Analisis Komunikasi Krisis YG Entertainment dalam Kasus Burning Sun

  • Ni Putu Ayuniantari LSPR Communication and Business Institute, Jakarta, Indonesia
  • Eunike Serfina Fajarini LSPR Communication and Business Institute, Jakarta, Indonesia
  • Eunike Iona Saptanti LSPR Communication and Business Institute, Jakarta, Indonesia

Abstract

Kesuksesan industri hiburan Korea Selatan tidak lepas dari peran perusahaan agensi hiburan yang mencetak idola ternama. Untuk mempertahankan reputasi sebagai industri yang sukses menaungi artis dan grup ternama, perusahaan agensi harus memiliki cara berkomunikasi yang tepat, termasuk disaat perusahaan dilanda krisis. Penelitian ini mengangkat salah satu agensi idol Korea Selatan YG Entertainment yang mengalami situasi krisis pada 2019 lalu. Pimpinan YG Entertainment beserta artis yang dinaunginya terbukti terlibat skandal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana perusahaan agensi hiburan merespons krisis dan bagaimana respon krisis yang seharusnya diberikan sesuai dengan kerangka Situational Crisis Communication Theory. Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis yang dialami oleh YG Entertainment termasuk dalam ranah victim cluster dengan jenis krisis yaitu rumor dan malevolence toward organization. Adapun rekomendasi untuk YG Entertainment dalam mengatasi krisis rumor adalah merespons dengan cepat, konsisten dengan pesan-pesan inti, dan terbuka dengan informasi serta bersikap jujur.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Jun 20, 2021
How to Cite
AYUNIANTARI, Ni Putu; FAJARINI, Eunike Serfina; SAPTANTI, Eunike Iona. Analisis Komunikasi Krisis YG Entertainment dalam Kasus Burning Sun. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, [S.l.], v. 6, n. 6, p. 2946-2956, june 2021. ISSN 2548-1398. Available at: <https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/1522>. Date accessed: 03 aug. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i6.1522.