Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 12, Desember 2023

 

PENGARUH PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM TERHADAP LABA OPERASIONAL BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA

 

Haliza Zulva Sitepu

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Email: halizazulvasitepu4037@gmail.com

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh pertumbuhan pembiayaan UMKM terhadap laba operasional Bank Uumum Syariah dan Unit Usaha Syariah.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan data didapat dari laporan keuangan OJK. Teknik analisis data yang di gunakan adalah analisis deskripstif,Uji asumsi klasik yang terdiri dari Uji normalitas,Uji multikolinieritas,Uji heterokedastisitas,Uji autokolerasi,Uji regresi linier berganda,Uji hipotesis yang terdiri dari Uji parsial (Uji T) dan Uji simultan (Uji F). Hasil dari penelitian ini ialah terdapat adanya pengaruh pertumbuhan pembiayaan modal kerja UMKM terhadap laba operasional BUS dan UUS.Adanya pengaruh pembiayaan investasi UMKM terhadap laba operasional BUS dan UUS serta adanya pengaruh secara simultan pembiayaan modal kerja UMKM dan pembiayaan investasi UMKM terhdap laba operasional BUS dan UUS.

 

Kata kunci: Pembiayaan UMKM,Laba Operasional,BUS,UUS

 

Abstract

The purpose of this study is to determine whether there is an influence of MSME financing growth on the operating profit of Uumum Syariah Bank and Sharia Business Units.This research uses a quantitative type of research with data obtained from OJK financial statements. The data analysis techniques used are descriptive analysis, classical assumption test consisting of normality test, multicollinearity test, heterochedasticity test, autocolonization test, multiple linear regression test, hypothesis test consisting of partial test (T test) and simultaneous test (F test). The result of this study is that there is an influence of the growth of MSME working capital financing on the operating profit of BUS and UUS. There is an influence of MSME investment financing on the operating profit of BUS and UUS as well as the simultaneous influence of MSME working capital financing and MSME investment financing on the operating profit of BUS and UUS.

 

Keywords: MSME Financing, Operating Profit, BUS, UUS

 

Pendahuluan

Sektor usaha di Indonesia saat ini didominasi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Singgih, 2007). UMKM sendiri merupakan bentuk usaha yang mampu menggerakkan perekonomian secara makro dengan berputar pada perubahan tingkat pendapatan dan kesejahteraan masyarakat (Tayibnapis, 2021). Peran UMKM menjadi bagian penting bagi ekonomi Indonesia, itu dikarenakan jumlahnya setara dengan 99,99% dari total usaha di Indonesia. Bulan Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta.Pada tahun 2020 terdapat sekitar 46,6 juta dari total 64 juta UMKM dan Pada tahun 2019 jumlah UMKM mencapai 65,47 juta unit. Jumlah tersebut naik 1,98% jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 64,19 juta unit. Jumlah tersebut mencapai 99,99% dari total usaha yang ada di Indonesia (Istianah & Dewi, 2022). Sementara, usaha berskala besar hanya sebanyak 5.637 unit atau setara 0,01%. Secara rinci, sebanyak 64,6 juta unit merupakan usaha mikro. Jumlahnya setara dengan 98,67% dari total UMKM di seluruh Indonesia. Sebanyak 798.679 unit merupakan usaha kecil. Proporsinya sebesar 1,22% dari total UMKM di dalam negeri. Sementara, usaha menengah hanya sebanyak 65.465 unit. Jumlah itu memberi andil sebesar 0,1% dari total UMKM di Indonesia (Pane, 2022). UMKM menampung 89,17% tenaga kerja domestic serta memberikan kontribusi sebesar 36,82% terhadap PDB Indonesia (Al-Zauqi & Setiawan, 2020). Untuk semakin meningkatkan perkembangan UMKM, maka dibutuhkan perhatian yang lebih dalam  mengatasi masalah – masalah yang dirasakan para pelaku UMKM khususnya dalam hal permodalan. Guna membantu meringankan masalah terbatasnya modal yang dimiliki para pelaku UMKM, dibutuhkan peran perbankan syariah untuk menyalurkan dananya dalam bentuk pembiayaan.

Bank syariah sendiri merupakan bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah (Supriyadi, 2018). Di Indonesia sendiri, regulasi mengenai Bank Syariah terdapat dalam UU No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah, pengembangan perbankan syariah diarahkan untuk memberikan kemaslahatan terbesar bagi masyarakat dan berkontribusi secara optimal bagi perekonomian nasional (Sofyan, 2016) and (Abdul, Mandiri, Astuti, & Arkoyah, 2022). Menurut jenisnya bank syariah terdiri atas Unit Usaha Syariah, Bank  Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Adapun kegiatan Bank Umum Syariah selain menghimpun dana dari masyarakat juga melakukan kegiatan penyaluran dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan (Somantri & Sukmana, 2019). Untuk sektor UMKM pembiayaan yang diberikan Bank Umum Syariah ada 2 pembiayaan.Yang pertama ialah pembiayaan modal kerja. Adapun yang dimaksud pembiayaan modal kerja ialah pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan  guna membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip – prinsip syariah. Yang kedua ialah pembiayaan investasi (LEVIANA, 2016). Adapun yang dimaksud pembiayaan investasi ialah jangka menengah atau panjang guna pembelian barang – barang modal yang diperlukan (Afkar, 2014). Tujuan penyaluran pembiayaan yang dilakukan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah pada UMKM bukan hanya sekedar kegiatan saja, adapun tujuan utamanya guna meningkatkan profitabilitas bank (PANDARI, 2022).

Dibawah ini merupakan data pembiayaan modal kerja UMKM, pembiayaan investasi UMKM serta laba operasional Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia dari tahun 2017 – 2021 (Alghifary, Kadji, & Kornitasari, 2021).

 

Tabel 1.

 Pembiayaan Modal Kerja UMKM, Pembiayaan Investasi UMKM dan Laba Bersih di Indonesia 2017 – 2021 (Miliar Rupiah)

Tahun

Pembiayaan Modal Kerja UMKM

Pembiayaan Investasi UMKM

Laba Operasional

2017

37.868

21.111

4.355

2018

37.583

24.646

6.915

2019

41.626

24.710

8.990

2020

42.879

26..656

3.082

2021

45.851

30.158

4.249

Sumber: Laporan keuangan yang diakses melalui website www.Ojk.go.id

 

Dari tabel 1 terlihat bahwa pada tahun 2017 – 2018 pembiayaan modal kerja UMKM mengalami penurunan sebesar 2,85% namun sebaliknya laba operasional mengalami peningkatan sebesar 25,6%. Pada tahun 2018 – 2019 pembiayaan modal kerja UMKM mengalami peningkatan sebesar 40,43% dan juga laba operasional mengalami peningkatan sebesar 20,7%. Pada tahun 2019 – 2020 pembiayaan modal kerja UMKM mengalami peningkatan sebesar 12,53% sebaliknya laba operasional malah mengalami penurunan sebesar 59,8%. Pada tahun 2020 – 2021 pembiayaan modal kerja UMKM mengalami peningkatan 29,72% dan laba operasional kembali mengalami peningkatan sebesar 11,67% (Keuangan, 2019).

Pada tahun 2017 – 2018 pada pembiayaan investasi UMKM mengalami peningkatan sebesar 25,6% dan laba operasional mengalami peningkatan sebesar 35,35%. Pada tahun 2018 – 2019 pembiayaan investasi UMKM mengalami peningkatan sebesar 20,7% dan juga laba operasional mengalami peningkatan sebesar 64,0%. Pada tahun 2019 – 2020 pembiayaan investasi UMKM mengalami peningkatan sebesar 59,8% sebaliknya laba operasional malah mengalami penurunan sebesar 19,46%. Pada tahun 2020 – 2021 pembiayaan investasi UMKM mengalami peningkatan sebesar 11,67% dan laba operasional ikut juga mengalami peningkatan sebesar 35,2% (Mardani, 2018) dan (Harahap, 2019).

Dari uraian diatas, terlihat pembiayaan modal kerja UMKM dan laba operasional mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak signifikan setiap tahunnya. Pada pembiayaan investasi UMKM setiap tahunnya mengalami kenaikan yang tidak signifikan berbeda dengan tingkat kenaikan dan penurunan laba opersional.Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pertumbuhan Pembiayaan UMKM Terhadap Laba Operasional Bank Umum Syariah Di Indonesia”.

Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:

1.      Apakah Pembiayaan Modal Kerja UMKM berpengaruh terhadap Laba Operasional Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia?

2.      Apakah Pembiayaan Investasi UMKM berpengaruh terhadap terhadap Laba Operasional Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia?

3.      Apakah Pembiayaan Modal Kerja UMKM dan Pembiayaan Investasi UMKM  secara bersamaan berpengaruh terhadap  Laba Operasional Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia?

Berdasarkan pada rumusan masalah di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.      Untuk mengetahui apakah pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja UMKM berpengaruh terhadap Laba Operasional Bank Umum Syariah.

2.      Untuk mengetahui apakah pertumbuhan Pembiayaan Investasi UMKM berpengaruh terhadap terhadap Laba Operaional Bank Umum Syariah di Indonesia.

3.      Untuk mengetahui apakah pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja UMKM dan Pembiayaan Investasi UMKM secara bersamaan berpengaruh terhadap  LabaOperasional Bank Umum Syariah di Indonesia.

Metode Penelitian

Metode penelitian pada penelitian ini ialah kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif ialah sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu (Sugiyono, 2011). Digunakannya jenis penelitian kuantitatif pada penelitian ini karena penelitian ini merupakan penelitian yang datanya berupa angka guna sebagai alat untuk menemukan sebuah keterangan.

Populasi dalam penelitian ini ialah laporan keuangan bulanan Bank Umum Syariah di Indonesia yang diperoleh dari data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pembiayaan modal kerja UMKM, pembiayaan investasi UMKM dan laba bersih dari Januari 2017 – Desember 2021 yaitu sebanyak 60 populasi.

Sampel dalam penelitian ini ialah seluruh populasi mengenai pembiayaan modal kerja UMKM, pembiayaan investasi UMKM dan laba bersih Bank Umum Syariah dari Januari 2017 – Desember 2021 pada data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

Hasil dan Pembahasan

 

Tabel 2.

Pembiayaan Modal Kerja UMKM Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah 2017 – 2021 (Miliar Rupiah)

Bulan

 

Tahun

2017

2018

2019

2020

2021

Januari

34.731

36.497

38.084

40.375

43.770

Februari

34.638

36.322

37.869

46.144

43.193

Maret

35.408

37.440

37.872

46.216

43.144

April

35.895

38.093

38.368

47.057

43.625

Mei

36.548

38.333

39.237

47.811

44.536

Juni

37.485

37.441

39.389

43.170

44.267

Juli

35.128

37.345

39.247

43.085

43.060

Agustus

36.765

37.773

39.212

42.451

43.830

September

37.235

38.132

36.864

42.984

44.428

Okober

37.138

37.895

39.830

42.752

45.900

November

36.360

37.304

40.071

42.788

44.877

Desember

37.868

37.583

41.626

42.879

45.851

Sumber: Laporan keuangan yang diakses melalui website www.Ojk.go.id

 

Tabel 3. Pembiayaan Investasi UMKM 2017 – 2021 (Miliar Rupiah)

Bulan

 

Tahun

2017

2018

2019

2020

2021

Januari

18.766

21.277

22.664

24.455

27.255

Februari

18.778

21.211

22.554

28.794

27.322

Maret

19.147

21.425

23.252

28.973

27.842

April

19.602

22.466

23.241

29.427

27.698

Mei

19.094

22.657

23.281

30.170

26.524

Juni

19.834

22.464

23.190

25.387

27.992

Juli

20.273

22.533

23.058

25.393

27.171

Agustus

20.284

20.762

23.049

25.754

28.561

September

20.357

21.186

23.259

25.992

28.872

Okober

20.511

21.070

23.640

26.128

29.169

November

20.631

24.055

23.772

26.349

29.374

Desember

21.111

24.646

24.210

26.656

30.158

Sumber: Laporan keuangan yang diakses melalui website www.Ojk.go.id

 

Tabel 4. Laba Bersih 2017 – 2021 (Miliar Rupiah)

Bulan

 

Tahun

2017

2018

2019

2020

2021

Januari

418

394

734

905

958

Februari

841

814

1.159

1.753

1.861

Maret

1.354

1.694

1.904

2.576

3.003

April

1.786

2.291

2.576

3.034

4.016

Mei

2.287

2.936

3.272

3.462

4.799

Juni

2.696

3.634

4.077

4.073

5.889

Juli

3.048

4.256

4.835

4.803

6.879

Agustus

3.418

4.832

5.559

5.548

7.772

September

3.905

5.575

6.260

6.187

8.523

Okober

3.756

5.652

7.091

6.798

8.783

November

4.275

6.243

8.013

7.346

9.823

Desember

4.349

6.915

8.990

8.219

10.357

Sumber: Laporan keuangan yang diakses melalui website www.Ojk.go.id

 

Hasil Analisis Deskriptif

 

Tabel 5.

Hasil Uji Analisis Deskriptif Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

Modal Kerja UMKM

60

34638.00

47811.00

40186.9833

3577.19217

Investasi UMKM

60

2111.00

30170.00

23762.1000

4337.06617

Laba Operasional

60

394.00

10357.00

4320.1000

2581.17774

Valid N (listwise)

60

 

 

 

 

Sumber: hasil olah data ojk dengan spss versi 22

 

Berdasarkan hasil uji analisis deskriptif diatas dapat dilihat bahwa variabel peembiayaan modal kerja umkm mempunyai nilai minimum seebesar 34638.00 dan nilai maximum sebesar 47811.00dengan nilai rata-rata 40186.9833serta Std.Deviation sebesar357719217.Variabel pembiayaan investasi umkm mempunyai nilai minimum 21111.00 dan nilai maximum 30170.00 dengan nilai rata – rata 23762.1000 serta Std.Deviation sebesar 4337.06617.Dan variabel laba operasional mempunyai nilai minimum 394.00 dan nilai maximum 10357.00 dengan nilai rata – rata 4320.1000 serta Std.Deviation sebesar 2581.17774.

Hasil Uji Asumsi Klasik

1.    Uji normalitas

Tabel 6.

Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

60

Normal Parametersa,b

Mean

.0000000

Std. Deviation

2324.50054289

Most Extreme Differences

Absolute

.073

Positive

.073

Negative

-.059

Test Statistic

.073

Asymp. Sig. (2-tailed)

.200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Sumber: hasil olah data ojk dengan spss versi 22

 

Berdasarkan tabel hasil uji normalitas diatas dapat dilihat bahwa antara variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian ini dinyatakan memiliki distribusi normal.Dinyatakan berdistribusi normal karena nilai signifikasinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,200> 0,05.

 

Gambar 1. Hasil Uji Normalitas

Sumber: hasil olah data OJK dengan spss versi 22

 

Gambar 1 merupakan hasil uji normalitas dengan metode probability plot.Dari gambar hasil uji normalitas diatas dapat dilihat bahwa titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal.Dari ciri – ciri tersebut maka dapat dinyatakan bahwa model regresi tersebut berdistribusi normal.

2.    Uji multikolinieritas

Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

-7720.680

3812.186

 

-2.025

.048

 

 

Modal kerja UMKM

.278

.136

.385

2.040

.046

.399

2.505

Investasi UMKM

.037

.112

.062

.327

.745

.399

2.505

a. Dependent Variable: LABA OPERASIONAL

Sumber: hasil olah data OJK dengan spss versi 22

 

Berdasarkan acto hasil uji multikolinieritas diatas dapat dilihat bahwa semua actore tidak memiliki masalah multikolinearitas karena nilai tolerance dari masing – masing actore lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF dari masing – masing actore lebih kecil dari 10, sebagai berikut :

a.       Variabel pembiayaan modal kerja umkm dengan nilai tolerance 0,399> 0,10 dan dengan nilai VIF 2,505< 10.

b.      Variabel pembiayaan investasi umkm dengan nilai tolerance 0,399> 0,10 dan dengan nilai VIF 2,505< 10.

 

3.    Uji heterokedastisitas

Tabel .8 Hasil Uji Heterokedasitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-7720.680

3812.186

 

-2.025

.048

Modal Kerja UMKM

.278

.136

.385

2.040

.046

Investasi UMKM

.037

.112

.062

.327

.745

a. Dependent Variable: LABA OPERASIONAL

Sumber : Hasil data kuisioner yang diolah dengan SPSS versi 22

 

Berdasarkan acto hasil uji heterokedasitas diatas dapat dilihat bahwa semua actore tidak terjadi heteroskedastisitas karena setiap actore memiliki nilai signifikan lebih dari 0,05 sebagai berikut ;

a.       Variabel pembiayaan modal kerja umkm memiliki nilai signifikan 0,046 > 0,05.

b.      Variabel pembiayaan investasi umkm memiliki nilai signifikan 0,745 > 0,05.

 

4.    Uji autokolerasi

Tabel 9.

Hasil Uji Autokolerasi Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.435a

.189

.161

2364.92967

.640

a. Predictors: (Constant), Investasi Imkm, Modal Kerja UMKM

b. Dependent Variable: Laba Operasional

Sumber : hasil olah data OJK dengan spss versi 22

Berdasarkan acto diatas dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson adalah 0,640.Nilai DU tersebut lebih besar dari -2 dan lebih kecil dari +2 (-2 < 0,640< +2), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

5.      Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Tabel 8.

Hasil Regresi Linier Berganda Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-7720.680

3812.186

 

-2.025

.048

MODAL KERJA UMKM

.278

.136

.385

2.040

.046

INVESTASI UMKM

.037

.112

.062

.327

.745

a. Dependent Variable: LABA OPERASIONAL

Sumber : Hasil data kuisioner yang diolah dengan SPSS versi 22

 

Berdasarkan acto hasil uji regresi linear berganda diatas, maka didapatkan persamaan regresi sebagai berikut :

Y = a + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 + e

Y = -2,025 + 2,040 X1 + 0,327 X2 + e

Adapun arti dari persamaan diatas, yaitu sebagai berikut ;

a.       Nilai konstanta sebesar -2,025 yang artinya jika pembiayaan modal kerja umkm dan pembiayaan investasi umkm nilainya 0, maka laba operasional nilainya sebesar -2,025 (dalam satuan logaritma satuan).

b.      Koefisien regresi variabel pembiayaan modal kerja umkm sebesar 2,040  yang artinya jika pembiayaan modal kerja umkm mengalami kenaikan satu satuan, maka laba operasional akan mengalami peningkatan sebesar 2,040 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap. 

c.       Koefisien regresi variabel pembiayaan investasi umkm sebesar 0,327 yang artinya jika pembiayaan investasi mengalami kenaikan satu satuan, maka laba operasional akan mengalami peningkatan sebesar 0,327 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai tetap.

 

Hasil Uji Hipotesis

1.    Uji parsial (Uji T)

 

Tabel .8 Hasil Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-7720.680

3812.186

 

-2.025

.048

Modal Kerja UMKM

.278

.136

.385

2.040

.046

Investasi UMKM

.037

.112

.062

.327

.745

a. Dependent Variable: LABA OPERASIONAL

Sumber : Hasil data kuisioner yang diolah dengan SPSS versi 22

Berdasarkan  acto hasil uji parsial (uji T) diatas, maka dapat disimpulkan, sebagai berikut :

1.      H1 : Ada pengaruh pembiayaan modal kerja umkm terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

Dari tabel hasil uji diatas sig modal kerja umkm 0,046< 0,05 dan
 2,040> 2,002.  Maka dapat dinyatakan H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti variabel pembiayaan modal kerja umkm (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadaplaba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

2.      H2 : Ada pengaruh pembiayaan investaasi umkm terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

Dari tabel hasil uji diatas sig modal kerja umkm 0,745> 0,05 dan  0,327 < 2,002.  Maka dapat dinyatakan H2 ditolak dan Ho diterima, yang berarti variabel pembiayaan investasi umkm (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

 

2.    Uji Simultan (Uji F)

 

Tabel 9.

Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

74291369.739

2

37145684.870

6.642

.003b

Residual

318794863.661

57

5592892.345

 

 

Total

393086233.400

59

 

 

 

a. Dependent Variable: LABA OPERASIONAL

b. Predictors: (Constant), INVESTASI UMKM, MODAL KERJA UMKM

Sumber : Hasil olah data OJK dengan SPSS versi 22

 

Berdasarkan 9 acto hasil uji diatas dapat disimpulkan ada pengaruh yang simultan atau bersamaan antara actore pembiayaan modal kerja umkm (X1) dan pembiayaan investasi umkm (X2 laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah (Y).Yang mana dibuktikan dari nilai sig f 0,003< 0,05 dan  6,642> 3,16.

3.                  Uji Koefisien Determinasi

Tabel 10.

 Hasil Uji Koefisien Determinasi () Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.435a

.189

.161

2364.92967

a. Predictors: (Constant), INVESTASI UMKM, MODAL KERJA UMKM

Sumber : Hasil olah data OJK dengan SPSS versi 22

 

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi ()diatas, diperoleh nilai R square sebesar 0,189 atau 18,9%. Hal ini menunjukkan bahwa actore pembiayaan modal kerja umkm dan pembiayaan investasi umkm berpengaruh sebesar 18,9% terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah, sedangkan sisanya 81,1% dipengaruhi oleh actore atau actor lain diluar penelitian.

 

Kesimpulan

Ada pengaruh pertumbuhanpembiayaan modal kerja umkm terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah Indonesia.Dari tabel hasil uji diatas sig modal kerja umkm 0,046 < 0,05 dan  2,040 > 2,002.  Maka dapat dinyatakan H1 diterima dan Ho ditolak, yang berarti variabel pembiayaan modal kerja umkm (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadaplaba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

Ada pengaruh pembiayaan investaasi umkm terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah. Dari tabel hasil uji diatas sig modal kerja umkm 0,745 > 0,05 dan  0,327 < 2,002.  Maka dapat dinyatakan H2 ditolak dan Ho diterima, yang berarti variabel pembiayaan investasi umkm (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah.

Ada pengaruh yang simultan atau bersamaan antara variabel pembiayaan modal kerja umkm (X1) dan pembiayaan investasi umkm (X2 laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah (Y). Yang mana dibuktikan dari nilai sig f 0,003 < 0,05 dan  6,642 > 3,16.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Abdul, Abdul Rachman, Mandiri, Dewi Putri, Astuti, Widi, & Arkoyah, Siti. (2022). Tantangan Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 5(2), 352–365.

 

Afkar, Taudlikhul. (2014). Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Investasi, Dan Pembiayaan Konsumsi Terhadap Likuiditas Perbankan Syariah Indonesia (Studi Likuiditas Bank Umum Syariah dan Usaha Unit Syariah). CENDEKIA, 6(01).

 

Al-Zauqi, Marwah Nur, & Setiawan, Iwan. (2020). Kinerja Pembiayaan UMKM Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. Journal of Applied Islamic Economics and Finance, 1(1), 152–159.

 

Alghifary, Muhammad Syauqy, Kadji, Dzuliyati, & Kornitasari, Yenny. (2021). Pengaruh Pembiayaan Bank Syariah Terhadap Nilai Output UMKM: Analisis Data Panel. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 8(4), 518–529.

 

Harahap, Siska Pratiwi. (2019). Pengaruh Pembiayaan Mikro Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Studi Kasus Nasabah Pembiayaan Mikro Pada PT. BRI Syariah Kantor Cabang Medan). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

 

Istianah, Istianah, & Dewi, Gemala. (2022). Analisis Maṣlahah Pada Konsep Halal Self-Declare Sebelum Dan Pascaenachtment Undang-Undang Cipta Kerja. Al-Adl: Jurnal Hukum, 14(1), 85–109.

 

Keuangan, Laporan Posisi. (2019). Laporan Keuangan. Tersedia: Www. Ojk. Go. Id. Diakses Pada:[11 Mei 2021].

 

LEVIANA, LENI. (2016). Pengaruh Pembiayaan Modal Kerja Terhadap Pendapatan Usaha Nasabah Pada PT. Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Simpang Patal Palembang. UIN RADEN FATAH PALEMBANG.

 

Mardani, Dede Aji. (2018). Peran perbankan syariah dalam mengimplementasikan keuangan inklusif di indonesia. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 1(1), 105–120.

 

Pandari, M. Abduh. (2022). Pengaruh Pembiayaan Mudharabah Terhadap Profitabilitas Bank Syariah Pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

 

Pane, Putri Wahyuni. (2022). Pengaruh pembiayaan UMKM terhadap laba operasional bank umum syariah dan unit usaha syariah di Indonesia. IAIN Padangsidimpuan.

 

Singgih, Mohamad Nur. (2007). Strategi Penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sebagai Refleksi Pembelajaran Krisis Ekonomi Indonesia. Jurnal Ekonomi Modernisasi, 3(3), 218–227.

 

Sofyan, Syaakir. (2016). Perkembangan Perbankan Syariah Di Indonesia. Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah Dan Hukum, 10(2), 91–112.

 

Somantri, Yeni Fitriani, & Sukmana, Wawan. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financing to Deposit Ratio (FDR) pada Bank Umum Syariah di Indonesia. Berkala Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 4(2), 51–71.

 

Sugiyono. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

 

Supriyadi, Ahmad. (2018). Bank Syariah Dalam Perspektif Filosofis, Yuridis Dan Sosiologis Bangsa Indonesia. MALIA: Journal of Islamic Banking and Finance, 1(1).

Tayibnapis, Ahmad Zafrullah. (2021). Studi Kasus Kebangkitan UMKM Di Indonesia.

 

Copyright holder:

Haliza Zulva Sitepu (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: