Syntax Literate: Jurnal Ilmiah
Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 9, No. 11, November 2024
PENYUSUNAN ARSITEKTUR
SPBE DI PEMERINTAH KOTA CIMAHI PADA FUNGSI APLIKASI INFORMATIKA DAN KEAMANAN
INFORMASI MENGGUNAKAN TOGAF ADM DAN FRAMEWORK ARSITEKTUR SPBE NASIONAL
Dhiaulhaq
Salman Alfarisi1, Ridha Hanafi2, Widyatasya
Agustika Nurtrisha3
Universitas Telkom, Bandung, Indonesia1,2,3
Email:
dsa.alfarisi@gmail.com1, ridhanafi@telkomuniversity.ac.id2,
widyatasya@telkomuniversity.ac.id3
Abstrak
Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang pesat telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government guna mendukung transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. SPBE memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan yang lebih efektif kepada instansi pemerintah, pegawai negeri, pelaku bisnis, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, sebagai perangkat daerah yang menangani urusan komunikasi, informatika, persandian, dan statistik, menghadapi sejumlah tantangan meskipun telah mengimplementasikan SPBE. Tantangan tersebut terutama terletak pada optimalisasi aplikasi informatika dan keamanan informasi yang belum berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun arsitektur enterprise menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM yang diselaraskan dengan Peraturan Presiden No. 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur SPBE Nasional. Fokus utama penelitian ini adalah pada fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi di Pemerintah Kota Cimahi. Melalui metode kualitatif dan sistematis, penelitian ini menganalisis arsitektur yang ada, mengidentifikasi kesenjangan, dan merancang arsitektur SPBE yang lebih optimal. Hasil penelitian berupa rancangan arsitektur targeting yang mencakup langkah-langkah optimalisasi aplikasi informatika dan peningkatan keamanan informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi arsitektur yang diusulkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi dalam layanan publik serta administrasi pemerintahan. Selain itu, rancangan ini memastikan integrasi yang lebih baik antar perangkat daerah di Kota Cimahi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kerangka arsitektur enterprise yang terstruktur, seperti TOGAF ADM dan Peraturan Presiden No. 132 Tahun 2022, dapat menjadi pendekatan strategis untuk mengatasi tantangan dalam implementasi SPBE.
Kata kunci: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, TOGAF ADM, Fungsi Aplikasi Informatika dan Keamanan Informasi, Perpres No.132 Tahun 2022.
Abstract
The rapid development of Information Technology (IT) has driven
the Indonesian government to implement the
Electronic-Based Government
System (SPBE) or E-Government
to support digital transformation in governance.
SPBE leverages Information and Communication Technology
(ICT) to provide more effective services to government
institutions, civil servants, businesses, the public, and
other stakeholders. The Communication and Informatics Office of Cimahi
City, as a regional agency responsible
for communication, informatics, cryptography, and statistics, faces several challenges
despite having implemented SPBE. These challenges are primarily related to optimizing
informatics applications and information security, which have not been fully
maximized.This research aims to design
an enterprise architecture using the TOGAF ADM framework, aligned with Presidential
Regulation No. 132 of 2022 on the National SPBE Architecture. The main focus of this study is
on the informatics
application functions and information security within the Cimahi City Government.Using
a qualitative and systematic approach, this study analyzes the existing architecture,
identifies gaps, and designs a more
optimal SPBE architecture. The results
of the research
include a targeted architecture design that outlines steps
for optimizing informatics applications and enhancing information
security.The study concludes
that implementing the proposed architecture
can improve the effectiveness, efficiency, and transparency of public services and government administration. Furthermore, the design ensures
better integration among regional agencies in Cimahi
City. The implications of this research demonstrate
that adopting a structured enterprise architecture framework, such as TOGAF ADM and Presidential Regulation No. 132 of 2022, can serve
as a strategic approach to overcoming challenges
in SPBE implementation.
Keywords: Electronic-Based
Government System, Communication
and Informatics Office of Cimahi City, TOGAF ADM, Function
of Informatics Application and Function of Information
Security, Presidential Regulation No.132 of 2022.
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi (TI) yang sangat
pesat dan tidak dapat dihindari menuntut masyarakat untuk terus bergerak
dinamis dan beradaptasi dalam menghadapi perkembangan TI yang semakin canggih
SPBE merupakan sebuah strategi pemerintah yang
memanfaatkan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) untuk memberikan layanan
kepada instansi atau lembaga pemerintah, pegawai negeri, pelaku bisnis,
masyarakat, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya
Pemerintah Indonesia berupaya melakukan percepatan
terhadap implementasi SPBE untuk mendukung akselerasi pembangunan aparatur
negara sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand
Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 yang bertujuan untuk menjadikan tata
kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Oleh sebab itu
Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018, mewajibkan
seluruh instansi pemerintahan baik instansi pusat, lembaga negara, dan
Pemerintah Daerah provinsi, kabupaten/kota untuk menerapkan Sistem Pemerintahan
Berbasis Elektronik (SPBE) (Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95
Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, 2018).
Berdasarkan penjelasan diatas,
Penelitian ini akan difokuskan pada lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika
Kota Cimahi sebagai objek penelitian. Pemerintahan Kota Cimahi merupakan instansi
pemerintahan daerah yang memiliki hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom
untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan
masyarakat kota cimahi (Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, 2004). Sedangkan Dinas Komunikasi dan Informatika
merupakan pelaksana urusan pemerintahan di bidang komunikasi dan informatika, persandian, dan statistik yang dipimpin oleh kepala dinas
serta bertanggung jawab kepada walikota melalui sekretaris
daerah.
Apabila ditinjau dari rencana strategis Dinas
Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi, Berkaitan dengan penyelenggaraan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Dinas Komunikasi dan Informatika Kota
Cimahi masih menemui berbagai kendala, khususnya pada fungsi aplikasi
informatika yang belum optimal serta fungsi keamanan informasi yang belum
maksimal dalam memberikan pelayanan pengamanan
terhadap informasi pemerintah Kota Cimahi.
Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dapat meningkatkan efisiensi dan
transparansi dalam pelayanan publik serta pengelolaan pemerintahan. Studi oleh
Sukmana dan Susanti (2021) menemukan bahwa penerapan SPBE pada pemerintah
daerah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan aksesibilitas dan
efisiensi pelayanan publik melalui digitalisasi proses administrasi. Selain
itu, penelitian oleh Wibisono dan Nugroho (2020) mengungkapkan bahwa integrasi teknologi
dalam SPBE mendukung pengurangan tingkat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
dengan menciptakan transparansi dalam sistem pengelolaan informasi dan data
pemerintah. Kedua studi ini memberikan dasar penting bagi penelitian ini untuk
menyusun arsitektur SPBE yang terintegrasi menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM
guna meningkatkan fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi di
Pemerintah Kota Cimahi.
Oleh sebab itu, penelitian ini berfokus pada
penyusunan enterprise architecture
menggunakan kerangka kerja TOGAF ADM yang didasarkan terhadap Perpres No.132
Tahun 2022 Tentang Arsitektur SPBE Nasional di Pemerintah Kota Cimahi Pada
fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi. Hal ini bertujuan untuk
menghasilkan rancangan arsitektur SPBE targeting
yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan publik dan administrasi
pemerintahan menjadi lebih efektif, efisien, dan transparan sesuai dengan
kebutuhan dan terintegrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang
terdapat di Pemerintah Kota Cimahi.
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui kondisi existing
arsitektur SPBE yang terdapat pada Pemerintah Daerah Kota Cimahi pada fungsi
aplikasi informatika dan fungsi keamanan informasi, dan menyusun rancangan
arsitektur SPBE targeting di Pemerintah Daerah
Kota Cimahi pada fungsi aplikasi informatika dan fungsi keamanan informasi
dengan menggunakan TOGAF ADM sesuai dengan pedoman Arsitektur SPBE Nasional
yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 Arsitektur SPBE.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
baik secara teoritis maupun praktis, yaitu untuk memberikan masukan yang
relevan terkait penyusunan arsitektur SPBE
yang berkesesuaian dengan Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022
Tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Nasional khususnya
pada fungsi aplikasi informatika dan fungsi keamanan informasi Pemerintah Kota
Cimahi, memberikan kontribusi terhadap pengembangan dan perbaikan kualitas layanan
SPBE Pemerintah Daerah Kota Cimahi, dan meningkatkan pengetahuan penulis
mengenai perancangan arsitektur enterprise, khususnya
perancangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Metode Penelitian
Model Konseptual
Model konseptual adalah representasi visual yang
menggambarkan hubungan antara variabel dan pendekatan ilmiah dalam suatu
penelitian. Model konseptual digunakan untuk memberikan pemahaman mendalam
tentang topik penelitian serta sebagai panduan dalam menyelesaikan masalah yang
ada. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Model Konseptual Design Science yang dikembangkan oleh Hevner
dan rekan-rekannya. Model konseptual dalam penelitian ini terfokus pada
penyusunan Enterprise Architecture (EA) untuk
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, dengan fokus pada fungsi layanan.
Berikut gambar 1 merupakan model konseptual dalam penelitian ini
.fld/image001.jpg)
Gambar 1. Model Konseptual
Sistematika Penyelesaian Masalah
Sistematika
penyelesaian masalah merujuk pada langkah-langkah dan alur yang diperlukan
dalam menyusun enterprise architecture untuk sistem pemerintahan berbasis
elektronik di Pemerintah Kota Cimahi. Sistematika ini terbagi menjadi empat
tahap: inisiasi, identifikasi, analisis dan perancangan, serta penyelesaian
dengan kesimpulan dan saran. Tahap-tahap ini membantu dalam merumuskan solusi
yang tepat terhadap permasalahan yang ada.
1) Tahap Inisiasi
Tahap
inisiasi adalah tahap pertama dalam penelitian ini, yang mencakup persiapan,
perencanaan, dan penentuan objek penelitian. Tahap ini dimulai dengan survei
untuk memilih objek penelitian, fungsi bisnis, dan batasan penelitian, diikuti
dengan identifikasi permasalahan melalui studi literatur dan wawancara, serta
pengajuan penelitian untuk persetujuan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
2) Tahap identifikasi
Tahap
identifikasi bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan
dalam perancangan arsitektur SPBE. Data dikumpulkan melalui studi literatur,
wawancara, dan observasi, mencakup aspek SPBE sesuai Perpres No.95 Tahun 2018,
Arsitektur SPBE Nasional berdasarkan Perpres No.132 Tahun 2022, serta peta
proses bisnis sesuai PerMenPAN-RB No.19 Tahun 2018.
Tahap ini juga mencakup identifikasi permasalahan, penentuan tujuan dan
sasaran, serta batasan penelitian.
3) Tahap analisis dan perancangan
Tahap
analisis dan perancangan bertujuan merancang arsitektur SPBE target
berdasarkan kondisi awal dan batasan yang ditetapkan. Penelitian ini
menggunakan kerangka kerja arsitektur SPBE sesuai Perpres No.132 Tahun 2022 dan
TOGAF ADM 9.2. Identifikasi katalog, matriks, dan diagram dilakukan untuk
menganalisis kesenjangan (GAP) antara arsitektur existing
dan targeting.
4) Tahap kesimpulan dan saran
Tahap
kesimpulan dan saran adalah tahap akhir penelitian yang disusun berdasarkan
pada hasil perancangan arsitektur SPBE targeting
yang telah dievaluasi bersama pemangku kepentingan.
Pengumpulan Data
Pengumpulan data
merupakan tahap penting dalam penelitian untuk memperoleh informasi yang
relevan dan mendalam terkait objek penelitian. Data dalam penelitian ini
diperoleh dari sumber data sekunder dan primer. Data primer diperoleh melalui
wawancara dengan pihak terkait di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi,
sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai jurnal, dokumen organisasi, dan
peraturan terkait SPBE dan enterprise architecture.
Setelah pengumpulan
data, dilakukan tahap pengolahan data untuk menghasilkan output
yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengolahan data dalam penelitian ini
menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan pemangku kepentingan dan
analisis data sekunder dari literatur dan dokumen terkait. Data yang
dikumpulkan akan dianalisis mendalam untuk menjadi panduan penelitian.
Hasil dan
Pembahasan
Fase Preliminary
Fase Preliminary merupakan langkah awal dalam perancangan
arsitektur enterprise untuk Dinas Komunikasi dan
Informatika Kota Cimahi. Pada fase ini, dilakukan pengumpulan informasi
mendalam terkait organisasi, tujuan, dan kebutuhan bisnis untuk menghasilkan Principle Catalog
Tabel 1. Principle Catalog
|
Domain |
Prinsip |
|
Proses Bisnis |
Service Orientation
|
|
|
Technology
Based Management |
|
Data dan informasi |
Data
is an asset |
|
|
Data
is shared |
|
Aplikasi |
Ease of Use |
|
Layanan |
Partisipatif |
|
Teknologi (Infrastruktur) |
Responsive Change Management |
|
Keamanan |
Standar keamanan |
Fase Architecture
Vision
Fase Architecture Vision dimulai dengan
menjelaskan pentingnya mencapai kesepakatan mengenai perancangan arsitektur enterprise
.fld/image002.jpg)
Gambar 2. Value Chain Diagram
Adapun pada gambar 3 merupakan Solution Concept Diagram, yang menggambarkan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh suatu organisasi, mencakup aspek fungsi bisnis dan aplikasi yang digunakan.
.fld/image004.jpg)
Gambar 3. Solution
Concept
Arsitektur Proses Bisnis
Tahap
selanjutnya adalah Phase B : Business Architecture, pada tahap ini menjelaskan bagaimana cara
organisasi beroperasi agar tujuan bisnisnya tercapai. Fase ini mencakup
analisis kebutuhan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, termasuk
bagaimana tujuan bisnis dan interaksi antar bagian dapat tercapai. Perancangan
fase ini didasari oleh PermenPAN RB No.19 tahun 2018
Tentang Penyusunan Peta Proses Bisnis Instansi Pemerintah. Perancangan ini
memuat proses bisnis existing dan targeting yang diharapkan dapat memberikan solusi
bermanfaat bagi Diskominfo Kota Cimahi. Arsitektur
proses bisnis menghasilkan berbagai artefak, salah satunya adalah business footprint
diagram, yang menunjukkan keterkaitan dan integrasi antara tujuan bisnis,
unit organisasi, fungsi bisnis, dan layanan. Tujuan dari Diagram ini adalah
untuk membantu organisasi dalam meninjau alur tujuan yang ingin dicapai, sesuai
dengan kapabilitas dan sumber daya yang tersedia. Berikut gambar 4 merupakan business footprint
diagram pada fokus penelitian.
.fld/image006.jpg)
Gambar 4. Business
Footprint Diagram
Arsitektur Layanan
Layanan yang merupakan hasil dari proses
bisnis yang disediakan kepada pengguna. Layanan ini mencerminkan karakteristik
tertentu dan disesuaikan dengan inisiatif strategis, program nasional, serta
peraturan perundang-undangan terkait
Tabel 2. Katalog
Layanan
|
Layanan Pemerintah Kota |
Layanan fungsi aplikasi informatika dan keamanan
informasi |
|
Layanan administrasi pemerintahan |
Layanan Pendampingan Pengembangan Aplikasi |
|
Layanan TIK |
|
|
Layanan repository aplikasi |
|
|
Layanan domain name dan sub
domain aplikasi |
|
|
Layanan Fasilitasi Integrasi Aplikasi |
|
|
Layanan penyusunan arsitektur |
|
|
Layanan Audit infrastruktur dan aplikasi Internal |
|
|
Layanan Insiden Handling |
|
|
Layanan Penerapan Sertifikat Elektronik (Tanda Tangan Digital) |
|
|
Layanan Pendampingan Self Assessment INDEKS KAMI |
|
|
Layanan monitoring keamanan
informasi |
Arsitektur Data dan
Informasi
Merupakan tahap yang bertujuan untuk
mendukung Arsitektur Vision dan Arsitektur Proses Bisnis. Pada tahap
ini, dilakukan identifikasi terhadap kebutuhan data dan informasi pada
organisasi, serta dilakukan perancangan model arsitektur data yang sesuai
dengan kebutuhan organisasi. Pemodelan arsitektur data menggunakan model konseptual
data yang menggambarkan hubungan antara keseluruhan entitas data yang digunakan
oleh organisasi. Untuk memastikan kebutuhan dari pemangku kepentingan
terpenuhi, model konseptual data digambarkan menggunakan Entity
Relationship Diagram (ERD). Berikut gambar 5
merupakan Entity Relationship
Diagram fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi.
.fld/image008.jpg)
Gambar 5. ERD
Adapun gambar 6 merupakan data Data dissemination diagram yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara komponen aplikasi, layanan bisnis, dan entitas data.
.fld/image010.jpg)
Gambar 6. Data dissemination diagram
Arsitektur Aplikasi
Arsitektur
aplikasi merupakan sebuah pemetaan terkait interaksi aplikasi yang digunakan
oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan fungsi bisnis pada organisasi maupun
penggunanya. Hal ini mencakup interaksi antara aplikasi dengan middleware, database,
dan aplikasi lain yang mendukung fungsi bisnis. Pada arsitektur aplikasi
terdapat Application communication
diagram, yang menjelaskan interface antar
aplikasi yang digunakan pada fungsi aplikasi informatika dan keamanan informasi
saling berhubungan dan berkomunikasi. Berikut gambar 7 merupakan Application communication
diagram.
.fld/image012.jpg)
Gambar 7. Application communication
diagram
Arsitektur infrastruktur
Arsitektur
infrastruktur mendefinisikan mengenai struktur dan interaksi antara Platform
Services, Logical and
Physical Technology Components
.fld/image014.jpg)
Gambar 8. Environment and location diagram
Arsitektur Keamanan
Arsitektur keamanan
merupakan langkah penting dalam mengendalikan keamanan dalam arsitektur sistem
sebelumnya. Hal ini mencakup identifikasi program keamanan, evaluasi kelayakan
keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang mengatur aspek keamanan
Tabel
3. Pemetaan Standar Keamanan Pada Pemerintah Kota Cimahi
|
Standar |
Deskripsi |
|
Standar Peraturan Teknis dan Prosedur Keamanan SPBE
(01.01) |
|
|
Peraturan BSSN No.4 Tahun 2021 |
Standar peraturan yang berisikan pedoman manajemen
keamanan SPBE. |
|
Standar Keamanan Internasional (01.02) |
|
|
ISO 27001 : 2022 |
ISO 27001:2022 merupakan
standar manajemen keamanan sistem informasi yang mencakup kontrol dalam
bentuk kebijakan, proses, prosedur, struktur organisasi, dan lainnya. |
|
Regulasi tambahan (01.03) |
|
|
Peraturan Walikota Cimahi Tahun 53 Tahun 2018 tentang
Penggunaan Sertifikat Elektronik di Pemerintah Daerah Kota Cimahi |
Merupakan pedoman dalam penggunaan sertifikat
elektronik yang mencakup permohonan, penerbitan, pencabutan sertifikat
elektronik. |
Kesimpulan
Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
(SPBE) di Pemerintah Kota Cimahi, khususnya pada fungsi aplikasi informatika
dan keamanan informasi, masih menghadapi berbagai kendala. Kendala tersebut meliputi
belum optimalnya penggunaan domain resmi oleh perangkat daerah, kurang
lengkapnya standar operasional prosedur, rendahnya pemanfaatan aplikasi
berbasis elektronik, serta pengembangan aplikasi yang belum sepenuhnya sesuai
dengan kebutuhan organisasi. Selain itu, manajemen informasi dan keamanan juga belum
maksimal, seperti minimnya penerapan sertifikat elektronik, belum optimalnya
penanganan insiden (incident handling), dan kurangnya pelaksanaan audit keamanan
informasi secara menyeluruh. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini
menyusun arsitektur SPBE existing dengan menggunakan
kerangka kerja TOGAF ADM dan mengacu pada Perpres No.132 Tahun 2022 tentang
arsitektur SPBE nasional, yang kemudian menjadi dasar untuk merancang
arsitektur SPBE targeting yang lebih efektif
dan efisien.
Rancangan arsitektur SPBE targeting
meliputi berbagai domain, antara lain, proses bisnis, layanan, data dan informasi,
aplikasi, infrastruktur, dan keamanan. Pada arsitektur proses bisnis, usulan
mencakup pengembangan aplikasi SI-APP, SILATIK, serta sistem pemantauan insiden
melalui DILANSANDI. Dalam arsitektur
layanan, dilakukan pemetaan untuk mengidentifikasi hubungan antara layanan,
proses bisnis, dan aplikasi guna mendukung optimalisasi layanan berbasis
elektronik. Pada arsitektur data dan informasi, disusun katalog entitas data
untuk memastikan integrasi dan menghindari redundansi
data. Pada arsitektur aplikasi, diusulkan pengembangan aplikasi existing dan penambahan aplikasi baru sesuai
kebutuhan organisasi. Infrastruktur teknologi diidentifikasi untuk meningkatkan
kapasitas dan kinerja sistem, sementara pada arsitektur keamanan diusulkan
untuk menerapkan standar keamanan SPBE serta memberikan pelatihan keamanan
informasi bagi sumber daya manusia. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan
efisiensi, efektivitas, dan keamanan layanan SPBE di Pemerintah Kota Cimahi.
BIBLIOGRAFI
Arief, A., &
Abbas, M. Y. (2021). Kajian literatur (systematic literature review): kendala
penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). PROtek:
Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, 8(1), 1–6.
Arsa, I. G. N. W. (2019). Arsitektur Konsolidasi Server dengan Virtualisasi untuk Penyedia Layanan Infrastruktur Cloud. Jurnal Sistem Dan Informatika (JSI), 14(1), 35–40.
Aswati, S., Firmansyah, A. U., & Ramdhan, W. (2017). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Data Siswa Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 8 Medan dengan Zachman Framework. SISFO Vol 06 No 03, 6.
Awaludin, L. (2019). Strategi penguatan kompetensi SDM Teknologi Informasi&Komunikasi (TIK) dalam mengoptimalkan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 2(2), 118–134.
Dwiyanto, A. (2021). Mewujudkan good governance melalui pelayanan publik. Ugm Press.
Faulina, S., Utari, R., Aranda, S. F., Fevaregi, A., & Rinaldo, A. (2022). Elemen Sukses Penerapan E-Government Pada Era Covid-19 Di Kominfo Riau. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 1(2), 191–203.
Guth, J., Breitenbücher, U., Falkenthal, M., Fremantle, P., Kopp, O., Leymann, F., & Reinfurt, L. (2018). A detailed analysis of IoT platform architectures: concepts, similarities, and differences. Internet of Everything: Algorithms, Methodologies, Technologies and Perspectives, 81–101.
Katharina, R. (2021). Pelayanan publik & pemerintahan digital Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Kuru, G. S. N., Gumilang, S. F. S., & Nugraha, R. A. (2021). Model Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (Spbe) Domain Proses Bisnis Pada Pemerintah Kabupaten Kuningan. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 6(2), 369–378.
Mulyanto, Y., & Rosiyadi, D. (2018). Perancangan Arsitektur Enterprise untuk Mendukung Proses Bisnis Menggunakan TOGAF Architecture Development Methode (ADM) di STMIK Dharma Negara. Jurnal Tata Kelola Dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi, 4(2), 34–47.
Noprianty, C., & Karana, I. (2019). Perilaku caring perawat berdasarkan teori jean watson di ruang rawat inap. Jurnal Kesehatan Vokasional, 4(1), 33–48.
Prawira, M. G., Panjaitan, A. C. D., & Paraniti, A. A. S. P. (2023). Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Di Pemerintah Kabupaten Tabanan. Jurnal Ilmiah Raad Kertha, 6(1), 82–89.
Soraya, V., & Sari, W. S. (2019). Perancangan Enterprise Architecture Sistem Informasi dengan Menggunakan Framework TOGAF ADM pada CV. Garam Cemerlang. JOINS (Journal Inf. Syst, 4(2), 148–156.
Sukmana, A., & Susanti, E. (2021). Pengaruh Implementasi SPBE terhadap Pelayanan Publik di Pemerintah Daerah. Jurnal Teknologi dan Pemerintahan, 15(2), 45-57.
Wibisono, A., & Nugroho, A. (2020). Efektivitas SPBE dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Pemerintah Daerah. Jurnal Administrasi Publik, 12(1), 67-78.
Yudhanto, Y. (2024). Information Technology Business Startup 2.0: Ilmu Dasar Merintis Startup Berbasis Teknologi Informasi untuk Pemula. Elex Media komputindo.
|
Copyright holder: Dhiaulhaq Salman Alfarisi, Ridha Hanafi, Widyatasya Agustika Nurtrisha (2024) |
|
First publication right: Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia |
|
This article is licensed under: |