Pengaruh Varietas dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah

  • Subandi Nur Fakultas Pertanian/SPs Unswagati Cirebon
Keywords: Varietas bawang merah, Frekuensi penyiraman, hasil bawang merah

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lengas tanah/kadar air pada perlakuan frekuensi penyiraman, mendapatkan varietas bawang merah yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil paling tinggi pada perlakuan frekuensi penyiraman, mengetahui adanya interaksi antara varietas bawang merah dan frekuensi penyiraman yang diujikan dilihat dari variabel pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian lapangan dilakukan di Desa Pulosari Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes selama tiga bulan (Juni sampai dengan Agustus 2020). Rancangan percobaan yang digunakan ialah rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama ialah tiga varietas bawang merah (V1 = Bima, V2 = Kuning dan V3 = Sumenep). Anak petak ialah frekuensi penyiraman (F1 = satu kali sehari, F2 = dua kali sehari). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis sidik ragam pada taraf kesalahan 5 %, apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar lengas tanah tertinggi pada perlakuan frekuensi penyiraman dua kali sehari (36,05 mm.10 cm-1), varietas bawang merah yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil paling tinggi pada perlakuan frekuensi penyiraman adalah Sumenep (V3) dan adanya interaksi varietas dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asdak C., 2010. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Awas G., Abdisa T., Tolesa K. dan Chali A., 2010. Effect of Intra-Row Spacing on Yieldof Three Onion (Allium cepa L.) Varieties at Adami Tulu Agricultural ResearchCenter (Mid Rift Valley of Ethiopia). Journal of Horticulture and Forestry Vol. 2 (1) pp. 007 – 011.

Azmi, C., I. M. Hidayat dan G. Wiguna, 2011. Pengaruh Varietas dan Ukuran Umbi terhadap Produktivitas Bawang Merah. J. Hort. 21(3):206-213.

Baswarsiati, 2009. Budidaya Bawang Merah dan Penanganan Permasalahannya. BPTP Jawa Timur.

Biswas SK., Sarker PK., Islam AKM., Buiyan MA. dan Kundu BC., 2003. Effect of Irrigation on Onion Production, Pakistan Journal of Biological Sciences 6 (20) : 1725 – 1728.

Baliyan SP., 2014. Evaluation of Onion Varieties for Productivity Performance in Botswana. World Journal of Agricultural Research, 2014 2 (3), pp 129 – 135.

Dawar NM, Wazir FK, Dawar MD and Dawar SH., 2007. Effect of Planting Density on Growth and Yield of Onion Varieties Under Climatic Conditions of Peshawar. Sarhad J. Agric. Vol. 23 No. 4.

DPKKTKab. Brebes, 2007. Profil Bawang Merah. Fasilitas Terpadu Investasi Hortikultura. Brebes.

Gardner FP., Pearce RB. dan Mitchel RL., 1991. Physiology of Crop Plant. (Terjemahan Susilo H., 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya). Universitas Indonesia-Press.

Gomes, KA. dan AA. Gomes, 1995. Prosedur Statistik Untuk Penelitian Pertanian. Sjamsudin, E. Dan JS. Baharsyah, Pent. UI – Press. Jakarta. 698 hal.

Gwari EY, Gambo BA. danKabura BH., 2014. Effect of Organic Manures and Irrigation Interval on the Growth ang Yield of Onion (Allium cepa L.) in Central and Southern Borno State, Nigeria. International Journal of Advance Agricultural Research (IJAAR) 2 : 106-111.

Haris FA., Anna F. Dan Netti T., 2015. Analisis Profitabilitas Usaha Tani Bawang Merah Berdasarkan Musim di Tiga Kabupaten Sentra Produksi di Indonesia. SEPA : Vol. II No. 2. 249 – 260.

Mutetwa M. dan Mtaita T., 2014. Effect of Mulching and Fertilizer Sources on Growth and Yield of Onion. J. Glob. Innov. Agric. Soc. Sci., 2 (3) : 102 – 106.

Murwati dan Sutardi, 2016. Peluang Pengembangan Bawang Merah di Lahan Pasir Pantai Daerah Istimewa Yogyakarta. BPTP. Yogyakarta.

Roy DP., Biswas SK., Akanda AR., Sarker KK. dan Khatun A., 2014. Effect of Irrigation at Different Growth Stage on Yield, Water Productivity and Seed Production of Onion (Allium cepa L.). American Journal of Agriculture and Forestry. 2 (6) : 256 – 261.

Sumarni N. dan Hidayat A., 2005. Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Lembang Bandung.

Saidi A., 2006. Fisika Tanah dan Lingkungan. Andalas University Press. Padang.

Sumarni N., Suwandi, Gunaeni N. dan Putrasamedja S., 2013. Pengaruh Varietas dan Cara Aplikasi GA3 terhadap Pembungaan dan Hasil Biji Bawang Merah di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan. J. Hort. 22(2):130-138.

Sumarni, N., Rosliani, R., Basuki, RS. dan Hilman, Y., 2012. Respon Tanaman Bawang Merah terhadap Pemupukan Fosfat pada Beberapa Tingkat Kesuburan Lahan (Status P-Tanah). J. Hort. 22 (2) : 130 – 138.

Zayton AM., 2007. Effect of Soil-Water Stress on Onion Yield and Quality in Sandy Soil. Misr. J. Ag. Eng., 24 (1) : 141 – 160.
Published
2022-12-20