Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 6, No. 3, Maret 2021

 

SERIKAT KERJA KARYAWAN DAN HUBUNGAN INDUSTRIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN PADA PT. MUSI HUTAN PERSADA SOUTH SUMATERA PROVINCE

 

Siti Juariah, Widia dan Titin Hartini

UIN Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

Email: tyasjuju@gmail.com,widia1526200@gmail.com dan titinhartini_uin@radenfatah.ac.id

 

Abstract

This study aims to determine the effect of labor unions and industrial relations on the welfare of permanent employees at PT. Musi Hutan Persada South Sumatra Province, to determine the influence of trade unions on the welfare of permanent employees at PT. Musi Hutan Persada South Sumatra Province, and to determine the effect of industrial relations on the welfare of permanent employees at PT. Musi Hutan Persada South Sumatra Province. The type of research used is quantitative research using an associative or relationship research approach. The population in this study were all permanent employees at PT. Musi Hutan Persada South Sumatra Province, amounting to 108 people. The sampling used by the researcher was census sampling which obtained 50 respondents. The data analysis technique used is multiple regression processed using SPSS. The results of the study indicate that the Labor Union and Industrial Relations have a positive and significant effect on the Welfare of Permanent Employees at PT. Musi Hutan Persada South Sumatra Province.

 

Keywords:  labor union, industrial relations, employee welfare

 

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serikat pekerja dan hubungan industrial terhadap kesejahteraan karyawan tetap pada PT. Musi Hutan Persada Provinsi Sumatera Selatan, untuk mengetahui pengaruh serikat pekerja / serikat buruh terhadap kesejahteraan karyawan tetap pada PT. Musi Hutan Persada Provinsi Sumatera Selatan, dan untuk mengetahui pengaruh hubungan industrial terhadap kesejahteraan karyawan tetap pada PT. Musi Hutan Persada Provinsi Sumatera Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian asosiatif atau relasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PT. Musi Hutan Persada Provinsi Sumatera Selatan yang berjumlah 108 orang. Pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah sampling sensus yang diperoleh 50 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda yang diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serikat pekerja dan hubungan industrial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan karyawan tetap pada PT. Musi Hutan Persada Provinsi Sumatera Selatan.

 

Kata Kunci: serikat pekerja, hubungan industrial, kesejahteraan karyawan

 

Coresponden Author

Email: tyasjuju@gmail.com

Artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi

 

Pendahuluan

Perkembangan dunia usaha dipengaruhi oleh sumber daya manusia sebagai pekerja yang ada dalam perusahaan untuk melancarkan aktivitas operasional dan produksinya. Perusahaan perlu merekrut, memelihara dan mempertahankan para pekerjanya demi kelancaran usahanya memperoleh laba. Kegiatan yang dilakukan perusahaan tersebut menyebabkan timbulnya suatu hubungan kerja yang diharapkan dapat membawa keuntungan bagi pekerja, manajemen, masyarakat dan pemerintah. Pemberitaan mengenai buruh tidak pernah berhenti menghiasi media, (Charla A. Ernita, Fajary, & Rahayu, 2018). Permasalahan yang melingkupi buruh tersebut mulai dari kesejahteraan dengan tolak ukur utama jumlah upah buruh, sistem kontrak dan outsourching, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan masih banyak masalah lainnya. Buruh selalu dipinggirkan, padahal di sisi lain buruh memiliki kontribusi untuk menopang perekonomian negara. Buruh juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam menentukan wajah masyarakat indonesia secara keseluruhan, (Surasa, Utami, & Isnaeni, 2014).

Kontribusi buruh yang demikian besar ternyata tidak mendapat apresiasi. Dari tahun ke tahun selalu muncul permasalahan buruh terutama yang berkaitan finansial, (Tisnawati, 2013). Kesejahteraan karyawan dapat terpenuhi apabila pekerja mendapatkan penghasilan yang layak, dan adanya jaminan sosial, sehingga dapat mencukupi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya, dapat meningkatkan produktivitas kerja mereka dan mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Oleh karena itu sistem pengupahan harus dapat mencerminkan keadilan dengan memberikan imbalan yang sesuai dengan kontribusi jasa mereka dan mendorong peningkatan kesejahteraan dan keluarganya (Kasmir, 2015).

Pekerja sering dilupakan oleh pihak manajemen. Akibatnya pekerja  merasa dirugikan oleh pihak manajemen dan terjadi perselisihan antara pihak manajemen dengan pekerja sehingga terjadi demo dalam bentuk mogok kerja, merusak fasilitas umum, hingga melakukan tindakan anarkis yang merugikan baik perusahaan, pekerja, maupun masyarakat di sekitarnya yang mencerminkan ketidaksejahteraan para pekerja, (Ayu & Permatasari, 2018). Dampak yang timbul adalah adanya ketidak harmonisan hubungan kemitraan antara pengusaha dan pekerja yang disebabkan oleh selain tingkat kesejahteraan pekerja juga masalah keberadaan serikat pekerja/ serikat buruh di perusahaan maupun kurang terbukanya sistem manajemen perusahaan, (Suhartini, 2015).

Sistem hubungan yang terjadi antara pihak-pihak yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam proses produksi dinamakan hubungan industrial. Kelancaran usaha dalam proses produksi tersebut terjadi apabila pihak-pihak dalam perusahaan berhasil memelihara hubungan kerja pada lingkup industrial. Hubungan kerja dalam lingkup industrial penting untuk dipelihara dalam mengelola pekerja yang memiliki karakter, kemampuan dan motivasi yang berbeda dalam bekerja di perusahaa, (Ayu Ernita, 2018).

Tujuan yang ingin dicapai dalam hubungan industrial adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur dengan cara menciptakan ketenagan bekerja dan berusaha yang dilandasi dengan prinsip kemitraan dan keseimbangan, berasaskan kekeluargaan dan gotong royong serta musyawarah untuk mencapai mufakat. Asas kekeluargaan dan gotong royong serta asas musyawarah mufakat ini secara filosofis merupakan landasan bagi sikap mental dan sikap sosial dalam hubungan industrial, (Purnomo, Abidin, & Ardianto, 2017).

Pemeliharaan hubungan pekerja dalam lingkup industrial yang dilakukan oleh serikat pekerja sebagai perwakilan pekerja dan manajemen yang mewakili perusahaan sangat diperlukan untuk mencegah konflik dalam dunia kerja. Konflik kepentingan antara pekerja dalam serikat pekerja dengan manajemen perusahaan terjadi akibat adanya perbedaan persepsi dan pemenuhan kebutuhan yang saling bertolak belakang. Pekerja dalam serikat pekerja menginginkan kesejahteraan yang tinggi dan kondisi lingkungan kerja yang menyenangkan sedangkan manajemen perusahaan menginginkan pengeluaran biaya kecil dengan perolehan laba tinggi, (Sadili, 2006).

Bagi pekerja keputusan mereka bergabung dengan sebuah serikat pekerja disebabkan oleh dua hal yaitu ekonomi dan penghapusan kondisi yang tidak adil.   Para pekerja meyakini bahwa serikat pekerja dapat meningkatkan ekonomi atau kesejahteraan mereka dengan peningkatan upah juga fasilitas-fasilitas tunjangan yang lebih baik. pekerja juga percaya jika serikat pekerja dapat melindungi mereka dari perbuatan diskriminatif dan tidak adil oleh manajemen, (Ayu Ernita, 2018). PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province merupakan perusahaan Hutan Tanaman Industri di wilayah Sumatera Selatan, yang berkomitmen menjadi perusahaan hutan industri yang unggul di nusantara yang memegang prinsip Sumber Daya merupakan aset terbesar masa depan karena perusahaan berinvestas. PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province sangat menjamin kebersihan dan kualitas produk yang dipasarkan, perusahaan ini juga telah memenuhi beberapa standar dari kualitas jenis tanaman yang berkualitas dan menghasilkan kertas yang berkualitas juga dalam menggerakan roda perekonomian negara dan perusahaan memiliki pedoman bagi industri khususnya yang bergerak dalam bidang hutan industry untuk meningkatkan mutu hasil produksinya terutama yang terkait dengan kualitas tanaman yang dihasilkan. PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province ini beralamat di Jl. Raya PT TEL Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Muara Enim, Sumatera Selatan.

PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province juga memiliki serikat pekerja yang tentunya berperan sebagai mediasi kebutuhan karyawan dengan target yang diharapkan perusahaan, ada beberapa hal yang menggambarkan pelayanan kesejahteraan yang disediakan oleh perusahaan seperti, asuransi kecelakaan, pemberian program K3 bagi karyawan dan pemberian kegiatan sosial berupa rekreasi. Asuransi kecelakaan dan program K3 penting untuk membantu meringankan beban karyawan serta memberikan rasa nyaman bagi karyawan dalam bekerja karena karyawan butuh dukungan dari perusahaan tempat karyawan bekerja. Jika hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan terjadi yang menyebabkan karyawan tidak masuk tentunya penghasilan karyawan akan berkurang yang akan berdampak pada kondisi perekonomian karyawan tersebut. Kegiatan sosial berupa pemberian rekreasi ini penting bagi karyawan. Karyawan juga butuh waktu refreshing untuk menghindari rasa jenuh dan stress selama bekerja. Karyawan yang kurang mendapatkan perhatian terkait pemberian program kesejahteraan dari pihak perusahaan juga sangat mempengaruhi kesejahteraan karyawan.

Akibat dari kurangnya pelayanan kesejahteraan ini adalah karyawan tidak mendapatkan hak-haknya sebagai karyawan yang telah berkontribusi terhadap perusahaan. Dalam hal ini diperlukan peran dari serikat pekerja. Serikat pekerja diharapkan mampu menangani masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan tersebut, akan tetapi dengan adanya masalah tersebut mengindikasikan bahwa serikat pekerja yang ada dalam perusahaan tersebut kurang peduli terhadap masalah yang timbul sehingga kurang terpenuhinya kesejahteraan karyawan. Kurangnya kepedulian tersebut menunjukkan adanya jarak antara karyawan dan pihak manajemen. Jika kondisi tersebut berkelanjutan maka akan menyebabkan hubungan semakin renggang yang dapat memicu tindakan anarkis seperti demo, merusak fasilitas umum yang dapat merugikan perusahaan. Oleh karena itu, pihak atasan dan bawahan harus menjaga hubungan baik dalam perusahaan dan mencari jalan keluar yang terbaik dalam menangani masalah yang ada tanpa menggunakan kekerasan.

Oleh karena itu, setiap bentuk undang-undang dan peraturan yang dimaksudkan untuk menegakkan keadilan dan menghilangkan kezhaliman. Sesuai dengan permasalahan yang ada, disinilah serikat pekerja berperan untuk menyampaikan keluhan pekerja terhadap pihak pimpinan perusahaan agar permasalahan yang dirasakan karyawan bisa teratasi dan hubungan industrial didalamnya juga akan membaik. Dilihat dari masalah diatas dapat dihubungkan dengan teori keadilan (Equity theory). Teori ini mengemukakan bahwa orang akan merasa tidak puas, tergantung pada ada atau tidaknya keadilan dalam suatu situasi, khususnya situasi kerja. Menurut teori ini komponen utama dalam teori keadilan adalah input, hasil, keadilan dan ketidakadilan. Input adalah faktor bernilai bagi karyawan yang dianggap mendukung pekerjaannya, seperti pendidikan, pengalaman, kecakapan, jumlah tugas dan peralatan atau perlengkapan yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaannya. Hasilnya adalah sesuatu yang dianggap bernilai oleh seorang karyawan yang diperoleh dari pekerjaannya, seperti: upah/ gaji, keuntungan sampingan, simbol, status, penghargaan dan kesempatan untuk berhasil atau aktualisasi diri, (Anna, Suryana, Maulina, Rizal, & Hindayani, 2017).

Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat perbedaan hasil penelitian, hasil penelitian yang dikemukakan oleh Geby Alvita, Ari Pradhanawati Reni Shinta Dewi, yang berjudul Pengaruh Peran Serikat Pekerja dan Kompensasi Terhadap Kesejahteraan Buruh Wanita Studi Kasus di PT. Hanil Indonesia yang menyatakan bahwa peran serikat pekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan buruh wanita, dan pengaruh peran serikat pekerja dan kompensasi terhadap kesejahteraan buruh wanita berdasarkan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh positif secara simultan. Sedangkan penelitian (Rachman, 2017 ) tentang Pemeliharaan Hubungan Industrial yang Harmonis untuk Menjamin Kesejahteraan Karyawan menyatakan bahwa Pemeliharaan hubungan industrial berpengaruh positif yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan, bahwa pemeliharaan hubungan industrial yang terdiri dari peraturan perusahaan, serikat pekerja dan perjanjian kerja bersama sangat penting dilakukan. Pemeliharaan ini akan semakin meningkatkan kesejahteraan karyawan. Adapun penelitian (Barry T. Hirsch dan Albert N, 2015:2) tentang Peran Serikat Pekerja terhadap Aktivitas Inovatif memiliki berpengaruh negatif atau dapat diartikan peran serikat pekerja perusahaan tidak meningkatkan aktivitas karyawan untuk melakukan inovasi terhadap pekerjaan yang ada.

Berdasarkan masalah diatas, maka peneliti tertarik mengambil judulPengaruh Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial terhadap Kesejahteraan Karyawan pada PT. Musi Hutan Persada (MHP) South Sumatera Province”.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province yang berupa angka, atau data berupa kata- kata atau kuisioner yang dikonversi menjadi data yang berbentuk angka. Lokasi penelitian pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province.

 

Hasil dan Pembahasan

Serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja memiliki tujuan untuk memberikan pembelaan hak, kepentingan dan perlindungan, serta meningkatkan kesejahteraan yang layak bagi pekerja dan keluarganya. Sebagaimana bentuk penjelasan bahwa pekerja/buruh merupakan mitra kerja pengusaha yang sangat penting dalam proses produksi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja/ buruh dan keluarganya, menjamin kelangsungan perusahaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sehubungan dengan hal itu, serikat pekerja merupakan sarana memperjuangkan kepentingan pekerja dan menciptakan hubungan industrial yang, dinamis, harmonis dan berkeadilan. Oleh karena itu, pekerja/buruh dan serikat pekerja/serikat buruh harus mempunyai rasa memiliki, dan tanggung jawab atas kelangsungan jalannya operasional perusahaan dan sebaliknya pengusaha harus memperlakukan pekerja/buruh sebagai mitra kerja sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Dikarenakan hubungan tersebut, maka dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Terjadilah sistim hubungan antara para pihak yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam proses produksi yang disebut sebagai Hubungan Industrial. (Swasto, 2011: 111).

Tabel 1

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel X1

Scale Mean If Item Deleted

Scale Variance If Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Validitas

Cronbach's Alpha If Item Deleted

Reliabilitas

Meningkatkan Kesejahteraan Yang Layak Bagi Pekerja Dan Keluarga

34.50

18.397

.451

Valid

.764

Reliabel

Pekerja Mampu Menjaga Kerukunan Sesama Pekerja

33.80

21.959

.365

Valid

.775

Reliabel

Pekerja Menghormati Perbedaan Latar Belakang Budaya Masing-Masing

33.97

21.137

.581

Valid

.762

Reliabel

Menerapkan  Prinsip Kerja Sama Antar Pekerja

34.50

18.397

.451

Valid

.764

Reliabel

Melindungi Hak Dan Kepentingan Pekerja

33.93

20.754

.625

Valid

.757

Reliabel

Berpartisipasi Dalam Perumusan Kebijakan Dan Keputusan Terkait Pekerja

 

33.93

20.202

.567

Valid

.755

Reliabel

 

Variable X2

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Validitas

Cronbach's Alpha if Item Deleted

Reabilitas

Perusahaan memenuhi tugas dan kewajiban dengan baik

14.33

9.885

0.552

Valid

0.769

Reliabel

Perusahaan memberikan sarana dan fasilitas yang memadai

14.27

10.478

0.665

Valid

0.749

Reliabel

Perusahaan mengontrol setiap aktifitas produksi karyawan

14.57

8.599

0.664

Valid

0.733

Reliabel

Data Olah, 2021

Variabel Y

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item-Total Correlation

Validitas

Cronbach's Alpha if Item Deleted

Reabilitas

Perusahaan memberikan tunjangan sesuai dengan posisi karyawan

15.27

11.168

0.845

Valid

0.826

Reliabel

Perusahaan memberikan asuransi pada karyawan

14.93

13.444

0.63

Valid

0.878

Reliabel

Prodedur pemberian cuti karyawan dapat diperoleh dengan mudah

14.87

14.533

0.676

Valid

0.874

Reliabel

Karyawan memperoleh perlindungan hukum

15.17

11.868

0.747

Valid

0.852

Reliabel

Perusahaan memberikan fasilitas yang memadai

15.37

11.757

0.743

Valid

0.853

Reliabel

 

Tabel 2

Uji Normalitas

Descriptive Statistics

 

N

Skewness

Kurtosis

Statistic

Statistic

Std. Error

Statistic

Std. Error

Unstandardized Residual

30

-.324

.427

-.629

.833

Valid N (listwise)

30

 

 

 

 

Data Olah, 2021

+)

+)

            16.95

Pada perhitungan diatas menunjukkan nilai Jarque Bera sebesar 16.95. Nilai ini jika dibandingakn dengan c2 tabel dengan df hitung = (n-k) = 50 – 3 = 47 dan tingkat signifikansi 0,05 didapat nilai c2 tabel 64,00. Oleh karena nilai JB < dari c2 tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual terstandarisasi dinyatakan berdistribusi normal.

Tabel 3

Uji Heterokedastisitas

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

 

1

.330a

.109

-.077

1.42108

 

a. Predictors: (Constant), X1X2, X1KUADRAT, X2, X2KUADRAT, X1

b. Dependent Variable: RES_KUADRAT

Data Olah, 2021

Pada pengujian didapat nilai R Square sebesar 0,109 dengan jumlah n observasi 30, maka besarnya nilai c2 hitung= 50 x 0,109= 3,27. Nilai ini dibandingkan dengan c2 tabel dengan df = (n-k) = 50-2 = 48 dengan tingkat signifikansi 0,05, didapat nilai c2 tabel sebesar 41,33. Oleh karena nilai c2 hitung < c2 tabel, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif adanya heteroskedatisitas dalam model ditolak.

Tabel 4

Uji Multikolinieritas

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance

VIF

1

X1

.581

1.722

X2

.581

1.722

a. Dependent Variable: Y

Data Olah, 2021

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai Tolerance semua variabel menunjukkan hasil > 0,1 begitupula dengan nilai Variance Inflation Factor (VIF) dari semua variabel menunjukkan hasil <10 sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas.

Tabel 5

Uji Autokolerasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.967a

.935

.931

1.151

1.920

a. Predictors: (Constant), X1, X2

b. Dependent Variable: Y

Data Olah, 2021

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah ada korelasi antar variabel itu sendiri. Pada penelitian ini menggunakan metode Durbin-Watson Test. Data yang bagus adalah data yang tidak ada autokorelasi yaitu angka D-W di antara -2 sampai +2. Berdasarkan tabel diatas diketahui nilai DW adalah 2,205. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan ialah apabila nilai Dw di antara -2 sampai +2 berarti tidak terjadi autokorelasi

Tabel 6

Uji Linieritas

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.964a

.930

.925

1.198

2.025

a. Predictors: (Constant), X2KUADRAT, X1KUADRAT

b. Dependent Variable: Y

Data Olah, 2021

 

Hasil output menunjukkan bahwa nilai R Square adalah 0,930. Dengan jumlah n observasi sebanyak 30, maka besarnya nilai c2 hitung pada persamaan 1 adalah 30 x 0,930 = 27,90. Nilai ini dibandingkan dengan c2 tabel dengan df hitung = 30 – 2 = 28 dan tingkat signifikansi 0,05 didapat nilai c2 tabel 41,33. Oleh karena nilai c2 hitung < dari c2 tabel. Maka dapat disimpulkan bahwa model yang benar adalah model linear.

Tabel 7

Uji Simultan

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

2.592

1.724

 

1.504

.144

X1

-.153

.059

-.170

-2.608

.014

X2

1.210

.074

1.063

16.278

.000

a. Dependent Variable: Y

Data Olah, 2021

 

Jika t-hitung lebih besar t-tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima dan sebaliknya jika t-hitung lebih kecil t-tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

1. Besarnya angka t-tabel dengan ketentuan α = 0,05 dan dk= (n-2) atau (30-2) = 28. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t-tabel sebesar -2,608 yang berarti bahwa Kualitas SIA berpengaruh negatif terhadap Kinerja Karyawan dan dianggap signifikan dengan angka signifikansi 0,014 < α = 0,05.

2. Besarnya angka t-tabel dengan ketentuan α = 0,05 dan dk= (n-2) atau (30-2) = 28. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t-tabel sebesar 16,27 yang berarti bahwa Keamanan SIA berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan dan dianggap signifikan dengan angka signifikansi 0,000< α = 0,05.

Tabel 8

Uji Partial

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

516.958

2

258.479

195.260

.000b

Residual

35.742

27

1.324

 

 

Total

552.700

29

 

 

 

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), X2, X1

Data Olah, 2021

 

Digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil uji pengaruh variabel Serikat Kerja Karyawan dan Hubungan Industrial terhadap Kesejahteraan Karyawan menunjukan hasil 195,260 lebih besar jika dibandingkan dengan Ftabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang artinya variabel variabel .

Berdasarkan uji parsial dan uji simultan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Serikat Kerja Karyawan dan Hubungan Industrial berpengaruh positif signifikan terhadap Kesejahteraan Karyawan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan uraian hasil penelitian tentang Pengaruh Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial terhadap Kesejahteraan Karyawan pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province ditarik kesimpulan dari penelitian ini ialah Hasil pengujian hipotesis melalui Uji Simultan telah membuktikan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara serikat pekerja dan hubungan industrial pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province. Hal ini dikarenakan pada sebuah perusahaan, serikat pekerja dan hubungan industrial adalah sesuatu yang dapat menunjang tercapainya kesejahteraan karyawan. Maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kesejahteraan karyawan atau dapat dikatakan bahwa serikat pekerja dan hubungan industrial secara bersama-sama berpengaruh terhadap kesejahteraan karyawan tetap pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province, Berdasarkan hasil pengujian secara parsial dan hasilnya menunjukkan bahwa serikat pekerja mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan karyawan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa serikat pekerja memengaruhi kesejahteraan karyawan tetap pada pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province Dan Berdasarkan hasil pengujian secara parsial yang menunjukkan bahwa hubungan industrial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan karyawan tetap. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan industrial memengaruhi kesejahteraan karyawan tetap pada pada PT. Musi Hutan Persada South Sumatera Province.

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Anna, Zuzy, Suryana, Asep Agus Handaka, Maulina, I. N. E., Rizal, Achmad, & Hindayani, Purna. (2017). Biological parameters of fish stock estimation in Cirata Reservoir (West Java, Indonesia): A comparative analysis of bio-economic models. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 18(4), 1468–1474.

 

Ayu, Fitri, & Permatasari, Nia. (2018). Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data PKL (Praktek Kerja Lapangan) Di Devisi Humas Pada PT Pegadaian. Jurnal Intra Tech, 2(2), 12–26.

 

Ernita, Ayu. (2018). Pengaruh Serikat Pekerja dan Hubungan Industrial tehadap Kesejahteraan karyawan Tetap pada PT. Bogatama Marinusa (Bomar) Makassar. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

 

Ernita, Charla A., Fajary, Faiz R., & Rahayu, Rahmawati. (2018). Verification of surface runoff volume prediction with statistical downscaling method by using climate forecast system version 2 (CFSv2) output. AIP Conference Proceedings, 1987(1), 20055. AIP Publishing LLC.

 

Kasmir, S. E. (2015). Studi Kelayakan Bisnis: Edisi Revisi. Jakarta: Prenada Media.

 

Husni, Lalu, 2000, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

 

Kansil, C.S.T., dan Christine S.T. Kansil, 1996, Hukum Perusahaan Indonesia (Aspek Hukum dalam Ekonomi) Bagian 3, Jakarta: Pradnya Paramita.

 

Muhammad, Abdulkadir, 1991, Pengantar Hukum Perusahaan Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

 

Muhammad, Abdulkadir, 2000, Hukum Perdata Indonesia, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

 

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi, 1997, Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara.

 

Patrik, Purwahid, 1994, Dasar-Dasar Hukum Perikatan (Perikatan Yang Lahir dari Perjanjian dan Undang-Undang), Bandung: Mandar Maju.

 

Rusli, Hardijan, 2011, Hukum Ketenagakerjaan, Bogor: Ghalia Indonesia. Saebani, Beni Ahmad, 2008, Metode Penelitian Hukum. Bandung: Pustaka Setia.

 

Purnomo, Didik, Abidin, Zainal, & Ardianto, Rio. (2017). Pengaruh Nebulizer, Infrared Dan Terapi Latihan Pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Ppok) Et Causa Asma Bronkial. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 1(2), 60–69.

 

Rachman, Rizal. (2017). Pemeliharaan Hubungan Industrial yang Harmonis untuk Menjamin Kesejahteraan Karyawan. Konferensi Nasional Ilmu Sosial Dan Teknologi, 1(1).

 

Sadili, Samsudin. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia: Pustaka Setia. Bandung.

 

Suhartini, Eka. (2015). Islamic human resource management. Cet II. Makassar: Alauddin University Press.

 

Surasa, Ngudy Jaka, Utami, Nur Rahayu, & Isnaeni, Wiwi. (2014). Struktur mikroanatomi hati dan kadar kolesterol total plasma darah tikus putih strain Wistar pasca suplementasi minyak lemuru dan minyak sawit. Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 6(2), 117–127.

 

Tisnawati, Ayudha Widya. (2013). Pengaruh Corporate Governance Index dan Struktur Kepemilikan terhadap Kualitas Laba Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Peserta Corporate Governance Perception Index Tahun 2005-2010). Universitas Negeri Semarang.