Hak Penghasilan Akun Konten Kreator Sebagai Harta Waris Dalam Persfektif Fikih Kontemporer

  • Jeni Mutakin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Nurul Hasana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ahmad Maula Hadi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Keywords: harta waris digital, penghasilan konten kreator, māl mutaqawwim, fikih kontemporer

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital yang melahirkan bentuk kekayaan baru berupa pendapatan dari aktivitas konten kreator di berbagai platform media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Facebook. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum baru dalam hukum Islam mengenai apakah penghasilan digital tersebut dapat dikategorikan sebagai harta waris yang sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis status hukum penghasilan akun konten kreator sebagai harta waris dalam perspektif fikih kontemporer serta menjelaskan implikasi hukumnya bagi para ahli waris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yang bersumber pada literatur fikih klasik dan kontemporer, serta berbagai kajian ilmiah terkait harta digital dan kewarisan Islam. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka dan dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan konten kreator memenuhi kriteria māl mutaqawwim, yaitu memiliki nilai ekonomi, kepemilikan yang jelas, manfaat yang nyata, serta diperoleh melalui cara yang halal selama konten yang dihasilkan tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Oleh karena itu, penghasilan digital tersebut dapat dikategorikan sebagai tirkah yang wajib dibagikan kepada ahli waris sesuai ketentuan faraidh setelah dipenuhi kewajiban pewaris. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas dalam merespons perkembangan ekonomi digital dengan tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Ghazālī. (2007). Al-Mustaṣfā min ’Ilm al-Uṣūl (Vol. 1). Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah.

al-Hajjaj, M. bin. (2001). Ṣaḥīḥ Muslim (Vol. 3). Dār al-Fikr.

Al-Suyūṭī. (1998). Al-Asybāh wa al-Naẓā’ir (Vol. 1). Dār al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Al Fikri Ys, I., & Fu’ad, A. (2025). Peran maslahah mursalah dalam legislasi Islam kontemporer: Analisis mazhab dan implikasi kebijakan. Equality: Journal of Islamic Law, 3(2), 31–46. https://ejournal.uinsgd.ac.id/index.php/ejil/article/view/1936

Arief, A. S. (2003). Konsep al-māl dalam perspektif hukum Islam (studi terhadap ijtihad fuqaha’). Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 9, 3–10. https://media.neliti.com/media/publications/42546-ID-konsep-al-mal-dalam-perspektif-hukum-islam-studi-terhadap-ijtihad-fuqaha.pdf

Arisman, A., & Rahman, R. (2025). Content monetisation in the digital age: A Maqāṣid Sharī’ah study of YouTube, TikTok, and Facebook revenues. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam, 25(1), 133–152. https://doi.org/10.21154/altahrir.v25i1.10400

Cipta, H. (2018). Jual beli yang diridhoi dalam perspektif Surat An-Nisā’ (4) ayat 29. Asy-Syar’iyyah: Jurnal Ilmu Syari’ah Dan Perbankan Islam, 3(2), 47–62. https://doi.org/10.32923/asy.v3i2.1155

Fitri, I. R. (2025). Tinjauan hukum ekonomi syariah terhadap income konten kreator TikTok sebagai sumber penghasilan. Media Hukum Indonesia, 4(1), 120–129.

Fitri, I. R., Alizam, N., Nisa, S. A., & Herdiana, D. (2025). Media Hukum Indonesia ( MHI ) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Income Konten Kreator Tiktok Sebagai Sumber Penghasilan Media Hukum Indonesia ( MHI ). 4(1), 120–129.

Hayati, M., Ayu, E., & N. (2022). Perkembangan fikih muamalah konteks transaksi elektronik. Al-Fiqh, 2(1), 5–15. https://glorespublication.org/index.php/al-fiqh/article/view/370

Luthfi, F., Hasan, A., & Jalaluddin, J. (2024). Tantangan dan regulasi dalam pewarisan aset digital: Studi perbandingan hukum positif dan hukum Islam. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 2(4), 2212–2225. https://doi.org/10.62976/ijijel.v2i4.823

Musa, A. (2018). Kepemilikan dan penguasaan manfaat dalam perspektif fuqaha. Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 8(1), 46–56. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/dustur/article/download/3417/2383

Pratama, D., & Saipudin. (2025). Study of digital asset inheritance: A review of contemporary Islamic law in Indonesia. Istinbath: Jurnal Hukum, 22(2), 286–308. https://e-journal.metrouniv.ac.id/istinbath/article/view/11224

Pratama, D., Syariah, F., Al-ma, I., & Kanan, W. (2025). Study of Digital Asset Inheritance : A Review of Contemporary Islamic Law in Indonesia. 1, 286–308.

Putri, N. R., Rahman, T. A., Mu’aziah, S. R., & Hikmatullah. (2026). Kepastian hukum waris aset digital dalam perspektif hukum Islam dan nasional. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 5379–5389. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4032

Rahmani, I., & Aslati, A. (2025). Analisis yuridis terhadap legalitas penghasilan YouTuber dalam perspektif hukum Islam. Journal of Islamic Law and Wisdom, 1(1), 104–105. https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/jilaw/article/view/9638

RI, D. A. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Tahir, S. N., & Sawari, M. F. (2025a). Digital assets from an Islamic jurisprudential perspective. 15(1), 68–85.

Tahir, S. N., & Sawari, M. F. (2025b). Digital Assets from an Islamic Jurisprudential Perspective. 15(1), 68–85.

Thahir, R. Z., & Mu’minah, N. (2024). Hukum waris terhadap harta benda digital perspektif hukum Islam di Indonesia. Al-Bay’: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 3(1), 42–43. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/albay/article/download/10987/3758

Published
2026-03-19