Pengaruh Pencucian Deterjen dan Larutan Pemutih Terhadap Kadar DNA Bercak Urine di Kain

  • Meilia Wati Universitas Airlangga, Indonesia
Keywords: forensik, bercak urine, kadar DNA

Abstract

Identifikasi personal dalam bidang forensik berperan penting dalam penyelesaian kasus pidana maupun perdata, karena mampu membantu proses pembuktian hukum secara ilmiah. Salah satu sampel biologis yang sering ditemukan pada barang bukti adalah bercak urine, yang diketahui mengandung DNA dan dapat dimanfaatkan dalam proses identifikasi. Namun, pada praktiknya barang bukti seringkali mengalami pencucian, baik disengaja oleh pelaku untuk menghilangkan jejak maupun karena proses penyimpanan, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas DNA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencucian deterjen dan larutan pemutih terhadap kadar DNA bercak urine pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencucian menggunakan deterjen dan larutan pemutih terhadap kadar DNA bercak urine pada kain. Penelitian dilakukan dengan desain true experiment di Laboratorium Human Genetic Universitas Airlangga pada bulan Agustus 2024, menggunakan sampel bercak urine yang dicuci dengan aquades, deterjen, dan pemutih, kemudian diukur kadarnya dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar DNA sebesar 989,56 ?g/mL dengan standar deviasi 367,83, serta tidak terdapat perbedaan signifikan antarperlakuan berdasarkan uji ANOVA (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pencucian dengan deterjen maupun pemutih dapat menurunkan kualitas DNA, bercak urine tetap memiliki potensi untuk digunakan sebagai barang bukti forensik yang valid.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Albizar, Rizki. M.T.Indrayana. Miftah. 2014. Pengaruh Teknik Pencucian Terhadap Hasil Pemeriksaan Cairan Mani dan Spermatozoa pada Kain Katun. JOM. Vol.01. No.02. Oktober 2014.
Buchori, Ade. H.Firmansah. M.Anika. S.Ratnawati. U.T.Ulfa. Y.Zendrato. 2023. Komparasi Metode Ekstraksi DNA menggunakan Daun Padi: Review. Agriculture and Biological Technology. Vol.01. No.01. Desember 2023. Hlm: 40-50.
Dhamayanti, Rica. Enikarmila. M.Tegar. 2015. Kristal Hemoglobin pada Bercak Darah yang Terpapar Beberapa Sabun Cuci Piring Cair menggunakan Tes Teichmann dan Tes Takayama. JOM FK. Vol.02. No.02. Oktober 2015.
Nandarini, Ade Nadhia. 2021. Efek Pencucian Dan Waktu Penyimpanan Kadar DNA Pada Sampel Bercak Urin Di Kain (Studi Forensik Molekuler). Tesis. Universitas Airlangga. Surabaya.
Siswoyo, Adi Bagus. 2019. Ekstraksi DNA. Laporan Praktikum Dasar-Dasar Genetika Ikan. Institut Pertanian Bogor.
Sulistya, Ida Ayu. 2020. Pengaruh Penggunaan Natrium Hipoklorit (NaOCl) dalam Cairan Pemutih Pakaian Sebagai Pereaksi Pengujian Amonia Pada Air Limbah. Integrated Lab Journal. Vol.01. No.01. April 2020.
Yudianto, Ahmad. Yeti.E.S. 2016. Isolasi DNA dari Bercak Urine Manusia sebagai Bahan Alternatif Pemeriksaan Identifikasi Personal. Media Pharmaceutica Indonesiana. Vol.01. No.01. Juni 2016.
Yudianto, Ahmad., Agung Sosiawan. 2015. Panduan Laboratorium DNA Forensik. Panduan Laboratorium: Universitas Airlangga. https://repository.unair.ac.id/47369/. (diakses pada 10 Januari 2025).
Published
2025-08-22