MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01D9B56A.6423F820" ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 8, No. 7, Juli 2023

 =

KEARIFAN LOKAL: FE= NOMENA PENGOBATAN SUPRANATURAL DALAM PERSPEKTIF KEMASHALATAN=

 

Firja Endriza= 1, Muhammad Habibi Siregar2

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Email: Firja0103192036@uinsu.ac.id1, m.habibi.siregar@uinsu.ac.id2=

 

Abstrak

Fenomena pelayanan kesehatan yang relatif mahal yang tidak dapat dijangkau oleh semua orang, terutama mereka yang memiliki standar hidup rendah menyebabkan sebag= ian orang orang memikih jalur pengobatan alternatif yang lebih mudah dan hemat biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat yang hin= gga saat ini masih menggunakan pengubatan supranatural. Adapun metode peneliti = ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mana penulis melakukan wawancara dan menganalisa setiap perkembangan yang terkait dengan permasala= han tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat terhadap pengobatan supranatural berawal dari bentuk kepercayaan terhadap penyakit a= neh yang mereka alami. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan untuk melakukan pengobatan supranatural, yaitu; biaya pengobatan, pengalaman pribadi, metode yang sederhana dan kesembuhan yang cepat.

 

Kata kunci<= /b>: Persepsi; Supranatural; Kepercayaan

 

Abstract <= /p>

The phenomenon of relatively expensive health service= s that cannot be afforded by everyone, especially those with a low standard of liv= ing, has caused some people to choose alternative medical routes that are easier= and more cost-effective. This study aims to find out the reasons why people sti= ll use supernatural healing. The research method is to use a research method through a qualitative descriptive method in which the author conducts interviews and analyzes any developments related to these problems. The res= ults of this study indicate that people's perceptions of supernatural healing originate from a form of belief in the strange diseases they experience. Th= ere are several factors that become reasons for doing supernatural healing, nam= ely; medical expenses, personal experience, simple methods and fast recovery.

 

Keywords: Perception; Supernatural; = Belief

 

Pendahuluan

Kesembuhan dari penyakit adalah harapan bagi semua or= ang yang sakit (Ramdani & Kusmayadi, 2016). Untuk kesembuhan beberapa cara dilakukan = oleh mereka yaitu pengobatan medis dan pengobatan non medis (supranatural), kedu= anya memiliki cara yang berbeda dalam menangani penyakit (Firdaus et al., 2023a). Perawatan medis didasa= rkan pada sains dan penelitian ilmiah, sedangkan pengobatan supranatural sering dikaitkan dengan paranormal dan dukun (Sunardi & S= ujito, 2019). Berobat dengan cara supranatural biasanya berkaitan dengan hal gaib dan biasanya mudah menyeret masyarakat awam kepada hal yang= mistik (Tanjung, 2019). Hampir semua paranormal mengatasnamakan agama, dengan menekankan pada yang berobat bahwa memberi kesembuhan hanyalah Allah. Model seperti ini tidak dilakukan oleh dokter. Di zaman modern seperti sekarang ini teknologi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat salah satunya di bidang kedokteran seperti alat-alat medis saat ini sudah semangkin canggih, sehingga model penyembuhan penyakit juga lebih mudah. Tetapi seiring itu juga banyak bermunculan penyakit yang aneh-aneh d= an belum di temukan obatnya dan yang lebih parahnya lagi sampai menyebabkan kematian (Firdaus et al., 2023b).

Kemajuan alat medis juga tidak menjamin bagi kesembuh= an pasien. Orang yang tidak bisa disembuhkan dengan peralatan medis diyakini o= leh sebagaian masyarakat sebagai penyakit kiriman (berhubungan dengan hal gaib seperti santet dan lainnya). Oleh karena itu banyak orang yang beralih ke pengobatan supranatural, karena sebagian masyarakat tidak percaya dengan pengobatan medis ala dokter. Bahkan ada yang sampai menghabiskan banyak uang unttuk pengobatan ala medis dan hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sehingga mereka beralih ke pengobatan supranatural meskipun tidak sembuh secara langsung namun secara perlahan-lahan.

Secara umum, sistem medis dapat dibagi ke dalam setid= aknya dua kategori besar, yaitu sistem teori penyakit dan sistem perawatan keseha= tan (Zakaria et al., 2019). Sistem teori penyakit meliputi kepercayaan-kepercayaan mengenai ciri sehat, sebab-sebab sakit, se= rta pengobatan dan teknik-teknik penyembuhan lain yang digunakan oleh para dokt= er. Sebaliknya, suatu sistem perawatan kesehatan memperhatikan cara-cara yang dilakukan masyarakat untuk merawat orang sakit dan untuk memanfaatkan pengetahuan tentang penyakit untuk menolong pasien. Penyembuhan terhadap su= atu penyakit di dalam sebuah masyarakat dilakukan dengan cara-cara yang berlaku= di dalam masyarakat atau sesuai dengan kepercayaan masyarakat tersebut (Ismail, 2015). Ketika manusia menghadapi masalah dalam hidup, termasuk sakit, maka secara alamiah akan mencari obat bagi penyembuhan penyakitnya. Bukan hanya pengalaman, faktor sosial budaya, dan faktor ekonomi yang mendorong seseorang mencari pengobatan, melainkan juga organisasi sistem pelayanan kesehatan, baik modern maupun tradisional, sang= at menentukan dan berpengaruh terhadap perilaku mencari pengobatan.=

Pengobatan alternatif dapat dikatakan sebagai cara penyembuhan yang diselenggarakan dengan cara di luar ilmu kedokteran dan at= au ilmu keperawatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan modern, dan digunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut. Berbagai istilah telah digunakan untuk cara pengobatan yang berkembang di tengah masyarakat. WHO (1974) menyebutnya sebagai traditional medicine atau pengobatan tradisional= (Zakaria, 2018). Para ilmuwan sendiri lebih men= yukai traditional healing. Ada pula yang menyebut metode ini sebagai folk medicin= e, alternative medicine, ethno medicine, atau indigenous medicine.<= /span>

Menurut Undang-Undang RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan, pengobatan tradisional diartikan sebagai salah satu upaya pengob= atan dan atau perawatan cara lain di luar ilmu kedokteran dan atau ilmu keperawa= tan, mencakup cara (metode), obat, dan pengobatannya, yang mengacu pada pengetah= uan dan keterampilan yang turun temurun, baik yang asli maupun yang berasal dari luar Indonesia, dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat (Prasanti, 2018). Kondisi bangsa Indonesia yang t= erdiri dari ribuan pulau dan beragam suku bangsa serta tersedianya flora dan fauna yang demikian kaya juga menjadi faktor pemicu berkembangnya pengobatan tradisional. Hal lain yang juga menjadi pendorong maraknya pengobatan tradisional sebagai alternatif ini adalah kesadaran masyarakat untuk kembal= i ke alam (back to nature).

Berbagai jenis dan cara pengobatan alternatif terdapa= t dan dikenal dalam masyarakat Indonesia, sesuai dengan keanekaragamannya, yaitu:=

1.   &n= bsp; Pengobatan tradisional dengan ramuan obat. Misalnya, pengobatan dengan ramuan asli Indonesia, pengobatan dengan ramuan obat Cina, pengobatan dengan ramuan obat India

2.   &n= bsp; Pengobatan tradisional spiritual/kebatinan. Misalnya, pengobat= an atas dasar kepercayaan/keyakinan tertentu, pengobatan atas dasar agama, pengobatan dengan dasar getaran magnetis

3.   &n= bsp; Pengobatan tradisional dengan memakai peralatan/perangsangan. Misalnya, akupuntur, yaitu pengobatan atas dasar ilmu pengobatan Cina yang menggunakan penusukan jarum dan penghangatan moxa (daun Arthemesia vulgaris= yang dikeringkan), pengobatan tradisional urut pijat, pengobatan tradisional pat= ah tulang, pengobatan tradisional dengan peralatan (tajam/keras), pengobatan tradisional dengan benda tumpul.

4.   &n= bsp; Pengobatan tradisional yang telah mendapat pengarahan dan pengaturan pemerintah. Misalnya, persalinan oleh dukun beranak, pengobatan = oleh tukang gigi tradisional.  

Konsep partisipasi selalu dikaitkan atau identik deng= an partisipasi. Seorang ilmuwan bernama Davis meningkatkan definisi partisipasi yang dikutip oleh Santoso sebagai berikut: “Partisipasi dapat didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau emosi. spiritual, intelektual atau etis dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk berkontribusi = pada kelompok dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan dan memikul tanggung jawab terhadap perusahaan yang bersangkutan, tidak didasarkan pada keterlibatan f= isik dalam pekerjaan tetapi atas partisipasi individu seseorang sehingga menimbu= lkan tanggung jawab dan kontribusi yang besar kepada kelompok partisipasi adalah partisipasi, perhatian dan kontribusi kelompok peserta, dalam hal ini masyarakat mengembangkan dan menggerakkan semangat partisipasi, diperlukan prasyarat untuk menciptakan kekuatan sosial dalam masyarakat (Irwan et al., 2021).

Kemudian adapun teori yang digunakan adalah Teori Interaksionisme-Simbolik Herbert Blumer, Teori interaksi simbolik berangkat dari pemikiran bahwa realitas sosial merupakan sebuah proses yang dinamis <= w:Sdt DocPart=3D"DefaultPlaceholder_-1854013440" SdtTag=3D"MENDELEY_CITATION_v3_eyJwcm9wZXJ0aWVzIjp7Im5vdGVJbmRleCI6MH0sImN= pdGF0aW9uSUQiOiJNRU5ERUxFWV9DSVRBVElPTl9iMzQ0ZGYzYS1lMmMyLTQ0MzEtYjhlZS0yYj= YwNzE1NDQ5YzUiLCJpc0VkaXRlZCI6ZmFsc2UsImNpdGF0aW9uSXRlbXMiOlt7ImlkIjoiYjIyN= jA0Y2YtN2RmYi0zYjBkLTg3NDQtY2RlYzQ0ZWRjN2M3IiwiaXNUZW1wb3JhcnkiOmZhbHNlLCJp= dGVtRGF0YSI6eyJ0eXBlIjoiYXJ0aWNsZS1qb3VybmFsIiwiaWQiOiJiMjI2MDRjZi03ZGZiLTN= iMGQtODc0NC1jZGVjNDRlZGM3YzciLCJ0aXRsZSI6Ik1ha25hIFNpbWJvbGlrIFRyYWRpc2kgUG= VtYmFjYWFuIFnEgXPEq24gRmHhuI3Eq2xhaDogU3R1ZGkgTGl2aW5nIFF1cuKAmWFuIGRpIERlc= 2EgSm9ubyBLZWNhbWF0YW4gVGF3YW5naGFyam8gS2FidXBhdGVuIEdyb2JvZ2FuIiwiYXV0aG9y= IjpbeyJmYW1pbHkiOiJSb2htYWgiLCJnaXZlbiI6IkFodGltIE1pbGFkeWEiLCJwYXJzZS1uYW1= lcyI6ZmFsc2UsImRyb3BwaW5nLXBhcnRpY2xlIjoiIiwibm9uLWRyb3BwaW5nLXBhcnRpY2xlIj= oiIn0seyJmYW1pbHkiOiJNdWphaGlkaW4iLCJnaXZlbiI6IkFud2FyIiwicGFyc2UtbmFtZXMiO= mZhbHNlLCJkcm9wcGluZy1wYXJ0aWNsZSI6IiIsIm5vbi1kcm9wcGluZy1wYXJ0aWNsZSI6IiJ9= XSwiY29udGFpbmVyLXRpdGxlIjoiUU9GIiwiSVNTTiI6IjI2MTQtNDg3NSIsImlzc3VlZCI6eyJ= kYXRlLXBhcnRzIjpbWzIwMjJdXX0sInBhZ2UiOiIyODUtMjk2IiwiaXNzdWUiOiIyIiwidm9sdW= 1lIjoiNiIsImNvbnRhaW5lci10aXRsZS1zaG9ydCI6IiJ9fV0sIm1hbnVhbE92ZXJyaWRlIjp7I= mlzTWFudWFsbHlPdmVycmlkZGVuIjpmYWxzZSwibWFudWFsT3ZlcnJpZGVUZXh0IjoiIiwiY2l0= ZXByb2NUZXh0IjoiKFJvaG1haCAmIzM4OyBNdWphaGlkaW4sIDIwMjIpIn19" ID=3D"1573391663">(Rohmah & Mujahidin, 2022). Individu-individu berinteraksi melalui simbol, yang maknanya dihasilkan dari proses negosiasi yang terus menerus o= leh mereka yang terlibat dengan kepentinganmasing-masing. Dalam kehidupan sosia= l, manusia menggunakan simbol untuk mempresentasikan maksud mereka, demikian j= uga sebaliknya. Proses penafsiran atas simbol-simbol ini terhadap perilaku pihak-pihak yang terlibat dalam interaksi sosial pada dasarnya adalah produk dari interpretasi mereka atas dunia di sekeliling mereka (Isnaeni & = Hakiki, 2016). Individu memilih perilaku sebagai hal yang layak dilakukan, berdasarkan cara individu mendefinisikan situasi yang ada (Hutagaol & Nurussa’adah, 2021). Makna muncul karena ada interaksi antar individu, yang muncul dari hasil interpretasi pikiran manusia mengenai diri, serta hubungannya di dalam masyarakat. Pemahaman terhadap simbol harus dipahami bahwa simbol adalah objek sosial yang muncul dari hasil kesepakatan bersama dari individu-individu yang menggunakannya (Jermias & = Rahman, 2022). Individu-individu tersebut memberi arti, menciptakan, dan mengubah objek di dalam interaksi. Simbol sosial tersebut dapat mewujud dalam bentuk objek fisik, bahasa, serta tindakan (Zanki, 2020).

Berdasarkan fakta dan penelitian secara langsung bahwa tingkat kesembuhan penyakit setelah diobati melalui sistem pengobatan supranatural atau secara tradisional adalah hal tersebut terletak pada keyakinan pasien, memilih pengobatan yang dilakukan dengan sistem pengobatan supranatural atau tradisional (Kahfi et al., 2022). Namun kebanyakan masyaraka= t yang berobat dengan cara tradisional persentase kesembuhannya cukup baik. Pada umumnya masyarakat berspekulasi bahwa pengobatan supranatural ini adalah pengobatan yang dapat menyembuhkan orang sakit, dimana sakit yang diderita tersebut dikarenakan adanya gangguan-gangguan makhluk halus dan sebagainya. Kemudian, sebagian masyarakat lainnya menganggap bahwa pengobatan supranatu= ral yaitu pengobatan yang dilakukan secara alami atau dengan menggunakan obat-obatan herbal. Beberapa faktor yang menjadi alasan untuk melakukan pengobatan supranatural, yaitu; biaya pengobatan, pengalaman pribadi, metode yang sederhana dan kesembuhan yang cepat (Fanani & De= wi, 2014).

Melihat keterkaitan sebagian masyarakat untuk berobat= ke alternatif supranatural, Namun juga bagi sebagian orang, ada juga yang mengatakan pengobatan seperti ini dirasanya aneh bahkan ada yang beranggapan hal tersebut juga bertentangan dengan akidah atau ajaran agama misalnya dal= am persepsi Islam. Namun bagi sebagian yang lain, pengobatan melalui alam gaib merupakan bentuk penyembuhan yang tidak bertentangan dengan Islam karena menggunakan metode dengan membaca doa-doa dari Al-Qur'an dan hadits. Hal tersebut memang menjadi suatu kejadian yang sangat mengundang kontroversi b= aik yang secara pro maupun secara kontra pada saat ini, hal tersebut jika diama= ti memang sesuai dengan fakta dan keadaan yang terjadi di Indonesia.

Terdapat penelitian terdahulu yang pernah dilakukan o= leh peneliti sebelumnya dan menjadi sumber referensi bagi peneliti yaitu berjud= ul proses pembentukan kepercayaan pasien terhadap praktisi supranatural padepo= kan Putra Wahyu. Hasil penelitinya menjelaskan tahapan perubahan masyarakat secara si= klus dan diulang melalui kepercayaan, panca indra, dan kebenaran dengan mengguna= kan teori perubahan sosial dan teori fenemologi. Sehingga yang dilakukan peneli= tian lebih fokus mempercayai terhadap proses pengobatan supranatural itu sendiri. Maka dari itu peneliti menarik judul tentang kearifan lokal: fenomena pengobatan supranatural dalam perspektif kemaslahatan. Bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat yang hingga saat ini masih menggunakan pengoba= tan supranatural.

 =

Metode Penelitian

Metode penelitian ini yaitu dengan menggunakan peneli= tian deskripsi kualitatif. Metode tersebut sesuai fakta sesuai pada permasalahan yang berkaitan pada lapangan yang terjadi mengenai fenomena pengobatan supranatural dalam perspektif kemashalatan yang ada.

Kemudian, dalam pengumpulan data yang dibuat yaitu de= ngan langkah mengumpulkan informasi yang didapatkan melalui buku-buku, data-data tertulis, hasil seminar, hasil penelitian, pengkajian dan penelitian lainnya yang berdasarkan pengumpulan data pustaka melalui bacaan dan mengelolanya s= erta penelusuran data dan informasi melalui website yang bersangkutan dengan permasalahan yang ada.

Wawancara mendalam dilakukan dengan praktisi pengobat= an supranatural, pasien yang telah menjalani pengobatan tersebut, serta tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kearifan lokal terkait pengoba= tan supranatural. Wawancara ini memberikan wawasan tentang pandangan mereka terhadap pengobatan supranatural dan dampaknya terhadap kesehatan.

Analisis dokumen-dokumen dilakukan pada buku-buku, ar= tikel, atau tulisan yang membahas tentang pengobatan supranatural dan kearifan lok= al dalam konteks kesehatan. Analisis ini memberikan pemahaman lebih dalam tent= ang aspek budaya dan filosofis yang melandasi praktik pengobatan supranatural. = Data yang diperoleh dari survei dianalisis menggunakan metode statistik seperti analisis deskriptif dan inferensial. Hal ini memberikan gambaran statistik tentang praktik pengobatan supranatural dalam perspektif kesehatan serta hubungannya dengan faktor-faktor lain seperti usia, jenis kelamin, atau tin= gkat pendidikan.

 =

Hasil dan Pembahasan

Supranatural mengacu pada semua fenomena dan peristiw= a yang tidak biasa. Ketidakbiasaan disini yang bahkan dianggap di luar batas kemam= puan manusia pada umumnya dan juga tidak sesuai dengan hukum alam. Untuk pemaham= an yang lebih umum, supranatural adalah suatu peristiwa atau kegiatan yang berhubungan dengan alam dan isinya dan berada di luar daya nalar manusia pa= da umumnya, terhadap kejadian sehari-hari dan membuat seseorang tidak dapat berpikir secara normal. Ini melibatkan energi baik dan jahat, makhluk gaib, ilmu pengetahuan dan kegiatan di luar pemahaman manusia, dan kejadian alam sehari-hari. Dalam bidang gaib, ia berorientasi pada ilmu-ilmu gaib, tahu tentang makhluk gaib dan hal-hal tentang gaib itu sendiri seperti kekebalan, prewangan, Pengasihan, teluh.

Eksistensi adanya pengobatan supranatural atau tradis= ional masih sangat populer di tengah pengobatan modern. Keberadaan pengobatan tersebut masih diakui oleh beberapa masyarakat yang menggunakan pengobatan dengan sistem pengobatan tersebut.  Berbagai macam sistem pengobatan supranatural atau secara tradisonal salah satu diantaranya adalah pengobatan melalui pijat yaitu suatu pengobat= an yang dilakukan dengan cara memijat bagian-bagian tubuh yang sakit. Pengobat= an secara pijat ini yang bekerja untuk menyembuhkan penyakit yang diakibatkan = oleh kurang berfungsinya urat-urat atau aliran darah, lalu ada juga pengobatan b= ayi adalah pengobatan yang dilakukan degan memberikan pertolongan sewaktu dan setelah persalinan biasanya ini terjadi di kalangan pedesaan. Kemudian, ada pula pengobatan perewangan adalah suatu pengobatan yang dianggap memiliki kemampuan yang berkaitan erat dengan dunia gaib, sehingga dapat memberikan pengobatan yang mampu berhubungan dengan alam gaib dan sejenisnya. Lalu ada juga pengobatan sangkal patung adalah suatu pengobatan yang menggunakan sis= tem pengobatan melalui pasien patah tulang.

Pengobatan tradisional merupakan langkah subjektif ya= ng tidak dapat diukur. Ada variabel yang tidak begitu jelas sehingga profesion= al medis lain tidak dapat menilai benar atau salahnya metode yang digunakan. O= bat tradisional atau supranatural memiliki daya tarik tersendiri yaitu kemampuan atau prestise yang terpendam di dalamnya tanpa penelitian, namun sesungguhn= ya sifat istimewanya adalah modal sosial yang menarik kepercayaan setiap orang yang menggunakannya. Sangat berbeda dengan pengobatan modern yang semakin berorientasi pada spesialisasi, yaitu suatu penyakit yang harus ditangani o= leh dokter tertentu. Manfaat pengobatan modern adalah sifat ilmiahnya dapat diterima oleh logika dan dapat diukur dan diuji secara akurat oleh para ilm= uwan dan profesional medis lainnya.

Obat-obatan supranatural atau obat tradisional banyak dikenal oleh masyarakat sebagai penggunanya (Kartika et al., 2016). Obatnya ada ketika orang= masih mempercayainya dan menggunakannya dengan sifat irasional dan masih ada di masyarakat modern dengan pemikiran rasional. Fenomena supernatural adalah fenomena abnormal yang berada di luar batas pemahaman manusia karena supranatural adalah suatu peristiwa atau kegiatan yang berkaitan dengan alam dan isinya dan di luar daya nalar manusia pada umumnya.

Ada begitu banyak jenis-jenis supranatural di karenak= an supranatural itu sendiri adalah energi-energi yang berhubungan dengan energi jahat ataupun baik pada dimensi lain dunia manusia pada umumnya (gaib). Supranatural itu sendiri sangat identik dengan praktek-praktek pengobatan maupun praktek-praktek kegiatan mistis. Adapun ciri-ciri nyata dalam supranatural pada umumnya seperti meditasi, mantra, pijit-pijit dan lain-la= in. Untuk saat ini tidak jarang kita temukan praktek-praktek pengobatan yang be= rupa supranatural tersebut. Baik itu dalam lingkungan sehari-hari maupun iklan-i= klan pada sosial media, tak lain dan tak bukan dikarenakan memang pengobatan supranatural ini memiliki tingkat biaya yang jauh lebih rendah di bandingkan dengan pengobatan medis dokter pada umumnya. Supranatural itu sendiri bisa dikatakan memiliki eksistensi yang cukup tinggi di seluruh daerah Indonesia= hal ini dikarenakan pada dasarnya Indonesia memang begitu banyak memiliki adat serta budaya yang sangat dekat dengan hal-hal yang berbau supranatural dari dahulu hingga saat ini. Dan tidak terkecuali di berbagai daerah yang memang masih menyakini pengobatan supranatural merupakan alternatif lain dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Di samping itu betapa banyak ditemukan paranormal, dukun, sakti, kramat, yang mengaku dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang berkedok penipuan (palsu). Untuk itu dibutuhkan ekstra kehati-hatian dalam memilih praktek-praktek pengobatan. Dan di samping itu patut kita yakini bahwa segala kesembuhan hanya datang dari Allah Swt.

Pada dasarnya begitu banyak ragam jenis hal-hal yang = di yakini serta di jadikan simbol sebagai juru selamat. Baik itu dalam bentuk benda, mantra, sihir serta jenis jenis ghaib lain yang sering kita temukan. Seperti berbagai daerah yang masyarakatnya meyakini hal-hal benda dan simbol-simbol supranatural tersebut. Sebagai contoh ayam hitam, telur, air mantra, dedaunan, beras, dan masih banyak yang lainnya. Yang keseluruhannya= di jadikan sebagai media perantara dalam berbagai jenis pengobatan seperti sak= it tipus, patah tulang, keteguran yang semuanya itu diyakini dapat disembuhkan dengan jenis-jenis dan simbol yang disebutkan diatas.

Dalam kehidupan sehari-hari memang dapat dasarnya keh= idupan nyata selalu berdampingan dengan alam gaib, tetapi di samping itu kita tidak bisa menjadikan dimensi dunia lain tersebut (gaib) sebagai acuan penyelamat= an dalam berbagai masalah yang kita hadapi di kehidupan sehari-hari. Dikarenak= an selain dampak menimbulkan berbagai macam bid’ah juga memiliki potensi penyimpangan keimanan dan syariat-syariat islam. Karena jika meyakini segala sesuatu yang berlebihan selain kepada Allah swt akan jatuh pada hukum syiri= k. Maka dari itu sebaiknya dan sepantasnya kita menjaga keimanan dan keyakinan tetap tertuju kepada Allah swt. Seperti yang kita ketahui syirik merupakan suatu perbuatan tercela yang mana memiliki tingkat yang sangat besar di dal= am hukum islam karena sangat memiliki resiko tinggi dalam penyesatan akidah dan keimanan. Yang mana terkadang dilakukan secara sengaja ataupun di luar kesadaran manusia itu sendiri. Jika di kaitkan dengan hal-hal supranatural mistis serta berbagai macam hal-hal gaib lainnya akan sangat memiliki poten= si untuk bergesekan dengan hal-hal sirik tersebut. Karena begitu banyak fenome= na yang terjadi di mana manusia menganggap bahwa hal-hal gaib menjadi alat penolong untuk memecahkan berbagai masalah dan penyakit. Selain itu, patut = kita perhatikan lapas-lapas yang di gunakan dalam proses praktek pengobatan yang dilakukan. Karena dalam lapas-lapas yang digunakan tidak sedikit mengandung unsur-unsur serta makna yang bertentangan dengan keimanan serta akidah.

Oleh karena itu sepantasnya bagi masyarakat yang menj= adikan pengobatan alternatif selain medis (paranormal dan supranatural) memperhati= kan dengan sangat telili untuk menghindari gesekan-gesekan penyesatan keimanan tersebut. Tidak bisa di pungkiri bahwa ada beberapa pengobatan alternatif y= ang memang di perbolehkan di dalam hukum islam atau di dalam syariat islam. Di = mana hal itu juga memiliki kaitan dengan hal-hal gaib sebagai contoh pemijitan, penyembuhan penyakit yang mana lapas-lapas yang digunakan adalah surah-sura= h al quran serta riwayat-riwayat Rasullullah untuk dijadikan sebagai media dalam pengobatan. Di mana dulunya pada zaman Nabi-nabi Allah memang di gunakan sebagai alat penyembuh penyakit serta penghusir energi-energi jahat. Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa ketelitian dalam memilih pengobatan alternatif sangat diperlukan untuk menghindari hal-hal yang dapat menyesatkan keimanan serta dapat mengundang hal-hal yang berbau kesombongan baik itu ke pada yang mengobati maupun yang di obati sehingga membuat bahwa sesungguhnya semua itu hanyalah milik Allah.

Kembali pada eksistensi pengobatan alternatif atau supranatural bisa di katakan cukup tinggi baik itu dalam penyembuhan penyak= it, pengusiran hal-hal gaib, sampai tentang membuat pelaris. Hal ini disebabkan karena pengobatan alternatif atau supranatural tersebut memiliki jangkauan = yang sangat mudah untuk di akses oleh masyarakat. Di samping faktor pembiayaan y= ang jauh lebih rendah di bandingkan dengan pengobatan-pengobatan medis dan lain-lain. Supranatural dijadikan sebagai media dalam hal menyelesaikan permasalahan d= alam bidang kesehatan juga sampai dalam bidang usaha. Sebagai contoh seperti kita ketahui ataupun sering kita dengar adanya sebuah praktek di mana diyakini b= isa melancarkan usaha yang dijalankan.

Objek-objek yang sering kita dapatkan yang dijadikan = sebagi simbol atau alat melancarkan usaha tersebut seperti menaburkan garam, menan= am kain, menyiram dengan air serta menyelipkan mantra-mantra yang semua itu diyakini dapat membuat sebuah usaha berjalan lancar. Padahal jika kita perhatikan ada potensi yang membuat praktek-praktek itu masuk ke dalam hal syirik. Selain dalam hal usaha juga sering kita dapati hal-hal praktek supranatural ini dalam bidang penyembuhan-penyembuhan penyakit, di mana beberapa benda dan simbol dijadikan sebagai media dalam proses pengerjaan praktek pengobatan tersebut. Sebagai contoh memotong ayam hitam, mengoleskan telur kebadan, serta memakai ajian-ajian atau mantra-mantra yang di bacakan= ke dalam minuman serta ke dalam makanan dan lain-lain. Yang diyakini dapat menyembuhkan keluhan-keluhan penyakit yang di derita.  Seperti yang di jelaskan bahwa tid= ak semua pengobatan alternatif melenceng dari hukum islam. Akan tetapi mayorit= as pengobatan alternatif supranatural memiliki tingkat penyesatan yang sanggat tinggi karena melibatkan di mensi dunia lain (gaib). Yang dijadikan sebagai media untuk interaksi dalam proses pengobatan. Di mana itu dapat membuat ki= ta yang di obati maupun yang mengobati dapat mempercayai energi penyembuhan se= lain dari Allah swt. Peneliti menekankan betapa pentingnya untuk memperhatikan d= an mempertimbangkan praktek-praktek supranatural tersebut. <= /p>

Larangan-larangan dalam menggunakan praktek menggunak= an dukun (paranormal) sudah sangat jelas dilarang oleh Allah swt. Begitu banyak contoh-contoh ayat serta hadist Rasulullah yang menjelaskan tentang larangan-larangan tersebut. Di karenakan sifat dari praktek paranormal atau= dukun memiliki mudorat buruk terhadap syariat islam. Dikutip dari buku Ambillah akidah mu dari Al quran dan As sunah yang Shahih= yang dipahami seorang sahabat Radiyallahuanhum. Allah berfirman Q.A An-Naml ayat= 65:

 

ق= 04; لَّا يَعْلَمُ مَ= 06; فِى ٱلسَّمَٰوَ¤= 8;تِ وَٱلْأَرْض¡= 6; ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ<= /p>

 =

Yang artiny= a: “Tidak ada seorang pun yang di langit dan di bumi yang mengetahui per= kara gaib kecuali Allah” (Q.S. An-Naml: 65)

Sementara i= tu dalam Hadist Imam Ahmad Nabi Muhammad saw, bersabda:

 =

م= 06; أتى عرافا أو كاهنا فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد

 

Yang artiny= a: “Barang siapa yang mengunjungi arraaf atau peramal (dukun) dan percaya pada apa yang dikatakanya maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan ke= pada Muhammad (Al-quran) (Hadist Riwayat Imam Ahmad).

Dari ayat serta hadis di atas sangat jelas bahwa lara= ngan penggunaan pengobatan melalui dukun (paranormal) sangat tidak di perbolehka= n di dalam ajaran Allah swt, baik itu terdapat di dalam Al quran maupun di dalam Hadist Rasulullah saw. Karena kesimpulan dari ayat di atas menegaskan bahwa tidak ada seorang pun makhluk di langit dan di bumi yang mengetahui gaib kecuali Allah serta di tekankan pula di dalam hadist saw. Barang siapa yang mempercayai dukun maka ia telah kafir kepada apa yang di turunkan kepada Muhammad. Oleh karena itu dari berbagai fenomena yang telah di jelaskan oleh peneliti menekankan pentingnya untuk berhati-hati dalam menggunakan dalam praktek-peraktek pengobatan supranatural melalui paranormal atau dukun. Yang mana dapat menyesatkan keimanan serta keyakinan kepada hal yang lain selain Allah swt.

Dengan adanya larangan jelas tersebut maka kita sebag= ai umat muslim sangat di wajibkan untuk tidak megerjakan yang di larang oleh Allah. Karna sebagai seorang muslim patut kiranya menjalankan syariah serta hukum islam sesuai dengan ketetapan dari Al quran dan Hadist. Agar sudut pandang serta keyakinan tidak mengalami distorsi atau gangguan-gangguan yang dalam menimbulkan hancurnya kualitas keimanan kita sebagai seorang muslim a= tau yang lebih fatal nya lagi dapat membuat kita syirik dari syariat islam. Unt= uk itu sewajibnya kita menjaga keimanan kita dengan sebaik-baiknya. Karena keselamatan yang sebenar-benarnya hanya datang oleh Allah swt. <= /span>

Tidak bisa di pungkiri bahwa pengobatan supranatural = sudah ada sejak dari turun temurun pada tiap-tiap suku di Indonesia sebagai contoh beberapa suku yang dikenal dengan ilmu gaib nya seperti, suku Jawa (kejawen= ), Dayak, Batak, dan suku-suku lainnya. Dikarenakan memang beberapa dari masyarakat yang ada di dalam suku tersebut memiliki keyakinan kepada leluhur-leluhur terdahulu. Di Indonesia hal-hal semacam supranatural atau i= lmu gaib ini hampir sangat mudah kita dapati di setiap daerah yang mana sebagia= n dari masyarakat nya masih menjaga atau menjadikan pengobatan supranatural ini sebagai hal yang harus di lestarikan. Tetapi pada ruang lingkup kita sebagai muslim hal-hal semacam ini bisa menjadi sebuah bid’ah yang mana pada dasar hukum islam begitu banyak teguran-teguran agar tidak masuk ke dalam proses pengobatan alternatif supranatural ini, maka dari itu di butuhkan pemahaman yang mendalam untuk memahami apa-apa saja yang berpotensi merusak dari akidah islam itu sendiri.

Pada kasus lain praktek-praktek kegiatan yang berbau supranatural juga dapat kita lihat di kegiatan-kegiatan adat seta kegiatan-kegiatan hari-hari besar, yang mana itu dijadikan sebagai rutinitas warga dengan waktu yang sudah ditentukan. Seperti contoh menolak bala, mandi bunga, membakar kemenyan, dan masih banyak yang lainnya yang mana itu semua jika di telaah lebih dalam mengandung unsur-unsur mistis atau supranatural = di dalamnya. Memang sekilas tampak sebagai sebuah tradisi yang sudah lumrah dijalankan pada setiap waktunya, akan tetapi jika di kaji lebih dalam kegiatan-kegiatan tersebut bukan hanya bersifat tradisi melainkan ada unsur-unsur yang bergesekan dengan hal-hal supranatural itu sendiri. Dan itu dapat di buktikan dari tata cara pengerjaan nya, serta lapas-lapas yang terkandung di dalam pengerjaan nya.

Kembali kepada beberapa praktek kegiatan yang di tuli= skan di atas juga terjadi pada berbagai daerah yang masyarakat nya itu sendiri di mana peneliti melihat rutinitas kegiatan ini sudah berjalan sejak lama dan = dari apa yang di lihat peneliti memang benar bahwa kegiatan ini diwariskan atau = di ajarkan secara turun temurun untuk menjaga kelestarian dari kegiatan-kegiat= an tersebut. Tetapi pada kasus ini peneliti juga dapat mengambil sisi positif bahwa kegiatan-kegiatan tradisi ini juga bisa dijadikan sebagai tambahan amunisi untuk memperkaya kebudayaan masyarakat itu sendiri, dengan catatan masyarakat dapat meletakan kegiatan ini tidak lebih dari sekedar kegiatan tradisi untuk masyarakat saja. Dalam arti lain tidak menjadikan kegiatan-ke= giatan ini sebagai sebuah kegiatan yang berpotensi merusak keimanan, atau berseberangan dari ajaran agama islam. Karena peneliti melihat tingkat sensitivitas dari proses kegiatan ini sangatlah tinggi jika kita kaitkan de= ngan hal syariat-syariat islam.

Dari kasus ini bahwa tidak ada larangan dalam menjala= nkan praktek-praktek kegiatan budaya itu sendiri selagi kegiatan tersebut tidak menjadi bumerang dalam berjalannya ajaran-ajaran islam atau hukum-hukum isl= am. Karena menurut peneliti adat yang baik belum tentu sejalan dengan ajaran is= lam tetapi ajaran islam sudah pasti membuat adat itu sendiri menjadi lebih baik. 

 =

Kesimpulan

Kesimpulan dari judul yang diangkat peneliti yaitu “Kearifan Lokal: Fenomena Pengobatan Supranatural Dalam Perspektif Kemaslahatan” adalah kegiatan supranatural atau praktek pengobatan alternatif supranatural melalui para normal atau dukun masih memiliki tingk= at eksistensi yang sangat tinggi pada kehidupan masyarakat khususnya di tempat peneliti meneliti fenomena ini. Di mana alasan utama masyarakat lebih banyak memilih untuk pengobatan alternatif tersebut dikarenakan faktor biaya yang rendah. Tetapi pengobatan supranatural ini tidak dari kalangan menengah keb= awah saja tetapi masyarakat menengah ke atas juga memilih pengobatan supranatural ini, di samping pembiayaan nya yang rendah juga sebagian besar masyarakat l= ebih meyakini bahwa pengobatan alternatif supranatural ini memiliki dampak yang lebih baik bagi sudut pandang mereka karena memiliki metode pengobatan yang sederhana dan mudah sembuh. Pada kesimpulan lain dapat juga disimpulkan bah= wa pengobatan melalui paranormal atau dukun sangat dilarang dalam hukum islam = itu sendiri. Karena dapat menjadikan alternatif pengobatan supranatural menjadi berseberangan dengan syariat-syariat islam, baik itu dari teguran-teguran d= ari Al quran maupun teguran-teguran dari Hadist Rasulullah saw. Maka dari itu peneliti menyarankan dari fenomena ini terkhusus kepada umat muslim sebaikn= ya teliti untuk memutuskan melakukan pengobatan alternatif apapun. Karena hal-= hal semacam yang telah dituliskan sangat memiliki resiko yang membuat keimanan seorang muslim tersebut menjadi cacat. Maka dari itu kita menjadikan ini sebagai gambaran untuk menghindari hal-hal yang di larang oleh hukum-hukum islam itu sendiri. Baik itu di dalam pengobatan kegiatan masyarakat, upacara-upacara serta beberapa lainnya. Karena larangan-larangan itu sangat= jelas di sampaikan melalui Al qur’an serta Hadist, oleh karena nya sebagai orang muslim kita wajib menghindari larangan-larangan yang sudah di tetapkan dalam hukum islam dan termasuk tentang pengobatan melalui paranormal atau dukun. Seperti yang di sampaikan oleh ayat dan hadist yang telah dituliskan. 

 =

BIBLIOGRAFI

Fanani, S., & Dewi, T. = K. (2014). Health belief model pada pasien pengobatan alternatif supranatural dengan bantuan dukun. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental,= 3(1), 54–59.<= /p>

 

Firdaus, T., Suardi, S., &a= mp; Abdul, N. B. (2023). Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pengobatan Supranatur= al Di Desa Batang Kabupaten Bulukumba. JOURNAL SOCIUS EDUCATION, 1<= /i>(1), 201–209.

 

Hutagaol, F. W., & Nurussa’adah, E. (2021). Etnografi Komunikasi Tradisi Pariban Dalam Pernikahan Adat Suku Batak Toba. Verba Vitae Unwira, 2(2), 141–156.

 

Irwan, I., Latif, A., & Mustanir, A. (2021). Pendekatan Partisipatif Dalam Perencanaan Pembangunan= di Kabupaten Sidenreng Rappang. GEOGRAPHY: Jurnal Kajian, Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 9(2), 137–151.

 

Ismail, I. (2015). Faktor y= ang mempengaruhi keputusan masyarakat memilih Obat tradisional di gampong lam ujong. Idea Nursing Journal, 6(1), 7–14.

 

Isnaeni, A., & Hakiki, = K. M. (2016). Simbol iSlam dan adat dalam Perkawinan adat lamPung PePadun. Ka= lam, 10(1), 193–222.

 

Jermias, E. O., & Rahma= n, A. (2022). Interaksionisme Simbolik Pada Komunitas Cinema Appreciator Makassa= r Di Kota Makassar. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan (JURDIKBUD), 2(3), 253–262.

 

Kahfi, M. A., Syahruddin, S= ., Vilsa, V., & Ramli, M. (2022). Eksistensi Pengobatan Alternatif Sanro = di Desa Kalotok Luwu Utara. Community: Pengawas Dinamika Sosial, 8<= /i>(2), 137–149.

 

Kartika, D., Sewu, P. L. S., & Rullyanto, W. (2016). Pelayanan kesehatan tradisional dan perlindung= an hukum bagi pasien. SOEPRA, 2(1), 1–16.

 

Prasanti, D. (2018). Health information of literation as prevention processes of hoax information in t= he use of traditional medicine in digital era (Literasi informasi kesehatan sebagai upaya pencegahan informasi hoax dalam penggunaan obat tradisional = di era digital). Pekommas, 3(1), 261724.

 

Rohmah, A. M., & Mujahi= din, A. (2022). Makna Simbolik Tradisi Pembacaan Yāsīn Faḍīlah: Studi Living Qur’an di Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. QOF, 6(2), 285–296.

 

Sunardi, S., & Sujito, = S. (2019). Eksplanasi Pengobatan Alternatif Supranatural Berdasarkan Tinjauan Teori Gelombang Otak Dan Hipnosis. Jurnal Filsafat Indonesia, 2<= /i>(1), 1–11.

 

Tanjung, J. G. (2019). K= ondisi Psikologis Pasien Quranic Healing International (QHI) Pasca Ruqyah (Doctor= al dissertation). IAIN BENGKULU.

 

Zakaria, M. M. (2018). Implementasi Pengobatan Alternatif Sebagai Bentuk Kearifan Lokal Pada Masyarakat Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Jur= nal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(6), 422–425.

 

Zakaria, M. M., Mahzuni, D., & Septiani, A. (2019). Pengobatan alternatif penyakit tulang studi kas= us kearifan lokal para terapis penyakit tulang di wilayah Jawa Barat. Pata= njala, 11(3), 291764.

 

Zanki, H. A. (2020). Teori Psikologi Dan Sosial Pendidikan (Teori Interaksi Simbolik). Scolae: Jou= rnal of Pedagogy, 3(2).

     =       

Copyright holder:

Nama Author <= /span>(Tahun Terbit)=

 

First publication right:

Syntax Lit= erate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under:

 

------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/item0001.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml AMUW2mXrDu1qAD= yMIOfozXknpmTK+KWcV8kZzy2x7RcGDQ+t6vTnbkvLJaCpcMNaMrxi5FzoL8i3KoPzhqgPopVEU= vGLrh4J9p4MrpTQH7pa8qJ4mD1Vu5c=3D ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/props002.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/item0003.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/props004.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/themedata.thmx Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Type: application/vnd.ms-officetheme UEsDBBQABgAIAAAAIQDp3g+//wAAABwCAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKyRy07DMBBF 90j8g+UtSpyyQAgl6YLHjseifMDImSQWydiyp1X790zSVEKoIBZsLNkz954743K9Hwe1w5icp0qv 8kIrJOsbR12l3zdP2a1WiYEaGDxhpQ+Y9Lq+vCg3h4BJiZpSpXvmcGdMsj2OkHIfkKTS+jgCyzV2 JoD9gA7NdVHcGOuJkTjjyUPX5QO2sB1YPe7l+Zgk4pC0uj82TqxKQwiDs8CS1Oyo+UbJFkIuyrkn 9S6kK4mhzVnCVPkZsOheZTXRNajeIPILjBLDsAyJX89nIBkt5r87nons29ZZbLzdjrKOfDZezE7B /xRg9T/oE9PMf1t/AgAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEApdan58AAAAA2AQAACwAAAF9yZWxzLy5y ZWxzhI/PasMwDIfvhb2D0X1R0sMYJXYvpZBDL6N9AOEof2giG9sb69tPxwYKuwiEpO/3qT3+rov5 4ZTnIBaaqgbD4kM/y2jhdj2/f4LJhaSnJQhbeHCGo3vbtV+8UNGjPM0xG6VItjCVEg+I2U+8Uq5C ZNHJENJKRds0YiR/p5FxX9cfmJ4Z4DZM0/UWUtc3YK6PqMn/s8MwzJ5PwX+vLOVFBG43lExp5GKh qC/jU72QqGWq1B7Qtbj51v0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQBreZYWgwAAAIoAAAAcAAAAdGhl bWUvdGhlbWUvdGhlbWVNYW5hZ2VyLnhtbAzMTQrDIBBA4X2hd5DZN2O7KEVissuuu/YAQ5waQceg 0p/b1+XjgzfO3xTVm0sNWSycBw2KZc0uiLfwfCynG6jaSBzFLGzhxxXm6XgYybSNE99JyHNRfSPV kIWttd0g1rUr1SHvLN1euSRqPYtHV+jT9yniResrJgoCOP0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQAh WqKEIQcAANsdAAAWAAAAdGhlbWUvdGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbOxZT28bRRS/I/EdRnsvsRMnTaI6 VezYDbRpo9gt6nG8O/ZOM7uzmhkn8Q21RyQkREEcqMSNAwIqtRKX8mkCRVCkfgXezOyud+Jxk5QA FTSH1jv7e2/e+70/82evXD1KGDogQlKeNoP6e7UAkTTkEU1HzeB2v3tpNUBS4TTCjKekGUyIDK5u vPvOFbyuYpIQBPKpXMfNIFYqW19YkCEMY/kez0gK74ZcJFjBoxgtRAIfgt6ELSzWaisLCaZpgFKc gNpbwyENCeprlcFGobzD4DFVUg+ETPS0auJIGGy0X9cIOZFtJtABZs0A5on4YZ8cqQAxLBW8aAY1 8xcsbFxZwOu5EFNzZCtyXfOXy+UC0f6imVOMBuWk9W5j7fJWqd8AmJrFdTqddqde6jMAHIbgqbWl qrPRXa23Cp0VkP05q7tdW641XHxF/9KMzWutVmt5LbfFKjUg+7Mxg1+trTQ2Fx28AVn88gy+0dps t1ccvAFZ/MoMvnt5baXh4g0oZjTdn0HrgHa7ufYSMuRs2wtfBfhqLYdPUZANZXbpKYY8VfNyLcH3 uOgCQAMZVjRFapKRIQ4hi9uY0YGgegK8TnDljR0K5cyQngvJUNBMNYMPMgwVMdX38tl3L589Qcf3 nx7f//H4wYPj+z9YRY7UNk5HVakX33z6x6OP0O9Pvn7x8HM/Xlbxv3z/8c8/feYHQvlMzXn+xeNf nz5+/uUnv3370APfFHhQhfdpQiS6SQ7RHk/AMcOKazkZiPNJ9GNMqxKb6UjiFOtZPPo7KnbQNyeY YQ+uRVwG7whoHz7gtfE9x+BeLMYqj7fj2fU4cYA7nLMWF14Wruu5KjT3x+nIP7kYV3F7GB/45m7j 1IlvZ5xB36Q+le2YOGbuMpwqPCIpUUi/4/uEePi6S6nD6w4NBZd8qNBdilqYeinp04GTTVOhbZpA XCY+AyHeDjc7d1CLM5/XW+TARUJVYOYxvk+YQ+M1PFY48ans44RVCb+BVewzsjcRYRXXkQoiPSKM o05EpPTJ3BLgbyXo16F1+MO+wyaJixSK7vt03sCcV5FbfL8d4yTzYXs0javY9+U+pChGu1z54Dvc rRD9DHHA6dxw36HECffp3eA2HTkmTRNEvxkLTyyvEe7kb2/ChpiYVgNN3enVCU1f1bgT6Nu54xfX uKFVPv/qkcfuN7VlbwIJvprZPtGo5+FOtuc2FxF987vzFh6nuwQKYnaJetuc3zbn4D/fnOfV88W3 5GkXhgatt0x2o2223cncXfeQMtZTE0ZuSLPxlrD2RF0Y1HLmxEnKU1gWw09dyTCBgxsJbGSQ4OpD quJejDPYtNcDrWQkc9UjiTIu4bBohr26NR42/soeNZf1IcR2DonVDo/s8JIeLs4apRpj1cgcaIuJ lrSCs062dDlXCr69zmR1bdSZZ6sb00xTdGYrXdYUm0M5UF66BoMlm7CpQbAVApZX4Myvp4bDDmYk 0rzbGBVhMVH4e0KUe20diXFEbIic4QqbdRO7IoVm/NPu2Rw5H5sla0Da6UaYtJifP2ckuVAwJRkE T1YTS6u1xVJ02AzWlheXAxTirBkM4ZgLP5MMgib1NhCzEdwVhUrYrD21Fk2RTj1e82dVHW4u5hSM U8aZkGoLy9jG0LzKQ8VSPZO1f3G5oZPtYhzwNJOzWbG0Cinyr1kBoXZDS4ZDEqpqsCsjmjv7mHdC PlZE9OLoEA3YWOxhCD9wqv2JqITbClPQ+gGu1jTb5pXbW/NOU73QMjg7jlkW47xb6quZouIs3PST 0gbzVDEPfPPabpw7vyu64i/KlWoa/89c0csBXB4sRToCIdzsCox0pTQDLlTMoQtlMQ27AtZ90zsg W+B6Fl4D+XC/bP4X5ED/b2vO6jBlDWdAtUdHSFBYTlQsCNmFtmSy7xRl9XzpsSpZrshkVMVcmVmz B+SAsL7ugSu6BwcohlQ33SRvAwZ3Mv/c57yCBiO9R6nWm9PJyqXT1sA/vXGxxQxOndhL6Pwt+C9N LFf36epn5Y14sUZWHdEvprukRlEVzuK3tpZP9ZomnGUBrqy1tmPNeLy4XBgHUZz1GAbL/UwGV0BI /wPrHxUhsx8r9ILa53vQWxF8e7D8IcjqS7qrQQbpBml/DWDfYwdtMmlVltp856NZKxbrC96olvOe IFtbdpZ4n5PschPlTufU4kWSnTPscG3H5lINkT1ZojA0LM4hJjDmK1f1QxQf3INAb8GV/5jZT1My gydTB9muMNk14NEk/8mkXXBt1ukzjEaydI8MEY2OivNHyYQtIft5pNgiG7QW04lWCi75Dg2uYI7X ona1LIUXTxcuJczM0LJLYXOX5lMAH8fyxq2PdoC3TdZ6rYurYIqlf4WyMxjvp8x78jkrZfag+MpA vQZl6ujVlOVMAXmziQefNwWGo1fP9F9YdGymm5Td+BMAAP//AwBQSwMEFAAGAAgAAAAhAA3RkJ+2 AAAAGwEAACcAAAB0aGVtZS90aGVtZS9fcmVscy90aGVtZU1hbmFnZXIueG1sLnJlbHOEj00KwjAU hPeCdwhvb9O6EJEm3YjQrdQDhOQ1DTY/JFHs7Q2uLAguh2G+mWm7l53JE2My3jFoqhoIOumVcZrB bbjsjkBSFk6J2TtksGCCjm837RVnkUsoTSYkUiguMZhyDidKk5zQilT5gK44o49W5CKjpkHIu9BI 93V9oPGbAXzFJL1iEHvVABmWUJr/s/04GolnLx8WXf5RQXPZhQUoosbM4CObqkwEylu6usTfAAAA //8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQDp3g+//wAAABwCAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29udGVu dF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAKXWp+fAAAAANgEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAAMAEA AF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAGt5lhaDAAAAigAAABwAAAAAAAAAAAAAAAAAGQIA AHRoZW1lL3RoZW1lL3RoZW1lTWFuYWdlci54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAIVqihCEHAADbHQAA FgAAAAAAAAAAAAAAAADWAgAAdGhlbWUvdGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbFBLAQItABQABgAIAAAAIQAN 0ZCftgAAABsBAAAnAAAAAAAAAAAAAAAAACsKAAB0aGVtZS90aGVtZS9fcmVscy90aGVtZU1hbmFn ZXIueG1sLnJlbHNQSwUGAAAAAAUABQBdAQAAJgsAAAAA ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/colorschememapping.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/plchdr.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"
Click or tap here to enter text.
------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/image001.jpg Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Type: image/jpeg /9j/4AAQSkZJRgABAgAAAQABAAD/2wBDAAgGBgcGBQgHBwcJCQgKDBQNDAsLDBkSEw8UHRofHh0a HBwgJC4nICIsIxwcKDcpLDAxNDQ0Hyc5PTgyPC4zNDL/2wBDAQkJCQwLDBgNDRgyIRwhMjIyMjIy MjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjL/wAARCAAfAFgDASIA AhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQA AAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3 ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWm p6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEA AwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSEx BhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElK U1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3 uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwCzp2ne FtO8C2Wv69YWUzS2sdxcXF1Cs008si72+ZsszMxPf8gKpadouveJ0F7oXw48NWWmOMwy6tbKHkXs QFwQD9COepo0XTU8T+KfAWhXo36ZZ6FFqcsJ6Stt2gEdxlV/An1rrdH+JPibV9OuvE9voNg3ha3e ff8A6SVuliiUsZMH5T0+6Oc8dPmoA4+dU8LXUUXjn4f6NZWkzbE1GwtI3hDejDBI/PPB4NdZJ4S8 NNGssWh6S0bqGVltIyCD0IOK0fD2peIviBpCL4g8P6Z/wjWr2shDQ3BMsIzhQwYcseoK9MZ4PFc7 8NnuR4UutNupPMfStQmsFf1VMEf+hED2ApMTC80DwxYWs11c6NpccMKF3c2kfAAye1YSaDJd2Nhq Z0Hwvo1jqdylpp6ajYNLNPI+dmRGuEDYPX8e1bnjuFpfCd8FhMyp5crxjqyLIrMP++Qa0Pile6tq um+Dr7wn4iksrTUNQSzWS2mZBI02PLZtvVV2NlT69KECMC00bT7bWJND17wppNnqkcfnIYreN4bi PON8Z2569QeRV+70HwxY2k11c6NpccMKF3c2icKBk9q2viDdW158QPDVjbbZLyxjubi5KnmGJ0Cq G/3mwce2awfGsTTeEb4LCZgnlyvGOrIsisw/75BoAxY9HjvLSHUJNN8GaBZ3SlrOPWIR58y5++VX AVT+NXrPSNOh1aTRdc8LaRa6ksXnxtDBG8NzFnG+NtucZ7HkV0Gq3WjnxPc6/cabf63puq6Wsdj5 Fmk8PuoI+ZWzng4xlvYDAit57M+BNEuxu1fTYLu5u0zlraGQERo/oSSvHbb9KBj/ABB4f0ez8O6j eWmmWlrdW1u9xBcW0SxSRSICysrrgghgDwaK0vFH/Ipaz/14T/8AotqKEJHKafrcWlQ+EPHGmN9t t9Kso9M1eGLO+JNuM4PoSxz0J284Oa9J0HwB4I1UprGkXdzd6XNK1wtlHdsbQSMuGPl9jg4wfpjH FfNOlavrHgbxBdRoqrPC7215ay4eOTaSrIwBwec8g/Sukh8R+B2mN5Fa+JdCun5kj0e5QRk+xYgj 6AAUxnsGq2HhH4RQjVY72/ub+KKSPS9MnvWkClzyETspPUnP4nFc34f1nSvAfh2Kz8Saktvq+oSP f3EPlu7Iz4+8FBwcAdcc59K4BfGHhfQ5GvdA0i/vdWPK3+tSq7RH1CqcE+/Brhr6+utSvpr29nee 5mbfJI5yWP8Ant2oA99k+JnhBif+Jtn/ALdpf/iK5+LxJ4QsXl/sjxfq+kQykl7ewMqRbj1YKYyF P0xXjNd5r/juG80jQ4dMa6W70+3giYzxgomyARSKAzyBkfnKqsSsOHWQkFVYVjttK8X+BdHWU2+q yPPO26e4mimklmb1ZiuTWj/wsnwieurf+S0v/wATXiPiHUYdS1meSzWSLTY3aOwt3AHkW+4lEwCR nByTkksWYkkknKosFj2aLxJ4QsXl/sjxfq+kQykl7ewMqRbj1YKYyFP0xVzSvF/gXR1lNvqsjzzt unuJoppJZm9WYrk1xtl4306xsdEhY314dPhlcQFWggSYwOsbBFmILLIykSoIXGGY73fK8x4n1a31 zXpdStrb7OJooTInP+tESCVslmZt0gZtzEsc5Y5JpjPWte+IHhe98O6na2+qb55rSWONfIlG5mQg DJXA5NFeK2NlcalqFtYWkfmXN1KsMKbgNzsQqjJ4GSR1ooA//9k= ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/header.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"





Firja Endriza1, Muhammad Habibi Siregar2<= /p>

 

Kearifan Lokal: Fenomena Pengobatan Supranatural dalam Perspektif Kemashalatan=

2=         &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp; Syntax Literate, Vol. 8, No. 7, Juli 2023

Syntax Literate, Vol. 8, No. 7, Juli 2023           &nbs= p;        3

 

 =

How to cite:

Firja Endriza1, Muhamma= d Habibi Siregar2 (2023) Kearifan Lokal: Fenomena Pengobatan Supranatur= al dalam Perspektif Kemashalatan, (8) 7, http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i6

 

E-ISSN:

 

2548-139= 8

Published by:

Ridwan Institute =

 

------=_NextPart_01D9B56A.6423F820 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Fajri,siappublish.fld/filelist.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml; charset="utf-8" ------=_NextPart_01D9B56A.6423F820--