Pengaruh Komunikasi Ibu Terhadap Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 2 Tahun

  • Awaliyah Ainun Niswah Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kemampuan berbahasa pada dua anak di usia yang sama 2 tahun berdasarkan frekuensi komunikasi dari ibunya. Subjek penelitian pertama bernama Gibran dan subjek penelitian kedua, yaitu Noval. Penelitian ini akan meninjau pemerolehan bahasa pertama pada tahap fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik kedua anak tersebut berdasarkan perbedaan frekuensi komunukasi dari ibunya. Riset ini mengandalkan teori pemerolehan bahasa anak Indonesia yang disusun oleh Soenjono Dardjowidjojo (2012). Dengan teori itu, dapat dilihat kemampuan berbahasa anak pada tahap fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dan pragmatik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi komunikasi orang tua terutama ibu sangat mempengaruhi dalam pemerolehan bahasa pertama anak. Selain itu, penerapan pola asuh komunikasi verbal yang aktif dari pengasuh juga dianggap sangat penting dalam proses pemerolehan bahasa pertama anak. Kurangnya komunikasi ibu sekaligus penerapan pola asuh komunikasi verbal yang pasif kepada anak bisa menyebabkan anak mengalami keterlambatan dalam pemerolehan bahasa pertama. Anak yang sering diajak berkomunikasi oleh ibu memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dari pada anak yang menerima ajakan berkomunikasi terbatas oleh ibu ataupun pengasuh

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Nov 25, 2021
How to Cite
NISWAH, Awaliyah Ainun. Pengaruh Komunikasi Ibu Terhadap Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 2 Tahun. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 250-261, nov. 2021. ISSN 2548-1398. Available at: <https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/4707>. Date accessed: 04 dec. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i1.4707.