Pembelajaran Budaya Banyumasan Berbasis Nilai Pancasila di Sekolah Dasar Negeri Karangdadap Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas

  • Bagus Nur Ikhsan Program Pascasarjana, Universitas Terbuka
  • Novan Ardiy Wiyani Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin, Zuhri Purwokerto
  • Tita Rosita Program Pascasarjana, Universitas Terbuka
Keywords: Pembelajaran, Budaya Banyumasan, Nilai Pancasila

Abstract

Peran penting pendidikan dalam memerangi kemiskinan pengetahuan, memecahkan masalah kebodohan, dan meningkatkan kondisi bangsa. Melalui pendekatan “merdeka belajarâ€, pemerintah berusaha memperbarui sistem pendidikan untuk beradaptasi dengan perubahan waktu dan teknologi. Salah satu contoh kebijaksanaan lokal yang dibahas adalah budaya banyumasan di Daerah Banyumas, Jawa Tengah, dengan aspek artistik, kuliner, dan ekonomi lokalnya. Tujuannya adalah untuk menggambarkan dan menganalisis perencanaan, implementasi dan evaluasi Pembelajaran Budaya Banyumasan berdasarkan nilai-nilai Pancasila di Desa Karangdadap Kecamatan Kalibagor. Guru secara hati-hati merencanakan pembelajaran, mengidentifikasi metode, model, media, dan langkah-langkah yang tepat melalui rencana modul ajar dan kurikulum sebagai panduan dalam pengajaran. implementasi pembelajaran. Budaya belajar yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila di SD Negeri Karangdadap dilakukan dengan menggunakan metode, model, dan media yang sesuai dengan materi yang diajarkan, terutama yang terkait dengan materi makanan khas daerah setempat yaitu gropak. Guru melatih siswa dengan pendekatan pembelajaran diluar kelas mengunjungi industri gropak setempat untuk memahami material lebih baik dan untuk membuat gropak menjadi lebih dikenal oleh lebih banyak orang. Evaluasi dan penilaian yang dilakukan guru secara berkala mengevaluasi perkembangan siswa melalui evaluasi diagnostik, formatif, dan sumatif. Guru mencatat kemajuan siswa dan memberi motivasi kepada siswa yang membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam memahami materi. Sebagai kesimpulan, proses pembelajaran berjalan dengan baik dan menyeluruh, menggunakan metode yang tepat, serta evaluasi terstruktur untuk memastikan pemahaman siswa tentang materi pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Cet.15. Jakarta. Rineka Cipta.

Anna Minawati, A., Suryana, Y., & Elan. (2019). Penanaman Nilai-Nilai Sila Iii Pancasila melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Membangun Karakter Siswa Sekolah Dasar. In PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Vol. 6, Issue 1). http://ejournal.upi.edu/index.php/pedadidaktika/index

Ardy Wiyani, N. (2022). Merdeka Belajar untuk Menumbuhkan Kearifan Lokal Berbasis Nilai Pancasila pada Lembaga PAUD. Antroposen: Journal of Social Studies and Humaniora, 1(2), 63–74. https://doi.org/10.33830/antroposen.v1i2.3782

Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2014). Evaluasi Program Pendidikan: pedoman teoritis praktisi pendidikan.

Handayani, S. D., Irawan, A., Febriyanti, C., & Kencanawaty, G. (2022). Mewujudan Pelajar Pancasila Dengan Mengintegrasikan Kearifan Budaya Lokal Dalam Kurikulum Merdeka. Ilma Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 76–81. https://doi.org/10.58569/ilma.v1i1.457

Ho, W. C., & Law, W. W. (2020). Music education and cultural and national values. International Journal of Comparative Education and Development, 22(3), 219–232. https://doi.org/10.1108/IJCED-10-2019-0053

Ismail, S., Suhana, S., & Yuliati Zakiah, Q. (2021). Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Mewujudkan Pelajar Pancasila Di Sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1), 76–84. https://doi.org/10.38035/jmpis.v2i1.388

Iswatiningsih, D. (2019). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Sekolah. Jurnal Satwika, 3(2), 155. https://doi.org/10.22219/satwika.vol3.no2.155-164

Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi literatur: problematika evaluasi pembelajaran dalam mencapai tujuan pendidikan di era merdeka belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas Pekalongan 2020, 10–15. https://proceeding.unikal.ac.id/index.php/kip

Kaelan. (2001). Pendidikan Moral Pancasila. Paradigma.

Kemendikbud Ristek. (2021). Panduan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, 1–108. http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/profil-pelajar-pancasila

Kemendikbudristek BSKAP Nomor 009/H/KR. (2022). Tentang Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka.

Korhonen, R. (2021). Diversity and Cultural Heritage in the Finnish Pre-Primary Curriculum. In S. Gonçalves & S. Majhanovich (Eds.), Art in Diverse Social Settings (pp. 247–262). Emerald Publishing Limited. https://doi.org/10.1108/978-1-80043-896-520211016

Kurniawaty, I., Faiz, A., & Purwati, P. (2022). Strategi Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5170–5175. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3139

Kusumah, W., & Alawiyah, T. (2021). GURU PENGGERAK: Mendorong Gerak Maju Pendidikan Nasional. Penerbit Andi. https://books.google.co.id/books?id=BXxEEAAAQBAJ

Lestari, S., Siregar, T., & Nainggolan, J. (2019). Pengembangan Modul Ipa Terpadu Berbasis Kearifan Lokal Papua Materi Interaksi Mahluk Hidup Terhadap Lingkungan. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 7(3), 106–112. https://doi.org/10.31957/jipi.v7i3.1024

Liliweri, A. (2019). Pengantar Studi Kebudayaan. Nusamedia.

Mansur, N. (2012). The Urgency of Local Content Curriculum in Education. DIDAKTIKA Scientific Journal, 13(1), 68–79.

Marfai, M. A. (2019). Pengantar Etika Lingkungan dan Kearifan Lokal. UGM PRESS. https://books.google.co.id/books?id=9Q6XDwAAQBAJ

Mulyana. (2018). Kearifan lokal Indonesia: mengungkap nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Tiara Wacana. https://books.google.co.id/books?id=ea2DzgEACAAJ

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Bumi Aksara. https://books.google.co.id/books?id=0WAlEAAAQBAJ

Nuraini, L. (2019). Integrasi Nilai Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Matematika Sd/Mi Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 1(2). https://doi.org/10.21043/jpm.v1i2.4873

Nurjanah, U., & Pd, S. (2020). Implementasi Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Banyumasan (Studi Fenomenologi di Sekolah Dasar kelas IV Korwilcam Dindik Kalibagor). International Colloqium, 105–112. http://digitallibrary.ump.ac.id/id/eprint/816

Pawestri, A. G. (2020). Membangun Identitas Budaya Banyumasan Melalui Dialek Ngapak Di Media Sosial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 19(2), 255–266. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v19i2.24791

Putri, E., Halidjah, S., & Suparjan, S. (2022). Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Berbasis Kearifan Lokal Kota Singkawang pada Materi Bahasa Indonesia Kelas IV. PALAPA, 10(2), 344–360. https://doi.org/10.36088/palapa.v10i2.2213

Ridwan, N. A. (2007). Landasan keilmuan kearifan lokal. Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 5(1), 27–38.

Rukiyati, Purwastuti, L. A., Dwikurniani, D., & Siswoyo, D. (2013). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: UNY Pres, 51.

Samsuri. (2010). Pembentukan Karakter Warga Negara Demokratis dalam Politik Pendidikan Indonesia Periode Orde Baru Hingga Era Reformasi. MGMP UNY.

Setiadi, K. (2019). Pengaruh Kearifan Lokal dan Kecerdasan Spiritual terhadap Perilaku Peserta Didik. Urnal Ilmiah AL-Jauhari: Jurnal Studi Islam Dan Interdisipliner.

Shufa, F., Khusna, N., & Artikel, S. (2018). Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Sekolah Dasar : Sebuah Kerangka Konseptual. Inopendas Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1(1), 48–53. https://jurnal.umk.ac.id/index.php/pendas/article/view/2316

Siregar, I., & Naelofaria, S. (2020). Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Tingkat Sekolah Dasar (Sd) Di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 7(2), 130–135. https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v7i2.135

Soraya, S. Z. (2021). Penguatan Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 12(1), 74–81. https://doi.org/10.51200/uji.v12i.3291

Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 43(2), 8–16.

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Sumpenowati, D. T., & Uswatusholihah, U. (2023). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Gropak di Desa Karangdadap di Masa Pandemi Covid19. 1(1), 26–35. https://doi.org/10.25008/ahsana.v1i1.311

Suryana, C., & Iskandar, S. (2022). Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 7317–7326. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3485

Susanti, A. (2017). Perpustakaan Prasekolahku, Seru! (Sutomo (ed.)). Restu Bumi Kencana.

Tarigan, M., Alvindi, A., Wiranda, A., Hamdany, S., & Pardamean, P. (2022). Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Perkembangan Pendidikan di Indonesia. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar , 3(1), 149–159. https://doi.org/10.33487/mgr.v3i1.3922

Uno, H. B. (2021). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Bumi Aksara. https://books.google.co.id/books?id=8o5_tQEACAAJ

Wala, G. B. D., & Koroh, L. I. . (2022). Studi Etnografi Tentang Budaya Sekolah Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Di Smk Negeri 2 Loli. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 2(4), 285–295. https://doi.org/10.51878/cendekia.v2i4.1675
Published
2024-02-12