Syntax
Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 9, No.
12, Desember 2024
STUDI LITERATUR PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KEJADIAN ASTENOPIA MATA PADA MAHASISWA
Natasya
Nurvita Brilianti1, Indri Wahyuni2, Rozalina Loebis3
Universitas
Airlangga, Indonesia1,2,3
Email: natasya.nurvita.brilianti-2020@fk.unair.ac.id1, indri-w@fk.unair.ac.id2, rozalina-l@fk.unair.ac.id3
Abstrak
Penggunaan gadget di kalangan mahasiswa pada zaman modern telah menjadi suatu
keharusan dimana seluruh individu mahasiswa dipastikan menggunakan smartphone
atau laptop. Hanya saja, penggunaan gadget
yang tidak tepat memiliki resiko pada peningkatan
gangguan kesehatan mata seperti astenopia. Oleh karena itu, peneliti bermaksud
melakukan studi literatur mengenai pengaruh penggunaan gadget
terhadap astenopia mata mahasiswa. Penelitian ini tergolong
pada penelitian kualitatif dengan studi literatur yang mengkaji sumber materi
dari artikel ilmiah yang dianggap relevan dan dikumpulkan dari berbagai
database baik Google Scholar maupun Garuda dengan menuliskan kata kunci yang
berkaitan dengan penelitian yaitu penggunaan gadget, astenopia,
kelelahan mata, dan mahasiswa. Hasil studi literatur menemukan 18 artikel
mengenai pengaruh penggunaan gadget terhadap kejadian astenopia pada
mahasiswa, serta 14 artikel yang mengonfirmasi bahwa terdapat pengaruh
penggunaan gadget terhadap kejadian astenopia di kalangan mahasiswa.
Kemudian, studi literatur ini juga mengonfirmasi bahwa terdapat berbagai faktor
yang berkaitan dengan penggunaan gadget yaitu faktor durasi penggunaan gadget,
jarak penggunaan gadget, posisi penggunaan gadget, serta
jenis gadget. Adapun terdapat berbagai bentuk keluhan astenopia yang
ditemukan pada artikel-artikel penelitian terdahulu yang termasuk pada kategori
astenopia sedang hingga astenopia berat.
Kata Kunci: Gadget Use, asthenopia,
university student, literature review
Abstract
The
use of gadgets among students in modern times has become a necessity where all
individual students are certain to use a smartphone or laptop. However,
improper use of gadgets has the risk of increasing eye health problems such as
asthenopia. Therefore, the researcher intends to conduct a literature study on
the effect of gadget use on asthenopia in the eyes of university students. This
research is classified as qualitative research with a literature study that
examines the source material of scientific articles that are considered
relevant and collected from various databases both Google Scholar and Garuda by
writing keywords related to the research, namely gadget use, asthenopia, eye
fatigue, and students. The results of the literature study found 18 articles
regarding the effect of gadget use on the incidence of asthenopia in university
students, as well as 14 articles confirming that there is an effect of gadget
use on the incidence of asthenopia among university students. Then, this
literature study also confirms that there are various factors related to gadget
use, namely the duration of gadget use, the distance of gadget use, the
position of gadget use, and the type of gadget. There are various forms of
asthenopia complaints found in previous research articles which fall into the
category of moderate asthenopia to severe asthenopia.
Keywords: Gadget
Use, asthenopia, university student, literature review
Pendahuluan
Penggunaan gadget pada zaman modern ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Terdapat banyak aktivitas yang dapat dimudahkan dengan menggunakan gadget seperti membaca, mencari informasi, belajar, dan berbagai kegiatan
produktif lainnya. Selain itu, gadget
juga dapat dimanfaatkan sebagai
media hiburan, media bermain game,
serta alat berkomunikasi (Paida et al., 2022). Oleh karena itu, penggunaan gadget di kalangan mahasiswa saat ini telah menjadi suatu keharusan dimana
seluruh individu mahasiswa dipastikan menggunakan smartphone
atau laptop. Pada zaman globalisasi ini, penggunaan
gadget bagi mahasiswa dapat membantu dalam mendukung proses pembelajaran yang
lebi kreatif dan inovatif (Abdu et al., 2021).
Indonesia adalah negara dengan angka transformasi digital yang tinggi
dan signifikan. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan pada jumlah
penggunaan gadget yang konsisten setiap tahun. Data Reportal mencatat bahwa
pada tahun 2023, jumlah pengguna gadget berupa smartphone
di Indonesia mencapai angka 209,3 juta. Angka ini
melonjak tinggi selama delapan tahun terakhir dari angka 54 juta pada tahun
2015 (Andalas, 2024). Data lainnya pada laporan State of Mobile 2024
menyebutkan bahwa Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan
peduduk yang menghabiskan waktu terlama dalam menggunakan gadget setiap harinya (Iradat, 2024)
Hanya saja, transformasi digital yang tinggi serta peningkatan pada
jumlah pengguna gadget yang signifikan ini juga disertai dengan
peningkatan pada angka gangguan kesehatan mata. Badan Pusat Statistika mencatat
bahwa pada tahun 2022 kasus kehilangan penglihatan mencapai 8 juta kasus. Selan
itu, terdapat 700 ribu penduduk Indonesia yang mengalami kesulitan melihat
serta 7,4 juta penduduk yang mengalami sedikit gejala ini. Lebih dari itu,
International Agency for the Prevention of Blindness mencatat adanya kenaikan
yang signifikan pada kasus penglihatan di Indonesia selama rentang 10 tahun
terakhir sejak 2010 hingga tahun 2020 (Wirawan, 2024).
Astenopia merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang banyak
diderita pada era modern ini (Nuraini et al., 2024). Astenopia dapat diidentifikasi sebagai mata lemah
serta ketidaknyamanan pada mata karena penggunaan mata berlebihan yang
mengakibatkan ketegangan pada otot mata. Gejala astenopia ini dapat berupa mata
nyeri, pedih, gatal, berair, pandangan yang kabur, serta mata yang menjadi
sensitif terhadap cahaya. Dampak negatif dari astenopia dapat menyebar pada
anggota tubuh lainnya seperti rasa nyeri pada leher, bahu, hingga punggung, dan
sakit kepala (Putri & Apriyanti, 2023).
Kejadian astenopia atau kelelahan mata dapat disebabkan oleh penggunaan
gadget dimana gadget memancarkan radiasi cahaya biru atau blue light yang dapat mengganggu kemampuan penglihatan saat digunakan secara
berlebihan (Wiwi et al., 2024). Cahaya biru atau ini bersifat silau serta dapat
menurunkan kontras dan mengganggu ketajaman mata seseorang. Berbagai faktor
seperti jarak dan durasi penggunaan gadget juga terbukti dapat menciptakan kelelahan mata dengan keluhan mata seperti mata berair,
penglihatan kabur, serta penurunan ketajaman mata (Siagian et al., 2024).
Kejadian astenopia juga ditemukan pada mahasiswa. Umumnya gejala
astenopia pada mahasiswa diakibatkan oleh penggunaan gadget yang tidak tepat dalam berbagai aspek seperti jarak mata dengan gadget, durasi penggunaan, serta posisi tubuh yang tidak tepat (Putri & Apriyanti, 2023). Berbagai penelitian terdahulu menemukan bahwa
penggunaan gadget memberikan dampak pada kejadian astenopia di
kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan studi
literatur mengenai pengaruh penggunaan gadget
terhadap astenopia mata mahasiswa.
Metode Penelitian
Penelitian ini
tergolong pada penelitian kualitatif dengan studi literatur atau literature
review yang bermakna sebagai metode pengkajian terhadap sumber materi atau
sumber ilmiah yang telah diterbitkan seperti jurnal, buku, atau artikel ilmiah
yang dianggap relevan dengan topik dan tujuan penelitian. Sumber materi
dikumpulkan dari berbagai database baik Google Scholar maupun Garuda dengan
menuliskan kata kunci yang berkaitan dengan penelitian yaitu penggunaan gadget,
astenopia, kelelahan mata, dan mahasiswa. Pengumpulan materi dibatasi pada
artikel yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan memenuhi kriteria berupa
topik pengaruh penggunaan gadget terhadap astenopia serta objek berupa
mahasiswa. Selanjutnya, artikel yang telah dikumpulkan dimasukkan pada aplikasi
Mendeley untuk mempermudah proses pembuatan sitasi dan studi literatur.
Hasil dan
Pembahasan
Pengumpulan artikel mendapatkan hasil
berupa 18 artikel yang dianggap relevan dengan topik penelitian serta memenuhi
kriteria yang ditetapkan. Selanjutnya, 18 artikel tersebut diekstraksi pada
tabel sebagai berikut:
Tabel 1.
Hasil
Studi Literatur
|
No. |
Nama Peneliti dan Tahun |
Sampel |
Judul |
Kesimpulan |
|
1. |
Yulnefia et al. (2024) |
Penelitian melibatkan 94 responden mahasiswa Program
Studi Pendidikan Dokter di Universitas Abdurrab. |
“Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone dan Computer
dengan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas
Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Abdurrab” |
Terdapat hubungan durasi penggunaan terhadap
astenopia |
|
2. |
Nugraha
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 97 responden mahasiswa
semester akhir S1 Kesehatan Masyarakat. |
“Hubungan Jarak dan Posisi Pemakaian Smartphone
dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Semester Akhir S1 Kesehatan
Masyarakat Stikes Widya Dharma Husada Tangerang 2021” |
Terdapat hubungan jarak dan posisi penggunaan
terhadap astenopia |
|
3. |
Mangelep
et al. (2023) |
Penelitian melibatkan 100 responden mahasiswa
Angkatan 2021. |
“Hubungan Jarak Durasi Dan Posisi Penggunaan
Smartphone Dengan Kelelahan Mata Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Jurusan
Pendidikan Ekonomi FEB UNIMA” |
Terdapat hubungan jarak, durasi, posisi penggunaan
terhadap astenopia |
|
4. |
Liana
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 76 responden mahasiswa
keperawatan. |
“Penggunaan Gadget (Smartphone) Selama Pembelajaran
Daring Terhadap Kejadian Asthenopia” |
Terdapat hubungan penggunaan gadget terhadap
astenopia |
|
5. |
Gumunggilung
et al. (2021) |
Penelitian melibatkan 74 responden mahasiswa
kesehatan masyarakat. |
“Hubungan Jarak Dan Durasi Pemakaian Smartphone
Dengan Keluhan Kelelahan Mata Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
Unsrat di Era Pandemi Covid-19” |
Terdapat hubungan jarak dan durasi penggunaan
terhadap astenopia |
|
6. |
Rustam
(2022) |
Penelitian melibatkan 86 responden mahasiswa
fakultas kedokteran. |
“Hubungan Durasi dan Posisi Penggunaan Smartphone
terhadap Astenopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Baiturrahmah Angkatan 2019” |
Terdapat hubungan durasi dan posisi terhadap
astenopia |
|
7. |
Maharani
et al. (2024) |
Penelitian melibatkan 98 responden mahasiswa. |
“Hubungan Kualitas Tidur, Durasi, dan Posisi
Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2022” |
Terdapat hubungan durasi dan posisi penggunaan
terhadap astenopia |
|
8. |
Pane
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 71 responden mahasiswa prodi
Ners. |
“Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Kejadian
Astenopia Pada Mahasiswa Program Studi Ners” |
Terdapat hubungan lama penggunaan terhadap astenopia |
|
9. |
Alpan
et al. (2023) |
Penelitian melibatkan 31 responden mahasiswa
keperawatan. |
“Gambaran Astenopia Akibat Penggunaan Gadget Pada
Mahasiswa Tingkat Akhir D3 Keperawatan Stikes 2023” |
Terdapat hubungan jarak dan posisi terhadap
astenopia. |
|
10. |
Yondhi
(2022) |
Penelitian melibatkan 57 responden mahasiswa. |
“Hubungan Durasi, Jarak, dan Posisi Penggunaan
Smartphone terhadap Kelelahan Mata pada Mahasiswa Angkatan 2018 Fakultas
Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara” |
Terdapat hubungan durasi dan jarak terhadap
astenopia. Namun posisi tidak berhubungan. |
|
11. |
Sinurat
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 171 responden mahasiswa
kesehatan masyarakat. |
“Penggunaan Gadget dan Keluhan Kelelahan Mata Pada
Mahasiswa” |
Terdapat hubungan penggunaan gadget terhadap
astenopia |
|
12. |
Subroto
(2024) |
Penelitian melibatkan 125 responden mahasiswa. |
“Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan
Mata pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang” |
Durasi penggunaan gadget tidak berhubungan
terhadap astenopia |
|
13. |
Siagian
et al. (2024) |
Penelitian melibatkan 81 responden mahasiswa. |
“Hubungan Jarak dan Durasi Pemakaian Smartphone
dengan Keluhan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat
UINSU Medan” |
Tidak terdapat hubungan signifikan jarak dan durasi gadget
terhadap astenopia |
|
14. |
Reza
et al. (2024) |
Penelitian melibatkan 138 responden mahasiswa. |
“Hubungan Lamanya Penggunaan Gawai Saat Pembelajaran
Daring dengan Timbulnya Gejala Asthenopia pada Mahasiswa FK YARSI” |
Tidak terdapat hubungan signifikan durasi gadget terhadap
astenopia |
|
15. |
Sugito
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 143 responden mahasiswa. |
“Hubungan Smartphone Addiction dengan Kelelahan Mata
pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020” |
Terdapat hubungan gadget addiction terhadap
astenopia |
|
16. |
Putri
& Apriyanti (2023) |
Penelitian melibatkan 123 responden mahasiswa. |
“Hubungan Jarak, Durasi dan Posisi Penggunaan
Smartphone dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Semester
Viii Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai” |
Terdapat hubungan jarak, posisi, dan
durasi penggunaan terhadap astenopia |
|
17. |
Paida
et al. (2022) |
Penelitian melibatkan 312 responden mahasiswa
kesehatan. |
“Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Gadget dengan
Kelelahan Mata Pada Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat” |
Tidak terdapat hubungan durasi dan jarak penggunaan gadget
terhadap astenopia |
|
18. |
Mentari
& Righo (2023) |
Penelitian melibatkan 203 responden mahasiswa
keperawatan. |
“Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kejadian
Astenopia pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan saat Pandemi COVID-19” |
Tidak terdapat hubungan durasi penggunaan gadget terhadap
astenopia |
Berdasarkan 18
artikel yang ditemukan, didapatkan bahwa 14 artikel mengonfirmasi bahwa
terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap kejadian astenopia di
kalangan mahasiswa. Sedangkan, 4 artikel menemukan bahwa tidak terdapat
hubungan antara penggunaan gadget dengan kejadian astenopia pada
mahasiswa. Artinya, dominasi hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget
dapat mengakibatkan kejadian astenopia atau mata lelah pada mahasiswa. Hal
ini sejalan dengan Mangelep et al.
(2023) yang
menyebutkan bahwa blue light atau cahaya biru pada gadget dapat
mengakibatkan penglihatan mata yang kabur, berkurang, sakit mata, hingga
berbagai keluhan mata lainnya.
Studi literatur
pada 18 artikel di atas juga mengonfirmasi bahwa terdapat berbagai faktor yang
berkaitan dengan penggunaan gadget, dimana faktor-faktor ini dapat
mengakibatkan kelelahan mata atau astenopia. Faktor pertama yaitu durasi
penggunaan gadget. Terdapat 8 artikel yang menemukan bahwa durasi
penggunaan gadget berpengaruh terhadap astenopia pada mahasiswa.
Penelitian Putri &
Apriyanti (2023) menemukan bahwa
mahasiswa dengan durasi penggunaan gadget yang lebih lama akan memiliki
resiko kejadian astenopia sebanyak 5 kali lebih besar dibandingkan mahasiswa
yang menggunakan gadget dengan durasi yang lebih sedikit. Penggunaan gadget
yang terlalu lama dapat mengakibatkan penegangan pada otot mata, sehingga
terjadi kelelahan mata atau astenopia. Penggunaan gadget pada mahasiswa
sebaiknya dibatasi pada maksimum 2 jam perharinya sebagaimana rekomendasi dari
The American Academi of Pediatrics.
Faktor kedua yaitu
jarak penggunaan gadget. Terdapat 6 artikel yang menemukan bahwa jarak
penggunaan gadget berpengaruh terhadap astenopia pada mahasiswa.
Penelitian Sinurat et al.
(2022)
menemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan gadget dengan jarak pandang
yang tidak tepat akan memiliki resiko kejadian astenopia sebanyak 0,327 kali
lebih besar dibandingkan mahasiswa yang menggunakan gadget dengan jarak
yang lebih tepat. Saat melihat objek yang terlalu dekat, otot siliar akan
menegang dan apabila terlalau sering dilakukan, maka otot siliar akan terus
menegang dan mengalami kelelahan. Mahasiswa perlu mengatur jarak ideal antara
mata dengan layer smartphone serta posisi meja dengan layar monitor.
Faktor ketiga
yaitu posisi penggunaan gadget. Terdapat 6 artikel yang menemukan bahwa
posisi penggunaan gadget berpengaruh terhadap astenopia pada mahasiswa.
Penelitian Putri &
Apriyanti (2023) menemukan bahwa
mahasiswa yang menggunakan gadget dengan posisi tidak tepat akan
memiliki resiko kejadian astenopia sebanyak 4,3 kali lebih besar dibandingkan
mahasiswa yang menggunakan gadget dengan posisi yang tepat. Posisi
penggunaan gadget yang baik sebaiknya dilakukan dengan posisi duduk
serta memperhatikan jarak ideal antara posisi duduk dengan objek yang dilihat.
Di samping itu, posisi yang memudahkan penerangan atau cahaya untuk menerangi
objek juga dianggap penting.
Faktor keempat
yaitu jenis gadget. Terdapat 1
artikel yang menemukan bahwa jenis gadget yang digunakan dapat
berpengaruh terhadap astenopia pada mahasiswa. Penelitian Sinurat et al.
(2022)
menemukan bahwa mahasiswa yang menggunakan gadget lebih dari satu jenis
akan memiliki resiko kejadian astenopia sebanyak 0,098 kali lebih besar
dibandingkan mahasiswa yang menggunakan hanya satu jenis gadget saja.
Penggunaan lebih dari satu gadget akan menyebabkan mahasiswa terpapar
layer serta radiasi cahaya biru dengan lebih intens, sehingga kondisi ini akan
meningkatkan resiko kelelahan mata yang lebih besar. Pembatasan penggunaan
hanya pada satu gadget perlu diupayakan oleh mahasiswa untuk menghindari
paparan radiasi yang berlebihan.
Adapun berkaitan
dengan kejadian astenopia yang dialami mahasiswa sebagai dampak dari penggunaan
gadget, terdapat berbagai bentuk keluhan yang ditemukan pada
artikel-artikel penelitian terdahulu. Bentuk keluhan tersebut dapat berupa mata
panas, mata gatal, terdapat benda asing pada mata, berair, berkedip berlebihan,
mata merah, nyeri pada mata, kelopak mata terasa berat, mata kering,
penglihatan kabur, penglihatan ganda, mata sulit fokus, serta mata sensitif
terhadap cahaya (Subroto, 2024). Selain itu,
tingkatan keluhan yang dialami mahasiswa termasuk pada kategori astenopia
sedang hingga astenopia berat. Astenopia sedang dimulai dari gejala umum
seperti mata kering, perih, bertekanan, terasa berat, dan berair. Hingga gejala
berat seperti pusing, mata buram, berganda, sakit kepala, rasa kantuk, serta
nyeri pada mata (Pane et al.,
2022).
Kesimpulan
Hasil studi
literatur menemukan 18 artikel mengenai pengaruh penggunaan gadget
terhadap kejadian astenopia pada mahasiswa, serta 14 artikel yang mengonfirmasi
bahwa terdapat pengaruh penggunaan gadget terhadap kejadian astenopia di
kalangan mahasiswa. Kemudian, studi literatur ini juga mengonfirmasi bahwa
terdapat berbagai faktor yang berkaitan dengan penggunaan gadget yaitu
faktor durasi penggunaan gadget, jarak penggunaan gadget, posisi
penggunaan gadget, serta jenis gadget. Adapun terdapat berbagai
bentuk keluhan astenopia yang ditemukan pada artikel-artikel penelitian
terdahulu yang termasuk pada kategori astenopia sedang hingga astenopia berat.
BIBLIOGRAFI
Abdu, S., Saranga’, J. L., Sulu, V., & Wahyuni, R.
(2021). Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Penurunan Ketajaman Penglihatan. Jurnal
Keperawatan Florence Nightingale, 4(1), 24–30.
https://doi.org/10.52774/jkfn.v4i1.59
Alpan, A., Helisarah, D. U., Pamungkas, M., &
Witjaksono, A. (2023). Gambaran Astenopia Akibat Penggunaan Gadget pada
Mahasiswa Tingkat Akhir D3 Keperawatan Stikes 2023. Jurnal Siakes Stikes,
1–13.
Andalas, S. F. T. (2024). 209,3 Juta Orang di
Indonesia Menggunakan Smartphone pada Tahun 2023. GoodStats.Id.
https://data.goodstats.id/statistic/2093-juta-orang-di-indonesia-menggunakan-smartphone-pada-tahun-2023-cbha0
Gumunggilung, D., Doda, D. V. D., & Mantjoro, E. M.
(2021). Hubungan Jarak Dan Durasi Pemakaian Smartphone Dengan Keluhan Kelelahan
Mata Pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat Di Era Pandemi
Covid-19. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado, 10(2),
12–17.
Iradat, D. (2024). Warga RI Juara Satu Kecanduan Hp di
Dunia, Habiskan 6 Jam Sehari. CNNIndonesia.Com.
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20240112200540-185-1048875/warga-ri-juara-satu-kecanduan-hp-di-dunia-habiskan-6-jam-sehari
Liana, Y., Pendra, I. S., & Nurbaiti, M. (2022).
Penggunaan Gadget (Smartphone) Selama Pembelajaran Daring Terhadap Kejadian
Asthenopia. Journal Omicron Adpertisi, 1(1), 7–13.
https://jurnal.adpertisi.or.id/index.php/joa
Maharani, L. G. T. C., Rahardianti, D., Apriliana, D. H.,
& Pranoto, E. (2024). Hubungan Kualitas Tidur, Durasi, dan Posisi
Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Angkatan 2022. Reslaj: Religion
Education Social Laa Roiba Journal, 6(4), 2266–2282.
https://doi.org/10.47476/reslaj.v6i4.1315
Mangelep, A. M., Mamuaja, P. P., & Pallilingan, R. A.
(2023). Hubungan Jarak Durasi Dan Posisi Penggunaan Smartphone Dengan Kelelahan
Mata Pada Mahasiswa Angkatan 2021 Jurusan Pendidikan Ekonomi Feb UNIMA. Jurnal
Kesehatan Tambusai, 4(3), 3246–3254.
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/17573
Mentari, D., & Righo, M. A. (2023). Hubungan Durasi
Penggunaan Gawai dengan Kejadian Astenopia pada Mahasiswa Program Studi
Keperawatan saat Pandemi COVID-19. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 5(4),
507–513.
Nugraha, T. B., Puji, L. K. R., & Fitriani, D.
(2022). Hubungan Jarak dan Posisi Pemakaian Smartphone dengan Keluhan Kelelahan
Mata pada Mahasiswa Semester Akhir S1 Kesehatan Masyarakat Stikes Widya Dharma
Husada Tangerang 2021. Frame of Health Journal, 1(2), 105–114.
http://openjournal.wdh.ac.id/index.php/fohj/article/view/377%0Ahttp://openjournal.wdh.ac.id/index.php/fohj/article/download/377/292
Nuraini, N., Hadi, K., Apriliana, D., Khumairoh, A.,
& Salsabila, M. L. (2024). Edukasi dan Deteksi Astenopia (Mata Lelah) pada
Peserta Lembaga Pelatihan Informal. Jurnal Inovasi Penelitian Dan Pengabdian
Masyarakat, 4(1), 122–132. https://doi.org/10.53621/jippmas.v4i1.299
Paida, N., Yunding, J., Amin, M., & Irfan. (2022).
Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Gadget dengan Kelelahan Mata Pada
Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat. Jurnal Kesehatan Marendeng, 6(1),
2809–2813.
Pane, J. P., Saragih, I. S., & Laoli, T. L. (2022).
Hubungan Lama Penggunaan Gadget dengan Kejadian Astenopia Pada Mahasiswa
Program Studi Ners. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(3),
947–954. http://jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPPP
Putri, M. M., & Apriyanti, F. (2023). Hubungan Jarak,
Durasi dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Astenopia pada
Mahasiswa S1 Keperawatan Semester Viii Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal
Ners, 7(23), 511–517.
Reza, M. F., Mokoginta, S. N., Zen, I. M., & Kunci,
K. (2024). Hubungan Lamanya Penggunaan Gawai Saat Pembelajaran Daring dengan
Timbulnya Gejala Asthenopia pada Mahasiswa FK YARSI Selama Belajar Melalui
Daring di Masa Pandemik Covid-19. Junior Medica Journal, 2(8),
936–944.
Rustam, R. (2022). Hubungan Durasi dan Posisi Penggunaan
Smartphone terhadap Astenopia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Baiturrahmah Angkatan 2019. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesian, 7(12),
356–363.
Siagian, H. A. H., Fitri, W., Khoirunnisa, U., Dini, R.,
& Adinda, D. (2024). Hubungan Jarak dan Durasi Pemakaian Smartphone dengan
Keluhan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UINSU
Medan. Journal of Health and Religion, 1(2), 56–65.
Sinurat, B., Boy, P., Siahaan, C., Manalu, P., &
Sinaga, G. (2022). Penggunaan Gadget dan Keluhan Kelelahan Mata Pada Mahasiswa.
Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(2), 285–292.
Subroto, L. M. (2024). Faktor-Faktor yang Berhubungan
dengan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Jurnal
Anestesi, 2(4).
Sugito, R. A., Donanti, E., & Mahmud, A. (2022).
Hubungan Smartphone Addiction dengan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2020 dan Tinjauannya Menurut Islam. Junior
Medica Journal, 1(4), 504–511.
Wirawan, N. A. (2024). Angka Kebutaan dan Gangguan
Penglihatan di Indonesia Tembus 8 Juta Kasus. GoodStats.Id.
https://data.goodstats.id/statistic/angka-kebutaan-dan-gangguan-penglihatan-di-indonesia-tembus-8-juta-kasus-1buXL
Wiwi, S. I. K., Makmun, A., Ekawati, F., & Aulia, N. (2024). Tingkat Pengetahuan Mahasiswa tentang
Terjadinya Mata Lelah Akibat Penggunaan Gadget. Fakumi Medical Journal:
Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 4(6), 437–445.
https://doi.org/10.33096/fmj.v4i6.304
Yondhi, Z. (2022). Hubungan Durasi, Jarak, dan Posisi
Penggunaan Smartphone terhadap Kelelahan Mata pada Mahasiswa Angkatan 2018
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah
Maksitek, 7(4), 11–15.
https://makarioz.sciencemakarioz.org/index.php/JIM/article/view/348/347
Yulnefia, D., Kahermasari, G. R., & Hidayati, M. (2024). Hubungan Durasi
Penggunaan Smartphone dan Computer dengan Kelelahan Mata pada Mahasiswa Program
Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas
Abdurrab. Jurnal Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan, 3(1),
80–89. http://jurnal.anfa.co.id/index.php/PJKR
|
Copyright holder: Natasya Nurvita Brilianti, Indri Wahyuni, Rozalina
Loebis (2024) |
|
First publication right: Syntax Literate:
Jurnal Ilmiah Indonesia |
|
This article is licensed under: |