APAKAH UPAYA PENCEGAHAN, FAKTOR PENYAKIT DAN FAKTOR INDIVIDU MEMPUNYAI DAMPAK TERHADAP CACAT TINGKAT II KUSTA

  • Cucu Herawati
  • Sudrajat Sudrajat

Abstract

Kusta menimbulkan masalah yang sangat kompleks, bukan hanya dari segi medis, namum sampai masalah sosial, ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan nasional. Penyakit kusta merupakan penyakit yang unik, hal ini disebabkan karena kusta dapat mengalami suatu periode yang dinamakan dengan reaksi dan dapat juga menimbulkan kecacatan yang permanen.1 Angka cacat tingkat II penderita kusta baru di Kabupaten Kuningan adalah 24%, angka tersebut jauh di atas target nasional yaitu di bawah 5%.3 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cacat tingkat II pada penderita kusta. Rancangan penelitian ini Case control. Populasi penelitian yaitu seluruh penderita baru kusta tahun 2013 sebanyak 87 orang. Jumlah sampel sebanyak 62 orang terdiri dari kelompok kasus 21 orang dengan kusta cacat tingkat II dan kelompok kontrol 42 orang dengan kusta cacat tingkat I dan cacat tingkat 0. Sampel dipilih yang sepadan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Didapatkan pengetahuan (p = 0,000 OR 13,6 95% CI 3,836-48,211) dan diagnosa (p=0,000 OR 36,0 95% CI 4,386-295,517) mempunyai hubungan yang bermakna dengan cacat tingkat II pada penderita kusta. Sedangkan umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, tipe kusta dan reaksi kusta tidak mempunyai hubungan yang bermakna. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat, keterampilan petugas kesehatan dalam mendiagnosa kusta secara dini, peningkatan penemuan aktif serta pemeriksaan kontak sebaiknya ditingkatkan sehingga keterlambatan diagnosa kusta dapat dicegah.

Kata Kunci : Kusta, Cacat Kusta, dan Cacat Tingkat II.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2018-07-27