UPAYA BADAN USAHA MILIK DESA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM
Abstract
Dalam rangka pemerataan pembangunan, pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai otonomi daerah. Salah satu strategi mencapai tujuan otonomi daerah adalah melalui pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Artikel ini mejelaskan sinergi BUM Desa dan masyarakat dalam proses pemberdayaan melalui pengembangan community based tourism. Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens dalam menganalisis relasi struktur dan agen dalam memproduksi dan mereproduksi praktik sosial pemberdayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Dalam praktiknya, sumberdaya (resources) yang dimanfaatkan oleh BUM Desa dalam memproduksi dan mereproduksi praktik sosial CBT terdiri dari; 1) signifikasi berupa upaya sosialisasi dan pelatihan, 2) Dominasi politik dalam bentuk dukungan penuh kepala desa, BPD dan karang taruna, 3) Dominasi alokatif berupa potensi sumber daya alam hutan bambu, dana desa, dan keterampilan pengrajin anyaman bambu, 3) Legitimasi berupa sanksi informal. Bentuk-bentuk tindakan masyarakat dalam praktik sosial CBT; agen pada perangkat BUM Desa berupa reflexive monitoring of action. Sedangkan agen sebagai anggota BUM Desa berupa rasionaliasasi of action.
Downloads
Copyright (c) 2022 Hayana Muslimah, Indraddin Indraddin, Azwar Azwar
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.