Kajian Penggunaan Antibiotik dan Pola Bakteri Sebagai Upaya Pengendalian Resistensi Antimikroba di Unit Bedah Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung
Abstract
Penggunaan antibiotik yang tinggi dan tidak rasional di rumah sakit berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba, terutama dengan dominasi antibiotik spektrum luas serta tingginya prevalensi bakteri gram negatif yang berpotensi resisten, sehingga diperlukan optimalisasi Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan antibiotik, tingkat rasionalitas, serta pola bakteri pada pasien rawat inap di SMF Ilmu Bedah. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode JuliDesember 2023. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan metode Defined Daily Dose (DDD) per 100 patient days dan klasifikasi Gyssens, sedangkan pola bakteri dianalisis berdasarkan hasil kultur spesimen darah dan urin. Hasil menunjukkan bahwa dari 2251 pasien, sebanyak 1445 pasien (64,19%) menerima antibiotik. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Ceftriaxon (22,1 DDD/100 patient days), diikuti Netilmicin (14,10) dan Cefuroxim (5,35), yang mencerminkan dominasi penggunaan antibiotik spektrum luas. Evaluasi rasionalitas menunjukkan sebagian besar penggunaan antibiotik tidak rasional, dengan kategori V sebesar 69,17% dan kategori 0 hanya 6,67%. Pola bakteri didominasi oleh gram negatif, yaitu Klebsiella pneumoniae (32,41%) dan Escherichia coli (26,89%) pada darah, serta Escherichia coli (62,5%) pada urin. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di unit bedah masih tinggi dengan tingkat rasionalitas yang rendah serta adanya potensi peningkatan resistensi antimikroba. Oleh karena itu, penguatan PPRA melalui audit penggunaan antibiotik, penyusunan pedoman berbasis antibiogram, dan peningkatan edukasi tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk menekan resistensi antimikroba.
Downloads
References
Alicia, T. Y., Pasya, A. R., Lestari, G., Muluk, S. L., & Leany, L. (2023). Studi Komparasi Prosedur Rinoplasti Dari Aspek Bedah Dan Non-Bedah: Efektivitas Dan Komplikasi. Health Information: Jurnal Penelitian.
Cathartica, A., Junando, M., Sayoeti, M. F. W., & Suri, N. (2025). Narrative review: Penggunaan antibiotik reserve dalam era resistensi antimikroba. Sains Medisina, 3(4), 131-138. https://doi.org/10.63004/snsmed.v3i4.663
Dewi, S. K., Rusdi, B., & Mulyanti, D. (2025, August). Kajian Resistensi Antibiotik pada Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. In Bandung Conference Series: Pharmacy (Vol. 5, No. 2, pp. 981-988). https://doi.org/10.29313/bcsp.v5i2.20925
Handayani, R. (2026). Efektivitas praotorisasi antibiotik terhadap penggunaan antibiotik di rumah sakit: Suatu systematic literature review. Marsi, 10(1). https://doi.org/10.52643/marsi.v10i1.7385
Hasan, N. T., Sutarto, S., Wardani, N. F., & Carolia, N. (2025). Nosocomial urinary tract infections: Risk factors, pathogens, and prevention strategies. Essentia: Journal of Medical Practice and Research, 1(2). https://doi.org/10.65310/fvf1tq16
Herawati, D. ., Azzahra, D. N., Farhah, H. D., Hadi, J. C. H., Sagala, J. T. ., Rosadi, N. C. ., Sarah, Rajagukguk, V. I. R. ., Ramadhani, Z. P. ., Sopiah, P. ., & Ridwan, H. . (2023). Efek Samping Penggunaan Antibiotik Irasional Pada Gangguan Pernapasan Infeksi Saluran Penafasan Akut: Side Effects of Irrational Antibiotic Use in Respiratory Disorders Upper Respiratory Tract Infection. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(2), 445-451. https://doi.org/10.33023/jikep.v9i2.1500
Mulyawantie, V., Ramadaniati, H. U., Sarnianto, P., & Hidayat, T. (2023). Evaluasi pelaksanaan pengendalian resistensi antimikroba dalam meningkatkan kualitas penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap pneumonia anak. Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO), 4(2), 173-181. https://doi.org/10.36590/v4i2.825
Ningtyas, W., Herawati, F., & Yulia, R. (2025). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien bedah. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2). https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i2.42655
Sahayuna, D. D., Sindy, S. P., Solihin, I., & Suharjono, S. (2024). Analisis penggunaan antibiotik pada pasien bedah umum dengan metode ATC/DDD di RSAU Efram Harsana Lanud Iswahyudi Maospati. Jurnal Pharmascience, 11(1). https://doi.org/10.20527/jps.v11i1.8914
Salam, M. A., Al-Amin, M. Y., Salam, M. T., Pawar, J. S., Akhter, N., Rabaan, A. A., & Alqumber, M. A. (2023, July). Antimicrobial resistance: a growing serious threat for global public health. In Healthcare (Vol. 11, No. 13, p. 1946). MDPI. https://doi.org/10.3390/healthcare11131946
Walsh, T. R., Gales, A. C., Laxminarayan, R., & Dodd, P. C. (2023). Antimicrobial resistance: addressing a global threat to humanity. PLoS medicine, 20(7), e1004264. https://doi.org/10.1371/journal.pmed.1004264
Widyawati, K. A., Suliati, S., Anggraini, A. D., & Istanto, W. (2024). Deteksi gen blaTEM dari bakteri Klebsiella pneumoniae penghasil extended spectrum beta-lactamase (ESBL) pada pasien infeksi saluran kemih. Jurnal Media Analis Kesehatan, 15(2). https://doi.org/10.32382/jmak.v15i2.814
Yasmin, A. A., Endarini, L. H., Mutiarawati, D. T., & Arifin, S. (2025). Identifikasi bakteri Klebsiella pneumoniae pada urine pasien dengan infeksi saluran kemih. Jurnal Sains Farmasi, 16(2). http://dx.doi.org/10.33846/sf16221
Zahrah, C. F., Rivani, E., Diba, M. F., Nawawi, R. A., & Amalia, E. (n.d.). Multidrug-resistant Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli di rumah sakit tersier pasca pandemi COVID-19: Prevalensi, karakteristik, dan pola kepekaan. Medika. https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/medika/en/article/view/1057
Copyright (c) 2026 Yared Yehuda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







