L'hyponymie Et L'hyperonymie dalam Cerpen Le Chat Botté Karya Charles Perault
Abstract
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sistem komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mengorganisasikan konsep dan merepresentasikan pengetahuan budaya. Dalam teks sastra, relasi semantik membantu pembaca memahami susunan makna yang berkaitan dengan tokoh, benda, tindakan, dan kategori sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hiponimi dan hiperonimi dalam cerpen Le Chat Botté karya Charles Perrault serta menjelaskan hubungan semantisnya melalui analisis komponensial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data berupa kata dan frasa yang mengandung hubungan makna hierarkis, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, pembacaan berulang, identifikasi, dan klasifikasi. Data dianalisis menggunakan teori semantik leksikal yang mencakup inklusi ekstensional, inklusi intensional, implikasi, hubungan hierarkis, dan ciri semantik pembeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai ranah semantik, meliputi tokoh, hewan, pakaian, bangunan, senjata, transportasi, makanan, alam, tempat, pekerjaan, perlengkapan, emosi, status sosial, pergerakan, anggota tubuh, benda berharga, dan komunikasi. Setiap hiperonim mencakup sejumlah hiponim yang memiliki komponen makna umum sekaligus ciri khusus sebagai pembeda. Relasi tersebut mengorganisasikan kosakata secara sistematis, memperjelas makna leksikal, memperkuat kohesi dan koherensi, serta mendukung penokohan, latar, dan perkembangan narasi. Penelitian menyimpulkan bahwa hiponimi dan hiperonimi merupakan unsur penting dalam struktur semantik Le Chat Botté dan memperlihatkan cara Perrault mengklasifikasikan realitas sosial serta budaya dalam cerita secara terstruktur, kontekstual, dan bermakna mendalam.
Downloads
References
Amanda, P., & Sumarlam. (2024). Relasi Hiponimi dalam Wacana Berita pada Portal BBC Indonesia. Cakrawala Linguista, 7(2), 140–149.
Arab, S. (n.d.). Hubungan Ontologis antara Bahasa dan Pemikiran: Analisis Filosofis terhadap Pendidikan Bahasa Arab.
Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Ayuma, A. D. H., Jhonatan, A. N., & Sari, L. R. (2026). Pembelajaran Bahasa Pada Hakikatnya Peran Konteks Budaya Dan Lingkungan Dalam Pembentukan Kemampuan Bahasa. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 2(1), 425–428.
Creswell, J. W. C. . J. D. (2024). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (A. Marks (ed.); Fifth Edit). SAGE Publications.
Dian Maharani, Hasea Sabam Simanjuntak, Nailah Cahyani, Rowimatul Hazizah, & Yuliana Sari. (2025). Makna dalam Era Digital: Kajian Semantik Terhadap Bahasa di Media Sosial Indonesia. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 841–862. https://doi.org/10.63822/capxn478
Dwi Praptiwi, Dian Nurul Fitra, & Fatmawati Fatmawati. (2025). Analisis Relasi Hiponimi dan Hiperonimi dalam Artikel Kesehatan di Kompas.Id. Sintaksis : Publikasi Para Ahli Bahasa Dan Sastra Inggris, 3(4), 131–136. https://doi.org/10.61132/sintaksis.v3i4.2028
Ginting, H., & Ginting, A. (2019). Beberapa Teori Dan Pendekatan Semantik. Pendidikan Bahasa Indonesia Dan Sastra (Pendistra), 71–78. https://doi.org/10.54367/pendistra.v2i2.594
Kasanova, R. (2025). Filsafat Bahasa. CV Eureka Media Aksara.
Kazmaly, A. (2024). The lexical semantics of personality words: On ‘shy’ and ‘outgoing.’ Lingua, 302, 103695. https://doi.org/10.1016/j.lingua.2024.103695
Nasrullah, R. (2024). Quo Vadis Bahasa? Menegaskan Hubungan Bahasa, Pendidikan, dan Budaya. Badanbahasa. Kemdikbud. Go. Id. Https://Badanbahasa. Kemdikbud. Go. Id/Artikel-Detail/4414/Quo-Vadis-Bahasa-Menegaskan-Hubungan-Bahasa-Pendidikan-Dan-Budaya.
Nisaul Zahra, Yuni Sonia, Saida Adilla, Riski Ainaul Mardiyah, & Dinda Amelia. (2024). Semantik Dalam Bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(6), 156–164. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i6.1163
Putri, B. T., Ayu, C. S., Ginting, M. A. B., Saidah, S., & Nasution, S. (2025). Budaya dan bahasa: Refleksi dinamis identitas masyarakat. Semantik: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 3(1), 20–32.
Salsabila, N., Al-Khanifah, H. K., & Bakar, M. Y. A. (2026). Bahasa, Pikiran, dan Budaya: Analisis Semantik Terhadap Fungsi Bahasa Sebagai Alat Komunikasi. Journal Sains Student Research, 4(1), 309–320.
Sholeha, M., Aipassa, S., Kamariah, S. P., Ed, C., Mutiara, A., Setyawati, A., Suari, A. A. P., SS, M., Arumsari, R. D., & SS, M. A. (2026). Pengantar Linguistik: Struktur, Makna, dan Penggunaan Bahasa. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Silalahi, M., Tobing, A. Y. L., Pakpahan, F. D. M., Siregar, D. V., & Sari, Y. (2024). Analisis Makna Semantik pada puisi “Hatiku Selembar Daun.” Jurnal Bahasa Daerah Indonesia, 1(2), 10. https://doi.org/10.47134/jbdi.v1i2.2501
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif Dan R%D. In Metodologi Penelitian Kuantitatif Dan R%D. Alfabeta.
Suhendi, E. T. (2017). Berbahasa, berpikir, dan peran pendidikan bahasa. Proceedings Education and Language International Conference, 1(1), 298–305.
Theys, F. (2025). L’agrafage hyponyme-hyperonyme : une solution singulière pour l’habitat langagier du sujet psychotique. Habiter N°3, 0–12.
Copyright (c) 2026 Erlangga Wahyu Panggih Widodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








