Uji Efektivitas Antidiare Ekstrak Kulit Pisang Kepok Pada Tikus Putih Wistar Jantan Yang Terinduksi E. Coli
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) sebagai agen antidiare alami terhadap tikus putih jantan galur Wistar yang terinduksi Escherichia coli. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan rancangan post-test only control group design, yang dilaksanakan di Laboratorium Farmasi Universitas Sumatera Utara pada MaretJuni 2025. Sebanyak 25 ekor tikus dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (Loperamide HCl), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak kulit pisang kepok 300 mg/kgBB, 600 mg/kgBB, dan 900 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki efek antibakteri dan antidiare yang signifikan terhadap E. coli, dengan peningkatan efektivitas seiring dengan peningkatan dosis. Dosis 600 mg/kgBB dan 900 mg/kgBB menunjukkan hasil terbaik dalam menurunkan frekuensi buang air besar, memperbaiki konsistensi feses, dan menekan pertumbuhan koloni E. coli hingga tidak terdeteksi pada hari ketujuh. Kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid dalam ekstrak diduga berperan penting sebagai senyawa aktif yang bersifat antibakteri dan astringen. Dengan demikian, ekstrak kulit pisang kepok berpotensi menjadi alternatif obat antidiare alami dengan efektivitas setara obat sintetik seperti Loperamide HCl namun berisiko efek samping lebih rendah.
Downloads
Copyright (c) 2025 Devi Rayunita Marpaung, M. Chairul, Herlin Novita Pane

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







