dalam hal pengolahan nilai. Penguatan karakter dan penajaman lifeskill, guru melakukan pemantauan dan pendampingan lewat kegiatan video call kepada setiap siswa maupun berkelompok. Kegiatan-kegiatan diatas, oleh guru telah dikomunikasikan kepada wali murid dan peserta didik dengan jadual harian yang sistematis lewat whatsapp group.

1.      Wawancara

Pada pengambilan data selain menyebarkan angket, juga dilakukan wawancara dengan whatsapp kepada guru sekolah dasar Muhammadiyah, ketua Dikdasmen PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) kota Surabaya dan ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) SD Muhammadiyah Surabaya. Wawancara ini bertujuan untuk memperdalam data yang sebelumnya didapat lewat angket. Berikut petikan wawancara yang dapat kami himpun:

a.       Apakah selama pandemi COVID-19 Bapak/Ibu menerapkan proses pembelajaran daring atau online? Jika iya bagaimana prosedur pelaksanaan proses pembelajaran daring serta media/alat yang telah digunakan/dilaksanakan oleh Bapak/Ibu selama pandemi COVID- 19?

“Iya. Prosedur pelaksanaan pembelajaran daring yang saya laksanakan adalah yang pertama komunikasi dengan wali murid setiap hari. Media atau alat yang saya gunakan untuk pembelajaran daring ini yang pertama adalah grup whatsapp wali murid untuk menyampaikan informasi pelaksanaan, materi atau tugas pembelajaran daring kepada siswa. Yang kedua adalah aplikasi zoom dan video pembelajaran untuk memberikan penjelasan materi pelajaran kepada siswa. Yang ketiga adalah power point yang dapat digunakan siswa untuk mempelajari materi dengan tidak terikat waktu. Yang keempat adalah worksheet yang saya berikan melalui grup whatsapp wali murid berupa tugas dalam bentuk format word yang harus diprint lalu dikerjakan siswa. Serta yang terkahir adalah rangkuman materi yang selalu saya berikan setiap akhir sub tema. Untuk pengumpulan tugas baik foto, voice note ataupun video dikirim setiap hari ke whatsapp saya secara pribadi setiap siswa/wali murid.”

 (Wahyu Zunaizah, Guru Kelas 1, SD Muhammadiyah 22)

b.      Adakah faktor yang mendukung guru dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19? Sebutkan faktor pendukung tersebut!

 “Faktor pendukung yang paling utama adalah media komunikasi smartphone dan kuota internet, dan faktor pendukung yang lain adalah aplikasi zoom, video pembelajaran, power point, laptop, whatsapp. Dan juga semua tidak luput dari kerja sama baik bapak/ibu wali murid dan juga serta dukungan dari sesama guru.”

 (Wahyu Zunaizah, Guru Kelas 1, SD Muhammadiyah 22)

c.       Adakah faktor yang menghambat guru dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi COVID-19? Sebutkan faktor penghambat tersebut!

 “Faktor yang menghambat bagi saya selama pembelajaran daring adalah proses pembelajaran tidak sesuai dengan jadwal atau waktu yang telah ditentukan oleh pihak sekolah, dikarenakan belum bisa menggunakan smartphone dengan maksimal atau banyak bapak/ibu wali murid yang belum mengijinkan ananda untuk memiliki smartphone tersendiri dan juga khusunya bapak/ibu wali murid saya sebagian besar banyak yang bekerja. Jadi proses pembelajaran atau penjelasan materi menggunakan aplikasi zoom baru bisa saya lakukan menunggu bapak/ibu wali murid sepulang kerja. Faktor penghambat yang lainnya adalah sinyal internet yang kadang tidak stabil saat proses zoom yang terputus-putus menghambat proses penjelasan materi saat zoom

 (Wahyu Zunaizah, Guru Kelas 1, SD Muhammadiyah 22)

d.      Apakah sekolah Muhammadiyah se-kota Surabaya telah melaksnakan pembelajaran daring, selama pandemi covid-19?

“iya, di lingkungan pendidikan Muhammadiyah kota Surabaya semua sekolah dasar Muhammadiyah telah menjalankan instruksi dari persyarikatan dengan menjalankan pembelajaran daring selama pandemi covid-19 sebagai bentuk pelayanan pendidikan kepada anak-anak kita. Hal ini juga sesuai amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, agar selalu memperhatikan kebutuhan pendidikan anak-anak selama pandemi covid-19.” (Dr. M. Ridwan, M.Pd, ketua Majelis Dikdasmen PDM kota Surabaya)

“iya, sekolah dasar Muhammadiyah kota Surabaya telah melaksanakan kegiatan pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Dengan melaksanakan pembelajaran daring, maka kebutuhan pendidikan anak-anak tidak terkesampingkan. Sekolah dasar Muhammadiyah telah berupaya keras mewujudkan pembelajaran daring yang bermutu, dengan mengadakan dan menambahkan fasilitas-fasilitas pendukung pembelajaran daring seperti pemasangan wifi dan aplikasi pembelajaran daring.

(Amang Muazam, ketua K3S SD Muhammadiyah Surabaya)

Berdasarkan hasil wawancara diatas, sekolah dasar Muhammadiyah se-kota Surabaya telah melaksanakan pembelajaran daring. Pembelajaran daring yang telah tersusun secara sistematis akan bisa berjalan dengan baik dan lancar, tentunya harus ada dukungan dari berbagai pihak. Dukungan bisa didapat dari internal sekolah itu sendiri, yakni seberapa bagus sarana dan prasarana pendukungnya; semisal koneksi internet yang memadai dan studio pembelajaran. Sumber daya manusia yang bagus dalam hal ini guru harus mampu bersinergi dengan guru yang lain, selain itu juga harus mau mengupgrade dirinya berkaitan penguasaan tools dan teknologi pembelajaran. Faktor eksternal juga diperhatikan, yakni adanya hubungan yang baik dengan wali murid. Dikarenakan pada kondisi pandem iini, peran orang tua lebih besar lagi dalam pendampingan belajar putra/putrinya.

Selain adanya faktor pendukung, namun juga ada faktor penghambat dalam pembelajaran daring. Hal ini ada, dikarenakan pembelajaran daring ini memang hal yang baru bagi wali murid, guru, pseserta didik, maupun sekolah. Wali murid yang disibukkan dengan bekerja, otomatis untuk pendampingan kepada putri/ putrinya selama pembelajaran daring berkurang, sehingga terjadi terputusnya atau belum maksimalnya transfer knowledge, penguatan karakter, dan lifeskill peserta didik. Pembelajaran daring dituntut adanya perangkat/ gawai serta koneksi internet yang mumpuni. Hal inilah yang masih belum terpenuhi atau tidak dimiliki oleh peserta didik, dikarenakan masih banyak orang tua yang belum memiliki gawai untuk kebutuhan pembelajaran daring putra/putrinya. Pembelajaran daring selama pandemi covid-19 adalah sebuah keharusan yang harus dilaksanakan guna keberlangsungan pembelajaran dan pemenuhan hak memperoleh pendidikan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 di sekolah dasar Muhammadiyah telah dilakukan oleh guru sekolah dasar Muhammadiyah Surabaya. Pembelajaran daring akan berjalan dengan baik dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari wali murid, teman sejawat, serta terfasilitasi koneksi internet dan gadget. Adapun hambatan yang dialami guru selama pembelajaran daring seperti belum maksimalnya pendampingan oleh orang tua dikarenakan kesibukan kerja serta keterbatasan gadget. Pandemi Covid-19 ini bukanlah akhir dari segalanya, sebagai pendidik kita tetap harus positive thinking dengan menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna demi terbentuknya anak-anak yang memiliki karakter kuat, yang tidak menyerah dalam keadaan apapun.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Afiani, Kunti Dian Ayu, & Putra, Deni Adi. (2017). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Siswa Kelas III SD Melalui Pembelajaran Berbasis Pengajuan Masalah. ELSE (Elementary School Education Journal): Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar.

 

Bararah, Isnawardatul. (2017). Efektifitas perencanaan pembelajaran dalam pembelajaran pendidikan agama islam di sekolah. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 7(1), 131–147.

 

Creswell, John W. (2010). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Dabbagh, Nada, & Bannan-Ritland, Brenda. (2005). Online learning: Concepts, strategies, and application. Pearson/Merrill/Prentice Hall Upper Saddle River, NJ.

 

Dewi, Wahyu Aji Fatma (2020), Dampak Covid-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar, Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2 No 1 April 2020.

 

Hadisi, La, & Muna, Wa. (2015). Pengelolaan teknologi informasi dalam menciptakan model inovasi pembelajaran (e-learning). Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8(1), 117–140.

 

Hilna Putria (2020). Analisis Proses Pembelajaran Dalam Jaringan (DARING) Masa Pandemi COVID-19 pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 4 Tahun 2020 Halm. 861 – 872. Research & Learning in Elementary Education. https://jbasic.org/index.php/basicedu/index

 

Husamah, Husamah, Pantiwati, Yuni, Restian, Arina, & Sumarsono, Puji. (2016). Belajar dan pembelajaran. Research Report.

 

Khoirur Roziqin, Badruli Martati, Deni Adi Putra (2021). Analisis Karakter Religius Siswa dalam Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian e-ISSN: 2460-8475. Vol 7, No 1, Januari 2021, http://journal.unesa.ac.id/index.php/PD

 

Miles, Matthew B., & Huberman, A. Michael. (1992). Analisis data kualitatif, terj. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

 

Nimas (2020), Analisis Proses dalam Jaringan Masa Pandemi Covid-19 pada Guru SD Negeri Dukuhwaru 01. MAGISTRA - Volume 11 Nomor 2 Desember 2020

 

Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Hyun, C. C., & Putri, R. S (2020), Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1)

 

Putra, Nusa. (2012). Metode penelitian kualitatif pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

 

Sari, Pusvyta. (2015). Memotivasi belajar dengan menggunakan e-learning. Ummul Quro.

 

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan:(pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R & D). Alfabeta.