Analisis Percepatan pada Proyek Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang dengan Metode Crashing dan Least Cost Analysis

  • Friska Amelia Sampul Universitas Sam Ratulangi
  • Arthur Harris Thambas Universitas Sam Ratulangi
  • Grace Yoyce Malingkas Universitas Sam Ratulangi
Keywords: pengembangan fasilitas pelabuhan laut, metode crashing, least cost analysis

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan mengatasi keterlambatan proyek Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Laut Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang disebabkan oleh berbagai permasalahan teknis, termasuk perubahan desain dan ruang lingkup pekerjaan. Dengan metode kualitatif, penelitian ini menggunakan Crashing Program dan Least Cost Analysis sebagai upaya percepatan proyek. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pengkajian data proyek, diikuti eksperimen rancangan skenario percepatan dengan penambahan waktu kerja dan tenaga kerja. Identifikasi awal menunjukkan adanya perubahan desain yang menyebabkan keterlambatan hingga -29,46%, mengakibatkan pemutusan kontrak dengan kontraktor awal. Melalui penerapan metode Crashing Program, skenario penambahan waktu lembur 3 jam per hari mempersingkat durasi proyek menjadi 424 hari dengan peningkatan biaya sebesar 0,39%. Penambahan shift kerja mempercepat pelaksanaan menjadi 399 hari dengan kenaikan biaya 0,05%, sementara skenario penambahan tenaga kerja mempercepat proyek menjadi 370 hari dengan tambahan biaya sebesar 0,01%, menjadikannya opsi paling efisien. Kesimpulannya, penerapan metode Crashing Program dan Least Cost Analysis terbukti efektif mempercepat proyek dengan tambahan biaya minimal, dan diharapkan dapat diintegrasikan sejak perencanaan awal hingga tahap monitoring di proyek konstruksi. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perencanaan percepatan berbasis analisis biaya dan waktu dalam proyek strategis untuk mencapai efisiensi waktu dan anggaran.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2025-02-17