Konflik Sosial dalam Keluarga Arab Modern pada Film Groom dan Two Brides Perspektif Charles Sanders Peirce

  • Muhammad Zidane Alfarizi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Nurlinah Nurlinah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Khomisah Khomisah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Keywords: Konflik Sosial, Semiotika Charles Sander Peirce, keluarga Arab modern, Film Groom, Two Brides

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda ikonik, indeksikal, dan simbolik serta mengungkap makna konflik sosial dalam keluarga Arab modern pada film Groom & Two Brides. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Data penelitian berupa adegan, dialog, dan unsur visual dalam film yang merepresentasikan konflik sosial. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan kategori ikon, indeks, dan simbol dalam model triadik Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial dalam film dibangun melalui relasi tanda yang saling berkaitan. Ikon merepresentasikan situasi konflik secara visual, indeks menunjukkan hubungan sebab-akibat dari ketegangan sosial, sedangkan simbol merefleksikan benturan nilai antara tradisi dan modernitas dalam masyarakat Arab modern. Makna konflik sosial dalam film menunjukkan adanya pertentangan antara nilai kolektivitas keluarga dan keinginan individu untuk memperoleh kebebasan personal. Dengan demikian, film Groom & Two Brides merepresentasikan dinamika perubahan nilai dan relasi sosial dalam keluarga Arab modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anjani, T. F., & Rahmawati, A. (2022). Representasi Konflik Keluarga Dalam Film Yang Tak Tergantikan. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 239–261.

Anwary, A., & Istiadah, I. (2024). Exploring the complex narratives of toxic masculinity on the Instagram account@ thegentlemanrising. Lire Journal (Journal of Linguistics and Literature), 8(1), 199–216.

Arsati, M., Nurhadi, Z. F., & Suseno, N. S. (2023). Analisis Semiotika Makna Komunikasi Keluarga Pada Film Ngeri-Ngeri Sedap. Avant Garde, 11(02), 315–323. https://doi.org/https://doi.org/10.36080/ag.v11i2.2643

Bahri, S. (2022). Semiotika komunikasi sebagai satu pendekatan memahami makna dalam komunikasi. Jurnal Al-Fikrah, 11(2), 182–193. https://doi.org/https://doi.org/10.54621/jiaf.v11i2.487

Firmansyah, H., & Tsuroyya, S. S. (2024). ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE TERHADAP PERTENGKARAN RUMAH TANGGA DALAM FILM “PERFECT STRANGERS.” The Commercium, 8(2), 154–162.

Guatri, G. (2023). Analisis Representasi Visual: Kajian Kekerasan Simbolik dalam Film. Journal of Religion and Film, 2(2), 293–312. https://doi.org/https://doi.org/10.30631/jrf.v2i2.21

Hartono, A., Rohanda, R., & Fauziah, I. (2024). Cultural values in the film’Najih’By Pondok Pesantren Dalwa Charles Sanders Peirce’s Semiotic Analysis. Jurnal Studi Agama, 8(2), 73–83. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/jsa.v8i2.25130

Karies, A. A., & Ramadhana, M. R. (2021). Representasi nilai keluarga dalam film nanti kita cerita tentang hari ini. E-Proceeding of Management, 8(2).

Kartini, K., Deni, I. F., & Jamil, K. (2022). Representasi pesan moral dalam film penyalin cahaya: Analisis semiotika Charles Sanders Peirce. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(3), 121–130.

Khairah, H., & Tambunan, S. M. G. (2019). Teknologi digital sebagai media objektifikasi perempuan: Kajian kritis media sosial. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 3(2), 503–508.

Lexy, J. M. (2019). DMA “Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT. Remaja Rosda Karya.”

Puspitasari, D. R. (2021). Nilai sosial budaya dalam film tilik (kajian semiotika charles sanders pierce). SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 15(1). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v15i1.2494

Putri, A. H., Nurjaman, D. S., & Rohanda, R. (2025). Nilai-Nilai Moral Pada Film Theeb Karya Naji Abu Nowar Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce. PENTAS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 11(1), 21–33. https://doi.org/https://doi.org/10.52166/pentas.v11i1.9231

Putri, P. A., & Prasetio, A. (2024). Makna Generasi Sandwich Pada Film Cinta Pertama, Kedua, dan Ketiga (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika Dan Komunikasi, 5(2), 1344–1351. https://doi.org/https://doi.org/10.35870/jimik.v5i2.668

Salshadilla, I., & Ismandianto, I. (n.d.). Representasi Toxic Masculinity pada Tokoh Pria dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Komunikasiana: Journal of Communication Studies, 6(2), 133–147. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/kjcs.v6i2.29675

Sudaryanto. (1993). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: Pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistis (Vol. 64). Duta Wacana University Press.

Syaifullah, S., Adila, W., & Setyawan, C. E. (2024). REPRESENTASI IDENTITAS ETNIS MELALUI BAHASA DALAM FILM SERI †œARAB MAKLUMâ€. Widyaparwa, 52(2), 383–397. https://doi.org/10.26499/wdprw.v52i2.1597

Taufiq, W. (2016). Semiotika untuk Kajian Sastra dan al-Qur’an. Bandung: Yrama Widya.

Zahara, M., & Emilda, E. (2023). Konflik Keluarga Dalam Film Keluarga Cemara: Tinjauan Sosiologi Sastra. Kande: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 4(1), 37–58. https://doi.org/https://doi.org/10.29103/jk.v4i1.11410

Published
2026-06-25