Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 6, No. 3, Maret 2021

 

STUDI KOMPARATIF ANALISIS KONTEN MEDIA AKUN YOUTUBE (COKRO TV, REFLY HARUN, HARSUBENO ARIEF FNN DAN NARASI TV)

 

Pitra Ratulangi

Universitas Indonesia (UI) Depok Jawa Barat, Indonesia

Email: pitra.pjjs3@gmail.com

 

Abstract

The development of the online world is growing very rapidly, one of which is the world of YouTube. More and more people want to become YouTubers, and are competing to have a large number of reviewers. This study aims to analyze media of youtube account. The theory used in this research is conflict resolution theory. By using a qualitative methodology, using data in YouTube content and literature studies. The results of the research are in the form of a comparative study between Cokro TV, Refly Harun and Narasi TV media accounts related to the content of the latest issues, both criticizing the government and supporting all government activities. With content analysis, we become aware of the comparison of content related to political news in Indonesia.

 

Keywords:  comparative studies; content analysis; youtube

 

Abstrak

Perkembangan dunia online berkembang sangat pesat, salah satunya adalah dunia youtube. Makin banyak orang yang ingin menjadi youtuber, dan membuat berlomba-lomba untuk memiliki jumlah reviewer yang banyak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis konten media akun youtube. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori resolusi konflik. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dan data yang ada di konten youtube serta studi pustaka. Hasil penelitian berupa studi perbandingan antara akun media Cokro TV, Refly Harun dan Narasi TV terkait dengan konten isu-isu terkini baik itu bersifat mengkritisi pemerintah maupun mendukung segala aktivitas pemerintah. Dengan analisis konten, kita mengetahui tentang perbandingan konten-konten yang berkaitan dengan pemberitaan politik yang ada di Indonesia.

 

Kata kunci: studi komperatif; analisis konten; youtube

 

Coresponden Author

Email: pitra.pjjs3@gmail.com

Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi

 

 

 

Pendahuluan

Internet telah menjadi bagian penting dalam pemasaran di zaman modern ini. Salah satunya adalah hadirnya media sosial. (Kaplan & Haenlein, 2010) mendefinisikan media sosial sebagai kelompok dari aplikasi berbasiskan internet yang dibangun atas dasar ideologi dan teknologi web versi 2.0 yang memungkinkan terciptanya website yang interaktif (Sulianta, 2015). Kegiatan pemasaran di media sosial lebih dikenal dengan sebutan social media marketing. Secara sederhana, social media marketing didefinisikan sebagai metode untuk meningkatkan traffic atau perhatian audiens terhadap suatu bisnis melalui penggunaan media sosial. Kegiatan ini berfokus kepada menumbuhkan basis audiens dengan cara membuat konten yang menarik dan mudah dipahami. Dari situ akan tercipta brand yang berkarakter, menambah loyalitas konsumen, dan menjadi dasar bagi suatu keputusan pembelian (Tanisang, Vidyarini, & Monica, 2019). Media sosial memiliki kelebihan membantu marketing untuk mendapatkan jenis periklanan yang tidak dapat dibeli yaitu word of mouth. Word of mouth adalah bagaimana sebuah bisnis mendapatkan reputasi baik dan basis konsumen yang kuat (Basalamah, 2011).

Salah satu jenis perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan media sosial dalam kegiatan pemasarannya adalah e-commerce. Electronic  Commerce (e-commerce) adalah  proses  pembelian,  penjualan atau   pertukaran   produk,   jasa   dan   informasi melalui   jaringan   komputer (Siagian & Cahyono, 2014). Survei lembaga riset Snapcart pada Januari 2018 mengungkapkan bahwa 80% konsumen atau pengguna e-commerce didominasi oleh anak-anak muda usia 15-34, yang terdiri dari generasi milenial dan generasi Z. Karakteristik generasi millenial dan Z yang lekat dengan teknologi kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan e-commerce untuk hal promosi (Tashandra, 2018). Para pelaku e-commerce kebanyakan memanfaatkan lebih dari 1 platform media sosial untuk menjangkau targetnya. Namun, untuk menjangkau konsumen yang mendominasi pasar e-commerce, yaitu anak muda dari generasi millenial dan Z, salah satu media sosial yang dapat dimanfaatkan adalah Instagram. Hal tersebut dikarenakan media sosial Instagram di Indonesia paling banyak digunakan oleh kelompok usia 18-24 tahun sebanyak 59%, 25-34 tahun 30%, dan 34-44 tahun 11 persen (Fauzia, Maslihah, & Ihsan, 2019).

Pada riset yang dilakukan oleh iPrice berdasarkan data Q4 2018, ditemukan pula bahwa Instagram adalah platform promosi e-commerce paling efektif di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan temuan data bahwa merek yang mempromosikan produk mereka di Instagram berhasil mencapai 100 persen pengikut mereka, jauh lebih banyak daripada Facebook, yang hanya memengaruhi sekitar 6 persen dari total pengikut merek (Lestari, Nofiawaty, & Nailis, 2020). Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna untuk mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter pada foto dan video, kemudian membagikan unggahan foto atau video tersebut ke media sosial lain seperti Twitter, Flickr, Tumblr, dan Facebook (Frommer, 2010).

Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Chandra, 2018) Situs video YouTube sebagai salah satu bagian dari social networking dalam kategori media sosial dalam perkembangannya telah menghasilkan berbagai dampak nilai-nilai bagi para penggunanya. YouTube merupakan pionir aktivitas kreatif yang bersifat kolektif sekaligus sebagai bagian dari media main-stream melalui internet. Manfaat dari penelitian ini yaitu agar memaksimalkan fungsi youtube serta meminimalisir dampak negatif dari media sosial terlebih lagi media youtube. Tujuan dari penelitian ini untuk menampilkan terkait hal-hal tentang youtube kepada masyarakat secara luas melalui hasil analisis yang dilakukan.

Melalui youtube, vlogger (pembuat video blogger) dapat memberikan komentarnya pada acara yang sedang berlangsung melalui reportase yang sedang dibawakan. Hal ini dimungkinkan karena YouTube telah menjalin banyak kerjasama dengan jejaring pemberitaan dan reportase. Bahkan pada tahun 2008, YouTube terlibat dalam Kampanye Pemilihan Presiden USA dan bergabung bersama CNN untuk mengkoordinir jalannya acara Debat Presiden. Hal ini menjadi liputan utama dalam ranah politik pada saat itu (Burgess & Green, 2018).

“Social media provide a place where people across the world can stay in touch and

feel closer.” (Sawyer, 2011). YouTube merubah cara mereka untuk berkampanye, dimana kini YouTube memperbolehkan penggunanya untuk mengunggah dan membagikan isi dan materi mereka pada pihak lain. Hal ini memungkinkan pesan kampanye lebih cepat disampaikan ke publik. Pesan kampanye ini juga dapat dilihat dan didengarkan berulang-ulang. Lebih dari itu, pemirsa YouTube ini juga bisa memberikan opini serta nilai suka atau tidak suka pada video yang dipublikasikan ini. Peranan konten yang ada di youtube sangat berpengaruh terhadap dinamika perpoltikan di Indonesia.

Konflik dapat dianggap sebagai suatu kegiatan yang bertujuan dan dimanfaatkan, sehingga tidak jauh berbeda dengan tindakan pada umumnya yang mempunyai makna sosial tertentu, sehingga jelas konflik mempunyai bentuk, format, intensitas, awal dan akhir. Agar konflik tidak semata-mata untuk konflik, maka kita tidak boleh lupa bahwa pada dasarnya esensi ini terkandung mulai dari kegiatan militer dan politik (termasuk penggunaan kekuatan, ancaman dan kekerasan), penciptaan rasa tidak aman (baik berupa ketakutan). dan kecemasan), upaya untuk meminggirkan kelompok tertentu (mengontrol, mengisolasi dan menghilangkan) dan penggunaan kekerasan itu sendiri (Jandt & Pedersen, 1996).

Sebagai instrumen pencapaian tujuan tertentu, konflik tidak boleh habis-habisan, atau berbentuk sedemikian rupa sehingga pihak-pihak yang berkonflik tidak lagi dapat menjalankan fungsi kehidupan sosial lainnya baik sebelum, selama maupun setelah konflik. . Dalam hubungan ini, Wedge (Avruch & Black, 1991) mengatakan sebagai berikut:

“... konflik yang meluas dan tidak terkelola adalah semacam patologi sosial endemik dan pandemi, maka biaya wabah epidemi - kekerasan individu, kelompok, massa, dan negara di era nuklir - terlalu tinggi untuk direnungkan secara pasif dari pedoman. “

Selanjutnya, secara instrumental konflik harus diakhiri jika hal-hal sebagai berikut: Pertama, tujuan konflik telah tercapai; kedua, ketika ada mekanisme untuk mencapai tujuan yang lebih efektif daripada konflik; ketiga, ketika konflik jelas gagal mencapai tujuan para pihak yang bertikai. Apapun yang terjadi, jika pada awalnya konflik dianggap sebagai solusi, maka jika kemudian solusi lain dirasa perlu untuk dikedepankan setelah konflik menjadi tidak terkendali, saat itulah hadir konsep “resolusi konflik”.

 

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Indikator yang digunakan adalah tema di Kanal Akun Youtube. Indikator tersebut digunakan untuk menganalisis pesan pada kanal youtube terkait dengan perpolitikan di Indonesia, baik itu dari kubu Oposisi maupun kubu Koalisi. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi karena teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditujukkan untuk mengetahui gambaran karakteristik ini dan menarik inferensi dan isi (Eriyanto, 2011). Peneliti akan menggunakan The Nine Block Conversation Planner yang merupakan sembilan tema pesan untuk membantu peneliti dalam menganalisis isi pesan. Dimana tema-tema pesan ini digunakan untuk membuat sesuatu hal lebih berarti untuk dibicarakan.

 

Hasil dan Pembahasan

Pemerintah membentuk tim independen terkait insiden antara aparat kepolisian dan laskar Front Pembela Islam (FPI) yang menewaskan enam orang. Ada beberapa poin dalam  surat pernyataan sikap PP Ikadi tentang insiden antara laskar FPI dan Polisi yang ditandatangani Ketua Umum Ikadi Prof. KH Ahmad Satori Ismail.  Dalam surat pernyataan sikap itu, PP Ikadi menyampaikan dukacita dan takziyah kepada keluarga korban yang meninggal dalam insiden tersebut. PP Ikadi juga menyesalkan terjadinya insiden yang menelan korban hingga enam orang itu.  Ikadi mendorong semua pihak dalam menyelesaikan setiap masalah selalu mengedepankan dialog, saling komunikasi, dan silaturahim demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam akun kanal Youtube (Rafly Harun) Habib Muhammad Rizieq Shihab dilaporkan penguasaan lahan terkait kegiatan FPI di kawasan PTPN 8. Habib Rizieq dalam penjelasan Refly Harun di Kanal Youtube-nya ada 4 kasus yang diperkarakan di dalam kepolisian, diantaranya adalah :

1.    Kasus kerumunan Petambutaran

2.    Kasus Kerumunan Mega Mendung

3.    Kasus Swab RS UMI Bogor

4.    Kasus Tanah di Mega Mendung

YouTube memiliki fitur Channel, fitur ini seperti sebuah saluran siaran pada televisi atau pada siaran radio. Pada Channel YouTube pengguna dapat up-load video, mengkonfigurasi Channel-nya, berkomentar terhadap video pengguna lain, membuat playlist video sendiri, melihat statistik channel atau video yang terdapat pada channel mereka, dan seperti sosial media, pengguna dapat update status mengfollow pengguna lain dengan cara menjadi subscriber.

Apabila melihat akar konflik yang terus meluas diatas, kita bisa simpulkan bahwa dalam teori resolusi konflik (1991) konflik yang meluas dan tidak terkelola adalah semacam patologi sosial endemik dan pandemi, maka biaya wabah epidemi. Konflik ini bagaikan sebuah wabah yang bisa meluas dan terus menjadikan masalah sosial. Konflik juga bisa meruncing terkait masalah politik identitas ataupun isu terhangat yang lainnya. Keluarga anggota Laskar FPI yang meninggal menceritakan harapannya. Tentunya supaya kasus ini diungkap dan keadilan ditegakkan.

“Karena ini era media sosial yang begitu marak, masyarakat jangan saling provokasi. Publik juga harus menghormati, ini ada Polri, Komnas HAM, DPR. Ketika kita tidak membuat gaduh, kita tidak akan terbelah,” kata Albertus Wahyurudhanto.

Dengan banyaknya interaksi sosial pada situs YouTube dan penerapan sen-timen analisis terhadap komentar video YouTube dalam aplikasi, diharapkan dapat mengetahui pengaruh suatu video pada situs YouTube dalam bentuk tanggapan masyarakat berupa sentimen positif atau negatif mengenai program – program yang dibuat atau yang akan dibuat oleh pemerintah melalui postingan video yang diunggah di beberapa kanal YouTube. Selain itu bisa didapat tingkat kepopuleran tokoh - tokoh publik atau objek yang terdapat pada media sosial video YouTube.

Dalam Kanal Youtube Narasi TV milik Najwa Shihab, menampilkan wawancara dengan keluarga anggota Laskar FPI yang menceritkan apa yang telah dialami ketika mengawal pimpinan FPI Rizieq Shihab. Pengawalan ini berujung pada maut bagi 6 orang rekanya. Ke enamnya tewas ditembak oleh aparat kepolisian yang mengintai pengawalan tersebut. Tentu saja pemberitaan ini menarik di ikuti karena berbagai rentetan peristiwa terkait dengan kasus FPI dan Habib Rizieq Shihab.

Pada beberapa pekan lalu juga para TNI mencopot baliho terkait kegiatan FPI –Habib Rizieq Shihab. TNI merupakan alat negara di bidang pertahanan memiliki tugas yang harus diemban sesuai dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 7 ayat (1). Dalam undang-undang itu, disebutkan tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. "Dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara," kata Herwin. Selain itu, pada Pasal 7 Ayat 2 huruf b angka 10, juga tugas pokok TNI adalah Operasi Militer Selain Perang, yakni membantu Kepolisian Negara RI dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam Undang-undang. Karena itu, kehadiran Pangdam Jaya saat hadir dalam konferensi pers untuk memberikan dukungan pada Polda Metro Jaya dalam penegakan hukum terhadap adanya aksi FPI yang melawan dengan senjata api. "Dalam hal ini kehadiran Pangdam Jaya untuk tetap membantu Polda Metro Jaya, guna mengantisipasi terjadinya eskalasi gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," tutupnya.

Peran TNI tentunya memberikan rasa aman dan nyaman untuk persatuan dan perdamaian di Negara Republik Indonesia ini. Sehingga peranan resolusi konflik untuk menyelesaikan berbagai macam konflik yang ada itu sangat penting. Respon lain adalah diharapkan TNI-Polri besartu dalam menangani berbagai macam ancaman dan juga serangan yang bisa mengancam kedaulatan NKRI ini, sehingga memberikan rasa aman bagi kita semua.

 

Kesimpulan

YouTube dalam bentuk tanggapan masyarakat berupa sentimen positif atau negatif mengenai program– program yang dibuat atau yang akan dibuat oleh pemerintah melalui postingan video yang diunggah di beberapa kanal YouTube. Diharapkan kedepannya dapat ditingkatkan jumlah data penelitian dan dikembangkan rumus model popularitas dan dampak video yang terdapat pada media sosial YouTube agar dapat me-miliki tingkat akurasi yang lebih tinggi, sehingga dapat diterapkan pada berbagai bidang seperti politik dan marketing suatu perusahaan dan untuk kasus FPI dan Habib Rizieq Shihab yang dimuat dalam berbagai kanal Youtube mengutarakan berbasis data, ada yang memang dari sumber pemberitaan berupa wawancara langsung, ada juga yang berasal dari pemberitaan online dalam menganalisis konten pemberitaan, baik itu pemberitaan tulisan ataupun berupa narasi berbentuk video.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BIBLIOGRAFI

 

Avruch, Kevin, & Black, Peter W. (1991). The culture question and conflict resolution. Peace & Change, 16(1), 22–45.

 

Basalamah, Fauzan Muhammad. (2011). Pengaruh komunitas merek terhadap word of mouth. Bisnis & Birokrasi: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Organisasi, 17(1).

 

Burgess, Jean, & Green, Joshua. (2018). YouTube: Online video and participatory culture. Australia: John Wiley & Sons.

 

Chandra, Edy. (2018). Youtube, Citra Media Informasi Interaktif Atau Media Penyampaian Aspirasi Pribadi. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(2), 406–417.

 

Eriyanto. (2011). Analisis isi: Pengantar metodologi untuk penelitian ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Fauzia, Alya Zachra, Maslihah, Sri, & Ihsan, Helli. (2019). Pengaruh tipe kepribadian terhadap self-disclosure pada dewasa awal pengguna media sosial instagram di Kota Bandung. Journal of Psychological Science and Profession, 3(3), 151–160.

Frommer, Dan. (2010). Here’s how to use Instagram. Business Insider, 11, 1–23.

 

Jandt, Fred E., & Pedersen, Paul B. (1996). Constructive conflict management. Sage Journal.

 

Kaplan, Andreas M., & Haenlein, Michael. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68.

 

Lestari, Evrylia, Nofiawaty, Nofiawaty, & Nailis, Welly. (2020). Pengaruh Keamanan (Security) Dan Kepercayaan (Trust) Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian E-Commerce Pada Instagram. Sriwijaya University.

 

Sawyer, R. (2011). The Impact of New Social Media on Intercultural Adaptation. Senior Honors Projects. Paper 242.

 

Siagian, Hotlan, & Cahyono, Edwin. (2014). Analisis Website Quality, Trust Dan Loyalty Pelanggan Online Shop. Jurnal Manajemen Pemasaran, 8(2), 55–61. https://doi.org/10.9744/pemasaran.8.2.55-61

 

Sulianta, Feri. (2015). Keajaiban sosial media. Yogyakarta: Elex Media Komputindo.

 

Tanisang, Maria Desya, Vidyarini, Titi Nur, & Monica, Vita. (2019). Studi Komparatif: Analisis Isi Pesan Pada Posting Instagram E-commerce di Indonesia. Jurnal E-Komunikasi, 7(2).

 

Tashandra, Nabilla. (2018). Persen konsumen belanja online orang muda dan wanita. Kompas, Com.