Syntax
Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 7, No.12, Desember 2022
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP
KINERJA KARYAWAN PT WISMILAK INTI MAKMUR, TBK
Anita Asnawi, Mochammad Arfani, Kristyan Dwijo Susilo, Priyanto, Sri
Kamariyah
Universitas Dr. Soetomo Surabaya
Jawa Timur, indonesia
Email: anita.asnawi@unitomo.ac.id, yaluhur@yahoo.com,
kristyan.dwijo@unitomo.ac.id, srikamariyah@gmail.com,
drpriyanto@unitomo.ac.id
Abstrak
Penurunan daya dukung
lahan saat ini dikuatkan sebagai
salah satu faktor utama akibat
penurunan kesuburan tanah, kesehatan dan daya serap
(laju infiltrasi), yang dipicu oleh penggunaan
pupuk anorganik (kimia) dan pestisida
yang berlebihan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Wismilak Inti Makmur, Tbk. Dimana
diusulkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat,
yaitu lingkungan kerja sebagai variabel
bebas dan kinerja pegawai sebagai variabel terikat. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode survei Karyawan Non Staf PT Wismilak Inti Makmur, Tbk yang dianalisis dengan regresi. Data diperoleh secara
langsung melalui kuesioner kepada 127 responden yang diambil dari karyawan non staf di PT Wismilak Inti Makmur, Tbk. Pengambilan sampel menggunakan metode purpose sampling dan deskriptif
kuantitatif, yaitu menggunakan regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, Lingkungan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja Non
Staff Karyawan di PT Wismilak
Inti Makmur, Tbk. Lingkungan
Kerja adalah elemen penting dalam rencana manajemen
sumber daya manusia yang ada di perusahaan.Dengan menerapkan lingkungan kerja yang baik akan
mendorong adanya peningkatan kinerja karyawan. Sebaliknya, dengan lingkungan
kerja yang kurang baik maka kinerja
yang diberikan kurang
optimal.
Kata Kunci: Komunikasi, Lingkungan
Kerja, Kinerja Karyawan.
Abstract
The decline in the carrying
capacity of the land is currently corroborated as one of the main factors
resulting from a decrease in soil fertility, health and absorption
(infiltration rate), which is triggered by the excessive use of inorganic
(chemical) fertilizers and pesticides. This study aims to determine the effect
of work environment on employee performance in the PT Wismilak
Inti Makmur, Tbk. Where one
independent variables and one dependent variable are proposed, namely work
environment as independent variables and employee performance as dependent
variables. This research was conducted using a survey method of Non
Staff Employees at PT Wismilak Inti Makmur, Tbkanalyzed by regression. Data obtained directly through
questionnaires to 127 respondents taken from non-staff employees at the PT Wismilak Inti Makmur, Tbk.
Sampling using the purpose sampling method and descriptive quantitatif,
which used simple regression. Based on the research results, Work Environment have
a effect on the Performance of Non Staff Employees at
PT Wismilak Inti Makmur, Tbk.
Work Environment was
important elements in the company's existing human resource management plan. By
implementing a good work environment it will encourage an increase in employee performance.
Conversely, with less good work environment, the performance given was less
than optimal.
Keywords: Communication, Work Environment, Employee Performance.
PT Wismilak Inti Makmur, Tbk adalah sebuah peruashaan yang
bergerak dalam bidang pembuatan (Produksi) filter rokok. Perusahaan ini
terletak di bagian barat Kota Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini didirikan
dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang ada dengan cara memproduksi
batang filter rokok sengan berbagai lingkar atau diameter, penurunann tekanan,
panjang, kekerasan dan ovalitas. Didukung oleh bahan baku terbaik harga
kompetitif, kualitas tinggi serta layanan penjualan yang baik baik itu domestik
ataupun mancanegara (Putri, 2018).
PT
Wismilak Inti Makmur, Tbk mulai memproduksi filter rokok pada tahun 2006 untuk
penggunaan komersial. Selanjutnya, perusahaan berkembang menjadi salah satu
produsen filter rokok dan memperluas produksinya dengan menambah jumlah unit
mesin beserta kualitas dan variannya untuk meningkatkan jumlah produksi sesuai
dengan permintaan pasar saat ini (Riyanto, 2019).
Dengan
misinya untuk “Menjadi pemain industri kelas dunia dengan produk dan layanan berkualiatas
premium melalui peningkatan berkelanjutan yang didorong oleh integritas, kerja
tim, pengembangandan inovasi berkelanjutan”, PT Wismilak Inti Makmur, Tbk
menilai pentingnya mempertahankan kinerja karyawannya pada tingkat yang
optimal. Untuk itu perusahaan berusaha memelihara berbagai faktor yang dapat
meningkatkan kinerja karyawannya. Salah satu faktor yang perlu mendapat
perhatian atas pengaruhnya terhadap kinerja adalah faktor lingkungan kerja
Lingkungan
kerja yang ada di perusahaan merupakan segala hal yang ada di sekitar pekerja
yang dapat mempengaruhi dalam menyelesaikan tugas-tugas yang telah dibebankan.
Bila lingkungan kerja yang ada itu kondusif, maka akan memberikan rasa aman dan
memungkinkan para pegawai untuk dapat bekerja optimal. Selain itu, lingkungan
kerja juga dapat mempengaruhi emosi pegawai dalam melakukan aktivitas di tempat
kerjanya. Emosi pegawai yang dimaksudkan seperti halnya bila pegawai tersebut
menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka saat melakukan ativitas di
tempat kerja dia akan mempergunakan waktunya secara efektif dan optimis kerja
pegawai juga tinggi (Sofyan, 2013).
Lingkungan
kerja sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu lingkungan kerja fisik dan
lingkungan kerja nonfisik. Menurut (Norianggono
et al., 2014) lingkungan
kerja fisik adalah semua yang terdapat di sekitar tempat kerja dan dapat
mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Di sisi lain
yang dimaksud dengan lingkungan kerja nonfisik adalah keseluruhan kondisi yang
tampak dalam hubungan kerja antar rekan kerja, atasan, serta bawahan.
Faktor-faktor lingkungan kerja (fisik maupun nonfisik) tersebut perlu di
perhatikan dalam berkembangnya suatu perusahaan. Apabila dari faktor-faktor
lingkungan kerja (fisik maupun nonfisik) tidak diperhatikan dengan baik oleh
perusahaan maka akan berdampak pada penurunan kinerja karyawan yang berada di lingkungan
tersebut.
Kinerja
menurut (Jufrizen,
2018) adalah suatu
hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang
diberikan kepadanya. Dalam hal ini kinerja karyawan dapat dijadikan sebagai
tolak ukur bagi keberhasilan suatu perusahaan. Sehingga bagi karyawan, kinerja
dipandang sebagai usaha untuk menggali kemampuan dan skill yang dimilikinya
untuk kemudian dikembangkan semaksimal mungkin.
Sedangkan pada PT Wismilak Inti
Makmur, Tbk yang terjadi saat ini yaitu masih kurangnya kesadaran bahwa
lingkungan kerja ternyata berpengaruh terhadap kinerja karyawannya. Seperti
kurang adanya inisiatif membersihkan daerah yang akan mengganggu jalannya
produktifitas perusahaan, kurangnya jalinan kerjasama antar karyawan terkesan
melindungi diri sendiri, sehingga tidak terbentuknya kekompakan yang harusnya
terbentuk di setiap tim, Sehingga tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan
tidak tercapai target dengan maksimal karena produktifitas, efektifitas serta
efisiensi kerja yang kurang berjalan. Banyak faktor yang perlu di perhatikan
dan diperbaiki terutama pada faktor lingkungan yang ada disekitar perusahaan,
baik itu faktor fisik maupun faktor non fisik. Contohnya, kebersihan kamar
mandi yang kurang bersih, kamar mandi adalah hal yang paling sederhana yang
kadang disepelehkan oleh orang pada umumnya, padahal jika ini dibiarkan seperti
itu, akan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dengan pesat sehingga cepat
atau lambat akan membuat seorang karyawan bisa terjangkit penyakit dan jika
seorang karyawan sakit, karyawan ini akan menurun kinerjanya. Disisi lain
masalah Pencahayaan yang ada di setiap ruangan juga mempengaruhi kinerja
karyawan yang ada, karena di perusahaan ini adalah sebuah pabrik yang berlokasi
di wilayah kawasan industri dan untuk beberapa ruangan berada di luar Gudang
sehingga cahaya yang masuk kedalam ruangan sangatlah terang, apabila di siang
hari, sehingga kalau pintu dan jendela ruangan tidak ditutup dengan wallpaper
kaca, akan menggangu pandangan karyawannya. Selanjutnya untuk bagian Gudang
yang berkerja 2 shift pagi dan sore, dan jika malam hari kurangnya cahaya di
bagian gudangnya, akan menggangu aktifitas penataan barang, terutama untuk
masalah racking dan penataan dalam Gudang, driver forklift dituntut untuk bisa
fokus menata barang, dan jika pencahayaan kurang akan membahayakan untuk driver
forklift itu sendiri terutama untuk pekerjaan racking, karena jika tidak pas
menaruh barang di atas rak yang paling atas, barang yang di rak akan jatuh
menimpa dirinya sendiri. Serta masih
banyak lagi yang sangat perlu diperhatikan sejalan dengan rencana perbaikan
lingkungan kerja demi tercapainya peningkatan kinerja karyawan agar perusahaan
bisa mencapai visi, misi dan tujuan yang ada.
Jika lingkungan kerja tidak
diperhatikan lebih lanjut akan menurunnya kinerja karyawan, seperti tidak
tercapainya target perusahaan, karena terganggunya proses kerja yang ada, baik
itu karena suara bising, intensitas pencahayaan yang terlalu terang. Untuk hal
keamanan dalam dunia kerja harus sangat diperhatikan, karena jika sampai lalai,
dan terjadi kecelakaan kerja, mesin
harus berhenti, karywan dispen tidak masuk karena sakit dan pada akhirnya
produktifitas menurun, serta hubungan kerja yang tidak baik, suatu informasi
tidak akan berjalan lancar, sehingga kegiatan kerjapun akan terhambat, bahkan
pekerjaan tidak akan jalan serta tidak memperoleh hasil (Gifari, 2020).
Selain
itu lingkungan kerja yang ada di sekitar, juga kurang di perhatikan sehingga
mempengaruhi kinerja dari karyawan. Dimana manfaat dari kinerja tersebut tidak
hanya dirasakan dari individu itu sendiri namun juga dirasakan oleh institusi
yang bersangkutan.
Dari
komunikasi serta lingkungan kerja dapat menjadi salah satu faktor yang
mempengaruhi kinerja karyawan. Berdasarkan pemaparan latar belakang ini, maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Lingkungan
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT Wismilak Inti Makmur, Tbk”.
Penelitian
ini dilakukan menggunakan data kuantitatif dengan jenis penelitian kausal
metode penjelasan (explanatory).
Penelitian dengan penggunaan jenis data kuantitatif merupakan penelitian yang
dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau
penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka (Hidayah
& Muntiah, 2019). Jenis
penelitian kausal metode penjelasan (explanatory) merupakan jenis penelitian
dimana peneliti akan menjelaskan hubungan antara sebab dan akibat dari dua
variabel atau lebih (Zaluchu,
2020).
Penelitian ini juga menggunakan
data (Self Refort Data). Data subyek adalah jenis data penelitian yang
berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau
sekelompok orang yang menjadi subjek penelitian (responden) dimana data yang di
peroleh dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner seperti yang
telah diungkapkan oleh (Indarti & Purba, 2011).
Menurut (Anwar
& Satrio, 2015) populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian
ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan
berstatus non staff pada PT Wismilak Inti Makmur Tbk.
Sampel
adalah suatu bagian dari keseluruhan serta karakteristik yang dimiliki oleh
sebuah Populasi. Jika Populasi tersebut besar, sehingga para peneliti tentunya
tidak memungkinkan untuk mempelajari keseluruhan yang terdapat pada populasi
tersebut oleh karena beberapa kendala yang akan di hadapkan nantinya seperti:
keterbatasan dana, tenaga dan waktu. Maka dalam hal ini perlunya menggunakan
sampel yang diambil dari populasi itu. Dan selanjutnya, apa yang dipelajari
dari sampel tersebut maka akan mendapatkan kesimpulan yang nantinya
diberlakukan untuk Populasi. Oleh karena itu sampel yang didapatkan dari
Populasi memang harus benar-benar representatif (mewakili).
Teknik dalam
pengambilan sampel yaitu Purposive sampling atau judgmental sampling. Penarikan sampel dari populasi secara
purposif adalah cara penarikan sampel yang dilakukan dengan memilih subjek
berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan oleh peneliti yaitu karyawan non
staff sebanyak 127 karyawan.
Menurut (Anwar
& Satrio, 2015) sampel adalah sebagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Agar sampel yang
diperoleh representative, peneliti menggunakan rumus Slovin Dalam Umar
(2005:120), yaitu sebagai berikut:
![]()
Keterangan
:
n =
Jumlah sampel
N =
Jumlah populasi
e =
Presentase kelonggaran karena kesalahan pengambilan sampel yang masih ditolelir
(ketidak telitian).
Berdasarkan
data diatas, maka pada objek penelitian terdapat sebanyak 188 orang karyawan.
Jika presisi yang digunakan adalah 5%, maka jumlah sampel yang diteliti dari
populasi sebesar 127 orang karyawan adalah sebagai berikut:

Hasil Penelitian dan Pembahasan
A. Uji Validitas
Uji validitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur
sah atau valid tidak nya suatu kuesioner. Pengujian validitas menggunakan
korelasi person product moment dimana
apabila
>
, pernyataan dinyatakan valid (Manoppo & Arie, 2016). Adapun hasil uji validitas dari masing-masing ariable dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
Tabel 2
Hasil
Uji Validitas
|
|
rhitung |
rtabel 5% (125) |
Kriteria |
|
X.1 |
.524 |
.176 |
Valid |
|
X.2 |
.285 |
.176 |
Valid |
|
X.3 |
.218 |
.176 |
Valid |
|
X.4 |
.336 |
.176 |
Valid |
|
X.5 |
.207 |
.176 |
Valid |
|
X.6 |
.193 |
.176 |
Valid |
Sumber: Diolah Penulis Berdasarkan Hasil
SPSS 25
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa korelasi antar
skor butir pernyataan dengan total skor
masing-masing pernyataan dalam variabel
lingkungan kerja
) dan kinerja karyawan (Y) lebih dari
yang berarti bahwa semua item pernyataan yang
digunakan dalam masing masing variabel telah valid.
B.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah derajat
ketepatan, ketelitian, atau keakuratan yang ditujukan oleh instrument
penelitian (Fadlurrohim et al., 2019). Menurut (Asriyanti & Janah, 2018), pengujian reliabilitas instrument
dapat dilakukan dengan eksternal (test-retest, equivalent, dan gabungan
keduanya), dan internal (internal consistency). Cara yang digunakan untuk
mengukur reliabilitas instrument dalam penelitian ini yaitu dengan internal
consistency, dilakukan dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil
pengetesan dan dengan Teknik belah dua dari (Nurhayati, 2021).
Uji
reliabilitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur kepercayaan,
keandalan, kestabilan serta konsistensi suatu kuesioner. Pengujian reliabilitas
menggunakan alpha-cronbach dimana
hasilnya reliabel apabila koefisien reliabilitas > 0,70 (Majid &
Ghozali, 2015). Adapun hasil
uji reliabilitas dari masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Tabel 3.
Hasil Uji
Reliabilitas
|
Variabel |
Alpha-cronbach |
Keterangan |
|
Lingkungan Kerja |
0,791 |
Reliabel |
|
Kinerja Karyawan (Y) |
0,829 |
Reliabel |
Sumber: Diolah Penulis Berdasarkan hasil
SPSS 25
Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai alpha-cronbach dari variabel komunikasi (
, lingkungan kerja
) dan kinerja
karyawan (Y) lebih dari 0,70 sehingga
jawaban yang diberikan responden dapat dipercaya atau reliabel.
C. Analisis Regresi Linier Sederhana
Analisis regresi sederhana digunakan peniliti dengan
maksud untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja
karyawan pada PT Wismilak Inti Makmur, Tbk.
Sedangkan hasil persamaan dalam penelitian ini dengan menggunakan
program SPSS dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.
|
Coefficientsa |
|||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
|
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
||||
|
1 |
(Constant) |
15.873 |
1.716 |
|
9.248 |
<.001 |
|
|
TOTAL_X |
.215 |
.071 |
.263 |
3.042 |
.003 |
|
|
|
a. Dependent Variable: TOTAL_Y |
|||||||
Sumber : Diolah Penulis menggunakan aplikasi SPSS 25
Dengan nilai konstanta (a) sebesar 15,873, sedang nilai
koefisien regresi (b) sebesar 0,215 sehingga hasil perhitungan hubungan
lingkungan kerja (Variabel Independen) terhadap kinerja karyawan (Variabel
Dependen) didapat-kan persamaan regresi:
Y = 15,873+0,215X
Berdasarkan persamaan regresi diatas
dapat dijelaskan bahwa :
1. Nilai
konstanta sebesar 6,211
Dalam hal ini dapat diartikan bahwa pada
saat komunikasi
) dan lingkungan kerja (
) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) sebesar 6,211
satuan.
2. Koefisien
variabel komunikasi
) sebesar 0,447
Dalam hal ini dapat diartikan bahwa apabila variabel
komunikasi
) mengalami peningkatan satu-satuan maka kinerja karyawan (Y)
juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,447 satuan.
3. Koefisien
variabel lingkungan kerja
) sebesar 0,207
Dalam hal ini dapat diartikan bahwa apabila variabel
lingkungan kerja
) mengalami peningkatan satu-satuan maka kinerja karyawan (Y)
juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,207 satuan. Persamaan tersebut dapat diterjemahkan:
a.
Konstanta sebesar 15,873 mengandung arti bahwa variable Y adalah sebesar
15,873.
b.
Koefisien regresi X sebesar 0,215, maka nilai partisipasi bertambah
sebesar 0,215. koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat
dikatakan bahwa arah pengaruh variable X terhatap Y adalah positif. Arti
positif ini bermaksud variable X dan variable Y mempunyai hubungan , jadi jika
lingkungan kerja membaik dan meningkat, kinerja karyawan di PT Wismilak Inti
Makmur Tbk ini juga akan meningkat.
D.
Hasil
Uji Hipotesis
1. Pengujian
Secara Parsial (Uji T)
Uji t menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel
bebas (Independent Variabel)
secara individual dalam menerangkan variabel terikat (Dependent Variabel) (Majid &
Ghozali, 2015).
Adapun hasil pengolahan data dalam penelitian ini dengan
menggunakan program SPSS adalah sebagai berikut :
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel lingkungan kerja
terhadap kinerja karyawan, proses pengujian sebagai berikut :
a)
: tidak ada pengaruh yang
signifikan dari lingkungan kerja (variabel independent) terhadap kinerja
karyawan (variabel dependent)
b)
: ada pengaruh signifikan dari lingkungan
kerja (variabel independent) terhadap kinerja karyawan (variabel dependent).
Dari tabel Coefficient diperoleh nilai Signifikansi : dari table
Cofficients diperoleh nilai signifikasnsi sebesar 0,003 < 0,05, sehingga
dapat disimpulkan variable x berpengaruh terhadap variable Y.
Berdasarkan nilai t dapat diketahui nilai
= 3,042 >
1,979, sehingga dapat disimpulkan bahwa
variable x berpengaruh terhadap variable y. berikut cara untuk mencarai ![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
PT Wismilak inti Makmur, Tbk adalah salah satu perusahaan
swasta yang bergerak dibidang produsen filter rokok. Yang mempunyai visi yaitu “Menjadi pemain industri kelas dunia
dengan produk dan layanan berkualitas premium melalui peningkatan berkelanjutan
yang didorong oleh intergritas, kerja tim, serta pengembangan inovasi yang
berkelanjutan”. Oleh sebab itu, penulis ngambil judul penelitian “Pengaruh
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja karyawan PT Wismilak Inti Makmur, Tbk”.
Dikarenakan penulis merasa jika ingin menjadi perusahaan yang berkelas dunia
yang menghasilkan produk yang bagus, suatu perusahaan juga harus memiliki
karyawan yang mempunyai kinerja yang baik, dan salah satu faktor kinerja yang
dimaksud adalah faktor lingkungan kerja yang ada di PT Wismilak Inti Makmur
Tbk. Ini bertujuan agar perusahaan PT Wismilak Inti Makmur, Tbk bisa mencapai visi
dan misinya, dan agar penulis tau apakah memang betul lingkungan kerja
berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT Wismilak Inti Makmur, Tbk.
Setelah pengajuan judul dan telah didisetujui oleh dosen
pembimbing dan di setujui oleh pihak perusahaan untuk melakukan pengamatan
mengenai masalah tersebut, akhirnya penulis menyebarkan angket yang berisi
beberapa pertanyaan yang berisi enam poin indikator lingkungan kerja sesuai
teori (Cintia &
Gilang, 2016) yaitu:
penerangan, suhu udara, suara bising, pewarnaan, keamanan, dan hubungan kerja.
serta teori (Dharma-Wardene
et al., 2004)
yang berisi mengenai kinerja karyawan yang meliputi : kuantitas, kualitas, dan
ketepatan waktu.
Setelah angket dibuat, penulis menyebar ke beberapa
karyawan di PT Wismilak Inti Makmur, Tbk sesuai dengan rumus Slovin yaitu 127
responden. Setelah
kuisioner terkumpul kembali, penulis mengolah data dengan menggunakan SPSS dan
didapat hasil ke enam indikator lingkungan kerja dinyatakan valid, dan
instrumen tersebut bisa diandalkan atau dipercaya dan bisa dinyatakan hasil
penelitian dianggap cukup reliabel sesuai dengan teori menurut (Suharsimi,
2003).
Dan tidak hanya itu, koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga
dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variable X terhatap Y adalah positif. Arti
positif ini bermaksud variable X dan variable Y mempunyai hubungan , jadi jika
lingkungan kerja membaik dan meningkat, kinerja karyawan di PT Wismilak Inti
Makmur Tbk ini juga akan meningkat. Serta setelah di Uji T ada pengaruh
signifikan dari lingkungan kerja (variabel independent) terhadap kinerja
karyawan (variabel dependent). Berdasarkan nilai t dapat diketahui nilai
t_hitung = 3,042 > t_tabel 1,979,
sehingga dapat disimpulkan bahwa variable x berpengaruh terhadap variable y.
berikut cara untuk mencarai t_tabel.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Wismilak Inti
Makmur Tbk. Hasil analisis diperoleh persamaan regresi antara lingkungan kerja dengan kinerja karyawan yaitu Y = 15,873 +
0,215. karyawan Dari tabel
Coefficients a diperoleh nilai
signifikan lingkungan kerja = 0,003 > 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini menolak hipotesis H_0dan menerima hipotesis H_1 yang berarti‚ serta berdasarkan nilai t dapat diketahui nilai t_hitung 3,042 > t_tabel 1,979, sehingga dapat disimpulkan bahwa variable x berpengaruh terhadap variable y yang berarti lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT Wismilak Inti Makmur, Tbk.
Anwar, I., & Satrio, B. (2015). Pengaruh harga dan kualitas produk
terhadap keputusan pembelian. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 4(12).
Asriyanti, F. D., & Janah, L. A. (2018). Analisis Gaya
Belajar Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian
Teori Dan Praktik Kependidikan, 3(2), 183–187.
Cintia, E., & Gilang, A. (2016). Pengaruh Lingkungan
Kerja Fisik Dan Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Pada KPPN Bandung I. EProceedings
of Management, 3(1).
Dharma-Wardene, M., Au, H.-J., Hanson, J., Dupere, D.,
Hewitt, J., & Feeny, D. (2004). Baseline FACT-G score is a predictor of
survival for advanced lung cancer. Quality of Life Research, 13(7),
1209–1216.
Fadlurrohim, I., Husein, A., Yulia, L., Wibowo, H., &
Raharjo, S. T. (2019). Memahami Perkembangan Anak Generasi Alfa Di Era Industri
4.0. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2(2), 178–186.
Gifari, A. I. (2020). Semangat Kerja, Konflik Kerja Dan
Lingkungan Kerja Pengaruhnya Terhadap Kinerja Pegawai Di Pusat Survei Geologi
Bandung (Studi Pada Sub-Bagian Umum Dan Kepegawaian). Universitas Komputer
Indonesia.
Hidayah, N., & Muntiah, N. S. (2019). Persepsi Pelaku UKM
Terhadap Laporan Keuangan Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa
Akuntabilitas Publik (SAK ETAP). Jurnal Akuntansi Indonesia, 8(1),
39–55.
Indarti, I., & Purba, D. M. B. (2011). Analisis
perbandingan harga saham dan volume perdagangan saham sebelum dan sesudah stock
split. Jurnal Ilmu Ekonomi ASET, 13(1), 36606.
Jufrizen, J. (2018). Peran motivasi kerja dalam memoderasi
pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.
Majid, R. A., & Ghozali, I. (2015). Analisis
faktor-faktor yang mempengaruhi pengungkapan emisi gas rumah kaca pada
perusahaan di indonesia. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Manoppo, H., & Arie, F. V. (2016). Pengaruh struktur
modal, ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan otomotif
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2014. Jurnal EMBA:
Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 4(2).
Norianggono, Y. C. P., Hamid, D., & Ruhana, I. (2014).
Pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap kinerja karyawan (Studi
pada karyawan PT. Telkomsel Area III Jawa-Bali Nusra di Surabaya). Jurnal
Administrasi Bisnis (JAB), 8(2).
Nurhayati, S. (2021). penerapan metode bermain bowling
aritmatika dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia dini. Tarbiyat
Al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 6(1), 57–70.
PUTRI, M. E. (2018). Analisis Pencemaran Logam Berat
Timbal (Pb) Pada Air Sumur Gali Penduduk di Sekitar TPA Ambulu Kabupaten Jember.
Riyanto, B. (2019). Siasat Mengemas Nikmat: Ambiguitas
Gaya Hidup dalam Iklan Rokok Di Masa Hindia Belanda sampai Pasca Orde Baru
1925-2000. Dwi-Quantum.
Sofyan, D. K. (2013). Pengaruh lingkungan kerja terhadap
kinerja kerja pegawai bappeda. Industrial Engineering Journal, 2(1).
Suharsimi, A. (2003). Dasar-dasar Evaluasi. Jakarta: Bumi
Aksara.
Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif Dan
Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili
Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38.
|
Anita Asnawi, Mochammad Arfani, Kristyan Dwijo
Susilo, Priyanto, Sri Kamariyah (2022) |
|
First publication right: Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia |
|
This article is licensed under: |