Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 6, No. 3, Maret 2021

 

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RETURN ON ASSSET PADA BANK DEVISA DI INDONESIA

 

Dhestrian Pungkas Maulida

Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

Email: 1910632020056@student.unsika.ac.id

 

Abstract

The purpose of this study is to test and analyze the effect of Capital Adequacy Ratio, NonPerforming Loans, Net Interest Margin, Operating Costs, Operating Income, Loan to Deposit Ratio, Net Open Position, and SBI interest rates partially on Return on Assets in Foreign Exchange Banks in Indonesia. period 2009 to 2013 and Testing and analyzing the effect of Capital Adequacy Ratio, NonPerforming Loans, Net Interest Margin, Operating Costs, Operating Income, Loan to Deposit Ratio, Net Open Position, and SBI interest rates simultaneously. The method used in this research is to use descriptive research methods with a quantitative analysis approach. The data source in this research is secondary data, the data source is obtained from the publication of the Financial Services Authority. The results of the study at a significant level of 5% found that the effect of (1) Capital Adequacy Ratio (CAR) has no significant effect on return on assets (ROA), (2) Non-Performing Loans (NPL) have a significant negative effect on return on assets (ROA) , (3) Net Interest Margin (NIM) has a significant positive effect on return on assets (ROA), (4) Operational Cost of Operating Income (BOPO) has a negative effect on return on assets (ROA), (5) Loan to Deposit Ratio (LDR) ) has a significant positive effect on return on assets (ROA), (6) Net Open Position (PDN) has a significant positive effect on return on assets (ROA), the interest rate on Indonesian bank certificates (SBI) has no significant effect on return on assets (ROA) . The results of the coefficient of determination in this study indicate that the factors that influence the return on assets are 590.447%, while the remaining 96.3% is the contribution of other variables which are not examined in this study,

 

Keywords:  Capital Adequacy Ratio (CAR), NonPerforming Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Operating Costs Operating Income (OCOI), Loan to Deposit Ratio (LDR)

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji dan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, Posisi Devisa Netto, dan Suku Bunga SBI secara parsial terhadap Return On Asset pada Bank Devisa di Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013 serta menguji dan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, Posisi Devisa Netto, dan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) secara simultan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang sumber datanya diperoleh dari publikasi Otoritas Jasa Keuangan. Hasil penelitian dalam taraf signifikan 5% menemukan bahwa pengaruh antara (1) Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh siginifikan terhadap Return On Asset (ROA), (2) Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset (ROA), (3) Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif siginifikan terhadap Return On Asset (ROA), (4) Biaya Oprasional Pendapatan Oprasional (BOPO) berpengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA), (5) Loan to Deposit ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA), (6) Posisi Devisa Netto (PDN) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA), Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hasil koefisien determinasi dalam penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi Return on Asset sebesar 590,447% sedangkan sisanya sebesar 96,3% merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

 

Kata kunci: Capital adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), Biaya Oprasional Pendapatan Oprasional (BOPO), Loan to Deposit ratio (LDR)

 

Coresponden Author

Email: 1910632020056@student.unsika.ac.id

Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi

Pendahuluan

Industri perbankan memegang peranan penting bagi pembangunan ekonomi sebagai perantara antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana. Usaha perbankan sendiri lahir karena pada kenyataannya tidak semua orang yang menabung menggunakan tabungannya untuk keperluan sehari-hari, sedangkan banyak kegiatan usaha lain yang membutuhkan modal lebih banyak dari kemampuan para pemilik usaha tersebut.

Perusahaan perbankan di Indonesia meliputi bank domestik dan bank asing. Bank domestik terdiri dari bank persero, bank umum swasta nasional devisa, bank umum swasta non devisa, bank pembangunan daerah, dan bank campuran. Pengelolaan bank mempunyai tujuan jangka pendek berupa memenuhi cadangan minimum, pelayanan yang baik kepada pelanggan, dan strategi dalam melakukan investasi serta tujuan jangka panjang berupa mencari keuntungan atau laba (Nopirin, 2014).

Laporan keuangan adalah salah satu sumber utama yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja keuangan suatu bank. Dari laporan keuangan tersebut, diperoleh informasi mengenai posisi keuangan, aliran kas, dan sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian tingkat kinerja keuangan bank. Laporan keuangan yang dipublikasikan bank juga diharapkan dapat memberikan informasi kinerja keuangan dan pertanggungjawaban manajemen kepada stakeholder  (Achmad, 2003).

Salah satu ukuran untuk menilai kinerja keuangan perbankan adalah Return On Asset (ROA) yang dipengaruhi rasio keuangan seperti Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Posisi Devisa Netto, Net Interest Margin (NIM), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR).

Penelitian (Werdaningtyas, 2002) menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, tetapi penelitian (Mawardi, 2005) menunjukkan bahwa CAR tidak berpengaruh terhadap ROA. Penelitian (Mawardi, 2005) juga menunjukkan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Penelitian (Supatra, 2007) menunjukkan bahwa NPL berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Penelitian (Mahardian, 2008; Supatra, 2007) menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Akan tetapi penelitian Mawardi (2005) menunjukkan bahwa NIM berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Penelitian (Desfian, 2005; Mahardian, 2008) menunjukkan bahwa LDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA. Akan tetapi, penelitian (Werdaningtyas 2005) menunjukkan bahwa LDR berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.

Dari beberapa hasil penelitian terdahulu yang membedakan penelitian ini yaitu peneliti menguji semua variabel yang di antaranya menguji varaibel Capital Adequncy Ratio (CAR), Non Ferporming Loan (NPL),  Net Interest Margin (NIM), Biaya Oprasional dan Pendapatan Oprasional (BOPO), loan to deposit ratio, Posisi Devisa Netto (PDN), suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terhadap return on asset agar mengetahui berpengaruh atau tidaknya variabel tersebut.

Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja keuangan dunia perbankan. Suku bunga SBI menjadi acuan bagi bank untuk menetapkan tingkat suku bunga kredit kepada nasabah. Naiknya tingkat suku bunga kredit akan meningkatan pendapatan bunga bank yang berarti meningkatkan laba, begitu juga sebaliknya. Namun, kenaikan suku bunga kredit dapat berakibat juga pada berkurangnya pengajuan kredit sehingga dapat menyebabkan berkurangnya dana yang disalurkan kepada nasabah sehingga bank mesti menanggung risiko berkurangnya pendapatan bunga.

Data yang ada menunjukkan bahwa rata-rata ROA Bank Devisa periode 2009 sampai dengan 2013 berfluktuasi menurun, seperti yang ditampilkan di bawah ini:

Tabel 1

Rata-Rata Rasio Keuangan dan Suku Bunga SBI Bank Devisa

Periode 2009 sampai dengan 2013

Tahun

Rata-Rata Persentase (%)

ROA

CAR

NPL

NIM

BOPO

LDR

PDN

SBI

 

2009

1,59

21,68

3,82

5,37

82,74

73,97

8,43

7,21

 

2010

1,60

18,06

3,14

5,17

82,60

78,97

2,65

6,50

 

2011

1,65

17,99

1,99

5,04

85,85

80,08

5,70

6,58

 

2012

1,69

16,87

4,61

5,16

84,55

83,93

3,20

5,79

 

2013

1,46

18,09

1,82

5,04

86,66

87,71

2,09

6,48

 

Sumber: Data Publikasi OJK diolah, 2015

Dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, nilai rata-rata ROA mengalami kecenderungan meningkat sementara nilai rata-rata CAR mengalami kecenderungan menurun. Adapun nilai CAR pada tahun 2009 yang bernilai 21,68 menurun menjadi 18,06 pada tahun 2010. Sementara itu, nilai rata-rata ROA mengalami peningkatan dari 1,59 pada tahun 2009 menjadi 1,60 pada tahun 2010. Hal serupa juga terjadi pada tahun 2010 hingga 2012. Hal ini berbeda dengan teori yang menyatakan bahwa CAR berbanding lurus dengan ROA.

Pada tahun 2012, nilai rata-rata NPL mengalami peningkatan dari 1,99 pada tahun 2011 menjadi 4,61. Pada tahun yang sama, nilai rata-rata ROA juga mnegalami peningkatan dari 1,65 menjadi 1,69. Pada tahun 2013, nilai rata-rata NPL mengalami penurunan dari 4,61 menjadi 1,82 dan nilai rata-rata ROA juga mengalami penurunan dari 1,69 menjadi 1,46. Hal ini tidak sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa NPL berbanding terbalik dengan ROA.

Untuk nilai rata-rata NIM, dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013 mengalami kecenderungan menurun, kecuali pada tahun 2012. Pada tahun 2010 nilai rata-rata NIM mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2009, yang semula bernilai 5,37 menjadi 5,17. Pada tahun yang sama, nilai rata-rata ROA mengalami peningkatan dari 1,59 menjadi 1,60. Pada tahun 2011, nilai rata-rata NPL juga mengalami penurunan menjadi 5,04 dibandingkan dengan tahun 2010, yang bernilai 5,17. Sementara, nilai rata-rata ROA mengalami peningkatan menjadi 1,65 dibandingkan dengan tahun 2010 yang bernilai 1,60. Sementara, teori yang ada menyatakan bahwa NPL berbanding lurus dengan ROA.

Nilai rata-rata BOPO pada tahun 2011 mengalami peningkatan dari 82,60 pada tahun 2010 menjadi 85,85. Hal yang sama juga terjadi pada nilai rata-rata ROA. Pada tahun 2011, nilai rata-rata ROA meningkat menjadi 1,65 dari 1,60 pada tahun sebelumnya. Hal ini tidak sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa BOPO berbanding terbalik dengan ROA.

Dari tahun 2009 hingga tahun 2013, nilai rata-rata LDR mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut juga terjadi pada nilai rata-rata ROA, kecuali pada tahun 2013. Pada tahun 2013, nilai rata-rata LDR mengalami peningkatan dari 83,93 pada tahun 2012, menjadi 87,71 pada tahun 2013 sedangkan nilai rata-rata ROA mengalami penurunan pada tahun 2013 menjadi 1,46 dibandingkan dengan tahun 2012 yang bernilai sebesar 1,69. Hal tersebut tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa LDR berbanding lurus dengan ROA.

Pada tahun 2010, nilai rata-rata PDN mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2009, dari 8,43 menjadi 2,65 sedangkan nilai rata-rata ROA mengalami peningkatan dari 1,59 pada tahun 2009 menjadi 1,60 pada tahun 2010. Tahun 2012, nilai rata-rata PDN mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2011, dari 5,70 menjadi 3,20. Sedangkan, nilai rata-rata ROA mengalami peningkatan pada tahun 2012 menjadi 1,69 dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 1,65.  Hal tersebut tidak sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa PDN berbanding lurus dengan ROA.

Nilai rata-rata suku bunga SBI dari tahun 2010 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2009 dari 7,21 menjadi 6,5 sedangkan nilai rata-rata ROA untuk tahun yang sama mengalami kenaikan dari 1,59 menjadi 1,60. Begitu juga pada tahun 2012, nilai rata-rata SBI mengalami penurunan dari 6,58 pada tahun 2011 menjadi 5,79 sedangkan nilai rata-rata ROA pada tahun yang sama mengalami kenaikan dari 1,65 ditahun 2011 menjadi 1,69. Hal ini tidak sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa suku bunga SBI berbanding lurus dengan ROA.

Berdasarkan perkembangan ROA Bank Devisa, yang diduga dipengaruhi oleh CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR, PDN, dan suku bunga SBI, yang mengalami fluktuasi tiap periodenya, serta adanya hasil penelitian yang berbeda seperti yang telah diuraikan di atas maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio CAR, NPL, BOPO, LDR, PDN dan suku bunga SBI terhadap ROA Bank Devisa di Indonesia periode 2009 sampai dengan 2013.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang sumber datanya diperoleh dari publikasi Otoritas Jasa Keuangan pada tahun 2009 sampai dengan 2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yaitu aktivitas pengumpulan berbagai jenis data sekunder yang dilakukan dengan cara mempelajari dan mengutip berbagai teori dari berbagai buku, mempelajari dan mengutip data dari berbagai dokumen, mempelajari dan mengutip berbagai informasi dari internet dan media cetak.

 

Hasil dan Pembahasan

A.    Uji Normalitas

Uji statistik Kolmogorov-Smirnov dilakuan dengan ketentuan jika nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari signifikansi yang telah ditetapkan (α 5%), maka data dinyatakan terdistribusi secara normal.

Tabel 2

 Uji Kolmogorov-Smirnov

 

Unstandritized Residual

N

165

 

Mean

0

Normal Paramenters a.b

Std

0,2483212

 

Deviation

 

Most Extrime

Absolute

0,093

Diferences

positive

0,093

 

negative

-0,063

Kolmogorov-Smirnov Z

 

1,192

Asymp. Sig.

 

0,117

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Test Distribution is Normal

b. Calculated From data

 

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana tabel Uji Kolmogorov-Smirnov di atas, dapat dilihat nilai Kolmogorov-Smirnov pada sampel penelitian ini adalah 1,192 dengan signifikansi pada 0,117. Dengan tingkat signifikansi α sebesar 0,05, dapat disimpulkan bahwa data mengikuti distribusi normal karena nilai signifikasi lebih besar dari nilai α.

1.      Uji Multikolinearitas

Tabel 3

Uji Multikolinearitas Variabel Dependen

Model

Collinearity Statistic

Tolerance

VIF

(constans)

 

 

CAR

.922

1.081

NPL

.391

2.561

NIM

.744

1.344

BOPO

.785

1.274

LDR

.936

1.068

PDN

.419

2.385

SBI

.869

1.151

a.            Dependent Variable : ROA

Sumber : Data Publikasi OJK diolah

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana Tabel Uji Multikolinearitas Variabel Dependen di atas dapat dilihat nilai VIF untuk masing-masing variabel independen lebih kecil dari 10. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas pada model regresi linier.

2.      Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi pada penelitian ini menggunakan Durbin-Watson (D-W) Test.

Tabel 4

Hasil Uji Durbin-Watson (D-W)

Model Summary

Model

R

R Squer

Adjusted Squer

Std Error of The Estimate

Durnbin Watson

1

.982a

.963

.962

.25380

2.054

a.    Predictors: (constant), SBI, NM, LDR, CAR, PDN, BOPO, NPL

b.   Dependent Vaariabel: ROA

Sumber : Data Publikasi OJK di olah

 

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana tabel Hasil Uji Durbin-Watson (D-W), dapat dilihat bahwa nilai Durbin-Watson (DW) adalah 2,054. Dari tabel Durbin-Watson, diketahui nilai dL dan DU untuk tingkat signifikansi α 0,05; 165 data pengamatan; 8 variabel penelitian adalah 1,657 dan 1,834.

 Nilai Durbin-Watson 2,054 terletak diantara dL dan (4-DU) atau 1,657<2,054<2,166 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam model regresi linier.

Seluruh hasil pengujian asumsi klasik yang telah dijelaskan menunjukkan bahwa persamaan regresi penelitian tidak mengandung permasalahan asumsi klasik, sehingga persamaan regresi dapat dilanjukan ke dalam pengujian hipotesis penelitian.

B.     Analisis Verifikatif dan Uji Hipotesis

1.      Uji t-Statistik

Uji statistik ini digunakan untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel dependen secara parsial dalam menerangkan variasi variabel independen

Tabel 5

Uji t

Model

Unstandardized

Standridized

T

Sig

Coefisients

coefficient

B

Std Error

Beta

(constant)

9.092

.379

 

23.979

.000

CAR

.003

.002

.018

1.125

.262

NPL

-0,033

.008

-0,096

-3.919

.000

NIM

.124

.016

.135

7.603

.000

BOPO

-103

.002

-0,935

-54.259

.000

LDR

.001

.001

.006

.379

.000

PDN

.017

.003

.138

5.843

.000

SBI

.085

.047

.030

1.810

.072

a.       Dependent variable :ROA

Sumber : Data Publikasi OJK di olah

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana tabel Uji t di atas, dapat dibuat persamaan regresi:

 

Variabel CAR memiliki nilai t sebesar 1,125 dengan nilai signifikansi 0,262 yang mana lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial CAR bepengaruh signifikan terhadap ROA ditolak.

 Variabel NPL memiliki nilai t sebesar -3,319 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial NPL bepengaruh signifikan terhadap ROA diterima.

Variabel NIM memiliki nilai t sebesar 7,603 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial NIM bepengaruh signifikan terhadap ROA diterima.

Variabel BOPO memiliki nilai t sebesar -54,259 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial BOPO bepengaruh signifikan terhadap ROA diterima.

Variabel LDR memiliki nilai t sebesar 0,379 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial LDR bepengaruh signifikan terhadap ROA diterima.

Variabel PDN memiliki nilai t sebesar 5,843 dengan nilai signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial PDN bepengaruh signifikan terhadap ROA diterima.

Variabel suku bunga SBI memiliki nilai t sebesar 1,810 dengan nilai signifikansi 0,072 yang mana lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa secara parsial SBI bepengaruh signifikan terhadap ROA ditolak.

2.      Uji F-Statistik

Uji ini menunjukkan apakah semua variabel dependen yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel independen.

Tabel 6

Uji F

ANOVAb

Model

sum of Squer

DF

Mean Squer

F

Sig

Regresion

266.226

7

38.032

590.447

.000 3

Residual

10.113

157

.064

 

 

Total

276.339

164

 

 

 

a.       Predictors: (constant),SBI,NIM,LDR,CAR,PDN,BOPO, NPL

b.      Dependent variable : ROA

Sumber : Data publikasi OJK diolah

 

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana tabel Uji F di atas, dapat dilihat bahwa nilai F-hitung adalah 590,447 dengan signifikansi 0,000 yang mana lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%), sehingga hipotesis awal yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara CAR, NPL, NIM, BOPO, LDR, PDN, dan suku bunga SBI secara simultan terhadap ROA diterima.

3.      Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan hasil pengolahan data sebagaimana tabel Hasil Uji Durbin-Watson (D-W) di atas, diketahui bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang dinyatakan dengan Adjusted R2 adalah 0,963 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen memiliki pengaruh kontribusi sebesar 96,3 persen terhadap variabel ROA, sedangkan 3,7 persen lainnya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang ada di dalam penelitian.

 

C.    Pembahasan Deskriptif

Berdasarkan hasil uji deskriptif yang telah dilakukan, diketahui bahwa:

1.      Nilai rata-rata Return On Asset bank devisa di Indonesia pada periode penelitian sebesar 1,61 persen, secara statistik telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu di atas 1,5 persen.

2.      Nilai rata-rata Current Adequacy Ratio bank devisa di Indonesia pada periode penelitian sebesar 18,34 persen, secara statistik telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu minimal 8 persen.

3.      Nilai rata-rata Non Performing Loan bank devisa di Indonesia pada periode penelitian sebesar 2,53 persen, secara statistik telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu kurang dari 5 persen.

4.      Nilai rata-rata Net Interest Margin bank devisa di Indonesia pada periode penelitian sebesar 5,19 persen, secara statistik belum memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu di atas 6 persen. Hal ini disebabkan adanya bank devisa yang memiliki pendapatan bunga bersih yang diterima dari penyaluran aktiva produktifnya rendah atau karena dana yang disalurkan dalan bentuk pinjaman sangat rendah menyebabkan pendapatan yang diperoleh dari bunga kredit juga rendah.

5.      Nilai rata-rata Biaya Operasional Pendapatan Operasional bank devisa di Indonesia sebesar 85,85 persen, secara statistik pada periode penelitian telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu di bawah 90 persen.

6.      Nilai rata-rata Loan to Deposit Ratio bank devisa di Indonesia pada periode penelitian senilai 81,01 persen, secara statistik telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu antara 80 persen sampai dengan 110 persen.

7.      Nilai rata-rata Posisi Devisa Netto bank devisa di Indonesia pada periode penelitian sebesar 3,52 persen, secara statistik telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu maksimal 20 persen.

8.      Nilai rata-rata suku bunga Sertifikat Bank Indonesia pada periode penelitian sebesar 6,51 persen. Hal ini menunjukkan peran bank sental dalam ekonomi makro untuk mengontrol kestabilan nilai mata uang rupiah.

 

 

 

 

D.    Pembahasan Verifikatif

Berdasarkan hasil uji verifikatif yang telah dilakukan, diketahui bahwa:

1.      Pengaruh antara Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, Posisi Devisa Netto, dan suku bunga SBI secara parsial terhadap Return On Asset, dapat dijabarkan sebagai berikut:

a.       Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mawardi yang menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). CAR menunjukkan besarnya kekuatan dari modal suatu bank dalam menangani risiko kerugian sehingga berpengaruh terhadap laba, sehingga modal yang kuat akan menghasilkan profitabilitas yang tinggi.  Perbedaaan ini dapat disebabkan jika bank hanya menggunakan sebagian besar modalnya untuk menutupi kegagalan operasional yang terjadi dan tidak memanfaatkan kekuatan modal tersebut untuk melakukan ekspansi layanan dan usaha.

b.      Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai NPL maka nilai ROA akan semakin berkurang karena bank harus menanggung kerugian yang disebabkan menurunnya kualitas kredit yang menyebabkan kredit bermasalah bertambah.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mawardi (2005) yang menyatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

c.       Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif  signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai NIM maka nilai ROA akan semakin meningkat, karena NIM menunjukan kemampuan bank dalam mendapatkan penghasilan bersih dari hasil kemampuannya mengelola aktiva produktif yang dimiliki yang berarti kinerja keuangan bank semakin membaik maka semakin besar pula profitabilitas bank.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mawardi (2005) dan Mahardian (2008) yang menyatakan bahwa Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

d.      Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif  signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai BOPO maka nilai ROA akan semakin berkurang, karena tingginya biaya operasional serta rendahnya pendapatan bunga akan menyebabkan tingkat efisiensi pengelolaan bank berkurang sehingga akan menyebabkan menurunnya laba.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mawardi (2005) dan Mahardian (2008) yang menyatakan bahwa Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

e.       Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi LDR maka nilai ROA akan semakin meningkat, karena karena hal ini menunjukkan peningkatan kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga dalam bentuk kredit yang berdampak pada meningkatnya profitabilitas bank.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Desfian (2005) dan Mahardian (2008) yang menyatakan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

f.        Posisi Devisa Netto (PDN) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi PDN akan semakin meningkatkan nilai ROA karena semakin meningkatnya laba yang diperoleh dari selisih kurs jual maupun kurs beli yang terjadi.

Hasil penelitian ini mendukung teori Loen dan Ericson (2008) yang menyatakan pengelolaan mata uang asing oleh bank devisa dimaksudkan untuk memenuhi kewajiban dalam valuta asing dan untuk memperoleh pendapatan yang setinggi-tingginya yang didapat dari selisih kurs jual dan kurs beli dari valuta asing.

g.      Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA).

Hasil penelitian ini bertentangan dengan teori (Sinungan, 2002) yang menyatakan penetapan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia akan mempengaruhi jumlah dana bank dalam bentuk kredit yang bisa disalurkan sebagai pinjaman bank sehingga mendorong terjadinya kenaikan tingkat suku bunga kredit yang berpotensi meningkatkan pendapatan bunga bank. Penelitian ini menunjukkan peningkatan suku bunga SBI meningkatkan suku bunga kredit dan juga meningkatkan biaya bunga, namun selisih peningkatan bunga kredit dengan pendapatan bunga kreditnya kecil sehingga tidak menimbulkan pengaruh yang signifikan.

2.      Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Non Performing Loan, Net Interest Margin, Biaya Operasional Pendapatan Operasional, Loan to Deposit Ratio, Posisi Devisa Netto, dan suku bunga SBI secara simultan terhadap Return On Asset ditunjukkan dengan nilai F-hitung sebesar 590,447 dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (α 5%) menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA. Besarnya kontribusi variabel indenpenden terhadap variabel dependen ditunjukkan dengan nilai R2 yang bernilai 0,963 yang berarti variabel independen secara simultan berkontribusi sebesar 96,3 persen terhadap ROA.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak berpengaruh siginifikan terhadap Return On Asset (ROA); Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Return On Asset (ROA); Net Interest Margin (NIM) berpengaruh positif siginifikan terhadap Return On Asset (ROA); Biaya Oprasional Pendapatan Oprasional (BOPO) berpengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA); Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA); Posisi Devisa Netto (PDN) berpengaruh positif signifikan terhadap Return On Asset (ROA); dan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) tidak berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Hasil koefisien determinasi dalam penelitian ini menujukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Asset sebesar 590,447%.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Achmad, Tarmizi dan Willyanto Kartiko Kusuno. (2003). Analisis Rasio-rasio Keuangan Sebagai Prediktor Dalam Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perbankan di Indonesia. Media Ekonomi dan Bisnis, Vol.XV (No. 1).

 

Desfian, Basran. (2005). Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja bank umum Di Indonesia tahun 2001-2003. Jurnal Manajemen Diponegoro.

 

Hanafi, Mamduh M, dan Abdul Halim. 2003. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

 

Hasibuan, Drs. H. Malayu S.P, 2007. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

 

Institute for Economic and Financial Research (ECFIN). Indonesian Capital Market Directory 2009-2013. Jakarta: PT. Indeks.

 

Mahardian, Pandu. (2008). Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, NPL, NIM, dan LDR Terhadap ROA. Jurnal Manajemen Diponegoro.

 

Mawardi, Wisnu. (2005). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus pada Bank Umum dengan Total Aset Kurang Dari 1 Triliun). Jurnal Bisnis Strategi.

 

Nopirin, Ph.D. 2014. Ekonomi Moneter. Edisi keempat. Yogyakarta: BPFE.

 

Said Husnan, Pudjiastuti. 2004. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: UPP AMPY KPM.

 

Setyowati, Ari. 2014. “Pengaruh Karkteristik Rasio Finansial Bank dan Faktor Makroekonomi terhadap Retun On Asset pada Bank Komersial (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012). Jurnal Manajemen Diponegoro.

 

Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga Keuangan. Edisi Keempat. Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta.

 

Sinungan, Muchdarsyah. (2002). Manajemen Dana Bank. Jakarta: PT. Budi Aksara.

 

Supatra, Muljanto. (2007). Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap ROA. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 7(4).

 

Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 3/30/DPNP. (2004). Laporan Keuangan Publikasi dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia. Bank Indonesia.

 

Supatra, Muljanto. (2007). “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap ROA”. Kajian Ekonomi dan Keuangan.Vol. 7, No. 4.

 

Werdaningtyas, Hesti. (2002). Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Bank Take Over Pramerger di Indonesia. Jurnal Manajemen Indonesia, 1(2), 24–39.