Pengaruh Struktur Geologi terhadap Keterdapatan Endapan Laterit di Pulau Gag Kecamatan Waigeo Barat Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya

  • Anggun Qadarsih Tamima Universitas Papua
  • Ailin Anastasya Yarangga Universitas Papua
  • Nur Alzair Universitas Papua
Keywords: Struktur Geologi, Endapan Laterit, Ni, Fe, IDW, Petrografi

Abstract

Penelitian ini dilakukan di pulau Gag, Kecamatan Wageo Barat, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian ini dilaksanakan selama kurun waktu 2 bulan Mei-Juli 2023. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Geomorfologi, Stratigrafi, dan Struktur Geologi dengan skala 1:40.000 serta menganalisis hubungan struktur geologi dengan sebaran kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada Endapan Laterit Blok X. Metode yang digunakan berupa analisis petrografi dan interpolai IDW. Hasil penelitian membuktikan bahwa Geomorfologi di daerah  penelitian terdiri atas 6 satuan yakni lembah Struktural, Antropogenik, Denudasional, Gawir, Dataran serta Teras Pantai. Adapun Stratigrafi daerah penelitian terbagi atas 5 satuan batuan yakni Satuan Peridotit, Satuan Serpentinit, Satuan Vulkanik, Satuan Batugamping, dan Satuan Endapan Alluvial. Struktur geologi yang berkembang didaerah penelitian meliputi sesar Lag Left Slip Fault (Pengklasifikasian Rickard 1972). Sedangkan Kekar Gerus (Shear Joint) dengan arah relatif Baratlaut- Tenggara dan Timurlaut-Baratdaya. Berdasarkan hasil analisa struktur geologi dengan sebaran kadar Nikel (Ni) di daerah yang memiliki struktur teridentifikasi bahwa kandungan unsur nikel (Ni) lebih banyak terakumulasi di daerah yang memiliki struktur geologi dimana kadar nikel   (Ni)   pada   titik   struktur   menunjukan   besar   kadar   dengan   rata-rata mencapai 3.43 % . Sedangkan Berdasarkan hasil analisa strutur geologi dengan sebaran kadar Besi (Fe) pada interpolasi IDW menunjukan tingkat kadar paling tinggi berkisar 70.02 %.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditya, F. R. (2017). Tingkat serpentinisasi terhadap karakteristik perkembangan nikel laterit daerah Gumbil dan Kalang Batang, Kecamatan Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan.

Badan Geologi. (2011). Survei struktur geologi hubungannya dengan daerah mineralisasi di Kab. Bengkayang dan Kab. Landak, Kalimantan Barat. Laporan Tahunan Badan Geologi.

Butt, C., & Cluzel, D. (2013). Nickel laterite ore deposits: Weathered serpentinites. Elements, April 2013.

Golightly, J. P. (2010). Progress in understanding the evolution of nickel laterites. Society of Economic Geologists Special Publication, 15.

Hasria, Anshari, E., Muliddin, Restele, L. O., & Zulkifli, L. O. M. (2019). Pengaruh struktur geologi terhadap sebaran kadar nikel (Ni) dan besi (Fe) pada endapan nikel laterit zona saprolit PT. Manunggal Sarana Surya Pratama, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset dan Pertambangan (J-Ristam).

Maulana, A. (2014). Laporan akhir buku ajar endapan mineral. Universitas Hasanuddin.

Meilyn, M. A. (2024). Eksplorasi pendahuluan endapan nikel laterit pada lokasi IUP PT Graha Mining Utama Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Universitas Hasanuddin.

Rifqoh, N. U. R. B. (2025). Analisis kestabilan lereng tambang terbuka nikel laterit menggunakan metode total station pada site PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Universitas Hasanuddin.

Waheed, A. (2018). Nickel laterite: Fundamentals of chemistry, mineralogy, weathering processes, formation and exploration. Sorowako.

Wulandari, S. T. (2017). Kontrol struktur geologi terhadap mineralisasi (Studi kasus Blok Buana PT. Anugerah Alam Buana Indonesia) (Skripsi, Universitas Halu Oleo).

Published
2026-05-21