Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia ISSN : 2541-0849

e-ISSN : 2548-1398

Vol. 2, No 12 Desember 2017

 

 


PENERAPAN METODE MENCARI PASANGAN DENGAN MEDIA KARTU JODOH DALAM MENULIS KREATIF CERITA PENDEK

 

Teguh Iman Perdana

Akademi Maritim Cirebon

Email: tmanperdana@gmail.com

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menulis kreatif cerita pendek melalui media kartu jodoh. Penelitian ini bemetodekan kuasi eksperimen. Teknik pengambilan data dilakukan melalui tes dan observasi. Pengujian atau tes dilakukan untuk mengukur besarnya penerimaan siswa terhadap perlakuan, sedangkan observasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hasil data pascates menyebutkan bahwa peningkatan kreatifitas menulis cerita pendek siswa pada kelas eksperimen terlihat baik. Hal tersebut terbukti dengan meningkatnya nilai rerata dari 63,57 ke 79,07. Selanjutnya data ini diuji dengan menggunakan uji t dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh t hitung sebesar 3,73 dan t tabel sebesar 1,99. Hal tersebut berarti menunjukkan bahwa t hitung > t tabel. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Berorientasi pada hasil di atas penulis kemudian berkesimpulan bahwa penerapan metode kartu jodoh secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan dan/atau kreativitas menulis cerita pendek.

 

Kata Kunci: Menulis Kreatif, Metode Mencari Pasangan

 

Pendahuluan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keprihatinan penulis terhadap karakter peserta didik pada zaman sekarang. Karakter peserta didik pada zaman sekarang sedikit banyak dipengaruhi oleh adanya sinetron-sinetron atau acara-acara yang terdapat di dalam televisi. Pengadaan pendidikan karakter yang dilakukan oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan suatu harapan bahwa karakter peserta didik akan menjadi lebih baik. Pendidikan sebagaimana yang dimaksud seyogyanya dilakukan oleh pemerintah dengan menyelipkan nilai-nilai moral dan berakhlak mulia di dalam materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam pembelajaran cerpen salah satunya. Dengan amanat yang terkandung di dalam cerpen diharapkan peserta didik akan dapat mengambil hikmah dari cerpen tersebut.

Secara umum cerpen merupakan fiksi singkat yang dapat dibaca dalam sekali duduk (Sumardjo, 2007: 202). Sedang dalam pandangan yang berbeda, Cerpen juga diartikan sebagai karya sastra yang serupa dengan novel drama dan sejenisnya, akan tetapi, cerpen dinilai lebih ringkas dibanding karya-karya yang disebutkan di atas (Sutawijaya dan Rumini, 1996: 1). Nurgiantoro (2012) juga menambahkan bahwa, Cerpen atau cerita pendek merupakan karya sastra yang pendek dan tidak memiliki aturan khusus. Sedang dalam pandangan yang berbeda, Cerpen dikatakan sebagai karya yang sedikitnya memiliki 5.000 kata dalam 17 halaman ukuran quarto (Tarigan: 2011)

Dalam kenyataannya pembelajaran terkait cerpen khususnya dalam pembelajaran menulis kreatif cerpen menemui beberapa hambatan, diantaranya adalah 1) dari segi struktur cerita pendek banyak siswa yang belum mengetahui struktur cerpen yang benar, 2) dari segi unsur cerpen masih banyak siswa yang tidak dapat membedakan mana yang termasuk ke dalam unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, 3) dari segi unsur intrinsik masih banyak siswa yang belum mampu membedakan mana yang termasuk ke dalam tema, latar, setting, dan sebagainya.

Untuk merespon masalah tersebut peneliti tertarik menggunakan kartu jodoh sebagai metode belajar. Metode pembelajaran tersebut diduga akan lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif cerpen siswa SMP. Langkah-langkah metode mencari pasangan menurut Huda (2014, hal. 252-253) terdiri dari sembilan langkah.

1)   Guru menyampaikan materi dan/atau setelahnya memberi tugas untuk menguasai materi ajar di rumah;

2)   Siswa dibagi ke dalam 2 kelompok untuk kemudian berhadap-hadapan;

3)   Guru memberi kartu berisi pertanyaan dan jawaban pada kedua kelompok untuk kemudian dicocokkan;

4)   Guru mengarahkan siswa untuk mencari pasangan dengan mencocokkan kartu pertanyaan dengan jawaban dan begitu sebaliknya dengan waktu yang telah ditentukan guru;

5)   Guru mengarahkan siswa kelompok kelompok A untuk mencari pasangan di kelompok B dengan media kartu jodoh. Setelah masing-masing siswa menemukan jodohnya, siswa kemudian diwajibkan untuk membuat laporan dan guru akan memberi catatan pada kertas yang telah disiapkan;

6)   Saat waktu habis, guru akan mengumumkannya di dalam kemudian. Kemudian, siswa yang belum berhasil menemukan jodoh akan dikumpulkan pada kelompok khusus;

7)   Guru memanggil satu pasangan untuk berpresentasi. Pasangan lain dan siswa yang tidak mendapat pasangan memperhatikan dan memberikan tanggapan apakah pasangan itu cocok atau tidak;

8)   Terakhir, guru memberikan kofirmasi terkait kecocokan pertanyaan dan jawaban yang siswa presentasikan;

9)   Guru memanggil pasangan berikutnya, begitu seterusnya sampai seluruh pasangan melakukan presentasi;

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk memberi gambaran terkait keterampilan menulis kreatif cerita pendek melalui pendekatan mencari pasangan dengan metode kartu jodoh. Di sisi lain, tujuan penelitian ini juga untuk menguji metode tersebut, dan mengukur tingkat signifikansinya pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lemahabang tahun pelajaran 2014/2015.

 

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain yang digunakan adalah desain The Static-Group Pretest-Posttest Design. Menurut Fraenkel (2008, hlm. 270) desain ini melibatkan dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelas eksperimen akan diberikan perlakuan seperti terlihat dalam desain di atas, sementara kelas control tidak mendapatkan perlakuan. Kedua kelompok akan sama-sama diberikan pretest dan posttest. Dari hasil pretest dan posttest tadi nantinya akan diketahui perbandingan sejauh mana perubahan antara kelas control dan kelas eksperimen sesudah dan sebelum diberikan perlakuan.

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lemahabang yang dijadikan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing terdiri dari 38 siswa. Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini berupa laporan hasil observasi dan aktivitas siswa mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran beserta data kemampuan siswa yang diujikan melalui tes menulis kreatif cerita pendek.

Sesuai dengan data dan tujuan penelitian yang telah ditetapkan, kegiatan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi dan tes tertulis. Observasi dilakukan terhadap aktivitas siswa untuk mengetahui sejauh mana aktivitas siswa. Sedangkan tes dilakukan untuk mengetahui seberapa berhasil penerapan metode tersebut.

Agar penelitian berjalan lancar, diperlukan instrumen penelitian. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan penulis adalah menggunakan instrumen tes dan menggunakan instrumen observasi yaitu pengamatan secara langsung. Instrumen tes digunakan untuk mendapatkan data hasil dari penelitian terkait dari prestasi belajar siswa, sedangkan instrument observasi yaitu pengamatan secara langsung dilakukan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data kuantitatif, dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan rumus statistika untuk mengukur keterampilan siswa dalam menyerap metode dan mengonvesinya menjadi sebuah peningkatan keterampilan menulis kreatif. mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis kreatif cerita pendek menggunakan metode mencari pasangan dengan media kartu jodoh. Sedangkan analisis kualitatif dilakukan untuk mendeskripsikan keterampilan siswa dalam menyerap metode dan mengonvesinya menjadi sebuah peningkatan keterampilan menulis kreatif.

 

Hasil dan Pembahasan

1.      Pelaksanaan Pembelajaran Menulis Kreatif Cerpen Menggunakan Metode Mencari Pasangan dengan Media Kartu Jodoh

Proses pelaksaan penelitian dengan metode yang telah disebut di atas dilakukan di kelas eksperimen. Kelas tersebut tidak lain adalah kelas VIII A. Pembelajaran sebagaimana yang telah disebut di atas dilakukan sebanyak empat kali pertemuan. Lama setiap kali pertemuan adalah 2 x 45 menit. Pertemuan pertama dilakukan pada tanggal 18 April 2015 untuk melakukan prates, pertemuan kedua dilakukan pada tanggal 22 April 2015. Selanjutnya pertemuan ketiga dilakukan pada tanggal 25 April 2015 dan keempat pada tanggal 29 April 2015. Sedangkan pertemuan kelima dilakukan pada tanggal 2 Mei 2015 dilakukan untuk melakukan pasca tes.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 April 2015. Pada pertemuan ini guru memulai kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Setelah semua siswa diperiksa kehadirannya guru kemudian langsung menjelaskan bahwa akan dilaksanakan pra tes sebelum dilaksanakan pembelajaran. Setelah guru menjelaskan baru kemudian guru menyampaikan kepada para siswa bahwa sebagai pra tes mereka diminta untuk membuat sebuah cerita pendek bebas bertema apa saja dengan ketentuan sesuai dengan soal yang terdapat pada instrument penelitian.

Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 April 2015. Sebelum memulai kegiatan guru memulai pembelajaran dengan menyampaikan salam kepada seluruh siswa dan memeriksa kehadiran siswa. Selanjutnya guru mengkondisikan kelas untuk bersiap-siap melakukan pembelajaran. Pada awal pembelajaran guru menyampaikan kompetensi dasar (KD) dan indikator yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Setelah memberitahukan KD, pendidik melanjutkan proses awal pembelajaran dengan menjelaskan metode apa yang akan digunakan dalam pembelajaran ini. Setelah guru menjelaskan penggunaan metode dalam pembelajaran kemudian guru masuk ke bagian inti pembelajaran. Pada bagian awal inti pembelajaran guru menjelaskan seperti biasa mengenai struktur cerpen dan unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerita pendek. Setelah selesai menjelaskan guru kemudian menanyakan kepada siswa apakah ada hal yang ditanyakan atau tidak. Guru kemudian membagi kepada siswa menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B. Kemudian guru menjelaskan prosedurnya bahwa kali ini akan dibagikan kartu kepada masing-masing siswa di tiap kelompoknya, masing-masing siswa diharuskan mencari pasangannya dengan kelompok lain misal kelompok A mencari pasangan di kelompok B, begitu juga sebaliknya. Setelah menjelaskan prosedur kemudian guru membagikan kartu jodoh tersebut lalu siswa mencari pasangannya masing-masing. Siswa yang telah mendapatkan pasangannya melaporkan ke guru untuk dicatat sebagai data kelompok yang akan mempresentasikan.

Pertemuan ketiga dilaksanakan pada tanggal 25 April 2015. Pertemuan ketiga diawali dengan menyampaikan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Setelah memeriksa kehadiran siswa kemudian guru meminta kepada siswa untuk membentuk duduk dengan pasangannya masing-masing yang mereka dapatkan pada pertemuan sebelumnya. Setelah masing-masing siswa duduk dengan pasangannya masing-masing kemudian guru meminta siswa untuk mempresentasikan dengan pasangannya masing-masing di depan kelas. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui bahwa mereka mendapatkan pasangan yang benar atau tidak. Selama siswa melakukan presentasi siswa lain mendengarkan dan menyampaikan koreksinya apabila ada yang salah. Kemudian setelah itu guru baru mengkonfirmasikan jawaban yang benar. Begitu pun seterusnya sampai semua kelompok melaksanakan presentasi.

Pertemuan keempat dilaksanakan pada tanggal 29 April 2015. Pada pertemuan ini siswa telah selesai melakukan presentasi. Presentasi yang dilakukan pada pertemuan sebelumnya dilakukan agar siswa mengetahui bagaimana struktur dan unsur intrinsik yang benar secara konseptual. Pada pertemuan keempat ini guru mengawali pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Kemudian guru menanyakan kembali terkait pertanyaan yang mungkin muncul pada proses pembelajaran sebelumnya. Setelah tidak ada yang ditanyakan guru kemudian meminta siswa untuk mengadakan latihan membuat cerita pendek. Setelah semua siswa selesai membuat cerita pendek baru kemudian guru dan siswa sama-sama membahas dan memeriksa cerpen buatan siswa sampai waktu pembelajaran habis berdasarkan aspek yang terdapat dalam kriteria penilaian.

Pertemuan kelima dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2015. Pertemuan kelima ini diawali dengan menyampaikan salam dan memeriksa kehadiran siswa. Setelah memeriksa kehadiran siswa guru kemudian menanyakan terlebih dahulu kepada siswa barangkali ada hal-hal yang ingin ditanyakan. Setelah tidak ada hal-hal yang ditanyakan menyangkut materi pembelajaran guru kemudian menyampaikan bahwa pada pertemuan ini akan diadakan pasca atau tes akhir untuk mengukur bagaimana kemampuan siswa setelah mendapatkan perlakuan. Setelah itu baru kemudian guru menyampaikan soal kepada siswa bahwa siswa diminta untuk membuat kembali sebuah cerpen dengan ketentuan yang tertera pada instrumen penelitian. Setelah semuanya selesai siswa mengumpulkan hasil dari cerpen yang telah buat dan guru pun mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan Hamdalah.

Penilaian pembelajaran dilakukan dalam bentuk penilaian proses dan penilaian hasil. Penilaian proses dilakukan dengan melihat aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung, sedangkan penilaian hasil dilakukan setelah pemberian perlakuan selesai dilaksanakan.

2.      Deskripsi Penggunaan Metode Mencari Pasangan dengan Media Kartu Jodoh dalam Menulis Kreatif Cerita Pendek

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat bahwa betapa besar pengaruh metode mencari pasangan dibandingkan dengan metode konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari kemampuan peserta didik yang mengalami peningkatan yang cukup baik dibanding peserta didik lain dengan metode pembelajaran konvensional. Rata-rata skor tes awal yang diperoleh untuk kelas eksperimen sebesar 63,57 sementara untuk kelas kontrol sebesar 69,78. Hal tersebut menyatakan bahwa keterampilan awal kelas kontrol cenderung lebih baik dibanding kelas eksperimen. Dengan kata lain, sebelum diterapkannya metode pembelajaran di atas, kelas kontrol dinilai lebih baik dibanding kelas eksperimen. Kemudian setelah dilakukan perlakuan terhadap masing-masing kelas dilakukanlah tes kembali untuk mengukur seberapa besar kemampuan siswa setelah diadakan perlakuan. Setelah mendapat perlakuan rata-rata skor dari siswa kelas eksperimen meningkat menjadi 79,05. Sedangkan pada kelas kontrol sama-sama meningkat menjadi 75,47. Hal tersebut menunjukkan bahwa kenaikan kemampuan terjadi pada kedua kelas namun pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan kelas eksperimen.

Dengan melihat perbedaan kenaikan yang mencolok antara kelas ekpserimen dan kelas kontrol, dengan ini penulis berkesimpulan bahwa metode mencari pasangan dengan metode kartu jodoh secara umum dapat memberi peningkatan yang baik pada keterampilan menulis kreatif dibanding metode konvensional.

Sedangkan untuk aktivitas siswa dalam penelitian yang menggunakan metode mencari pasangan ini siswa siswa yang aktif dalam membentuk kelompok sebanyak 100%, siswa yang aktif dalam mencari jawaban/pasangannya sebanyak 33 siswa (84%), siswa melakukan presentasi sebanyak 100%, siswa, siswa merevisi jawaban yang disampaikan dalam presentasi sebanyak 5 siswa (15%), siswa aktif dalam menulis cerita pendek sebanyak 100%, dan siswa aktif dalam menyunting cerita pendek sebesar 29 siswa (76%).

Berbeda dengan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Siswa yang aktif melakukan presentasi sebanyak 7 siswa (18%), siswa merevisi jawaban yang disampaikan dalam presentasi sebanyak 5 siswa (13%), siswa aktif dalam menulis cerita pendek sebanyak 100%, dan siswa aktif dalam mengedit cerita pendek sebanyak 6 siswa (15%).

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari tes pembelajaran menulis kreatif cerpen pada kelas kontrol dan kelas eksperimen dapat dilihat perbedaan yang cukup signifikan. Nilai rata-rata test akhir kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol yaitu pada test awal kelas eksperimen memperoleh nilai 63,57 dan pada test akhir memperoleh nilai rata-rata 79,07. Sedangkan untuk kelas kontrol nilai rata-rata test awal sebesar 69,78 dan nilai rata-rata test test akhir sebesar 75,47. Selain itu juga dari hasil perhitungan uji t dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh data bahwa thitung> ttabel dengan nilai 3,73 > 1,99. Hal ini berarti H0 ditolak dan H1 diterima.

Berdasarkan aktivitas siswa juga terlihat perbedaan yang cukup siginifikan. Dalam pembelajaran menggunakan metode mencari pasangan ini siswa siswa yang aktif dalam membentuk kelompok sebanyak 100%, siswa yang aktif dalam mencari jawaban/pasangannya sebanyak 33 siswa (84%), siswa melakukan presentasi sebanyak 100%, siswa, siswa merevisi jawaban yang disampaikan dalam presentasi sebanyak 5 siswa (15%), siswa aktif dalam menulis cerita pendek sebanyak 100%, dan siswa aktif dalam mengedit cerita pendek sebesar 29 siswa (76%). Sementara dengan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang menggunakan metode konvensional. Siswa yang aktif melakukan presentasi sebanyak 7 siswa (18%), siswa merevisi jawaban yang disampaikan dalam presentasi sebanyak 5 siswa (13%), siswa aktif dalam menulis cerita pendek sebanyak 100%, dan siswa aktif dalam mengedit cerita pendek sebanyak 6 siswa (15%). Memiliki aktivitas yang lebih baik bila dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari data tersebut di atas sudah jelas terlihat bahwa kelas eksperimen lebih baik aktivitasnya dalam pembelajaran dibandingkan dengan kelas kontrol.

Dengan demikian, dari data-data yang telah disebutkan di atas maka dapat dikatakan bahwa keterampilan menulis kreatif cerita pendek kelas VII A meningkat melalui penerapan metode mencari pasangan. Sedangkan pada sisi lain, melalui hasil ini juga, penulis dapat berkesimpulan bahwa metode mencari pasangan melalui media kartu jodoh memiliki signifikansi yang cukup tinggi dan berpengaruh baik dalam meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Fraenkel, J.P. & Wallen N.P. 2008. How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill Companies, Inc.

 

Huda, Miftahul. 2014. Model-Model Pengajaran Pembelajaran.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

 

Nurgiantoro, Burhan. 2012. Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE.

 

Sumadjo, Jakop. 2007. Catatan Kecil tentang Menulis Cerpen. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

 

Sutawijaya dan Rumini. 1996. Bimbingan Apresiasi Sastra Cerita Pendek dan Novel. Jakarta: Depdikbud

 

Tarigan, Henry Guntur. 2011. Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.