Analisis Finansial Pemanfaatan Kompos Kulit Kakao dan Pupuk NPK pada Tanaman Kakao
Abstract
Penurunan kesuburan tanah dapat diatasi dengan memanfaatkan sumber daya seperti limbah kulit kakao untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Masalah kehilangan hara akibat kehilangan hara an-organik akibat panen secara terus menerus dapat diatasi dengan menggunakan pupuk NPK Formula Khusus kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara finansial pengaruh penggunaan kompos kulit buah kakao dan NPK Formula Khusus terhadap produksi, pendapatan, nilai tambah dan kelayakan usahatani kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur Juni sampai Agustus 2022 dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang dimaksud adalah menganalisis secara finansial perlakuan tanpa NPK Formula Khusus dan tanpa kompos (KAKAO-0), Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-1), dan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha (KAKAO-2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kompos 5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan peningkatan produksi, pendapatan usahatani, nilai tambah, dan B/C tertinggi bagi petani dalam pengelolaan tanaman kakao mereka masing-masing sebesar 842 kg/ha, Rp39,093,029/ha, Rp 26,944,029/ha, dan 1.691. Sementara perlakuan penggunaan Kompos 2.5 kg/tanaman + NPK Formula Khusus 600 kg/ha menghasilkan kenaikan produksi, pendapatan, nilai tambah, dan B/C yang lebih rendah, yaitu masing-masing sebesar 575 kg/ha, Rp32,645,348/ha, Rp18,400,000/ha dan 1.554. Kemudian, tanpa perlakuan (KAKAO-0) hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp17,659,000/ha dengan B/C = 1.003. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan pendapatan petani kakao di lokasi penelitian disarankan agar dapat mengolah dan memanfaatkan kulit biji kakao yang dihasilkannya sebagai pupuk kompos-organik dengan dosis 5 kg/tanaman yang dikombinasikan pupuk NPK dengan dosis 600 kg/ha.
Downloads
References
Al Farizi, A. N. (2018). Analisis pendapatan petani padi di Desa Kotasari Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Jurnal Program Studi Ilmu Ekonomi, Universitas Islam Indonesia, 1(1), 1–21.
Ambarsari, W., Yulianto, D. V., Ismadi, B., & Setiadi, A. (2014). Analisis pendapatan dan profitabilitas usahatani padi (Oryza sativa L.) di Kabupaten Indramayu. Jurnal Agri Wiralodra, 6(2), 19–27.
Anonim. (2020). Program nasional pupuk NPK bersubsidi khusus tanaman kakao. Seminar Nasional, Makassar, 8 Juli 2020.
Asrul, L. (2013). Agribisnis kakao. Media Bangsa.
Jerlstrom, J., Huang, W., Ehlorsson, C. J., Eriksson, I., Reneby, A., & Comin, A. (2022). Stochastic partial budget analysis of strategies to reduce the prevalence of lung lesions in finishing pigs at slaughter. Frontiers in Veterinary Science, 9, 957975. https://doi.org/10.3389/fvets.2022.957975
Jhingan, M. L. (2014). Ekonomi pembangunan dan perencanaan. Raja Grafindo Persada.
Juradi, M. A., Tando, E., & Suwitra, K. (2019). Inovasi Teknologi pemanfaatan limbah kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) sebagai pupuk organik ramah lingkungan. AGRORADIX: Jurnal Ilmu Pertanian, 2(2), 9–17.
Haderiah, H., & Rahayu, S. (2024). Pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai pupuk organik. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika Dan Masyarakat, 24(1), 148–156.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Outlook komoditas perkebunan kakao 2020. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Lagebada, D. R., Effendy, & Sulaeman. (2017). Analisis pendapatan dan kelayakan usahatani padi sawah di Desa Maranatha Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi. e-Jurnal Agrotekbis, 5(4), 509–517.
Muhtar, Nasaruddin, Rasyid, B., & Kurniawan. (2022). Application of special formula NPK fertilizer and compost to increasing cocoa (Theobroma cacao L.) production and productivity. Jurnal Ilmiah Indonesia (JSL), 7(10).
Naibaho, J., & Ikhsan, A. (2017). Pemberian kompos kulit buah kakao pada medium ultisol untuk pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). JOM Faperta, 4(2), 1–11.
Naibaho, J., Nelvia, & Amri, A. L. (2017). Pemberian kompos kulit buah kakao pada medium ultisol untuk pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). JOM Faperta, 4(2), 1–10.
Nasaruddin. (2021). Perencanaan perbaikan produksi kakao Sulawesi Selatan 2019–2021. Cacao Riset Group (CRG), Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
Pangandaheng, Y. (2012). Analisis pendapatan petani kelapa di Kecamatan Salibabu Kabupaten Talaud [Skripsi, Universitas Sam Ratulangi].
Pupuk Kaltim. (2020). Program nasional pupuk NPK bersubsidi khusus tanaman kakao. Seminar Nasional, Makassar, 8 Juli 2020.
Rahardjo, M. (2017). Studi kasus dalam penelitian kualitatif: Konsep dan prosedurnya. Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Ruswaji, & Rachmantha, Z. (2018). Analisis kelayakan usaha keripik kentang pada UD. Vigor Rejoso Kecamatan Junrejo Kota Batu Malang. Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi, 3(3), 851–861.
Salam, M. (2020). Partial budgeting: Analisis pendapatan terhadap suatu usulan perubahan dalam manajemen usahatani. Department of Socio-economics of Agriculture, Faculty of Agriculture, Hasanuddin University.
Sari, K. N., & Wibowo, A. (2021). Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) sebagai Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah. Warta: Pusat Penelitian Kopi Dan Kakao Indonesia, 33(2), 25–30.
Wibowo, A., Wijayanti, H., & Hudaidah, S. (2014). Pemanfaatan kompos kulit kakao (Theobroma cacao) untuk budidaya Daphnia sp. E-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan, 2(2), 227–232.
Yuniarsih, E. T., Sunanto, & Halil, W. (2021). Analisis kelayakan finansial usahatani kakao di Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Agrisistem: Seri Sosial Ekonomi dan Penyuluhan, 17(1), 8–15.
Copyright (c) 2026 Irfon Novita Hanafi, Nasaruddin Nasaruddin, Muslim Salam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








