Penerapan Metode Time Cost Trade Off untuk Optimasi Biaya dan Waktu Proyek dengan Penambahan Jam Kerja dengan Sofwear MS. Project (Studi Kasus : Central Control Building Indonesia Power PLTU Suralaya Jawa 9-10)
Abstract
Penelitian ini menganalisis dampak penambahan jam kerja lembur terhadap biaya dan durasi penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indonesia Power Suralaya Jawa 9-10. Hasil optimasi menunjukkan bahwa penambahan jam kerja lembur berdampak pada percepatan penyelesaian proyek, namun juga menyebabkan peningkatan biaya. Dengan penambahan jam lembur (2 jam), biaya proyek meningkat menjadi Rp. 56.987.974.792,80, dengan durasi penyelesaian 1.033 harim yang berarti melakukan percepatan sebesar 71 hari dibandingkan skenario tanpa penambahan jam lembur. Sementara itu, penambahan jam lembur (4 jam) meningkatkan biaya menjadi Rp. 57.530.985.623,63 dengan durasi penyelesaian 1.005 hari dan melakukan percepatan sebesar 99 hari. Dari segi biaya total, tanpa lembur memiliki biaya sebesar Rp. 56.771.180.714,74. Dengan penambahan jam lembur (2 jam) terjadi kenaikan biaya sebesar Rp. 216.719.719,60 atau 0,38%. Sedangkan dengan penambahan jam lembur (4 jam), biaya meningkat sebesar Rp. 759.910.487,29 atau 1,34%. Secara keseluruhan, optimasi menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO) menunjukkan bahwa percepatan waktu proyek dengan tambahan jam kerja lembur mengakibatkan peningkatan biaya yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan untuk efisiensi proyek.
Downloads
Copyright (c) 2025 Berlian Naluri Sukma, Yudi Setio Prabowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







