Optimalisasi Lahan Pertanian Berwawaskan Konservasi Pada Tanah Pedsol Dengan Teknologi Iot Smart Biosoildam

  • Nugroho Widiasmadi Wahid Hasyim Universuty
  • Djoko Suwarno Soegijapranata Catholic University, Semarang, Indonesia
Keywords: Infiltration, Biosoildam, Land Use, Pedsol, Alfaafa Microba

Abstract

Penurunan daya dukung lahan saat ini dikuatkan sebagai salah satu faktor utama akibat penurunan kesuburan tanah, kesehatan dan daya serap (laju infiltrasi), yang dipicu oleh penggunaan pupuk anorganik (kimia) dan pestisida yang berlebihan. Tujuan dari analisis peningkatan laju infiltrasi tanah pada lahan pertanian Pedsol dengan melibatkan pupuk hayati MA-11 pada Biosoildam. Sebagai kontrol adalah tanah asli tanpa dipicu aktivitas mikroba. Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2021 di areal agroland bawang merah di Kabupaten Tanah Datar Sumatra Barat. Penelitian ini menggunakan double ring infiltrometer untuk mengukur infiltrasi tanah dengan tiga kali ulangan pada setiap jarak dari Biohole dan menggunakan electrolit conductor (EC) untuk mengukur kesuburan tanah dengan konsentrasi ion garam dan kemasaman tanah. Pengukuran dilakukan setiap lima menit dan periode pengamatan setiap lima belas hari selama empat puluh lima hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi, kapasitas infiltrasi, kesuburan & keasaman tertinggi terjadi pada tanah yang menggunakan pupuk hayati MA-11. Laju infiltrasi menunjukkan nilai konstan pada tingkat 75 sampai 105 cm/jam yang dicapai setelah hari ke-26. Sedangkan nilai EC dalam kondisi stabil dicapai pada hari ke-30 dengan nilai antara 1035 – 1285 uS/cm. Sehingga aktivitas agens hayati pada tanah Andosol dengan tingkat infiltrasi akan optimal pada hari ke-31.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Boardman, C. R., & Skrove, J. (1966). Distribution in fracture permeability of a granitic rock mass following a contained nuclear explosion. Journal of Petroleum Technology, 18(05), 619–623.
Greengard, S. (2017). Making chips smarter. Communications of the ACM, 60(5), 13–15.
Huang, Z., & Shan, L. (1997). Action of Rainwater use on soil and water conservation and suistanable development of Agricukture. Bulletin of Soil and Watr Conserv, 17(1), 45–48.
Manaqib, M. (2017). Pemodelan Matematika Infiltrasi Air pada Saluran Irigasi Alur. J. Mat.“MANTIK, 3(1), 25.
Schwab, K. (2017). The fourth industrial revolution. Currency.
Sunjoto, S. (1988). Optimasi Sumur Resapan Air Hujan Sebagai Salah Satu Usaha Pencegahan Instrusi Air Laut. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Suripin. (2013). Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Penerbit Andi.
Sutanto. (2012). Desain Sumur Peresapan Air Hujan. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
Tian, J., & Huang, C.-H. (2000). Soil erosion and dryland farming. CRC press.
Wasisto, S. (2018). Aplikasi Internet of Things (IoT) dengan Arduino & Android: Penerbit Deepublish Yogyakarta.
Widiasmadi, N. (2019). Peningkatan Laju Infiltrasi dan Kesuburan Lahan dengan Metode Biosoildam pada Lapisan Tanah Keras dan Tandus. Prosiding SNST Fakultas Teknik, 1(1).
Widiasmadi, N. (2020a). Analisa Elektrolit Konduktifitas & Keasaman Tanah Secara Real Time Menggunakan Smart Biosoildam. Prosiding Seminar Nasional NCIET, 1(1), 11–24.
Widiasmadi, N. (2020b). Analysis of Soil Fertlity and Acidity in Real Time Using Smart Biosoildam to Improe Agricultural Land: International Journal of Research and Analytical Reviews (IJRAR). Volume, 7, 194–200.
Widiasmadi, N. (2020c). Soil improvement and conservation based in biosoildam integrated smart ecofarming technology (applied in java alluvial land and arid region in east Indonesia). Int j Innov, 5(9).
Widiasmadi, N. (2022). Teknologi Smart Biosoildam untuk Analisa EC & PH Tanah sebagai Usaha Peningkatan Daya Dukung Lahan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(5), 2558–2567.
Published
2022-12-28