Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 8, No. 5, Mei 2023

 

TANTANGAN DAN HAMBATAN : ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB ERA SOCIETY 5.0 DI PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

 

Ade Muhammad Ritonga, Muhammad Suib, Ahmad Zaky

Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah, Indonesia

Institut Agama Islam Abdullah Said, Indonesia

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Bahasa Arab merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi agama Islam di Indonesia, namun pembelajaran Bahasa Arab era Society 5.0 di perguruan tinggi agama islam di Indonesia sering dihadapi oleh beberapa Permasalahan yang bertalian dengan tantangan dan hambatan, sedangkan permasalahan pembelajaran Bahasa Arab juga erat kaitannya dengan perkembangan zaman dan kemajuan Teknologi. Artikel Ini akan membahas problematika pembelajaran Bahasa Arab Era Society di perguruan tinggi di Indonesia dan akan memfokuskan penelitiannya di STAI Assunnah Deli Serdang SUMUT sebagai lokasi Studi Kasusnya, Adapun pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.. sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran Bahasa Arab di STAI Assunnah yaitu kurangnya kemampuan dosen terhadap teknologi, keterbatasan media teknologi, pengembangan potensi mahasiswa, sedangkan hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan penggunaan teknologi bagi mahasiswa dan penggunaan metode klasik dalam mengajar.

 

Kata Kunci: tantangan; hambatan; era society 5.0

 

Abstract

Arabic is one of the subjects taught at Islamic religious colleges in Indonesia, but learning Arabic in the Society 5.0 era at Islamic religious colleges in Indonesia is often faced with several problems related to challenges and obstacles, while the problems of learning Arabic are also closely related. related to the development of the times and advances in technology. This article will discuss the problems of learning Arabic in the Era Society in tertiary institutions in Indonesia and will focus its research on STAI Assunnah Deli Serdang SUMUT as the case study location. The research approach is descriptive qualitative. While the data collection techniques used are observation, interviews and documentation study. The results of this study concluded that there were challenges faced in learning Arabic at STAI Assunnah, namely the lack of lecturers' ability to technology, limited technological media, development of student potential, while the obstacles faced were the limited use of technology for students and the use of classical methods in teaching.

 

Keywords: challenge; obstacle; era of society 5.0

 

Pendahuluan

Seiring dengan perkembangan zaman, sistem pendidikan Indonesia saat ini sedang bersiap memasuki era revolusi sosial 5.0, era revolusi sosial 5.0 adalah era yang memiliki konsep teknologi big data, (Sugiono, 2020) Seperti Industri 4.0, masyarakat 5.0 akan mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk dunia Pendidikan. (Keshav, Julien Laura, & Miezel, 2022) Era society 5.0 berfungsi membantu berbagai kebutuhan manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Perbedaan Industri 4.0 dan Society 5.0 menjadikan manusia sebagai pusat teknologi utama untuk memulihkan kehidupan manusia dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT), Big Data dan kecerdasan buatan. (Wu, Wu, & Yuce, 2019).

Perubahan era revolusi 4.0 ke era Society 5.0 berpengaruh terhadap perubahan Seluruh sektor kehidupan manusia, tak terkecuali untuk pembelajaran bahasa Arab. (Jamil & Agung, 2022) Suryadi memaparkan bahwa setidaknya minimal ada 9 tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan di era Society 5.0 ini, salah satunya adalah proses pertemuan ilmu dan teknologi, (Mukhtar, 2021) maka diibaratkan seperti dua sisi mata uang, teknologi dan Ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan.

Selain itu beberapa hambatan-hambatan juga ditemui dalam proses pembelajaran Bahasa Arab diantaranya adalah, seperti ketimpangan teknologi (terutama untuk pendidik dan peserta didik di pelosok), ketersediaan akses internet yang memadai, minimnya pendidik yang memiliki keahlian dalam penggunaa teknologi. Hambatan-hambatan tersebut adalah tantangan yang harus kita hadapi dalam dunia pembelajaran bahasa Arab saat ini, selain dalam masa transisi setelah pandemi covid-19, juga gempuran era society. (Jamil & Agung, 2022).

Istilah society 5.0. Istilah ini hadir sejak Januari 2019 oleh pemerintah Jepang yang berlandaskan pada perubahan pola hidup masyarakat dari konvensional ke digital, (Rohman, 2019) Society 5.0 atau masyarakat 5.0 adalah konsep teknologi masyarakat yang berpusat pada manusia dan berkaloborasi dengan teknologi untuk menyelesaikan masalah sosial yang terintegrasi pada ruang dunia maya dan nyata. Sebelum Society 5.0 terdapat versi sebelumnya yaitu Society 1.0 (Masyarakat berburu), Society 2.0 (Masyarakat bertani, Society 3.0 (Masyarakat Industri) dan Society 4.0 (Masyarakat Informasi). Jadi pada dasrnya Society 5.0 merupakan era baru dalam kehidupan bermasyarakat yang sudah terintegrasi dengan sistem teknologi berupa IoT (Internet Of Things) dan AI (Kecerdasan Buatan) yang dapat memproses big data dan menganalisa data tersebut. (Farinda & Camila, 2020)

Berlandaskan penjelasan diatas maka pada penelitian ini akan memaparkan Problematika yang berkaitan dengan tantangan dan hambatan pembelajaran Bahasa Arab yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi Agama Islam (STAI) Assunnah Deli Serdang SUMUT, yang mana hendaknya pembelajaran Bahasa Arab dikorelasikan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman, terlebih di Era Society 5.0 yang menitik beratkan perpaduan antara pengetahuan dan teknologi yang berpusat pada manusia, dan harapannya dosen dan mahasiswa, juga pegiat pembelajar bahasa Arab lainnya hendaknya tidak serta merta berdiam diri dengan proses pembelajaran yang seadanya. Sementara banyak cara yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran lebih interaktif dan menarik.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus, sebagaimana dikatakan oleh wina Sanjaya bahwa penelitian studi kasus dapat diartikan sebagai metode penelitian deskriptif untuk menjawab permasalahan Pendidikan yang mendalam dan komprehensif dengan melibatkan subjek penelitian yang terbatas sesuai dengan jenis kasus yang diselidiki. Subjek penelitian dalam studi kasus bisa individu, kelompok, Lembaga dan golongan masyarakat tertentu.(Wina Sanjaya, 2015).

Penelitian ini akan mendeskripsikan Tantangan dan Hambatan pembelajaran Bahasa Arab di Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia dan penelitian ini akan terfokus di STAI Assunnah deli Serdang, Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan proses pengumpulan dilakukan selama 30 hari. Observasi digunakan untuk melihat berbagai situasi, perilaku di lembaga tersebut. Data utama penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Dosen dan juga mahasiswa.

 

Hasil dan Pembahasan

Pada bagian ini peneliti akan memaparkan Tantangan dan Hambatan yang dihadapi oleh Dosen dan Mahasiswa STAI Assunnah dalam pembelajaran Bahasa Arab Era Society 5.0, hasil ini di dapat sesuai dengan data yang diperoleh oleh peneliti� melalui Wawancara dan Observasi.

A. Tantangan

1. Kurangnya Kemampuan Dosen Terhadap Teknologi

Kurangnya kemampuan dosen terhadap teknologi dapat terlihat dari minimnya penggunaan Teknologi oleh dosen Bahasa Arab itu sendiri. Contohnya, Dosen hanya menggunakan perangkat Audio berupa Speaker dan tidak menggunakan media lain dalam pembelajaran Maharah Istima�, padahal mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran Bahasa Asing di Era Society 5.0 sangatlah penting dan ini memang sejatinya harus dilakukan.

Untuk mencapai tujuan pembelajaran salah satu yang harus diperhatikan oleh Dosen adalah penggunaan Teknologi, dan Penggunaan teknologi di dalam kelas tidak akan Efektif� tanpa peran aktif dosen yang mengetahui dengan baik tentang teknologi itu sendiri.(DeCoito & Richardson, 2018), kondisi ini menunjukkan bahwa dosen harus beradaptasi dengan teknologi untuk menciptakan suasana pembelajran yang menarik.

Contoh lain adalah salah satu dosen Nahu yang ada di STAI Assunnah masih mengandalkan media lama dalam pengajarannya, hanya menggunakan WhiteBoard untuk menjelaskan materi, bahkan banyak guru bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam di Indonesia memiliki kesan besar tentang pentingnya pengajaran tata bahasa (nahwu) hanya melalui hafalan kaidah Bahasa saja, dan mengesampingkan pentingnya metode yang dapat dipelajari secara efisien dengan melibatkan perangkat teknologi dan ilmu pengetahuan (Albantani, 2018)

Kurangnya kemampuan Dosen terhadap penggunaan teknologi disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu alasannya adalah beberapa dari Dosen Bahasa Arab yang memiliki Laptop tidak menggunakan dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran. Adapun factor lain kurang pelatihan yang efektif, waktu dan kompetensi dalam mengoperasikan alat-alat teknologi. (Ghavifekr, Kunjappan, Ramasamy, Anthony, & My, 2006) dan Secara realistis, guru bahasa Arab menghadapi tantangan utama untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi siswa yang melek digital. (Jouejati, 2011).

2. Keterbatasan Media Teknologi

�Pada Era Society 5.0 sudah seharusnya Lembaga Pendidikan memfasilitasi beragam macam teknologi untuk menunjang efektivittas kegiatan belajar mengajar, karena teknologi memiliki peran yang sangat penting di dalamnya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Unik Hanifah Salsabila yang mengatakan bahwa Peran teknologi pendidikan diantaranya sebagai berikut (1) teknologi pendidikan sebagai alat� pendukung� desain� pengetahuan, (2)� teknologi pendidikan� sebagai� sarana informasi� untuk� mencari� tahu� pengetahuan yang mendukung� peserta� didik, (3) teknologi� pendidikan� sebagai media dalam memfasilitasi� peserta� didik� dalam mengemukakan argumen, (4) teknologi pendidikan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran, (5) teknologi pendidikan sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan Pendidikan. (Hanifah Salsabila, Irna Sari, Haibati Lathif, Puji Lestari, & Ayuning, 2020)

Ketersedian media teknologi di STAI Assunnah masih sangat minim, STAI Assunnah masih mengandalkan media Projector dan juga Speaker dalam pembelajaran Bahasa Arab. Padahal banyak teknologi yang bisa dihadirkan dalam pembelajaran Bahasa Arab diantaranya Televisi, Radio, atau pembelejaran berbasis e-learning, web learning, dan lain sebagainya. namun demikian masih ada Dosen Bahasa Arab yang tidak memanfaatkan ketersedian teknologi tersebut dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran, hal ini dapat terlihat, Ketika peneliti melakukan observasi ke dalam kelas dan Wawancara, hanya Dosen Maharah Istima� yang memanfaatkan media Speaker dalam pembelajarannya. Adapun Dosen Maharah Kalam, Qiroah dan Kitabah masih mengandalkan Media Buku Ajar, hal ini patut disayangkan mengingat Era Society 5.0, adalah era dimana manusia membangun pengetahuannya sendiri dan mengintegrasikannya dengan teknologi digital. Sehingga,� keterbatasan media teknologi yang tersedia di STAI Assunnah juga merupakan tantangan tersendiri bagi Dosen Bahasa Arab.

3. Mengembangkan Potensi Mahasiswa

Potensi��� merupakan��� kemampuan yang��� dimiliki��� oleh��� seseoarng��� dan mempunyai kemungkinan dapat� dikembangkandanaktual.Purwanto mengatakan potensi adalah �seluruh kemungkinan-kemungkinan� atau kesanggupan� yang� terdapat� pada� suatu� individu� dan� selama� masa perkembangannya� benar-benar dapat diwujudkan (direalisasikan)� Potensi� diri merupakan kemampuan dasar yang dimiliki oleh seseorang yang masih terpendam dan� mempunyai� kemungkinan� untuk� dapat� dikembangkan� jika� didukung� dengan peran serta lingkungan, latihan dan sarana yang memadai (purwanto dalam Rohman 2019).

Setelah peneliti melakukan pengamatan, peneliti mendapatkan bahwa beberapa mahasiswa STAI Assunnah memiliki kecakapan berbahasa Arab yang mumpuni, yang seharusnya potensi ini dapat dikembangkan oleh Dosen, misalnya Dosen Bahasa Arab bekerja sama dengan bagian pengembangan minat dan bakat yang ada di STAI Assunnah menyeleksi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki kemahiran dalam Bahasa Arab untukg bisa diikut sertakan dalam event-event bahasa Arab bertarap nasional maupun internasional, mereka ditunjuk sebagai perwakilan kampus untuk mengikuti lomba Pidato Bahasa Arab, debat Bahasa Arab, Qiroatul Kutub, membaca berita Bahasa Arab, Essay Bahasa Arab dan lain sebagainya.

Dengan mengikut sertakan mereka dalam ajang perlombaan, mahasiswa akan lebih bersemangat termotivasi untuk terus mengembangkan Potensi yang ada di dalam dirinya. Namun sangat disayangkan potensi mahasiswa yang ada saat ini belum dikembangkan secara maksimal oleh pihak kampus.

B.  Hambatan

1.   Keterbatasan Penggunaan Teknologi Bagi Mahasiswa

STAI Assunnah adalah Perguruan Tinggi islam yang berbasis asrama, artinya seluruh mahasiswa tinggal dan menetap dalam satu lingkungan asrama. Sehingga untuk menciptakan lingkungan Asrama yang kondusif maka STAI Assunnah membuat Peraturan-peraturan berasrama, salah satu nya adalah pelarangan penggunaan Smartphone, pada umumnya Smartphone hanya dapat digunakan pada waktu-waktu tertentu. Peraturan selanjutnya adalah pelarangan penggunaan Laptop di setiap waktu dan tempat, artinya adanya pembatasan penggunaan laptop dan hanya dapat digunakan di satu tempat tertentu. Pembatasan penggunaan teknologi ini menjadi hambatan bagi mahasiswa sehingga mereka� kurang melek terhadap teknologi.

Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab tumbuh dari sebuah teori yang berpendapat bahwa sebagian besar pengetahuan, kompetensi dan sikap seseorang dicapai paling tinggi melalui penglihatan dan pengalaman langsung, sedangkan sisanya melalui pendengaran dan indra lainnya.(Wekke & Hamid, 2013) sehingga Penggunaan teknologi bagi mahasiswa di era Society 5.0 dapat mempermudah segala kebutuhan dalam kegiatan belajar mengajar, hal ini senada denga apa yang dikatakan oleh Tounder et� al yang mengungkapkan�� bahwa�� tenologi�� digital dalam Lembaga Pendidikan merupakan sarana pendukung dalam� pembelajaran, baik sebagai� sarana� dalam mengakses informasi sumber belajar ataupun sebagai sarana penunjang kegiatan belajar dan berkaitan dengan tugas ( Tounder dalam Lestari 2018).

Perlu diketahui juga bahwa Peserta didik yang dapat memanfaatkan teknologi dengan baik untuk menambah pengetahuan maupun keterampilannya, maka ia akan mendapat prestasi yang bagus. Sebaliknya, jika peserta didik tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk menambah pengetahuan maupun keterampilannya, maka ia tidak akan mendapat prestasi yang bagus bahkan teknologi dapat berpengaruh negatif terhadap peserta didik tersebut. (Lestari, 2018)

2.   Penggunaan Metode Klasik Dalam Mengajar

Metode dalam pembelajaran adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh seorang guru, karena metode adalah cara atau jalan yang ditempuh oleh guru untuk mentransfer materi pelajaran kepada peserta didik. Karena itu setelah guru memikirkan bahan pelajaran, maka semestinya ia memikirkan cara penyampaian bahan tersebut dalam pikiran siswa. (Sam, 2016)

Pada Era Society 5.0 seharusnya guru melakukan inovasi di dalam pembelajaran, baik dari segi media pembelajaran atau metode mengajar. Dan hal ini juga harus menjadi perhatian khusus dosen Bahasa Arab di STAI Assunnah. Dosen Bahasa Arab di STAI Assunnah masih mengandalkan metode-metode klasik, seperti metode Mubasyiroh (Langsung), dan metode Assam�iyah Assyafawiyah. Namun tidak dipungkiri metode klasik ini masih sangat relevan digunakan, Akan tetapi sudah saatnya dosen untuk mencoba inovasi pembelajaran dengan mengintegrasikan metode klasik ini dengan teknologi Pendidikan.

Mahasiswa STAI Assunnah menganggap bahwa metode yang dilakukan dosen saat ini sangat membosankan, kurang membangkitkan semangat mereka dalam belajar. Dan Salah satu faktor tersebut juga adalah Dosen yang terpaku hanya dengan buku ajar saja, tanpa adanya membangun pengetahuan baru kepada mahasiswa. Di Era society 5.0 sudah saatnya Dosen untuk mengedepankan pembelajaran Bahasa Arab dengan teori konstruktivisme, �teori kontruktivisme yang didukung oleh tiga tokoh utamanya yaitu J. Pigeot, Imanuel Kant dan Vygotsky. merupakan model pembelajaran yang menekankan pada aktivitas terkini siswa dalam setiap interaksi dapat bersifat instruktif untuk menggali dan menemukan ilmunya sendiri. Aliran konstruktivisme ini, dalam kajian ilmu pendidikan adalah aliran yang berkembang Psikologi kognitif teoritis yang menekankan pada siswa untuk dapat memainkan suatu peran aktif dalam menemukan pengetahuan baru.

 

 

 

Kesimpulan

Perubahan era revolusi 4.0 ke era Society 5.0 berpengaruh terhadap perubahan Seluruh sektor kehidupan manusia, tak terkecuali untuk pembelajaran bahasa Arab di perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia termasuk STAI Assunnah, dalam mengahadapi perubahan Era Society 5.0 pembelajaran Bahasa Arab di STAI Assunnah dihadapi oleh tantangan dan Hambatan, hal yang paling mencolok adalah terbatasnya ketersedian fasilitas teknologi yang ada di STAI Assunnah, dan juga pembatasan penggunaan teknologi bagi mahasiswa, padahal di Era Society 5.0 ini seharusnya teknologi berperan penting, karena pada Era ini seluruh tatanan kehidupan manusia dan pengetahuan manusia harus terintegrasi dengan Teknologi, maka diharapkan STAI Assunnah bisa memperhatikan dan menjadi bahan evaluasi terkait hal-hal tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Albantani, Azkia Muharom. (2018). Optimalisasi aplikasi busuu dalam pembelajaran bahasa Arab mandiri. Arabi: Journal of Arabic Studies, 3(1), 1�10.

 

DeCoito, I., & Richardson, T. (2018). Teachers and technology: Present practice and future directions. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 18(2), 362�378.

 

Farinda, Fera Umi, & Camila, Syahraini Nursyifa. (2020). Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia Serta Tantangan Di Era Revolusi Society 5.0. Prosiding Samasta, pp. 1�6.

 

Ghavifekr, Simin, Kunjappan, Thanusha, Ramasamy, Logeswary, Anthony, Annreetha, & My, Edu. (2006). Teaching and Learning with ICT Tools: Issues and Challenges from Teachers� Perceptions. 4(2), 38�57.

 

Hanifah Salsabila, Unik, Irna Sari, Lailli, Haibati Lathif, Khusna, Puji Lestari, Ayu, & Ayuning, Asyharinur. (2020). Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 17(2), 188�198. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v17i2.138

 

Jamil, Husnaini, & Agung, Nur. (2022). Tantangan Pembelajaran Bahasa Arab Di Era Society 5.0: Analisis Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Aplikasi Interaktif. Alibbaa�: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, Vol. 3, pp. 38�51. https://doi.org/10.19105/ajpba.v3i1.5536

 

Jouejati, Sanaa. (2011). Integrating Technology into Arabic Classroom Engaging the iGeneration. 12th ISNA Education Forum, 1�12.

 

Keshav, Masahiko, Julien Laura, & Miezel, Jessica. (2022). The Role of Technology in Era 5.0 in the Development of Arabic Language in the World of Educatione. Journal International of Lingua and Technology, 1, 79�98. https://doi.org/https://doi.org/10.55849/jiltech.v1i2.85

 

Lestari, Sudarsri. (2018). Peran Teknologi dalam Pendidikan di Era Globalisasi. Edureligia; Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 94�100. https://doi.org/10.33650/edureligia.v2i2.459

 

Mukhtar. (2021). Desain Kurikulum Berorientasi Pada Nilai Adat, Budaya Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Hadapi Era SOCIETY 5.0. Al-Rabwah : Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(02).

 

Rohman, Nur. (2019). Penguatan Karakter dan Literasi Baru pada Sekolah Berbasis Boarding Menjawab Tantangan Era Society 5 . 0.

 

Sam, Zulfiah. (2016). Metode Pembelajaran Bahasa Arab. NUKHBATUL�ULUM: Jurnal Bidang Kajian Islam, Vol. 2(No 1), Hlm. 5.

Sugiono, Shiddiq. (2020). Industri Konten Digital dalam Perspektif Society 5.0 Digital Content Industry in Society 5.0 Perspective Shiddiq Sugiono. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komunikasi, 22(2), 175�191. https://doi.org/10.33164/iptekkom.22.2.2020.175-191

 

Wekke, Ismail Suardi, & Hamid, Sanusi. (2013). Technology on Language Teaching and Learning: A Research on Indonesian Pesantren. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 83, 585�589. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.111

 

Wina Sanjaya. (2015). Penelitian Pendidikan Jenis, Metode dan Prosedur (3rd ed.). jakarta: Prenadamedia group.

 

Wu, Fan, Wu, Taiyang, & Yuce, Mehmet Rasit. (2019). An internet-of-things (IoT) network system for connected safety and health monitoring applications. Sensors (Switzerland), 19(1). https://doi.org/10.3390/s19010021

 

Copyright holder:

Ade Muhammad Ritonga, Muhammad Suib, Ahmad Zaky (2023)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: