Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

      e-ISSN : 2548-1398

      Vol. 4, No.8 Agustus 2019

 


HUBUNGAN PENDIDIKAN AGAMA DALAM KELUARGA DENGAN PRESTASI SISWA  DALAM MATA PELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 2  KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU

 

Sugiarti dan Nuripah

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu

Email: Sugiartikasiran83@gmail.com dan  Nuripahnur451@gmail.com

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan pendidikan agama dalam lingkungan keluarga siswa SMP Negeri 2 Kandanghaur Kabupaten Indramayu, mengetahui prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PAI di SMP Negeri 2  Kandanghaur Kabupaten Indramayu dan mengetahui hubungan kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa dengan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini yakni dengan metode empirik dan teoritik dimana dalam pelaksanaannya melakukan penelitian terhadap hubungan pendidikan agama dalam keluarga dengan prestasi belajar siswa bidang studi PAI. Strategi/Metode/Teknik menggunakan observasi-wawancara-angket. Hasil penelitian menunjukkan kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa termasuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 38,29%. Dengan indikasi adanya peran orang tua di dalarn keluarga dan aktivitas yang dilakukan anak menjalankan pengamalan syari’at Islam di dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi belajar yang dimiliki siswa dala mata pelajaran PAI tergolong ke kelas tinggi atau sangat baik, yakni sebesar 39,05%. Indikasinya adalah kesiapan dan keberhasilan di dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di sekolah, disamping peran guru di dalam melakukan proses pembelajaran.

 

Kata kunci: Pendidikan Agama, keluarga, prestasi belajar

 

Pendahuluan

Hakikat Pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian secara kemampuan dasar dengan bentuk pendidikan formal, informal, maupun non formal (Arifin, 1996).

Proses pendidikan dan Pembangunan tidak akan pernah bisa dipisahkan. Pendidikan yang diterpakan hendaknya harus memperhatikan tujuan pembangunan nasional. Tujuan pembangunan nasional sesuai dengan yang tercantum dalam undang-undang sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yang mengatakan bahwasannya fungsi Pendidikan nasional adalah  membentuk watak dan mengembangkan kemampuan serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam  mencerdaskan  kehidupan bangsa (Adnan, 2018).

Selain itu pula tujuan dari Pendidikan nasional adalah berkembangnya potensi yang dimiliki para siswa agar membrntuk pribadi dengan keimanan kuat serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Sisdiknas, 2003).

Salah satu jalur pendidikan luar sekolah adalah lingkungan keluarga. Keluarga adalah Pendidikan yang paling awal yang akan dijumpai oleh anak, karena anak dilahirkan dalam lingkungan keluarga. Pendidikan pertama yang akan dipakainya adalah dan kedua orang tuannya. Keluarga memiliki peranan yang utama dalam hal menanamkan nilai-nilai hidup dan sikap, pengembangan minat, bakat dan pembinaan kepribadian (Ihsan, 1997).

Selain itu, keluarga juga merupakan suatu lingkungan sosial terkecil dan kehidupan umat manusia sebagai makhluk sosial, keluarga juga  unit pertama yang ada di  masyarakat. Dari sinilah awal terciptanya tahap awal proses sosialisasi dan perkembangan individu. Seorang anak lebih banyak mengisi waktunya daengan keluarga, dan akan mempengaruhi sosialisasi anak dengan lingkungannya.

Ahmad Tafsir (Tafsir, 1996) mengatakan, bahwa : “Keluarga merupakan bagian paling awal yang memiliki tanggungjawab terhadap pendidikan anak. Dan pendidikan agama (Islam) baik di rumah, di masyarakat, di rumah ibadah maupun sekolah ialah penanaman iman di hati tugas pendidikan keimanan ini, secara ilmiah, sebagian besar adalah tugas orang tua di rumah dan tentunya dalam hal ini ada kerja sama dengan para guru di sekolah untuk pendidikan anak”.

Dalam masalah belajar mengajar kebanyakan para orang tua yang beranggapan bahwa hal ini merupakan tanggung jawab sekolah sehingga para wali murid yang menyerahkan keseluruhan kependidikan anak-anaknya pada sekolah. Padahal ini semua tidak mungkin, karena bila dilihat dan segi waktu yang digunakan hanyalah beberapa jam saja setiap harinya anak berada di sekolah. Sebagian dan kehidupan anak berada di luar lingkungan sekolah, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam lingkungan masyarakat.

Adapun anak yang pendidikannya diserahkan di sekolah bukan berarti orang tua lepas tangan, karena sekolah hanyalah merupakan wadah yang membantu dalam mendidik. Lingkungan ini hanya melengkapi apa-apa yang belum diberikan di lingkungan keluarga, dibutuhkan oieh anak. Untuk itulah perlu adanya jalinan antara sekolah dan keluarga untuk saling melengkapi demi perkembangan anak yang optimal.

Orang tua, guru maupun masyarakat bertanggung jawab untuk memelihara, menjaga, dan mendidik anak-anak dalam hal kebaikan serta mencegah dan menjauhkannya dari siksa api neraka. Baik buruknya tingkah laku anak tergantung dan pendidikan yang diperolehnya, firman Allah SWT dalam surat At-Tahrim (66) ayat 6, yaitu:

Artinya : “Hai orang-orarig yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dan api neraka yang bahwa bahan bakamya adalah manusia dan batu yang penjaganya malaikat -malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada merka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkannya”(Departemen Agama, 2006).

Ayat tersebut juga sejalan dengan garis-garis haluan negara (GBHN) yang menjelaskan bahwa Pendidikan merupakan proses budaya untuk meninggikan harkat, martabat, dan status manusia. Pendidikan benlangsung selama manusia itu hidup serta dilakukan di dalam lingkungan keluarga, sekolah serta masyarakat. Karena itu hal tersebuat adalah kewajiban yang harus diemban Bersama oleh pihak keluarga, masyarakat dan pemerintah.

 

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah empirik dan teoritik dimana jenis penelitian ini berusaha memaparkan serta menganalisis masalah hubungan pendidikan agama dalam keluarga terhadap prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran PAI di SMPN 2 Kandanghaur Kabupaten Indramayu.

Kegiatan belajar dan lingkungan keluarga sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan pendidikan dan pengajajaran apabila dalam kegiatan pembelajaran dan lingkungan keluarga dalam keadaan baik, maka tujuan pendidikan dan pengajaran diharapkan dapat tercapai dengan baik. Tetapi sebaliknya apabila berjalan kurang baik, maka tujuan pendidikan dan pengajaran tidak akan tercapai dengan baik pula.

 

Hasil dan Pembahasan

1.      Kehidupan Beragama dalam Lingkungan Keluarga

Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, karena dan merekalah (si anak) mula-mula menerima pendidikan. Dengan demikian, bentuk dan pendidikan terbentuk di lingkungan keluarga.

Dilihat dari hubungan orang tua kepada anak-anak, yang paling berwenang dalam hal pendidikan Islam pada hakikatnya tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pihak lain contohnya kepada seorang guru, sebab guru dan kyai atau pemimpin umat misalnya, dalam mengemban kewenangan memberikan pendidikan hanya sekedar membantu sebagian tugas orang tua.

Tanggung jawab pendidikan Islam tersebut menjadi kewajiban prang tua, sedikitnya orang tua tua harus mampu menanamkan Pendidikan Islam dalam rangka memelihara atau membesarkan anak. Hal ini merupakan wujud yang paling mudah dilakukan orang tua atau inisiatif pribadi demi kelangsungan hidapnya dalam membangun rumah tangga serta melindungi atau menjamin kesamaan baik jasmani maupun rohani dan berbagai gangguan penyakit atau dan penyelewengan serta tujuan hidup yang sejalan dengan nilai falsafah hidup atau agama yang dianutnya, memberi pelajaran yang luas, sang anak mendapatkan kesempatan untuk memiliki pengetahuan yang tinggi serta memberikan kebahagiaan kepada anak yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Melihat ruang lingkup tanggung jawab pendidikan Islam yang meliputi kehidupan dunia atau akhirat dalam makna global, dapatlah diperkirakan bahwa wali murid tidak dapat diemban sendirian secara keseluruhan, terlebih dalam tataan hidup masyarakat yang selalu maju dan berkembang, sebagaimana diperlukan keikutsertaan para pendidik lain seperti guru, kiai, ustadz dan lain-lain.

Hasil rata-rata jawaban responden diprosentasikan pada tabel berikut :

 

 

 

Tabel 1.

 Hasil Rata-rata Prosentase Kehidupan Beragama

Dalam Lingluingan Keluarga Siswa

No.tem

Option

%

A

B

C

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

22,86
52,38
35,24
20,95
44,76
24,76
3 1,43
41,90
39,05
51,43

29,52
25,72
45,71
58,10
33,33
49,52
36,19
31,43
38,09
35,24

47,62
21,90
19,05
20,95
21,91
25,71
32,38
26,67
22,86
13,33

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Jumlah

36,48

38,29

25,23

100%

 

Dari tabel di atas, mengenai kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa dapat disimpulkan termasuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 38,29%.

2.    Prestasi Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Prestasi adalah “hasil yang dicapai” sedangkan belajar ialah segala kegiatan  sikis/psikis yang ada dalam interaksi lingkungan, yang mendapatkan perkembangan ilmu dan pengetahuan, keterampilan serta nilai sikap.

Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang dicapai dalam situasi aktifitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan/pemahaman, keterampilan serta nilai sikap. Prestasi belajar dapat dikatakan berhasil dengan baik atau tidak tergantung kepada factor  yang dapat mempengaruhi prestasi belajar, antara lain: faktor internal seperti kecerdasan, pola belajar, usia kematangan menerima mata pelajaran, motivasi diri, sera latihan yang dilakukan. Dan faktor eksternal lainnya seperti factor keluarga, lingkungan social, tenaga pendidik sarana dan prasarana, fasilitas yang memadai, lingkungan dan kesempatan yang tersedia, dan motivasi sosial.

Tabel 2.

Hasil Rata-rata Presentase Prestasi Belajar Siswa

Dalam Bidang Studi Pendidikan Agama Islam

No. Item

Option

%

A

B

C

11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

21,90
22,86
38,09
23,81
52,39
28,57
39,05
20,00
33,33
41,90

36,19
27,62
35,24
21,90
25,71
38,09
33,33
32,48
23,81
15,24

41,91
49,52
26,67
54,29
21,90
33,33
27,62
49,52
42,86
42,86

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

Jumlah

32,19

28,96

39,05

100%

 

Dari tabel di atas, mengenai prestasi belajar siswa pada bidang studi Pendidikan Agama Islam dapat disimpulkan termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebesar 39,05%.

3.    Hubungan Kehidupan Beragama dalam Lingkungan Keluarga Siswa dengan Prestasi Belajar

Selanjutnya, untuk mengetahui lebih jelas tentang pelaksanaan hubungan antara kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa dengan prestasi belajar di SMPN 2 Kandanghaur Kabupaten Indramayu, penulis melakukan perhitungan skor angket dengan ketentuan sebagai berikut:

1.         Untuk jawaban option A skor nilainya 4

2.         Untuk jawaban option B skor nilainya 3

3.         Untuk jawaban option C skor nilarnya 2

4.         Untuk jawaban option D skor nilainya I

Lebih jelasnya mengenai hasil perhitungan angket yang disebarkan kepada 105 orang siswa di SMPN 2 Kandanghaur Kabupaten Indramayu dapat dilihat pada penjelasan tabel berikut di bawah ini:

Tabel 3.

 Perhitungan Jawaban Responden
Kehidupan Beragama Dalam Lingkungan Keluarga Siswa (Variabel X)

No. Responden

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Jumlah

1

1

2

2

3

2

3

1

2

3

1

20

2

2

2

1

2

3

3

1

3

1

2

20

3

3

1

2

2

3

1

3

1

2

3

21

4

1

3

3

2

2

2

2

3

1

1

20

5

3

1

2

3

3

2

1

2

3

2

22

6

1

3

3

2

1

2

3

1

2

3

21

7

1

3

2

2

3

2

2

1

3

2

21

8

2

1

3

2

2

1

3

3

1

3

21

9

2

3

1

2

3

2

1

3

2

3

22

10

1

2

1

3

3

2

2

2

1

2

19

11

3

2

2

1

3

1

2

3

3

1

21

12

1

3

3

2

2

2

1

3

2

3

22

13

1

1

3

2

3

2

3

I

3

3

22

14

1

3

2

2

2

3

1

3

1

2

20

15

2

3

3

1

1

2

3

2

2

3

22

16

2

3

1

2

1

3

3

2

3

3

23

17

2

1

2

3

3

1

2

3

2

3

22

18

3

2

3

1

2

2

1

3

3

2

22

19

3

1

2

2

3

2

1

3

1

3

21

20

1

3

2

2

2

3

2

1

3

1

20

21

1

3

2

2

3

1

2

2

3

2

21

22

2

1

3

2

1

2

3

2

3

3

22

23

1

3

2

2

3

2

1

3

1

2

29

24

1

2

3

2

2

2

3

1

1

3

20

25

2

3

2

1

3

1

2

3

2

2

21

26

1

3

3

2

1

3

2

2

2

3

22

27

1

3

3

2

1

2

2

3

1

3

21

28

2

1

2

3

3

2

1

3

2

3

22

29

2

3

1

2

2

3

3

1

3

2

23

30

3

1

2

2

3

2

2

3

2

3

23

31

1

2

1

3

3

2

2

3

1

2

20

32

1

3

2

2

3

2

1

2

3

1

20

33

3

3

3

1

1

2

2

3

2

2

22

34

1

3

2

2

3

1

2

2

3

2

22

35

2

3

3

1

1

2

3

3

2

3

23

36

1

2

2

3

3

1

2

3

1

2

20

37

3

1

2

2

2

3

1

2

3

3

22

38

3

2

1

2

3

2

3

1

3

1

21

39

2

3

2

1

1

3

3

1

3

2

21

40

I

2

2

3

3

1

1

2

3

2

20

41

3

1

1

3

2

2

2

3

1

3

21

42

2

3

3

1

2

1

3

1

2

2

20

43

1

3

3

2

1

2

2

3

3

1

21

44

1

3

2

2

3

2

1

1

3

3

21

45

1

3

2

2

2

3

1

2

3

2

21

46

2

2

3

1

3

1

2

3

1

3

21

47

3

1

2

2

3

2

3

1

2

2

21

48

1

3

2

2

3

2

1

3

2

3

22

49

3

2

1

3

2

2

3

1

3

3

23

50

2

1

3

2

2

3

1

2

3

1

20

51

3

3

3

1

1

2

2

1

2

2

20

52

1

3

2

2

3

1

3

3

1

2

21

53

1

3

2

3

2

2

1

3

2

3

22

54

2

2

3

1

3

2

1

2

3

3

22

55

3

2

2

1

3

2

1

3

2

3

22

56

3

3

1

2

1

2

3

1

3

2

21

57

3

3

2

1

2

1

3

1

2

3

21

58

1

1

3

2

3

3

2

2

3

1

21

59

3

2

3

1

2

2

1

3

1

2

20

60

1

3

2

2

2

2

3

1

3

2

21

61

2

3

1

3

2

1

2

3

2

3

22

62

2

3

3

1

1

2

1

2

3

3

21

63

1

1

3

2

3

2

2

3

1

3

21

64

3

1

2

2

2

3

3

1

2

3

22

65

1

3

3

2

1

2

1

2

3

2

20

66

1

2

1

3

3

2

3

2

2

2

21

67

3

1

3

2

2

I

2

3

2

3

22

68

1

3

1

2

3

2

2

3

1

2

20

69

1

3

2

2

3

1

2

2

3

2

21

70

2

2

3

1

2

3

1

3

2

1

20

71

1

3

2

2

3

2

1

2

3

3

22

72

1

3

3

2

1

2

3

1

1

2

19

73

2

3

1

2

3

1

2

3

2

3

22

74

2

2

3

1

2

3

1

2

3

3

22

75

1

2

2

3

2

3

3

1

3

1

21

76

2

3

1

3

1

2

2

2

1

3

20

77

1

2

2

3

2

3

1

3

1

2

20

78

3

1

1

2

3

2

3

1

2

3

21

79

1

3

2

2

1

3

2

2

3

3

22

80

2

3

2

1

2

3

3

1

1

2

20

81

3

2

3

2

3

2

1

3

2

3

22

82

2

2

3

1

1

3

2

2

3

1

20

83

2

1

2

3

3

1

2

3

2

3

22

84

1

3

2

2

3

 

2

3

1

2

20

85

3

3

1

2

2

2

3

1

2

3

22

86

1

2

2

3

3

1

1

2

3

3

21

87

1

3

3

2

1

2

3

2

2

3

22

88

2

3

2

1

2

3

3

3

1

3

23

89

1

1

2

3

3

2

1

2

3

2

20

90

1

2

1

3

2

3

2

2

3

3

22

91

1

3

2

2

3

1

2

3

2

I

20

92

3

3

2

1

1

2

3

1

2

3

21

93

1

2

3

2

3

2

1

3

2

3

22

94

2

3

2

3

1

3

2

1

3

2

20

95

2

3

2

1

2

3

3

2

1

3

22

96

2

3

3

2

2

1

2

3

1

3

21

97

1

3

1

3

2

2

2

1

3

2

20

98

1

2

3

2

3

1

3

1

2

2

20

99

2

1

3

2

3

2

I

2

3

1

20

100

3

3

2

2

I

1

3

3

1

3

22

111

1

3

2

2

3

2

1

3

2

2

22

102

2

1

3

2

2

3

I

3

2

3

22

103

1

2

3

2

3

1

3

3

1

2

21

104

2

3

2

2

1

3

2

1

2

3

21

105

1

3

3

2

2

1

2

3

2

2

21

 

 

Kesimpulan

Kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa termasuk dalam kategori sedang, yaitu sebesar 38,29%. Dengan indikasi adanya peran orang tua di dalarn keluarga dan aktivitas yang dilakukan anak menjalankan pengamalan syari’at Islam di dalam kehidupan sehari-hari.

Prestasi belajar siswa dalam bidang studi Pendidikan Agama Islam termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebesar 39,05%. indikasinya adalah kesiapan dan keberhasilan di dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di sekolah, disamping peran guru di dalam melakukan proses pembelajaran.

Hubungan kehidupan beragama dalam lingkungan keluarga siswa dengan prestasi belajar di SLTP Negeri 2 Kandanghaur Kabupaten Indramayu terdapat 0,78 berada dalam interval 0,70-0,80 yang berarti koefisiensi korelasinya termasuk kategori korelasi yang tinggi. Sedangkan pengaruh antara variabei (X) terhadap variabel (Y) terdapat 22%, dan ini berarti masih terdapat 78% lagi faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.

 

 

BIBLIOGRAFI

Adnan, A. Z. (2018). STRATEGI MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN DALAM PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI SANTRI (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon). Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 3(9), 1–9.

 

Arifin, H. M. (1996). Ilmu pendidikan Islam: suatu tinjauan teoritis dan praktis berdasarkan pendekatan interdisipliner. Bumi Aksara.

 

Departemen Agama, R. I. (2006). Al-Qur’an Tajwid dan Terjemahnya. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media.

 

Ihsan, H. F. (1997). Dasar-dasar kependidikan. Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=z3rBtQEACAAJ.

 

Sisdiknas, U.-U. (2003). UU RI No. 20 Tahun 2003. Jakarta: Sinar Grafika.

 

Tafsir, A. (1996). Pendidikan Agama dalam Keluarga. Bandung: Remaja Rosdakarya.