Hitung Sel Eosinofil dan Imunoglobulin E Sebagai Penanda Biologis Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

  • Fardiah Tilawati Sitanggang
  • Siti Sakdiah Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi
  • James Perdinan Simanjuntak Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi
  • Raden Mustopa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi
  • Neta Yuliandari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi
Keywords: Eosinofil, Imunoglobulin E, Darah, Saliva

Abstract

Peningkatan jumlah penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sudah menjadi permasalahan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan terutama dalam masyarakat di dunia saat ini. Peningkatan terutama terjadi di negara berkembang yang memiliki proporsi risiko utama, perokok, yang masih tinggi. Studi ini mengamati potensi parameter pemeriksaan laboratorium hitung sel eosinofil yang sederhana untuk menilai potensinya sebagai penanda kondisi perkembangan PPOK. Dengan desain case control hasil uji tersebut dianalisis dengan membandingkan antar subjek yang belum pernah didiagnosis menderita PPOK namun memiliki kebiasaan merokok yang merupakan faktor risiko utamanya dengan subjek bukan perokok. Pengujian hitung sel eosinofil terhadap spesimen darah dan saliva adalah parameter yang dapat diterapkan dalam analisis laboratorium klinik untuk diagnosis berbagai kondisi alergi. Namun dalam analisis rutin pengujian tersebut tidak dilakukan terhadap spesimen saliva (air liur. Pengujian dilakukan terhadap parameter hitung sel eosinofil dan keberadaan Imunoglobulin E (IgE), baik pada spesimen darah maupun saliva sebagai bahan yang akan dianalisis. Hasil penelitian mendapatkan jumlah eosinofil dan IgE pada saliva dan darah lebih tinggi pada pasien PPOK dibandingkan dengan kontrol (Non PPOK perokok dan Non PPOK non perokok), sedangkan eosinofil dan IgE pada saliva dan darah juga lebih tinggi pada kelompok kontrol perokok dibandingkan dengan non perokok dengan perbedaan yang signifikan. Selain itu parameter jumlah eosinofil pada saliva serta IgE pada saliva dapat menggambarkan deteksi dini dari perjalanan penyakit PPOK dengan ditunjukkan dengan korelasi yang kuat antar parameter.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Siti Sakdiah, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi

 

 

James Perdinan Simanjuntak, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi

 

 

Raden Mustopa, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi

 

 

Neta Yuliandari, Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Jambi

 

 

References

Bafadhel, M., McKenna, S., Terry, S., Mistry, V., Reid, C., Haldar, P., McCormick, M., Haldar, K., Kebadze, T., Duvoix, A., Lindblad, K., Patel, H., Rugman, P., Dodson, P., Jenkins, M., Saunders, M., Newbold, P., Green, R. H., Venge, P., … Brightling, C. E. (2011). Acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease: Identification of biologic clusters and their biomarkers. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 184(6), 662–671. https://doi.org/10.1164/rccm.201104-0597OC

Çolak, Y., Ingebrigtsen, T. S., Nordestgaard, B. G., Marott, J. L., Lange, P., Vestbo, J., & Afzal, S. (2022). Plasma immunoglobulin E and risk of exacerbation and mortality in chronic obstructive pulmonary disease: A contemporary population-based cohort. Annals of Allergy, Asthma and Immunology, 129(4), 490–496. https://doi.org/10.1016/j.anai.2022.06.028

Dong, T., Santos, S., Yang, Z., Yang, S., & Kirkhus, N. E. (2020). Sputum and salivary protein biomarkers and point-of-care biosensors for the management of COPD. Analyst, 145(5), 1583–1604. https://doi.org/10.1039/c9an01704f

Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease. (2020). GOLD Report 2020. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease, 141. https://goldcopd.org/wp-content/uploads/2019/12/GOLD-2020-FINAL-ver1.2-03Dec19_WMV.pdf

Hogea, S. P., Tudorache, E., Fildan, A. P., Fira-Mladinescu, O., Marc, M., & Oancea, C. (2020). Risk factors of chronic obstructive pulmonary disease exacerbations. Clinical Respiratory Journal, 14(3), 183–197. https://doi.org/10.1111/crj.13129

J K, M., Thiru, A., G N, S., Gupta, P., & Rajak, B. K. (2020). Total serum IgE level in COPD exacerbations. The Journal of Community Health Management, 7(3), 95–99. https://doi.org/10.18231/j.jchm.2020.022

Juwariyah, J., Zhulhi Arjana, A., Tri Rahayu, E., Rosita, L., & Muhammad Irfan, R. (2017). Trend Aktivitas Leukosit Pro Inflamasi pada Kasus PPOK Eksaserbasi Akut. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17(2), 67–71. https://doi.org/10.18196/mm.170202

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan nasional 2013. Science, 127(3309), 1275–1279. https://doi.org/10.1126/science.127.3309.1275

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 674). http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

Lommatzsch, M., Speer, T., Herr, C., Jörres, R. A., Watz, H., Müller, A., Welte, T., Vogelmeier, C. F., & Bals, R. (2022). IgE is associated with exacerbations and lung function decline in COPD. Respiratory Research, 23(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12931-021-01847-0

Martantya, R. S., Nasrul, E., & Basyar, M. (2014). Gambaran Hitung Jenis Leukosit pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2), 217–220. https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.94

Mathers, C. D., & Loncar, D. (2006). Projections of global mortality and burden of disease from 2002 to 2030. PLoS Medicine, 3(11), 2011–2030. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0030442

Moon, J. Y., Leitao Filho, F. S., Shahangian, K., Takiguchi, H., & Sin, D. D. (2018). Blood and sputum protein biomarkers for chronic obstructive pulmonary disease (COPD). Expert Review of Proteomics, 15(11), 923–935. https://doi.org/10.1080/14789450.2018.1539670

Nunes, M. P. O., van Tilburg, M. F., Florean, E. O. P. T., & Guedes, M. I. F. (2019). Detection of serum and salivary IgE and IgG 1 immunoglobulins specific for diagnosis of food allergy. PLoS ONE, 14(4), 1–13. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0214745

Prasad, B. (2008). Chronic obstructive pulmonary disease. Revue Des Maladies Respiratoires, 25(ERS), 18–26. https://doi.org/10.1016/s0761-8425(08)74813-7

Sirih, G. E., Engka, J. N., & Marunduh, S. M. (2017). Hubungan Merokok dan Kadar Leukosit pada Perokok Kronik. Jurnal E-Biomedik, 5(2). https://doi.org/10.35790/ebm.5.2.2017.18481

Tvarijonaviciute, A., Martinez-Subiela, S., Lopez-Jornet, P., & Lamy, E. (2020). SALIVA IN HEALTH AND DISEASE : the present and future of a unique.

WHO. (2008). Chronic obstructive pulmonary disease. Journal of Complementary Medicine, 7(2), 14–20. https://doi.org/10.1201/9781315382067-12

World Health Organisation (WHO) International Programme on Chemical Safety (IPCS). (1993). Biomarkers and risk assessment: concepts and principles. Environmental Health Criteria 155. Environmental Health Criteria, 155, 82. http://www.inchem.org/documents/ehc/ehc/ehc155.htm#SectionNumber:1.1
Published
2022-12-15