Analisia Susut Energi Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Kubu Setelah Beroperasinya Gardu Induk Kubu Studi Kasus Penyulang Kubu PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur
Abstract
Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada UP3 Bali Timur. Susut disebabkan oleh beberapa faktor seperti jarak saluran listrik yang terlalu jauh, panjang jaringan, ketidakseimbangan beban, sambungan (connector) konduktor yang panas dll. Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dengan beberapa cara yaitu penyisipan gardu induk, penyeimbangan beban penyulang dimana perbaikan tersebut bertujuan untuk mendapatkan besar penurunan susut/losses setelah dilakukan perbaikan dan besar saving (kWH) yang dapat disimpan PLN. Setelah dilkukan analisa maka diperoleh total penurunan susut sebesar 1.568 kW dan saving energi 11.269,60 kWh dimana panjang jaringan dan penyeimbangan beban trafo mempunyai pengaruh besar untuk menurunkan susut dari 5,61% menjadi 1,20% pada simulasi dan 1,89% pada perhitungan manual.
Downloads
References
Abdhul, Y. (2021). Studi pustaka: Pengertian, tujuan, dan metode. https://penerbitbukudeepublish.com/studipustaka/
Akbar, A., & Syafii. (2015). Analisa perbaikan profil tegangan system tenaga listrik Sumba menggunakan kapasitor bank dan tap transformator. Jurnal Nasional Teknik Elektro, 4(2).
Armanda, D. R., & Pawenary. (2017). Rencana peningkatan gardu induk konvensional 150 kV menjadi gardu induk digital di Sulawesi.
Frediyansah, A. (2018). Analisa rugi daya jaringan distribusi penyulang Pandean Lamper 06 PT PLN (Persero) Area Semarang. Universitas Semarang.
Gunawan, & Sentosa, J. (2013). Analisis perancangan gardu induk di Tallasa, Kabupaten Takalar. Dimensi Teknik Elektro, 1(1).
Hardani. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Ilmu.
Kristanto, Y. D. (2013). Analisa drop tegangan dan rugi-rugi daya jaringan tegangan rendah perumahan Sedayumas. Universitas Semarang.
Lumiu, F. (2018). Perencanaan jaringan distribusi sekunder di sekitar Gardu Induk 150 kV Paniki.
Pasha, A. C. (2019). Jenis kabel listrik dan fungsinya. https://m.liputan6.com/citizen/read/3911427/jenis-kabel-listrik-dan-fungsinya-simak-agar-kamu-tak-salah-pilih
Patarai, K. A. (2013). Transformator.
Pulungan, A. B., Sukardi, & Tambun, D. P. (2012). Keandalan jaringan tegangan menengah 20 KV di wilayah area pelayanan jaringan (APJ) Padang PT. PLN (Persero) Cabang Padang. Jurnal Nasional Teknik Elektro, 1(1).
Riskayanti, Yulianto, E., Adriani, & Nirwana, H. (2025). Perancangan alat untuk mengukur akurasi dan kesalahan pada KWh Meter 1 Fasa. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 3(1).
Santoso, Y. N., & Jony. (2013). Analisis perancangan gardu induk sistem luar ruangan 150 kV di Tallasa, Kabupaten Takalar.
Siregar, N. Y. (2020). Analisa rugi-rugi daya pada gardu induk 150 kV di PT. PLN (Persero) Sistem Khatulistiwa. 8(1).
SPLN-1. (1995). Tegangan Tegangan Standart. Perusahaan Listrik Negara.
SPLN-59. (1985). Keandalan Pada Sistem Distribusi 20 kV dan 6 kV. Perusahaan Listrik Negara.
Copyright (c) 2026 I Gusti Made Yoga Wijaya, I Wayan Sukadana, I Wayan Sutama, I Wayan Suriana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







