PEMERIKSAAN TELUR CACING ENTEROBIUS VERMICULARIS PADA SISWA KELAS 1–2 SDN 1 SEDONG KIDUL KECAMATAN SEDONG KABUPATEN CIREBON

  • Pipin Supenah

Abstract

Cacing kremi (Enterobius vermicularis) merupakan penyebab infeksi parasit pada
manusia yang paling sering di dunia.Parasit ini sering menyerang pada anak-anak
umur 1-10 tahun dan lebih banyak ditemukan pada golongan ekonomi lemah.
Parasit ini juga lebih banyak ditemukan di daerah dingin daripada di daerah
panas. Penelitian ini dilakukan dengan cara Anal swab atau Scotch tape. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing Enterobius
vermicularis pada siswa kelas 1-1 SDN 1 Sedongkidul Kecamatan Sedong
Kabupaten Cirebon dan persentase siswa kelas 1-1 yang terinfeksi telur cacing
Enterobius vermicularis di SDN 1 Sedongkidul Kecamatan Sedong Kabupaten
Cirebon. Cacing Enterobius vermicularis dikenal dengan nama cacing kremi,
tersebar luas diseluruh dunia dan umumnya menyerang anak-anak. Manusia
adalah satu-satunya hospes dan penyakitnya disebut Enterobiasis atau Oksiuriasis.
Cacing betina yang gravid mengandung 11.000 – 15.000 butir telur, bermigrasi ke
daerah perianal untuk bertelur dengan cara kontraksi uterus dan vaginanya. Telurtelur jarang dikeluarkan di usus, sehingga jarang ditemukan di dalam tinja.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu mencari data atau
informasi tentang adanya telur cacing Enterobius vermicularis pada daerah
perianal siswa kelas 1-1 SDN 1 Sedongkidul. Berdasarkan penelitian dari 38 siswa
didapatkan 3 terinfeksi cacing Enterobius vermicularis dan 35 tidak terinfeksi,
Dari uji statistik diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000 atau < 0,05, yaitu terdapat
telur cacing Enterobius vermikularis pada siswa SDN 1 Sedongkidul Kecamatan
Sedong Kabupaten Cirebon. Persentasi sebesar 8% terinfeksi telur cacing
Enterobius vermicularis dan 92% negative tidak terinfeksi.
Kata Kunci : Enterobius vermicularis, Kelas 1- kelas 2

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-05-22