MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; boundary="----=_NextPart_01D9C135.241873B0" ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"

Syntax Lite= rate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 8, No. 7, Juli 2023

 

OP= TIMALISASI DANA ZAKAT DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT DI INDONESIA=

 

Dina Arfianti Siregar1, Asmuni2, Tuti Anggraini3=

1Politeknik Negeri Medan

2,3Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara<= o:p>

Email: dinasiregar@polmed.ac.id1, asmuni@uinsu.ac.id2, tuti.anggraini@uinsu.ac.id3

 

Abstrak

Zakat memiliki= dimensi sosial menjadi sebuah identitas tersendiri yang dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat, baik sebagai upaya ibadah kepda Allah dan sebagai upaya kepedulian sosial dengan sesama manusia. Optimalisasi distribusi dana zakat secara professional akan memberikan dampak yang lebih baik lagi dalam upaya= nya distribusi atau pendapatan kepada masyarakat. tuj= uan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana bagaimana bentuk optimalisasi Zak= at di Indonesia melalui pemberdayaan ekonomi umat dalam pengetasan kemiskinan.= Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskript= if.  Sumber data diperoleh dari data be= rupa buku, artikel, dan data olahan dari pihak lain atau data publikasi seperti = data publikasi BAZNAS dan yang terkait dengan penelitian ini di dalam google schoolar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan s= tudi literatur, analisis dokumen, wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis data sekunder dan analisis regres= i. Hasil dari Penelitian ini Zakat, infak, dan sedekah merupakan salah satu bentuk a= mal ibadah seorang muslim dengan tujuan untuk mencari rida dari Allah Swt. Dalam melakukan zakat, infak, dan sedekah dapat mengurangi jumlah kemiskinan yang ada. Maka dari itu perlu adanya badan pengelolaan yang mengurus zakat, infa= k, dan sedekah yang dapat mengelola dengan baik, dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

Kata Kunci: Optimalisas= i Zakat, Pemberdayaan, Ekonomi umat.

 

Abstract

= Zakat has a social dimension that becomes its own identity, capable of bringing positive impacts to society, both as an act of worship towards Allah and as= a form of social care for fellow human beings. The optimization of zakat fund distribution professionally will further enhance its efforts in distributin= g or providing income to the community. The purpose of this research is to understand how zakat optimization takes shape in Indonesia through the empowerment of the Muslim community's economy in eradicating poverty. The method used in this research is qualitative research with a descriptive approach. Data sources were obtained from books, articles, and processed da= ta from other parties or publications such as BAZNAS publications and relevant data found in Google Scholar. Data collection techniques in this research include literature review, document analysis, interviews, and observations. Data analysis techniques involve descriptive analysis, secondary data analy= sis, and regression analysis. The results of this research indicate that zakat, infaq (voluntary giving), and sadaqah (charitable donations) are forms of charitable acts performed by Muslims with the goal of seeking Allah's pleas= ure. By practicing zakat, infaq, and sadaqah, the level of poverty can be reduce= d. Therefore, it is necessary to have a well-managed zakat, infaq, and sadaqah institution that can effectively improve the community's economy.

 

Keywords: = Zakat Optimization, Empowerment, People's Economy.

 

Pendahuluan

Zakat sebagai rukun Islam yang ketiga menjadi salah satu hal yang mendasar dalam ajaran Islam. Dalam upaya mengatasi kesenjangan sosial ekonomi masyarakat I= slam diharapkan adanya upaya pemberdayaan muzakki, karena selain mereka adalah p= ihak yang dikenai kewajiban zakat, mereka juga salah satu komponen penting dalam upaya mewujudkan cita-cita menjadikan zakat sebagai pondasi kekuatan ekonomi umat (Khatimah & Nuradi, 2020)(Hendri & Suyanto, 2022)(Najiyah, Khasanah, & Asas, 2022)(Canggih, Fikriyah, & Yasin, 2017)(Arief, 2016)(Mubasirun, 2013)(Khatimah & Nuradi, 2020)(Rianto & Arif, 2013)(Rianto & Arif, 2013)(Hendri & Suyanto, 2022)(Ma’mun, 2017)(Apriliyani, Malik, & Surahman, 2020)= (Thoharul Anwar, 2018)(Najiyah et al., 2022)(Hendri & Suyanto, 2022)(Budiman, 2005)(Cangg= ih et al., 2017).

Optimalisasi  berasal  dari  kata  optimal.  Kata  optimal  itu  sendiri  artinya  terbaik  atau  tertinggi, disosialisasi itu optimalisasi itu perihal optimal. Dari arah optimalisasinyayaitu semakin pr= oses atau kegiatan yang arahkan untuk bagi-bagi atau hasil yangterbaik. Pendayagunaan berasal dari kata “guna” yang berarti manfaat. Bariadi (2005) membagi pendayagunaan menjadi dua bentuk yaitu  Bentuk  Sesaat  dan  Bentuk  Pemberdayaan.  Bentuk  Sesaat  bahwa  dana  zakat  produktif hanya diberikan kepada seseorang sesaat atau sesekali saja. Dimana dalam penyalurannya tidak disertai  target=   untuk  memandirikan  ekonomi mustahiq.  Hal  ini  disebabkan mustahiq yang bersangkutan&nbs= p; tidak  memungkinkan  untuk  mandiri  lagi  karena  faktor  usia  atau  cacat  fisik. Sedangk= an  Bentuk  pemberdayaan,  merupakan  penyaluran  dana  zakat  produktif  yang  disertai target mengubah keadaan mustahiq dari penerima (mustahiq) menjadi pemberi (muzakki). Hal ini  tentu  saja  tidak  dapat  dicapai  dengan  mudah  dan  dalam  waktu  singkat.  Untuk  itu,  dalam penyaluran   zakat   produktif   harus   disertai   dengan   pemahaman   yang   utuh   terhadap permasalahan yang a= da pada penerima atau mustahiq.

Apabila permasalahannya adalah kemiskin= an, maka perlu diketahui penyebab masalah tersebut sehingga=   dapat  mencari  solusi  yang  tepat  demi  tercapainya  target  yang  telah  ditentukan. Pe= nyaluran  dana  dalam  pendayagunaan  zakat  produktif  hendaknya  lebih  diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan mustahiq.

Sebagai rukun Islam yang ke-tiga, zakat mempunyai aspek keadilan sosial/al<= span class=3DGramE>-‘adalah al-ijtimaiyyah), perintah zakat dap= at dipahami sebagai sebuah satu kesatuan sistem sosial yang tidak dapat dipisa= hkan dalam pencapaian kesejahteraan sosial, ekonomi serta masyarakat. Zakat diharapkan dapat mampu meminimalisir kesenjangan pendapatan bagi orang kaya= dan orang miskin. Tidak hanya itu, zakat juga diharapkan dapat meningkatkan atau menumbuhkan perekonomian, baik pada level individu atau pada level sosila masyarakat pada umumnya(Arief= , 2016).

Zakat memiliki dimensi sosial menjadi s= ebuah identitas tersendiri yang dapat memberikan dampak baik bagi masyarakat, baik sebagai upaya ibadah kepda Allah dan sebagai upaya kepedulian sosial dengan sesama manusia. Akan tetapi zakat tidak hanya sebatas memiliki fungsi terse= but (Zetir= a & Fatwa, 2021). Optimalisasi distribusi = dana zakat secara professional akan memberikan dampak yang lebih baik lagi dalam upayanya distribusi atau pendapatan kepada masyarakat. Sementara itu, hingga kini pendistribusian zakat dirasa belum maksimal. Hal ini dapat kita lihat bahwa pendistribusian dana zakat hanya sebatas pendistribusian biasa dan ha= nya untuk dikonsumsi belaka. Oleh karena itu, perlu sebuah rumusan pendistribus= ian dana zakat yang lebih produktif diperlukan. Konsep distribusi dana zakat berbasis pemberdayaan ekonomi merupakan jawaban yang tepat, mengingat poten= si dana zakat dapat menjadi kunci dari kesenjangan sosial ekonomi yang ada di Indonesia(Najma= , 2014).

Peran Pemerintah dalam Pengelolaan Dana Zakat

Pengelolaan dan pendistribusian dana ZIS dengan mengembangkan beberapa program antara lain pertama, Pendampingan Masyarakat; Pengembangan Masyarakat Terpadu (ICD); Pengembangan Sumber Kerakdingan; Siaga Bencana; dan terakhir, ICD (Integrated Community Development).  Ini  merupakan  program  unggulan  yang  dikembangkan  oleh  beberapa Lembaga Zakat yang ada di Indonesia.

Kewajiban  dalam  pembayaran  zakat  kepada  pemerintahan  ditinjau  dari  jenis-jenis  harta  yang akan  dizakatkan.  Jika  harta tampak  seperti  zakat  pertanian,  perkebunan,  peternakan,  maka hukumnya  wajib  untuk  diserahkan  kepada  pemerintah. Se= dangkanjika  harta  zakat  tersebutbersifat tersembunyi seper= ti uang, maka bisa dibagikan sendiri. Pemerintah yang dimaksudkan dalam hal ini yaitu pemerintah yang menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam bernegara maupun bermasyarakat.  Di  dalam  pengelolaan  zakat,  pemerintah  berperan  tunggal  sebagai  pelaksana serta pemberi sanksi unt= uk mereka yang tidak mengeluarkan zakat. Menurut  syariat Islam,  sanksi  yang  diberikan  pemerintah  terhadap  masyarakat  yang  menolak dalam pembayaran zakat tergantung kondisi, seperti:

1.   Ketika  orang  yang  tidak  membayarkan  zakat  dengan  alasan  tidak  mengetahui  akan kewajibannya,   maka   pemerintah   berhak   untuk   menyampaikan   kewajiban   serta mengambil zakat dari p= ihak tersebut.

2.   Ketika  orang  yang  tidak  membayar  zakat  serta  mengingkari  akan  kewajiban  tersebut maka  orang  tersebut  ialah  murtad,  jika  orang  tersebut  tidak  mau bertobatmaka pemerintah berhak menjatuhkan hukuman mati terhadap orang tersebut dan hartanya menjadi hak negara.

3.   Ketika orang tidak membayar zakat namun orang tersebut masih mengimani kewajiban Islam maka pemerintah melakukan pengambi= lan zakat secara paksa.

 

Di Indonesia z= akat penting untuk dikelola oleh pemerintah karena zakat ialah rukun Islam. Dalam Al-Qur’an  ada  82  ayat  yang  menyebutkan  mengenai  kewajiban  dalam  berzakat.  Zakat  tidak hanya ibadah yang dir= asakan individual namun juga berdampak dalam kehidupan sosial. Karena itulah menga= pa perlu dibutuhkan kekuasaan oleh pemerintahan dalam pengelolaan zakat agar berjalan dengan maksimal.

Persoalan-persoalan  menge= nai  zakat  di  Indonesia  sampai  saat  ini  belum  selesai  meski  sudah disahkan  undang-undang  nomor  23  tahun  2011.  Namun  hal  itu  masih  belum  bisa  menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan zakat tersebut.

Adanya  undang-undang  ini  sebagai  pengganti  dari  undang-undang  nomor  38  tahun  1999 tentang pengelolaan zakat. Undang-undang tersebut memiliki sifat yang sama dengan undang-undang nomor 23 tahun 2011 yang hanya membahas mengenai pengelolaan zakat. Karena yang dibahas  hanya  dalam  pengelolaan  zakat  saja,  maka  tidak  ada  sanksi  bagi  orang  yang  tidak membayar zakat (Safriani, 20= 16).

Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan oleh pemerintah yang berkaitan dengan zakat= :

1.   Melaksanakan, mengelola, dan bertanggu= ng jawab penuh atas zakat.

2.   Menjadi kekuatan penekan.

3.   Lembaga  swasta  dan  pemerintah  ada  pada  posisi  yang  sama,  yang  membedakannya terdapat pada tindak= an hukum, di mana pemerintah menjadi pihak yang memberikan sanksi    sedangkan    lembaga    swasta    bertugas    untuk    melaporkannya    kepada pemerintahan.

Tujuan  dalam  pengelolaan  zakat  yang  dilakukan  pemerintah  yaitu untuk  menghindari  adanya pungutan doubledari  zakat  dan  pajak,  dalam  pengumpulan  zakat  lebih  optimal  dan  tertib, penyaluranzakat  lebih  produktif  dan  tepat  sasaran,  mengurangi  kriminalitas,  mengurangi kecemburuan sosial, kar= ena dilakukan secara merata dan lain sebagainya

Pendistribusian Dana Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pendistribusian dana zakat yang memiliki sifat produktif dapat dilakukan dalam beberapa model diantaranya: pertama, model dengan sistem in kind, yakni dana zakat yang diberikan dalam bentuk alat-alat produksi yang diperlukan oleh mustahiq atau kaum ekonomi lemah ya= ng ingin memiliki produksi, baik mereka yang baru mulai usahanya atau yang tel= ah memiliki usaha atau yang telah memiliki usaha guna mengembangkan usaha yang telah ada. Adapun mekanismenya adalah sebagai berikut: (Almar= zoqi, Mansour, & Krichene, 2018)

1.   Muzakki membayar zakat ke LAZ atau BAS.

2.   BAZ/LAZ menyalurkan kepada mustahiq (setelah melakukan studi kelayakan).

3.   Dana zakat diberikan dalam bentuk alat-alat prod= uksi yang dapat digunakan.

4.   Mustahiq menggunakan alat-alat produksi serta pembinaan terhadap proyek usaha mustahiq.

Kedua, model sistem pinjaman lunak (qar= dlul hasan), yakni peminjaman usaha dengan mengembalikan pokok tanpa ada tambahan jasa. Pokok dari pinjaman atau modal memang dikembalikan oleh mustahiq kepa= da lembaga amil zakat, akan tetapi tidak berarti bahwa modal itu tidak lagi me= njadi hak mustahiq yang dimaksud. Yang artinya modal masih dapat kembalikan lagi kepada mustahiq yang memiliki sangkutan untuk dikembangkan lagi atau juga digulirkan ke mustahiq lain. Dengan cara ini diharapkan lembaga amil zakat dapat menjadi patner bagi para mustahiq guna pengembangan usahanya sehingga secara pelan akan tetapi pasti dapat mengubah statusnya dari mustahiq berub= ah menjadi muzakki. Adapun mekanismenya adalah sebagai berikut:

1.   Muzakki membayar ke BAZ/ LAZ. =

2.   BAZ / LAZ menyalurkan kepada mustahiq untuk modal usaha

3.   Usaha rugi, maka mustahiq tidak perlu mengembali= kan modal yang dipinjamkan.

4.   Usaha untung, maka mustahiq mengembalikan modal kepada BAZ/LAZ.

5.   BAZ/LAZ menerima modal akan kembali dari mustahiq yang untung.

6.   BAZ/LAZ menyalurkan untuk modal kembali kepada mustahiq guna menambah modal.

7.    BA= Z/LAZ menyalurkan modal kembali kepada mustahiq 2 untuk dimanfaatkan sebagai modal usaha dan seterusnya.

Ketiga, adalah dengan sist= em mudlarabah yakni penanaman modal usaha dengan konsekuensi bagi hasil. Sistem ini hampir sama dengan sistem pinjaman qardlul hasan. Bedanya terletak pada pembagian bagi hasil dari usaha antara amil dan mustahiq. Untuk lebih detai= lnya adalah sebagai berikut:

1.   Muzakki membayar zakat ke BAZ/LAZ.

2.   BAZ/LAZ akan menyalurkan kepada mustahiq guna mo= dal usaha

3.   Usaha untung, saling bagi keuntungan, mustahiq a= kan mengambil sejumlah prosentase keuntungan dan selebihnya dikembalikan ke BAZ= /LAZ beserta dengan modalnya.

4.   BAZ/LAZ menerima modal kembali dan juga prosenta= se keuntungan usaha

5.   BAZ/LAZ memilih untuk menyalurkan modal kembali kepada mustahiq guna menambah modal.

6.   BAZ/LAZ memilih untuk menyalurkan modal kembali kepada mustahiq 2 guna dimanfaatkan sebagai modal usaha serta begitu seterusnya.

7.   Apabila usaha rugi, maka mustahiq tidak perlu un= tuk mengembalikan modal yang ada.

8.   Tidak

Model Pendistribusian Dana Zakat Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

Model Pendistribusian Dana Zakat berbas= is pemberdayaan maysarakat dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu pertama dengan melakukan Pemberdayaan Ekonomi Kemasyarakatan, kedua, Pemberdayaan SDM, dan ketiga Pemberdayaan Amil Zakat(Amali= a, Amarta, & Erlangga, 2021).

Pertama, Pemberdayaan Ekonomi Kemasyarakatan. Pemberdayaan masyarakat didalam bidang ekonomi melalui zakat dapat dilihat pula dari sistem distribusi atau penyal= uran zakat melalui pemberian modal kerja baik dalam bentuk pinjaman qardlul hasan atau mudlarabah yangb dilakukan oleh lembaga pengelola zakat. Pendistribusi= an zakat dengan sistem ini akan memberikan dampak yang cukup signifikan dalam proses pemberdayaan ekonomi mustahiq yang berasal dari kalangan ekonomi yang lemah. Adapun pola pendistribusian yang memiliki sifat produktif yang dimak= sud akan mendapatkan respon yang sangat baik oleh para mustahiq dan mempunyai dampak secara positif dalam proses peningkatan ekonomi bagi mereka. Penyalu= ran dan zakat dalam bentuk kambing misalnya pasti akan disambut positif oleh pa= ra keluarga yang menerima zakat karena dapat menambah kegiatan usaha perekonom= ian keluarga, yang semula tidak mempunyai kembing, dengan adanya program ini ma= ka kambing yang mereka pelihara beranak pinak maka mereka akan dapat memiliki kambing.

Disisi lain program qardlul hasan dan mudharabah juga akan sangat membantu para kaum fakir miskin dama hal modal usaha mereka. Pada dasarnya mereka banyak yang terjerat kredit dari rentenir dengan bunga yang cukup tinggi. Dengan adanya program mudharabah dan qrdlul hasan ini maka mereka secara bertahap dapat menghindari rentenir.

Kedua, Pembe= rdayaan SDM. Pendistribusian dana zakat melalui besiswa dirasa sangatlah bermanfaat guna mengurangi beban bagi para kaum fakir miskin dalam membayar biaya pendidikan mereka. Dari pihak sekolah juga akan ikut merasakan manfaat membantu kelanc= aran keuangan sekolah. Dengan demikian sedikit demi sedikit dan secara pelan nam= un pasti, zakat melalui sistem distribusi bantuan beasiswa serta bantuan guna = para penerima dan lembaga pendidikan yang ada.

Ketiga, Pemb= erdayaan Amil Zakat. Amil zakat baik itu dalam BAZ atau LAZA yang mana anggotanya adalah bagian dari anggota masyarakat juga tidak luput dari objek pemberdayaan yang ada. Dengan adanya lembaga zakat yang mempunyai berbagai program yang terkait dengan si= stem distribusi zakat yang dikelola, maka wajib memperdayakan anggotanya untuk memberikan berbagai keterampilan kepada para calon mustahiq. Hal ini perlu untuk dilakukan agar penyaluran dana zakat khususnya yang disalurkan dalam bentuk produktif dapat berdaya untuk secara maksimal.

 

Kesimpulan

= Zakat adalah sebagian harta yang telah diwajibkan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya sebagaimana yang telah dinyatakan dala= m Al Qur’an. Zakat memiliki potensi yang luar biasa untuk mengatasi kemisk= inan bangsa dan mensejahterakan umat. Potensi ini harus disadari oleh seluruh um= at muslim agar dana yang dikumpulkan melalui zakat bisa mensejahterahkan umat.= Di Indonesia zakat penting untuk dikelola oleh pemerintah karena zakat ialah r= ukun Islam. Dalam Al-Qur’an ada 82 ayat yang menyebutkan mengenai kewajiban dalam berzakat. Zakat tidak hanya ibadah yang dirasakan individual namun ju= ga berdampak dalam kehidupan sosial. Karena itulah mengapa perlu dibutuhkan kekuasaan oleh pemerintahan dalam pengelolaan zakat agar berjalan dengan ma= ksimal. Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya seorang muslim, jika zakat di Indonesia dikelola dengan baik dan amanah maka dapat menjadi sumber daya ekonomi yang berpotensi untuk peningkatan usaha-usaha dalam menyejahterakan masyarakat. Karena zakat ini merupakan instrumen bagi peningkatan kesejahte= raan umat.

BIBLIOGRAPHY

= Almarzoqi, Raja M., Mansour, Walid,= & Krichene, Noureddine. (2018). Optimalisasi Dana Zakat Di Indonesia (Model Distribusi Zakat Berbasis Pemberdayaan Ekonomi). Islamic Macroeconomics<= /i>, 07(01), 41–52. https://doi.org/10.4324/9781315101583-4

=  

= Amalia, Neva Madinatul, Amarta, Cin= dy Cintania, & Erlangga, Renaldy Trisna. (2021). Optimalisasi Dana Zakat d= alam Pemberdayaan Masyarakat. Jihbiz Jurnal Ekonomi Keuangan Dan Perbankan Syariah, 5(2), 104–119. https://doi.org/10.33379/jihbiz.v5i2.870

=  

= Apriliyani, Sri, Malik, Zaini Abdul= , & Surahman, Maman. (2020). Peran Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Banjarnegara dalam Meningkatkan Perekonomian Kaum Dhuafa. Prosiding Hukum Ekonomi Syariah, 89. https://doi.org/10.29313/syariah.v0i0.20982

=  

= Arief, Abd. Salam. (2016). Zakat, T= anggung Jawab Sosial, dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Asy-Syir’ah: Jurnal I= lmu Syari’ah Dan Hukum, 50(2), 341–353.

=  

= Budiman, Moch. (2005). Melacak Prak= tik Pengelolaan Zakat di Indonesia Pada Masa Pra-Kemerdekaan. Jurnal Khazana= h, IV(1), 241–262. Retrieved from http://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/khazanah/article/view/3160<= /o:p>

=  

= Canggih, Clarashinta, Fikriyah, Khu= snul, & Yasin, Ach. (2017). Potensi Dan Realisasi Dana Zakat Indonesia. Al= -Uqud : Journal of Islamic Economics, 1(1), 14. https://doi.org/10.26740/jie.v1n1.p14-26

=  

= Hendri, Nedi, & Suyanto, Suyant= o. (2022). Analisis Model-Model Pendayagunaan Dana Zakat Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kota Di Provinsi Lampung. Akuisisi, 11(2), 63–73. Retrieved from http://fe.ummetro.ac.id/ejournal/index.php/JA/article/view/25

=  

= Khatimah, Husnul, & Nuradi. (20= 20). Optimalisasi Zakat Melalui Pemberdayaan Muzakki. Rayah Al-Islam, = 4(02), 244–256. https://doi.org/10.37274/rais.v4i02.90

=  

= Ma’mun, Mansur TB. (2017). Pr= ospek Penerapan Zakat Pengurang Pajak Penghasilan Sebagai Alternatif Kebijakan Fi= skal Di Indonesia. Jurnal Riset Manajemen Dan Bisnis (JRMB) Fakultas Ekonomi UNIAT, 2(September), 187–200. https://doi.org/10.36226/jrmb.v2is1.53

=  

= Mubasirun, Mubasirun. (2013). Distr= ibusi Zakat Dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Inferensi, 7(2), 493. https://doi.org/10.18326/infsl3.v7i2.493-512

=  

= Najiyah, Faridatun, Khasanah, Ulfat= ul, & Asas, Fitria. (2022). Manajemen zakat di Indonesia (tantangan dan solusi). Insight Management Journal, 2(2), 45–53. https://doi.org/10.47065/imj.v2i2.115

=  

= Najma, Siti. (2014). Optimalisasi P= eran Zakat untuk Pengembangan Kewirausahaan Umat Islam. Media Syariah, 16(1), 143–174.

=  

= Rianto, M. Nur, & Arif, Al. (20= 13). Memberdayakan Perekonomian Umat. Optimalisasi Peran Zakat Dalam Memberdayakan Perekonomian Umat, 14(1), 1–16. Retrieved fr= om https://e zresources.perpusnas.go.id:2057/docview/2030924291?accountid=3D25704

=  

= Thoharul Anwar, Ahmad. (2018). Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat. ZISWAF : Jurnal Zakat D= an Wakaf, 5(1), 41. https://doi.org/10.21043/ziswaf.v5i1.3508<= /o:p>

=  

= Zetira, Annisa, & Fatwa, Nur. (= 2021). Optimalisasi Penghimpunan Zakat Digital Di Masa Pandemi. Eqien: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 8(2). https://doi.org/10.34308/eqien.v8i2.24= 1

=  

 =

Copyright holder:

Dina Arfianti Siregar, Asmu= ni, Tuti Anggraini (2023)

 

First publication right:

Syntax Lit= erate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under:

 

 

 

 

------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/item0001.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml AMUW2mXrDu1qAD= yMIOfozXknpmTK+KWcV8kZzy2x7RcGDQ+t6vTnbkvLJaCpcMNaMrxi5FzoL8i3KoPzhqgPopVEU= vGLrh4J9p4MrpTQH7pa8qJ4mD1Vu5c=3D ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/props002.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/item0003.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/props004.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/themedata.thmx Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Type: application/vnd.ms-officetheme UEsDBBQABgAIAAAAIQDp3g+//wAAABwCAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKyRy07DMBBF 90j8g+UtSpyyQAgl6YLHjseifMDImSQWydiyp1X790zSVEKoIBZsLNkz954743K9Hwe1w5icp0qv 8kIrJOsbR12l3zdP2a1WiYEaGDxhpQ+Y9Lq+vCg3h4BJiZpSpXvmcGdMsj2OkHIfkKTS+jgCyzV2 JoD9gA7NdVHcGOuJkTjjyUPX5QO2sB1YPe7l+Zgk4pC0uj82TqxKQwiDs8CS1Oyo+UbJFkIuyrkn 9S6kK4mhzVnCVPkZsOheZTXRNajeIPILjBLDsAyJX89nIBkt5r87nons29ZZbLzdjrKOfDZezE7B /xRg9T/oE9PMf1t/AgAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEApdan58AAAAA2AQAACwAAAF9yZWxzLy5y ZWxzhI/PasMwDIfvhb2D0X1R0sMYJXYvpZBDL6N9AOEof2giG9sb69tPxwYKuwiEpO/3qT3+rov5 4ZTnIBaaqgbD4kM/y2jhdj2/f4LJhaSnJQhbeHCGo3vbtV+8UNGjPM0xG6VItjCVEg+I2U+8Uq5C ZNHJENJKRds0YiR/p5FxX9cfmJ4Z4DZM0/UWUtc3YK6PqMn/s8MwzJ5PwX+vLOVFBG43lExp5GKh qC/jU72QqGWq1B7Qtbj51v0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQBreZYWgwAAAIoAAAAcAAAAdGhl bWUvdGhlbWUvdGhlbWVNYW5hZ2VyLnhtbAzMTQrDIBBA4X2hd5DZN2O7KEVissuuu/YAQ5waQceg 0p/b1+XjgzfO3xTVm0sNWSycBw2KZc0uiLfwfCynG6jaSBzFLGzhxxXm6XgYybSNE99JyHNRfSPV kIWttd0g1rUr1SHvLN1euSRqPYtHV+jT9yniResrJgoCOP0BAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQAh WqKEIQcAANsdAAAWAAAAdGhlbWUvdGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbOxZT28bRRS/I/EdRnsvsRMnTaI6 VezYDbRpo9gt6nG8O/ZOM7uzmhkn8Q21RyQkREEcqMSNAwIqtRKX8mkCRVCkfgXezOyud+Jxk5QA FTSH1jv7e2/e+70/82evXD1KGDogQlKeNoP6e7UAkTTkEU1HzeB2v3tpNUBS4TTCjKekGUyIDK5u vPvOFbyuYpIQBPKpXMfNIFYqW19YkCEMY/kez0gK74ZcJFjBoxgtRAIfgt6ELSzWaisLCaZpgFKc gNpbwyENCeprlcFGobzD4DFVUg+ETPS0auJIGGy0X9cIOZFtJtABZs0A5on4YZ8cqQAxLBW8aAY1 8xcsbFxZwOu5EFNzZCtyXfOXy+UC0f6imVOMBuWk9W5j7fJWqd8AmJrFdTqddqde6jMAHIbgqbWl qrPRXa23Cp0VkP05q7tdW641XHxF/9KMzWutVmt5LbfFKjUg+7Mxg1+trTQ2Fx28AVn88gy+0dps t1ccvAFZ/MoMvnt5baXh4g0oZjTdn0HrgHa7ufYSMuRs2wtfBfhqLYdPUZANZXbpKYY8VfNyLcH3 uOgCQAMZVjRFapKRIQ4hi9uY0YGgegK8TnDljR0K5cyQngvJUNBMNYMPMgwVMdX38tl3L589Qcf3 nx7f//H4wYPj+z9YRY7UNk5HVakX33z6x6OP0O9Pvn7x8HM/Xlbxv3z/8c8/feYHQvlMzXn+xeNf nz5+/uUnv3370APfFHhQhfdpQiS6SQ7RHk/AMcOKazkZiPNJ9GNMqxKb6UjiFOtZPPo7KnbQNyeY YQ+uRVwG7whoHz7gtfE9x+BeLMYqj7fj2fU4cYA7nLMWF14Wruu5KjT3x+nIP7kYV3F7GB/45m7j 1IlvZ5xB36Q+le2YOGbuMpwqPCIpUUi/4/uEePi6S6nD6w4NBZd8qNBdilqYeinp04GTTVOhbZpA XCY+AyHeDjc7d1CLM5/XW+TARUJVYOYxvk+YQ+M1PFY48ans44RVCb+BVewzsjcRYRXXkQoiPSKM o05EpPTJ3BLgbyXo16F1+MO+wyaJixSK7vt03sCcV5FbfL8d4yTzYXs0javY9+U+pChGu1z54Dvc rRD9DHHA6dxw36HECffp3eA2HTkmTRNEvxkLTyyvEe7kb2/ChpiYVgNN3enVCU1f1bgT6Nu54xfX uKFVPv/qkcfuN7VlbwIJvprZPtGo5+FOtuc2FxF987vzFh6nuwQKYnaJetuc3zbn4D/fnOfV88W3 5GkXhgatt0x2o2223cncXfeQMtZTE0ZuSLPxlrD2RF0Y1HLmxEnKU1gWw09dyTCBgxsJbGSQ4OpD quJejDPYtNcDrWQkc9UjiTIu4bBohr26NR42/soeNZf1IcR2DonVDo/s8JIeLs4apRpj1cgcaIuJ lrSCs062dDlXCr69zmR1bdSZZ6sb00xTdGYrXdYUm0M5UF66BoMlm7CpQbAVApZX4Myvp4bDDmYk 0rzbGBVhMVH4e0KUe20diXFEbIic4QqbdRO7IoVm/NPu2Rw5H5sla0Da6UaYtJifP2ckuVAwJRkE T1YTS6u1xVJ02AzWlheXAxTirBkM4ZgLP5MMgib1NhCzEdwVhUrYrD21Fk2RTj1e82dVHW4u5hSM U8aZkGoLy9jG0LzKQ8VSPZO1f3G5oZPtYhzwNJOzWbG0Cinyr1kBoXZDS4ZDEqpqsCsjmjv7mHdC PlZE9OLoEA3YWOxhCD9wqv2JqITbClPQ+gGu1jTb5pXbW/NOU73QMjg7jlkW47xb6quZouIs3PST 0gbzVDEPfPPabpw7vyu64i/KlWoa/89c0csBXB4sRToCIdzsCox0pTQDLlTMoQtlMQ27AtZ90zsg W+B6Fl4D+XC/bP4X5ED/b2vO6jBlDWdAtUdHSFBYTlQsCNmFtmSy7xRl9XzpsSpZrshkVMVcmVmz B+SAsL7ugSu6BwcohlQ33SRvAwZ3Mv/c57yCBiO9R6nWm9PJyqXT1sA/vXGxxQxOndhL6Pwt+C9N LFf36epn5Y14sUZWHdEvprukRlEVzuK3tpZP9ZomnGUBrqy1tmPNeLy4XBgHUZz1GAbL/UwGV0BI /wPrHxUhsx8r9ILa53vQWxF8e7D8IcjqS7qrQQbpBml/DWDfYwdtMmlVltp856NZKxbrC96olvOe IFtbdpZ4n5PschPlTufU4kWSnTPscG3H5lINkT1ZojA0LM4hJjDmK1f1QxQf3INAb8GV/5jZT1My gydTB9muMNk14NEk/8mkXXBt1ukzjEaydI8MEY2OivNHyYQtIft5pNgiG7QW04lWCi75Dg2uYI7X ona1LIUXTxcuJczM0LJLYXOX5lMAH8fyxq2PdoC3TdZ6rYurYIqlf4WyMxjvp8x78jkrZfag+MpA vQZl6ujVlOVMAXmziQefNwWGo1fP9F9YdGymm5Td+BMAAP//AwBQSwMEFAAGAAgAAAAhAA3RkJ+2 AAAAGwEAACcAAAB0aGVtZS90aGVtZS9fcmVscy90aGVtZU1hbmFnZXIueG1sLnJlbHOEj00KwjAU hPeCdwhvb9O6EJEm3YjQrdQDhOQ1DTY/JFHs7Q2uLAguh2G+mWm7l53JE2My3jFoqhoIOumVcZrB bbjsjkBSFk6J2TtksGCCjm837RVnkUsoTSYkUiguMZhyDidKk5zQilT5gK44o49W5CKjpkHIu9BI 93V9oPGbAXzFJL1iEHvVABmWUJr/s/04GolnLx8WXf5RQXPZhQUoosbM4CObqkwEylu6usTfAAAA //8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQDp3g+//wAAABwCAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABbQ29udGVu dF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAKXWp+fAAAAANgEAAAsAAAAAAAAAAAAAAAAAMAEA AF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAGt5lhaDAAAAigAAABwAAAAAAAAAAAAAAAAAGQIA AHRoZW1lL3RoZW1lL3RoZW1lTWFuYWdlci54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAIVqihCEHAADbHQAA FgAAAAAAAAAAAAAAAADWAgAAdGhlbWUvdGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbFBLAQItABQABgAIAAAAIQAN 0ZCftgAAABsBAAAnAAAAAAAAAAAAAAAAACsKAAB0aGVtZS90aGVtZS9fcmVscy90aGVtZU1hbmFn ZXIueG1sLnJlbHNQSwUGAAAAAAUABQBdAQAAJgsAAAAA ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/colorschememapping.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/image001.jpg Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Type: image/jpeg /9j/4AAQSkZJRgABAgAAAQABAAD/2wBDAAgGBgcGBQgHBwcJCQgKDBQNDAsLDBkSEw8UHRofHh0a HBwgJC4nICIsIxwcKDcpLDAxNDQ0Hyc5PTgyPC4zNDL/2wBDAQkJCQwLDBgNDRgyIRwhMjIyMjIy MjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjIyMjL/wAARCAAfAFgDASIA AhEBAxEB/8QAHwAAAQUBAQEBAQEAAAAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtRAAAgEDAwIEAwUFBAQA AAF9AQIDAAQRBRIhMUEGE1FhByJxFDKBkaEII0KxwRVS0fAkM2JyggkKFhcYGRolJicoKSo0NTY3 ODk6Q0RFRkdISUpTVFVWV1hZWmNkZWZnaGlqc3R1dnd4eXqDhIWGh4iJipKTlJWWl5iZmqKjpKWm p6ipqrKztLW2t7i5usLDxMXGx8jJytLT1NXW19jZ2uHi4+Tl5ufo6erx8vP09fb3+Pn6/8QAHwEA AwEBAQEBAQEBAQAAAAAAAAECAwQFBgcICQoL/8QAtREAAgECBAQDBAcFBAQAAQJ3AAECAxEEBSEx BhJBUQdhcRMiMoEIFEKRobHBCSMzUvAVYnLRChYkNOEl8RcYGRomJygpKjU2Nzg5OkNERUZHSElK U1RVVldYWVpjZGVmZ2hpanN0dXZ3eHl6goOEhYaHiImKkpOUlZaXmJmaoqOkpaanqKmqsrO0tba3 uLm6wsPExcbHyMnK0tPU1dbX2Nna4uPk5ebn6Onq8vP09fb3+Pn6/9oADAMBAAIRAxEAPwCzp2ne FtO8C2Wv69YWUzS2sdxcXF1Cs008si72+ZsszMxPf8gKpadouveJ0F7oXw48NWWmOMwy6tbKHkXs QFwQD9COepo0XTU8T+KfAWhXo36ZZ6FFqcsJ6Stt2gEdxlV/An1rrdH+JPibV9OuvE9voNg3ha3e ff8A6SVuliiUsZMH5T0+6Oc8dPmoA4+dU8LXUUXjn4f6NZWkzbE1GwtI3hDejDBI/PPB4NdZJ4S8 NNGssWh6S0bqGVltIyCD0IOK0fD2peIviBpCL4g8P6Z/wjWr2shDQ3BMsIzhQwYcseoK9MZ4PFc7 8NnuR4UutNupPMfStQmsFf1VMEf+hED2ApMTC80DwxYWs11c6NpccMKF3c2kfAAye1YSaDJd2Nhq Z0Hwvo1jqdylpp6ajYNLNPI+dmRGuEDYPX8e1bnjuFpfCd8FhMyp5crxjqyLIrMP++Qa0Pile6tq um+Dr7wn4iksrTUNQSzWS2mZBI02PLZtvVV2NlT69KECMC00bT7bWJND17wppNnqkcfnIYreN4bi PON8Z2569QeRV+70HwxY2k11c6NpccMKF3c2icKBk9q2viDdW158QPDVjbbZLyxjubi5KnmGJ0Cq G/3mwce2awfGsTTeEb4LCZgnlyvGOrIsisw/75BoAxY9HjvLSHUJNN8GaBZ3SlrOPWIR58y5++VX AVT+NXrPSNOh1aTRdc8LaRa6ksXnxtDBG8NzFnG+NtucZ7HkV0Gq3WjnxPc6/cabf63puq6Wsdj5 Fmk8PuoI+ZWzng4xlvYDAit57M+BNEuxu1fTYLu5u0zlraGQERo/oSSvHbb9KBj/ABB4f0ez8O6j eWmmWlrdW1u9xBcW0SxSRSICysrrgghgDwaK0vFH/Ipaz/14T/8AotqKEJHKafrcWlQ+EPHGmN9t t9Kso9M1eGLO+JNuM4PoSxz0J284Oa9J0HwB4I1UprGkXdzd6XNK1wtlHdsbQSMuGPl9jg4wfpjH FfNOlavrHgbxBdRoqrPC7215ay4eOTaSrIwBwec8g/Sukh8R+B2mN5Fa+JdCun5kj0e5QRk+xYgj 6AAUxnsGq2HhH4RQjVY72/ub+KKSPS9MnvWkClzyETspPUnP4nFc34f1nSvAfh2Kz8Saktvq+oSP f3EPlu7Iz4+8FBwcAdcc59K4BfGHhfQ5GvdA0i/vdWPK3+tSq7RH1CqcE+/Brhr6+utSvpr29nee 5mbfJI5yWP8Ant2oA99k+JnhBif+Jtn/ALdpf/iK5+LxJ4QsXl/sjxfq+kQykl7ewMqRbj1YKYyF P0xXjNd5r/juG80jQ4dMa6W70+3giYzxgomyARSKAzyBkfnKqsSsOHWQkFVYVjttK8X+BdHWU2+q yPPO26e4mimklmb1ZiuTWj/wsnwieurf+S0v/wATXiPiHUYdS1meSzWSLTY3aOwt3AHkW+4lEwCR nByTkksWYkkknKosFj2aLxJ4QsXl/sjxfq+kQykl7ewMqRbj1YKYyFP0xVzSvF/gXR1lNvqsjzzt unuJoppJZm9WYrk1xtl4306xsdEhY314dPhlcQFWggSYwOsbBFmILLIykSoIXGGY73fK8x4n1a31 zXpdStrb7OJooTInP+tESCVslmZt0gZtzEsc5Y5JpjPWte+IHhe98O6na2+qb55rSWONfIlG5mQg DJXA5NFeK2NlcalqFtYWkfmXN1KsMKbgNzsQqjJ4GSR1ooA//9k= ------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/header.htm Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/html; charset="us-ascii"





Dina Arfianti Siregar, Asmuni, Tuti Angg= raini

 

Optimalisasi Dana Zakat dan Pemberdaya= an Ekonomi Umat di Indonesia

4=         &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           &nbs= p;            &= nbsp;           Sy= ntax Literate, Vol. 8, No. 7, Juli 2023

Syntax Literate, Vol. 8, No. 7, Juli 2023   &n= bsp;            = ;     5

 

 =

How to cite:

Dina Arfianti Siregar, A= smuni, Tuti Anggraini (2023) Optimalisasi Dana Zakat dan Pemberdayaan Ekonomi Umat di Indonesia= , (8) 7, http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i6

 

E-ISSN:

 

2548-139= 8

Published by:

Ridwan Institute =

 

------=_NextPart_01D9C135.241873B0 Content-Location: file:///C:/F057B2C8/Dina,siappublish.fld/filelist.xml Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Type: text/xml; charset="utf-8" ------=_NextPart_01D9C135.241873B0--