Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 6, No. 9, September 2021

 

DETERMINAN KEPUTUSAN INVESTASI PELAKU USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA DEPOK JAWA BARAT

 

Dahlia Pinem

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Indonesia

Email: dahlia.pinem@upnvj.ac.id

 

Abstrak

UMKM merupakan sektor yang menjadi penopang perekonomian di Indonesia dan berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dan pertumbungan ekonomi. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, financial technologi, sikap keuangan, herding dan overconfidence terhadap keputusan investasi Pelaku UMKM di Kota Depok, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Pelaku UMKM di Kota Depok, Jawa Barat sebagai populasi dan menggunakan sampel sebanyak 100 responden. Metode probability sampling, simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan metode analisis PLS (Partial Least Square) dengan software Smart PLS 3.0. Pengukuran Variabelnya dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Financial Teknologi dan Overconfidence berpengaruh positif terhadap Keputusan Investasi UMKM dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi, tetapi pada Variabel Literasi Keuangan, Sikap Keuangan dan Herding tidak berpengaruh terhadap Keputusan Investasi. Dalam hal ini bahwa indicator-indikator yang terdapat dalam variabel Financial Teknologi dan Overconfidence mempengaruhi Pelaku UMKM dalam pengambilan Keputusan Investasi.

 

Kata Kunci:   literasi keuangan; financial technologi; sikap keuangan; herding; overconfidence; keputusan investasi

 

Abstact

MSME is a sector that supports the economy in Indonesia and plays a major role in the absorption of labor and economic growth. The purpose of this study is to analyze the effect of financial literacy, financial technology, financial attitudes, herding and overconfidence on investment decisions of MSME actors in Depok City, West Java. This research is a quantitative research. This study uses MSME actors in Depok City, West Java as the population and uses a sample of 100 respondents. Probability sampling method, simple random sampling. Data was collected by distributing questionnaires. The data analysis technique used the PLS (Partial Least Square) analysis method with Smart PLS 3.0 software. Measurement of the variables using a Likert scale. The results showed that the Financial Technology and Overconfidence variables had a positive effect on MSME investment decisions in making decisions to invest, but the Financial Literacy, Financial Attitudes and Herding variables had no effect on Investment Decisions. In this case, the indicators contained in the Financial Technology and Overconfidence variables affect MSME actors in making investment decisions.

 

Keyword:  financial literacy; financial technology; financial attitudes; herding; overconfidence

 

Received: 2021-08-20; Accepted: 2021-09-05; Published: 2021-09-20

 

Pendahuluan

Pertumbuhan Ekonomi suatu daerah sangat besar peranan dari pada UMKM baik yang dilakukan oleh perorangan maupun badan usaha. Pandemi virus Corona (COVID-19) juga berimbas pada UMKM Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45% pelaku UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan di masa pandemi. Survei Asian Development Bank (ADB) menunjukkan, 88% pelaku usaha mikro harus 'tahan napas' karena kehabisan kas atau tabungan akibat pandemi. Tak hanya itu, lebih dari 60% usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya. Padahal, UMKM punya peran besar demi memulihkan ekonomi Indonesia dari dampak COVID-19.

Jumlah UMKM terus mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2015-2020. UMKM terus meningkat namun pemerintah merasa hal itu masih belum cukup. Presiden Republik Indonesia (2018) menyatakan bahwa dalam rangka meningkatkan UMKM di Indonesia menurunkan tarif PPh Final menjadi 0,5%, agar para pelaku usaha bisa melakukan ekspansi usaha karena pajak yang harus dibayarkan menjadi kecil supaya dan pelaku umkm akan lebih cepat dan efisien dan dapat meningkatkan penyerapan Tenaga Kerja, Pertumbuhan Ekonomi, sumbangan PDB sampai kepada Investasi.

UMKM merupakan sektor yang menjadi penopang perekonomian di Indonesia karena >99% usaha yang ada di Indonesia merupakan UMKM. Eksistensi dan perkembangan UMKM yang semakin besar bukan bebas dari masalah atau kendala dalam pelaksanaannya tetapi terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM salah satunya adalah Kemampuan Investasi pelaku UMKM. Kegiatan investasi dilakukan oleh para investor guna meningkatkan kesejahteraan yang diharapkan (Fachrudin & Fachrudin, 2016). Dalam sudut pandang usaha bisnis, (Yulianti & Silvy, 2013) menunjukkan bahwa investasi berperan penting dalam peningkatan nilai perusahaan. Keputusan bisnis merupakan cara atau tindakan  berinvestasi pada untuk menghasilkan keuntungan pada masa yang akan datang (Putri & Hamidi, 2019). Peningkatan aktivitas UMKM sebagai alternative yang mampu mengurangi beban ekonomi nasional maupun regional. Disamping itu ada hal hal yang dapat menghabat berkembangnya UMKM yaitu faktor pembiayaan dimana masih tingginya tingkat suku bunga pinjaman. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kota Depok, karena lokasinya sangat strategis berekatan dengan Jakarta dan merupakan daerah penyangga, oleh karena itu pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dapat menyelaraskan peluang dan potensi yang dimiliki oleh kota Depok. Tantangan yang dihadapi kota Depok masih tingginya tingkat pengangguran, oleh karena itu pemerintah mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh UMKM.

Berikut ini adalah data jumlah UMKM di Kota Depok berdasarkan Wilayah Kecamatan tahun 2019.

Tabel 1

Jumlah UMKM di Kota Depok Menurut Wilayah

No

Kecamatan

Jumlah UMKM

1.

Beji

269

2.

Bojongsari

125

3.

Cilodong

337

4.

Cimanggis

274

5.

Cinere

54

6.

Cipayung

187

7.

Limo

140

8.

Pancoran Mas

441

9.

Sawangan

166

10.

Sukmajaya

455

11.

Tapos

298

Jumlah UMKM Depok

2746

Sumber: Dinas Koperasi & UMKM

Pelatihan terhadap Pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terus dilakukan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam memperbaiki kualitas produk yang akan dijual di pasar supaya lebih dapat bersaing.

Ada beberapa kendala yang dialami oleh UMKM di Depok yakni pengambilan keputusan Investasi yang berkaitan dengan perilaku keuangan usaha. Pada saat ini penawaran tingkat suku bunga masih terlalu tinggi sebesar 10% per bulan menjadi tidak masuk akal bagi UMKM. Pelaku UMKM sering mengandalkan informasi yang diperoleh dari orang sekitar antara pelaku satu dan yang lainnya, melihat bahwa orang lain mendapatkan imbal hasil dari investasi tersebut, dan tergoda untuk melakukan investasi sehingga memutuskan untuk melakukan investasi tersebut atas dasar keputusan yang diambil oleh orang lain serta menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Keputusan Investasi merupakan sebuah kebijakan atau tindakan untuk berinvestasi pada satu atau lebih asset untuk menghasilkan lebih banyak pengembalian di masa depan (Putri & Hamidi, 2019). Pengambilan keputusan investasi merupakan suatu langkah guna menarik kesimpulan atau membuat keputusan tentang beberapa masalah tertentu, memilih antara 2 atau banyak investasi alternatif, atau mengubah input menjadi bagian dari output. Dengan adanya perencanaan dalam keputusan investasi, maka keputusan investasi yang akan diambil dapat meminimalisir resiko yang ada. Dalam Era teknologi 4.0 seperti sekarang ini, pengambilan keputusan investasi juga dipengaruhi oleh faktor fintech, yang merupakan pemanfaatan teknologi sistem keuangan yang mampu menghasilkan produk, jasa, teknologi dan model bisnis baru serta berdampak pada stabilitas moneter, sistem keuangan, efisiensi, keamanan dan keandalan sistem. pembayaran. Kehadiran fintech mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, karena masyarakat diberikan kemudahan dalam bertransaksi dan berinvestasi.

Literasi Keuangan mengacu pada pengetahuan, manajemen keuangan, dan dapat digunakan untuk pedoman atau dasar pengambilan keputusan terbaik untuk mencapai kemakmuran (Savira, Pinem, & Nawir, 2021). Banyak UMKM yang tidak dapat mengelola keuangan dengan baik karena rendahnya pengetahuan untuk membuat akun akun yang sesuai dan rapi. Hal lain yang menjadi persoalan adalah rendahnya investasi yang dilakukan oleh UMKM yang dikarenakan tidak mengetahui cara berinvestasi dengan benar dan investasi apa yang harus dilakukan, hal tersebut diakibatkan oleh literasi keuangan UMKM yang rendah.

Faktor yang kedua Financial Teknologi (Rasuma Putri & Rahyuda, 2017) menyatakan bahwa Financial teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. (Azalea, Tukan, & Pinem, 2017) menyatakan bahwa Financial teknologi tidak berpengaruh terhadap keputusan Investasi. Faktor yang ketiga Sikap Keuangan (Rosyadah, 2020) menyatakan bahwa dampak korelasi yang rendah dan memiliki signifikan terhadap keputusan Investasi, (Humaira & Sagoro, 2018) menyatakan bahwa Sikap memiliki pengaruh positif terhadap Keputusan Investasi. Faktor yang ke empat Herding (Madaan & Singh, 2019), (Mutawally & Haryono, 2019) menyatakan bahwa Herding berpengaruh siqnifikan terhadap keputusan investasi dan (Chhapra, Kahsif, Rehan, & Bai, 2018) menyatakan overconfidence tidak signifikan terhadap keputusan Investasi. Faktor yang kelima overconfidence (Chhapra, Kahsif, Rehan, & Bai, 2018), (Madaan & Singh, 2019) menyatakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi dan (Afriani & Halmawati, 2019) menyatakan tidak signifikasi terhadap keputusan investasi. Berdasarkan penelitian terdahulu terdapat Research gap yang menunjukkan adanya kontroversi pada setiap variabel independen yang tidak kondisten, maka harus diadakan pengujian ulang terhadap variabel yang tidak konsisten, agar dapat diketahui apakah hasil yang diperoleh berpengaruh atau tidak.

Pelaku UMKM memiliki beberapa masalah yang menjadi perhatian, diantaranya masalah kondisi finansial yang kurang baik, walaupun berfungsi sebagai penggerak dalam menjalankan operasionalnya seperti arus kas yang tidak sehat, pengeluaran yang tidak terduga dan kesulitan dalam mendapatkan akses pendanaan lainnya.  Pengetahuan keuangan. Keterampilan keuangan dan penguasaan alat keuangan sangat diperlukan dalam menjalankan operasional yang baik. (Rasyid, 2018) menjelaskan keterampilan keuangan sebagai sebuah teknik untuk membuat keputusan dalam perilaku manajemen keuangan, seperti menyiapkan sebuah anggaran, memilih investasi, memilih rencana asuransi, dan menggunakan kredit adalah contoh dari keterampilan keuangan.

Permasalahan dalam hal keterampilan keuangan yang dialami para pelaku UMKM utamanya adalah dalam hal menyiapkan anggaran. Kebanyakan pelaku UMKM tidak pernah menyiapkan anggaran keuangan dalam manajemen usahanya, terbukti berdasarkan survei yang dilakukan (Raharjono, 2012), kebanyakan pelaku UMKM tidak pernah membuat pembukuan apapun terkait manajemen usahanya. Seharusnya pelaku UMKM membuat pembukuan terkait perencanaan anggaran, pelaksanaan, dan pengendalian dalam keuangannya Namun fakta yang ditemukan adalah kesadaran pelaku UMKM untuk membuat pembukuan untuk manajemen keuangan usahanya masih sangat rendah. Penyebab rendahnya kesadaran pelaku UMKM dalam membuat perencanaan angaran dikarenakan oleh pemikiran pelaku UMKM bahwa perencanaan anggaran tidak penting dan dapat diatur dengan mudah dan tidak ada dampak buruk bagi keberlangsungan usaha mereka meskipun pelaku UMKM tidak melakukan perencanaan anggaran. Permasalahan keterampilan keuangan yang selanjutnya adalah dalam hal investasi. Tidak banyak pelaku UMKM yang terjun ke dunia investasi. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, penyebab rendahnya minat pelaku UMKM untuk berinvestasi dikarenakan para pelaku UMKM tidak cukup paham dan bahkan sama sekali tidak tahu mengenai apa itu investasi. Sehingga para pelaku UMKM memilih tidak berinvestasi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan pelaku UMKM tentang investasi masih sangat rendah.

Permasalahan keterampilan keuangan tidak hanya dalam hal anggaran dan investasi saja, dalam hal kredit juga para pelau UMKM juga mengalami kendala. Pengetahuan mengenai kredit para pelaku UMKM masih sangat rendah. Pelaku UMKM tidak begitu paham faktor-faktor yang memengaruhi kelayakan kredit, sehingga sulit bagi pelaku UMKM untuk memperoleh tambahan modal. Selain itu, banyak pelaku UMKM yang tidak melakukan berbagai pertimbangan saat mengajukan kredit, seperti pertimbangan tingkat bunga pinjaman dan jangka waktu pinjaman. Seharusnya para pelaku UMKM mampu mempertimbangkan berbagai hal pada saat akan mengajukan kredit agar dapat menggunakan kredit secara bijaksana. Berdasarkan Penelitian faktor yang mempengaruhi Keputusan Investasi Literasi Keuangan (Mertha Dewi & Purbawangsa, 2018) melakukan riset yang mencetuskan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi artinya semakin tinggi literasi Keuangan maka semakin baik keputusan untuk melakukan investasi. (R. A. Putri & Yuyun, 2020) yang menyebutkan bahwa tidak ada pengaruh literasi keuangan pada pengambilan keputusan investasi.

Adapun fenomena yang terjadi membuat peneliti tertarik untuk meneliti berbagai faktor yang menjadi permasalahan pelaku UMKM di Kota Depok dalam pengambilan Keputusan Investasi. Dimana bahwa penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari literasi keuangan, financial technology, sikap keuangan, herding dan overconfidence terhadap keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok, Jawa Barat. Serta membuat para pelaku UMKM lebih memiliki pengetahuan keuangan yang baik, agar terhindar dari adanya penipuan yang mengakibatkan usaha yang dijalankan tidak berjalan dengan lancar.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan kepada 100 UMKM yang ada di Kota Depok Jawa Barat sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan lima variabel independen dan satu variabel dependen. Variabel dalam penelitian ini yaitu:

a.       Variabel Dependen

Keputusann Investasi yaitu sebuah tindakan atau kebijakan yang diambil dalam penanaman modal pada satu asset atau lebih untuk menghasilkan pengembalian di masa yang akan datang. Keputusan Investasi diukur menggunaka skala likert dilihat dari indikator yaitu keamanan berinvestasi, resiko investasi, keuntungan yang diharapkan dan pertumbuhan investasi.

b.      Variabel Independen

1)      Literasi Keuangan (X1)

Merupakan proses kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan keyakinan (confidence) konsumen maupun masyarakat agar mereka mampu mengelola keuangan pribadi dengan baik.

2)      Financial Teknologi (X2)

Financial Technology diartikan sebagai transformasi layanan keuangan melalui suatu teknologi yang dapat menghasilkan model model bisnis, aplikasi, proses, dan produk dengan efek material terkait layanan keuangan.

3)      Sikap keuangan (X3)

Sikap Keuangan merupakan sebagai keadaan pikiran, pendapat, serta penilaian tentang keuangan pribadinya yang diaplikasikan ke dalam sikap.

4)       Herding (X4)

Herding merupakan perilaku individu yang cenderung mengikuti dan meniru perilaku sekelompok orang karena kemudahan yang mereka

5)      Overconfidence (X5)

Kepercayaan diri yg tinggi dari individu investor sendiri, dengan melebih-lebihkan perkiraan atau terlalu banyak memperkirakan hasil yang belum pasti pada investasi

 

Hasil Dan Pembahasan

A.    Hasil Penelitian

1)      Deskripsi Data Responden

Pada penelitian ini peneliti menyebarkan kuisioner sesuai dengan karakteristik dan kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, jenis usaha dan pendapatan. Berikut deskripsi data responden yang diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada 100 UMKM di Kota Depok tahun 2021:

Karakteristik responden:

Berikut karakteristik responden menurut jenis kelamin, usia, pendidikan dan bidang usaha berdasarkan hasil penyebaran kuisioner:

 

 

 

 

 

 

Table 2

Karakteristik Responden

 


                Usia                                           Jumlah                                Persentase

 


Jenis Kelamin

Perempuan                                      60                                60%

Laki- laki                                        40                                40%

Usia

 < 20                                               3                                    3%

20-29                                              15                                15%

30 – 39                                            37                                37%

  >40                                                 45                                45%

Pendidikan terakhir

SD                                                  5                                    5%    

SMP                                                20                                20%

SMA                                               54                                54%

S1/S2                                              21                                21%

Jenis Usaha

Kuliner                                            56                                56%

Produksi                                         5                                    5%

Jasa                                                 14                                14%

Fashion                                           10                                10%

Lainnya                                           15                                15%

_____________________________________________________________

Sumber: data diolah

 

Berdasarkan data diatas jumlah responden laki-laki 40% dan Perempuan 60%, usia diatas 40 tahun terdapat 45 responden yang mendominasi pelaku UMKM, Pendidikan terakhir paling banyak SMA sebanyak 54%, Jenis Usaha kuliner 56% yang mendominasi di Kota Depok Jawa Barat.

2)      Analisis Data dan Uji Hipotesis

Pada penelitian ini, teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis dilakukan menggunakan metode partial least square (PLS) dengan software Smart PLS 3.0.

3)      Model Pengukuran (Outer Model)

Maka hasil diagram jalur sebagai berikut:

 

Gambar 1

Nilai Loading Factor Outer Model

Sumber: Hasil Output Smart PLS 3.0

 

Pada instrument pernyataan di indikator variabel literasi keuangan, financial technology, sikap keuangan, herding, overconfidence dan keputusan investasi dimana lebih kecil dari 0,5 nilai loading factor maka tidak dapat digunakan dan dihapus serta tidak dapat diikut sertakan dalam analisis selanjutnya. Untuk validitas variabel literasi keuangan dan keputusan investasi indikator tidak menunjukkan halangan karena hasil menunjukkan lebih besar dari 0,5. Hasil indikator pada variabel financial technology yaitu hasil lebih kecil dari 0,5 yaitu FT2, FT4, dan FT5. Lalu pada indikator sikap keuangan yaitu SK2 dan SK7 sebesar 0,411 dan 0,380 kemudian untuk indikator herding terdapat pada indikator HR1 sebesar 0,085 dan HR4 sebesar 0,205, dan pada variabel overconfidence yaitu terdapat pada indicator OV2 sebesar 0,365 dan OV sebesar 0,359 sehinga hasil jawaban tersebut dihilangkan dan tidak dapat dipergunakan lagi pada tahap selanjutnya.

Untuk mendapatkan hasil yang aktual maka harus dilakukan analisis ulang pada Smart PLS 3.0 untuk mendapatkan data yang optimal lalu dilakukan perhitungan kemudian re-estimasi dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

 

Gambar 2

Nilai Loading Factor Outer Model Setelah Re-estimasi

Sumber: Hasil Output Smart PLS 3.0

 

Hasil re-estimasi ulang dalam gambar 5 dapat dilihat, karena semua instrumen setiap indikator sudah valid dengan pemenuhan seluruh syarat, disebabkan seluruh nilai korelasi yaitu loading factor > 0,50. Sehingga instrumen pernyataan pada indikator penelitian ini sudah sesuai syarat uji validitas konvergen (convergent validity).

4)      Uji Validitas Konvergen

Dibawah ini merupakan hasil output software Smart PLS 3.0:

 

Tabel 3

Outer Loading Factor Output PLS

 

Keputusan Investasi

Literasi Keuangan

Financial Techonology

Sikap Keuangan

Herding

Overconfidence

KI1

0.664

 

 

 

 

 

KI2

0.623

 

 

 

 

 

KI3

0.672

 

 

 

 

 

KI4

0.737

 

 

 

 

 

KI5

0.727

 

 

 

 

 

KI6

0.777

 

 

 

 

 

KI7

0.741

 

 

 

 

 

KI8

0.768

 

 

 

 

 

LK1

 

0.851

 

 

 

 

LK2

 

0.591

 

 

 

 

LK3

 

0.846

 

 

 

 

LK4

 

0.765

 

 

 

 

LK5

 

0.554

 

 

 

 

LK6

0.802

LK7

 

0.824

 

 

 

 

LK8

0.620

FT1

 

 

0.775

 

 

 

FT3

 

 

0.819

 

 

 

FT6

 

 

0.768

 

 

 

SK1

 

 

 

0.855

 

 

SK3

0.869

SK4

 

 

 

0.608

 

 

SK5

0.795

SK6

 

 

 

0.798

 

 

SK8

0.652

HR2

 

 

 

 

0.872

 

HR3

0.673

HR5

 

 

 

 

0.665

 

HR6

 

 

 

 

0.831

 

OV1

 

 

 

 

 

0.709

OV3

 

 

 

 

 

0.898

OV5

 

 

 

 

 

0.692

OV6

 

 

 

 

 

0.899

Sumber: Outer Loading Factor hasil Ouput SmartPLS 3.0.

Pada tabel 3 menunjukkan bahwa semua nilai loading factor berada di atas 0,5. Hal tersebut menunjukan bahwa hasil dari indikator dalam penelitian ini adalah valid atau telah memenuhi convergent validity.

5)      Uji Validitas Diskriminan

Model yang digunakan untuk melihat discriminant validity adalah dengan melihat nilai squareroot of average variance extracted (AVE). Nilai yang disaran kan adalah diatas 0,5. Berikut merupakan hasil output Smart PLS 3.0. yang diperoleh dari nilai AVE.

 

Tabel 4

AveragenVariancenExtracted (AVE)

Keterangan

Average Variance Extracted (AVE)

Keputusan Investasi (Y)

0.512

Literasi Keuangan (X1)

0.548

Financial Technology (X2)

0.620

Sikap Keuangan (X3)

0.592

Herding (X4)

0.587

Overconfidence (X5)

0.649

Sumber: Hasil output smart PLS 3.0

         

Pada tabel 4 menunjukan semua konstruk yang ada pada model penelitian dikatakan valid karena memiliki nilai AVE diatas 0,50.  Model lain yang digunakan untuk melihat discriminant validity adalah dengan melihat Fornell – Lacker Criterium sebagai berikut:

 

Tabel 5

Fornell – Lacker Criterium

 

Keputusan Investasi (Y)

Literasi Keuangan (X1)

Financial Technology (X2)

Sikap Keuangan (X3)

Herding (X4)

Overconfidence (X5)

Keputusan Investasi

0.715

Literasi Keuangan

0.460

0.740

Financial Technology

0.795

0.329

0.788

Sikap Keuangan

0.456

0.984

0.319

0.769

Herding

-0.255

-0.243

-0.158

-0.231

0.766

Overconfidence

0.459

0.332

0.402

0.323

-0.055

0.806

Sumber: Hasil output smart PLS 3.0

         

Berdasarkan tebal 5 terlihat bahwa discriminant validity melalui tabel fornell-lacker criterium memiliki nilai diatas 0,6 kepada masing-masing setiap konstruk variabelnya. Maka dapat disimpulkan semua konstruk dikatakan valid.

6)      Uji Reabilitas PLS

Pada smart PLS 3.0 selain menggunakan uji validitas konstruk, juga menggunakan uji reliabilitas konstruk yang diukur dengan composite reliability dan cronbach’s alpha. Dibawah ini merupakan hasil output smartPLS 3.0 composite reliability dan cronbach’s alpha pada masing-masing konstruk:

 

Tabel 6

Composite Reliability dan Cronbach'snAlpha

Keterangan

Composite Reliability

Cronbach's Alpha

Literasi Keuangan (X1)

0.905

0.877

FinancialTechnology( X2)

0.830

0.696

Sikap Keuangan (X3)

0.895

0.859

Herding (X4)

0.848

0.779

Overconfidence (X5)

0.879

0.813

Keputusan Investasi (Y)

0.893

0.866

Sumber: Hasil Ouput SmartPLS 3.0.

 

Berdasarkan tabel 6, bahwa hasil output composite reliability menunjukkan hasil nilai composite reliability pada variabel literasi keuangan, financial technology, sikap keuangan, herding, overconfidence, dan keputusan investasi adalah > 0,6 yang berarti bahwa alat ukur yang digunakan reliabel atau mencukupi (sufficient reliability. Pada uji reliabilitas dapat dilengkapi dengan hasil Cronbach’s Alpha. Nilai untuk menjadi reliable pada Cronbach’s Alpha adalah harus diatas 0,6

7)      Model Struktural (Inner Model)

Pengujian terhadap model struktural (innernmodel) ini dilakukan dengan melihat R-Square, Q-Square dan Nilai t-Statistik.

8)      R-Square

Hasil R-Square dari output software smartPLS 3.0 sebagai berikut:

 

Tabel 7

R-Square dan R-Square Adjusted

 

R-Squaree

R-SquarenAdjusted

Keputusan Investasi (Y)

0,698

0,682

Sumber: Hasil Ouput SmartPLS 3.0.

         

Pada tabel 7 dapat diketahui bahwa besarnya nilai R-Square Adjusted sebesar 0,682. Maka dapat dikatakan nilai R-Square () pada kontribusi literasi keuangan, financial technology, sikap keuangan, herding, dan overconfidence terhadap keputusan investasi adalah sebesar 68,2% dan sisanya sebesar 31,8% dipengaruhi   oleh faktor external dari penelitian ini.

9)      Uji Hipotesis

Tabel 8

Hasil Nilai Koefisien Analisis Jalur

 

Original Sample (O)

Sample Mean (M)

Standart Deviation (STDEV)

T Statistic (|O/STDEV|)

P Values

Literasi Keuangan -> Keputusan Investasi

-0.041

-0.071

0.37

0.112

0.911

Financial Technology -> Keputusan Investasi

0.672

0.675

0.066

10.228

0.000

Sikap Keuangan -> Keputusan Investasi

0.218

0.244

0.36

0.605

0.546

Herding-> Keputusan Investasi

-0.101

-0.101

0.064

1.596

0.111

Overconfidence-> Keputusan Investasi

0.127

0.132

0.064

1.971

0.049

Sumber: Hasil Ouput SmartPLS 3.0.

 

Berdasarkan tabel  diatas terlihat pada kolom Original Sample (O) bahwa hasil nilai koefisien analisis jalur, dapat disimpulkan pengujian antar variabel literasi keuangan terhadap keputusan investasi sebesar -0,041, financial technology terhadap keputusan investasi sebesar 0,672, sikap keuangan terhadap keputusan investasi sebesar 0,218, herding terhadap keputusan investasi sebesar -0,101 dan overconfidence terhadap keputusan investasi sebesar 0,127. Hasil original sampel untuk kelima variabel tersebut adalah sebanyak 3 variabel memiliki hubungan yang positif yaitu financial technology, sikap keuangan dan overconfidence. Dan 2 variabel lainnya yaitu literasi keuangan dan herding memiliki hubungan negative.

10)  Uji t-Statistik

Uji t atau uji parsial digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikansi antara literasi keuangan (X1), financial technology (X2), sikap keuangan (X3), herding (X4), overconfidence (X5) terhadap keputusan investasi (Y).

 

 

 

 

Tabel 9

Hasil Nilai t – Statistik

 

T Statistic (|O/STDEV|)

P Values

Literasi Keuangan -> Keputusan Investasi

0.112

0.911

Financial Technology -> Keputusan Investasi

10.228

0.000

Sikap Keuangan -> Keputusan Investasi

0.605

0.546

Herding-> Keputusan Investasi

1.596

0.111

Overconfidence-> Keputusan Investasi

1.971

0.049

Sumber: Hasiloutput smartPLS 3.0.

Pada tabel 9. diatas menunjukkan bahwa variabel literasi keuangan memiliki t-hitung 0,112 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,911 > 0,05 ini menunjukkan H0 diterima dan Hɑ ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi.

Variabel financial technology memiliki t-hitung 10,228 > ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,000 < 0,05 ini menunjukkan H0 ditolak dan Hɑ diterima. Maka disimpulkan financial technology berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan investasi.

Variabel sikap keuangan memiliki t-hitung 0,605 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,546 > 0,05 ini menunjukkan H0 diterima dan Hɑ ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa sikap keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi.

Variabel herding memiliki t-hitung 1,596 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,111 > 0,05 dan ini menunjukkan H0 diterima dan Hɑ ditolak yang artinya bahwa herding tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap keputusan investasi.

Variabel overconfidence memiliki t-hitung 1,971 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,049 < 0,05 ini menunjukkan H0 ditolak dan Hɑ diterima. Maka disimpulkan overconfidence berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi.

B.     Pembahasan

1.      Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Investasi

Berdasarkan hasil penelitian pada pengujian hipotesos menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t-hitung 0,112 < ttabel 1,986, nilai signifikansi (P Values) 0,911 > 0,05 dan nilai original sampel sebesar -0.041 mengartikan bahwa tidak adanya pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok.

Adapun dalam hal ini indikator yang terdapat pada variabel lietrasi keuangan seperti keuangan pribadi, tabungan dan simpanan, asuransi dan investasi tidak memainkan kontribusinya dalam mempengaruhi keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Mertha Dewi & Purbawangsa, 2018), (Kalsum, Sarita, & Wawo, 2018), (Faidah, Rini, & Asri, 2020) dan (Alaarah & Bakri, 2020), yang didalam penelitiannya menyimpulkan bahwa variabel literasi keuangan berpengaruh positif terhadap keputusan investasi. Artinya semakin tinggi tingkat literasi keuangan maka semakin baik pula perilaku individu dalam pengambilan keputusan investasi. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kota Depok masih memiliki pengetahuan mengenai keuangan yang rendah. Pelaku UMKM di Kota Depok perlu menyadari bahwa pentingnya literasi keuanagn dalam pengelolaan keuanagn utnuk masa yang akan datang agar membantu orang menghindari masalah keuangan karena kualitas informasi tergantung pada kapasitas dan kebutuhan individu.

2.      Pengaruh Financial Technology Terhadap Keputusan Investasi

Berdasarkan hasil penelitian pada pengujian hipotesis menunjukkan bahwa financial technology berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t-hitung 10,228 > ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,000 < 0,05 dan nilai original sampel sebesar 0.672 mengartikan bahwa terdapat pengaruh financial technology terhadap keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok.

Adapun dalam hal indikator-indikator yang terdapat pada variabel financial technology seperti pemahaman mengenai financial technology, kemampuan mengakses teknology finansial, dan pemahaman mengenai produk-produk financial technology sebagai peran penting dalam mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan inverstasi karena seseorang dapat mengambil keputusan dengan tepat dengan adanya bantuan financial technology sehingga mengetahui manfaa-manfaat dan pemakaian teknologi finansial.

Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh (Junianto & Kohardinata, 2021) bahwa financial technology berpengaruh dan signifikan terhadap keputusan investasi. Dan penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang dibuat sebelumnya.

3.      Pengaruh Sikap Keuangan Terhadap Keputusan Investasi

Berdasarkan hasil penelitian pada pengujian hipotesis menunjukkan bahwa sikap keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai t-hitung 0,605 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,546 > 0,05 dan nilai original sampel sebesar 0.218 mengartikan bahwa tidak adanya pengaruh sikap keuangan terhadap keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok.

Adapun dalam hal ini indicator-indikator yang terdapat pada variabel sikap keuangan tidak memainkan kontribusinya dalam pengambilan keputusan investasi pelaku UMKM di Kota Depok. Maka penelitian ini tidak sejalan dengan hipotesis yang telah dibuat bahwa pada penelitian ini menghasilkan bahwa sikap keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi.

4.      Pengaruh Herding Terhadap Keputusan Investasi

Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa hasil pada pengujian hipotesis menunjukkan bahwa herding tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan investasi. Hasil tersebut diperoleh dari nilai t-hitung 1,596 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,111 > 0,05 dan sebesar -0.101 didapatkan dari nilai original sampel. Hal ini menunjukkan bahwa herding tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan investasi.

Adapun indikator-indikator yang terdapat pada variabel herding tidak memainkan kontribusinya dalam mempengaruhi keputusan investasi. Hasil ini dapat dijelasklan bahwa herding tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi. Hasil ini tidak mendukung hipotesis awal yang menyebutkan herding berpengaruh positif terhadap keputusan investasi.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Chhapra et al., 2018) dan (Naomi, Kiprop, & Tanui, 2018) bahwa variabel herding tidak berpengaruh terhadap keputusan investasi dan herding memiliki pengembalian resiko yang tinggi karena investor cenderung mengabaikan kepercayaan terhadap kemampuan pribadi nya dan mengikuti tindakan investor lain atau tindakan sekelompok orang serta mengabaikan resiko dan informasi yang dimilikinya. Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak sejalan dengan hipotesis yang sudah dibuat yaitu herding tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi UMKM di Kota Depok Jawa Barat.

5.      Pengaruh Overconfidence Terhadap Keputusan Investasi

Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa diperoleh pada pengujian hipotesis menunjukkan bahwa overconfidence memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Hasil ini diperoleh dari nilai t-hitung 1,971 < ttabel 1,986 dan nilai signifikansi (P Values) 0,049 < 0,05 dan sebesar 0.127 didapatkan dari nilai original sampel yang mengartikan bahwa terdapat pengaruh perilaku overconfidence terhadap keputusan investasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok. Dapat diartikan bahwa dalam indikator-indikator overconfidence seperti tingkat keyakinan dan tingkat kepercayaan dapat mempengaruhi, keputusan investasi UMKM di Kota Depok.

Hasil penelitian ini, sejalan dengan (Kartini & Nugraha, 2015), (Jannah, 2017), dan (Chhapra et al., 2018) yang didalam penelitiannya menyimpulkan bahwa variabel overconfidence berpengaruh secara positif terhadap keputusan investasi. Artinya semakin tinggi overconfidence maka semakin tinggi pula perilaku individu dalam pengambilan keputusan investasi. Oleh karena itu, ketika tingkat percaya diri individu tinggi, individu akan lebih memikirkan keterampilan pribadinya. Mereka yakin bahwa pendapatannya akan meningkat, sehingga mereka yakin bahwa mereka dapat memprediksi situasi dan memperoleh keuntungan atau berinvestasi dan melakukan investasi secara terus menerus.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hipotesis yang telah dibuat yaitu overconfidence berpengaruh positif terhadap keputusan investasi UMKM di Kota Depok Jawa Barat.

 

Kesimpulan

Variabel Financial Teknologi, dan Overconfidence berpengaruh positif terhadap Keptusan Investasi pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok, Jawa Barat dengan mempergunakan analisis Partial Least Squares (PLS). Sedangkan pada variable Literasi Keuangan, sikap keuangan dan Herding tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan investasi para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Depok, Jawa Barat. Adapun saran dari peneliti supaya Pemerintah Kota Depok memberikan Pelatihan dan Sosialisasi kepada UMKM mengenai masalah keuangan sehingga UMKM dapat berkembang dan tidak mengalami masalah dalam pengelolaan keuangan usaha di Kota. Untuk Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan UMKM sehingga Kesejahtraan UMKM di Kota Depok dapat ditingkatkan.

 


BIBLIOGRAFI

 

Afriani, D., & Halmawati. (2019). Pengaruh Cognitive Dissonance Bias , Overconfidence Bias Dan Herding Bias Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1(4), 1650–1665. Google Scholar

 

Alaarah, H., & Bakri, A. (2020). The Effect Of Financial Literacy On Investment Decision Making In Southern Lebanon. International Business And Accounting Research Journal, 4(1), 37–43. Https://Doi.Org/10.24856/Mem.V35i1.1246 Google Scholar

 

Azalea, B., Tukan, P., & Pinem, D. (2017). Analysis Of The Effect Of Financial Literation , Financial Technology , Income , And Locus Of Control On Lecturer Financial Behavior. 37–46. Google Scholar

 

Chhapra, I. U., Kahsif, M., Rehan, R., & Bai, A. (2018). An Empirical Investigation Of Investor’s Behavioral Biases On Financial Decision Making. 8(3), 99–109. Https://Doi.Org/10.18488/Journal.1007/2018.7.3/1007.3.99.109 Google Scholar

 

Fachrudin, K. R., & Fachrudin, K. A. (2016). The Influence Of Education And Experience Toward Investment Decision With Moderated By Financial Literacy. Polish Journal Of Management Studies, 14(2), 5. Google Scholar

 

Faidah, F., Rini,  Filang Puspita, & Asri,  Vikha Indri. (2020). Analisis Keputusan Investasi Pelaku Umkm Di Kudus. Ekonomi Bisnis, 21(1), 1–11.

 

Humaira, I., & Sagoro, E. M. (2018). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Kepribadian Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Pelaku Umkm Sentra Kerajinan Batik Kabupaten Bantul. Nominal: Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 7(1), 96–110. Google Scholar

 

Jannah, W. (2017). Analisis Fundamental, Suku Bunga, Dan Overconfidence Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Investor Di Surabaya. Ekspektra : Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 1(2), 138. Https://Doi.Org/10.25139/Ekt.V0i0.338

 

Junianto, Y., & Kohardinata, C. (2021). Financial Literacy Effect And Fintech In Investment Decision Making. Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis, 19(1), 168. Https://Doi.Org/10.31253/Pe.V19i1.515 Google Scholar

 

Kalsum, U., Sarita, B., & Wawo, A. B. (2018). Investment Decision In Small Business. 9(10), 1670–1675. Google Scholar

 

Kartini, K., & Nugraha, N. F. (2015). Pengaruh Illusions Of Control, Overconfidence Dan Emotion Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi Pada Investor Di Yogyakarta. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 4(2), 115–123. Https://Doi.Org/10.20885/Ajie.Vol4.Iss2.Art6 Google Scholar

 

Madaan, G., & Singh, S. (2019). An Analysis Of Behavioral Biases In Investment Decision-Making. International Journal Of Financial Research, 10(4), 55–67. Https://Doi.Org/10.5430/Ijfr.V10n4p55 Google Scholar

 

Mertha Dewi, I., & Purbawangsa, I. B. A. (2018). Pengaruh Literasi Keuangan, Pendapatan Serta Masa Bekerja Terhadap Perilaku Keputusan Investasi. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 7, 1867. Https://Doi.Org/10.24843/Eeb.2018.V07.I07.P04 Google Scholar

 

Mutawally, F. W., & Haryono, N. A. (2019). Pengaruh Financial Literacy, Risk Perception, Behavioral Finance Dan Pengalaman Investasi Terhadap Keputusan Investasi Mahasiswa Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen (Jim), 7(4), 942–953. Google Scholar

 

Naomi, C., Kiprop, S., & Tanui, J. (2018). Influence Of Herding Behavior On Investment Decision Of Smes In Bomet County , Kenya. East African Scholars Journal Of Economics, Business And Management, 4464(2), 34–39. Google Scholar

 

Putri,  Wilantika W., & Hamidi, M. (2019). Pengaruh Literasi Keuangan, Efikasi Keuangan, Dan Faktor Demografi Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Kasus Pada Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Manajemen, 4(1), 398–412. Google Scholar

 

Putri, R. A., & Yuyun, I. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengarui Keputusan Investasi Pada Investor Saham Di Surabaya. Jurnal Ilmu Manajemen, 8(1), 197–209. Google Scholar

 

Raharjono, E. R. W. & D. A. B. (2012). Survei Pemahaman Dan Pemanfaatan Informasi Akuntansi Dalam Usaha Kecil Menengah Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Bisnis, 7(Juli), 205–216. Google Scholar

 

Rasuma Putri, N. M. D., & Rahyuda, H. (2017). Pengaruh Tingkat Financial Literacy Dan Faktor Sosiodemografi Terhadap Perilaku Keputusan Investasi Individu. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 9, 3407–3434. Https://Doi.Org/10.24843/Eeb.2017.V06.I09.P09 Google Scholar

 

Rasyid, A. (2018). Urgensi Bimbingan Keagamaan Islam Terhadap Pembentukan Keimanan Mualaf: Studi Pada Majlis Taklim Al-Harokah Semarang. Uin Walisongo Semarang. Google Scholar

 

Rosyadah, K. (2020). The Influence Of Financial Knowledge , Financial Attitudes And Personality To Financial Management Behavior For Micro , Small And Medium Enterprises Typical Food Of Coto. 04(02), 152–156. Google Scholar

 

Savira, D. D., Pinem, D., & Nawir, J. (2021). Analisis Keputusan Invetasi Pelaku Umkm Di Kota Depok, Jawa Barat. 6(8). Google Scholar

 

Yulianti, N., & Silvy, M. (2013). Sikap Pengelola Keuangan Dan Perilaku Perencanaan Investasi Keluarga Di Surabaya. 3(1), 57–68. Google Scholar

 

Copyright holder:

Dahlia Pinem (2021)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: