Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849

������ e-ISSN : 2548-1398

������ Vol.4, No.4 April 2019

ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA BERBASIS KOMPETENSI (STUDI PADA PT. BINTANG INDOKARYA GEMILANG).

 

Azizah Indriyani

Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes

Email: [email protected]

 

Abstrak

Penelitianinidilakukanatasdasarbahwakeberhasilanpencapaiantujuansebuahperusahaandibutuhkan suatu system manajemen yang efektif, efisien dan mempunyai nilai yang mampu bersaing dalam hal pengelolaan sumber daya manusia yangdimiliki. Dengansistemmanajemenkinerja�� yang bernilai baik,perusahaanmampu mengolah dapatkapasitas kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki, agar mampu bekerja dengan baik dan optimal serta mampu membuat ketercapaian yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Usaha yang dilakukan oleh PT. Bintang Indokarya Gemilang dalam hal membuat dan memiliki system manajemen kinerja yang efektif dan berdaya guna, yang mampu bersaing dan menjadi berdaya saing dan dapat membantu produktivitasnya, dengan cara membuat sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi atau pencapaian. Tujuan penelitian ini adalah memberi penjelasan mengenai implementasi sistem manajemen kinerja berbasiskompetensidiPT. Bintang Indokarya Gemilang,sertamenganalisisdanmenjelaskan mengenai hal-hal yang menjadi pendukungdan penghambat pengimpelemtasian sistemmanajemenkinerjaberdasarkan kemapuan dan pengalaman pada PT. Bintang Indokarya Gemilang.Metode penelitian yang dipakaipadapenelitianiniadalahjenis deskriptifkualitatif.Hasilyang diperolehpenelitianini memunculkan fakta bahwa pengaplikasian sistemmanajemenkinerjaberdasarkankompetensidiPT. Bintang Indokarya Gemilang termasuk pada bentuk pengolahan siatemManajemen Sumber Daya Manusia Berdasar Kompetensi (MSDMBK).

 

Kata Kunci: Sistem Manajemen Kinerja, Kompetensi, Manajemen SumberDaya Manusia Berbasis Kompetensi

 

Pendahuluan

Sumberdayamanusiaadalah unsur penggerakyangpalingvitaldalamhal mencapai tujuanperusahaan.Tujuan dibentuknya perusahaanadalahmeraih keinginan bersama dan detak jantungnya sebuahperusahaan, yang manaditentukanberdasarkan tingkat keberhasilannyadalammeraih keingan dan tujuantersebut. Keberhasilan yang dicapai tersebut sangat tidak lepas dari sebuah sistem manajemenyang efektif, baik danbenar dan mempunyai nilai kompetitif perihal mengelola sumber daya yang dimiliki.

Manajemenkinerja merupakan bagaimana cara pengelolaansumberdayaperusahaan agar mampu bekerja secara baik dan sepenuh hati menjalankan kewajibannya sebagai pekerja demi mencapai keingan perusahaan. Sistem manajemen kinerja yang optimal akan otomatis berpengaruhpada kinerjasetiap individupekerjanya, unitkerja,dankeseluruhan yang berkaitan dengan perusahaan. Maka dari itu sistem manajemen kinerja adalah suatu kebutuan primer setiap perusahaan karenanya manajemen kinerja berorientasi padapenataan proses selama bekerja serta pencapaian atau reward kerja sumber daya manusianya dalam mencapai tujuan strategik perusahaan.

Manajemenkinerjadipandangsebagai suatu sistem yang beroperasi dalam sistem yang luas. Ketika pengoprasian sebuah siste manajeman itu buruk , maka hanya kan menghabiiskan waktu percuma dan pemanfaatan sumber daya manusia yang tidak optimal. Maka dariitu, pengoprasian sistem manajemen yang tertata dengan baik pada sebuahsistem yangdinamis, berkaitan denganbagian-bagian lain dalam suatu sistem yang lebih globa,dan berkaitan dengan fungsi-fungsi vital dalam perusahaan. Tujuan pokok dari sistem manajemen kinerja ialah memaksimalkan kinerja para pegawai yang mana fungsi manajemen mampumengkaitkantugas-tugasdankarakteristikkemampuankaryawan dengantujuanstrategikperusahaan.

Yang mana pendekatan sistemmanajemenkinerja ini menggunakan pendekatan berbasis kompetensi dalam berbagai aspek. Sistem manajemenkinerjamenggunakan pendekatanberbasis kompetensi ini telah dipakai dan dikembangkan di beberapa corporate swasta ��maupunBUMN, dengan tujuan inginmemperbaiki sistemmanajemennya demi tujuan perusahaan dan tolakukur sebuah capaian, serta sebagai upaya pekerja agarselalumemiliki komitmendanmotivasiyang kuat untuk berprestasi di perusahaan.

Perencnaan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi (Competency BasedPerformance Management Sistem) adalah sesuatu yang tidak terpisahkandariManajemenSumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) dengan nama lain Competency Based Human Resource Management (CB-HRM). Sistemmanajemen kinerjaberbasiskompetensiinimampu mempersatukan kebutuhan sebagai bentuk penghargaan untuk para pekerja yang memiliki skill lebih atau diatasratarata, yang paling banyakberkontribusi, dan karyawansebagaiknowledgeworkers�. Selain itu,dapatmenjaminarahtercapainyatujuan perusahaan.

Untuk menaikan kualitas sumber daya manusia sebuah perusahaan, maka sudah seharusnya perusahaan memperhatikan betul kualitas sumber daya manusianya yakni para karyawan yang merupakan asset sebuah perusahaan, yang mana para karyawan yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi adalah suatu pencapaian positif perusahaan.

Kompetensi dalam arti sebuah konsep yang mengandung arti untuk menggabungkan SPKJ yaitu penggabungan antara Skill (Ketrampilan), Personal`s Atribut (Atribut Perseorangan), Knowledge ( ilmu pengetahuan) dan tercermin dari Job Behaviour (Perilaku Kinerja) yang terukur, dapat dianalisis sehingga bias dilakukan evaluasi.

Dapat dikatakan kompetensi ketika faktor keberhasilan kinerja setiap individu tercapai. Jadi fokus utama dalam berkompetensi adalah perilaku yang memadukan keterampilan, atribut perseorangan dan ilmu pengetahuan. Faktor utama munculnya sistem manajemen berbasis kompetensi adalah adanya suatu keinginan untuk menempatkan karyawan pada posisi atau jabatan yang tepat sesuai dengan kemampuannya dengan istilah lain The Right Man on The Right Place.

Jadi penjelasan detail menganai Manajemen Sumber Daya Berbasis Kompetensi ialah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian seluruh aktifitas karyawan, dimulai dengan proses rekruitmen, pengembangan diri, perencanaan karier, evaluasi kerja, rencana suksesi, maupun sistem renumerasi hingga memasuki masa pensiun. Yang mana semua proses tersebut digunakan untuk mengambil sebuah keputusan yang berlandaskan pada informasi akan kebutuhan dari kompetensi sebuah jabatan atau posisi, dan kompetensi setiap individu guna mencapai tujuan perusahaan atau sebuah organisasi.

 

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Soerjono Soekanto, pendekatan kualitatif sebenarnya merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu apa yangdinyatakan oleh responden secara tertulis atau lisan, dan perilaku yang nyata. (Arikunto 2010:32).

Pendekatan kualitatif ini dilakukan dengan mengamati kinerja karyawan pada PT. Bintang Indokarya Gemilang Brebes baik itu pada sisi pengambilan, pengelolaan maupun pendistribusiannya. Kemudian dari pengamatan ini diharapkan menghasilkan data deskriptif yang merupakan fakta dari kinerja karyawan pada PT. Bintang Indokarya Gemilang Brebes.

Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti atau subjek yang menjadi pusat perhatian atau sasaran peneliti, yaitu karyawan pada PT. Bintang Indokarya Gemilang Brebes.

Dalampenelitiankualitatif,teknikpengumpulandatadilakukansecara terpaduantaraberbagaiteknikyangdikenaldengantriangulasi(adanyaupaya mengkomparasikanantaradatahasilobservasi,denganhasilwawancara mendalam,dandokumentasiatauantarasumberdatasatudengansumberdata lainnya).

 

Hasil dan Pembahasan

A.      Penerapan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi pada PT. Bintang Indokarya Gemilang Brebes

1.    Perencanaan Kinerja

Perencanaankinerjamerupakantitikawal dalamprosessistemmanjemenkinerjadiPT. Bintang Indokarya Gemilang. Hal tersebut tampakdalam penyajiandatabahwadalamperencanaankinerja telahditentukanpejabatpenilaidankaryawan yangdinilaisecaraberjenjangyangdisesuaikan dengantatacarakerjayangmengaturaspek koordinasi,tugas,wewenangdan pertanggungjawabandarimasing-masingunit kerja. Dimana pejabat penilai dan karyawan yang dinilaitersebutbekerjasamauntukmenetapkan SasaranKinerjaIndividu(SKI)dengan mengidentifikasi,memahami,danmenyepakati sasaran yang akan ditujuolehkaryawanyang dinilai,kompetensiyangharusdicapaioleh karyawan yang dinilai, serta metode untuk menilai kinerjakaryawanyangdinilai.Penetapantarget yangharusdicapaiolehkaryawanyangdinilai tersebutmengacupadaRKAPyangtelah ditetapkanolehDireksidanKomisarisdanatau penugasan-penugasandariDireksi,dan kompetensiyangharusdicapaiolehkaryawan yangdinilaiharusmengacupadaKebutuhan KompetensiJabatan(KKJ)yangdipegangoleh karyawanyangdinilai.Sedangkanuntukmetode penilaiannya harus adil dan memuat kriteria yang akan dipakai guna menilaikinerjakaryawan yangdinilaipadaakhirperiode.

Haliniselaras denganpernyataanWilliamsdalamDharma (2004:30)bahwasasaranhendaknyabersifat mendukungstrategiperusahaansecara keseluruhansehinggasasaranyangditetapkan bersamadapatterintegrasidankonsisten,serta perlunyamenetapkanpengukurantingkatan sesungguhnyadaripencapaian,sehinggadasar penilaiankinerjadapatdimengertisebelumnya denganjelas.Hasildariperencanaankinerja berupa pemahamandan kesepakatanbersama atas tujuan,sasaran,standarkinerjadankebutuhan kompetensiyangdituliskanmelaluiformulir Sasaran Kinerja Individu (SKI)dan disepakati oleh keduanya,yangkemudianmenjadi rencanakerjakaryawanyangdinilaiuntuksatu tahun.

MenurutWilliamspenetapansasaran kinerjajugamerupakanprosesyangmemastikan bahwasetiapkaryawanmemahamipencapaian apa yang akan dilakukan untuk target mengoptimalkan peranan karyawan padaperusahaan, dan penetapan sasaran memungkinkan karyawan untukmengetahuiapa yang disyaratkan untuk mereka dan atas dasar apa kinerja dan kontribusi mereka akan dinilai.Proses perencanaankinerjaberdasarkanpenetapan SasaranKinerjaIndividu(SKI)melalui kesepakatanantarapejabatpenilaidankaryawan yangdinilaitersebutdilakukanpadasetiapawal tahun pada bulan Januari.

2.    KomunikasiKinerja,Bimbingan,dan Dokumentasi

Komunikasikinerja,bimbingan,dan dokumentasimerupakanprosespemecahan masalahdenganmengkomunikasikannyadan mengidentifikasi penyebab dasar yang sebenarnya daripermasalahanataukegagalankinerjayang terjadisehinggadapatdirumuskanpenyelesaian darimasalahtersebut.MenurutBacal(2001:35) komunikasikinerjayangdilakukansecaraterusmenerusakanmemberijalanbagimanajerdan karyawanuntuksalingbekerjasamamencegah timbulnyamasalah,menyelesaikanmasalahyang terjadi, dan memperbaiki kinerja.Hal yang terjadi dilapanganpundemikian.Penerapankomunikasi kinerja,bimbingan,dandokumentasidiPT. Bintang Indokarya Gemilang berjalandenganproses komunikasiduaarahyangterusmenerusdan berkesinambunganantarapejabatpenilaidan karyawanyangdinilaiuntukmemastikanbahwa pelaksanaantargetkerjayangtelahdisepakati berjalansebagaimanamestinya, mengkomunikasikanidentifikasikendalayang timbuldanmendiskusikancarapenyelesaiannya, sertasaling memberikaninformasisecaraupto datetentangapayangmerekaperlukandalam mencapai keberhasilan kinerja.

Didalam proses ini pejabatpenilaiberperansebagaimentor yang dapatmemberikanbimbinganuntukmembatu mengembangkanpengetahuandankeahlian karyawanyangdinilaidalamprosespemecahan masalahdanmendukungpeningkatankinerja karyawanyangdinilai.

HandydalamDharma (2004:28)jugamenyatakanbahwadalamsistem manajemenkinerjadapatmembantumanajer menjadi guru, pembimbing dan teman yang lebih darisekedarmenjadipemimpin,mempercayai karyawanuntukmemakai metodenyasendiri untuk mencapai apa yang diharapkan manajer, dan memahamisetiapmasalahdapatdiatasidengan caramengembangkankapasitasoranglainuntuk mengatasinya.

Hasildariproseskomunikasidan bimbinganyang berupa catatan-catatan yang perlu didokumentasikanpadaformulirbimbingan sebagairefrensiyangbermanfaatbagi peningkatankinerja,danmendukungpencapaian target kinerja yang telah disepakati dalam formulir SKI (Sasaran Kerja Individu).Hal ini juga selaras denganpernyataanBacal(2001:37)bahwahasil daridokumentasiberupacatatan-catatanyang perludisimpanuntukmendukungpencapaian sasaranyang telahdisepakati.Pastikanbahwa catatantersebutmemberikanmanfaatdan memberikandampakpositifbagipencapaian sasaran yang telah disepakati.

3.    Penilaian Kinerja dan Evaluasi

Penilaiankinerjamerupakantahapyang menentukan apakah pejabat penilaiatau karyawan yangdinilaitelahberhasilmenunjukkankinerja yangsesuai dengan sasaran yangdiharapkan atau tidak.Setelah itu dilakukan evaluasikinerjayang memungkinkanpejabatpenilaidankaryawan yangdinilaibekerjasamauntukmengidentifikasi kekurangan yang ditemukansehingga tidak dapat mencapaisasaranyangtelah�� ditetapkan, kemudiandiperbaikidalamrencanakinerja selanjutnya.Hal ini dapat dilihat dalam penyajian databahwapenerapanpenilaiankinerjadiPT. Bintang Indokarya Gemilang dilakukanmelaluitahap pengisian formulir Penilaian Akhir Kinerja (PAK) olehpejabatpenilai.Dimanapejabatpenilai memberikanpenilaianprestasikerjakaryawan yangdinilaidenganmembandingkanantara rencanatargetdankompetensiyangtelah ditetapkandalamSKIataubimbingandantelah disepakatisebelumnyadenganrealisasinyapada akhirperiodepenilaiantersebut.

PenilaianAkhir KinerjadilakukanpadabulanJanuaritahun berikutnya.Kriteriapenilaianmeliputihasil pencapaiantargetdanpencapaiankompetensi yangdibutuhkanselamakurunwaktuJanuari-Desembertahunsebelumnya.Prosestersebut sesuaidenganpenjelasanMondy(2008:260) dalamprosespenilaiankinerjabahwapada periode akhir penilaian, penilai dan karyawan bersama-samamenilaikinerjadalampekerjaandan mengevaluasinyaberdasarkanstandar-standar kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pejabat penilai kemudian dapat menuliskanpendapatnya sebagaibahanevaluasikinerjakaryawanyang dinilaipadakolomrekomendasipejabatpenilai yangterteradalamformulirPenilaianAkhir Kinerja (PAK). Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh KreitnerdanKinickidalamWibowo(2011:262) menjelaskan evaluasi kinerja adalah pendapat yang bersifatevaluatifatassifat,perilakuseseorang, atauprestasisebagaidasaruntukkeputusandan rencanapengembanganpersonil.Hasilpenilaian akhiryangdituangkankedalamformulir.

PenilaianAkhirKinerja(PAK)didistribusikan kepada pejabat penilai, karyawan yang dinilai dan DepartemenPersonalia. Dimanaformulir PenilaianAkhirKinerja(PAK)tersebut selanjutnyamenjadidasarpenetapankebijakan pengelolaanSDMolehDepartemenPersonalia, yang meliputi: penempatan, promosi, perencanaan karir, kebutuhan pelatihan danpengembangan karyawan, serta penggajian atau remunerasi.

 

4.    KonsepPenerapanKompetensidalam Sistem Manajemen Kinerja

Kompetensi adalah sesuatu yang diperlukan oleh setiap karyawan guna menunjang pekerjaanya yang berupa bentuk jenis dan tingkatan perilaku yang berbeda. Identifikasi bentuk jenisdan tingkatan perilaku ini diklasifikasikan berdasarkan kemampuan,pengetahuandan keahlianyangdibutuhkanuntukmelaksanakan berbagaipekerjaanya yang berkaitan dengan tugas yang diembannya. Berdasarkan penyajian data, proses identifikasikompetensidalamsistemmanajemen kinerja di PT. Bintang Indokarya Gemilang dilakukan dengan penyusunansecaratopdown, yangdimulaidari visidanmisiperusahaan dijabarkan kedalam values (nilai-nilai dasar) serta strategi perusahaan.

Selarasdengannilai-nilaidasardanstrategi perusahaantersbut,makadigalidandirumuskan kompetensiintiperusahaan(CorporateCore Competence).CorporateCoreCompetence tersebutkemudiandijabarkanmenjadiSoft Competence dan HardCompetence.Soft competencemerupakankompetensi yangterdiri atas motif, sifat dan konsep diri, yang diperlukan individu guna memperoleh kinerja yang optimal. SedangkanHardcopetencemerupakan kompetensiyangterdiridariknowlage and skill yang diperlukan individu sebagai untuk mampu dapatbekerjadengan efektif,namunbelummengakibatkanindividu tersebutmemilikikinerjaunggul.

Hard CompetencediturunkanlagimenjadiCoreHard Competenceyangmerupakankompetensiinti yangwajibdimilikiolehseluruhfungsidalam perusahaan,danSupportingHardCompetence (kompetensi bidang) yang merupakan kompetensi pendukungyangdibutuhkanolehfungsi-fungsi tertentu dalam perusahaan. Gabungan antaraCore CompetencedanSupportingCompetencedisebut Corporate Competence(Kompetensi Perusahaan). HalinisesuaidenganpernyataandariWibowo (2011:334-335)yangmenjelaskanbahwa kompetensi dikelompokkanmenjadi core competencies yangmerupakankompetensiinti yang dihubungkandenganstrategiperusahaan sehinggaharusdimilikiolehsemuakaryawan dalam perusahaan, managerial competenciesyang merupakan kompetensi yang mencermikan aktivitas manajerial dankinerjayangdiperlukan dalam peran tertentudimanadapatmenunjukkan kemampuandalam menjalankan manjemen dan functionalcompetenciesyangmerupakan kompetensiyangmenjelaskantentang kemampuanperantertentuyangdiperlukandan biasanyadihubungkandenganketerampilan profesionalatauteknis.

Setelahitudilakukan penyusunan untuk Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) dan KebutuhanKompetensiIndividu(KI) padasetiapjeniskompetensi yang dilaksanakan dengan cara analisis jabatan untuk mengidentifikasilingkup pekerjaan guna mengetahuijenisdanlevelkompetensiyang dipersyaratkan.

B.       FaktorPendukungPenerapanSistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi pada PT. Bintang Indokarya Gemilang

Faktoryangmendukungdalampenerapan sistemmanajemenkinerjaberbasiskompetensi padaPT. Bintang Indokarya Gemilang adalahkesadaran setiapkaryawanuntukselaludisiplin mengumpulkan lembar pengisian formulir Sasaran KinerjaIndividu(SKI),formulirBimbingan,dan formulirPenilaianAkhirKinerja(PAK)ke DepartemenPersonaliasesuaidenganjangka waktuyangtelahditentukan.Selainitu, keterlibatan dari setiap individu karyawan untuk dapatmenyelesaikansetiapcatatanmengenai kinerjanyadenganbaiksesuaidengankaidah-kaidahpengisianformulirpelaporanyangtelah ditetapkan.Setiapindividukaryawansebagai pejabatpenilaimaupunkaryawanyangdinilai harusbekerjasamamenetapkankesepakatan kinerjamulaidarimenetapkanSasaranKinerja Individu (SKI), membuat laporan bimbingan yang telah dilakukan, sampai pelaporan Penilaian Akhir Kinerja(PAK).

Namunberdasarkanhasil pengamatanhalyangterjadidilapangantidak demikian.Masihtidakadanyaperhatiantertentu darikaryawan,masihbanyakkaryawanyang mengisi formulir tersebut dengancopy, pastedan ketidak disiplinan dalam mengumpulkan formulir PAK. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwakaryawanbelumsepenuhnyamendukung dalam beberapa proses sistem manajemen kinerja ini. Masih diperlukannya kesadaran, kedisiplinan, dan keterlibatan dalam setiap prosesnya.

Menurut Dharma(2004:29)prosesmanajemenkinerja merupakansebuah kemitraan diantaramanajer danindividudimanapadasetiaptahapannya sasarannyaadalahuntukmencapaikesepakatan bersamamengenaisasaransertapersyaratan keahliandankompetensi,tentangpenilaianhasil danfaktor-faktoryangmempengaruhinya,dan tentangrencanapengembangandanpeningkatan kinerja.Jikaprosestersebuttidakdidukung sepenuhnya oleh karyawan, maka dapat dipastikan keuntungan secara maksimal tidak akan diperoleh dariprosesini.Karenauntukmendapatkan keuntunganyangmaksimal,perlumelaksanakan prosestersebutsecaramenyeluruh,bukanhanya satu bagiannya saja.

C.      FaktorPenghambatPenerapanSistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi pada PT. Bintang Indokarya Gemilang

Faktoryangmenghambatpenerapansistem manajemenkinerjaberbasiskompetensipadaPT. Bintang Indokarya Gemilang adalahketidakobyektifan pejabatpenilaidalammemberikanPenilaian AkhirKinerja(PAK).Pejabatpenilaiseringkali memberikanpenilaiantidakberdasarkanfakta yangadadilapangan,namunberdasarkan penilaian secara hubungan pribadi pejabat penilai dengankaryawanyangdinilai.Halini mengakibatkantimpengelolasistemmanajemen kinerjasulitmengidentifikasikaryawanyang memilikikompetensiungguldankaryawanyang memilikikompetensibiasasaja.Dimanajuga akanmempengaruhiprosespenetapankebijakan pengelolaanSDMolehDepartemenPersonalia, yang meliputi penempatan, promosi, perencanaan karir,kebutuhanpelatihandanpengembangan karyawan,sertapenggajianatauremunerasi.

Penilaiankinerjatentunyaharusberdasarkan kenyataan kinerja karyawan yang ada di lapangan, tidak dipengaruhiolehunsurapapunyangdapat mengakibatkanhasilpenilaiantidakobjektif. Sesuai dengan pernyataan olehDharma (2004:79) yangmenyatakan bahwapenilaiankinerja karyawanharusberakarpadarealitaskinerja karyawan yang bersifat nyata, bukan abstrak, yang memungkinkan para manajer dan karyawan untuk mengambil pandangan tentang bagaimana kinerja bisamenjadi lebih baik dan bagaimana masalah-masalah yang timbuldapatdipecahkanuntuk memenuhi sasaran kinerja.

 

Kesimpulan

Polapengelolaanmanajemensumberdaya manusiadiPT. Bintang Indokarya Gemilang menerapkan Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (Competency-Based Human Resource Management) yangdilaksanakan dalamberbagai aspekmulaidarirecruitment,pelatihan, perencanaankarir,termasukdalampenerapan sistemmanajemenkinerjanya.Pencapaianvisi, misi,nilai-nilaidanstrategi perusahaan merupakantujuandariimplementasiCBHRM secarakeseluruhan.Berdasarkanstruktur organisasiyangtelahdibentukdapatdirumuskan deskripsi pekerjaan dari masing-masingelemen strukturdandiidentifikasikebutuhankompetensi untuksetiapjabatan.

Kebutuhankompetensi jabatantersebutdipergunakanuntuksetiaptahap proses manajemen sumber daya manusia termasuk proses sistem manjemen kinerja. Penerapan proses sistemmanajemenkinerjadiPT. Bintang Indokarya Gemilang itusendirimerupakansuatuprosesuntuk menciptakanpemahamanbersamaantarapejabat penilaidankaryawanyangdinilaimengenaiapa yangharusdicapai(KeyPerformanceIndicator perusahaan/KeyPerformanceIndicatorunit kerja/Key PerformanceIndicatorindividu),dan bagaimanamencapainyasertametode penilaiannya.


 

BLIBIOGRAFI

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta: Jakarta.

 

Bacal,Robert.2001.PerformanceManagement. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

 

Dessler,Gary.2010.ManajemenSumberDaya Manusia ed.10. PT Indeks: Jakarta Barat.

 

Dharma,Surya.2004.ManajemenKinerja, Falsafah, Teori dan Penerapannya. Jakarta: DirektoratJendralPendidikanTinggi Departemen Pendidikan Nasional.

 

Lexi J. Moleong. 2007. Metode Penelitian Kalitatif. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.

 

Miles,MathewB,andA.MichaelHuberman. 1992.AnalisisDataKualitatif.Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press): Jakarta.

Moleong,LexyJ.2007.MetodologiPenelitian Kualitatifed.revisi. Remaja Rosdakarya: Bandung.

 

Mondy,RWayne.2008.ManajemenSumber Daya Manusia ed.10. Erlangga: Jakarta.

 

Nazir, Muhammad,2005.Metode Penelitian. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Sahoo,ChandanKumar;Jena,Sambedna.2012. OrganizationalPerformanceManagement System:ExploringTheManufacturing Sectors.IndustrialAndComercial Training, 44(5): 296 302.

 

Sugiyono, 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. ALFBETA: Bandung.

 

Susilo,Heru.2012.ManajemenKinerjadan Kompensasi.UBDistance Learning: Malang.

 

Syamsi,Ibnu.2004.Efisiensi,Sistem,dan Prosedur Kerja. Bumi Aksara: Jakarta.

 

Wibowo. 2011. Manajemen Kinerja. Raja Grafindo Persada: Jakarta.