http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v5i12.1873 1493
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849
e-ISSN: 2548-1398
Vol. 5, No. 12, Desember 2020
KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA YOGYA GRAND
MAJALENGKA DILIHAT DARI PERSPEKTIF IKLAN DAN KOMUNIKASI
WORD OF MOUTH (WOM)
Ahmad Kamaludin
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) STMY Majalengka Jawa Barat, Indonesia
Abstract
This study aims to find out or analyze the influence of advertising and word of mouth
(WOM) on consumer purchasing decisions in Yogya Grand Majalengka. The method
used is descriptive quantitative with survey exoplanatory approach. The survey was
conducted by distributing questionnaires created through google form and received
167 responses to be analyzed. Data is analyzed through classic assumption tests,
hypothesis tests, multiple linear regression tests, and determinant coefficients using
SPSS applications. Ads negatively affect purchasing decisions, while WOM both
partially and simultaneously with ads has a positive effect on purchasing decisions.
Free variables cannot provide a thorough explanation in answering the problem of
consumer purchasing decisions in Yogya Grand Majalengka. The research findings
can be used as information for Yogya Grand Majalengka in determining marketing
strategies in the future and as empirical evidence that may be useful for further
research on marketing management topics.
Keywords: advertising; purchasing decision; word of mouth.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau menganalisa pengaruh iklan dan word
of mouth (WOM) terhadap keputusan pembelian konsumen di Yogya Grand
Majalengka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan
eksplanatori survey. Survey dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang dibuat
melalui google form dan didapat respon sebanyak 167 feedback untuk dianalisa. Data
dianalisa melalui uji asumsi klasik, uji hipotesis, uji regresi linear berganda, dan
koefisien determinasi menggunakan aplikasi SPSS. Iklan berpengaruh negative
terhadap keputusan pembelian, sedangkan WOM baik secara parsial maupun simultan
bersama iklan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Variabel bebas
tidak dapat menyediakan penjelasan secara menyeluruh dalam menjawab
permasalahan keputusan pembelian konsumen di Yogya Grand Majalengka. Temuan
penelitian dapat digunakan sebagai informasi bagi pihak Yogya Grand Majalengka
dalam menentukan strategi pemasaran dikemudian hari dan sebagai bukti empiris
yang mungkin berguna bagi penelitian selanjutnya pada topik manajemen pemasaran.
Kata Kunci: Iklan; Keputusan Pembelian; Word Of Mouth.
Ahmad Kamaludin
1494 Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020
Pendahuluan
Nielsen Global Survey of Trust in Advertising 2013 yang melibatkan 29.000
konsumen dari 58 negara menyebutkan bahwa 84% konsumen percaya terhadap
rekomendasi dari teman dan keluarga termasuk dengan koneksi lainnya yang terdapat
dimedia sosial. Ada 69% konsumen percaya pada iklan yang ada di website brand dan
68% konsumen percaya pada ulasan online yang diberikan oleh orang lain (Wire, 2013).
Adapun tingkat kepercayaan konsumen akan informasi yang terdapat pada iklan berada
pada posisi jauh dibandingkan dengan WOM. Hanya 62% konsumen percaya pada iklan
di TV, 61% iklan di koran, dan 60% iklan di majalah. Iklan pada sosial media dan video
online bahkan tidak menembus angka 50%. Kepercayaan konsumen paling rendah
terhadap iklan terdapat pada iklan di pesan spam mobilephone dengan prosentase sebesar
37% (Wire, 2013).
Pada tahun 2015, Nielsen Indonesia menyatakan bahwa rekomendasi WOM masih
menjadi yang paling kredibel dibandingkan bauran komunikasi pemasaran lainnya. Di
seluruh Asia Tenggara, 88% konsumen menempatkan kepercayaan tertinggi pada WOM
dari orang yang mereka kenal (Filipina 91%, Vietnam 89%, Malaysia 86%, Thailand
82%). Di Indonesia sendiri, tingkat kepercayaan konsumen terhadap WOM dan Iklan
sama besar diangka 89% (Wire, 2015).
Iklan di televisi, majalah dan surat kabar terus menjadi salah satu bentuk iklan
berbayar paling terpercaya di Asia Tenggara. Hampir delapan dari 10 konsumen di
Indonesia (79%), Thailand (78%), Filipina (75%), Vietnam (69%), Singapura (64%), dan
Malaysia (63%) menunjukkan kepercayaan mereka pada iklan televisi. Semua prosentase
tersebut diatas atau konsisten dengan rata-rata global 63%, tujuh puluh persen konsumen
Asia Tenggara terus mempercayai iklan di majalah dan 69% pada iklan surat kabar. Iklan
berbayar yang ditayangkan pada mesin pencari (search engine) memiliki kredibilitas
tinggi dengan 6 dari 10 konsumen atau 57% (Thailand 63%, Indonesia 61%, Filipina
56%, Vietnam 55%, Malaysia dan Singapura 46%). Kredibilitas iklan di media sosial dan
video online memiliki tingkat kredibilitas masing-masing 53% dan 52%. Sementara
kurang dari separuh konsumen di wilayah ini mempercayai iklan spanduk online (47%),
iklan seluler (45%), keduanya melebihi rata-rata global masing-masing 42% dan 43%.
Kepercayaan konsumen Asia Tenggara pada iklan teks seluler mencapai 35%, satu poin
lebih rendah dari rata-rata global (Wire, 2015).
WOM diidentifikasi sebagai pemberi pengaruh pada keputusan pembelian
sebanyak 74%, tapi hanya 33% dari pelaku usaha yang aktif mencari tahu ulasan dari
konsumen (Warren, 2020). Pemasaran Word-of-Mouth (WOM) telah menarik baik
peneliti maupun praktisi pemasaran menyelidiki pengaruhnya terhadap merek,
perusahaan, dan perilaku pembelian, baik online maupun offline (Brown, Broderick, &
Lee, 2007). Transmisi WOM pada era sekarang tidak hanya melalui tatap muka, tetapi
WOM dapat dibantu oleh platform digital telah memperluas saluran dan peluang yang
tersedia bagi konsumen untuk berinteraksi atau bertukar informasi dengan menggunakan
forum online, chat room, dll. WOM memengaruhi perilaku konsumen dengan
menciptakan kesadaran, mengubah atau mengonfirmasi persepsi konsumen, menciptakan
Keputusan Pembelian Konsumen pada Yogya Grand Majalengka Dilihat dari Perspektif
Iklan dan Komunikasi Word of Mouth (WOM)
Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020 1495
minat untuk membeli produk (Hennig-Thurau, Wiertz, & Feldhaus, 2015; Kumar,
Bezawada, Rishika, Janakiraman, & Kannan, 2016; Risselada, Verhoef, & Bijmolt,
2014). WOM juga dapat mendorong pembelian ulang dan lebih persuasive dibandingkan
media tradisional lain seperti iklan (Iyengar, Van den Bulte, & Lee, 2015).
Yogya Grand Majalengka berada dalam Yogya Group milik PT. Akur Pratama yang
bergerak dibidang industri self-service retail (pasar swalayan). Persaingan bisnis di
Industri ini kian tahun menjadi semakin ketat, terbukti dengan semakin bertambahnya
jumlah took swalayan dihampir setiap kota di Indonesia. Bertambahnya jumlah toko
berbanding lurus dengan jumlah pedapatan yang diterima di industri ini. Mengutip
pernyataan Tutum Rahanta selaku wakil ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia
(Aprindo), pendapatan retail di seluruh Indonesia dari tahun 2016-2018 selalu meningkat
dengan masing-masing sebesar Rp205 Triliun, Rp212 Triliun, dan Rp233 Triliun. Bahkan
Alfamart sebagai salah satu competitor dari Yogya Grand Majalengka pada Tahun 2018
kuartal III membukukan omzet sebesar Rp49,60 Triliun (Herdianto, 2019).
Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa iklan berpengaruh terhadap keputusan
pembelian (Majeed et al., 2020; Sienatra, 2020), tetapi (Tang & Chan, 2017) menyatakan
bahwa iklan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Secara umum, penelitian-
penelitian sebelumnya menyatakan bahwa iklan dan WOM memiliki pengaruh terhadap
keputusan pembelian (Susanti, Rachma, & Slamet, 2019; Trung & Khalifa, 2019).
Berdasarkan pemaparan fenomena-fenomena diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh iklan dan komunikasi Word of Mouth (WOM) terhadap keputusan
pembelian konsumen di Yogya Grand Majalengka. Fokus penelitian berpusat pada
adakah hubungan antar variabel dan berapa besar pengaruh dari iklan dan WOM terhadap
keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini merupakan bukti empirik yang dapat
digunakan sebagai informasi untuk pihak Yogya Grand Majalengka dalam menentukan
kebijakan guna meningkatkan pembelian.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain
penelitian eksplanatori survey yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara
variabel penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini dengan cara survey sebagai
data primer menggunakan kuesioner berisi pernyataan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden. Selain itu, digunakan pula data sekunder berupa
data yang diperoleh dari buku maupun jurnal ilmiah yang berkaitan dengan iklan,
komunikasi word of mouth, dan keputusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini
adalah konsumen yang pernah melakukan pembelian di Yogya Grand Majalengka.
Kuesioner dibuat menggunakan google form dan disebar melalui tautan, kemudian
didapat tanggapan sebanyak 167 responden.
Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan nilai
koefisien determinasi. Penggunaan analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
antara variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu antara Iklan (X1) dan Word of Mouth
(X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y) dengan persamaan umum sebagai berikut: : Y =
Ahmad Kamaludin
1496 Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020
α + b1X1 + b2X2. Metode pengujian Hipotesis menggunakan Uji t untuk menunjukan
pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat secara individual dan Uji F untuk
mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan.
Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan, sebab definisi operasional akan
mempermudah peneliti dalam menggunakan alat pengambil data yang cocok. Berikut
adalah tabel definisi operasional variabel dalam penelitian ini:
Tabel 1
Operasionalisasi variabel
No
Variabel
Konsep
Dimensi
Pengukuran
1
Efektivitas
Iklan
Semua bentuk penyajian
dan promosi non-
personal atas ide barang
dan jasa yang dilakukan
oleh perusahaan sponsor
tertentu merupakan
bentuk iklan (P. Kotler
dan Keller, 2006).
a. Attention
b. Interest
c. Desire
d. Action
(Skala)
Tidak Setuju 1
2 3 4 5 Setuju
Rendah 1 2 3 4
5 Tinggi
2
Efektivitas
Word of
Mouth
WOM bisa berupa
pemberian rekomendasi,
baik secara lisan, tulisan,
atau elektronik, dari
individu atau kelompok
tertentu kepada indidu
atau kelompok yang lain
secara personal (P.
Kotler dan Keller, 2006).
a. Intensity
b. Valence of
Opinion
c. Content
(Skala)
Tidak Setuju 1
2 3 4 5 Setuju
Rendah 1 2 3 4
5 Tinggi
3
Tingkat
Keputusan
Pembelian
Keputusan pembelian
merupakan tahap dari
proses keputusan
pembelian yaitu ketika
konsumen benar-benar
membeli produk
(Sangadji, 2017)
a. Produk
b. Merek
c. Penyalur
d. Waktu
Pembelian
e. Jumlah
Pembelian
f. Metode
Pembayaran
(Skala)
Tidak Setuju 1
2 3 4 5Setuju
Rendah 1 2 3 4
5 Tinggi
Hasil Dan Pembahasan
Setelah data dikumpulkan, kemudian dilakukan pengujian normalitas, hipotesis,
regresi, dan koefisien determinasi menggunakan bantuan aplikasi SPSS 24.
1. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa persamaan regresi yang
didapatkan akan memiliki ketepatan, uji asumsi klasik yang digunakan adalah uji
normalitas dan multikolinieritas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah
residual yang didapatkan terdistribusi secara normal atau tidak, ini digunakan untuk
mengetahui pengaruh variabel bebas/independen (iklan dan WOM) terhadap variabel
Keputusan Pembelian Konsumen pada Yogya Grand Majalengka Dilihat dari Perspektif
Iklan dan Komunikasi Word of Mouth (WOM)
Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020 1497
terikat/dependen (Keputusan Pembelian) melalui uji t dan F yang hanya akan valid
jika residual yang kita dapatkan mempunyai distribusi yang normal. Uji
Multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah model regresi terdapat korelasi
(hubungan) antara variabel bebas dan terikat, model tidak boleh terjadi gejala
multikolinieritas.
2. Uji Normalitas
Tabel 2
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N
167
Normal Parameters
a,b
Mean
.0000000
Std.
Deviation
2.29904939
Most Extreme Differences
Absolute
.130
Positive
.095
Negative
-.130
Test Statistic
.130
Asymp. Sig. (2-tailed)
.000
c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber: Output SPSS (Penulis, 2020)
Berdasarkan tabel 2 diatas, diketahui bahwa nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar
0.200 > 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data pada penelitian ini berdistribusi
normal dan asumsi normalitas terpenuhi.
Tabel 3
Coefficients
a
Model
Unstandardized
Coefficients
Standardized
Coefficients
T
Sig.
Correlations
Collinearity
Statistics
B
Std.
Error
Beta
Zero-
order
Partial
Part
Tolerance
VIF
1
(Constant)
10.825
1.546
7.002
.000
Iklan
-.030
.025
-.060
-1.198
.233
.118
-.093
-.058
.950
1.052
word of
mouth
.592
.037
.795
16.003
.000
.782
.781
.775
.950
1.052
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Output SPSS (Penulis, 2020)
3. Uji Multikolinieritas
Berdasarkan tabel 3, pada kolom “correlations”, Korelasi zero-order
menjelaskan koefisien korelasi antara variabel Iklan, Word of Mouth, dan Keputusan
Pembelian. Besarnya korelasi antara variabel bebas dan terikat masing-masing
adalah 0.118 dan 0.782. Nilai VIF (variance inflation factor) lebih dari 1.00. Artinya,
Ahmad Kamaludin
1498 Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020
dengan data mean centered tidak terdapat multikolinieritas antara variabel bebas dan
terikat.
4. Uji Hipotesis
a. Parsial
Berdasarkan tabel 3 diatas, diperoleh nilai t = -.1.198 untuk variabel iklan
dan 16,003 untuk variabel Word of Mouth. Nilai t untuk DF=167(n-2) dengan
α=0,05 adalah 1,654. T hitung untuk variabel iklan lebih kecil dibandingkan t
tabel. Artinya, iklan berpengaruh negative terhadap keputusan pembelian (H1
Ditolak). Selanjutnya, t hitung untuk variabel WOM lebih besar dibandingkan
dengan t tabel.Artinya, WOM berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
(H2 Diterima).
Temuan penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian sebelumnya
yang menyatakan bahwa iklan memberikan pengaruh positif terhadap keputusan
pembelian. Akan tetapi, temuan penelitian yang menyatakan bahwa WOM
berpengaruh postifi signifikan terhadap keputusan pembelian sejalan dengan hasil
penelitian sebelumnya dan pendapat para ahli.
b. Simultan
Tabel 4
ANOVA
a
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
1401.855
2
700.928
131.012
.000
b
Residual
877.414
164
5.350
Total
2279.269
166
a. Dependent Variable: keputusan pembelian
b. Predictors: (Constant), word of mouth, iklan
Sumber: Output SPSS (Penulis, 2020)
Tabel 4 diatas menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05, artinya
semua variabel independen (Iklan dan WOM) secara simultan memiliki pengaruh
terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain, hipotesis ketiga (H3) diterima.
Temuan penelitian sejalan dengan hasil penelitian-penelitian sebelumnya.
5. Uji regresi dan Koefisien Determinasi
Analisis regresi digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel yang
menjadi ramalan dan variabel yang dipercaya secara statistik berhubungan dengan
variabel ramalan. Berdasarkan tabel 3 diatas, diperoleh persamaan regresi Y= 10,825
- 0,30X1 + 0,592X2. Tanda (-) menunjukkan hubungan antara variabel berjalan dua
arah yang artinya semakin tinggi variabel iklan, maka semakin rendah tingkat
keputusan pembelian.
Keputusan Pembelian Konsumen pada Yogya Grand Majalengka Dilihat dari Perspektif
Iklan dan Komunikasi Word of Mouth (WOM)
Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020 1499
Tabel 5
Model Summary
b
Model
R
R
Square
Adjusted R
Square
Std. Error of
the Estimate
1
.784
a
.615
.610
2.313
a. Predictors: (Constant), word of mouth, iklan
b. Dependent Variable: keputusan pembelian
Sumber: Output SPSS (Penulis, 2020)
Berdasarkan tabel 5, diperoleh nilai koefisien determinasi (adjusted R square)
sebesar 0,610. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel independen memberikan
pengaruh sebesar 61,0% terhadap variabel dependent, sedangkan sisanya sebesar
39% keputusan pembelian konsumen di Yogya Grand Majalengka dipengaruhi oleh
variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini sejalan dengan
penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan
dari iklan dan WOM terhadap keputusan pembelian (Zahroh, 2016) (Husen,
Sumowo, & Rozi, 2018) (Wicaksono & Seminari, 2016) (Susanti et al., 2019)
(Widyaputra, 2018) (Ramadhani, 2019) (Purnama, Anggraini, Hartono, &
Ernungtyas, 2019) (Prasetyo & Wahyuati, 2016).
Hal ini juga sejalan dengan pendapat ahli yang menyatakan bahwa salah satu
strategi untung meningkatkan efektifitas strategi pemasaran guna meningkatkan
tingkat keputusan pembelian konsumen adalah dengan memaksimalkan bauran
komunikasi pemasaran yang dalam penelitian ini adalah bauran komunikasi iklan dan
WOM (P. Kotler dan Keller, 2006). Iklan yang dilakukan Yogya Grand Majalengka
secara langsung atau tidak telah memberikan ajakan (persuasi) untuk membuat
konsumen melakukan pembelian, tujuan iklan tersebut telah tercapai (Kasali, 1992).
Komunikasi WOM yang telah dilakukan oleh konsumen telah membuat calon
konsumen yakin untuk melakukan pembelian di Yogya Grand Majalengka, maka
memang benar jika WOM merupakan salah satu sumber informasi yang paling
berpengaruh dalam transfer informasi yang dilakukan oleh konsumen.WOM
memengaruhi perilaku konsumen dengan menciptakan kesadaran, mengubah atau
mengonfirmasi persepsi konsumen, menciptakan minat untuk membeli produk
(Risselada et al., 2014) (Hennig-Thurau et al., 2015) (Kumar et al., 2016).WOM juga
dapat mendorong pembelian ulang dan lebih persuasive dibandingkan media
tradisional lain seperti iklan (Iyengar et al., 2015) (Godes & Mayzlin, 2004).
Kesimpulan
Persaingan bisnis di industri self-service retail (toko swalayan) sangatlah ketat.
Yogya Grand Majalengka harus bisa menjadi leader dalam indusri ini di wilayah mereka.
Untuk itu, perlu diperhatikan sangat serius mengenai kepuasan konsumen yang telah
melakukan pembelian dengan harapan mereka akan memberikan ulasan yang baik dan
memberikan rekomendasi kepada calon konsumen. Perlu dievaluasi kembali mengenai
Ahmad Kamaludin
1500 Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020
iklan produk yang ditawarkan karena hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan
berpengaruh negative terhadap keputusan pembelian walaupun pengaruh yang diberikan
sangatlah kecil.WOM baik secara parsial maupun simultan bersama dengan iklan
berpengaruh positif terhadap pembelian konsumen.
Keputusan Pembelian Konsumen pada Yogya Grand Majalengka Dilihat dari Perspektif
Iklan dan Komunikasi Word of Mouth (WOM)
Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020 1501
BIBLIOGRAFI
Brown, Jo, Broderick, Amanda J., & Lee, Nick. (2007). Word of mouth communication
within online communities: Conceptualizing the online social network. Journal of
Interactive Marketing, 21(3), 220.
Godes, David, & Mayzlin, Dina. (2004). Using online conversations to study word-of-
mouth communication. Marketing Science, 23(4), 545560.
Hennig-Thurau, Thorsten, Wiertz, Caroline, & Feldhaus, Fabian. (2015). Does Twitter
matter? The impact of microblogging word of mouth on consumers’ adoption of new
movies. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(3), 375394.
Herdianto, Dendy. (2019). Fakta Menarik! Data Pertumbuhan Retail di Indonesia.
https://qazwa.id/blog/data-pertumbuhan-bisnis-ritel-di-indonesia/
Husen, Akhmad, Sumowo, Seno, & Rozi, Akhmad Fahrur. (2018). Pengaruh Lokasi,
Citra Merek Dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Mie
Ayam Solo Bangsal Jember. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 4(2), 127
143.
Iyengar, Raghuram, Van den Bulte, Christophe, & Lee, Jae Young. (2015). Social
contagion in new product trial and repeat. Marketing Science, 34(3), 408429.
Kasali, Rhenald. (1992). Manajemen periklanan konsep dan aplikasinya di Indonesia.
Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Kumar, Ashish, Bezawada, Ram, Rishika, Rishika, Janakiraman, Ramkumar, & Kannan,
P. K. (2016). From social to sale: The effects of firm-generated content in social
media on customer behavior. Journal of Marketing, 80(1), 725.
Majeed, Arfan, Zhang, Yingfeng, Ren, Shan, Lv, Jingxiang, Peng, Tao, Waqar, Saad, &
Yin, Enhuai. (2020). A big data-driven framework for sustainable and smart additive
manufacturing. Robotics and Computer-Integrated Manufacturing, 67, 102026.
P. Kotler dan Keller, K. (2006). Marketing Management, twelfth Ed. New Jersey: Pearson
Prentice Hall, Upper Saddle River.
Prasetyo, Antoni, & Wahyuati, Aniek. (2016). Pengaruh Strategi Promosi dan Word Of
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian pada Kopiganes. Jurnal Ilmu dan Riset
Manajemen (JIRM), 5(1), 117.
Purnama, Paramita, Anggraini, Rosita, Hartono, Arintowati, & Ernungtyas, Niken F.
(2019). Terpaan Iklan Digital, Word Of Mouth dan Komunikasi Pemasaran
Interaktif pada Keputusan Pembelian Produk Perawatan Tubuh. Komunida: Media
Komunikasi dan Dakwah, 9(2), 192209.
Ramadhani, Khoirul Rizal. (2019). Pengaruh Iklan Media Elekteronik dan Word of
Ahmad Kamaludin
1502 Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020
Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. BIMA: Journal of Business and
Innovation Management, 1(3), 301317.
Risselada, Hans, Verhoef, Peter C., & Bijmolt, Tammo H. A. (2014). Dynamic effects of
social influence and direct marketing on the adoption of high-technology products.
Journal of Marketing, 78(2), 5268.
Sangadji, Etta Mamang. (2017). Perilaku Konsumen; Pendekatan praktis disertai
himpunan jurnal penelitian. http://library.usd.ac.id/web/index.php?pilih=search&p
=1&q=0000125481&go=Detail
Sienatra, Krismi Budi. (2020). Penggunaan Brand Awareness sebagai Mediasi Antara
Advertising dan Purchase Decision Produk Fashion Online. Jurnal Manajemen
Bisnis dan Kewirausahaan, 4(6), 340345.
Susanti, Lita Lusiana, Rachma, N., & Slamet, Afi Rahmat. (2019). Pengaruh Ekuitas
Merek, Daya Tarik Iklan dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian pada
Matahari Departemen Store Malang Town Square. Jurnal Ilmiah Riset Manajemen,
8(13), 112.
Tang, Mui Joo, & Chan, Eang Teng. (2017). The impact of online advertising on
generation Y’s purchase decision in Malaysia. International Journal of Humanities
and Social Sciences, 11(4), 973981.
Trung, Nguyen Vu Hieu, & Khalifa, Gamal S. A. (2019). Impact of Destination Image
Factors On Revisit Intentions Of Hotel’s International Tourists In Ba Ria-Vung Tau
(Br-Vt) The Mediating Role Of Positive Word Of Mouth. International Journal on
Recent Trends in Business and Tourism, 3(2), 106115.
Warren, Matt. (2020). Word of Mouth Marketing in 2020: How to Create a Strategy For
Social Media Buzz and Skyrocket Referral Sales. https://exmerce.ca/word-of-
mouth-marketing-in-2020-how-to-create-a-strategy-for-social-media-buzz-
skyrocket-referral-sales/
Wicaksono, Mohammad Pambudi Ary, & Seminari, Ni Ketut. (2016). Pengaruh iklan dan
word of mouth terhadap brand awareness traveloka. E-Jurnal Manajemen
Universitas Udayana, 5(8), 50985127.
Widyaputra, Kurniawan Hasbi. (2018). Pengaruh Kualitas Produk, Brand Ambassador,
Kreativitas Iklan, Dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Yamaha Mio
(Studi Kasus Kepada Kalangan Mahasiswa di Surabaya). Jurnal Ilmu dan Riset
Manajemen, 7(7), 18.
Wire, Klick. (2013). Nielsen Study: Trust Strongest For WOM, Online Ads Improving.
https://www.klick.com/health/news/blog/sem-media/nielsen-study-trust-strongest-
for-wom-online-ads-improving/
Zahroh, Bagas A. Pamungkas dan Siti. (2016). Pengaruh Promosi di Media Sosial dan
Keputusan Pembelian Konsumen pada Yogya Grand Majalengka Dilihat dari Perspektif
Iklan dan Komunikasi Word of Mouth (WOM)
Syntax Literate: Vol. 5, No. 12, Desember 2020 1503
Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Kasus Pada Kedai Bontacos,
Jombang). Jurnal Komunikasi, 10(2), 145159.