Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 3, Maret 2022

 

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN DIGITAL TERHADAP MINAT PEMBELIAN TIKET MASUK PADA KALANGAN GENERASI Y DAN Z DI DESA PENGLIPURAN BANGLI, BALI

 

Ramang H Demolingo, Rafitra Amira Putri, Kumba Digdowiseiso

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nasional, Jakarta Indonesia

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis Efektivitas Iklan Digital Terhadap Minat Pembelian Tiket Masuk pada kalangan Generasi Y dan Z, di Desa Penglipuran Bangli, Bali. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif,alat pengumpulan data menggunakan metode survei dengan instrument penyebaran kuesioner,sampel yang dihitung dengan rumus slovin kepada 100 wisatawan yang berkunjung ke Desa wisata penglipuran.Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan skala likert dan di analisis menggunakan bantuan SPSS.Teknik pengujian penelitian ini meliputi uji validitas hasil yang memiliki nilai pada rentang 0,572�0,798 untuk variabel x dan 0,704�0,924 untuk variabel y.Uji reabilitas memiliki nilai cronbach�s alpha untuk variabel x adalah sebesar 0,810 dan variabel y adalah sebesar 0,912. Penelitian ini menyimpulkan Iklan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian dan Iklan digital memiliki pengaruh signifikan dan dapat menarik minat Generasi Y dan Z dalam minat pembelian. Dengan demikian, promosi yang paling efektiv dalam menarik minat pembelian tiket masuk ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali adalah melalui iklan digital instagram, youtube, dan online advertising.

 

Kata Kunci: iklan digital; minat pembelian; desa; penglipuran bangli

 

Abstract

This study aims analyze the Effectiveness of Digital Advertising on Interest in Buying Entrance Tickets among Generations Y and Z, in Penglipuran Village Bangli, Bali. The research uses quantitative methods, the data collection tool uses a survey method with questionnaires as an instrument, the sample is calculated by the Slovin formula to 100 tourists who visitv to the Penglipuran Tourism Village. The data collection technique was carried out using a Likert scale and analyzed using SPSS. The testing technique of this study included a test of the validity of the results which had values ​​in the range of 0.572�0.798 for the variable x and 0.704�0.924 for the variable y. The reliability test had Cronbach's alpha value for the variable x. is 0.810 and the y variable is 0.912. This study concludes that digital advertising has a positive and significant effect on buying intention and has a significant influence and can attract Generation Y and Z's interest.Then, the most effective promotion in attracting interest on buying entrance tickets to the tourist village of Penglipuran Bangli, Bali are digital advertising on Instagram, YouTube, and online advertising.

 

Keywords: digital advertising; buying interest; village; penglipran

 

Pendahuluan

Peluang Desa Wisata saat ini menjadi perhatian pemerintah karena dapat memberikan tujuan pengunjung yang beragam. Pulau Bali memiliki berbagai macam keunggulan pariwisata, dari wisata budaya hingga wisata alam. Salah satu kabupaten di Bali yang membangun dan memanfaatkan potensi wisatanya adalah Desa wisata Panglipuran, Bangli. Wisata desa yang memiliki kualitas yang telah dirasakan oleh wisatawan asing. Desa Penglipuran juga mendapat apresiasi sebagai desa terbersih di dunia. Selain dikenal akan keindahan dan kebersihannya, suasana desa yang sangat hijau dan susunan pemukimannya yang tertata membuat tampak rapih dan sangat asri.

 

Gambar 1

Data Jumlah Kunjungan Wisatawan

Desa Penglipuran Tahun 2021

 

Berdasarkan Gambar 1 terlihat jelas jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Penglipuran Bangli, Bali cukup banyak dan terjadi penutupan kunjungan wisatawan pada bulan Agustus yang disebabkan karena adanya Pandemi Covid-19. Dan terjadi kelonjakan jumlah kunjungan pada bulan Oktober hingga Desember. Untuk mempertahankan jumlah kunjungan wisatawan pada Desa Penglipuran tetap harus meningkatkan promosi agar wisatawan mengetahui bahwa Desa Penglipuran tetap buka dalam masa pandemic dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Untuk memajukan jumlah kunjungan wisatawan merupakan keinginan setiap tempat wisata. Selain keunikan yang dimiliki desa wisata tersebut, promosi juga dapat meningkatkan minat pembelian di Desa Penglipuran. Promosi melalui media iklan digital adalah salah satu variabel yang mempengaruhi tujuan pembelian tiket.Saat ini platfom digital, termasuk media sosial dengan konten yang sangat kreatif yang dibungkus oleh strategi iklan digital perlu dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendorong pengelolaan desa-desa wisata di Indonesia. Dengan adanya promosi iklan digital sangat diyakinkan bahwa desa wisata di Indonesia akan menjadi destinasi Pariwisata yang mampu bersaing dengan destinasi berkelas Dunia. Peran Iklan Digital memang sangatlah penting, didasari oleh kecepatan internet di Indonesia yang semakin bertumbuh dari masa ke masa. Dengan memanfaatkan tren digital saat ini, Pengelola desa wisata harus siap untuk mengelola daya Tarik wisata denga menyebarluaskannya melalui platfom digital. Pengelola juga harus termotivasi agar lebih aktif dan kreatif dalam mempromosikan destinasi wisatanya. Dan untuk merealisasikan hal tersebut pengelola Desa Wisata Penglipuran meenggunakan promosi salah satunya dengan menggunakan iklan digital. Yang dimana iklan tersebut berisikan keunggulan-keunggulan yang berada di Desa Wisata Penglipuran dan dipromosikan melalui media iklan digital dan saat ini memasang iklan di media sosial sangatlah efektif untuk meningkatkan minat pembelian dan minat kunjung wisatawan di destinasi wisata.

Berbagai jenis wisatawan saat ini juga sedang berkembang pesat, mulai dari wisatawan ramah lingkungan, wisatawan pejalan kaki, hingga wisatawan milenial. Pelancong milenial memiliki beberapa kriteria, menghitung akar teritorial, gaji, jaringan, pekerjaan, pengulangan perjalanan, biaya perjalanan, inspirasi, dan usia. Pengunjung milenial dihebohkan dengan perkumpulan yang disebut Era Y dan Era Z.

 

Tabel 1

Perbedaan Generasi

Tahun Kelahiran

Usia

Nama Generasi

1980 s/d 1995

26 s/d 41 tahun

Generasi Y

1995 s/d 2010

19 s/d 25 tahun

Generasi Z

 

Tabel 1 menunjukan perbedaan umur antara generasi Y dan Generasi Z. Adapun penjelasan masing-masing generasi sebagai berikut:

1.     Menurut Putra (2016) dalam (Haryanto, 2019) Generasi Y dikenal sebagai usia milenial atau usia dua puluh hingga tiga puluh tahun. Ungkapan generasi Y mulai digunakan dalam artikel-artikel surat kabar besar AS pada Agustus 1993. Zaman ini banyak menggunakan inovasi korespondensi momen, seperti email, SMS dan media berbasis web seperti facebook dan twitter, seperti, Usia Y adalah usia yang mengalami masa kanak-kanak pada periode internet booming. Dikenal sebagai modern, berpengetahuan teknis, kebal terhadap sebagian besar promosi pameran dan penawaran, mereka pernah mengamati segalanya serta pernah disajikan untuk segalanya semenjak itu dahulu.

2.     Menurut Putra (2016) dalam (Haryanto, 2019) Generasi Z merupakan mereka yang dibawa ke dunia setelah 1995 dan mereka tidak pernah tahu dunia tanpa computer serta ponsel. Umur keseluruhan saat ini berkisar berawal jenjang sekolah sampai anak-anak. Pembeli disebut pelanggan bijaksana serta mengetahui sesuatu pelanggan butuhkan karena mereka tidak pernah mengenal dunia tanpa computer dan ponsel.

Menurut (Stillman., 2018) Gen Z adalah usia yang berkembang menjadi dewasa ketika web telah berkembang dan peradaban manusia sangat mengandalkan pemanfaatan inovasi, media online, dan aplikasi berbasis ponsel. Mungkin atribut yang paling dominan dari mereka adalah tingkat perkembangan dan kelimpahan pendidikan yang cenderung lebih mumpuni dibandingkan generasi pendahulunya. Karakteristik lainnya adalah mereka cenderung lebih ingin menjadibos bagi diri sendiri�.

Menyadari potensi iklan yang luar biasa dari era milenial di segmen Pariwisata Dunia, menjadikan Generasi ini sebagai peluang pasar di masa depan. Peluang ini dimanfaatkan dan dipopulerkan melalui konsep pariwisata milenial oleh Dinas Pariwisata. Seperti yang baru-baru ini kita lihat, munculnya media sosial dan iklan seluler telah sangat berdampak pada pengembangan dan arah periklanan digital. Dengan memahami peran generasi ini dan evolusi teknologi, kita dapat lebih memahami bagaimana masyarakat itu dibentuk oleh teknologi, dan bagaimana teknologi dipengaruhi oleh generasi Y dan Z itu sendiri. Hubungan generasi Y dan Z terhadap teknologi itu sendiri sangat menarik. Dimana teknologi telah lama menyarankan bahwa masyarakat dibentuk dan dikendalikan oleh perkembangan teknologi.

 

Metode Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan tempat penelitian dilakukan di Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali pada bulan Oktober 2021 hingga bulan Januari 2022. Pada penelitian ini populasinya adalah para kalangan generasi Y dan Z yang membeli tiket di Desa wisata Panglipuran Bangli, Bali. Pengambilan sampel melalui penyebaran kuesioner pada 100 pengunjung desa wisata Panglipuran Bangli, Bali. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada responden, dengan menggunakan metode skala likert dan diolah mengunakan bantuan SPSS.

 

Hasil dan Pembahasan

1.     Analisis Deskriptif Variabel

  1. Analisis Deskriptif Iklan Digital (X)

 

Gambar 2

Hasil tanggapan responden terhadap Iklan Digital

 

Gambar di atas menunjukkan bahwa tanggapan responden setuju terhadap penyataan mengenai iklan digital. Pada pertanyaan pertama sebanyak 19% responden menyatakan sangat setuju, 32% responden menyatakan setuju dan 26% menyatakan netral. Pada pernyataan kedua sebanyak 13% responden menyatakan sangat setuju, 36% responden menyatakan setuju dan 38% menyatakan netral. Pada pernyataan ketiga sebanyak 6% responden menyatakan sangat setuju, 9% responden menyatakan setuju, dan 15% responden menyatakan netral. Pernyataan ke-4 sebanyak 10% responden menyatakan sangat setuju, 33% responden menyatakan setuju, dan 23% responden menyatakan netral. Pernyataan ke-5 sebanyak 28% responden menyatakan sangat setuju, 47% responden menyatakan menyatakan setuju, dan 24% responden menyatakan netral. Pada pernyataan ke-6 sebanyak 4% responden menyatakan menyatakan sangat setuju, 18% responden menyatakan menyatakan setuju dan 26% responden menyatakan netral. Pada pernyataan ke-7 sebanyak 15% responden menyatakan sangat setuju dan 13% responden menyatakan setuju, dan 23% responden menyatakan netral. Pernyataan ke-8 sebanyak 14% responden menyatakan sangat setuju dan 39% menyatakan setuju, dan 24% responden menyatakan netral.

 

Gambar 3

Kesimpulan Hasil Tanggapan Responden Terhadap Iklan Digital

 

Gambar di atas menunjukan bahwa terdapat 3 urutan tertinggi dalam tanggapan responden terhadap iklan digital, untuk pernyataan X.5 memiliki presentase yang sangat tinggi diantara pernyataan yang lainnya dengan presentase 47%, pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 47 responden dari 100 responden yang berkunjung ke desa wisata Penglipuran setuju bahwa mereka melihat promosi Iklan Digital melalui media sosial Instagram. Untuk pernyataan X.8 memiliki presentase yang tertinggi ke-2 yaitu 39% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 39 responden dari 100 responden yang berkunjung ke desa wisata Penglipuran setuju bahwa mereka melihat promosi Iklan Digital melalui media sosial Youtube. Dan untuk pernyataan X.2 memiliki presentase yang tertinggi ke-3 yaitu 36% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 36 responden dari 100 responden yang berkunjung ke desa wisata Penglipuran setuju bahwa mereka melihat promosi Iklan Digital melalui media Online Advertising. Dalam pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial yang paling efektiv dalam mempromosikan desa wisata Penglipuran adalah melalui media Iklan Digital Instagram, Youtube, dan juga Online Advertising.

 

Gambar 4

Kesimpulan Hasil Tanggapan Responden Terhadap Iklan Digital

 

Gambar di atas menunjukan bahwa terdapat 3 urutan terrendah dalam tanggapan responden terhadap iklan digital, untuk pernyataan X.6 memiliki presentase 18%, pernyataan tersebut menunjukan bahwa hanya terdapat 18 responden dari 100 responden yang setuju bahwa mereka berkunjung ke desa wisata Penglipuran karna melihat promosi Iklan Digital melalui media sosial Facebook. Untuk pernyataan X.7 hanya memiliki presentase 13% pernyataan tersebut menunjukan bahwa hanya terdapat 13 responden dari 100 responden yang setuju bahwa mereka berkunjung ke desa wisata Penglipuran karna melihat promosi Iklan Digital melalui media sosial Twitter. Dan untuk pernyataan X.3 memiliki presentase yang paling rendah dari pernyataan lainnya yaitu 9% pernyataan tersebut menunjukan bahwa hanya terdapat 9 responden dari 100 responden yang setuju bahwa mereka berkunjung ke desa wisata Penglipuran karna melihat promosi Iklan Digital melalui media Forum Discussion. Dalam pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa media sosial yang kurang efektiv dalam mempromosikan desa wisata Penglipuran adalah melalui media Iklan Digital Facebook, Twitter, dan Forum Discussion.

  1. Analisis Deskriptif Minat Pembelian (Y)

 

Gambar 5

Hasil Tanggapan Responden Terhadap Minat Pembelian

 

Gambar di atas menunjukkan bahwa tanggapan responden setuju terhadap penyataan mengenai iklan digital. Pada pertanyaan pertama sebanyak 25% responden menyatakan sangat setuju, 36% responden menyatakan setuju dan 20% menyatakan netral. Pada pernyataan kedua sebanyak 34% responden menyatakan sangat setuju, 46% responden menyatakan setuju dan 17% menyatakan netral. Pada pernyataan ketiga sebanyak 33% responden menyatakan sangat setuju, 46% responden menyatakan setuju, dan 19% responden menyatakan netral.

Pernyataan ke-4 sebanyak 27% responden menyatakan sangat setuju, 50% responden menyatakan setuju, dan 5% responden menyatakan netral. Pernyataan ke-5 sebanyak 30% responden menyatakan sangat setuju, 51% responden menyatakan menyatakan setuju, dan 3% responden menyatakan netral. Pada pernyataan ke-6 sebanyak 34% responden menyatakan menyatakan sangat setuju, 34% responden menyatakan menyatakan setuju dan 29% responden menyatakan netral.

 

Gambar 6

Kesimpulam Tanggapan Responden Terhadap Minat Pembelian

����

Gambar di atas menunjukan bahwa terdapat 3 urutan tertinggi dalam tanggapan responden terhadap Minat Pembelian, untuk pernyataan Y.5 (Minat Eksploratif) memiliki presentase yang sangat tinggi diantara pernyataan yang lainnya dengan presentase 51%, pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 51 responden dari 100 responden yang mencari tahu tentang desa wisata Penglipuran Bangli, Bali, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran melalui media Iklan Digital. Untuk pernyataan Y.4 (Minat Eksploratif) memiliki presentase yang tertinggi ke-2 yaitu 50% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 50 responden dari 100 responden yang mencari tahu biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran melalui media Iklan Digital. Dan untuk pernyataan Y.2 (Minat Referensial) memiliki presentase yang tertinggi ke-3 yaitu 46% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 46 responden dari 100 responden yang berminat untuk merekomendasikan ke anggota keluarganya atau kerabatnya untuk mengunjungi desa wisata Penglipuran Bangli, Bali, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran melalui media Iklan Digital. Dalam pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi Iklan Digital sangat efektiv terhadap Minat pembelian Khususnya dalam Minat Eksploratif dan Minat Referensial. Dengan adanya minat eksploratif yang tinggi membuat wisatawan semakin penasaran akan suatu destinasi setelah melihat promosi pada Iklan Digital. Dan dengan adanya minat referensial membuat wisatawan akan merekomendasikan suatu destinasi tersebut setelah melihat promosi pada Iklan Digital.

 

Gambar 7

Kesimpulam Tanggapan Responden Terhadap Minat Pembelian

 

Gambar di atas menunjukan bahwa terdapat 3 urutan terrendah dalam tanggapan responden terhadap Minat Pembelian, untuk pernyataan Y.3 (Minat Preferensial) memiliki presentase 46%, pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 46 responden dari 100 responden yang merasa bahwa desa wisata Penglipuran Bangli, Bali sudah sesuai dengan selera responden, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran melalui media Iklan Digital. Untuk pernyataan Y.1 (Minat Transaksional) memiliki presentase 36% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 36 responden dari 100 responden yang berminat untuk berkunjung ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali dalam waktu dekat, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali melalui media Iklan Digital. Dan untuk pernyataan Y.6 (Minat Eksploratif) memiliki presentase 34% pernyataan tersebut menunjukan bahwa terdapat 34 responden dari 100 responden yang akan menanyakan terlebih dahulu informasi kepada orang yang sudah pernah mengunjungi desa wisata Penglipuran Bangli, Bali, setelah melihat promosi Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali melalui media Iklan Digital. Dalam pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa

Promosi Iklan Digital sangat efektiv terhadap Minat pembelian Khususnya yang dimana terdapat beberapa indikator, yaitu Minat Transaksional, Minat Referensial, Minat Preferensial, dan Minat Eksploratif. Dengan adanya minat eksploratif yang tinggi membuat wisatawan semakin penasaran akan suatu destinasi setelah melihat promosi pada Iklan Digital. Dan dengan adanya minat referensial membuat wisatawan akan merekomendasikan suatu destinasi tersebut setelah melihat promosi pada Iklan Digital. Dengan adanya minat preferensial membuat wisatawan bisa melihat apakah suatu destinasi tersebut sudah sesuai dengan seleranya setelah melihat promosi pada Iklan Digital. Dan dengan adanya minat eksplorstif membuat wisatawan akan mencari tahu hal-hal tetang suatu destinasi tersebut setelah meliaht promosi pada Iklan Digital. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa Iklan Digital sangat efektiv terhadap Minat Pembelian tiket masuk ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali.

2.     Analisis Kuantitatif

  1. Uji Validitas

 

Tabel 2

hasil uji validitas variable independent (X) dan dependen (Y)

Variabel

Pearson Correlation

Nilai r tabel

Keterangan

X

1

0,665

0,195

Valid

2

0,648

0,195

Valid

3

0,628

0,195

Valid

4

0,798

0,195

Valid

5

0,572

0,195

Valid

6

0,596

0,195

Valid

7

0,629

0,195

Valid

8

0,710

0,195

Valid

Y

1

0,840

0,195

Valid

2

0,832

0,195

Valid

3

0,805

0,195

Valid

4

0,924

0,195

Valid

5

0,915

0,195

Valid

6

0,704

0,195

Valid

 

Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui semua item pertanyaan dari masing-masing variabel valid karena memiliki nilai rhitung lebih besar dari rtabel yang di mana nilainya berada pada rentang 0,572 � 0,798 untuk variabel X dan 0,704 � 0,924 untuk variabel Y. Jadi bisa disimpulkan bahwa semua pernyataan memenuhi dapat dijadikan kuesioner penelitian.

  1. Uji Reliabilitas

 

Tabel 3

Hasil Uji Reliabilitas Variable Independent (X) Dan Dependen (Y)

Variabel

Cronbach�s Alpha

Keterangan

X

0,810

Reliabel

Y

0,912

Reliabel

 

Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui nilai Cronbach�s Alpha untuk variabel X adalah sebesar 0,810 dan variabel Y adalah sebesar 0,912. Nilai dari kelima variabel tersebut lebih besar dari ketentuan reliabilitas 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian reliabel.

3.     Uji Asumsi Klasik

  1. Uji Normalitas

 

Tabel 4

Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

100

Normal Parametersa, b

Mean

.0000000

Std. Deviation

3.56051977

Most Extreme Differences

Absolute

.072

Positive

.070

Negative

-.072

Test Statistic

.072

Asymp. Sig. (2-tailed)

.200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

 

Dalam penelitian saya diketahui nila Sig dari 0,200 lebih besar dari 0,05 dapat dianggap bahwa informasi tersebut memenuhi untuk uji normalitas.

  1. Uji Multikolinieritas

 

Tabel 5

Hasil Uji Multikolinieritas

Model

Unstandardized Coefficients

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Tolerance

VIF

1

(Constant)

9.549

1.679

 

 

Iklan Digital

.565

.066

1.000

1.000

 

Dalam hasil penelitian ini diketahui bahwa harga Resistansi adalah 1,0 lebih besar dari 0,1 dan harga VIF adalah 1,0 lebih kecil dari 10, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel.

  1. Uji Heteroskedasitas

 

Tabel 6

Hasil Uji Heteroskedasitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

7.185

.819

 

8.776

.000

Iklan Digital

-.171

.932

-.471

-.292

.117

a. Dependent Variable: ABSRES

 

Dalam hasil penelitian saya ini diketahui nilai Sig. iklan digital (X) adalah sebesar 0,117 di mana nilai tersebut lebih besar dari 0,05 maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

  1. Uji Autokorelasi

 

Tabel 7

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.652a

.426

.420

3.57864

1.528

a. Predictors: (Constant), Iklan Digital

b. Dependent Variable: Minat Pembelian

 

Dalam hasil penelitian saya ini diketahui nilai Durbin-Watson (d) sebesar 1,528. nilai dL = 1,52 dan dU = 1,56. Disimpulkan bahwa terdapat autokorelasi positif.

4.     Analisis Regresi Linier Sederhana.

 

Tabel 8

Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

9.549

1.679

 

5.686

.000

Iklan Digital

.565

.066

.652

8.521

.000

a. Dependent Variable: Minat Pembelian

 

Dalam hasil penelitian ini menunjukkan nilai Sig. 0,000 berarti di bawah 0,05 atau 0,00 lebih kecil dari 0,05. Jadi dapat dikatakan bahwa iklan digital sebagai variabel (X) mempengaruhi minat pembelian sebagai variabel (Y).

5.     Uji Hipotesis

A.    Uji parsial (Uji T)

 

Tabel 9

Hasil Uji Parsial

Variabel

thitung

ttabel

Sig.

Iklan Digital (X)

8,521

1,984

0,000

 

Dalam hasil penelitian saya ini diperoleh nilai ttabel sebesar 1,984. Dan nilai thitung dan signifikansi dari variabel X adalah 8,521 lebih besar dari 1,984 dengan sig. 0,000 lebih kecil dari 0,05. Artinya variabel X memiliki nilai positif dan signifikan sehingga dapat dinyatakan bahwa iklan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pembelian.

B.    Uji Simultan (Uji F)

 

Tabel 10

Hasil Uji Simultam

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

929.857

1

929.857

72.607

.000b

Residual

1255.053

98

12.807

 

 

Total

2184.910

99

 

 

 

a. Dependent Variable: Minat Pembelian

b. Predictors: (Constant), Iklan Digital

 

Dalam hasil penelitian saya ini diperoleh nilai Ftabel = 3,938 dan hasil nilai F sebesar 72,607. Dan nilai Fhitung 72,607 lebih besar dari Ftabel 3,938. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap variabel dependen.

C.    Uji Determinan (R2)

 

Tabel 11

Hasil Uji Uji Determinan

 

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.652a

.426

.420

3.57864

a. Predictors: (Constant), Iklan Digital

 

Dalam hasil penelitian saya ini menujukan besarnya nilai korelasi sebesar 0,652. Untuk nilai R Square sebesar 0,426. Dengan begitu nilai koefisien determinasinya adalah 0,426 x 100% = 42,6%. Artinya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 42,6% dan sisanya adalah 57,4% dari variabel lain di luar variabel penelitian.

 

Pembahasan

Penelitian ini secara keseluruhan ingin mengetahui pengaruh iklan digital terhadap minat pembelian tiket di Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali dengan generasi milenial sebagai subjek penelitian. Seperti yang telah dijabarkan pada kajian teori, minat pembelian merupakan pemusatan perhatian terhadap sesuatu yang disertai dengan perasaan senang terhadap barang tersebut, kemudian minat individu tersebut menimbulkan keinginan sehingga individu ingin memiliki barang tersebut dengan cara membayar atau menukar dengan uang. Minat pembelian dipengaruhi oleh iklan digital yang terbagi dalam beberapa media, antaranya media Website, Online Advertising, mobile applications, dan Media Sosial. Untuk media sosial sendiri terbagi menjadi 4 media sosial utama, yaitu: Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube.

Penelitian ini dilakukan pada kalangan generasi milenial pernah melihat iklan digital desa wisata Penglipuran Bangli, Bali karena dengan objek penelitian tersebut dapat diukur apakah iklan digital pariwisata dapat memengaruhi minat pembelian tiket. Pernyataan dalam kuesioner dibuat sesuai dengan variabel penelitian yaitu iklan digital sebagai variabel X diikuti indikatornya dan minat pembelian tiket sebagai variabel Y diikuti indikatornya. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang diisi oleh 100 responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan di atas, iklan digital sebagai variabel X dalam penelitian ini memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,565 di mana nilai tersebut positif sehingga variabel dinyatakan memiliki arah pengaruh yang positif. Selain itu, iklan digital memiliki nilai sig. 0,000 di mana nilai tersebut lebih kecil dari sig. penelitian 0,05 sehingga secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa iklan digital memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat pembelian tiket di Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali pada kalangan milenial. Hasil penelitian ini menjawab atau menerima hipotesis penelitian karena ketentuan nilai thitung dan signifikansi dari variabel X memenuhi syarat uji t yaitu 8,521 dengan sig. 0,000 < 0,05 sehingga Ha yang mengatakan terdapat pengaruh iklan digital terhadap minat pembelian tiket di Desa Wisata Panglipuran Bangli, Bali diterima dan kesimpulannya adalah variabel X yaitu iklan digital memiliki nilai positif dan signifikan sehingga dapat dinyatakan bahwa iklan digital (X) memiliki pengaruh signifikan terhadap minat pembelian (Y).

Hasil tersebut membuktikan bahwa minat pembelian memiliki kaitan yang erat dengan keputusan pembelian, di mana setiap keputusan yang diambil oleh konsumen dalam memilih dan membeli suatu produk merupakan kumpulan dari beberapa keputusan-keputusan salah satunya dengan melihat iklan suatu wisata melalui media online. Minat konsumen tumbuh karena suatu motif berdasarkan atribut- atribut sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya dalam menggunakan suatu pelayanan jasa, berdasarkan hal tersebut maka minat pembelian akan tumbuh berdasarkan pengalaman individu dalam memproses sesuatu sehingga menghasilkan keputusan.

Hasil perhitungan dalam penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh I Gede Agus Kisna Warmayana (Warmayana I. A., Pemanfaatan Digital Marketing dalam Promosi Pariwisata pada Era Industri 4.0, 2018) yang menjelaskan bahwa pengiklanan melalui digital marketing di industri 4.0 sangat berperan dalam meningkatkan promosi pariwisata pada generasi Y dan Z. Hasil penelitian ini juga serupa dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Susanti (2019) yang menjelaskan bahwa penggunaan media sosial yang optimal dalam mengiklankan suatu pariwisata dapat mencapai target penelitian yaitu kalangan milenial dengan berbagai bentuk promosi seperti melalui media sosial Youtube, sangat efektif untuk menarik wisatawan dan mampu meningkatkan minat pembelian tiket berkunjung pada tempat wisata.

 

Kesimpulan

�� Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dianalisis, maka adapun hasil yang didapat setelah menyelesaikan seluruh pengujian yakni: 1). Iklan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat pembelian. Hal ini dapat dinyatakan apabila promosi Iklan digital dilakukan terhadap minat pembelian tiket masuk di desa wisata Penglipuran lebih ditingkatkan kembali, maka akan semakin meningkatkan minat pembelian terhadap wisatawan khususnya pada kalangan Generasi Y dan Z. 2). Iklan digital memiliki pengaruh signifikan dan dapat menarik minat Generasi Y dan Z dalam minat pembelian. Hal ini dapat dinyatakan apabila promosi iklan digital di desa wisata Penglipuran lebih ditingkatkan kembali, maka akan semakin menarik minat pembelian tiket di desa wisata penglipuran khususnya pada kalangan Generasi Y dan Z.

Dengan demikian, sesuai dengan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa iklan digital yang dilakukan dimedia sosial melalui Platfom Iklan Digital sangatlah efektiv terhadap minat pembelian tiket masuk pada kalangan Generasi Y dan Z di desa wisata Penglipuran Bangli, Bali. Dan dilihat dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, ternyata media sosial Instagram merupakan promosi yang paling efektiv untuk menarik minat wisatawan di Desa Wisata Penglipuran Bangli, Bali, khususnya pada kalangan Generasi Y dan Z pada saat ini. Hal ini di dukung oleh hasil deskripsi variabel tentang iklan digital, yaitu promosi yang paling efektiv dalam menarik minat pembelian tiket masuk di desa wisata Penglipuran Bangli, Bali adalah melalui iklan digital Instagram, Youtube, dan Online Advertising. Dan juga terdapat indikator yang paling tidak efektiv dalam menarik minat pembelian tiket masuk ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali, yaitu promosi yang paling tidak efektiv dalam menarik minat pembelian tiket masuk ke desa wisata Penglipuran Bangli, Bali adalah melalui iklan digital Facebook, Twittet, dan Forum discussion (webinar).

 


BIBLIOGRAFI

 

Warmayana, I. A. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Promosi Pariwisata. Jurnal Pariwisata Budaya.

Arida, I. S. (2017). Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen . Jurnal Analisis Pariwisata.

Asbari, M. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pada Industri 4.0. Jurnal Ilmiah Manajemen.

Digitalmarketingpariwisata.Com. (2018). No Title. Digitalmarketingpariwisata.Com.

Haryanto, G. C. (2019). Perbedaan Penggunaan Internet, Media Sosial, Dan Persepsi Pada Dunia Kerja Menurut Tahun Kelahiran Generasi Z. Jurnal Universitas Atma Jaya.

Hermawan, H. (2016). Dampak Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran Terhadap Ekonomi Masyarakat Lokal. Jurnal Pariwisata.

Husin Demolingo, R. (2015). Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo. Jurnal Master Pariwisata (Jumpa), 1, 67�82. Https://Doi.Org/10.24843/Jumpa.2015.V01.I02.P06

Imron. (2019). Analisa Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan. Indonesian Journal On Software Engineering.

Imron. (2019). Analisa Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Menggunakan Metode Kuantitatif Pada Cv. Indonesian Journal On Software Engineering.

Jusuf, L. (2018). Generasi Z : Memahami Karakter Generasi Baru Yang Akan Mengubah Dunia Kerja. In D. Stillman, Genz@Work : How The Next Generaion Transforming The Workplace. Online Public Access Catalog.

Prasetyo , D. D. (2016). Pengaruh Iklan Secara Online Terhadap Keputusan Pembelian. Jurnal Administrasi Bisnis.

Prasetyo , D. D., & Yulianto , E. (2016). Pengaruh Iklan Secara Online Terhadap Keputusan Pembelian . Jurnal Administrasi Bisnis.

Pristiwasa, I. W. T. K., & Demolingo, R. H. (2020). Bukit Cinta Campuhan Sebagai Daya Tarik Wisata Trekking Di Ubud Bali. Jurnal Analisis Pariwisata, 20(1), 17�37.

Priansa, D. J. (2017). Perilaku Konsumen. Bandung: Alfabeta.

Rajagukguk, T. P. (2020). Peran Generasi Milenial Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Danau Toba. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Budaya.

Sahla, S. (2019, Mei 27). Memanfaatkan Digital Marketing Pariwisata Pada Era Industri 4.0. From Kompasiana.Com: Https://Www.Kompasiana.Com/Seirasahla7122/5cebe4cbaa3ccd5b1c0817d2/Pemanfaatan-Digital-Marketing-Pariwisata-Pada-Era-Industri-4-0

Setiawati, D. (2019). Minat Beli Konsumen Melalui Aplikasi Tix Id . Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen.

Setiawati, D. (2019). Minat Beli Konsumen Melalui Aplikasi Tix Id Yang. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen.

Setiawati, D., & Madiawati, P. N. (2019). Minat Beli Konsumen Melalui Aplikasi Tix Id Yang. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen.

Stillman. (2018). Generasi Z : Memahami Karakter Generasi Baru Yang Akan Mengubah Dunia Kerja. Perpustakaan Nasional Ri.

Sugiarto, E. (2016). Analisis Emosional, Kebijaksanaan Pembelian. Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen.

Sujarweni, W. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis Dan Ekonomi : Pendekatan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Susanti, R. (2015). Sampling Dalampenelitian Pendidikan. Jurnal Teknodik.

Warmayana, I. A. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Promosi Pariwisata Pada Era Industri 4.0. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama Dan Budaya.

Warmayana, I. G. (2018). Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Promosi Pariwisata. Jurnal Pariwisata Budaya.

Wiratna Sujarweni, V. (2018). Metodologi Penelitian Bisnis Dan Ekonomi : Pendekatan Kuantitatif . Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Yudistirani, I. (2018, Desember 30). 5 Keistimewaan Penglipuran Hingga Jadi Desa Paling Bersih Di Indonesia.

������������������������������������������������

Copyright holder:

Ramang H Demolingo, Rafitra Amira Putri, Kumba Digdowiseiso (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: