Strategi Penanggulangan Masalah Kelongsoran Lereng Timbunan Tanah Studi Kasus Jalan Akses Gunung Batin Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung

  • Muchammad Angga Firmansyah Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
  • Indrasurya Budisatria Mochtar Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
  • Putu Tantri Kumala Sari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Indonesia
Keywords: Cracked Soil, stabilitas timbunan, Safety Factor, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)

Abstract

Pulau Sumatera merupakan pulau dengan kontribusi perekonomian terbesar kedua bagi Indonesia setelah pulau Jawa. Hal tersebut menjadi alasan Pemerintah pusat untuk mendorong pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), salah satu jalur utama (backbone) JTTS adalah Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar - Kayu Agung (TBPPKA). Pada ruas jalan tol tersebut terdapat beberapa permasalahan geoteknik, salah satunya longsor yang terjadi pada timbunan jalan akses Gunung Batin sepanjang 150 meter pada KM 1+230 s/d 1+383 dengan tinggi timbunan tanah tertinggi mencapai 9,5 meter dari permukaan tanah asli. Telah dilakukan pengambilan data tanah dilapangan yaitu 3 titik Bor dan 3 titik CPTu, serta telah dilakukan uji properties tanah di laboratorium sebagai data primer. Hasil data tanah menunjukkan bahwa timbunan didominasi dengan tanah berpasir yang secara umum dilihat dari uji NSPT memiliki klasifikasi medium dense (NSPT > 10) mulai dari kedalaman 2 m dan tanah keras klasifikasi dense (NSPT > 30) pada kedalaman diatas 10 m. Dari hasil analisa awal didapatkan nilai safety factor > 1,5 yang artinya tanah timbunan stabil saat timbunan tidak jenuh air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab terjadinya longsor pada jalan akses Gunung Batin serta memberikan alternatif penanganan perbaikan yang efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan simulasi numerik elemen hingga menggunakan bantuan program GEO5 dan PLAXIS 2D dengan pendekatan filosofi cracked soil untuk mengetahui stabilitas lereng dan penyebab terjadinya longsor. Hasil analisa didapat bahwa lokasi longsor merupakan area limpasan air permukaan dan secara topografi tanah berada pada elevasi rendah dari area sekitar serta adanya fenomena cracked soil. Hal ini menyebabkan adanya perlemahan pada timbunan saat terjadi hujan, terbukti saat timbunan tanah dalam kondisi jenuh air dan parameter tanah dimodelkan dengan pendekatan filosofi cracked soil nilai kohesi (c) = 0 didapat nilai safety factor 0,79 < 1 yang mana timbunan mengalami kelongsoran. Perencanaan perbaikan diusulkan yang utama adalah pembuatan saluran drainase serta beberapa alternatif penanganan lain diantaranya kombinasi antara Dinding Penahan Tanah (DPT), Mini pile, Steel Sheet Pile (SSP) dan juga Bronjong. Dari pertimbangan aspek biaya beberapa alternatif penanganan, maka dipilih penanganan menggunakan DPT Beton Bertulang dengan pondasi Mini pile dengan biaya Rp. 2,669 miliyar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

SULOVSKA, M., & STACHO, J. (2021). ANALYSIS OF GEOGRID REINFORCED STRUCTURES WITH A PASSIVE FACING SYSTEM USING DIFFERENT COMPUTATIONAL METHODS. Sciendo, Civil and Environmental Engineering Vol. 17, Issue 2, 500-512.
(BSN), B. S. (2017). SNI 8460:2017: Persyaratan Perancangan Geoteknik. Jakarta: BSN.
A. R. Barzegar, M. A. Asoodar, & M. Ansari. (2000). Effectiveness of Sugarcane Residue Incorporation at Different Water Contents and The Proctor Compaction Loads in Reducing Soil Compactibility. Soil Tillage Res vol. 57, pp. 167–172.
Al-Shammary, M. R., Al-Saadi, A. J., & Al-Ameri, W. S. (2019). Study of Desiccation Cracks in Clayey Soil Under Different Environmental Conditions. Journal of Engineering and Sustainable Development.
Bowles, J. E. (1996). Foundation Analysis and Design (5th edition). McGraw-Hill.
Brandl, H. (2001). Mini Piles, Micro Piles. International Conference on Piling and Deep Foundations. Deep Foundations Institute.
Chimdesa, F. F., Chimdesa, F. F., Jilo, N. Z., Hulagabali, A., Babalola, O. E., Tiyasha, T., . . . Bhagat, S. K. (t.thn.). Numerical analysis of pile group, piled raft, and footing using fnite element software PLAXIS 2D and GEO5. Scientifiecs Reports.
Crosbie, M., & Watson, D. (2005). Time-Saver Standards for Architectural Design. New York: McGraww-Hill.
Das, B. (2014). Principles of Foundation Engineering . United States of America: Cengage Learning.
Fan, C. C., & Lee, Y. N. (2018). Effects of rainfall and desiccation on slope stability of compacted clayey soil. Engineering Geology.
FHWA. (2007). Geotechnical Engineering Circular No. 8: Design and Construction of Driven Pile Foundations. U.S. Department of Transportation. Federal Highway Administration.
Fine, S. (2024). Features of GEO5.
Ganapathy, G., Gayathiri, E., Gobinath, R., Salunkhe, A., & Pourghasemi, H. (2022). Ecoengineering practices for soil degradation protection of vulnerable hill slopes. Computers in Earth and Environmental Sciences: Artificial Intelligence and Advanced Technologies in Hazards and Risk Management.
Garcia, M., Juan, A., & Bedient, P. (2020). Integrating Reservoir Operations and Flood Modeling with HEC-RAS 2D. MDPI.
H.A. , T., & D.L., G. (2012). DEVELOPMENT OF A SOIL TEST FOR DETERMINING THE IMPACT OF SOIL DISTURBANCE. Agrociencia Uruguay.
Haris, V. T., Lubis, F., & Winayati. (2018). Nilai Kohesi dan Sudut Geser Tanah pada Akses Gerbang Selatan Universitas Lancang Kuning. Jurnal Teknik Sipil.
Hoek, E., & Brown, E. (1980). Underground Excavations in Rock. Institution of Mining and Metallurgy.
Huang, Y. H. (2004). Pavement Analysis and Design (2nd ed.). Pearson Prentice Hall.
Indraratna, B, & Chu, J. (2010). Ground Improvement Technologies: A Review. Geotechnical Engineering Journal of the SEAGS & AGSSEA.
Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga. (2019). Kumpulan Korelasi Parameter Geoteknik. Jakarta.
Kurniawan, I., & M Endayanti. (2022). Analisa Perkuatan Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus: Area Bendungan Wampu Kecamatan Kuta Buluh Kabupaten Karo). Jurnal Ilmiah Teknik Sipil.
Lee, Y. N. (2012). Analysis of Slope Stabilized by Pile Rows Considering Soil-Pile Interaction. Journal of The Korean Geotechnical Society, 28(1), 5-16.
Liu, H., Wang, J., Zhang, K., & Yaping, K. (2016). Effectiveness of Geotextiles for Road Slope Protection. Environ Earth Sei.
Look, B. (2007). Handbook of Geotechnical Investigation and Design Tables. London: Taylor & Francis Group.
Mulyono, T. (2017). Kepadatan Tanah, CPT dan SPT. Jakarta: FT-UNJ.
Murri, M., Surjandari, N., & As'ad, S. (2014). Analisis Stabilitas Lereng dengan Pemasangan Bronjong (Studi Kasus di Sungai Gajah Putih, Surakarta). e-jurnal Matriks Teknik Sipil.
N A Satriyo, & E Soebowo. (2017). Cone Penetration Test for Fasies Study: a rivew. Global Colloquium on GeoSciences and Engineering.
Pangemanan, V. G., & Sompie, A. (2014). Analisis Kestabilan Lereng Dengan Metode Fellenius (Studi Kasus: Kawasan Citraland). Jurnal Sipil Statik Vol.2.
Piling Handbook . (t.thn.). British Steel / Arcelor Mittal.
Poulos, H. G., & Davis, E. H. (1980). Pile Foundation Analysis and Design. John Wiley & Sons.
Prayogo, K., & Saptowati, H. (2016). PENYELIDIKAN STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK TANAH UNTUK DESAIN PONDASI IRADIATOR GAMMA KAPASITAS 2 MCi. JURNAL PERANGKAT NUKLIR ISSN No. 1978-3515.
PT Hutama Karya (Persero). (2023).
Ramadhan, A. G., Sefrina, A., & Farichah, H. (2025). Stabilitas Lereng Perkuatan Dinding Penahan Tanah Menggunakan Software Geo5 dan Perhitungan Empiris pada Proyek Jalan Lintas Selatan Lot 1A STA 4+600. Jurnal Talenta Sipil.
Ramadhan, R. G., Suwarno, & Mochtar, N. E. (2019). Analisis Penyebab Kelongsoran Dan Alternatif Perkuatan Tanah Timbunan Ruas Jalan Tol Batang - Semarang STA 383+100 - 383+900. Jurnal Teknik ITS Vol.8.
Ramli, M., Karasu, T., & Dawood, E. T. (2013). The Stability of Gabion Walls for Earth Retaining Structures. Alexandria Engineering Journal.
Ridwan, P., Arfiansyah, K., Kusumah, P., Amrullah, F., & Gani, R. (2018). Identifikasi Karakteristik dan Kualitas Andesit Sebagai Bahan Bangunan Daerah Batujajar, Kecamatan Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat. Geoscience Journal.
Rivanga, N., & Hamdan, I. (2018). Analisis Vacuum Consolidation pada Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Model Axisymmetric. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional.
Rosari A., A., Muris, & Arsyad, M. (2017). Analisis Sifat Fisis dan Sifat Mekanik Batuan Karst Maros. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF).
S. Kenai, R. Bahar, & M. Benazzoug. (2006). Experimental analysis of the effect of some compaction methods on mechanical properties and durability of cement stabilized soil. Mater. Sci., vol. 41 no. 21, pp. 6956–6964.
Shin, Y. J., & Kim, D. (2011). Assesment of Undrained Shear Strength based on COne Penetration Test (CPT) for Clayey Soils. KSCE Journal of Civil Engineering.
Silitonga, J., Yani, M. I., & Gandi, S. (2021). Korelasi CPT dan SPT Terhadap Kuat Geser Tanah Dalam Menentukan Daya DUkung Tanah. Jurnal Keilmuan Teknik Sipil.
SNI 8460. (2017). Persyaratan Perancangan Geoteknik. Badan Standarisasi Nasional.
Standards Australia. (2002). Australian Standard, Earth-retaining Structures (AS 4678-20). Sydney: AS 4678-2002.
Stefanof, D., & Dudzinski, P. (2020). Soil Shear Strength Determination Methods - State of the Art. Soil & Tillage Research.
Sudarsono, U., & Hasibuan, G. (2011). Karakteristik Geologi Teknik Tanah Residu Batuan Sedimen. Jurnal Geologi Indonesia.
Terzaghi, K, Peck, R. B, & Mesri, G. (1996). Soil Mechanics in Engineering Practice (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Terzaghi, K. (1934). Large Retaining Wall Test. Engineering News Record.
Ticoh, J., & Mandagi, A. (2017). Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus: Sekitar Areal PT. trakindo, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara). Jurnal Sipil Statik.
Utami, W., Setyanto, & Sulistyorini, R. (2019). Korelasi Uji Pemadatan Standard Proctor Method Terhadap Pengujian CBR Laboratorium Berdasarkan Alat Uji Tekan Modifikasi di Laboratorium Untuk Pemadatan Tanah di Lapangan. JRSDD, Maret 2019.
Vidayanti, D., Simatupang, P., & Silalahi, S. (2013). Sebaran Nilai N-SPT Dengan Parameter Kuat Geser Tanah Terhadap Grafik Korelasi Yang Ada, Studi Kasus: Wilayah Jakarta dan Sekitarnya. Seminar Nasional III Teknik Sipil 2013. Univ. Muhammadiyah Surakarta.
Wen, J., Chu, X., Xu, L., Yu, G., & Li, L. (2023). Probabilistic Pile Reinforced Slope Stability Analysis Using Load Transfer Factor Considering Anisotropy of Soil Cohesion. Wiley.
Wyllie, D., & Mah, C. (2004). Rock Slope Engineering - Civil and Mining, 4th edition. Oxon: Institute of Mining and Metallurgy.
zarafza, M., Akgün, H., Ghazifard, A., Asghari-Kaljahi, E., Rahnamarad, J., & Derakhshani, R. (2021). Discontinuous rock slope stability analysis by limit equilibriumapproaches. INTERNATIONAL JOURNAL OF DIGITAL EARTH.
Zuidam, V. (1985). Guide to Geomorphologic Aerial Photographic Interpretation an Mapping. Netherlands: ITC.
Published
2025-07-29