Syntax Literate: Jurnal
Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 9, No.
12, Desember 2024
PEMBUATAN PLATFORM BERBASIS CLOUD UNTUK ANALISIS DATA
TIME SERIES INSAR
Ade Wirawan1, Noorlaila Hayati2
Institut Teknologi
Sepuluh Nopember, Indonesia1,2
Email: adewirawan0803@gmail.com1
Abstrak
Infrastruktur Data
Spasial (IDS) adalah mekanisme terintegrasi untuk mempermudah pengguna data
spasial dalam mengakses, mencari, berbagi pakai, hingga pemanfaatan data dan
informasi spasial. Interferometric synthetic aperture radar (InSAR) adalah
teknik pemetaan deformasi tanah menggunakan citra radar permukaan bumi yang
dikumpulkan dari satelit yang mengorbit, dan telah menarik perhatian dalam
beberapa tahun terakhir. Teknik InSAR multi-temporal (MT-InSAR), terutama
persistent scatterer interferometry (PSI) dan small baseline method (SBAS)
telah dikembangkan dengan menggunakan time series analysis dari tumpukan
interferogram. Teknik ini telah berhasil membuat algoritma untuk memperoleh
deformasi tanah dengan presisi tinggi pada skala regional dan telah menjadikan
InSAR salah satu alat penginderaan jauh yang penting untuk pencegahan dan
pemantauan risiko terutama dalam mitigasi bencana. Akan tetapi, muncul
tantangan dalam proses pengolahan data komputasi untuk tradisional pemrosesan
menggunakan desktop. Untuk itulah, perspektif yang paling efisien adalah dengan
memanfaatkan layanan pemrosesan cloud. Beberapa platform berbasis cloud telah
dikembangkan di beberapa pengembang dalam melakukan pengolahan dan analisis
data time series InSAR untuk keperluan aplikasi geofisik. Pemanfaatan platform
yang berbasis cloud memungkinkan untuk melakukan pengolahan data InSAR melalui
web/portal. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun platform berbasis
clouds untuk mengolah secara otomatis proses interferometrik data Sentinel-1,
selanjutnya dapat diunduh untuk berbagai analisis dan keperluan lebih luas
Kata Kunci: InSAR, Cloud Computing, Penginderaan Jauh
Abstract
Spatial Data Infrastructure (SDI) is an integrated mechanism
to make it easier for spatial data users to access, search, share and utilize
spatial data and information. Interferometric synthetic aperture radar (InSAR)
is a ground deformation mapping technique using radar images of the Earth's
surface collected from orbiting satellites, and has attracted attention in
recent years. Multi-temporal InSAR (MT-InSAR) techniques, especially persistent
scatterer interferometry (PSI) and small baseline method (SBAS) have been
developed using time series analysis of interferogram stacks. This technique
has succeeded in creating an algorithm to obtain ground deformation with high
precision at a regional scale and has made InSAR an important remote sensing
tool for risk prevention and monitoring, especially in disaster mitigation.
However, challenges arise in the computational data processing process for
traditional desktop processing. For this reason, the most efficient perspective
is to utilize cloud processing services. Several cloud-based platforms have
been developed by several developers to process and analyze InSAR time series
data for geophysical application purposes. Utilization of a cloud-based
platform makes it possible to process InSAR data via the web/portal. The aim of
this research is to build a cloud-based platform to automatically process
Sentinel-1 interferometric data, which can then be downloaded for various
analyzes and wider purposes.
Keywords: InSAR, Cloud Computing, Remote Sensing
Pendahuluan
Dalam era industri 4.0 teknologi geospasial menjadi
faktor unggulan dan data spasial menjadi poros pembangunan. Konsep pembangunan
berkelanjutan akan sangat bergantung pada ketersediaan data spasial yang
akurat, relevan dan mudah diakses
(Pinuji, 2016; Ferretti
et al., 2001; Hayati et al., 2013). Pesatnya perkembangan
teknologi menjadi landasan perubahan-perubahan dalam semua aspek tidak
terkecuali teknologi geospasial. Metamorfosis teknologi analog menjadi digital
didukung oleh berkembang pesatnya teknologi pada aspek penyebarluasan data dan infomasi
spasial melalui internet. Infrastruktur Data Spasial (IDS) diwujudkan sebagai
implementasi penyebarluasan dataspasial. IDS adalah mekanisme terintegrasi
untuk mempermudah pengguna data spasial dalam mengakses, mencari, berbagi
pakai, hingga pemanfaatan data dan informasi spasial (Mansourian et al, 2006;
Sutanta, Rajabifard & Bishop, 2009; Rudiastuti et al, 2020)
IDS dimanfaatkan dalam berbagai keperluan seperti
pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga pada pembangunan
berkelanjutan berbasis sumberdaya wilayah. Dalam perwujudan IDS perlu
didefinisikan ketersediaan data (perlunya metadata spasial) dan juga standar
teknis untuk menunjang interoperabilitas. Pada umumnya, IDS memanfaatkan
standar dari Open Geospatial Consortium (OGC) seperti Web Feature Services
(WFS) atau Web Map Services (WMS) dalam mempermudah akses data melalui web
(Corti et al., 2019; Hooper,
2008; Lazecky et al., 2020). IDS berperan tidak hanya berbagi data, tetapi juga
digunakan lebih luas lagi seperti pengolahan data, konversi data, analisis dan
penyelesaian masalah-masalah yang membantu dalam penyusunan suatu kebijakan.
Optimalisasi pemanfaatan data spasial menjadi pondasi pendukung perencanaan dan
pengambilan keputusan untuk merespon permasalahan yang cukup kompleks.
Interferometric synthetic aperture radar (InSAR) telah
berhasil dalam aplikasi geodetik, dan pemanfaatannya pengukuran deformasi tanah
dalam skala besar telah menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir.
Meningkatnya jumlah aperture sintetis sistem satelit radar (SAR) terus
menyediakan sejumlah besar data SAR (Duan et al., 2020; Morishita et al., 2020; Ragunath et
al., 2010). InSAR memiliki aplikasi luas dalam penginderaan
jauh dan pemetaan deformasi permukaan. Dengan cakupan luas dan resolusi yang
tinggi, InSAR telah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi geofisika, seperti
pemantauan gempa bumi, tanah longsor, penurunan tanah, dan bahaya alam atau
buatan lainnya.
Dengan pesatnya perkembangan teknik InSAR untuk
mengatasi keterbatasan dekorelasi temporal-spasial dan efek atmosfer dalam
pemrosesan InSAR konvensional, teknik InSAR multi-temporal (MT-InSAR), terutama
persistent scatterer interferometry (PSI) dan small baseline method (SBAS)
telah dikembangkan dengan menggunakan time series analysis dari tumpukan
interferogram. Teknik ini telah berhasil membuat algoritma untuk memperoleh
deformasi tanah dengan presisi tinggi pada skala regional dan telah menjadikan
InSAR salah satu alat penginderaan jauh yang penting untuk pencegahan dan
pemantauan risiko terutama dalam mitigasi bencana (Reck et al., 2019, Romadhoni et
al., 2015).
Selanjutnya muncul tantangan dalam proses pengolahan
data komputasi untuk tradisional pemrosesan menggunakan desktop. Kebutuhan
untuk penyimpanan data yang besar dan kekuatan komputasi adalah tantangan utama
yang dihadapi komunitas ilmiah saat ini. Selain dari menyediakan diri kita
sendiri dengan komputer lokal berkinerja tinggi dalam infrastruktur dan hard
drive penyimpanan besar, solusi yang memerlukan sumber daya ekonomis yang
signifikan dan keterampilan pemeliharaan TI yang baik, perspektif yang paling efisien
adalah memanfaatkan layanan pemrosesan cloud (Piter et al., 2021; Sasmito, 2017).
Sederhananya, cloud computing (komputasi awan) adalah metode penyampaian berbagai
layanan melalui internet. Sumber daya yang dimaksud contohnya adalah aplikasi
seperti penyimpanan data, server, database, jaringan, dan perangkat lunak (Sutanta, 2009).
Cloud computing merupakan opsi yang populer karena memiliki banyak keuntungan,
seperti hemat biaya, meningkatkan produktivitas, kecepatan, efisiensi,
performa, dan keamanan.
Beberapa platform berbasis cloud telah dikembangkan di
beberapa pengembang dalam melakukan pengolahan dan analisis data time series
InSAR untuk keperluan aplikasi geofisik, diantaranya antara lain 1) Geohazards
Exploitation Platform (GEP) yang dikembangkan oleh Terradue bertujuan untuk
mendukung eksploitasi data satelit untuk geohazards, 2) CODE-DE Kementerian
Federal Transportasi dan Infrastruktur Digital (BMVI) dan Pusat Dirgantara
Jerman (DLR), 3) OpenSARLab oleh NASA ASF, dan 4) LiCSAR yang dikembangkan oleh
Centre for the Observation and Modelling of Earthquakes, Volcanoes and
Tectonics (COMET).
Pada penelitian ini, akan dilakukan pembuatan platform
yang berbasis cloud untuk melakukan proses komputasi dalam pengolahan data time
series InSAR. Pemanfaatan platform yang berbasis clouds memungkinkan untuk
melakukan pengolahan data InSAR berbasis online melalui web/portal.
Selanjutnya, tujuan dari penelitian ini adalah membangun platform berbasis
clouds untuk mengolah secara otomatis proses interferometrik data Sentinel-1,
selanjutnya dapat diunduh untuk berbagai analisis dan keperluan lebih luas
Metode Penelitian
Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan antara
lain tahapan persiapan, pelaksanaan, hingga tahap akhir. Tahapan penelitian
tersebut ditampilkan pada Gambar 1.
Gambar 1. Alur Tahapan Penelitian
Berdasarkan diagram pada gambar 1, berikut adalah
penjelasan ketiga tahap yang dilakukan.
1.
Tahap
Persiapan
Identifikasi permasalahan dilakukan untuk menganalisis
permasalahan yang terjadi pada daerah penelitian, serta menentukan metode yang
akan digunakan untuk penelitian tersebut.
b) Studi Literatur
Studi literatur bertujuan untuk mendapatkan referensi
serta penelitian terdahulu yang sejenis, baik berupa naskah cetak, jurnal
ilmiah, website, maupun literatur lain. Fungsi dari studi literatur adalah
untuk menunjang jalannya penelitian terkait pengolahan data, analisis, serta
penulisan laporan.
2.
Tahap
Pelaksanaan
Adapun data yang dikumpulkan yaitu berupa data primer
yang berupa citra time series
Sentinel-1, data orbit POE serta data DEM untuk wilayah studi.
b) Pengolahan Data
Pada tahapan pengolahan meliputi rancang bangun sistem,
desain aplikasi, pembuatan front end,
pembuatan back end, deploy sistem, ujicoba sistem, dan
evaluasi sistem yang dibangun. Pada tahapan ini sistem dibuat sesuai dengan
tujuan utama pembuatan platform ini.
c) Penyajian Hasil
Hasil dari pengolahan data disajikan pada tahapan ini,
dimana hasil akhir menggambarkan produk yang akan dihasilkan yaitu
interferogram dari data time series
sentinel-1 C band SAR.
3.
Tahap Pelaporan
Pada tahap ini, akan dilakukan penyusunan laporan untuk
merangkum semua kegiatan yang telah dilakukan pada penelitian ini. Selain itu,
akan dilakukan penulisan artikel yang akan dipublikasikan pada seminar
internasional yang menjadikan penelitian ini berguna untuk referensi penelitian
selanjutnya.
Tahapan Pengolahan Data
Gambar 2. Diagram Alir Pengolahan Data InSAR berbasis
cloud
Penjelasan diagram
alir tahapan pengolahan data adalah sebagai berikut :
1.
Data
Repository
Pada tahapan ini dibangun sistem database pada server cloud untuk penyimpanan data. Data yang
disimpan tidak hanya data primer berupa data mentah yang akan digunakan, namun
data hasil olahan (produk yang dihasilkan) akan disimpan dalam database server. Pada tahapan ini diperlukan storage yang besar untuk dapat menampung data primer data data
produk. Manajemen server database perlu dirancang sedetil mungkin
untuk menghindari kesalahan dalam pengelolaan database.
2.
Computing
Servis
Pada tahapan ini dibangun sistem yang akan digunakan
untuk memproses data primer menjadi data interferogram. Sistem dikoneksikan ke
dalam database penyimpanan data
inSAR, yang kemudian dengan crossplatform dibuat algoritma untuk
mengolah data inSAR menjadi interferogram dan perkiraan koherensi. Data masukan yang digunakan adalah IW
Sentinel-1 SLC. Pada tahapan ini algoritma sistem dibangun dengan menghubungkan
dengan database penyimpanan
sebelumnya. Algoritma dibangun dengan menghubungkan ke database server untuk
input data yang selanjutnya diolah, kemudian hasil olahan dihubungkan kembali
ke database untuk menyimpan produk
hasil olahan. Dalam pengolahan Multi Temporal Analysis metode small
baselines (SBAS) digunakan untuk menghasilkan time series deformasi
dan mean velocity maps. Pada subproses computing service merujuk
pada metode small baselines Multi Temporal InSAR dalam hasil penelitian Hayati et al., (2020).
Gambar 3. Diagram alir proses dan luaran Computing
service
Komputasi dilakukan dengan secara online dengan konsep
crossplatform algoritma aplikasi yang digunakan dalam memproses data
masukkan sehingga menghasilkan interferogram-interferogram yang kemudian
diproses lebih lanjut untuk melihat perubahan-perubahan secara berkala untuk
memperoleh Time Series dan Mean LOS velocity dari data masukan
tersebut.
3.
User interface
a)
Pada tahapan ini,
pembuatan user interface untuk front end dibuat untuk memberi
kenyamanan pada user. Front-end
adalah bagian pada sistem informasi yang langsung terlihat dan berinteraksi
dengan pengguna seperti tampilan antar muka. Karena sistem informasi ini
berbasis web dan dibuka di web-browser, maka pembuatan tampilan
antar muka menggunakan bahasa HTML untuk kerangka tampilan, CSS untuk desain,
dan Javascript untuk membuat web interaktif dengan didukung oleh framework dan library third party
seperti jQuery, Bootstrap dan lainnya. Pemanfaatan jupiterhub atau platform
serupa untuk koneksi antara front end
dan back end nantinya. Penggunaan API untuk memudahkan eksekusi
penghubung antara front end dan back end. User interface juga didesain sedemikian rupa agar user dimudahkan dalam melakukan analisis
dan mengunduh data hasil olahan.
b)
Dalam penelitian ini,
hasil akhir yang menjadi keluaran adalah Displacement time series dan Mean
Velocity yang dapat diunduh
oleh pengguna sebagai data hasil pemrosesan timse series data InSAR
untuk digunakan dalam analisis selanjutnya. Selain itu, beberapa
visualisasi diampilkan dari data hasil olahan seperti visualisasi kombinasi scene ,
visualisasi data DEM, visualisasi hasil konversi data DEM dalam koordinat
radar serta Amplitude Difference
Dispersion. Gambaran visualisasi hasil
akhir dapat dilihat secara online atau diunduh oleh pengguna.
Gambar 4. Visualisasi hasil proses pengolahan data
Data Uji
Validasi
Dalam penelitian ini uji validasi dilakukan terhadap
hasil luaran dari produk komputasi yang dilakukan. Uji validasi dilakukan
dengan membandingkan hasil luaran dari proses yang dilakukan secara online
dengan dengan komputasi yang dilakukan menggunakan komputer deskstop secara
offline. Perbandingan yang dilakukan meliputi waktu proses yang dilakukan
secara online dengan waktu proses yang dilakukan secara offline, serta hasil
luaran yang dihasilkan antara komputasi online dengan komputasi offline seperti
hasil dari Interferograms dan Amplitude Difference Dispersion(ADD) dan data luaran lainnya.
Hasil dan Pembahasan
Uji kesesuaian dengan hasil
Pengujian ini
membandingkan kesesuain hasil yang diperoleh antara pengolahan yang dilakukan
secara manual dengan pengolahan dengan menggunakan aplikasi. INSAR_G2S yang
menjembatani dalam pengolahan data time series yang menggunakan GMTSAR
dan StaMPS secara default merupakan pengolahan manual secara offline.
Pengguna melakukan pengolahan dengan mengetikkan command agar dapat berproses.
Dengan memanfaatkan aplikasi ini yang mengintegrasikan INSAR_G2S dengan framework
yang berbasiskan web, pengguna dapat mengolah data time series hanya
dengan menekan tombol menu dilayanan antar muka tanpa harus melakukan secara
manual. Untuk itu perlu dilakukan pengujian hasil yang diperoleh dari
pengolahan yang dilakukan dengan aplikasi ini, sehinggan kesesuain hasil yang
diperoleh sudah sesuai dengan pengolahan yang dilakukan secara manual.
Dalam proses
pengujian kesesuaian hasil dengan pengolahan secara manual, data yang digunakan
dalam pengujian keduanya harus disamakan dengan metode yang disamakan pula.
Proses pengujian meliputi semua langkah pengolahan menggunakan INSAR_G2S dengan
metode PSI (single master) dan metode smallbaselines. Data yang
digunakan dalam pengujian adalah 5 scene Sentinel 1A pada periode tahun
2021 dengan detil dataset sebagai berikut:
Tabel 1. Tabel Data Sampel Uji Kesesuaian Aplikasi
|
Sentinel 1A scene |
S1A_IW_SLC__1SDV_20211125T105016_20211125T105043_040726_04D543_F710 |
|
|
S1A_IW_SLC__1SDV_20210809T105014_20210809T105042_039151_049EEA_0697 |
|
|
S1A_IW_SLC__1SDV_20210902T105015_20210902T105043_039501_04AAEC_4BE8 |
|
|
S1A_IW_SLC__1SDV_20210926T105016_20210926T105044_039851_04B6E4_C704 |
|
|
S1A_IW_SLC__1SDV_20211020T105016_20211020T105044_040201_04C30E_7C5A |
|
Orbit POE |
S1A_OPER_AUX_POEORB_OPOD_20210829T121738_V20210808T225942_20210810T005942.EOF |
|
|
S1A_OPER_AUX_POEORB_OPOD_20210922T122059_V20210901T225942_20210903T005942.EOF |
|
|
S1A_OPER_AUX_POEORB_OPOD_20211016T122324_V20210925T225942_20210927T005942.EOF |
|
|
S1A_OPER_AUX_POEORB_OPOD_20211109T122835_V20211019T225942_20211021T005942.EOF |
|
|
S1A_OPER_AUX_POEORB_OPOD_20211215T122034_V20211124T225942_20211126T005942.EOF |
|
Data DEM |
Subwath 1 wilayah Jawa Timur |
Dengan dataset sebagaimana tabel diatas dan
membandingkan hasil pengolahan menggunakan aplikasi ini dengan pengolahan menggunakan
sistem manual, diperoleh hasil uji kesesuaian sebagai berikut:
Tabel 2. Uji Kesesuaian Hasil
|
Sistem Pengolahan Manual |
Pengolahan menggunakan aplikasi |
|
Sesuai/Tidak Sesuai |
|
|
Langkah 1 |
Sesuai |
|
Langkah 2 |
Sesuai |
|
Langkah 3 |
Sesuai |
|
Langkah 4 |
Sesuai |
|
Langkah 5 |
Sesuai |
|
Langkah 6 |
Sesuai |
|
Langkah 7 |
Sesuai |
|
Langkah 8 |
Sesuai |
|
Langkah 9 |
Sesuai |
|
Langkah 10 |
Sesuai |
|
Langkah 11 |
Sesuai |
|
Langkah 12 |
Sesuai |
|
Langkah 13 |
Sesuai |
|
Langkah 14 |
Sesuai |
|
Langkah 15 |
Sesuai |
Uji kapasitas
dan performa penggunaan
Pada tahap ini pengujian dilakukan membandingkan
kapasitas dan performa dari pemanfaatan terhadap aplikasi ini sendiri.
Pengujian dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum proses pengolahan dan hasil
pengolahannya. Dengan penggunaan aplikasi ini dilihat performa aplikasi dari
beberapa aspek seperti waktu yang diperlukan dalam pengolahan, kapasitas
penyimpanan yang terpakai dalam satu proyek pengolahan, performa aplikasi untuk
pengolahan dengan banyak pengguna. Dengan beberapa pengujian terhadap aplikasi
ini memberi gambaran umum terkait performa aplikasi yang dapat dijadikan dasar
pengembangan aplikasi selanjutnya .
Waktu pengolahan
setiap langkah yang lakukan dapat dihitung dengan menggunakan pustaka python
yaitu time(), dengan mengintegrasikannya pada setiap langkah yang yang
dilakukan.
Import time
…
start_time = time.time()….
Langkah ke 1/2/3
….
end_time = time.time()
execution_time = end_time -
start_time
Hasil pengukuran estimasi waktu yang digunakan untuk
melakukan proses pada setiap langkah-langkah pengolahan data dapat dilihat dari
tabel berikut:
Tabel 3. Uji Waktu Pengolahan
|
Tahapan Pengolahan |
Waktu Pengolahan
(detik) |
|
|
|
PSI |
smallbaselines |
|
Langkah 1 |
44.149 |
44.388 |
|
Langkah 2 |
0.082 |
0.211 |
|
Langkah 3 |
0.043 |
0.074 |
|
Langkah 4 |
1027.081 |
1201.717 |
|
Langkah 5 |
1.336 |
1.857 |
|
Langkah 6 |
589.454 |
690.626 |
|
Langkah 7 |
68.763 |
102.909 |
|
Langkah 10 |
416.546 |
- |
|
Langkah 11 |
4716.157 |
- |
|
Langkah 12 |
0.0008 |
- |
|
Langkah 13 |
- |
182.070 |
|
Langkah 14 |
- |
7136.099 |
|
Langkah 15 |
- |
437.473 |
|
TOTAL |
6.863,612 |
9797,424 |
Waktu pengolahan sangat dipengaruhi oleh performa dari
perangkat keras yang perangkat lunak yang digunakan serta banyaknya data yang
diolah. Pada pengujiannya dilakukan terhadap dua metode yang digunakan yaitu
PSI dan smallbaselines. Tabel diatas masih berupa hasil simulasi dengan
data yang terdefinisikan pada tabel 1 Langkah 8 dan langkah 9 tidak termasuk
dalam uji waktu pengolahan dikarenakan kedua langkah tersebut masuk pada
tahapan opsional. Dari hasil pengukuran waktu tersebut diperoleh waktu
pengolahan dengan menggunakan metode PSI diperkirakan dalam waktu 6.863,612 detik (1,9 jam) dan pengolahan dengan metode small baselines
adalah 9797,424 detik (2,7 jam).
Selanjutnya ditinjau dari kapasitas penyimpanan yang
digunakan dengan memanfaatan aplikasi ini dalam pengolahanan time series
InSAR. Kapasitas penyimpanan dalam hal ini diukur dari proses data masukan
seperti sentinel data, orbit POE, dan DEM (tabel 1) pada satu proyek pengolahan
sampai dengan hasil pengolahan. Kapasitas penyimpanan perlu diukur sebagai
simulasi perhitungan untuk pengembangan aplikasi lebih lanjut nantinya. Berikut
hasil perhitungan rata-rata kapasitan penggunaan yang terpakai mengacu pada
data uji coba tabel 4.
Tabel 4. Uji Kapasitas Penyimpanan Pengolahan
|
Data |
PSI |
Small baselines |
|
Data Masukan
(sentinel, orbit, DEM) |
21.7 GB |
21.7 GB |
|
Data hasil
pengolahan (keluaran) |
31.8 |
33.5 GB |
|
TOTAL |
53.5 |
55.2 GB |
Ditinjau dari penggunaan penyimpanan yang digunakan
dalam uji coba dalam suatu proyek pengolahan dengan menggunakan data 5 (lima)
scene dibutuhkan kurang lebih 55,2 GB penyimpanan untuk pengolahan dengan
metode smallbaselines dan dibutuhkan kurang lebih 53.5 GB untuk metode PSI. Dari jumlah tersebut
21.7 GB merupakan data awal yang digunakan, sehingga perlu optimalisasi dalam
perhitungan kapasitas penyimpanan untuk pengolahan dalam skala yang berbeda
atau dalam skala yang lebih besar.
Visualisasi dan unduh data hasil
Visualisasi yang akan ditampilkan dari aplikasi ini
hanya terbatas pada beberapa hal yang termasuk dalam proses pengolahan
diantaranya adalah tabel data yang digunakan, tabel kombinasi scene yang
diolah baik kombinasi menggunakan metode PSI atau kombinasi menggunakan metode small
baselines, baselines network dari metode yang digunakan, visualisasi
data DEM, visualisasi data DEM dalam radar koordinat serta Visualisasi dari
Amplitude Dispersion (AD).
Dalam konteks alur kerja INSAR_G2S, kombinasi scene
mengacu pada proses penggabungan beberapa gambar Synthetic Aperture Radar
(SAR) untuk membuat kumpulan data komprehensif yang menangkap perubahan
temporal pada deformasi permukaan. Kombinasi ini sangat penting untuk analisis
deformasi tanah yang efektif, karena dapat meningkatkan resolusi data spasial
dan temporal.
Tujuan kombinasi scene adalah memungkinkan
peneliti memanfaatkan informasi dari akuisisi SAR yang berbeda untuk
meningkatkan akurasi dan keandalan hasil interferometri. Dengan menganalisis
berbagai scene dari waktu ke waktu, pengguna dapat mengidentifikasi
penyebaran yang stabil dan tidak stabil, sehingga menghasilkan pemahaman yang
lebih baik tentang pergerakan tanah. Dari data yang digunakan, aplikasi ini
akan menampilkan kombinasi scene yang dihasilkan dari metode yang
dipilih dalam bentuk tabel seperti berikut :
Selanjutnya dari
kombinasi scene yang telah dibuat berdasarkan metode yang dipilih, dapat
divisualisasikan hubungan antar scene dalam tabel kombinasi untuk ditampilkan
dalam model network (jaringan). Network yang terbentuk sesuai
dengan metode yang dipilih yaitu single master (SM) atau
smallbaselines (SB). Visualisasi yang ditampilkan seperti berikut:
Gambar 6. Tampilan
kombinasi scene network (a)single master (SM) network, (b)smallbaselines (SB)
network
Selanjutnya visualisasi yang ditampilkan dalam pengolahan data InSAR
mengguanakan aplikasi ini adalah visualisasi data DEM. Data DEM yang
ditampilkan terbagi dua yaitu data DEM dalam koordinat geografis yang merupakan
data masukan awal dan data DEM dalam koordinat radar yang merupakan hasil
konversi pada langkah 6 (enam) tahap pengolahan data.
Gambar 7. Visualisai DEM (a) data DEM awal, (b) data DEM dalam radar
koordinat
Data hasil pengolahan time series insar
keseluruhan dapat diunduh. Data hasil pengolahan ini nantinya akan digunakan
sebagai bahan dalam analisa lebih lanjut terkait terkait pemanfaatan time
series InSAR untuk bidang yang terkait seperti geofisik, landsubsidence dan
bidang ilmu lainnya.
Gambar 8. Unduh data hasil
pengolahan
Dalam pembuatan dan pengembangan aplikasi ini terdapat kelebihan dan
kekurangan. Beberapa kelebihan aplikasi ini antara lain :
1.
Aplikasi dapat diakses secara online, sehingga
memudahkan dalam proses pengolahan darimana saja.
2.
Aplikasi ini dibuat dengan sederhana dengan antar muka
yang memudahkan pengguna untuk melakukan pengolahan data InSAR, dengan hanya
menekan tombol pada antarmuka tanpa perlu pemograman lebih lanjut.
3.
Aplikasi ini dirancang tidak hanya memanfaatkan data
yang tersedia di dalam database tetapi juga dibuatkan menu untuk mengunduh data
yang tidak tersedia, baik data sentinel, data orbit maupun data DEM sehingga
pengolahan dapat dilakukan dalam skala yang besar dan fleksibel.
4.
Proses pengolahan data time series InSAR dengan
menggunakan aplikasi ini mendukung metode PSI dan smallbaselines, dengan antar
muka yang disediakan untuk opsi
pemilihan metode yang digunakan.
Dalam pengujian dan pemanfaatan aplikasi yang telah
dibuat ini, ditemukan beberapa kekurangan dalam proses pengolahan data time
series InSAR diantaranya :
1.
Ujicoba yang dilakukan untuk pengujian aplikasi ini tidak
termasuk di dalamnya aspek keamanan aplikasi sehingga apabila untuk
pengembangan lebih lanjut perlu diperhatikan.
2.
Saat ini pengembangan aplikasi masih sebatas
pengolahan data time series InSAR sampai pada proses konversi dalam format
StaMPS, sehingga belum dapat melakukan analisis lebih lanjut terkait hasil dari
pengolahan tersebut.
3.
Pada proses pengolahan data, aplikasi ini baru
mendukung 1 sub subwath dalam setiap kali pengolahan sehingga belum
dapat mengolah data scene secara penuh dalam satu kali pengolahan.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian ini, penulis memperoleh
beberapa kesimpulan diantaranya adalah Pengembangan aplikasi sampai saat ini
masih dibatasi pada pengolahan data sentinel 1A dengan flight direction
Ascending. Penelitian ini memberikan konsep dan model pembuatan aplikasi
pengolahan data InSAR yang dapat diakses secara online dengan antarmuka yang
memudahkan dalam melakukan proses pengolahan data tersebut. Aplikasi ini
memberikan menu unduh data sentinel, data orbit POE dan data DEM, sehingga
dimungkinkan untuk melakukan pengolahan data time series InSAR walaupun tidak
ada dataset yang tersedia di dalam database. Dengan melakukan input nama-nama
scene yang akan diunduh ke dalam proyek pengolahan, selanjutnya aplikasi akan
otomatis mengunduh scene sesuai daftar dataset yang dimasukkan. Dalam
pengolahan data menggunakan aplikasi ini hanya mendukung satu subwath dalam
sekali pengolahan data/scene, sehingga pengolahan subwath yang berbeda dalam
satu dataset, maka perlu dilakukan pengolahan dengan proyek pengolahan yang
berbeda. Beberapa aspek yang diuji dalam pengujian aplikasi ini meliputi aspek
kelayakan fungsi menu, aspek kesesuaian hasil pengolahan, aspek perhitungan
waktu pengolahan, aspek kapasitas penyimpanan yang digunakan dan beberapa hal
yang dirasa terkait dalam pengembangan aplikasi ini. Hasil dari pengolahan data
time series InSAR dengan aplikasi ini dapat diunduh pengguna untuk dapat
digunakan sebagai data untuk analisis dan pengolahan selanjutnya. Aplikasi ini
masih berupa prototype dan dalam proses pengembangan, sehingga belum dimasukkan
pengujian dari sisi aspek keamanan.
BIBLIOGRAFI
Corti, P.,
Bartoli, F., Fabiani, A., Giovando, C., Kralidis, A. T., & Tzotsos, A.
(2019). GeoNode: An open source framework to build spatial data
infrastructures. PeerJ, 7, 1–10.
Duan, W.,
Zhang, H., Wang, C., & Tang, Y. (2020). Multi-temporal InSAR parallel
processing for Sentinel-1 large-scale surface deformation mapping. Remote
Sensing, 12(22), 1–20. https://doi.org/10.3390/rs12223749
Ferretti,
A., Prati, C., & Rocca, F. (2001). Permanent scatterers in SAR
interferometry. IEEE Transactions on Geoscience and Remote Sensing, 39(1),
8–20. https://doi.org/10.1109/36.898661
Hayati,
N., Taufik, M., & Khomsin. (2013). Differential interferometry SAR
technique for detecting surface displacement in hilly areas. In 34th
Asian Conference on Remote Sensing 2013 (ACRS 2013) (pp. 294–299).
Hayati,
N., Niemeier, W., & Sadarviana, V. (2020). Ground deformation in the
Ciloto landslides area revealed by multi-temporal InSAR. Geosciences, 10(5),
1–16. https://doi.org/10.3390/geosciences10050156
Hooper, A.
(2008). A multi-temporal InSAR method incorporating both persistent scatterer
and small baseline approaches. Geophysical Research Letters, 35(16).
https://doi.org/10.1029/2008GL034654
Lazecky,
M., Spaans, K., Gonzalez, P. J., Maghsoudi, Y., Morishita, Y., Albino, F.,
Elliott, J., Greenall, N., Hatton, E., Hooper, A., Juncu, D., McDougall, A.,
Walters, R. J., Watson, C. S., Weiss, J. R., & Wright, T. J. (2020).
LiCSAR: An automatic InSAR tool for measuring and monitoring tectonic and
volcanic activity. Remote Sensing, 12(3), 424. https://doi.org/10.3390/rs12030424
Mansourian,
A., Rajabifard, A., Valadan Zoej, M. J., & Williamson, I. (2006). Using
SDI and web-based system to facilitate disaster management. Computers
& Geosciences, 32(3), 303–315. https://doi.org/10.1016/j.cageo.2005.06.017
Morishita,
Y., Lazecky, M., Wright, T. J., Weiss, J. R., Elliott, J. R., & Hooper,
A. (2020). LiCSBAS: An open-source InSAR time series analysis package
integrated with the LiCSAR automated Sentinel-1 InSAR processor. Remote
Sensing, 12(3), 5–8. https://doi.org/10.3390/rs12030424
Pinuji, S.
(2016). Integrasi sistem informasi pertanahan dan infrastruktur data spasial
dalam rangka perwujudan One Map Policy. BHUMI: Jurnal Agraria
Dan Pertanahan, 2(1), 48. https://doi.org/10.31292/jb.v2i1.31
Piter, A.,
Vassileva, M., Haghshenas Haghighi, M., & Motagh, M. (2021). Exploring
cloud-based platforms for rapid InSAR time series analysis. International
Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information
Sciences - ISPRS Archives, 43(B3-2021), 171–176. https://doi.org/10.5194/isprs-archives-XLIII-B3-2021-171-2021
Ragunath,
P. K., Velmourougan, S., Davachelvan, P., Kayalvizhi, S., & Ravimohan, R.
(2010). Evolving a new model (SDLC Model-2010) for software development life
cycle (SDLC). IJCSNS International Journal of Computer Science and
Network Security, 10(1), 112.
Reck, C.,
Storch, T., Holzwarth, S., & Schmidt, M. (2019). Online data access and
big data processing in the German Copernicus data and exploitation
environment (CODE-DE). In Proceedings of 2019 Conference on Big Data from
Space (pp. 1–4). Munich, Germany.
Romadhoni,
E. N. A., Widiyaningtyas, T., & Pujianto, U. (2015). Implementasi model
Waterfall pada pengembangan sistem informasi alumni SMKN 1 Jenangan Ponorogo.
In Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia (pp. 445–452).
Rudiastuti,
A. W., Suryanegara, E., Wirawan, A., Purwanto, B., Gill, S., Prihanto, Y.,
Windiastuti, R., & Munawaroh. (2020). Design and implementation of a
user-centered web-app using open source platform: Indonesia disaster data
(InDITA). JOIV: International Journal on Informatics Visualization, 4(4),
243–249. https://doi.org/10.30630/JOIV.4.4.460
Sasmito,
G. W. (2017). Penerapan metode Waterfall pada desain sistem informasi
geografis industri Kabupaten Tegal. Jurnal Informatika: Jurnal
Pengembangan IT (JPIT), 2(1), 6–12.
Sutanta, H., Rajabifard, A., & Bishop, I. D. (2009). An integrated approach for disaster risk reduction using spatial planning and SDI platform. In Proceedings of the Surveying & Spatial Sciences Institute Biennial International Conference (pp. 341–351). Adelaide, Australia.
|
Copyright
holder: Ade Wirawan, Noorlaila Hayati (2024) |
|
First
publication right: Syntax Literate:
Jurnal Ilmiah Indonesia |
|
This
article is licensed under: |