Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

      e-ISSN : 2548-1398

      Vol. 4, No.8 Agustus 2019

 


UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AL-QUR’AN HADITS MELALUI PEMBELAJARAN BACA TULIS QUR’AN (BTQ) SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DARUSSALAM SUKA SLAMET KECAMATAN KROYA KABUPATEN INDRAMAYU

 

Waryani dan Kosiin Aziz

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Amin Indramayu

Email: habibyanhasz@gmail.com dan Siinbae41@gmail.com

 

Abstrak

Tujuan penelitian terhadap upaya meningkatkan prestasi belajar al-qur’an hadist ini yaitu untuk mengetahui implementasi pembelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) di MI Darusalam Sukaslamet. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui hasil atau respon siswa terhadap prestasi siswa kelas VI pada pelajaran Al-Qur’an Hadits melalui pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an (BTQ)  di MI Darussalam Sukaslamet dan tujuan yang terakhir untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat upaya meningkatkan prestasi Al-Qur’an Hadits melalui  pembelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) siswa kelas VI di MI Darussalam Sukaslamet? Dalam penelitian terhadap upaya meningkatkan prestasi belajar al-quran hadist ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang menurut Moh. Nazir, Ph.D. adalah “Suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Penulis juga,menerapkan riset lapangan dalam pengumpulan data tersebut dengan menggunakan metode kualitatif. Hal ini menyatakan bahwa pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dapat membantu siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam.

 

Kata kunci : prestasi belajar, baca tulis qur’an

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang handal bagi pembangunan dan memiliki peranan strategis untuk mencapai kemajuan suatu bangsa (Hermawati, 2017). Penjelasan tentang pendidikan hakikatnya bukan hanya sekedar warisan budaya dan hasil dari peradaban manusia terdahulu, tetapi lebih dari itu bahwa pendidikan adalah segala upaya atau tindakan menolong orang dalam proses mensejaherakan kehidupannya.

Terdapat tiga istilah lembaga dalam dunia pendidikan, yaitu 1) lembaga yang bersifat formal, 2) lembaga yang bersifat non formal, dan 3) lembaga yang bersifat informal. Ketiga istilah tersebut secara realistis tujuannya adalah untuk mengembangkan   dasar-dasar kehidupan manusia itu sendiri, baik yang berhibungan dengan sesame, hubngan dengan alam, maupun hubungannya dengan  Allah yang menciptakannya. Ketiga istilah tersebut juga membentuk formasi pendidikan dibawah pendidikan nasional, dimana pada intinya di dalam sistem pendidikan nasional mempunyai implikasi dan hakikat tujuan yang luhur, yakni di dalam sistem pendidikan republik Indonesia tentang pendidikan nasional bertujuan: (Sisdiknas, 2003).

“Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan berbudi luhur, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan berbangsa.”

 Pendidikan dengan hakikat dan tujuan yang demikian luhur itu tidak mungkin dicapai dengan begitu mudah kecuali dengan program dan sistem pengajaran yang terarah dan terpadu serta sungguh-sungguh dilaksanakan dan diselenggarakan sedini mungkin. Disamping itu diperlukan juga suatu program kurikulum dan berbagai aspek yang bersifat interdisipliner, serta dilaksanakan dengan stimultan dan berkelanjutan.

Namun untuk melahirkan generasi yang potensial dan berkepribdian yang mantap serta untuk mencapai derajat kematangan dan kemakmuran baik dibidang materi maupun spiritual, maka diperlukan pendidikan agama islam sebagaimana dalam buku metode khusus pendidikan islam disebutkan bahwa tujuan pendidikan agama islam adalah membimbing anak agar mereka menjadi  orang muslim sejati, beriman teguh, beramal shalih dan berakhlak mulia serta  berguna bagi masyarakat agama dan negara (Zuhairini & Ghofir, n.d.).

Manusia adalah suatu makhluk yang telah di ciptakan Allah dengan bentuk yang paling sempurna  diantara makhluk-makhluk  ciptaan Allah lainnya. Hal ini dikarenakan  manusia di berikan karunia oleh Allah yaitu berupa akal untuk berfikir  sehingga manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh kerena itu Allah memerintahkan manusia supaya beribadah kepada Allah sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya:  “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”.(Q.S Adz - Dzariat: 56)(Departemen Agama, 2006).

       Dalam melaksanakan ibadah hendaknya manusia diwajibkan mematuhi segala aturan yang telah ditentukan Allah dalam kitab suci Al-Qur’an yang telah diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, dan untuk mematuhi aturan tersebut diperlukan kefahaman tentang isi dan kandungan dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang berisi tentang pedoman atau pegangan hidup bagi manusia sebagai hamba-Nya. Petunjuk dan jalan menuju keselamatan dan rambu-rambu di dunia agar manusia berada dijalan yang lurus yaitu jalan yang diridhoi oleh Allah. Oleh sebab itu manusia wajib  dan mutlak membaca, menulis serta memahami isi  Al-Qur’an dan kandungannya. 

            Seiring dengan perkembangan zaman melihat pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi manusia, maka akhir-akhir ini banyak minat dikalangan umat muslim untuk mempelajari Al-Qur’an. Hal ini ditandai dengan tumbuh suburnya lembaga-lembaga pengajar Al-Qur’an seperti TPQ atau TPA, dan bahkan pada lembaga formal seperti sekolah banyak yang memberikan kegiatan pembelajaran dalam mempelajari Al-Qur’an. Karena hal ini ditengarai mampu meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama islam dan yang lebih penting lagi hal ini dapat membentuk siswa yang baik dan beramal sholih.

MI Darussalam Sukaslamet adalah sekolah yang berada didalam naungan Kementerian Agama. sekolah ini merupakan sekolah agama yang mengutamakan nilai-nilai keislaman, terbukti dengan adanya beberapa kegiatan - kegiatan sekolah yang diadakan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa diantara kegiatan tersebut adalah sholat dhuha berjamaah, membaca yasin setiap hari Jum’at, membaca doa sebelum masuk pelajaran, pembelajaran BTQ dan lain sebagainya.

              Pembelajaran BTQ adalah kegiatan pembelajaran nonformal yang dibebankan oleh sekolah kepada setiap siswa dan siswi kelas VI. Kegiatan ini meliputi pembelajaran membaca dan menulis ayat-ayat Al-Qur’an. Karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru dilaksanakan di MI Darussalam Sukaslamet maka perlu kiranya diteliti guna mengetahui efektivitas kegiatan tersebut. Secara logis kegiatan BTQ pasti mampu untuk meningkatkan prestasi  belajar pendidikan agama Islam. Berawal dari latar belakang diatas peneliti melakukan penelitian dengan judul “Upaya meningkatkan prestasi belajar Al Qur’an Hadits melalui  pembelajaran BTQ (Baca, Tulis Al-Qur’an) siswa  MI Darussalam Sukaslamet.”

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang menurut Moh. Nazir, Ph.D. adalah “Suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu obyek, suatu set kondisi, suatu system pemikiran maupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir, 1988). Penulis juga, menerapkan riset lapangan dalam pengumpulan data tersebut dengan menggunakan metode kualitatif.

 

Hasil dan Pembahasan

A.    Penerapan Pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an di MI Darussalam Sukaslamet

Kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an telah dilakukan sejak tahun ajaran 1999-2018 yang diberlakukan kepada siswa dan siswi dari Kelas I sampai dengan kelas VI, hal ini dikarenakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Alqur’an sebelum mereka masuk pada jenjang pendidikan islam yang lebih tinggi.

Menurut Bapak Sudarno selaku guru pengajar Mata Pelajaran Alqur’an Hadits dan pembimbing kegiatan pembelajaran baca tulis Al-qur’an “kegiatan pembelajaran ini dilakukan agar siswa nantinya mampu membaca dan menulis Al-qur’an dengan baik guna menunjang pendidikan agama islam di sekolah. Kegiatan pembelajaran baca tulis al-Qur’an ini dilakukan 3 kali dalam seminggu dan dibimbing oleh guru yang berbeda, guru pembimbing tersebut diantaranya adalah:

 

Tabel 1.

Daftar guru pembimbing

No

Pembimbing

Kelas

1

Miftahudin, S. Pd. I

I, II

2

Sudarno

III , IV

3

Iskandar, S. Pd. I

V , VI

 

Kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dilakukan selama 2 jam bertempat di ruang kelas Sebelum memulai kegiatan, dilakukan do’a bersama kemudian  pembimbing mencontohkan bacaan - bacaan yang akan dipelajari.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, maka penulis menyebarkan angket kepada 28 responden dengan jumlah 10 item pertanyaan. Angket yang dimaksud disusun dengan bentuk pilihan ganda dengan tiga alternatif jawaban dengan skor yang tertera dibawah ini:

a.       Diberi skor 3 untuk alternatif jawaban A

b.      Diberi skor 2 untuk alternatif jawaban B

c.       Dan diberi skor 1 untuk alternatif jawaban C

Langkah pertama yang dilakukan terlebih dahulu penulis akan menganalisis prosentase hasil angket tersebut pada setiap item. Berikut hasil interpretasi hasil angket diatas:

 

1.    Tentang adanya kegiatan pembelajaran BTQ di sekolah

Tabel 2.

Kegiatan pembelajaran BTQ di sekolah

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

1

Baik
Biasa-biasa saja
Kurang baik

21

6

1

28

75
21
4

Jumlah

28

28

100

Dari pernyataan diatas menyebutkan bahwa 75 % reponden berpendapat bahwa kegiatan tersebut baik dilakukan, dan 21% responden menjawab bahwa kegiatan tersebut biasa-biasa saja dilakukan, hanya 4% siswa yang menjawab bahwa kegiatan tersebut kurang baik dilakukan. Hal ini menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran baca tulis Al - Qur’an baik dilakukan disekolah.  Terbukti dengan banyaknya responden memilih jawaban baik.

2.    Efektifitas kegiatan pembelajaran Al-Qur’an

Tabel 3.

Efektifitas kegiatan pembelajaran Al-Qur’an

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

2

Ya, efektif
Kurang efektif
Tidak efektif

 12
 16

-

28

43
57

-

Jumlah

28

28

100

Tentang efektifitas kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 43 responden menyatakan bahwa kegiatan tersebut efektif dilakukan. Dan sebanyak 57 responden menyatakan kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an kurang efektif dan tidak satupun responden menyatakan kegiatan itu kurang efektif. Dengan lebih banyak responden yang mengatakan pelaksanaan kegiatan kurang efektif, maka kegiatan tersebut masih harus banyak dievaluasi.

3.      Tentang alokasi waktu yang diperlukan dalam melaksanakan kegiatan baca tulis Al-Qur’an

Tabel 4.

Alokasi waktu

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

3

Dua jam
Satu setengah jam
Satu jam

16

8

4

28

57

29

14

Jumlah

28

28

100

Ketersediaan waktu sangat mempengaruhi keberhasilan belajar mengajar, keberadaan waktu yang terlampau sedikit akan menyebabkan tidak maksimalnya pembelajaran. Dan mengenai durasi waktu pembelajaran baca tulis Al-Qur’an yang dilakukan selama dua jam sebanyak 57% responden yang mengikuti pembelajaran tersebut sampai selesei namun sebanyak 29% responden mengikuti sebagian besar jam pembelajaran dan 14% mengikuti setengah kegiatan tersebut. Dengan banyaknya responden yang mengikuti kegiatan penuh 2 jam maka kegiatan tersebut sudah baik.

 

4.      Tentang bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran baca tulis
Al-Qur’an

Tabel 5.

Bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

4

Siswa diajar secara individu
Siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan
Siswa dikelompokkan berdasarkan jenjang kelas

24

 

3

1

28

86


10

4

Jumlah

28

28

100

 


        

 

 

 

 Dalam kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 86% responden kegiatan tersebut dilakukan dengan guru mengajar siswa secara bergantian tiap individu, 10% responden menjawab bahwa siswa dikelompokkan kedalam beberapa jenjang yang berbeda berdasarkan kemampuan dan 4% responden menjawab kegiatan pembelajaran baca tulis Al - Qur’an dilakukan bersadarkan jenjang kelas. Guru mengajar setiap individu merupakan cara yang efektif untuk mengajarkan Al-Qur’an karena guru dapat sebaca langsung mengetahui kemampuan siswa. Dan sebanyak 86% responden menyatakan hal itu

5.      Tentang pembimbing dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an

Tabel 6.

Pembimbing dalam pembelajaran

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

5

Guru dan dibantu
siswa yang pandai (teman sebaya)
Guru pembimbing dan guru
yang ditunjuk
Guru luar yang pandai dalam bidang BTQ

6

 

21

 

1

28

19

 

72

 

9

Jumlah

Soal tentang siapa pembimbing yang mengajar pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 19 % responden menjawab bahwa pembimbing adalah Guru pembimbing dan dibantu siswa yang pandai (teman sebaya), dan 72% responden menyatakan Guru pembimbing dan guru yang ditunjuk sebagai pembimbing belajar, dan 9 % pembinaan dilakukan oleh Guru luar yang pandai dalam bidang BTQ. Hal ini menyatakan bahwa kegiatan tersebut dibimbing oleh guru pembimbing yang ditunjuk.

6.      Tentang kemampuan yang dimiliki oleh guru (pembimbing) kegiatan BTQ

Tabel 7.

Kemampuan yang dimiliki oleh guru

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

6

Memiliki kemampuan lebih (profesional)
Kemampuan yang dimiliki kurang (kurang
profesional)
Tidak professional

 

26

 

2

-

28

94

 

6

-

Jumlah

100

Menurut kemampuan mengajar yang dimiliki guru pembimbing dalam pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 94 % responden menyatakan bahwa guru (pembimbing) memiliki kemampuan lebih (profesional) dalam membina dan mengajarkan baca tulis Al-Qur’an. Dan hanya 6 % siswa yang menyatakan bahwa kemampuan guru pengajar kurang profesional. Dan tidak satupun responden menyatakan bahwa pembimbing tidak profesional.

Hal ini menyatakan bahwa guru pembimbing sudah professional dalam mengajar baca tulis Al-Qur’an.

7.      Tentang meteri yang diberikan dalam kegiatan BTQ

Tabel 8.

Meteri yang diberikan dalam kegiatan BTQ

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

7

Baik
Cukup baik
Kurang baik

19
8
1

28

66

30

4

Jumlah

28

28

100

Tentang materi ajar yang diajarkan kepada siswa pada pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 66 % responden meyatakan bahwa material ajar sudah baik. Sebanyak 30 % responden menyatakan materi ajar cukup baik dan 4 % responden menjawab kurang baik. Dengan banyaknya responden yang memilih baik, maka dapat dikatakan bahwa materi yang diajarkan sudah baik.

8.      Tentang pemberian materi tambahan (doa-doa harian)

 

Tabel 9.

Pemberian materi tambahan

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

8

Ya, sering
Kadang-kadang
Tidak pernah

4
18
6

28

14

64

22

Jumlah

28

28

100

Sesuai dengan pernyataan responden tentang sering tidaknya diberikan meteri tambahan sebagai penunjang kegiatan baca tulis Al-Qur’an sebanyak 14 % responden menyatakan sering diberikan materi tambahan baik berupa doa harian maupun hafalan surat pendek, dan sebanyak 64 % responden menyatakan kadang-kadang diberi dan kadang tidak, namun 22 %  responden menyatakan tidak pernah diberikan materi tambahan.

9.      Buku panduan apa yang digunakan dalam pebelajaran baca tulis AlQur’an

Tabel 10.

Buku panduan apa yang digunakan

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

9

Iqra’
Qiro’aty
barqy

19

9

-

28

68

32

-

Jumlah

28

28

100

Dalam menggunakan buku panduan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an sebanyak 68 % responden menyatakan bahwa buku panduan yang mereka gunakan adalah iqra’ dan sebagian lainnya 32 % menggunakan qiro’aty dan tidak satupun menggunakan buku dalam metode barqy. Maka sudah dapat dipastikan bahwa buku yang mereka gunakan dalam pembelajaran adalah buku Iqra’.

10.  Siswa terbantu dalam mempelajari mata pelajaran Al –Qur’an Hadits

Tabel 11.

Siswa yang merasa terbantu dalam mempelajari mata pelajaran Al-Qur’an Hadits

No

Jawaban Alternatif

F

N

%

10

sangat terbantu
Kurang terbantu
Tidak terbantu.

24

5

-

28

86

14

-

Jumlah

28

28

100

 

Salah satu tujuan kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an adalah adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran Al Qur-an Hadits. Sebanyak 86 % responden merasa terbantu dengan diadakannya kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an, 14 % responden menyatakan kurang terbantu dengan pembelajaran baca tulis pada mata pelajaran Al Qur-an Hadits.  

Dan tidak satupun reponden menyatakan tidak terbantu dengan adanya pembelajaran tersebut. Hal ini menyatakan bahwa pembelajaran baca tulis Al-Qur’an dapat membantu siswa dalam mata pelajaran pendidikan agama islam. Untuk mengetahui hasil tentang implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di MI Darussalam Sukaslamet, maka penulis akan menganalisa data dari hasil angket diatas. Penulis akan mengambil nilai dari jawaban alternatif A, karena jawaban alternatif A dinilai paling mendukung dalam penelitian ini. Dan berikut penulis merekap hasil angket pembelajaran baca tulis Al Qur’an.

Tabel 12.

Data rekapitulasi prosentase hasil angket

pembelajaran baca tulis al-qur'an

No

Tentang

 Prosen

 tase

1

Tentang adanya kegiatan pembelajaran BTQ di sekolah

 75.00

2

Efektifitas kegiatan pembelajaran al-Qur'an

 43.00

3

Tentang alokasi waktu yang diperlukan dalam melakukan kegiatan baca tulis al-qur'an

 57.00

4

Tentang bentuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran baca tulis al-qur'an

 86.00

5

Tentang pembimbing dalam pembelajaran baca tulis al-qur'an

 72.00

6

Tentang kemampuan yang dimiliki oleh guru (pembimbing) kegiatan BTQ

 94.00

7

Tentang materi yang diberikan dalam kegiatan BTQ

 66.00

8

Tentang pemberian materi tambahan (do'a-do'a harian)

 14.00

9

Buku panduan apa yang digunakan dalam pembelajaran baca tulis al-qur'an

 68.00

10

Siswa terbantu dalam mempelajari mata pelajaran Al qur’an Hadits

 86.00

Jumlah

 17.00

Rata-rata

 71.70

Jadi dilihat dari tabel hasil angket diatas dan kemudian dimasukkan dalam rumus diatas maka data yang diperoleh adalah sebagai berikut:


Rumus : P =    x 100

                      N

Keterangan :

P = Angka prosentasi

F            = Frekuensi yang sedang di cari prosentasinya

N = Number of cases (responden)

100                 = Bilangan tetap (rumus responden)

 

Dari hasil perhitungan diatas diketahui bahwa rata-rata prosentasenya adalah 71.70 % dan menurut Suharsimi Arikunto ada empat kriteria yang dapat dijadikan ukuran yaitu (Arikunto, 2010): baik (76-100%), cukup (56-75%), kurang baik (40-55%), tidak baik (kurang dari 40%). Dengan demikian dapat diketahui bahwa implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di MI Darussalam Sukaslamet cukup baik.

 

B.     Prestasi Pelajaran Al Qur’an Hadits di MI Darussalam Sukaslamet

Data tentang prestasi belajar Al Qur’an Hadits siswa diperoleh dari hasil nilai raport siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Adapun nilai raport siswa kelas VI  di MI Darussalam Sukaslamet dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 13.

Prestasi Belajar Al Qur’an Hadits Siswa Kelas VI

MI Darussalam Sukaslamet

No

Kode Responden

Nilai Raport

Al Qur’an Hadits

1

001

70

2

002

80

3

003

75

4

004

80

5

005

80

6

006

75

7

007

85

8

008

85

9

009

85

10

010

80

11

011

85

12

012

80

13

013

75

14

014

80

15

015

75

16

016

80

17

017

80

18

018

75

19

019

75

20

020

75

21

021

85

22

022

80

23

023

85

24

024

80

25

025

85

26

026

85

27

027

85

28

028

75

28

2235

 

Untuk menganalisa data tentang prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Al- Qur’an Hadits maka penulis menggunakan rumus sebagai berikut:

My = ∑𝑦/𝑁

Keterangan :

My = mean yang dicari

∑y = jumlah dari skor yang ada

N = number of cases ( banyak skor-skor itu sendiri) 

 

Jadi apabila dilihat dari tabel kemudian dimasukkan kedalam rumus diatas maka data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

My         = ∑𝑦/𝑁

 My        = 2235/28

                =  79.82143

= 80

Dari data tersebut kemudian dikonsultasikan dengan nilai rapot sebagai berikut:

10 : istimewa                    5 : hampir cukup

9  : amat baik                    4 : kurang

8  : baik                            3 : kurang sekali

7  : lebih dari cukup         2 : buruk

6  : cukup                         1: sangat buruk

 

Dari hasil perhitungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi  belajar Al Qur’an Hadits siswa kelas VI tergolong baik.

 

C.    Pengaruh Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an Terhadap Prestasi  Belajar Al Qur’an Hadits Siswa Kelas VI di MI Darussalam Sukslamet.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran baca tulis Al-Qur’an terhadap prestasi belajar Al Qur’an Hadits maka penulis menggunakan analisis data regresi linier  sederhana dan teknik uji t. 

1.    Analisis Regresi Linier

Tabel 14.

Perhitungan ramalan garis regresi dari variabel pembelajaran baca  tulis Al-Qur’an (X) dan variabel Al Qur’an Hadits(Y)

No

Kode Responden

BTQ

Nilai Al Qur’an Hadits

X2

Y2

XY

X

Y

1

1

26

70

676

4900

1.820

2

2

26

80

676

6400

2.080

3

3

28

75

784

5625

2.100

4

4

27

80

729

6400

2.160

5

5

24

80

576

6400

1.920

6

6

24

75

576

5625

1.800

7

7

25

85

625

7225

2.125

8

8

27

85

729

7225

2.295

9

9

27

85

729

7225

2.295

10

10

28

80

784

6400

2.240

11

11

21

85

441

7225

1.785

12

12

26

80

676

6400

2.080

13

13

25

75

625

5625

1.875

14

14

25

80

625

6400

2.000

15

15

25

75

625

5625

1.875

16

16

24

80

576

6400

1.920

17

17

25

80

625

6400

2.000

18

18

24

75

576

5625

1.800

19

19

24

75

576

5625

1.800

20

20

25

75

625

5625

1.875

21

21

26

85

676

7225

2.210

22

22

28

80

784

6400

2.240

23

23

26

85

676

7225

2.210

24

24

26

80

676

6400

2.080

25

25

27

85

729

7225

2.295

26

26

26

85

676

7225

2.210

27

27

27

85

729

7225

2.295

28

28

25

75

625

5625

1.875

N = 28

717

2235

514,089

4995225

1.602.495

 

Selanjutnya penulis menggunakan bantuan program SPSS 5.11 untuk menyeleseikan analisis regresi ini.

Tabel 15.

Persamaan Regresi

Coefficients (a)

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients

B

Std. Error

Beta

1 (constant)

BTQ

26.722

.613

6.411

.076

 

646

    Dependent Variable: Al Qur’an Hadits

 

Tabel diatas menginformasikan model persamaan regresi yang diperoleh dengan koefisien konstanta variabel yang ada didalam kolom unstandardized coefficients B, berdasarkan tabel ini diperoleh persamaan regresi:

Y = 26.722 + 0,613 X

a. Konstanta 26.722menunjukkan bahwa prestasi belajar akan konstan sebesar 26.722% jika tidak dipengaruhi oleh variabel X  (BTQ).

b. (0,613) X BTQ mempengaruhi prestasi belajar Al Qur’an Hadits sebesar 61,3% atau berpengaruh positif yang artinya jika X (BTQ) ditingkatkan 100% maka rata-rata prestasi belajar siswa akan naik sebesar 62%.

2.      Uji T dan Uji Hipotesis Secara Parsial

Uji hipotesis menggunakan uji t, adapun hasil uji T dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 

Coefficients(a)

 Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients

t

Sig

B

Std. Error

Beta

 

 

1 (constant)

BTQ

26.722

.613

6.411

.076

 

646

3.445

6337

.002

.000

a  Dependent Variable: Al Qur’an Hadits

 

Pengujian secara parsial dimaksudkan untuk menguji pengaruh pembelajaran baca tulis Al-Qur’an terhadap prestasi belajar Al Qur’an hadits siswa kelas VI di MI Darussalam Sukaslamet. Berdasarkan data yang ditemukan dan perhitungan yang menggunakan bantuan komputer program SPSS 5.11 diperoleh  thitung  sebesar 6,337 dengan segnifikasi 0,000 sedangkan nilai T tabel  dengan taraf segnifikansi 5% diperoleh ttabel 2,04. Perbandingan antara keduanya menghasilkan t hitung > t tabel   atau 6,337 > 2,04 dengan segnifikansi (0,000) < α (0,05). Dengan demikian pengujian menunjukkan menerima Ha. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi “pengaruh pembelajaran BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) terhadap prestasi belajar Al Qur’an Hadits siswa kelas VI di MI Darussalam Sukaslamet diterima, artinya dengan adanya pembelajaran baca tulis Al Qur’an dapat meningkatkan prestasi belajar Al Qur’an Hadits siswa.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1.         Implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di MI DARUSSALAM Sukaslamet. Dari pengamatan yang telah dilakukan peneliti di MI DARUSSALAM Sukaslamet tentang implementasi pembelajaran baca tulis al-Qur’an bisa dikatakan  baik sekali. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis yang dilakukan setelah dilakukan pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada 28 responden. Hasil analisis siswa yang terbantu dalam mata pelajaran Al Quran Hadits sebesar  86 %. Dari hasil perhitungan diatas diketahui bahwa rata-rata prosentasenya adalah 86% dan menurut Suharsimi Arikunto ada empat kriteria yang dapat dijadikan ukuran yaitu baik (76-100%), cukup (56-75%), kurang baik (40-55%), tidak baik (kurang dari 40%) (Arikunto, 2010). Dengan demikian dapat diketahui bahwa implementasi pembelajaran baca tulis Al-Qur’an di MI Darussalam dikatakan Baik

2.         Prestasi belajar Al Qur’an Hadits siswa kelas VI MI Darussalam Sesuai dengan hasil nilai Raport dan setelah hasil tersebut dianalisis peneliti berkesimpulan bahwa prestasi belajar Al Qur’an hadits siswa kelas VI di MI Darussalam Sukaslamet dapat dikatakan baik. Hal ini diketahui dengan rata-rata nilai siswa mencapai 80 %.

3.         Pengaruh pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an terhadap prestasi belajar Al Qur’an Hadits.

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

 

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian. Jakarta: rineka cipta.

 

Departemen Agama, R. I. (2006). Al-Qur’an Tajwid dan Terjemahnya. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media.

 

Hermawati, W. (2017). PENGARUH MOTIVASI KERJA GURU DAN IMPLEMENTASI PROGRAM KERJA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI MTS NEGERI MODEL BREBES. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(9), 170–193.

 

Nazir, M. (1988). MetodePenelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

 

Sisdiknas, U.-U. (2003). UU RI No. 20 Tahun 2003. Jakarta: Sinar Grafika.

 

Zuhairini, A. G., & Ghofir, A. (n.d.). Slamet As. Yusuf. 1983. Metodik Khusus Pendidikan.