Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 8, No. 11, November 2023

 

EVALUASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN (DIKLAT) PEMBELAJARAN JARAK JAUH DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MADRASAH

 

Badrudin, Asyari

UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Email : [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penyelenggaraan Diklat jarak jauh dalam upaya peningkatan kompetensi Guru Madrasah di Balai Diklat Keagamaan Bandung. Penelitian dilakukan di Balai Diklat Keagamaan Bandung dengan informan dari penyelenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi literatur. Analisis data yang digunakan adalah analisis dengan penafsiran deskriftif semata-mata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa evaluasi menunjukkan bahwa pada aspek konteks mengacu sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan diklat jarak jauh. Pada aspek masukan bahwa kurikulum sudah relevan dengan kebutuhan dan tujuan diklat. Sumber daya manusia (SDM) baik penyelenggara diklat telah diberi pembekalan/ pemahaman awal terkait pelaksanaan diklat jarak jauh, Guru Madrasah telah memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pengajar. Aspek proses media yang digunakan dalam pembelajaran telah disiapkan situs https://bandungsiemapede.id/e-learning pembelajaran jarak jauh E-Learning BDK Bandung. Selanjutnya pada aspek hasil bahwa kualitas alumni peserta diklat dari penilai akhir memperlihatkan hasil yang sangat menggembirakan, meski pelatihan dilakukan secara daring karena adanya pandemi covid 19.

 

Kata Kunci : Diklat, Pembelajaran Jarak Jauh, Kompetensi Guru.

 

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the implementation of remote training to increase the competence of Madrasah teachers at the Bandung Religious Education and Training Center. The research was conducted at the Bandung Religious Education and Training Center with informants from the organizers. The research method used is descriptive-qualitative method. The data collection technique was done by interview, observation, and literature study. Analysis of the data used is analysis with descriptive interpretation only. The results of this study indicate that the evaluation shows that the context aspect refers to government regulations regarding the implementation of long-distance education and training. On the input aspect that the curriculum is relevant to the needs and objectives of the training. Human resources (HR) both the education and training providers have been provided with initial briefing/understanding regarding the implementation of remote training, Madrasah teachers have met the qualifications as teaching staff. The aspect of the media process used in learning has been prepared by the site https://bandungsiemapede.id/e-learning distance learning E-Learning BDK Bandung. Furthermore, in the aspect of results, the quality of the alumni of the training participants from the final assessors showed very encouraging results, even though the training was conducted online due to the COVID-19 pandemic.

 

Keywords : Training, Distance Learning, Teacher Competence.

 

Pendahuluan

Balai Diklat Keagamaan Bandung mengembangkan pola diklat dengan menggunakan IT. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan diklat. Penerapan IT seiring dengan perkembangan teknologi yang digunakan dalam diklat.

Kompetensi peserta didik dalam pengetahuan sikap dan keterampilan menjadi focus utama dalam pelatihan diklat. Pengembangan ini di arahkan pada penguasaan pengetahuan cakap dalam keterampilan serta mewujudkan pribadi yang terus menerus melakukan pembelajaran.

Pada umumnya program Diklat tidak lepas dari aspek penilaian atau evaluasi. Aspek evaluasi ini sendiri sangat penting dilakukan sebagai tolak ukur seberapa jauh tingkat keberhasilan yang diperoleh dari program pendidikan dan pelatihan itu sendiri. Pada dasarnya kegiatan evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sejauh mana perubahan atau peningkatan yang terjadi di ranah kognitif, afektif dan psikomotor sebelum dan sesudah dilaksanakannya program pendidikan atau pelatihan itu sendiri.

Asal mula kata Evaluasi diambil dari bahasa Inggris �evaluation� yang kemudian diserap ke dalam istilah bahasa Indonesia dengan sedikit penyesuaian pelafalan yang akhirnya menjadi �evaluasi�. Menurut Suharsimi (2010:1) �evaluasi merupakan sebuah proses penentuan hasil yang telah dicapai suatu kegiatan yang direncanakan tercapainya tujuan�.

Mengingat pentingnya evaluasi dalam upaya pencapaian tujuan yang diharapkan maka tentunya proses pelaksanaannya harus dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan bermodalkan informasi awal yang ditemukan.

Untuk mendapatkan informasi dan mengetahui seberapa jauh perubahan atau peningkatan kemampuan maka diperlukan suatu alat ukur dan pengukuran. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan tes Informasi, kemudian hasil dari tes pengukuran tersebut digunakan sebagai alat dan pertimbangan ketika membuat keputusan dalam proses pendidikan.

Dengan menggunakan tes informasi diharapkan bisa mengklasifikasikan informasi yang di dapatkan, baik itu informasi yang sesuai dengan tujuan ataupun yang tidak sesuai dengan tujuan program diklat yang dilaksanakan.

Evaluasi diklat merupakan proses yang berkesinambungan. Proses ini melibatkan kaitan antar komponen yang diduga kuatdapat membangun keberhasilan evaluasi. Evaluasi dapat menggambatrkan capaian keberhasilan diklat dari awal sampai akhir terutama pada hasil diklat untuk aktivitas yang rutin dilakukan.

Pada situasi pandemi covid 19, Diklat melalui pembalajaran jarak jauh sejauh ini telah dianggap tepat sebagaimana Surat Edaran yang dikeluarkan Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Kementerian Agama dalam Tatanan Normal Baru. Selain itu, Lembaga Administrasi Negara juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 011/K/1/HKM/02.03/2020 tentang kewaspadaan dan Pencegahan Penularan Corona Virus Disease ( Covid-19) dalam Penyelenggaraan Diklat Teknis, Fungsional dan Sosial Kultural, maka BDK Bandung mengalihkan kegiatan Diklat regular menjadi Diklat jarak jauh melalui platform pembelajaran jarak jauh (E-Learning).

Chandrawati (2010) menyatakan bahwa proses pembelajaran jarak jauh adalah sebuah proses yang menggabungkan prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran teknologi. Pembelajaran jarak jauh sering pula dipahami sebagai suatu proses pembelajaran yang berbasis web yang dapat diakses lewat jaringan internet. Pada teknologi pembelajaran jarak jauh, proses pembelajar yang biasa dilaksanakan di dalam kelas kini bisa dilaksanakan secara live dan virtual. Keadaan seperti ini berarti bahwa pada saat yang bersamaan seorang pengajar melakukan pengajaran di depan sebuah komputer begitupun para siswa mengikuti proses pembelajaran (Diklat) tersebut.

Proses pembelajaran jarak jauh yang berbasis multimedia inipun tidak luput dari perlunya dilakukan evaluasi, evaluasi disini dimaksudkan agar nantinya mampu menjadi bahan masukan bagi perbaikan program diklat jarak jauh dimasa mendatang. Berdasarkan penomena yang telah diuraikan di atas memberikan sebuah inisiatif dan ketertarikan peneliti sehingga dibuatlah sabuah penelitian yang berjudul �Evaluasi Manajemen Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Pembelajaran Jarak Jauh Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah�.

Mengenai manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini ialah mampu memberikan sumbangsih baik berupa aspek pengetahuan maupun keterampilan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan pendidikan, seterusnya penelitian ini diharapkan para peneliti mampu menambah wawasan, pengalaman serta pengetahuan khususnya mengenai evaluasi pelaksanaan Diklat jarak jauh.

 

Metode Penelitian

Penelitian dalam pandangan soekanto adalah kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan kontruksi dan analisis secara sistematis konsisten dan metodologis. Sementara metode menjadi cara utama yang diterapkan untuk mencapai suatu tujuan dengan ketelitian ilmiah. Dalam penelitian ini metode yang diguanakan adalah deskriptif kualitatif. Pertimbangannya karena metode ini sesuai dengan peneitian evaluasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mendeksripsikan, dan menilai konteks, input, proses, dan hasil Diklat Jarak Jauh untuk kompetensi Guru madrasag pada BDK Bandung.Lokus penelitiannya adalah BDK Bandung. Informannya adalah penyelenggara Diklat.

Sumber utama pengumpulan data adalah informan yang dipilih merujuk pada keterangan yang diperoleh secara langsung dan dianggap paling mengetahui tema penelitian. Karakteristik yang dipilih adalah yang paling sesuai dengan Diklat Jarak Jauh dengan berbasis multimedia, yaitu peserta, pengajar, dan penyelenggara.

Teknik penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dipandang sebagai pencatatan atas pengamatan sistematis terhadap fenomena pada objek penelitian. Observasi non partisipan melibatkan peneliti secara tidak langsung pada kegiatan Diklat Jarak Jauh.

Wawancara dilakukan untuk memperoleh data tentang Diklat Jarak Jauh berbasis multimedia. Wawancara dilaksanakan secara terstruktur dan bertahap sesuai pedoman. Peneliti menggunakan pula alat perekam untuk mengefektikan waktu. Wawancara diarahkan pada peserta, pengajar, dan penyelenggara Diklat.

Analisis data mengadopsi model Miles and Huberman sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2013), yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data direduksi untuk kepentingan merangkum pilahan data yang penting dan utama. Data disajikan setelah direduksi yang disajikan dalam laporan sistematis secara keseluruhan sesuai konteks pernyataan. Penarikan kesimpulan dilakukan sebagai upaya untuk memaknai data yang dikumpulkan dengan cara menghubungkan, membandingkan, dan memilih data untuk pemecahan masalah.

 

Hasil dan Pembahasan

Evaluasi diklat pada penelitian ini adalah sekumpulan proses yang berkesinambungan dan sistematis untuk mengidentifikasi mutu pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta. Evaluasi juga mengukur ketercapaian tujuan diklat.

Terdapat beberapa komponen yang dievaluasi yaitu konteks, input, proses, dan hasil diklat jarak jauh dengan basis multimedia pada tahun 2020 angkatan satu. Pemaparan hasil pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut.

A.    Aspek Konteks

Kepala Balai Diklat Bandung, mengatakan bahwa pembelajaran jarak jauh menjadi solusi di tengah pandemi yang sedang terjadi. Meski tidak dilakukan seperti Diklat klasikal, Diklat melalui E-Learning dapat dievaluasi dan diukur keberhasilannya. Zainal Arifin mengutip pendapat Lincoln yang menyebutkan Evaluasi sebagai proses untuk mendeskripsikan ketercapaian peserta didik dari aspek arti dan nilai. Pendapat ini menguatkan bahwa evaluasi berhubungan dengan arti dan nilai.

Dasar hukum pelaksanaan Diklat Jarak Jauh yang dilaksanakan secara online berdasarkan edaran Lembaga Administrasi Negara sebagai lembaga Pembina kediklatan dan tetap mengaju kepada aturan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI .

Tujuan diklat menurut Moekijat dalam Moestofa Kamil adalah pengembangan kemampuan yang mendorong pekerjaan dapat diselesaikan secara efektif dan cepat, mengembangkan pengetahuan agar pekerjaan dilakukan secara rasional, serta mengembangkan sikap supaya mendorong kerjasama. Dalam konteks regulasi khususnya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama, pelatihan SDM diarahkan untuk pengembangan kompetensi yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Kegiatan Diklat Jarak Jauh Media Pembelajaran Berbasis Multimedia tahun 2020 berjalan sesuai dengan semestinya, oleh karna itu maka ditetapkanlah tujuan dan sasaran program diklat tersebut. Tujuan dari Diklat Pembelajaran Berbasis Multimedia yaitu setelah mengikuti diklat ini, peserta diharapkan untuk meningkatkan sikap pengetahuan dan keterampilan serta mental yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam PMA diatas, SDM yang menjadi peserta diklat adalah PNS, PPPK, Non-PNS dan masyarakat.

Sedangkan sasaran dari program diklat adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) Kementerian Agama terkhusus guru-guru baik yang pegawai negeri sipil (PNS) maupun non pegawai negeri sipil (Non PNS) dalam wilayah kerja. Kepala BDK Bandung mengatakan bahwa Diklat Guru Madrasah ini didasarkan pada PMA Nomor 19 tahun 2020.

B.     Aspek Input/Masukan

Evaluasi dalam pandangan Cross yang dikutip Sukardi merupakan proses untuk menentukan kondisi ketercapaian tujuan. Pendapat ini berkaitan dengan tujuan dan evaluasi yang mengukur tingkat ketercapaian suatu tujuan.

1.      Kurikulum

Lokus penelitian yaitu BDK Bandung menerapkan kurikulum yang ditetapkan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama berdasarkan SK Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Nomor: 59/P.V/2018 Tanggal 19 Februari 2018, tentang Dokumen II Kurikulum Diklat Teknis Substantif Pendidikan, dengan Kode P.I.B.a.9 Media Pembelajaran Berbasis Multimedia. Struktur kurikulum diklat berbasis multimedia terdiri atas mata diklat dasar, inti, dan penunjang.

2.      Kualitas Sumber Daya Manusia (Penyelenggara, Pengajar dan Peserta)

Sumber daya yang berkualitas adalah yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugas serta mampu bekerja cepat dan tepat. Hal ini akan menimbulkan kepuasan pada pihak yang dilayani. Dalam kaitan ini SDM yang berkualitas mutlak diperlukan.

Salah seorang Pengajar Diklat di Balai Diklat Keagamaan Bandung, mengatakan bahwa pelaksanaan Diklat di BDK Bandung sangat mengakomodir perkembangan zaman. Tidak memaksakan Diklat klasik, membuat E-Learning sebagai alternatif solusi Diklat jarak jauh.

3.      Penyeleksian Peserta yang mengikuti Diklat Jarak Jauh dalam bidang IT

Pada tahun 2020 peserta diklat yang terdaftar pada website BDK cukup banyak berbeda dengan oelaksanaan sebelumnya yang daftar hanya lewat jalur daring. Peserta yang ikut PJJ adalah yang sudah terdaftar. Kendala yang dihadapi banyak berkaitan dengan penggunaan IT. Kondisi ini menyebabkan Widyaiswara dan admin harus memberikan pemahaman kepada peserta agar diklat PJJ berlangsung lancar.

Berdasarkan kondisi tersebut, BDK Bandung melaksanakan seleksi peserta melalui uji kompetensi IT. Peserta yang lulus uji kompetensi adalah peserta yang di ikutkan dalam diklat karena mereka dipandang memiliki keterampilan penggunaan IT. Begitupula peserta dapat memilih diklat sesuai dengan yang ditawarkan.

C.    Aspek Proses

Proses diklat berbasis multimedia menggunakan situs https://bandungsiemapede.id/e-learning. Untuk memahami proses evaluasi, latar belakang, pengalaman, dan pengamatan evaluator mempengaruhi proses dan hasil evaluasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Gilbert Sax, yaitu evaluasi merupakan proses yang dilakukan melalui pertimbangan atau utusan yang dibuat dari beragam observasi sesuai dengan pengalaman dan latar belakang evaluator.

Tutor atau pengajar memiliki posisi penting dalam penggunaan metode. Variasi metode dapat mendorong patrtisipasi aktif peserta, menghilangkan kebosanan, mendorong ketertarikan, serta peserta berkesempatan menemukan pilihan metode yang sesuai dengan gaya belajar. Variasi metode secara teratur dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. System cara kerja dapat memudahkan pelaksanaan kegiatan dalam mencapai tujuan. Diklat PJJ dengan basis multimedia dapat menerapkan bermacam metode yang relevan dengan pembelajaran.

Pengalaman salah seorang pengajar Diklat dalam memberikan pelatihan kepada peserta, proses Diklat jarak jauh Guru Madrasah berbasis multimedia menggunakan zoom meeting pada saat liris materi, sehingga peserta dapat bertanya langsung tentang materi tersebut, selain belajar mandiri. Widyaiswara menyiapkan video yang kami sajikan kemudian mengedit di windows maker agar lebih menarik sehingga dapat memotivasi peserta dalam belajar mandiri tersebut. Karena Jangan sampai masih ada hal-hal yang tersirat dalam materi belum dipahami dalam penyajian bahan tayang mereka bisa diperkuat dalam video pembelajaran.

Kemudian terkait jadwal pelaksanaan kegiatan Diklat Jarak Jauh Media Pembelajaran Berbasis Multimedia, penyelenggara menyusun sebuah jadwal kegiatan sesuai dengan kurikulum Diklat yang telah disiapkan oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Bandung.

Jadwal yang disusun menjadi dasar dalam pelaksanaan diklat yang akan dijadikan pedoman bagi widyaiswara dalam melaksanakan proses pembelajaran diklat baik secara real time (synchronous) misalnya; online meeting via zoom maupun live chat dan noon real time (asynchronous) seperti forum diskusi, akses modul dan video pembelajaran.

D.    Aspek Hasil

Bebicara tentang kualitas lulusan Diklat, secara sederhana dapat dimaknai sebagai suatu pencapaian baik atau buruknya mutu, taraf atau derajat sesuatu. Maksud dari kata sesuatu� disini bisa diartikan berbagai hal, baik itu sebuah barang, jasa, keadaan maupun hal lainnya. Dalam hal kegiatan pembelajaran/pelatihan maka makna kualitas dapat digolongkan dalam kategori jasa, dimana hasil kerja/usaha yang dilakukan menampakkan sebuah perkembangan atau tidak.

Dalam pelaksanaan kegiatan Diklat Jarak Jauh Media Pembelajaran Berbasis Multimedia telah dilakukan penilain. Dari data dokumentasi hasil evaluasi mengenai kualitas kelulusan peserta yang dinilai mulai dari aspek pengetahuan, aspek sikap dan nilai rencana tindak lanjut (RTL) dengan kategori penilaian mulai dari sangat kompoten, kompoten dan cukup kompoten. Selama pelaksanaan diklat telah dilakukan penilaian oleh widyaiswara dan panitia. dan peserta yang memperoleh hasil sangat kompeten.

Selain itu, Implementasi pengetahuan dan keterampilan alumni diklat disampaikan oleh Penyelenggara dan Pembicara sangat dirasakan manfaatnya.

 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan pada pembahasan di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa; (1) Aspek konteks pelaksanaan Diklat Jarak Jauh Dalam Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah pada Balai Diklat Keagamaan Bandung telah mengacu dan sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan diklat jarak jauh. Tujuan dan sasaran telah tercapai dengan tetap mengakomodir guru-guru masdrasah baik guru pegawainegeri sipil (PNS) maupun guru honorer (Non PNS). Namun dari data peserta yang ikut rata-rata masih berusia relatif muda. Mereka mampu dan mempunyai keahlian dasar dalam seleksi peserta karena kemampuan menguasai teknologi informasi dan Komunikasi (TIK). (2) Aspek masukan pelaksanaan Diklat Jarak Jauh pada Balai Diklat Keagamaan Bandung, bahwa kurikulum sudah relevan dengan kebutuhan dan tujuan diklat. Sumber daya manusia (SDM) baik penyelenggara diklat telah diberi pembekalan/pemahaman�� awalterkait pelaksanaan diklat jarak jauh, widyaiswara telah memenuhi kualifikasi sebagai tenaga pengajar dalam penyampaian materi diklat. Sarana prasarana diklat jarak jauh media pembelajaran berbasis multimedia telah tersedia, namun kekurangannya adalah zoom berbayar hanya dua, sehingga apabila kegiatan zoom sebanyak empat kadang terputus dan terkait paket data perlu ditambah. (3) Aspek proses pelaksanaan Diklat Jarak Jauh pada Balai Diklat Keagamaan Bandung, bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran telah disiapkan dengan adanya situs pembelajaran jarak jauh yaitu E-Learning melalui situs https://bandungsiemapede.id/e-learning. Dalam penyampaian materi widyaiswa menggunakan beberapa metode sesuai dengan perencanaan. Jadwal pembelajaran dengan system real time (synchronous dan non real time (asynchronous) terlaksana sesuai dengan yang telah disusun. (4) Aspek hasil pelaksanaan Diklat Jarak Jauh pada Balai Diklat Keagamaan Bandung, bahwa kualitas alumni peserta diklat dari penilai akhir memperlihatkan hasil yang sangat menggembirakan. Dan peserta telah mengimplementasikan ilmu yang telah diterima selama diklat, karena sesuai dengan proses pembelajaran yang saat ini dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) karena adanya pandemic covid 19.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Pendidikan Suatu Pendekatan Sistem. Jakarta: Rineka Cipta

Bintoro dan Daryanto. Manajemen DIKLAT. Yogyakarta: Gava Media, 2014

Cepi Safruddin Abdul Jabar dan Suharsimi Arikunto. Evaluasi Program Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi aksara, 2010.

Salim HS dan Erlies Septiana Nurbaini, Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013.

Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 1986.

Soekanto, Soerjono dan Sri Mamuji. Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010.

Surakhmad, Winarno. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Transito, 1982.

H. M. Sukardi. Evaluasi Pendidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009.

Phillips, Patricia Pulliam, Jack J. Phillips, Ron D. Stone, Holly Burkett, The ROI field Book

Copyright holder:

Setiawati Intan Savitri (2023)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: