Karakteristik Pemilihan Lahan Potensial Untuk Pembangunan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

  • Syarif Hidayat Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Betty Susanti Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang
  • Yulindasari Sutejo Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Palembang
Keywords: Perumahan Subsidi, Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemilihan Lahan

Abstract

Rumah merupakan kebutuhan primer yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Namun, terbatasnya lahan dan naiknya harga tanah menjadi tantangan besar, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di Kota Palembang, pemerintah mengupayakan program perumahan subsidi sebagai solusi. Keberhasilan program ini memerlukan kontribusi aktif pengembang, khususnya dalam pemilihan lokasi lahan yang strategis dan layak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pemilihan lahan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dari perspektif pengembang. Sebanyak 35 responden dari 50 developer anggota REI Sumatera Selatan menjadi sampel, dihitung berdasarkan rumus Slovin dengan margin error 10%. Data dianalisis untuk menentukan bobot kriteria dan subkriteria pemilihan lahan. Hasil menunjukkan bahwa kriteria paling berpengaruh adalah RTRW dan legalitas (0,364), diikuti harga (0,247), aksesibilitas (0,238), kondisi lahan (0,077), dan infrastruktur (0,075). Subkriteria tertinggi meliputi sesuai RTRW dan SHM (0,324), harga < Rp150.000,- (0,208), dekat jalan utama (0,190), bebas bencana (0,061), dan akses transportasi umum (0,048). Temuan ini menekankan pentingnya legalitas dan keterjangkauan dalam menentukan lokasi lahan subsidi MBR yang layak huni, terjangkau, dan berkelanjutan secara ekonomi bagi pengembang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahman, H. A., & Rudiarto, I., 2017. Kajian Lokasi Potensial Pengembangan Perumahan Terjangkau di Kota Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 5(2), 104-111.
Adyatma, M. R., & Hadi, T. S., 2021. Analisis Penentuan Lokasi Perumahan oleh Developer Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Pada Sekitar Kawasan Industri. Jurnal Kajian Ruang Vol. 1 No. 2 September 2021 http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/kr
Auliandri, H., Wulandari, A., & Septianti, A., 2021. Faktor yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Kawasan Pemukiman Kel. Siantan Tengah Kec. Pontianak Utara. http;//jurnal.untan.ac.id/index.php/JMHMS/article/view/ 51720.
Azandi, R., 2021. Penilaian Lokasi Potensial Pengembangan Perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Di Kota Pekanbaru (Studi Kasus: Kecamatan Tampan) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Chamid, A. A. dan Murti, A. C., 2017. Kombinasi Metode AHP dan TOPSIS Pada Sistem Pendukung Keputusan. Prosiding SNATIF ke-4 Tahun 2017.
Farizki, M., & Anurogo, W., 2017. Pemetaan Kualitas Permukiman dengan Menggunakan Penginderaan Jauh dan SIG di kecamatan Batam Kota, Batam. Majalah Geografi Indonesia, 31(1), 39. http://doi.org/10.22146/mgi.24231 Haidir, H., & Rudiarto, I. (2019). Lahan potensial permukiman di Kota Semarang. Tataloka, 21(4), 575.
Juliardi, R., Hamid, A., Elvira., & Rustamaji, R. M., 2021. Penentuan Prioritas Lokasi Pembangunan Hunian Vertikal bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Metode Analytical Hierarchy Process di Kota Pontianak. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jtsuntan/article/view/44491.
Kementerian PUPR, “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 21/PRT/M/2016 tentang kemudahan dan/atau bantuan perolehan rumah bagi masyarakat.” 2016.
Saaty, T. L., 2000. Fundamentals of Decision Making and Priority Theory With The Analytic Hierarchy Process, 6th ed., vol. 6. Pittsburgh: RWS Publications.
UU Republik Indonesia, (2011). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
Published
2025-06-17