Hubungan Tingkat Stress Dengan Intensitas Dismenore Pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Prima Indonesia
Abstract
Dismenore merupakan gangguan ginekologis yang sering dialami oleh wanita usia reproduktif dan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan intensitas dismenore pada mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Prima Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Visual Analogue Scale (VAS) untuk menilai intensitas dismenore. Sebanyak 68 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa sembilan item pada PSS-10 dinyatakan valid, sedangkan reliabilitas memiliki nilai Cronbachs Alpha sebesar 0,816, menunjukkan konsistensi yang kuat. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai r = 0,423 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat stres dan intensitas dismenore. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stres yang dialami mahasiswi, semakin berat pula nyeri haid yang dirasakan. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen stres di kalangan mahasiswi untuk mengurangi risiko peningkatan dismenore serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas akademik mereka.
Downloads
References
Al Saidi, H., Al-Mukhaini, M., Al-Risi, A., & Al-Adawi, S. (2020). Stress and Coping Strategies of Medical Students in Oman: A Cross-Sectional Study. Sultan Qaboos University Medical Journal, 20(1), e23–e30.
Chen, L., Zhang, Y., & Li, W. (2022). Stress and Dysmenorrhea: A Cross-Sectional Study among University Students. Women’s Reproductive Health Journal, 15(3), 321-335.
D’Anna-Hernandez, K. L., Ross, R. G., Natvig, C. L., & Laudenslager, M. L. (2011). Hair Cortisol Levels as a Retrospective Marker of Hypothalamic–Pituitary–Adrenal Activity Throughout Pregnancy: Comparison to Salivary Cortisol. Physiology & Behavior, 104(2), 348–353.
De Sanctis, V., Soliman, A., Bernasconi, S., Bianchin, L., Bona, G., Bozzola, M., & Rigon, F. (2015). Primary Dysmenorrhea in Adolescents: Prevalence, Impact and Recent Knowledge. Pediatrics Endocrinology Reviews, 13(2), 512-520.
Goyal, A., Singh, R., & Kumar, V. (2020). Sleep Patterns and Menstrual Pain in Young Women. Journal of Sleep Research, 29(1), 87-102.
Hansen, T., Lee, M., & Park, J. (2021). Cortisol and Hormonal Imbalance in Stress-Induced Dysmenorrhea. Endocrinology Research, 36(2), 145-160.
Harel, Z. (2008). Dysmenorrhea in Adolescents and Young Adults: Etiology and Management. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology, 21(1), 233-239.
Jones, M., Taylor, S., & White, R. (2019). Psychological Stress and Its Effects on the Menstrual Cycle. Journal of Psychosomatic Medicine, 45(2), 210-225.
Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2015). The Prevalence and Risk Factors of Dysmenorrhea. Epidemiologic Reviews, 37(1), 104–113.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (2020). Stress, Appraisal, and Coping. Springer Publishing.
Lestari, N. M. S. D. (2013, December). Pengaruh dismenorea pada remaja. In Prosiding Seminar Nasional MIPA.
Smith, R., Thompson, L., & Walker, D. (2021). Dysmenorrhea and Its Impact on Daily Activities. International Journal of Women’s Health, 17(1), 58-72.
Williams, L., & Wilkins, J. (2020). Gynecology and Obstetrics: A Comprehensive Guide. Academic Press.
Copyright (c) 2025 Hans Christian, Djamin Kartarino, Qori Fadillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







