Syntax
Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol.
7, No. 12,
Desember 2022
LAPORAN
PRAKTEK KERJA PROFESI PSIKOLOGI BIDANG PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANSASI PT.
ATHENA TAGAYA
Wahyu
Hidayah
Fakultas
Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia
Email:
wahyuhidayah@gmail.com
Abstrak
Analisis jabatan
merupakan proses mengumpulkan dan menganalisis tentang tugas-tugas pada suatu
pekerjaan, serta syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut
untuk menetapkan dokumen deskripsi dan persyaratan jabatan. Pelaksanaan
analisis jabatan sangat penting dilakukan untuk menjadi pedoman dasar bagi
setiap pegawai dalam menjalankan pekerjaan, serta menjadi dasar untuk kegiatan
manajemen sumber daya manusia lainnya seperti pelaksanaan evaluasi kinerja,
penetapan upah maupun ketika perusahaan hendak melakukan rekrutmen dan seleksi.
Di PT Athena Tagaya, perlu dilakukan review job description untuk posisi
financial officer karena telah terjadi perubahan antara dokumen sebelumnya
dengan kondisi kerja saat ini. Sementara deskripsi pekerjaan sebelumnya dari
seorang petugas keuangan terkait dengan bertanggung jawab atas semua kegiatan
keuangan, tugas yang saat ini dilakukan oleh seorang petugas keuangan terkait
dengan administrasi pajak, penagihan, dan perhitungan gaji. Melaksanakan
analisis pekerjaan, dengan menggunakan metode pengumpulan data, berupa daftar
pertanyaan tentang pekerjaan yang dilakukan pemegang jabatan. Selain itu,
pengumpulan data dilengkapi dengan metode wawancara dengan pejabat publik.
Setelah data diperoleh dari pemegang jabatan, diverifikasi dengan atasan
langsung, bendahara. Integrasi data yang telah dilakukan telah menghasilkan
dokumen job description dan persyaratan kerja bagi tenaga keuangan. Dokumen
analisis jabatan personel keuangan yang telah diaudit dapat digunakan sebagai dasar
rekrutmen dan seleksi Bagian Keuangan, penyusunan standar operasional prosedur
(SOP), serta dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari.
Kata
Kunci:
Psikologi, Sumber Daya Manusia, Jabatan.
Abstract
Job analysis is
the process of collecting and analyzing the duties of a job, as well as the
requirements needed to do the job in order to establish a description document
and job requirements. It is very important to carry out job analysis as a basic
guideline for every employee in carrying out their work, as well as being the
basis for other human resource management activities such as carrying out
performance evaluations, setting wages and when companies wish to carry out
recruitment and selection. At PT Athena Tagaya, it is necessary to review the
job description for the position of financial officer because there has been a
change between the previous document and the current working conditions. While
the previous job description of a finance officer related to being responsible
for all financial activities, the current duties of a finance officer relate to
tax administration, billing, and payroll calculations. Carry out job analysis,
using data collection methods, in the form of a list of questions about the
work performed by the incumbent. In addition, data collection is complemented
by interviews with public officials. After the data is obtained from the
position holder, it is verified with the direct supervisor, treasurer. The data
integration that has been carried out has produced a job description document
and work requirements for finance staff. The position analysis document for
financial personnel that has been audited can be used as a basis for
recruitment and selection of the Finance Department, preparation of standard
operating procedures (SOP), and can be used as a reference in carrying out
daily work.
Keywords: Psychology,
Human Resources, Position.
Pendahuluan
Sumber daya manusia
merupakan salah satu faktor penting dalam organisasi. Sumber daya manusia
adalah potensi manusiawi sebagai penggerak eksistensinya (Rahman,
2020);
(Syafruddin
et al., 2022).
Sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk
mendukung produktivitas dan aktivitas agar tujuan organisasi dapat tercapai
melalui berbagai kegiatan, salah satu diantaranya adalah penataan sistem
manajemen sumber daya manusia (Suryani
& SE, 2019).
Penataan sistem manajemen sumber daya manusia memerlukan informasi dasar yaitu
informasi tentang jabatan yang diperoleh dari analisi jabatan (Pujangkoro,
2004).
Analisis jabatan
memiliki peranan yang sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia yaitu
meningkatkan kinerja organisasi baik dari segi produktivitas (Tanumihardjo,
2013),
pelayanan, maupun kualitas untuk mencapai tujuan utama organisasi. Organisasi
harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi
organisasi untuk meningkatkan, serta mengembangkan budaya organisasi yang akan
mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas (Larasati,
2018).
Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat sentral dalam organisasi (Widiansyah,
2018).
Apapun bentuk dan tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan visi untuk
kepentingan manusia. Dari hasil analisis jabatan tersebut maka organisasi akan
mampu menentukan karakteristik seperti apa yang harus dimiliki calon pegawai
sebelum menduduki sebuah jabatan, outputnya berupa spesifikasi jabatan dan
deskripsi jabatan (Zulfikar,
2020).
Dimana dalam deskripsi jabatan tersebut memuat tugas, fungsi, wewenang, dan
tanggung jawab seorang pegawai. Sedangkan dalam spesifikasi jabatan memuat
siapa yang akan melakukan pekerjaan tersebut serta apa saja persyaratan yang
dibutuhkan terutama yang menyangkut masalah skill individu (Rahayu
et al., 2022).
Analisis jabatan
merupakan bagian yang sangat strategis dalam rangka memperjelas pekerjaan antar
pegawai, bahwa belum tentu nama jabatan yang sama mempunyai konsekuensi
pekerjaan yang sama persis dan penggolongan jabatan secara umum yang berbeda yang punya indikasi memperluas
cakupan pekerjaannya (Puspitasari
& Pancasakti, 2021).
Tetapi bagaimanapun analisis jabatan tetap menjadi kebutuhan organisasi untuk
memperjelas setiap jabatan.
Analisis jabatan ini
akan memperjelas bagi pimpinan maupun anggota tentang muatan pekerjaan. Hanya
dengan batasa yang jelas, maka memungkinkan bagi seseorang mengembangkan
profesionalisme (Sativa
et al., 2022).
Para pegawai diharap mampu meraih kinerja yang baik dan bekerja secara efisien.
Menurut (Dessler
et al., 2015)
menyebutkan bahwa uraian jabatan adalah pernyataan tertulis tentang apa yang
harus dilakukan oleh pekerja, bagaimana orang itu melakukannya, dan bagaimana
kondisi kerjanya. Sedangkan (Veithzal,
2009),
menjelaskan uraian jabatan adalah hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian
kegiatan atau proses menghimpun dan mengolah informasi mengenai pekerjaan.
Uraian jabatan juga
menjabarkan tentang kemampuan, kriteria atau spesifikasi yang diperlukan pada
posisi jabatan, juga mencantumkan penanggungjawab ataupun bawahan pada posisi
jabatan tersebut (Ramdhan
& Pasaribu, 2022).
Fungsi utama uraian jabatan adalah untuk mengidentifikasi jabatan, memberikan
batasan-batasan yang jelas, serta menguraikan cakupan dan isi jabatan tersebut (Taggala
et al., 2015).
Athena Tagaya didirikan
pada tahun 2004 dengan nama CV Athena Tagaya sebagai perusahaan penyedia tenaga
kerja atau alih daya (outrsourcing). Pada tahun 2009 CV Athena Tagaya berubah
menjadi PT Athena Tagaya. Bidang usaha yang ditawarkan meliputi jasa
kebersihan, perawatan tanaman, pengadaan tenaga kerja, jasa pengendalian hama
dan serangga, pemeliharaan gedung dan jasa keamanan, serta penyedia jasa
lainnya.
PT Athena Tagaya
berkantor pusat di Surabaya dan saat ini sudah memiliki 4 kantor cabang di
berbagai kota, yaitu : Aceh, Jakarta, Medan , dan Manado. Memiliki lebih dari
1.000 karyawan yang ditempatkan di berbagai kota di Indonesia, untuk memberikan
layanan di semua aspek operasi dan pemeliharaan fasilitas di berbagai sektor
kebutuhan perusahaan di seluruh Indonesia.
Dalam bekerja tim PT
Athena Tagaya berpedoman pada attitude, knowledge, professional dan skill untuk
memberikan jasa terbaik PT Athena Tagaya. Dengan mengusung tema "One Stop
Service" secara cepat, fleksibel, dan efektif sehingga meminimalkan jarak
antara PT Athena Tagaya dengan perusahaan mitra.
Tujuan dari intervensi
yang dilakukan di PT Athena Tagaya adalah melakukan analisis jabatan pada staf
keuangan untuk mendapatkan dokumen Job description dan job spesification yang
menjadi dasar dalam melakukan rekrutmen dan seleksi, pelatihan, penilaian
kinerja, dan reward system. Hasil dari analisis jabatan pada staf keuangan ini
diharpkan dapat menjadi informasi serta acuan kedepannya bagi PT Athena Tagaya
dalam melakukan manajemen sumber daya manusia seperti rekrutmen dan seleksi,
pelatihan, penilaian kinerja, serta reward system untuk meningkatkan kesuksesan
dan tercapainya tujuan organisasi.
Metode Penelitian
Pada kasus ini penulis
menggunakan metode studi dokumen yaitu pengumpulkan data-data perusahaan,
seperti company profile, struktur organisasi, demografi karyawan, uraian
jabatan, notulensi meeting. Selain itu penulis juga melakukan wawancara untuk
menggali informasi yang tidak ditemukan melalui dokumen.
Cara Mengumpulkan Data
dalam McKinsey 7S Framework ada empat:
1. Observasi
(Pengamatan)
Observasi merupakan cara pengumpulan data dengan
melibatkan hubungan interaksi sosial antara peneliti dna informan dalam suatu
latar penelitian (pengamatan obyek penelitian di lapangan). Observasi dilakukan
dengan cara mengamati dan mencatat semua peristiwa. Cara ini bertujuan untuk
mengetahui kebenaran atau fakta yang ada di lapangan.
2. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai
hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatn-catatan, transkrip,
buku-buku, surat kabar, majalah, prestasi, dan sebagainya. Metode ini digunakan
untuk mengumpulkan data dengan jalan menyelidiki dokumen-dokumen yang sudah ada
dan merupakan tempat untuk menyiapkan sejumlah data dan informasi.
3. Wawancara
(Interview)
Wawancara yaitu
pengumpulan data dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk
dijawab secara lisan pula. Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang
melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya
dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu.
4. Kuesioner
(Angket)
Kuesioner merupakan
teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Jenis angket ada dua,
yaitu angket tertutup dan angket terbuka.
Hasil dan Pembahasan
A. Identifikasi
Pekerjaan yang Akan Dilakukan
Identifikasi pekerjaan yang akan dilakukan adalah persiapan dan
peerncanaan agar penulis mampu melaksanakan tugas analisis jabatan dengan
tepat. Penulis melaksankaan tahapan proses analisis jabatan yang telah
diuraikan sebagai berikut:
1.
Menetukan
tujuan dari pelaksanaan analisis jabatan dan pengumpulan informasi yang terkait
seperti struktur organisasi PT Athena Tagaya khususnya pada divisi keuangan.
Pada tahap ini penulis melakukan koordiansi dengan staf rekrutmen dan
manager HRD untuk menentukan jabatan yang akan dilakukan revisi pada uraian
jabatannya. Ditemukan bahwa staf keuangan masih memiliki dokumen yang belum
detail dan jelas, sehingga perlu dilakukan analisis jabatan agar memudahkan
pemegang jabatan staf keuangan untuk mengerjakan tugas-tugasnya dan sebagai
dokumen kelengkapan dari uraian jabatan yang sudah ada. Berdasarkan hal
tersebut penulis memutuskan untuk melakukan revisi pada uraian jabatan staf
keuangan yang merupakan bagian dari divisi keuangan PT Athena Tagaya.
2.
Menentukan
metode yang akan digunakan dalam pengumpulan data analisis jabatan.
Metode yang akan digunakan dalam pengumpulan data analisis jabatan yang
pertama yaitu menggunakan metode daftar pertanyaan (job questionnaire), hal ini
dikarenakan pemangku jabatan memiliki keterampilan membaca dan menulis yang
baik. Metode ini dapat memberikan latar belakang informasi untuk menganalisis
jabatan dengan lebih baik, dapat memberikan informasi yang sistematis dan
membantu pencatatan data yang terstandar sehingga memudahkan dalam menafsirkan
keterangan yang ada. Selain terdapat kelebihan, metode ini juga memiliki
kelemahan yaitu informasi yang diberikan masih kurang lengkap dan cenderung
singkat, kurang teratur dan tidak berurutan sehingga tidak sesuai pertanyaan
yang diajukan pada daftar pertanyaan. Hal ini disebabkan sulitnya penafsiran
yang seragam pada setiap orang dalam mengisi daftar pertanyaan, sehingga
beberapa orang kesulitan dalam mengisi daftar pertanyaan.
Berdasarkan kekurangan yang ada pada metode daftar pertanyaan, proses
pengambilan data dapat dilengkapi dengan metode wawancara. Data-data yang
kurang lengkap atau kurang jelas dari jawaban pada daftar pertanyaan dapat
ditanyakan melalui wawancara, dapat meluruskan informasi-informasi yang kurang
jelas untuk ditanyakan kembali hingga informasi yang dibutuhkan dapat
menggambarkan dengan jelas dan lengkap, informasi yang didapatkan melalui
sumber yang asli yaitu orang pertama yang mengetahui dengan jelas tentang
jabatan tersebut.
3. Menentukan format daftar pertanyaan (job questionnaire) dan panduan wawancara
(guide interview) yang akan digunakan
dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk penyusunan job description dan job
specification. Daftar pertanyaan dibuat berdasarkan acuan terhadap 9 bidang
yang akan dianalisa, yaitu:
a.
Identitas
jabatan yang akan dianalisis. Data yang digali meliputi nama jabatan, sub
bagian, atasan langsung, bawahan langsung.
b.
Tujuan umum
jabatan yang akan dianalisis
c.
Tugas-tugas
yang dilakukan secara rutin. Berupa tugas harian/tugas mingguan/tugas bulanan
dan tugas tambahan yang sewaktu-waktu dilakukan (insidentil)
d.
Perlengkapan
yang dibutuhkan dalam melakukan jabatan tersebut
e.
Jabatan-jabatan
yang berada dalam pengawasan jabatan yang dianalisis
f.
Lingkup
hubungan kerja sama atau interaksi pada jabatan yang akan dianalisis baik
hubungan internal maupun hubungan eksternal
g.
Tanggung jawab
yang dimiliki pemegang jabatan
h.
Wewenang yang
dimiliki oleh pemegang jabatan
i.
Kesulitan yang
dihadapi pada jabatan yang akan dianalisis
j.
Kualifikasi
yang dibutuhkan untuk jabatan yang akan dianalisis terkait dengan pendidikan
formal, pengalam kerja, keahlian dan syarat lain.
4.
Melakukan
pengambilan data melalui metode daftar pertanyaan (job questionnaire) kepada pemegang jabatan yang dipilih, yakni staf
finnace PT Athena Tagaya.
5.
Melakukan
penafsiran dari hasil kuesioner analisis jabatan yang telah diisi oleh pemegang
jabatan dan mencatat informasi-informasi atau istilah yang kurang jelas atau
ditulis terlalu singkat.
6.
Melakukan
metode analisis jabatan selanjutnya yaitu metode wawancara (interview) kepada
pemegang jabatan, yakni staf keuangan PT Athena Tagaya sesuai dengan panduan
wawancara (guide interview) yang
telah disiapkan.
7.
Melakukan
pencatatan verbatim dan coding terhadap hasil wawancara analisis jabatan dengan
pemegang jabatan yang dianalisis, yakni staf keuangan PT Athena Tagaya.
8.
Menyusun draf
job description & job spesification yang akan diajukan dari hasil analisis
pengumpulan data melalui metode daftar pertanyaan (job questionnaire) dan wawancara (interview) dengan pemegang
jabatan.
9.
Melakukan
verifikasi dengan atasan dari pemegang jabatan. Melakukan verifikasi dengan
metode wawancara kepada atasan staf keuangan yaitu supervisor keuangan mengenai
draf job description & job spesification yang sudah dibuat kemudian
melakukan revisi jika terdapat informasi pekerjaan yang belum tepat.
B. Pelaksanaan
Program Kerja Analisis Jabatan Staf Keuangan
1.
Rabu, 23
desember 2020
Mengkoordinasikan kepada
divisi HRD terkait hasil diagnosis organisasi dan menentukan intervensi yang
akan dilakukan.
2.
Senin, 4
Januari 2021
Melakukan pengambilan data
melalui pemberiak kuesioner analisis jabatan kepada karyawan yang memangku
jabatan staf keuangan.
3.
Selasa, 5
Januari 2021
Melakukan pengambilan data
melalui interview kepada staf keuangan.
4.
Senin, 6
Januari 2021
Menyusun hasil dari
analisis jabatan yaitu job description dan job spesification.
5.
Rabu, 7
Januari 2021
Melakukan verifikasi
dengan atasan langsung dari pemegang jabatan staf keuangan yaitu supervisor
keuangan mengenai dokumen job description dan job spesification yang sudah
disusun dan melakukan revisi apabila diperlukan.
C. Evaluasi
Program Analisis Jabatan
Berdasarkan hasil analisis
jabatan yang dilakukan pada Staf Keuangan PT Athena Tagaya, terdapat beberapa
evaluasi dari uraian jabatan Staf Keuangan yang sebelumnya. Pada dokumen uraian
jabatan sebelumnya tercantum tugas staf keuangan, yakni melakukan pengaturan,
transaksi, membuat laopran keuangan perusahaan.
Setelah dievaluasi tugas
dan tanggung jawab pada jabatan staf keuangan ditemukan bahwa beberapa tugas
yang dilakukan oleh staf keuangan yang tercantum dalam dokumen uraian jabatan
sebelumnya tumpang tindih dengan jabatan lain, sehingga tujuan jabatan tidak
dapat dicapai dengan maksimal. Berikut ini dijelaskan hasil evaluasi uraian
jabatan pada jabatan staf keuangan, antara lain:
1.
Perlu adanya
perubahan pada cakupan tugas utama dan tanggung jawab pada staf keuangan.
Kondisi saat ini staf keuangan hanya melakukan tugas administrasi terkait
tagihan. Hal ini disebabkan karena telah terjadi perubahan struktur organisasi
dibanding ketika dokumen uraian jabatan sebelumnya dibuat, sehingga terjadi
pembagian tugas yang berbeda.
2.
Perlu adanya
usulan struktur organisasi untuk Divisi Keuangan, hal ini bertujuan agar dapat
melihat jabatan yang menjadi atasan dari staf keuangan, jabatan yang sejajar
dan jabatan yang menjadi bawahan staf keuangan.
3.
Perlu adanya
penjelasan terkait dengan lingkup hubungan kerja sama dan keterkaitan staf keuangan dengan jabatan lain baik dari
internal maupun dari eksternal
perusahaan
4.
Perlu adanya
penjabaran tentang aktivitas rutin yang mendetail terkait dengan tugas utama
yang dijalankan oleh staf keuangan, disertai dokumen yang dihasilkan pada
setiap pelaksanaan aktivitas yang dilakukan
5.
Perlu adanya
wewenang yang menjelaskan kewenangan atau otoritas yang dilimpahkan pada
pemegang jabatan, untuk dapat melaksanakan tugas-tugasnya. Wewenang biasanya
menjelaskan tentang batasan mengenai hak pemegang jabatan dalam mengetahui dan
menyimpan dokumen perushaan serta hak dalam penggunaan alat kerja yang
disediakan oleh perusahaan maupun hak untuk memilih alternatif pengambilan
keputusan/tindakan yang diakui secara sah oleh semua pihak.
6.
Perlu adanya
penjelasan terkait dengan kondisi lingkungan kerja, yang memberikan gambaran
tentang keadaan tempat kerja dari pemegang jabatan. Hal ini meliputi tempat
kerja, keadaan ruang, letak, penerangan, suara, suhu ruangan, kebersihan tempat
kerja, perlengkapan yang digunakan, maupun resiko kerja yang menjadi
konsekuensi pemegang jabatan
7.
Perlu adanya
persyaratan jabatan (job specification)
yang menjelaskan syarat-syarat mengenai orang yang dibutuhkan untuk menjalankan
tugas-tugas staf keuangan PT Athena Tagaya. Persyaratan jabatan berisi
informasi mengenai pendidikan formal, pengalaman kerja, kondisi fisik,
kompetensi serta ketrampilan yang perlu dimiliki oleh pemegang jabatan.
8.
Perlu adanya
kolom lembar pengesahan yang menunjukkan bahwa dokumen job description dan job
specification yang dibuat oleh analis jabatan telah diketahui oleh pemegang
jabatan dan atasan langsung.
Berikut disampaikan hasil dari analisis jabatan Staf Keuangan PT Athena
Tagaya sebagai berikut:
1. Identitas jabatan
Identitas Jabatan yang dianalisis yang meliputi nama jabatan, divisi,
kedudukan atasan langsung dan bawahan langsung pada jabatan yang dianalisis.
2.
Usulan
Struktur Organisasi Divisi Keuangan
Usulan struktur organisasi yang khusus pada bagian Keuangan, sehingga
dapat terlihat posisi jabatan staf keuangan di Divisi Keuangan.
3.
Lingkup
Hubungan Kerja Sama
Staf Keuangan dalam menjalankan tugasnya, perlu berhubungan dengan bagian
lain namun masih dengan bagian dalam perusahaan. Jabatan yang berhubungan yaitu
bagian operasional untuk koordinasi terkait absensi dan lembur karyawan alih
daya yang ditempatkan di area.
4.
Tujuan Jabatan
Jabatan Staf Keuangan memiliki tujuan untuk melaksanakan perekapan dan
pengolahan data terkait absensi dan lembur karyawan alih daya, serta pengolahan
dokumen terkait perpajakan.
5.
Uraian Tugas
Staf Keuangan
Tugas staf keuangan PT Athena Tagaya, yang pertama yaitu pengolekan
absensi untuk tagihan. Aktivitas yang dilakukan pada tugas ini yaitu
mengumpulkan absensi dari divisi operasional yang mengurus area penempatan
karyawan alih daya untuk selanjutnya direkap sebagai acuan pembuatan tagihan ke
klien. Output dokumen pada tugas ini adalah laporan rekap absensi karyawan alih
daya.
Kedua, membuat rekap perhitungan lembur. Aktivitas dari tugas yang kedua
yaitu hampir sama dengan tugas pertama yakni mengumpulkan data lembur dari
divisi operasional lalu merekapnya, yang berbeda untuk lembur dilakukan pengolahan
data jam lembur sesuai dengan ketentuan undang-undang tenaga kerja. Output
dokumen pada tugas ini yaitu laporan rekap lembur karyawan alih daya.
Ketiga, membuat faktur pajak. Aktivitas yang dilakukan yaitu membuat
bukti pungutan pajak (faktur pajak) dari tagihan yang telah direkap di tugas
sebelumnya. Output dokumen pada tugas ini adalah faktur pajak.
Keempat, membuat invoice tagihan. Aktivitas yang dilakukan yaitu membuat
invoice (surat penagihan) berdasarkan data tagihan yang telah dibuat sebelumnya.
Output dokumen pada tugas keempat adalah invoice.
Kelima, membuat surat setoran
pajak (SSP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Aktivias yang dilakukan yaitu
membuat surat setoran pajak PPN yang harus dibayarkan ke kantor pajak sebagai
akibat dari penyelenggaraan kegiatan usaha yang dikenai PPN. Output dokumen
pada tugas kelima adalah SSP PPN.
Keenam, membuat laporan PPN per bulan. Aktivitas yang dilakukan adalah
membuat laporan PPN berupa surat pemberitahuan (SPT) masa untuk semua aktivitas
usaha dalam satu bulan. Output dokumen pada tugas keenam adalah SPT MASA PPN.
Ketujuh, input invoice ke zahir. Aktivitas yang dilakukan adalah
memasukan data tagihan ke zahir, zahir merupakan softwere keuangan yang
digunakan PT Athena Tagaya untuk mengelola keuangan.
6.
Wewenang
Staf Keuangan PT Athena Tagaya tidak memiliki wewenang khusus dalam
pekerjaannya, aktivitasnya hanya terkait dengan administrasi tagihan dengan
melalui pengawasan dan pengecekan dari atasan langsungnya.
7.
Kondisi
Lingkungan Kerja
Kondisi lingkungan kerja jabatan Staf Keuangan yakni, tempat kerja yang
berada didalam ruangan. Keadaan ruangan terbuka sehingga memudahkan koordinasi
dengan divisi lain yang dibutuhkan, letak ruangan strategis dan mudah diakses.
Selain itu penerangannya terang dan kedap suara. Keadaan ruangan kerjanya
dengan suhu dingin dan bersih. Perlengkapan kerja yang dibutuhkan yaitu
komputer dan printer, dan ATK. Resiko kerja pada jabatan jabtan keuangan ini
yaitu stress kerja, resiko kecelakaan yaitu komplain dari klien apabila terjadi
kesalahan input data.
9.
Persyaratan
Jabatan
Pada jabatan staf finnace memerlukan minimal D3 akuntansi/perpajakan.
Diutamakan bagi pegawai yang memiliki pengalaman minimal 1 tahun sebagai staf
keuangan. Kondisi fisik yang dibutuhkan adalah pegawai yang minimal usia 23
tahun dan berpenampilan rapi. Kompetensi yang diperlukan yaitu pegawai yang
teliti, mampu bekerjasama, dan komunikatif. Dokumen job description dan job
specification yang lebih detail dapat dilihat pada Hasil Job Description dan Job
Spesification Staf Keuangan.
D. Review
Perbedaan Job Describtion Lama dan Baru
Berikut perbedaan job description jabatan Staf Keuangan PT Athena Tagaya
yang lama dengan yang telah diperbaiki sesuai keadaan saat ini:
1.
Identitas
jabatan
Identitas Jabatan yang dianalisis yang meliputi nama jabatan, divisi,
kedudukan atasan langsung dan bawahan langsung pada jabatan yang dianalisis.
Pada dokumen lama identitas jabatan tertulis sebagai Finance Staff/ Staf
Keuangan dan bertugas melapor kepada manajer keungan, pada job description yang
baru nama jabatan disebutkan sebagai Staf Keungaan dan menjadi bagian dari
devisi keuangan, staf keuangan memiliki atasan langsung supervisor keuangan dan
jabatan staf keungan ini bertempat di kantor pusat.
2.
Usulan
Struktur Organisasi Divisi Keuangan
Pada dokumen job description terdahulu tidak mencantumkan struktur pada
divisi keuangan oleh karena itu pada job description yang baru mencantumkan
usulan struktur organisasi yang khusus pada divisi Keuangan yang didasarkan
pada struktur organisasi PT Athena Tagaya secara umum, sehingga dapat terlihat
posisi jabatan staf keuangan di Divisi Keuangan.
3.
Lingkup
Hubungan Kerja Sama
Pada dokumen job description terdahulu tidak mencantumkan hubungan kerja
yang dilakukan oleh staf keungan. Sedangkan pada job description yang baru
berdasarkan hasil analisis didapatkan data bahwa Staf Keuangan dalam menjalankan
tugasnya, perlu berhubungan dengan bagian lain namun masih dengan bagian dalam
perusahaan. Jabatan yang berhubungan yaitu bagian operasional untuk koordinasi
terkait absensi dan lembur karyawan alih daya yang ditempatkan di area.
4.
Tujuan Jabatan
Tujuan jabatan staf keuangan yang lama dengan yang baru sangat berbeda,
tujuan jabatan staf keuangan yang lama adalah bertanggung jawab atas segala
aktivitas keuangan yaitu melakukan pengaturan, transaksi, membuat laporan
keuangan perusahaan. Sedangkan setelah dilakukan analisis, saat ini jabatan
Staf Keuangan memiliki tujuan untuk melaksanakan perekapan dan pengolahan data
terkait absensi dan lembur karyawan alih daya, serta pengolahan dokumen terkait
perpajakan.
5.
Uraian Tugas
Staf Keuangan
Pada job description terdahulu tugas staf keuangan antara lain, melakukan
pengaturan keuangan perusahaan, melakukan penginputan semua transaksi keuangan
ke dalam program, melakukan transaksi keuangan perusahaan, melakukan pembayaran
suplier, berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal terkait dengan
aktivitas keuangan perusahaan, melakukan penagihan kepada costumer, mengontrol
aktivitas keungan/transaksi keuangan perusahaan, membuat laporan mengenai
aktivitas keuangan perusahaan, menerima dokumen dari vendor internal maupun
eksternal, melakukan verifikasi terhadap keabsahan dokumen, entry SAP,
melakukan evaluasi budget, membuat laporan manajemen kepada induk perusahaan,
melakukan accrue pendapatan dan beban pada akun-akun tertentu, menyiapkan
dokumen penagihan invoice/kuitansi tagihan beserta kelengkapannya, serta
melakukan rekonsiliasi dengan unit lain.
Sedangkan pada job description yang baru tugas staf keuangan PT Athena
Tagaya yaitu, yang pertama yaitu pengolekan absensi untuk tagihan. Aktivitas
yang dilakukan pada tugas ini yaitu mengumpulkan absensi dari divisi
operasional yang mengurus area penempatan karyawan alih daya untuk selanjutnya
direkap sebagai acuan pembuatan tagihan ke klien. Output dokumen pada tugas ini
adalah laporan rekap absensi karyawan alih daya.
Kedua, membuat rekap perhitungan lembur. Aktivitas dari tugas yang kedua
yaitu hampir sama dengan tugas pertama yakni mengumpulkan data lembur dari
divisi operasional lalu merekapnya, yang berbeda untuk lembur dilakukan
pengolahan data jam lembur sesuai dengan ketentuan undang-undang tenaga kerja.
Output dokumen pada tugas ini yaitu laporan rekap lembur karyawan alih daya.
Ketiga, membuat faktur pajak. Aktivitas yang dilakukan yaitu membuat
bukti pungutan pajak (faktur pajak) dari tagihan yang telah direkap di tugas
sebelumnya. Output dokumen pada tugas ini adalah faktur pajak.
Keempat, membuat invoice tagihan. Aktivitas yang dilakukan yaitu membuat
invoice (surat penagihan) berdasarkan data tagihan yang telah dibuat
sebelumnya. Output dokumen pada tugas keempat adalah invoice.
Kelima, membuat surat setoran
pajak (SSP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Aktivias yang dilakukan yaitu
membuat surat setoran pajak PPN yang harus dibayarkan ke kantor pajak sebagai
akibat dari penyelenggaraan kegiatan usaha yang dikenai PPN. Output dokumen
pada tugas kelima adalah SSP PPN.
Keenam, membuat laporan PPN per bulan. Aktivitas yang dilakukan adalah
membuat laporan PPN berupa surat pemberitahuan (SPT) masa untuk semua aktivitas
usaha dalam satu bulan. Output dokumen pada tugas keenam adalah SPT MASA PPN.
Ketujuh, input invoice ke zahir. Aktivitas yang dilakukan adalah
memasukan data tagihan ke zahir, zahir merupakan softwere keuangan yang
digunakan PT Athena Tagaya untuk mengelola keuangan.
6.
Wewenang
Staf Keuangan PT Athena Tagaya tidak memiliki wewenang khusus dalam
pekerjaannya, aktivitasnya hanya terkait dengan administrasi tagihan dengan
melalui pengawasan dan pengecekan dari atasan langsungnya. Pada job description
juga tidak mencantumkan wewenang dari staf keuangan.
7.
Kondisi
Lingkungan Kerja
Kondisi lingkungan kerja jabatan Staf Keuangan yakni, tempat kerja yang
berada didalam ruangan. Keadaan ruangan terbuka sehingga memudahkan koordinasi
dengan divisi lain yang dibutuhkan, letak ruangan strategis dan mudah diakses.
Selain itu penerangannya terang dan kedap suara. Keadaan ruangan kerjanya
dengan suhu dingin dan bersih. Perlengkapan kerja yang dibutuhkan yaitu
komputer dan printer, dan ATK. Resiko kerja pada jabatan jabtan keuangan ini
yaitu stress kerja, resiko kecelakaan yaitu komplain dari klien apabila terjadi
kesalahan input data. Pada job description tidak mencantumkan kondisi
lingkungan kerja.
8.
Persyaratan
Jabatan
Pada job description tidak terdahulu tidak mencantumkan persyaratan
jabatan secara khusus hanya menuliskan bahwa pada jabatan ini sangat dibutuhkan
kedisiplinan, kejujuran, ketelitian, serta tanggung jawab yang tinggi.
Sedangkan pada job description yang baru Pada jabatan staf keuangan memerlukan minimal D3 jurusan akuntansi atau
perpajakan dengan kompetensi menguasai pembukuan akuntansi, menguasai
perpajakan, mampu mengoperasikan komputer, dan mampu mengoperasikan aplikasi
keuangan, serta memliki ketelitian, kemampuan komunikasi, kemampuan kerjasama,
kemampuan berhitung serta daya paham yang baik.
E. Intervensi
Selanjutnya
Perencanaan implementasi dari hasil analisis jabatan yang telah dilakukan
melalui langkah-langkah yang mencakup kegiatan komunikasi untuk menjamin
dukungan dan kerja sama penuh dari pemagang jabatan dan pihak-pihak terkait.
Komunikasi ini dilakukan melaui sosialisasi hasil analisis jabatan kepada
seluruh pegawai. Tujuan dilaksanakannya sosialisasi agar menyamakan persepsi
dan pemahaman terkait jabatan staf keuangan pada pemangku jabatan dan jabatan
lain yang berkaitan, staf keuangan harus bekerja sesuai aturan dan tugas yang
ada. Implementasi akan berjalan efektif apabila ukuran dan tujuan dari jabatan
staf keuangan dipahami oleh pemegang jabatan dan pihak-pihak yang berkaitan.
Kesimpulan
Analisis jabatan
merupakan proses mengumpulkan dan menganalisis tentang tugas-tugas pada suatu
pekerjaan, serta syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut
untuk menetapkan dokumen deskripsi dan persyaratan jabatan. Pelaksanaan
analisis jabatan sangat penting dilakukan untuk menjadi pedoman dasar bagi
setiap pegawai dalam menjalankan pekerjaan, serta menjadi dasar untuk kegiatan
manajemen sumber daya manusia lainnya seperti pelaksanaan evaluasi kinerja,
penetapan upah maupun ketika perusahaan hendak melakukan rekrutmen dan seleksi.
Di PT Athena Tagaya, perlu dilakukan review job description untuk posisi
financial officer karena telah terjadi perubahan antara dokumen sebelumnya
dengan kondisi kerja saat ini. Sementara deskripsi pekerjaan sebelumnya dari
seorang petugas keuangan terkait dengan bertanggung jawab atas semua kegiatan
keuangan, tugas yang saat ini dilakukan oleh seorang petugas keuangan terkait
dengan administrasi pajak, penagihan, dan perhitungan gaji. Melaksanakan
analisis pekerjaan, dengan menggunakan metode pengumpulan data, berupa daftar
pertanyaan tentang pekerjaan yang dilakukan pemegang jabatan. Selain itu,
pengumpulan data dilengkapi dengan metode wawancara dengan pejabat publik.
Setelah data diperoleh dari pemegang jabatan, diverifikasi dengan atasan
langsung, bendahara. Integrasi data yang telah dilakukan telah menghasilkan
dokumen job description dan persyaratan kerja bagi tenaga keuangan. Dokumen
analisis jabatan personel keuangan yang telah diaudit dapat digunakan sebagai
dasar rekrutmen dan seleksi Bagian Keuangan, penyusunan standar operasional
prosedur (SOP), serta dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan pekerjaan
sehari-hari.
Dessler, G., Cole, N.
D., & Chhinzer, N. (2015). Management of Human Resources: The Essentials.
London: Pearson. Google Scholar
Larasati, S. (2018). Manajemen
sumber daya manusia. Sleman: Deepublish. Google Scholar
Pujangkoro, S. A.
(2004). Analisis Jabatan (job analysis). Universitas Sumatera Utara. Google Scholar
Puspitasari, M., &
Pancasakti, R. (2021). Analisis Jabatan Pegawai pada PT Indonesia Power PLTGU
Cilegon Operation and Maintenance Service Unit (OMU). DESANTA (Indonesian of
Interdisciplinary Journal), 2(1), 156–164. Google Scholar
Rahayu, P. M., Nadeak,
B., & Supriyadi, D. (2022). Pengaruh Analisis Jabatan Terhadap Kinerja pada
Guru dan Staf Honorer SMK Pertiwi Sukamandi. Business Innovation and Entrepreneurship
Journal, 4(2), 118–127. https://doi.org/10.35899/biej.v4i2.369. Google Scholar
Rahman, Y. A. (2020).
Manajemen Sumber Daya Manusia. Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(2),
1–22. Google Scholar
Ramdhan, M., &
Pasaribu, V. L. D. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia. Tangerang:
Pascal Books. Google Scholar
Sativa, O., Mardiana,
S., & Lubis, M. S. (2022). Peranan Analisis Jabatan terhadap Kinerja
Pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara. PERSPEKTIF, 11(2),
596–606. https://doi.org/10.31289/perspektif.v11i2.6010. Google Scholar
Suryani, N. K., &
SE, M. M. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia: Tinjauan Praktis Aplikatif.
Bali: Nilacakra. Google Scholar
Syafruddin, S. E.,
Periansya, S. E., Farida, E. A., Nanang Tawaf, S. T., Palupi, F. H., ST, S.,
Butarbutar, D. J. A., SE, S., & Satriadi, S. (2022). Manajemen Sumber
Daya Manusia. CV Rey Media Grafika. Google Scholar
Taggala, M., Psi, S.,
& Si, M. (2015). Analisis Jabatan. Sleman: Kurnia Global Publishing.
Google Scholar
Tanumihardjo, S.
(2013). Pengaruh analisis jabatan terhadap kinerja pegawai (studi pada
Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Malang). Brawijaya University. Google Scholar
Veithzal, R. (2009). Manajemen
Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Salemba Empat. Google Scholar
Widiansyah, A. (2018).
Peranan sumber daya pendidikan sebagai faktor penentu dalam manajemen sistem
pendidikan. Cakrawala-Jurnal Humaniora, 18(2), 229–234.
https://doi.org/10.31294/jc.v18i2.4347. Google Scholar
Zulfikar, M. D. (2020).
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Analisis Jabatan terhadap Kinerja Karyawan pada
Universitas Jabal Ghafur Sigli. Jurnal Real Riset, 2(3), 113–125.
Google Scholar
|
Copyright holder: Wahyu Hidayah (2022) |
|
First publication right: Syntax Literate: Jurnal
Ilmiah Indonesia |
|
This article is licensed under: |