Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

       e-ISSN : 2548-1398

       Vol. 4, No. 12 Desember 2019

 

PENERAPAN BUSINESS INTELLIGENCE PADA MANAJEMEN DASHBOARD REPORT PERUSAHAAN ASURANSI

 

Lukman Hasim

Program Pasca Sarjana Sistem Informasi Universitas Gunadarma, Jakarta

Email: lukmanhasim92@gmail.com

 

Abstrak

Perusahaan asuransi adalah salah satu perusahaan bisnis di Indonesia yang menghasilkan data berukuran besar tiap bulannya. Dari data tersebut, perusahaan ingin mendapatkan laporan informasi agar memudahkan dalam proses pengambilan keputusan. Business intelligence merupakan sebuah proses untuk mendapatkan informasi dengan data berukuran besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengambil data dari file excel kemudian di-upload ke database menggunakan SSIS SQL Server Integration Services untuk pembuatan report HR (Human Resources). Selanjutnya data hasil upload tersebut akan disimpan di dalam data warehouse, diolah dengan OLAP, KPI dan data mining menggunakan SSAS SQL Server Analysis Services. Kemudian dilakukan pembuatan dashboard report dengan SSRS SQL Server Reporting Services. Metode yang akan digunakan adalah metode analisis multidimensi pada OLAP (Online Analitycal Processing) yaitu suatu metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat, berupa desain, aplikasi dan teknologi yang dapat mengoleksi, menyimpan, memanipulasi suatu data ke dalam data multidimensi untuk tujuan analisis. Dengan menggunakan metode tersebut, diharapkan mampu mempermudah pengambilan keputusan  managemen pada perusahaan asuransi. Hasil dari penelitian ini adalah Dashboard Report HR pada perusahaan asuransi.
 
Kata kunci: Business intelligence, Data warehouse, OLAP, Analisis Multidimensi

 

Pendahuluan

Penetrasi teknologi dari masa ke masa menunjukan peningkatan yang signifikan. Kecepatan perkembangan teknologi masuk kesemua lini dan sendi aktivitas manusia baik pribadi atau kelompok (badan) (Abdurokhim, 2016). Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat persaingan bisnis di setiap segmen semakin ketat. Perusahaan-perusahaan baik kecil maupun besar dituntut mampu membuat sistem yang memudahkan mereka untuk mengolah data. Kebanyakan sistem yang biasa digunakan dalam perusahaan adalah OLTP (Online Transaction Processing) yang merupakan sistem yang mengolah database operasional. Seiring berkembangnya perusahaan, tentunya data-data pada database OLTP akan terus bertambah. Dari pertambahan transaksi tersebut menyebabkan terakumulasinya data dalam jumlah yang besar. Data tersebut akan sulit digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Di sinilah dibutuhkannya Business Intelligence, Business intelligence merupakan kerangka kerja konseptual untuk mendukung keputusan bisnis, business intelligence menggabungkan arsitektur, basis data atau data warehouse, tool analisis dan aplikasi (Turban, Sharda, & Delen, 2010)

Dalam memulai kegiatan usaha bukan hanya ada perencaanaan yang matang tetapi juga harus sudah disiapkan berkaitan dengan modal usaha untuk berlangsungnya kegiatan usaha yang akan dirintis ataupun kegiatan usaha yang akan dikembangkan. Butuh pemahaman yang lebih dalam mengelola modal usaha yang ada, hal ini dikarenakan modal usaha yang ada harus memperoleh keuntungan supaya modal dapat bertambah bukan sebaliknya modal usaha yang ada justru berkurang dikarenakan untuk menutup kerugian (Kamaluddin, 2000).

Perusahaan asuransi adalah salah satu perusahaan bisnis di Indonesia yang memiliki dan menghasilkan data yang berukuran besar tiap bulannya. Jika perusahaan asuransi masih menggunakan data manual seperti file excel dan query pada database, banyaknya data akan membuat proses pengambilan informasi berjalan lamban.

Pada penelitian ini dilakukan pengambilan data dari file excel kemudian di-upload ke database menggunakan SSIS SQL Server Integration Services untuk pembuatan report HR (Human Resources) berdasarkan struktur yang ada di perusahaan asuransi. Selanjutnya data hasil upload tersebut akan dibuatkan modul report human resources dengan menggunakan SSRS SQL Server Reporting Services. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis multidimensi pada OLAP (Online Analitycal Processing). OLAP merupakan kunci dari business intelligence dan digunakan untuk menganalisis data dan informasi yang kemudian akan digunakan sebagai dasar dari pengambilan keputusan atau decision support sistem pada sebuah organisasi atau perusahaan. Hasil dari penelitian ini adalah Human Resources Dashboard Report pada perusahaan asuransi.

 

 

 

Metode Penelitian

Pada penelitian ini, sumber data diperoleh dari file excel dengan format .xlsx yang didapatkan dari database human resources, menggunakan metode analisis multidemensi pada OLAP. OLAP dapat membantu query dengan cepat, mudah, dan efisien serta mendukung business intelligence. Tujuan dari OLAP antara lain untuk memudahkan para stakeholder dalam mengambil keputusan berdasarkan data-data transaksional yang ada karena OLAP akan menampilkan data dari berbagai sisi (multidimensi). Gambar 1 menunjukan tahap metode penelitian ini:

Description: Untitled Diagram (2).jpg

Gambar 1. Tahap Metode Penelitian

1.      Analisis

Tahap penelitian ini dimulai dengan analisis terhadap sistem yang sudah ada sebelumnya atau telah berjalan. Sistem yang diterapkan pada divisi HR masih menggunakan sistem manual karena mereka harus melakukan query ke database sistem lalu dikonversikan melalui Microsoft Excel kemudian diserahkan ke TOP level manajemen. Top level manajemen disini adalah para stakeholder penentu keputusan. Setelah itu dilakukan analisis spesifikasi kebutuhan yang akan menghasilkan beberapa desain yaitu desain konseptual, desain logika dan desain fisik.

Design konseptual adalah pembentukan skema dari hasil analisis yang diperoleh dari permintaan pengguna. Tahapan ini terkait dengan pembuatan data warehouse yang didasarkan pada model data multidimensi. Model ini menampilkan data dalam bentuk kubus. Model data multidimensi terdiri atas dimensi (dimensions) dan fakta (facts). Hal ini merupakan hal terdasar sebelum membangun sebuah data warehouse. Lalu desain logika untuk membuat konsep yang ada dibuat lebih detail dengan menambahkan variabel dan menentukan key dari masing-masing tabel yang ada di dalam rancangan konseptual. Logika yang telah tersusun itu kemudian diimplementasikan ke dalam DBMS di tahap desain fisik. Sedangkan desain fisik yaitu tabel-tabel yang akan terbentuk dan disimpan pada Database Management System (DBMS).  Pengguna di sini adalah bagian divisi HR pada sebuah asuransi. Dari report ini, diharapkan dapat memberikan beberapa informasi antara lain:

·        Jumlah karyawan tetap dan tidak tetap alias vendor, sales dan non sales

·        Tren jumlah karyawan berdasarkan bisnis, gender, penyebab resign, termination dan salary by grade.

2.      Praproses data

Sebelum membangun data warehouse, data yang ada diolah terlebih dahulu untuk dapat menghasilkan data yang sesuai dengan desain yang ada. Sehingga akan menghasilkan komposisi data yang akan disimpan ke dalam staging. Tahapan praproses data adalah sebagai berikut:

a.       Integrasi

Integrasi dilakukan dengan menggabungkan atribut-atribut yang dibutuhkan dari tabel yang dianalisis. Atribut adalah informasi yang dibutuhkan oleh user seperti tanggal, karyawan tetap atau tidak tetap. Lalu setelah itu melakukan reduksi yang artinya membuang atribut-atribut yang tidak dipakai dari tabel yang dianalisis.

b.      Pembersihan

Pembersihan data dilakukan terhadap data atribut yang penulisannya tidak konsisten. Contoh penulisan format tanggal jika tipe datanya adalah string sedangkan yang dibutuhkan adalah tipe data date maka diperlukan penyeragaman tipe data yaitu date.

c.       Transformasi

Dilanjutkan dengan proses transformasi yaitu menyesuaikan tipe data berdasarkan destinasi tabelnya. Contoh dari tipe data string diubah menjadi unicode string.

d.      Pemuatan Data

Pada tahap ini artinya data siap dimuat (load) ke dalam data warehouse.

3.      Pembuatan Data warehouse

Selanjutnya adalah pembuatan data warehouse. Dimulai dari staging database, flat database di mana hal itu dibutuhkan untuk pembuatan fact table & dimension table. Yang dimaksud fact table adalah informasi berisi ukuran atau sesuatu yang bisa dihitung, sedangkan dimension table berupa informasi yang mendukung fact table.

Contoh: Jumlah karyawan di sebuah asuransi adalah 2.000 dan 2.000 adalah informasi yang berisi angka atau sesuatu bisa dihitung dan karyawan FTE dan Non FTE di asuransi adalah informasi yang mendukung jumlah karyawan tersebut.

Setelah itu barulah dibuat cube dan dimensi. Cube adalah kumpulan data berbentuk multidimensi yang memungkinkan untuk disajikan dengan cepat. Cube merupakan inti dari konsep OLAP (Online Analytical Processing) dalam Analysis Services dan data yang digunakan adalah data HR pada sebuah perusahaan asuransi.

4.      Uji Query

Tahap ini dilakukan setelah pembuatan data warehouse selesai. Hal ini untuk menguji apakah operasi dasar OLAP berhasil diimplementasikan dan sesuai dengan informasi yang ditampilkan. Pengujian dilakukan dengan memvisualisasikan cube data dengan grafik dan tabel pivot.

 

Hasil dan Pembahasan

1.    Analisis sistem berjalan

Sistem pelaporan HR yang berjalan saat ini disebuah perusahaan asuransi dapat diuraikan dan digambarkan sebagai berikut:

a.       Top level management meminta laporan penjualan kepada MIS dalam periode tertentu.

b.      MIS melakukan query ke database sistem untuk mengeluarkan data jumlah karyawan sesuai dengan permintaan.

c.       MIS kemudian mengkonversikan data hasil query ke dalam bentuk spreadsheet (MS Excel)

d.      MIS menyerahkan laporan human resource kepada top level management

 

Gambar 2 Analisis sistem berjalan

2.     Sistem Usulan

Untuk mendukung keefektifan dalam penyediaan laporan human resource, diperlukan sebuah sistem yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Adapun sistem yang diusulkan tergambar dalam alur  berikut: