How to cite:
Anggreini, T. S., Elis Susilawati, S., & Sukmawati, I. K. (2021). Gambaran Penggunaan Insulin dan
Metformin pada Diabetes Mellitus Gestasional-Literature Review. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah
Indonesia, 6(8). http://dx.doi.org/10.36418/Syntax-literate.v6i8.3807
E-ISSN:
2548-1398
Published by:
Ridwan Institute
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849
e-ISSN: 2548-1398
Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
GAMBARAN PENGGUNAAN INSULIN DAN METFORMIN PADA DIABETES
MELLITUS GESTASIONAL-LITERATURE REVIEW
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
Universitas Bhakti Kencana Bandung Jawa Barat, Indonesia
Abstrak
Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) merupakan suatu gangguan intoleransi
glukosa pada masa kehamilan. Terapi farmakologi yang umumnya diberikan yaitu
Insulin dan obat hipoglikemik oral seperti metformin. Metformin sering digunakan
pada pengobatan DMG saat ini. Metformin dapat melewati barrier plasenta, namun
belum ditemukan adanya bukti kecacatan pada janin atau komplikasi pada bayi.
Banyak penelitian melakukan uji coba untuk membandingkan efektivitas dan
keamaan metformin pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengulas
beberapa literature terkait efektivitas dan efisiensi penggunaan obat metformin
yang dibandingkan dengan insulin pada DMG. Metode yang digunakan yaitu
literature review dengan menggunakan data primer berupa artikel ilmiah atau
jurnal, dilakukan penelusuran melalui database Google Scholar, Elsevier, atau
PubMed dengan rentang tahun terbit 5 tahun terakhir. Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa insulin tidak menjadi pilihan utama pada pengobatan DMG
karena dapat menyebabkan peningkatan berat badan sedangkan penggunaan
metformin lebih banyak digunakan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan
tidak terdapat perbedaan efektivitas dalam penggunaan terapi insulin dan
metformin dalam menurunkan kadar gula darah pasien DMG. Penggunaan
metformin lebih efisien karena tidak menimbulkan kenaikan berat badan dan
mengurangi risiko makrosomia dan neonatal hipoglikemia
Kata kunci: Diabetes mellitus gestasional; insulin; metformin
Abstract
Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a type of glucose intolerance that develops
during pregnancy. Insulin and oral hypoglycemic medications like metformin are
commonly used as pharmacological treatments. Metformin is a drug that is
commonly used to treat GDM nowadays. Metformin can pass the placental barrier,
however no prenatal abnormalities or problems have been reported in the
newborn. Many trials comparing the effectiveness and safety of metformin in
pregnant women have been undertaken. The goal of this article review is to go
through some of the research that has been done on the effectiveness and efficiency
of metformin against insulin in DMG. A literature review was conducted utilizing
primary data in the form of scientific publications or journals. Searches were
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
4128 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
conducted using Google Scholar, Elsevier, or PubMed databases with a range of
years published in the last five years. Insulin is not the first choice in the treatment
of DMG, according to the results of a review of scientific literature, because it can
induce weight gain, whereas metformin is more often used. The results of this study
reveal that insulin and metformin therapy had the same effectiveness in lowering
blood sugar levels in DMG patients. Metformin is more effective because it causes
no weight gain and lowers the risk of macrosomia and neonatal hypoglycemia.
Keywords: Gestational diabetes mellitus; insulin; metformin
Pendahuluan
Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah suatu gangguan intoleransi glukosa
yang terjadi pada saat kehamilan. Keadaan ini umumnya terjadi pada usia kehamilan 24
28 minggu yang akan kembali normal setelah persalinan (DiPiro, Joseph T., Yee,
Gary C., Posey, L. Michael, Haines, Stuart T., Nolin, Thomas D., & Ellingrod, 2020).
Diabetes mellitus gestasional dapat berdampak langsung pada kesehatan ibu ataupun
janin yang di kandung. Berdasarkan American Diabetes Association (ADA) prevalensi
DMG pada tahun 2000 terjadi sebesar 7%, sedangkan di Indonesia prevalensi DMG
berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2013 terjadi sebesar 1.9 3.6% (Riskesdas,
2018).
Ibu hamil dengan hiperglikemia yang tidak terpantau dapat menyebabkan
sejumlah komplikasi diantaranya mengakibatkan keguguran, preeklampsia, eklampsia,
persalinan caesar dan dapat berlanjut menjadi DM tipe II. Bayi yang dilahirkan oleh ibu
DMG memiliki risiko tinggi untuk terkena hipoglikemia, hipokalsemia, hiperbilirubin,
distosia bahu dan obesitas, untuk menghindari terjadinya komplikasi tersebut maka
pengobatan harus diperhatikan agar tidak memberikan dampak pada ibu dan janin
(Cunningham et al., 2010); (DiPiro, Joseph T., Yee, Gary C., Posey, L. Michael,
Haines, Stuart T., Nolin, Thomas D., & Ellingrod, 2020).
Pengobatan pada DMG dapat dilakukan dengan terapi non farmakologi dan terapi
farmakologi. Terapi non-farmakologi dilakukan dengan diet, aktivitas fisik dan kontrol
glikemik, sedangkan terapi farmakologi dilakukan dengan pemberian insulin dan obat
hipoglikemik oral (OHO) (Dipiro et al., 2014); (Marie Chisholm-Burns et al., 2019).
Obat hipoglikemik oral seperti metformin dan glibenclamide dapat diberikan sebagai
alternatif terapi apabila insulin tidak tersedia di fasilitas kesehatan atau pasien
memerlukan tambahan kombinasi obat (American Diabetes Association, 2020).
Insulin menjadi terapi utama dalam pengobatan DMG, tetapi dapat menimbulkan
efek samping seperti kenaikan berat badan, hipoglikemi, ruam di tempat suntikan dan
memerlukan biaya yang lebih tinggi, sehingga penggunaan metfomin lebih banyak
digunakan untuk terapi DMG saat ini (Simmons, 2010). Metformin dapat melewati
barrier plasenta. Namun belum ditemukan adanya bukti kecacatan pada janin atau
komplikasi pada bayi (Blumer et al., 2013). Penggunaan metformin sebagai obat
hipoglikemik oral pada ibu hamil menjadi kontradiksi dalam pengobatan DMG,
sehingga banyak dilakukan penelitian tentang uji coba efektivitas dan keamanan
Gambaran Penggunaan Insulin dan Metformin- Literature Review
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2022 4129
penggunaannya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengulas beberapa literature
terkait efektivitas dan efisiensi penggunaan metformin yang dibandingkan dengan
insulin. Manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran efektivitas dan
efisien penggunaan insulin dan metformin pada pasien diabetes mellitus gestasional.
Metode Penelitian
Metode pada penelitian ini yaitu literature review yang berfokus pada evaluasi
beberapa hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan gambaran penggunaan
insulin dan metformin pada pasien diabetes mellitus gestasional. Artikel ilmiah disusun
dengan data primer berupa jurnal nasional dan internasional yang didapatkan melalui
penelusuran menggunakan elektronik based dengan sumber yang terakreditas/terindeks
sinta, Google Scholar, Elsevier, atau PubMed dengan rentang tahun terbit 5 tahun
terakhir (2015-2020). Pencarian literatur menggunakan kata kunci Insulin, metformin,
diabetes mellitus gestationalserta berbahasa Indonesia atau berbahasa inggris . Jurnal
atau artikel kemudian akan disaring kembali dengan melihat hasil, metode dan
keseluruhan teks dan didapatkan artikel sebanyak 55 jurnal.
Hasil dan Pembahasan
Pada masa kehamilan terjadi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat
untuk nutrisi janin dan persiapan ASI pada ibu. Hal ini mengakibatkan meningkatnya
produksi insulin, sehingga terjadi juga peningkatan kadar glukosa darah
(hiperglikemia). Kadar glukosa mulai meningkat pada kehamilan trimester kedua atau
ketiga akibat terjadinya perubahan respon hormonal pada wanita hamil, yaitu
peningkatan kadar estrogen, progesteron, kortisol dan human placental lactogen (HPL)
yang mengakibatkan wanita hamil gagal dalam mempertahankan glukosa darah
(euglycemia) (Cunningham et al., 2010); (Saleh, Abdelsalam, Mowafy, & Elhameid,
2016).
Insulin merupakan lini pertama pengobatan pada DMG. Pemberian dilakukan
apabila belum tercapai normoglikemia melalui pengaturan pola makan dan aktivitas
fisik yang telah dijalankan. Terapi insulin dapat diberikan dengan pertimbangan apabila
target glukosa pada pemantauan kontrol glikemik diabetes mellitus gestasional selama
1-2 minggu tidak tercapai atau kontrol glikemik yang semakin tidak terkontrol. Efek
samping yang dapat disebabkan penggunaan insulin yaitu kenaikan berat badan,
hipoglikemia, ruam dan pembengkakan di tempat suntikan (American Diabetes
Association, 2020).
Penggunaan obat hipoglikemik oral (OHO) dapat diberikan sebagai alternatif
terapi DMG apabila insulin tidak tersedia di fasilitas kesehatan dan pasien
membutuhkan kombinasi pengobatan. Obat hipoglikemik oral yang dapat diberikan
yaitu metformin dan glibenclamide. Metformin lebih banyak digunakan dibandingkan
glibenclamide (Anisya, Robiyanto, & Nurmainah, 2019); (Feig et al., 2016); (Pazzagli,
Abdi, Kieler, & Cesta, 2020). Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan
metformin termasuk kategori B, sedangkan glibenclamide termasuk kategori C. Hal ini
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
4130 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
menunjukan potensi obat yang dapat menyebabkan kecacatan lahir pada janin jika obat
digunakan selama kehamilan. Kategori B menunjukkan bahwa obat tersebut telah diuji
pada reproduksi hewan percobaan dan tidak menunjukan risiko terhadap janin, serta
tidak menunjukan adanya efek samping, sedangkan kategori C pada uji hewan
percobaan menunjukan terdapat efek samping pada janin, sehingga obat hanya
diberikan jika manfaat yang didapatkan melebihi risiko terhadapibu dan janin. Obat-
obatan dengan kategori A dan B cukup aman untuk digunakan selama kehamilan. Obat
- obatan kategori C dapat berisiko pada ibu hamil, sehingga digunakan jika perlu dengan
peringatan, sedangkan obat dengan kategori D dan X harus dihindari selama kehamilan
(Blumer et al., 2013); (Buschur, Brown, & Wyckoff, 2015).
Penggunaan metformin dan insulin sama efektifnya dalam menurunkan kadar gula
darah (Ashoush, El-Said, Fathi, & Abdelnaby, 2016); (Beyuo et al., 2015); (Najafian,
Barati, Masihi, Fardipor, & Shajirat, 2017); (Saleh et al., 2016). Efektivitas insulin dan
metformin berdasarkan hasil penelusuran literature pada pengobatan DMG dapat dilihat
dari kontrol glikemik yang ditunjukan pada tabel 2. Target glikemik yang ingin dicapai
pada penggunaan metformin dan insulin yaitu mempertahankan keadaan normoglikemik
selama kehamilan dengan kadar gula darah puasa <105 mg/dl dan kadar gula darah 2
jam post prandial <120 mg/dl (Perkeni, 2019). (Ghomian et al., 2019) menyebutkan
hasil rata-rata kontrol glikemik pada kadar gula darah 2 jam post prandial penggunaan
metformin yaitu 119,38 mg/dl dan insulin 118,99 mg/dl dan kadar gula darah puasa
penggunaan metformin yaitu 89.16 mg/dl dan insulin 88.03 mg/dl. Insulin lebih efektif
menurunkan kadar gula darah dibandingkan metformin, namun tidak terdapat perbedaan
yang signifikan pada hasil tersebut. Hal ini menunjukan bahwa metformin memiliki
efektifitas yang hampir sama dengan insulin dalam menurunkan kadar gula darah.
Tabel 1
Hasil Penelusuran Review Artikel
Referensi
Desain
Penelitian
Wilayah
Pengguna
Metformin
(Saleh et al., 2016)
Prospective
randomized
comparative study
Egypt
67 orang
(Ghomian et al.,
2019)
Randomized clinical
trial
Iran
143 orang
(Ashoush et al., 2016)
Randomized
controlled trial
mesir
47 orang
(Najafian et al., 2017)
Randomized clinical
trial
iran
70 orang
(Beyuo et al., 2015)
Randomized clinical
trial
Ghana
52 Orang
Gambaran Penggunaan Insulin dan Metformin- Literature Review
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2022 4131
Tabel 2
Hasil Penelusuran Pemeriksaan Kadar Gula Darah Penggunaan Insulin dan
Metformin
Referensi
Hasil
GD-2 PP
GDP
Metformin
Insulin
Metformin
Insulin
(Saleh et al., 2016)
116.52 mg/dl
117.12 mg/dl
93.25 mg/dl
94.33 mg/dl
(Ghomian et al.,
2019)
119.38 mg/dl
118,99 mg/dl
89.16 mg/dl
88.03 mg/dl
(Ashoush et al.,
2016)
111 mg/dl
112.2 mg/dl
78,9 mg/dl
80,8 mg/dl
(Najafian et al.,
2017)
97.5 mg/dl
104.3 mg/dl
82,4 mg/dl
83,7 mg/dl
(Beyuo et al., 2015)
141,12 mg/ dl
162,90 mg/dl
115,5 mg/dl
119,16 mg/dl
Diabetes melitus gestasional dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan
seperti risiko meningkatnya ketonemia, preeklampsia dan persalinan sesar serta
meningkatnya gangguan perinatal (makrosomia dan neonatal hipoglikemi) (Chyad &
Faris Shalayel, 2011). Pada literature review ini diperoleh hasil outcome maternal dan
neonatal yang ditunjukan pada tabel 3. Preeklampsia merupakan kondisi peningkatan
tekanan darah dan terdapat protein dalam urin (Shamsi et al., 2010). Preeklampsia
dalam kehamilan ditandai dengan kadar gula darah puasa yang lebih rendah
dibandingkan dengan ibu hamil normal, hal ini diakibatkan karena hati menstimulasi
terjadinya glukoneogenesis menyebabkan meningkatnya sekresi glukosa yang berakibat
terjadi hiperglikemia (Wibawa, Putra, & Tandiono, 2018).
Tabel 3
Hasil Penelusuran Outcome Maternal dan Neonatal Penggunaan Insulin dan
Metformin
Parameter
Metformin
Insulin
Referensi
Preeklampsia
19,4 %
17,1 %
(Saleh et al., 2016)
0 %
8 %
(Ainuddin, Karim,
Hasan, & Naqvi, 2015)
12,4 %
19,8 %
(Wasim, Shaukat,
Javaid, Mukhtar, &
Amer, 2019)
Makrosomia
4,3 %
10,4 %
(Ashoush et al., 2016)
3,4 %
13,8 %
(Galal, El Bassiou, &
Sherif, 2019)
23,2 %
37,3 %
(Ainuddin et al., 2015)
Neonatal
hipoglikemia
10,4 %
21,4 %
(Saleh et al., 2016)
33,3 %
34,4 %
(Mohammed, Al-aaragi,
& Merzah, 2018)
4,65 %
21 %
(Ainuddin et al., 2015)
8,3 %
11,8 %
(Ghomian et al., 2019)
12,8 %
14, 6 %
(Saleh et al., 2016)
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
4132 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
Persalinan
Caesar
40,2 %
42,8 %
(Saleh et al., 2016)
46 %
60 %
(Mohammed et al.,
2018)
41,9 %
50,7 %
(Ainuddin et al., 2015)
16,1 %
12,3 %
(Ghomian et al., 2019)
46,8 %
50 %
(Ashoush et al., 2016)
Pada diabetes melitus gestasional terjadi perubahan mekanisme kadar glukosa.
Insulin yang bekerja secara tidak efektif dalam metabolisme karbohidrat sehingga
terjadi gangguan masuknya glukosa ke sel jaringan tubuh. Hal ini menyebabkan glukosa
akan menumpuk dalam darah. Hiperinsulinemia dapat menyebabkan terjadinya aktivitas
sistem saraf simpatik mengalami peningkatan, merangsang proliferasi sel otot polos
pembuluh darah dan memodifikasi transportasi trans membran kation, serta ginjal
retensi terhadap natrium dan terjadi disfungsi endotel terkait. Semua perubahan ini
dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang meningkatkan risiko preeclampsia
(Aulia, Rodiani, & Graharti, 2019); (Imron & Nurulicha, 2020).
(Saleh et al., 2016) menyatakan penggunaan metformin lebih banyak mengalami
preeklampsia dibandingkan insulin, tetapi hal ini tidak menunjukan perbedaan hasil
yang signifikan. (Ainuddin et al., 2015) membandingkan tiga kelompok uji yaitu
kelompok uji yang hanya menggunakan metformin atau insulin saja dan kelompok yang
menggunakan kombinasi insulin dan metformin. Hasil penelitian menyebutkan
kelompok uji yang hanya menggunakan metformin tidak mengalami preeklampsia
(0%), sedangkan pada kelompok uji yang menggunakan insulin terdapat sebanyak 6
orang (8%) dan kelompok uji menggunakan kombinasi insulin dan metformin terdapat 1
orang (3,1%) yang mengalami preekalmpsia, namun demikian hasil tidak menunjukan
perbedaan yang signifikan antara penggunaan metformin atau insulin.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu DMG memiliki risiko tinggi terkena makrosomia.
Makrosomia merupakan kondisi bayi lahir dengan berat badan 4000 gram atau lebih.
Ibu yang mengalami hiperglikemia akan mempengaruhi kadar gula darah pada janin,
dan gula darah janin juga akan meningkat. Kadar gula darah yang tinggi akan merubah
pertumbuhan dan komposisi tubuh janin (Rahayu & Rodiani, 2016); (Sun et al., 2020).
(Ashoush et al., 2016) menyebutkan bahwa penggunaan metformin dapat mengurangi
bayi lahir dengan kondisi makrosomia dibandingkan terapi insulin. Namun hasil
tersebut tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Kondisi bayi makrosomia dapat
menyebabkan masalah saat kelahiran.
Bayi yang berukuran besar berisiko tinggi pada ibu untuk menjalani persalinan
secara caesar. (Goh, Sadler, & Rowan, 2011) menyebutkan persalinan caesar lebih
banyak terjadi pada ibu yang menerima terapi insulin dibandingkan ibu yang menerima
metformin. (Gante, Melo, Dores, Ruas, & Do Céu Almeida, 2018) juga menyabutkan
persalinan caesar lebih sering terjadi pada penggunaan kombinasi insulin dan metformin
dibandingkan penggunaan metformin saja, namun hal ini tidak menunjukan perbedaan
secara signifikan. Bayi yang dilahirkan oleh ibu DMG juga dapat mengalami
hipoglikemi. Glukosa yang tinggi pada ibu mengalir ke peredaran darah bayi sehingga
Gambaran Penggunaan Insulin dan Metformin- Literature Review
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2022 4133
dapat memicu produksi insulin dalam tubuh bayi. Asupan glukosa dari plasenta akan
turun pada saat bayi lahir, sedangkan kadar insulin dalam tubuh bayi masih tinggi,
sehingga membutuhkan tambahan glukosa secara intravena dan dapat menyebabkan
masalah serius jika hipoglikemia tidak ditangani dengan tepat.
(Saleh et al., 2016) menyebutkan bayi yang mengalami hipoglikemia dari ibu
yang menggunakan metformin yaitu 10,4 % sedangkan pada ibu yang menggunakan
insulin yaitu 21,4 %, penggunaan metformin lebih sedikit mengalami neonatal
hipoglikemi, namun hal ini secara statistik tidak menunjukan perbedaan yang signifikan.
(Najafian et al., 2017) menyebutkan metformin dapat mengurangi terjadinya neonatal
hipoglikemi secara signifikan dibandingkan insulin. Hal ini disebabkan metformin
bekerja dengan menghambat produksi glukosa hati (glukoneogenesis hepatik). Sehingga
kadar gula darah ibu tidak mengalami peningkatan dan tidak memicu produksi insulin
dalam tubuh bayi. Hipoglikemia dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek dan
jangka panjang seperti menyebabkan gangguan neurologis dan fungsi kognitif,
gangguan kardiovaskular serta kematian (Budi W, Sriami, & Fauziah, 2020).
Pada saat hamil umumnya terjadi peningkatan konsumsi makanan dan
penambahan berat badan sehinga terjadi peningkatan gula darah di atas normal. Oleh
karena itu perlu dilakukan penjagaan pola makan dan olahraga rutin untuk mencegah
terjadinya peningkatan berat badan berlebih (Hajagos-Tóth, Ducza, Samavati, Vari, &
Gaspar, 2017). Berdasarkan penulusuran literature review, penggunaan metformin pada
penderita DMG tidak menyebabkan kenaikan berat badan dibandingkan insulin
(Ainuddin et al., 2015); (Anisya et al., 2019); (Malin & Kashyap, 2014). Hal ini sesuai
dengan penelitian (Ashoush et al., 2016) yang membagi dua kelompok uji penderita
DMG dan masing-masing kelompok menggunakan metformin dan insulin, kelompok uji
yang menggunakan metformin memiliki pertambahan berat badan lebih sedikit
dibandingkan terapi insulin. Metformin tidak merangsang sekresi insulin tetapi
meningkatkan sensitifitas jaringan (jaringan lemak, otot dan hati) terhadap insulin
melalui aktivasi enzim. Enzim yang teraktivasi dapat merangsang oksidasi asam lemak,
menurunkan proses pembentukan lemak dan menurunkan proses pembentukan gula
darah oleh hati. Sehingga metformin tidak menimbulkan kenaikan berat badan (Malin &
Kashyap, 2014).
Kesimpulan
Kesimpulan pada hasil review penggunaan insulin dan metformin menunjukkan
tidak ada perbedaan efektivitas antara terapi insulin atau metformin dalam menurunkan
kadar gula darah pasien DMG. Metformin dapat mengkontrol kadar gula darah tanpa
kenaikan berat badan. Risiko seperti makrosomia dan neonatal hipoglikemi pada
penggunaan metformin juga terjadi lebih sedikit sehingga metformin lebih banyak
digunakan pada tata laksana terapi DMG.
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
4134 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
BIBLIOGRAFI
Ainuddin, Jahanara, Karim, Nasim, Hasan, Anjum Ara, & Naqvi, Sanower Ali. (2015).
Metformin versus insulin treatment in gestational diabetes in pregnancy in a
developing country. A randomized control trial. Diabetes Research and Clinical
Practice, 107(2), 290299. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2014.10.001.Google
Scholar
American Diabetes Association. (2020). Management of diabetes in pregnancy:
Standards of medical care in diabetes-2020. Diabetes Care, 43(January), S183
S192. https://doi.org/10.2337/dc20-S014. Google Scholar
Anisya, Kharina, Robiyanto, Robiyanto, & Nurmainah, Nurmainah. (2019). Profil
Penggunaan Antidiabetik pada Pasien Diabetes Melitus Gestasional di Puskesmas
Wilayah Kecamatan Pontianak Kota. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy,
8(1). https://doi.org/10.15416/ijcp.2019.8.1.72. Google Scholar
Ashoush, Sherif, El-Said, Mourrad, Fathi, Hisham, & Abdelnaby, Mohamed. (2016).
Identification of metformin poor responders, requiring supplemental insulin, during
randomization of metformin versus insulin for the control of gestational diabetes
mellitus. Journal of Obstetrics and Gynaecology Research, 42(6), 640647.
https://doi.org/10.1111/jog.12950. Google Scholar
Aulia, Dila, Rodiani, & Graharti, Risti. (2019). Hubungan Diabetes Melitus dengan
Kejadian Preeklampsia di RSUD DR . H . Relationship between Diabetes Mellitus
with The Incidence of Preeclampsia in RSUD DR . H . Abdul Moeloek Lampung on
The Period. 8, 180186. Google Scholar
Beyuo, Titus, Obed, Samuel Amenyi, Adjepong-Yamoah, Kenneth Kweku, Bugyei,
Kwasi Agyei, Oppong, Samuel Antwi, & Marfoh, Kissinger. (2015). Metformin
versus insulin in the management of pre-gestational diabetes mellitus in pregnancy
and gestational diabetes mellitus at the Korle Bu Teaching Hospital:A randomized
clinical trial. PLoS ONE, 10(5), 110.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0125712. Google Scholar
Blumer, Ian, Hadar, Eran, Hadden, David R., Jovanovič, Lois, Mestman, Jorge H.,
Murad, M. Hassan, & Yogev, Yariv. (2013). Diabetes and pregnancy: An
endocrine society clinical practice guideline. Journal of Clinical Endocrinology
and Metabolism, 98(11), 42274249. https://doi.org/10.1210/jc.2013-2465. Google
Scholar
Budi W, Guntur, Sriami, & Fauziah, Rizka. (2020). Ibu Diabetes Mellitus Gestational
(Dmg) Dengan Hipoglikemia Neonatorum Guntur Budi W ., Sriami , Riska
Fauziyah Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surabaya Alamat E-mail :
Jurnal Penelitian Kesehatan Jurnal Penelitian Kesehatan. 05, 130136. Google
Scholar
Buschur, Elizabeth, Brown, Florence, & Wyckoff, Jennifer. (2015). Using Oral Agents
Gambaran Penggunaan Insulin dan Metformin- Literature Review
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2022 4135
to Manage Gestational Diabetes: What Have We Learned? Current Diabetes
Reports, 15(2). https://doi.org/10.1007/s11892-014-0570-5. Google Scholar
Chyad, Mohammed, & Faris Shalayel, Mohammed Helmy. (2011). Pathophysiology of
Gestational Diabetes Mellitus: The Past, the Present and the Future. Gestational
Diabetes. https://doi.org/10.5772/24315. Google Scholar
Cunningham, F. Gary, Leveno, K. J., Bloom, S. L., Hauth, J. C., Rouse, D. J., & Spong,
C. Y. (2010). Williams Obstetric 23rd Edition. United States: The McGraw-Hill
Companies Inc. Google Scholar
DiPiro, Joseph T., Yee, Gary C., Posey, L. Michael, Haines, Stuart T., Nolin, Thomas
D., & Ellingrod, Vicki. (2020). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach,
Eleventh Edition. Mc-Graw Hill. Google Scholar
Dipiro, Joseph T., Talbert, Robert L., Yee, Gary C., Matzke, Gary R., Wells, Barbara
G., & Posey, L. Michael. (2014). Pharmacotherapy: A Pathophysiologic
Approach, ed. McGraw-Hill Medical, New York. Google Scholar
Feig, Denice S., Murphy, Kellie, Szwiega, Krystyna, et al. (2016). Metformin in women
with type 2 diabetes in pregnancy (MiTy): A multi-center randomized controlled
trial. BMC Pregnancy and Childbirth, 16(1), 18. https://doi.org/10.1186/s12884-
016-0954-4. Google Scholar
Galal, Mohammad, El Bassiou, Walaa Mohammad, & Sherif, Lobna. (2019).
Metformin Versus Insulin in Treatment of Gestational Diabetes Mellitus: A
Randomized Controlled Trial. Research Journal of Obstetrics and Gynecology,
12(1), 2327. https://doi.org/10.3923/rjog.2019.23.27. Google Scholar
Gante, Inês, Melo, Luís, Dores, Jorge, Ruas, Luísa, & Do Céu Almeida, Maria. (2018).
Metformin in gestational diabetes mellitus: Predictors of poor response. European
Journal of Endocrinology, 178(1), 129135. https://doi.org/10.1530/EJE-17-0486.
Google Scholar
Ghomian, Nayereh, Vahed, Seyede Houra Mousavi, Firouz, Samaneh, Yaghoubi,
Mohammad Ali, Mohebbi, Masoud, & Sahebkar, Amirhossein. (2019). The
efficacy of metformin compared with insulin in regulating blood glucose levels
during gestational diabetes mellitus: A randomized clinical trial. Journal of
Cellular Physiology, 234(4), 46954701. https://doi.org/10.1002/jcp.27238.
Google Scholar
Goh, J. E. L., Sadler, L., & Rowan, J. (2011). Metformin for gestational diabetes in
routine clinical practice. Diabetic Medicine, 28(9), 10821087.
https://doi.org/10.1111/j.1464-5491.2011.03361.x. Google Scholar
Hajagos-Tóth, Judit, Ducza, Eszter, Samavati, Reza, Vari, Sandor G., & Gaspar, Robert.
(2017). Obesity in pregnancy: A novel concept on the roles of adipokines in uterine
contractility. Croatian Medical Journal, 58(2), 96104.
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati
4136 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
https://doi.org/10.3325/cmj.2017.58.96. Google Scholar
Imron, Riyanti, & Nurulicha, Nurulicha. (2020). Faktor - Faktor Yang Berhubungan
Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin. Jurnal Kesehatan, 7(2),
815820. https://doi.org/10.38165/jk.v7i2.124. Google Scholar
Malin, Steven K., & Kashyap, Sangeeta R. (2014). Effects of metformin on weight loss:
potential mechanisms. Current Opinion in Endocrinology, Diabetes, and Obesity,
21(5), 323329. https://doi.org/10.1097/MED.0000000000000095. Google Scholar
Marie Chisholm-Burns, Schwinghammer, Terry, Malone, Patrick, Kolesar, Jill, Lee,
Kelly C., & Bookstaver, P. Brandon. (2019). Pharmacotherapy Principles and
Practice, Fifth Edition 5th Edition. New York: Mc Graw-Hill Companies. Google
Scholar
Mohammed, Ali Abd Al latif G., Al-aaragi, Ali Neamah Hasan, & Merzah, Mohammed
Abdulridha. (2018). Knowledge , Attitude , and Practice Regarding Diabetic
Mellitus among a Sample of Students at Technical Institute of Karbala. Medical
Journal of Babylon, 15(2), 164168. https://doi.org/10.4103/MJBL.MJBL. Google
Scholar
Najafian, Mahin, Barati, Mojgan, Masihi, Sara, Fardipor, Ailin, & Shajirat, Zeinab.
(2017). Investigation the Effects of Metformin versus Insulin on Neonatal and
Maternal Outcomes in Women with Gestational Diabetes Mellitus : A Randomized
Clinical Trail. Global Journal Of Health Science, 9(4), 272278.
https://doi.org/10.5539/gjhs.v9n4p272. Google Scholar
Pazzagli, Laura, Abdi, Lamya, Kieler, Helle, & Cesta, Carolyn E. (2020). Metformin
versus insulin use for treatment of gestational diabetes and delivery by caesarean
section: A nationwide Swedish cohort study. European Journal of Obstetrics and
Gynecology and Reproductive Biology, 254(September), 271276.
https://doi.org/10.1016/j.ejogrb.2020.09.037. Google Scholar
Perkeni. (2019). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa
di Indonesia 2019. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 1117. Google Scholar
Rahayu, Anita, & Rodiani. (2016). Efek Diabetes Melitus Gestasional terhadap
Kelahiran Bayi Makrosomia. Majority, 5(4), 1722. Google Scholar
Riskesdas, Kemenkes. (2018). Hasil Utama Riset Kesehata Dasar (RISKESDAS).
Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1200.
https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201. Google Scholar
Saleh, Hend S., Abdelsalam, Walid A., Mowafy, Hala E., & Elhameid, Azza A. Abd.
(2016). Could Metformin Manage Gestational Diabetes Mellitus instead of Insulin?
International Journal of Reproductive Medicine, 2016.
https://doi.org/https://doi.org/10.1155/2016/3480629. Google Scholar
Gambaran Penggunaan Insulin dan Metformin- Literature Review
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2022 4137
Shamsi, Uzma, Hatcher, Juanita, Shamsi, Azra, Zuberi, Nadeem, Qadri, Zeeshan, &
Saleem, Sarah. (2010). A multicentre matched case control study of risk factors for
Preeclampsia in healthy women in Pakistan. BMC Women’s Health, 10.
https://doi.org/10.1186/1472-6874-10-14. Google Scholar
Simmons, David. (2010). Metformin treatment for type 2 diabetes in pregnancy? Best
Practice and Research: Clinical Endocrinology and Metabolism, 24(4), 625634.
https://doi.org/10.1016/j.beem.2010.05.002. Google Scholar
Sun, Yi Ying, Juan, Juan, Xu, Qian Qian, Su, Ri Na, Hirst, Jane E., & Yang, Hui Xia.
(2020). Increasing insulin resistance predicts adverse pregnancy outcomes in
women with gestational diabetes mellitus. Journal of Diabetes, 12(6), 438446.
https://doi.org/10.1111/1753-0407.13013. Google Scholar
Wasim, Tayyiba, Shaukat, Shysta, Javaid, Lubna, Mukhtar, Saima, & Amer, Wasim.
(2019). Comparison of metformin and insulin for management of gestational
diabetes mellitus: A randomized control trial. Pakistan Journal of Medical and
Health Sciences, 13(3), 823827. Google Scholar
Wibawa, I. Made Bagus Cahya, Putra, Agus Indra Yudhistira Diva, & Tandiono, Erick
Kusuma. (2018). Potensi Curcumin dalam Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcumma
Domestica L.) sebagai Modalitas Pencegahan Preeklamsia pada Ibu Hamil.
Essence of Scientific Medical Journal, 16(2), 3842. Google Scholar
Copyright holder:
Tyas Septiana Anggreini, Elis Susilawati, Ika Kurnia Sukmawati (2021)
First publication right:
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
This article is licensed under: