������ Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849

������ e-ISSN : 2548-1398

������ Vol. 4, No. 4 April 2019

�

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP LABA MELALUI VOLUME PENJUALAN

Nunung Nurhayati dan Samsul Anwar

Fakultas Ekonomi Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu

Email: [email protected] dan [email protected]

 

Abstrak

Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba Melalui Volume Penjualan pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif asosiatif yaitu melihat dan menggambarkan keadaan sistematis dengan cara mengumpulkan data berdasarkan fakta-fakta yang nampak dalam laporan keuangan PRIMKOPTI Indramayu. Data yang keuangan yang diambil berupa neraca dan laporan laba rugi selama enam tahun. Laba atau Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu dari tahun ke tahun mengalami kenaikan setiap tahunnya. Untuk perkembangan Modal Kerjanya pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu dari tahun 2012-2017 mengalami kenaikan dan penurunan atau berfluktuasi, Sedangkan untuk perubahan Volume Penjualan pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu dari tahun 2012-2017 mengalami kenaikan dan penurunan atau berfluktuasi Hasil analisis statistik dengan menggunakan product moment pearson (r) pada variabel X1 terhadap X2 diperoleh koefisien korelasi negatif mempunyai pengaruh hubungan rendah dan mempunyai arah yang bersifat negatif. Untuk koefisien determinasi pada variabel X1 terhadap X2 diperoleh hasil positif dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Sedangkan untuk hasil analisis statistik dengan menggunakan product moment pearson (r) pada variabel X2 terhadap Y diperoleh koefisien korelasi mempunyai pengaruh hubungan sedang dan mempunyai arah yang bersifat positif. Untuk koefisien determinasi pada variabel X2 terhadap Y diperoleh positif dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Sedangkan untuk koefisien korelasi� pengaruh X1 terhadap Y secara tidak langsung berpengaruh sedang dan bersifat positif.

Kata kunci: Modal Kerja, Volume Penjualan dan Laba

 

 

Pendahuluan

Secara umum didirikannya suatu perusahaan baik yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan, jasa, maupun industri pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik dan manajemen. Pemilik perusahaan menginginkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankan. Dalam usahanya, perusahaan juga mengharapakan adanya hasil atas modal yang ditanamkannya sehingga perusahaan mampu beroperasi dengan baik. Selain mengharapkan perusahaan beroperasi secara optimal, adakalanya juga memakmurkan pemilik dan seluruh karyawan perusahaan. Perusahaan mampu dapat bersaing didunia bisnis yang kini sangat bersaing dengan ketat, agar mampu dapat bertahan menjalankan dalam bisnisnya serta mampu mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan mampu mengelola sumber daya-sumber daya yang dimiliki dengan tepat.

Dalam memperoleh laba yang maksimal perusahaan mampu mengeluarkan modal yang cukup besar untuk menjalankan produksinya, maka perusahaan pun menginginkan keuntungan yang sebesar-besarnya agar mampu menghidupkan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang. Di dalam perusahaan dagang dibutuhkan sumber modal yang cukup besar sehingga mampu memperoleh hasil penjualan yang maksimal. Hasil� ini akan dapat digunakan kembali untuk kegiatan operasional didalam perusahaan.

Didalam Koperasi, laba tersebut dinamakan SHU (Sisa Hasil Usaha). Sisa Hasil Usaha yaitu selisih pendapatan atau penerimaan dengan biaya-biaya dalam satu tahun buku. Koperasi menginginkan SHU (Sisa Hasil Usaha) mempunyai nilai yang besar untuk keberlangsungan hidup koperasi dalam memenuhi segala permintaan para anggotanya maupun non anggota untuk mengelola bisnis dan usaha mereka. Jika minat para anggotanya tinggi terhadap produk yang dimiliki oleh PRIMKOPTI ini yang merupakan produk utamanya yaitu kedelai, maka SHU yang dihasilkan besar pula. Jika sebaliknya minat para anggota terhadap kedelai turun, maka SHUnya pun akan mengalami penurunan. Itu akan memberi dampak terhadap keberlangsungan hidup koperasi yang nantinya tidak bisa bertahan lama didunia bisnis sekarang ini.

Akan tetapi, masalah yang timbul dalam mendapatkan laba/SHU yang terdapat pada PRIMKOPTI ini terletak pada anggotanya yang terkadang terlambat untuk membayarkan hutang/kreditnya kepada koperasi ini, akibatnya akan menghambat untuk mendapat keuntungan yang maksimal. Selain masalah yang timbul dari anggota, masalah yang lainnya adalah campur tangan pemerintah terhadap harga bahan baku koperasi� yaitu kedelai. Akibat mahalnya harga yang dikeluarkan pemerintah, koperasi sangat sulit menjual produknya kepada anggota, yang akan menurunkan laba koperasi. Dari masalah yang timbul ini, koperasi mengharapkan agar pemerintah mampu mengendalikan harga bahan baku kedelai, agar para anggota maupun konsumen yang membeli kedelai di koperasi naik, yang nantinya koperasi pun mendapatkan laba yang sebesar-besarnya demi untuk memenuhi kelangsungan hidup perusahaan, serta untuk mensejahterakan para karyawan, sehingga tidak lain dan tidak bukan hasil dari usahanya yaitu untuk mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Serta untuk bersaing didunia ekonomi yang sekarang sangat ketat.

Untuk mendapatkan laba yang maksimal, ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi laba perusahaan, antara lain menurut Abdul Halim (2013:73) yaitu biaya, harga jual, volume (penjualan dan produksi). Serta menurut Sri Ambarawati (2010:112) modal kerja yang seharusnya tetap ada dalam perusahaan sehingga operasional perusahaan menjadi lebih lancar serta tujuan akhir perusahaan untuk menghasilkan laba akan tercapai. Sehubungan dengan kemampuan peneliti yang terbatas dalam hal waktu, biaya dan keilmuan, maka peneliti membatasi masalah yang diteliti ialah Laba (Y) sebagai variabel terikat serta Modal Kerja (X1) sebagai variabel bebas dan Volume Penjualan (X2) sebagai variabel intervenig.

Menurut Kasmir (2017:303), dalam praktiknya, laba yang diperoleh perusahaan terdiri dari dua macam, yaitu: Laba kotor (gross profit) dan Laba bersih (net profit). Jumlah laba yang diperoleh merupakan faktor keberhasilan suatu perusahaan dalam mencari laba. Agar diperoleh laba sesuai yang dikehendaki, perusahaan perlu menyusun perencanaan laba yang baik. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk memprediksi kondisi usaha pada masa yang akan datang yang penuh ketidakpastian, serta mengamati kemungkinan faktor-faktor yang mempengaruhi laba perusahaan.

Ada tiga faktor yang mempengaruhi dari laba perusahaan menurut Abdul Halim dkk (2013:73), yaitu biaya, harga jual dan volume (penjualan dan produksi). Sedangkan faktor yang mempengaruhi laba menurut Sri Dwi Ari Ambarawati (2010:112), ialah : Modal Kerja dimana Modal kerja adalah modal yang seharusnya tetap ada dalam perusahaan sehingga operasional perusahaan menjadi lebih lancar serta tujuan akhir perusahaan untuk menghasilkan laba akan tercapai�.

 

Metode Penelitian

Dalam hal ini peneliti menggunakan metode asosiatif dan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang berhubungan dengan penelitian ini dilakukan dengan cara: Library Research (Penelitian Kepustakaan) dan Field Research (Penelitian Lapangan) dengan cara wawancara dan observasi sehingga data yang akan diperoleh adalah data kualitatif dan data kuantitatif yang di olah dari data skunder.

 

Hasil dan Pembahasan

1.    Kondisi Keuangan Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Kondisi Modal Sendiri, Aktiva Lancar, Aktiva Tetap dan Total Aktiva

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Tahun 2012-2017

Tahun

Modal Sendiri

Aktiva Lancar

Aktiva Tetap

Total Aktiva

2012

5.208.493.588,14

4.843.672.321,04

989.212.777,25

6.689.358.568,81

2013

5.360.439.438,76

4.233.187.137,12

2.181.922.051,50

7.296.961.731,14

2014

5.804.595.709,97

4.799.818.601,65

2.178.019.964,00

7.859.174.224,19

2015

6.233.818.813,76

4.315.887.689,56

2.910.911.260,00

7.626.647.277,10

2016

6.631.883.741,01

5.570.258.680,62

2.279.912.989,13

8.706.358.421,29

2017

7.121.654.441,94

5.982.048.137,83

2.116.504.328,38

8.994.621.428,75

Sumber: data sekunder yang telah diolah

 

Kondisi Hutang Lancar dan Total Hutang

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Tahun 2012-2017

Tahun

Hutang Lancar (Rp)

Total Hutang

2012

1.040.856.791,77

1.414.421.579,43

2013

972.485.997,84

1.844.077.491,84

2014

873.413.071,84

1.790.690.843,84

2015

622.990.744,60

1.121.675.372,60

2016

674.768.300,93

1.792.415.356,93

2017

578.154.905,85

1.567.034.905,85

��������� Sumber : data sekunder yang telah diolah

2.    Analisis Laba/SHU Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu Indramayu

Dalam analisis modal kerja ini menggunakan data dari laporan keuangan neraca dan laba/rugi selama enam tahun dari tahun 2012 sampai 2017. Adapun perkembangan modal kerja pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu diperoleh dari Modal Kerja = Aktiva Lancar, dengan data sebagai berikut:�

Perkembangan Kondisi Laba/SHU dan Modal Kerja

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Tahun 2012-2017

 

 

 

Tahun

Laba (Rp)

Modal Kerja (Rp)

2012

66.443.401,24

4.843.672.321,04

2013

92.444.800,54

4.233.187.137,12

2014

263.887.670,38

4.799.818.601,65

2015

271.153.090,74

4.315.887.689,56

2016

282.059.323,35

5.570.258.680,62

2017

305.932.080,96

Modal Kerja (Rp)

������� Sumber: data sekunder yang telah diolah

 

3.    Analisis Modal Kerja, Volume Penjualan dan Laba

Berdasarkan data yang diperoleh maka perkembangan modal kerja, volume penjualan dan laba pada koperasi PRIMKOPTI Indramayu selama tahun 2012 sampai dengan 2017 adalah sebagai berikut :

Perkembangan Modal Kerja, Volume Penjualan dan Laba

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

2012 s/d 2017

Tahun

Modal Kerja

Volume Penjualan

Laba

2012

4.843.672.321,04

30.979.498.635,00

66.443.401,24

2013

4.233.187.137,12

41.659.609.924,69

92.444.800,54

2014

4.799.818.601,65

45.717.737.250,00

263.887.670,38

2015

4.315.887.689,56

43.652.333.045,00

271.153.090,74

2016

5.570.258.680,62

40.932.241.980,00

282.059.323,35

2017

5.982.048.137,83

38.997.495.100,00

305.932.080,96

�� Sumber : data sekunder yang telah diolah

a.       Uji Normalitas

Untuk menguji kenormalan distribusi sampel yang dilakukan dalam penelitian ini agar dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan analisis yang tepat maka dilakukan uji normalitas terhadap data yang diperoleh dari laporan keuangan Koperasi PRIMKOPTI Indramayu dari tahun 2012 sampai tahun 2017 dengan menggunakan metode Chi Kuadrat, sebagai berikut:

b.      Uji Normalitas Variabel (Y) Laba

Mencari Chi Kuadrat Hitung (X�hitung) :

X�hitung= = 9,829, X�tabel = 11,070 , Hasil perhitungan menunjukkan Chi-kuadrat 9,829 ≤ 11,070 maka termasuk pada distribusi normal.

c.       Uji Normalitas Variabel () Modal Kerja

X�hitung= = 9,829, X�tabel = 11,070 , Hasil perhitungan menunjukkan Chi-kuadrat 9,829 ≤ 11,070 maka termasuk pada distribusi normal.

d.      Uji Normalitas Variabel �Volume Penjualan

Mencari Chi Kuadrat Hitung (X�hitung) :

X�hitung= = 9,829, X�tabel = 11,070, Hasil perhitungan menunjukkan Chi-kuadrat 9,829 ≤ 11,070 maka termasuk pada distribusi normal.

4.    Analisis Data

1)      Mean

Kondisi Mean Laba, Modal Kerja� dan Volume Penjualan

Tahun 2012 � 2017

Tahun

Laba

Modal Kerja

Volume Penjualan

2012

66.443.401,24

4.843.672.321,04

30.979.498.635,00

2013

92.444.800,54

4.233.187.137,12

41.659.609.924,69

2014

263.887.670,38

4.799.818.601,65

45.717.737.250,00

2015

271.153.090,74

4.315.887.689,56

43.652.333.045,00

2016

282.059.323,35

5.570.258.680,62

40.932.241.980,00

2017

305.932.080,96

5.982.048.137,83

38.997.495.100,00

1.281.920.367,21

29.744.872.567,82

241.938.915.934,69

N = 6

213.653.394,54

4.957.478.761,30

40.323.152.655,78

���� Sumber: data primer dan data sekunder yang telah diolah

2)      Median

Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil sampai yang terbesar, atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil.

Analisis Data Median pada Laba

Kondisi Median Laba ������������������������ = Md = 267.520.380,56

Kondisi Median Modal Kerja� ����������� = Md = 4.821.745.461,35

Kondisi Median Volume Penjualan=Md = 41.295.925.952,35

3)      Standar Deviasi

-         Standar Deviasi Laba

Varian dari Laba diatas adalah� �= 110,83

Standard Deviasinya S = �= 10,53

-         Standar Deviasi Modal Kerja

Varian dari data diatas adalah� �= 4798,54

Standard Deviasinya S = �= 69,27

-         Standar Deviasi Volume Penjualan

Varian dari data diatas adalah� �= 262805,19

Standard Deviasinya S = �= 512,65

5.    Analisis Assosiatif

1)      Analisis Korelasi Tunggal

Korelasi Antara �(Modal Kerja) terhadap �(Volume Penjualan)

Tabel penolong untuk analisis korelasi

�(Modal Kerja) terhadap �(Volume Penjualan)

N

�

2

1

484,37

3097,95

234611,62

9597294,20

1500545,47

2

423,32

4165,96

179199,82

17355222,72

1763534,19

3

479,98

4571,77

230382,59

20901080,93

2194366,67

4

431,59

4365,23

186268,87

19055232,95

1883984,24

5

557,03

4093,22

310277,82

16754449,97

2280029,42

6

598,20

3899,75

357849,00

15208050,06

2332849,22

2974,49

24193,88

1498589,71

98871330,84

11955309,21

 

 

 

 

rx1x2� =

=

= -0,22 (Berpengaruh Rendah)

Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh hasil korelasi antara modal kerja terhadap volume penjualan sebesar -0,22 yang berarti bahwa pengaruh modal kerja� terhadap volume penjualan adalah rendah dan bersifat negatif.

Korelasi Antara �(Volume Penjualan) terhadap (Y) Laba

Tabel penolong untuk analisis korelasi

�(Volume Penjualan) terhadap (Y) Laba

N

Y

�

Y�

1

3097,95

6,64

9597294,20

44,09

20570,39

2

4165,96

9,24

17355222,72

85,38

38493,47

3

4571,77

26,39

20901080,93

696,43

120649,01

4

4365,23

27,12

19055232,95

735,49

118341,39

5

4093,22

28,21

16754449,97

795,80

115428,80

6

3899,75

30,59

15208050,06

935,75

119293,35

24193,88

128,19

98871330,84

3292,95

532776,41

 

�rx2y� =

=

= 0,59 (Berpengaruh Sedang)

Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh hasil korelasi antara volume penjualan terhadap laba sebesar 0,59 yang berarti bahwa pengaruh volume penjualan terhadap laba adalah sedang dan bersifat positif.

 

 

6.    Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen.

a.       Analisis Regresi Linier Sederhana antara X1 (Modal Kerja) terhadap X2 (Volume Penjualan).

Antara X1 (Modal Kerja) terhadap X2 (Volume Penjualan)

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Tahun 2012-2017

N

X1

X2

X12

X22

X1.X2

1

484,37

3097,95

234611,62

9597294,20

1500545,47

2

423,32

4165,96

179199,82

17355222,72

1763534,19

3

479,98

4571,77

230382,59

20901080,93

2194366,67

4

431,59

4365,23

186268,87

19055232,95

1883984,24

5

557,03

4093,22

310277,82

16754449,97

2280029,42

6

598,20

3899,75

357849,00

15208050,06

2332849,22

Jumlah

2974,49

24193,88

1498589,71

98871330,84

11955309,21

 

Mencari nilai konstanta a :

a =

a =

a = 4833,20

Mencari nilai konstanta b :

b =

b =

b = -1,62

Dari perhitungan di atas, maka konstanta a dan b dimasukan dalam persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut :

Y = a + b X

Y = 4833,20+ (-1,62) X

�           Jika Modal Kerja (X1=0), maka nilai Volume Penjualan menjadi :

Y = 4833,20+ (-1,62) (0)

Y = 4833,20

�           Jika Modal Kerja (X1=1) atau mengalami penambahan sebesar 1, maka nilai Volume Penjualan menjadi :

Y = 4833,20 + (-1,62)(1)

Y = 4833,20 + (-1,62)

Y = 4831,58

Dari persamaan regresi linier sederhana di atas, dapat diartikan jika Modal Kerja (X1=0), maka nilai Volume Penjualan menjadi 4833,20. Jika Modal Kerja (X1=1), maka nilai Volume Penjualan menjadi 4831,58.

b.      Analisis Regresi Linier Sederhana antara X2 (Volume Penjualan) terhadap Y (Laba)

Analisis Regresi Linier Sederhana

Antara X2 (Volume Penjualan) terhadap Y (Laba)

Pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu

Tahun 2012-2017

N

X2

Y

X12

Y2

X2Y

1

3097,95

6,64

9597294,20

44,09

20570,39

2

4165,96

9,24

17355222,72

85,38

38493,47

3

4571,77

26,39

20901080,93

696,43

120649,01

4

4365,23

27,12

19055232,95

735,49

118341,39

5

4093,22

28,21

16754449,97

795,80

115428,80

6

3899,75

30,59

15208050,06

935,75

119293,35

Jumlah

24193,88

128,19

98871330,84

3292,95

532776,41

 

Mencari nilai konstanta a :

a =

a =

a = -27,60

Mencari nilai konstanta b :

b =

b =

b = 0,01

Dari perhitungan di atas, maka konstanta a dan b dimasukan dalam persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut :

Y = a + b X

Y = -27,60 + 0,01 X

�           Jika Volume Penjualan (X2=0), maka nilai Laba menjadi :

Y = -27,60 + 0,01 (0)

Y = -27,60

�           Jika Volume Penjualan (X2=1) atau mengalami penambahan sebesar 1, maka nilai Laba menjadi :

Y = -27,59 + 0,01 (1)

Y = -27,59 + 0,01

Y = -27,59

Dari persamaan regresi linier sederhana di atas, dapat diartikan jika Volume Penjualan (X2=0), maka nilai Laba menjadi -27,60. Jika volume penjualan (X2=1), maka nilai Laba menjadi -27,59.

7.    Analisis Jalur

Untuk mencari koefisien jalur diperoleh dari persamaan :

�=

�=

�=

Untuk itu perlu dicari terlebih dahulu korelasi antar variabel X1, X2 dan Y.

Korelasi X1 terhadap X2

r12 ��=

=

= -0,22

Korelasi X2 terhadap Y

r2y ��� =

=

= 0,59

Korelasi X1 terhadap Y

r1y���� =

=

= 0,54

Sehingga dapat dihitung :

�� =

�� =

�� =

-0,22 =

� 0,54 = �+� (-0,22)

0,59 = . (-0,22) +

�      Mencari Nilai Koefisien Jalur

�������� =���������

�������� =���������

�������� =��������� 0,70

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh �= 0,70. Artinya, koefisien jalur X1 terhadap Y adalah 0,70.

�      Mencari Nilai Koefisien Jalur �

�������� =���������

�������� =���������

�������� =��������� 0,74

���� Dari perhitungan diatas diperoleh �= 0,74. Artinya, koefisien jalur X2 terhadap Y adalah 0,74. Oleh karena itu maka nilai dari �dan �dimasukan dalam persamaan analisis jalur sebagai berikut :

�� =

�� =

�� =

-0,22 =

� 0,54 = �+� (-0,22)

0,59 = �. (-0,22) +

Koefisien Jalur Intervening antara Variabel X1 (Modal Kerja) terhadap Variabel Y (Laba) melalui Variabel X2 (Volume Penjualan)

pintervening����������������� = �+

pintervening����������������� = + (-0,22)

pintervening����������������� = + (-0,16)

pintervening����������������� = 0,54

�� Dari perhitungan diatas diperoleh pintervening����� = 0,54. Artinya Modal Kerja Terhadap Laba Melalui Volume Penjualan pada Koperasi PRIMKOPTI Indramayu berpengaruh dan bersifat dalam kategori sedang.

8.    Analisis Koefisien Determination (R2)

Analisis koefisien determinasi digunakan untuk menunjukkan presentase dan menjelaskan besarnya kontribusi pengaruh antar variabel.

Analisis Koefisien Determinasi Besarnya Pengaruh Modal Kerja Terhadap Volume Penjualan

���������� Kd = r2 x 100%

������� ���� = (-0,22)2 x 100%

���������� ����� = 0,0484 x 100%

���������� ����� = 4,84%

Analisis Koefisien Determinasi Besarnya Pengaruh Volume Penjualan Terhadap Laba

�������� Kd = r2 x 100%

���������������� ���� = (0,59)2 x 100%

���������������� ���� = 0,3481 x 100%

���������������� ���� = 34,81%

 

Kesimpulan

 

1.      Hubungan Modal kerja terhadap Volume penjualan dalam penelitian ini menunjukan hubungan yang rendah dan mempunyai arah yang bersifat negatif. Untuk koefisien determinasi pada variabel X1 terhadap X2 diperoleh hasil sebesar 4,84% dan sisanya sebesar 95,16% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

 

2.      Hubungan Volume penjualan terhadap Laba pengaruh hubungan sedang dan mempunyai arah yang bersifat positif. Untuk koefisien determinasi pada variabel X2 terhadap Y diperoleh hasil sebesar 34,81% dan sisanya sebesar 65,19% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Abidin, Zaenal. Ariani, Dewi. 2014. Pengaruh Modal Kerja Terhadap Laba Bersih Pada PT Soelina Inter Karya Precessing. Prodi Manajemen: Universitas Pamulang. http://eprints.unpam.ac.id/1464/

Ambarawati. 2010. Manajemen Keuangan Lanjutan. Cetakan Pertama. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Fahmi, Irham. 2015. Manajemen Kinerja Teori dan Aplikasi. Penerbit Alfabeta: Bandung.

Fahmi, Irham. 2016. Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal Jawab. Alfabeta: Bandung.

Halim, Abdul, Dkk. 2017. Akuntansi Manajemen (Akuntansi Manajerial) Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Kasmir. 2017. Analisis Laporan Keuangan. RajaGrafindo Persada: Jakarta

Munawir, S. 2012. Analisis Laporan Keuangan Edisi 5. Yogyakarta: Liberty

Nogi Paranesa, Gede, Dkk. 2016. Pengaruh Penjualan Dan Modal Sendiri Terhadap Laba Pada UD Aneka Jaya Motor Di Singaraja Periode 2012-2014. Jurusan Manajemen. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. http://www.e-jurnal.com/2016/03/pengaruh-penjualan-dan-modal-sendiri.html?m=1

Nurman Sasongko, Sonnya. 2014. Pengaruh Modal Kerja Dan Volume Penjualan Terhadap Laba Bersih (Studi Kasus Pada Perusahaan Industri Logam yang Terdaftar di BEI Tahun 2010-2012). Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi: Universitas Komputer Indonesia. https://www.google.com/search?client=ms-opera-mini-android&q=jurnal+pengaruh+volume+penjualan+dan+modal+kerja+terhadap+laba&oq=jurnal+pengaruh+volume+penjualan+dan+modal+kerja+terhadap+laba&aqs=mobile-gws-lite..0l1

Nur Fatoni, Siti. 2014. Pengantar Ilmu Ekonomi. CV Pustaka Setia: Bandung.

Pachta W, Andjar, Dkk. 2012. Hukum Koperasi Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Riyanto, Bambang. 2010. Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan Edisi 4. � BPFE: Yoyakarta

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alfabeta: Bandung.

Swastha, Basu. 2017. Manajemen Penjualan Edisi 3. BPFE: Yogyakarta.

Teratai, Bunga. 2017. Pengaruh Modal Kerja Dan Penjualan Terhadap Laba Bersih Pada Perusahaan Sub Sektor Food And Beverage Yang Terdaftar di BEI Periode 2011-2015. Ilmu Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik: Universitas Mulawarman. http://ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2017/07/ejournal%20ganjil%20(07-24-17-06-10-41).pdf