Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN:
2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 8, No.
4, April 2023
MINAT MAHASISWA
BERINVESTASI DI PASAR MODAL PASCA PANDEMI
Nur Afni Hidayahti, Suwarno
Universitas Muhammadiyah Gresik
Email: [email protected], [email protected]
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh pengetahuan investasi, manfaat investasi, motivasi investasi, modal minimal investasi dan return investasi terhadap minat investasi di pasar modal pasca pandemi pada mahasiswa aktif yang menempuh studi akuntansi dan manajemen di kota Gresik. Jenis penelitian ini adalah assosiatif dengan metode kuantitatif. Penelitian ini mengunakan data primer dari kuesioner serta diukur menggunakan Skala Likert. Berdasarkan kriteria yang ada didapatkan 100 mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu jurusan akuntansi sebanyak 67 mahasiswa dan jurusan manajemen 33 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square (PLS). Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian diolah menggunakan program SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien manfaat investasi dan motivasi investasi bernilai postif tetapi tidak berpengaruh secara signifikan, variabel lain seperti pengetahuan investasi, modal minimal investasi dan return investasi memiliki pengaruh positif dan signifikan.
Kata kunci: Pengetahuan investasi, Manfaat Investasi, Motivasi Investasi, Modal Minimal Investasi, Return Investasi, Minat Investasi
Abstract
This research was conducted to examine the effect of
investment knowledge, investment benefits, investment motivation, minimum
investment capital and investment return on investment interest in the
post-pandemic capital market among active students studying accounting and
management in the city of Gresik. This type of research is associative with
quantitative methods. This study uses primary data from questionnaires and is
measured using a Likert Scale. Based on the existing criteria, 100 economic and
business faculties were sampled in this study, namely 67 students majoring in
accounting and 33 students majoring in management. Data were analyzed using
Partial Least Square (PLS). The data in this study were collected using a
questionnaire and then processed using the SmartPLS 3
program. The results showed that the coefficient of investment benefits and
investment motivation was positive but did not have a significant effect, other
variables such as investment knowledge, minimum capital investment and return
on investment had a positive and significant effect.
Keywords: Investment knowledge, Investment Benefits, Investment
Motivation, Minimum Investment Capital, Investment Return, Investment Interest
Pendahuluan
Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian Indonesia khususnya pada perkembangan perusahaan, dimana perusahaan dituntut untuk beradaptasi dan mengikuti perkembangan zaman agar tetap beroperasi. Perusahaan harus selalu melakukan inovasi, salah satunya dengan bergabung di pasar modal karena dapat menyelamatkan kinerja keuangan perusahaan yang menurun. Hal ini sejalan dengan pendapat (Panjaitan, 2020) bahwa pasar modal dapat berperan sebagai wadah bagi perusahaan untuk mendapatkan modal dari masyarakat sebagai investor.
Bagi masyarakat atau calon investor, pengetahuan fundamental tentang investasi merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Tujuannya yaitu agar calon investor terhindar dari praktik-praktik investasi yang tidak rasional, budaya ikut-ikutan, penipuan, dan risiko kerugian. Diperlukan pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis efek-efek mana yang akan dibeli dalam melakukan investasi di pasar modal. Praktik investasi yang tidak rasional ini, umumnya dialami oleh investor pemula, salah satunya adalah para generasi muda yang baru melek investasi (Pajar, 2021).
Berdasarkan hasil studi terkait investasi multiplatform, generasi muda dominan terlibat dalam sistem ekonomi khususnya investor retail hingga mencapai 75 persen dengan mayoritas usia 18-35 tahun, sehingga berarti rata-rata dari mereka adalah pelajar atau mahasiswa. Menurut (Marwan, 2021), sejak era pandemi terlihat banyak anak muda terutama Generasi Milenial dan Generasi Z menjadi lebih melek investasi. Fenomena tersebut menjadi hal yang menarik karena generasi milenial seharusnya perlu membuat tujuan keuangan pribadi yang jelas, misalnya kebebasan finansial saat pensiun (Rudiwantoro, 2018). Pada masa pensiun, melenial tidak lagi mempunyai sumber penghasilan di masa depan, namun melalui investasi yang dilakukan semasa muda, kebutuhan hidup di masa pensiun dapat terpenuhi dengan baik dengan imbal hasil investasi yang dilakukannya selama ini (Mirza, 2019).
Namun pada kenyataannya budaya ikut-ikutan dalam berinvestasi dikalangan anak muda masih marak terjadi karena kebanyakan para investor pemula belum mengerti bagaimana cara memilih saham terbaik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Para pemula cenderung hanya berinvestasi mengikuti katanya individu-individu yang populer diberitakan sehingga memiliki potensi besar mengalami kerugian dalam berinvestasi. Agar budaya tersebut tidak marak terjadi maka pengetahuan investasi harus dimiliki pemula dari berbagai aspek investasi, mulai dari informasi penilaian dasar investasi, tingkat risiko, dan pengembalian investasi (Pajar & Pustikaningsih, 2017) karena semakin banyak informasi tentang investasi atau sosialisasi pasar modal, menjadikan semakin besar keinginan orang untuk berinvestasi di pasar modal (Burhanudin, Siti, & Sri Bintang, 2021).
Berinvestasi dipasar modal mempunyai banyak manfaat, salah satunya yakni mendapatkan penghasilan tambahan. Hal ini membuat para pemula berminat untuk berivestasi. Di dukung oleh penelitian yang dilakukan (Karima, 2018) menyatakan bahwa manfaat investasi berpengaruh terhadap minat investasi hal ini sejalan dengan penelitian (Riyadi, 2016), sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Hermawati, Rizal, & Mudhofar, 2018) adalah sebaliknya dimana manfaat investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Beberapa manfaat saat investasi yakni membantu meningkatkan kesejahteraan hidup, sebagai indikator pembangunan ekonomi, sebagai asset masa depan yang baik serta dapat memberikan penghasilan tetap. Hal ini dipicu oleh kesadaran setiap individu akan pentingnya investasi semakin tinggi (Hersam, 2022).
Dorongan untuk hidup sejahtera dimasa yang akan datang, menjadikan calon investor termotivasi berinvestasi dan mendapatkan keuntungan menjadi pengaruh dari minat berinvestasi calon investor. Hal ini didukung penelitian yang dilakukan oleh (Pajar, 2021) menyatakan bahwa motivasi investasi berpengaruh terhadap minat investasi, juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nisa, 2017), (Malik, 2017) dan (Haidir, 2019) sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Hermawanti (2018) menyatakan bahwa motivasi investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi, hal ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh (Karima, 2018). Menurut (Wicaksono, n.d.) motivasi pada dasarnya adalah �proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan�.
Berinvestasi juga diperlukan modal, persoalan modal seringkali menjadi kendala berinvestasi bagi investor pemula. Namun dengan adanya modal minimal menjadikan semakin banyak investor pemula yang berminat untuk berinvestasi. Didukung oleh Penelitian yang dilakukan oleh (Riyadi, 2016) menyatakan bahwa modal minimal investasi berpengaruh terhadap minat investasi, sedangkan menurut (Hermawati et al., 2018) menyatakan bahwa modal minimal investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Modal minimal investasi menurut (Pajar, 2021) yang menyatakan bahwa modal investasi minimal diibaratkan sebuah diskon besar-besaran yang akan memicu minat berbelanja. Dalam hal dihubungkan dengan investasi bahwa dengan modal yang sedikit dalam memulai investasi maka akan menarik minat investasi.
Selain itu, mendapatkan keuntungan adalah salah satu alasan calon investor berminat untuk melakukan investasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Tandio & Widanaputra, 2016) menyatakan bahwa return investasi berpengaruh terhadap minat investasi dan penelitian yang dilakukan (Hermawati et al., 2018) (Sulastyawati, Noprizal, & Kurniawan, 2017) sedangkan menurut (Karima, 2018) menyatakan bahwa return investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi hal ini juga diperoleh dalam penelitian (Riyadi, 2016). (Hartono, 2017) menyatakan bahwa Return dan risiko dalam investasi memiliki hubungan positif, yaitu semakin tinggi risiko maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Teori return dan juga mendukung hasil ini, Semakin besar return yang mungkin diperoleh maka semakin besar pula minat investasi.
Berdasarkan uraian diatas mengenai begitu pentingnya persiapan dalam berinvestasi bagi mahasiswa, maka penelitian ini akan menyelidiki tentang faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam berinvestasi dalam masa pasca pandemi. Faktor-faktor yang diteliti antara lain yaitu pengetahuan investasi, manfaat investasi, motivasi investasi, modal minimal investasi, dan return investasi. Alasan pemilihan lima variabel tersebut adalah keterkaitan dengan objek penelitian pada mahasiswa dikota Gresik dimana mahasiswa tersebut sudah menjadi investor di pasar modal. Hal ini juga di dukung oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa lima faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap minat investasi mahasiswa di pasar modal.
����������� Untuk mewujudkan suatu wadah bagi investor yang ingin melakukan investasi di pasar modal atau di pasar sekunder tentunya berinvestasi pada Bursa Efek Indonesia adalah pilihannya, karena memiliki berbagai macam pilihan perusahaan yang sudah go publik yang melakukan penjualan saham untuk menambah modal operasional perusahaan (Ilmy, 2020). Mahasiswa atau masyarakat yang ingin menjadi investor bisa melakukan investasi saham di beberapa tempat yang sudah disediakan oleh pihak bursa efek indonesia di beberapa kantor perwakilan atau di beberapa unit kerjasama Galeri Investasi di berbagai Perguruan tinggi yang telah melakukan Kerjasama. Adapun lembaga atau organisasi yang menjadi tanggung jawab melaksanakan tugas galeri investasi yaitu Kelompok Studi Pasar modal merupakan organisasi yang terstruktur yang menjadi penanggung jawab galeri investasi tersebut (Hasibuan, 2018).
����������� Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor minat mahasiswa berinvestasi di pasar modal pasca pandemi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi para mahasiswa terhadap minat untuk melakukan investasi dipasar modal pasca pandemi ini.
Metode Penelitian
Populasi dan Sample
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pengetahuan investasi, manfaat investasi, motivasi investasi, modal investasi minimal dan return investasi terhadap minat investasi di pasar modal pada mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini melibatkan seluruh mahasiswa di perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Akuntansi dan Manajemen di kota Gresik. Penentuan sample menggunakan Purposive sampling dengan kriteria:
1.
Mahasiswa aktif yang menempuh studi
Akuntasi dan Manajemen di Kota Gresik.
2.
Responden pernah mengikuti pelatihan pasar
modal.
Kriteria ini didasarkan dengan asumsi Responden yang memiliki akun saham di perusahaan sekuritas atau responden yang terlibat di dalam investasi pasar modal.
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner (google form) secara online kepada responden. Dalam penyusunan kuesioner ini menggunakan skala likert 4 poin. Dalam satu pertanyaan terdapat empat jawaban yaitu : Sangat setuju/Sangat baik (SS) = 4, Setuju (S) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2, Sangat tidak setuju (STS) = 1
Definisi Operasional Variabel
Untuk mendefinisikan suatu variabel terkait dengan penelitian maka dibuat beberapa pengertian batasan operasional:
1.
Pengetahuan Investasi merupakan pemahaman
yang harus dimiliki oleh seseorang mengenaI berbagai aspek yang meliputi investasi,
yang dapat diperoleh melalui pelatihan pasar modal dan Sekolah Pasar Modal yang
diadakan oleh Bursa Efek Indonesia. Dengan beberapa indikator meliputi:
pentingnya pengetahuan dasar investasi, sekolah pasar modal, Pelatihan pasar
modal yang berkaitan dan pemahaman dasar investasi.
2.
Manfaat Investasi adalah sesuatu yang
didapatkan oleh penanam modal atau investor saat berinvestasi yaitu potensi
penghasilan jangka panjang, memberikan penghasilan tetap dan meningkatkan aset
serta memenuhi Kehidupan dimasa depan. Dengan beberapa indikator meliputi :
meningkatkan kesejahteraan, instrumen pembangunan ekonomi, manfaat pada masa
yang akan datang, penghasilan tetap.
3.
Motivasi Investasi adalah keadaan dalam
pribadi seseorang atau pengaruh lingkungan sekitar yang mendorong keinginan
individu tersebut untuk melakukan kegiatan kegiatan tertentu untuk berinvestasi
dengan tujuan untuk menjadi bagian dalam pendanaan perusahaan serta membantu
perkembangan perusahaan. Dengan beberapa indikator meliputi: Kepemilikan perusahaan, membantu perkembangan perusahaan, pengaruh lingkungan
keluarga, kebutuhan terpenuhi
4.
Modal minimal investasi merupakan syarat
dan ketentuan dalam membuka rekening akun perdana untuk berinvestasi di Pasar
modal. Di beberapa sekuritas saat ini, dana awal yang harus disetorkan untuk
membuat akun cukup yakni Rp100.000. Dengan beberapa indikator meliputi: Modal
Rp.100.000, investasi terjangkau, 1 lot 100 lembar saham, bebas dalam
mengurangi dan menambah saham
5.
Return Investasi
merupakan tingkat keuntungan atau tingkat pengembalian yang akan didapatkan
oleh investor, return investasi yang
diperoleh adalah Capital Gain dan Dividen. Dengan beberapa indikator
meliputi: Keuntungan yang menarik, risk
and return, pertimbangan keuntungan, dividen
dan capital gain.
6.
Minat Investasi merupakan hasrat atau
keinginan yang kuat pada seseorang untuk mempelajari segala hal atau menggali
informasi yang berkaitan dengan investasi hingga pada tahap mempraktikannya
atau berinvestasi. Dengan beberapa indikator meliputi: informasi investasi,
menjanjikan return, investasi yang menarik.
Dalam penelitian ini, setiap variabel yang diteliti diukur dengan skala Likert (1-4). Skala Likert mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Fareva, 2022).
Metode Analisis Data
Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif merupakan data penyajian melalui tabel, mean, standard deviation, nilai maksimum dan minimum yang digunakan untuk memahami karakteristik sampel penelitian (Tandio & Widanaputra, 2016)
Pengujian Outer Model
Uji outer model bertujuan untuk menspesifikasikan hubungan antar variabel laten dengan indikator-indikatornya. Uji outer model ini menggunakan bantuan prosedur SmartPLS. Tahap analisis pada outer model diukur menggunakan pengujian validitas dan reliabilitas.
Uji
Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan program SmartPLS. PLS merupakan suatu metode analisis yang sangat powerful tidak didasarkan atas banyak asumsi (Astakoni & Nursiani, 2020). Pada penelitian ini, uji validitas pengukuran terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan
Validitas konvergen digunakan untuk mengukur korelasi antara skor item dengan skor konstruk, semakin tinggi korelasi semakin baik validitas datanya (Nur Ayu Setia Ningsih & Sigit Hermawan, 2019). Pengukuran Pengukuran dapat dikategorikan memiliki validitas konvergen apabila nilai loading factor >0,7 (Triseptya, Pagalung, & Indrijawati, 2017).
Discriminant validity yaitu pengujian validitas konstruk dengan memprediksi ukuran indikator dari masing-masing bloknya (A. A. Ningsih, Cahaya, & Yaniartha, 2013). Validitas diskriminan salah satunya dapat dilihat dengan membandingkan nilai AVE dengan korelasi antara konstruk lainnya dalam model. Jika nilai akar AVE >0,50, maka artinya validitas deskriminan tercapai (Pratama, Abdurahim, & Sofyani, 2018).
Uji
Reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat diandalkan atau dipercaya untuk mengukur suatu objek yang akan diukur, dan untuk melihat konsistensi alat ukur dalam mengukur gejala yang sama (Sugiono, Noerdjanah, & Wahyu, 2020). Pengukuran menggunakan dua cara yaitu dengan Cronbach's Alpha dan Composite Reliability. Semakin besar nilai α (alpha), maka semakin besar pulanya suatu variabel dikatakan reliable apabila memiliki koefisien keandalan atau Cronbach Alpha > 0,60 dan nilai Composite reliability harus lebih dari 0,70 (Ijlalludin, 2021).
Pengujian Inner Model
Model struktural (inner model) merupakan pola hubungan variabel penelitian. Evaluasi terhadap model struktural adalah dengan melihat koefisien antar variabel dan nilai koefisien determinasi (R2). Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Siregar & Widyawati, 2016). Pengujuan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan model variabel independen untuk menjelaskan variabel dependen
Uji R-Square (R2)
Uji R-Square (R2) pada dasarnya untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerapkan variasi dependen (Y), Menurut Widarjono, Uji Koefisien Determinasi (R-Squared) adalah uji untuk menjelaskan besaran proporsi variasi dari variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen.
Nilai R-square (R2) adalah ukuran proporsi variasi nilai variabel yang dipengaruhi yang dapat dijelaskan oleh variabel yang mempengaruhinya. Jika dalam sebuah penelitian menggunakan lebih dari dua variabel bebas maka digunakan r-square adjusted (adjusted R2). Nilai r square adjusted adalah nilai yang selalu lebih kecil dari r square. Nilai R2 mendekati 1, dengan kriteria batasan nilai dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu (Jamal 2018) :
Jika nikai R2 = 0,67 Model adalah substansi (kuat)
Jika nikai R2 = 0,33 Model adalah moderate (sedang)
Jika nikai R2 = 0,19 Model adalah lemah (buruk)
Dalam penelitian ini digunakan nilai r-square adjusted (adjusted R2), karena memiliki lebih dari dua variabel bebas.
Pengujian Hipotesis
Uji
T-Statistik
Menurut Ghozali (2011:98) uji statistik t menjelaskan bahwa seberapa jauh pengaruh satu variabel independen dalam menerangkan variabel dependen. Dalam uji t untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, pengambilan keputusan dengan menetapkan 5% (α = 0,05). Kriteria yang digunakan adalah sebagai berikut:
a.
Jika
nilai probabilitas (p-value) > 0,05 maka H0 diterima, artinya variabel
independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
b.
Jika
nilai probabilitas (p-value) ≤ 0,05 maka H0 ditolak, artinya variabel
independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Hasil dan Pembahasan
Gambaran
Umum Objek Penelitian
Objek pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Akuntansi dan Manajemen di kota Gresik. Pada penelitian ini, penulis dapat mengumpulkan sebanyak 100 responden yang berasal dari perguruan tinggi di kota Gresik. Penyebaran kuisioner dilakukan secara online via google form dengan membagikan link google form pada reponden yang dituju, penyebaran secara online ini mendapat sebanyak 100 responden. Sample yang sudah terpilih akan dilanjutkan untuk melakukan analisis dan pengujian hipotesis.
Tabel 1
Data Responden
No. |
Nama
Universitas |
Jumlah |
1 |
Universitas Muhammadiyah Gresik |
50 |
2 |
Universitas Gresik |
21 |
3 |
Universitas Internasional
Semen Indonesia |
15 |
4 |
Universitas Akademi
Semen Indonesia |
14 |
Total |
100 |
Sumber : Data diolah tahun 2023
Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan hasi dari penelitian yang sudah dilaksanakan peneliti pada 100 responden yang dijadikan sample penelitian melalui kuisioner yang disebarkan, sehingga dapat ditarik beberpa gambaran komposisi dari responden berdasarkan jurusan, semester dan jenis kelamin.
Tabel 2
Deskripsi Data Penelitian
No |
Jurusan |
Jumlah
|
Persentase
|
1. |
Akuntansi |
67 |
67,0% |
2. |
Manajemen |
33 |
33,0% |
Total |
100 |
100% |
|
No |
Semester |
Jumlah
|
Persentase
|
1. |
3 |
13 |
13,0% |
2. |
5 |
40 |
40,0% |
3. |
7 |
47 |
47,0% |
Total |
100 |
100% |
|
No |
Jenis Kelamin |
Jumlah
|
Persentase
|
1. |
Perempuan |
59 |
59,0% |
2. |
Laki-laki |
41 |
41,0% |
Total |
100 |
100% |
Sumber : Data diolah tahun 2023
����������� Pada tabel jurusan, menunjukan bahwa responden dengan jurusan akuntansi berjumlah 67 responden atau 67,0% dan responden dengan jurusan manajemen berjumlah 33 responden atau 33,0%. Pada tabel semester, responden semester 3 berjumlah 13 responden atau 13,0%, responden semester 5 berjumlah 40 responden atau 40,0%, dan responden semester 7 berjumlah 47 responden atau 47,0%. Sedangan ada tabel jenis kelamin, responnden dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 59 responden atau 59,0%, responden dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 41 responden atau 41,0%.
MODEL
PENGUKURAN (OUTER MODEL)
Evaluasi model SEM-PLS pada model pengukuran (outer model) dievaluasi dengan melihat validitas dan reabilitas. Untuk melakukan uji ini, langkah pertama yang harus dilakukan setelah semua data telah dimasukkan ke aplikasi smartpls adalah memilih menu calculate setelah itu pilih PLS algorithm lalu pilih start caculation, setelah itu akan muncul data-data dengan beberapa pilihan menu dibagian bawah, pilih menu construct reliability and validity, maka akan tampil data yang diinginkan. Berikut penjabaran hasil uji reliability.
Uji
Reliabilitas
Menurut (Jonathan Sarwono, 2014) reliabilitas merupakan ukuran konsistensi internal indikator-indikator suatu konstruk yang menunjukkan derajat sejauh mana setiap indikator tersebut menunjukkan sebuah konstruk laten yang umum.
Menurut (Salman, 2021) syarat reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi dari hasil (data) dalam waktu yang berbeda. Untuk menguji reliabilitas konstruk dalam penelitian digunakan nilai composite reliability. Suatu variabel dikatakan memenuhi reliabilitas konstruk jika memiliki nilai composite reliability > 0,7 (Maspaitella, Siswanto, Santoso, & Bakhtiar, 2018) dan nilai crobanch apha yang bernilai > 0,7 memiliki tingkat reabilitas yang baik bagi sebuah variabel (Salman, 2021). Nilai composite reliability masing-masing indikator dapat dilihat pada tabel 3 berikut:
Tabel 3 � Reliability Test |
|||
Variabel |
Cronbach's
Alpa |
Composite
Reliability |
Keterangan |
Pengetahuan Investasi (X1) |
0,945 |
0,961 |
Reliabel |
Manfaat Investasi (X2) |
0,945 |
0,960 |
Reliabel |
Motivasi Investasi (X3) |
0,920 |
0,943 |
Reliabel |
Modal
Minimal Investasi (X4) |
0,963 |
0,973 |
Reliabel |
Return Investasi
(X5) |
0,916 |
0,940 |
Reliabel |
Minat Investasi (Y1) |
0,929 |
0,950 |
Reliabel |
Sumber : Data diolah tahun 2023
Pada tabel 3 reliability dapat dijelaskan yaitu variabel pengetahuan investasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,945 sedangkan composit reliability 0,961 maka dinyatakan reliable, variabel manfaat investasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,945 sedangkan composit reliability 0,96 maka dinyatakan reliable, variabel motivasi investasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,92 sedangkan composit reliability 0,943 maka dinyatakan reliable, variabel modal minimal inevestasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,963 sedangkan composit reliability 0,973 maka dinyatakan reliable, variabel return investasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,926 sedangkan composit reliability 0,94 maka dinyatakan reliable, variabel minat investasi dengan Cronbanch�s Alpa 0,929 sedangkan composit reliability 0,95 maka dinyatakan reliable.
Pada tabel 3 dapat dilihat hasil analisis uji reliabilitas menggunakan alat bantu SmartPLS yang menyatakan bahwa semua nilai composit reliability setiap lebih besar 0,7 yang berarti semua variabel telah reliable dan telah memenuhi kriteria pengujian. Selanjutnya nilai cronbanch�s alpa juga menunjukkan bahwa semua nilai cronbanch�s alpa lebih dari 0,6 dan hal ini menunjukkan tingkat reliabilitas variabel juga telah memenuhi kriteria.
Setelah hasil uji data dinyatakan reliable, maka langkah selanjutnya yaitu melakukan uji validitas diantaranya loading factor, AVE, Farnell Lacker Criterion dan cross loading. Adapun langkah yang perlu dilakukan yaitu memilih menu outer loading untuk melihat hasil uji loading factor, lalu menu discriminant validity untuk melihat hasil uji farnell lacker criterion dan cross loading. Berikut penjabaran hasil uji validitas.
Uji
Validitas
Menurut (Salman, 2021) Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi alat ukurnya atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan menghitung korelasi antar masing- masing pernyataan dengan skor total. Pada penelitian ini, uji validitas pengukuran terdiri dari validitas konvergen dan validitas diskriminan.
Validitas Konveregen
Validitas konvergen digunakan untuk mengukur korelasi antara skor item dengan skor konstruk, semakin tinggi korelasi semakin baik validitas datanya (Nur Ayu Setia Ningsih & Hermawan, 2019). Pengukuran Pengukuran dapat dikategorikan memiliki validitas konvergen apabila nilai loading factor >0,7 (Triseptya et al., 2017).
Gambar 1
Model SmartPLS
Sumber : Data diolah tahun 2023
Tabel 4 Loading
Factor |
|
||||||
|
Pengetahuan Investasi (X1) |
Manfaat Investasi (X2) |
Motivasi Investasi (X3) |
Modal Minimal Investasi
(X4) |
Return
Investasi (X5) |
Minat Investasi (Y1) |
|
X1.1 |
0,924 |
|
|
|
|
|
|
X1.2 |
0,903 |
|
|
|
|
|
|
X1.3 |
0,916 |
|
|
|
|
|
|
X1.4 |
0,964 |
|
|
|
|
|
|
X2.1 |
|
0,863 |
|
|
|
|
|
X2.2 |
|
0,965 |
|
|
|
|
|
X2.3 |
|
0,901 |
|
|
|
|
|
X2.4 |
|
0,969 |
|
|
|
|
|
X3.1 |
|
|
0,878 |
|
|
|
|
X3.2 |
|
|
0,904 |
|
|
|
|
X3.3 |
|
|
0,878 |
|
|
|
|
X3.4 |
|
|
0,929 |
|
|
|
|
X4.1 |
|
|
|
0,935 |
|
|
|
X4.2 |
|
|
|
0,954 |
|
|
|
X4.3 |
|
|
|
0,932 |
|
|
|
X4.4 |
|
|
|
0,972 |
|
|
|
X5.1 |
|
|
|
|
0,900 |
|
|
X5.2 |
|
|
|
|
0,886 |
|
|
X5.3 |
|
|
|
|
0,847 |
|
|
X5.4 |
|
|
|
|
0,933 |
|
|
Y1.1 |
|
|
|
|
|
0,907 |
|
Y1.2 |
|
|
|
|
|
0,886 |
|
Y1.3 |
|
|
|
|
|
0,945 |
|
Y1.4 |
|
|
|
|
|
0,894 |
|
Sumber : Data diolah tahun 2023
Pada tabel 4 loading factor dapat di jelaskan yaitu variabel pengetahuan investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,924, 0,903, 0,916, dan 0,964, variabel manfaat investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,863, 0,965, 0,901, dan 0,969, variabel motivasi investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,878, 0,904, 0,878, dan 0,929, variabel modal minimal investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,935,� 0,954, 0,932, 0,972, �variabel return investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,900, 0,886, 0,847 dan 0,933 dan variabel minat investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,907, 0,886, 0,945, 0,894. Pada tabel 4 menunjukkan bahwa semua loading factor memiliki nilai > 0,7, sehingga dapat disimpulkan semua indikator telah memenuhi kriteria validitas konvergen, karena indikator untuk semua variabel sudah tidak ada yang dieliminasi dari model.
Validitas Discriminant
Discriminant validity yaitu pengujian validitas konstruk dengan memprediksi ukuran indikator dari masing-masing bloknya (Nur Ayu Setia Ningsih & Hermawan, 2019). Validitas diskriminan salah satunya dapat dilihat dengan membandingkan nilai AVE dengan korelasi antara konstruk lainnya dalam model. Jika nilai akar AVE >0,50, maka artinya validitas deskriminan tercapai (Pratama et al., 2018).
Tabel 5 Nilai AVE |
|
Jenis Kelamin |
Average
Variance Extracted (AVE) |
Pengetahuan Investasi (X1) |
0,859 |
Manfaat Investasi (X2) |
0,857 |
Motivasi Investasi (X3) |
0,805 |
Modal
Minimal Investasi (X4) |
0,900 |
Return Investasi
(X5) |
0,795 |
Minat Investasi (Y1) |
0,825 |
Sumber : Data diolah tahun 2023
Berdasarkan� tabel 5, nilai AVE pada variabel pengetahuan investasi (0,859), manfaat investasi (0,857), motivasi investasi (0,805), modal minimal investasi (0,900) return investasi (0,795) dan minat investasi (0,825) bernilai > 0,50. Sehingga dapat dikatakan bahwa model pengukuran tersebut telah valid secara descriminant validity. Selain itu, validitas diskriminan juga dilakukan berdasarkan pengukuran Fornell Larcker criteration dengan konstruk. Apabila korelasi konstruk pada setiap indikator lebih besar dari konstruk lainnya, artinya konstruk laten dapat memprediksi indikator lebih baik dari konstruk lainya (Novrian Dandi Pratama, Ahim Abdurahim & Hafiez Sofyani, 2018).
Tabel 5 Fornel Larcker Criterion (Diskriminant Validity) |
||||||
|
Manfaat
Investasi (X2) |
Minat Investasi (Y1) |
Modal
Minimal Investasi (X4) |
Motivasi
Investasi (X3) |
Pengetahuan Investasi (X1) |
Return Investasi (X5) |
Manfaat Investasi (X2) |
0,926 |
|
|
|
|
|
Minat Investasi (Y1) |
-0,348 |
0,908 |
|
|
|
|
Modal Minimal Investasi
(X4) |
0,809 |
-0,329 |
0,949 |
|
|
|
Motivasi Investasi (X3) |
0,841 |
-0,265 |
0,807 |
0,897 |
|
|
Pengetahuan Investasi (X1) |
0,791 |
-0,358 |
0,988 |
0,79 |
0,927 |
|
Return
Investasi (X5) |
0,642 |
-0,347 |
0,614 |
0,603 |
0,593 |
0,892 |
Sumber : Data diolah tahun 2023
Pada tabel 6 fornell larcker criterion dapat di jelaskan nilai yang tertinggi dengan variabel manfaat investasi 0,926, variabel minat investasi 0,908, variabel modal minimal investasi 0,949, variabel motivssi investasi 0,897, variabel pengetahuan investasi 0,939, dan variabel return investasi 0,892.
Berdasarkan Tabel 6, tampak bahwa masing-masing indikator pernyataan mempunyai nilai loading factor tertinggi pada konstruk laten yang diuji dari pada konstruk laten lainnya, artinya bahwa setiap indikator pernyataan mampu diprediksi dengan baik oleh masing-masing konstruk laten dengan kata lain validitas diskriminan telah valid. Jadi dapat disimpulkan dari hasil tabel 5 dan 6 bahwa semua konstruk memenuhi kriteria validitas diskriminan.
Selain menggunakan nilai AVE metode lain yang dapat digunakan untuk mengetahui discriminant validity yaitu untuk mengukur discriminant validity dengan menggnakan nilai cross loading. Suatu indikator dikatakan memenuhi discriminant validity jika nilai cross loading 0,70 atau lebih (Pratama et al., 2018).
Tabel 7 Cross
Loading |
|
||||||
|
Pengetahuan Investasi (X1) |
Manfaat Investasi (X2) |
Motivasi Investasi (X3) |
Modal Minimal Investasi (X4) |
Return Investasi (X5) |
Minat Investasi (Y1) |
|
X1.1 |
0,924 |
0,743 |
0,774 |
0,935 |
0,578 |
-0,291 |
|
X1.2 |
0,903 |
0,673 |
0,681 |
0,858 |
0,464 |
-0,356 |
|
X1.3 |
0,916 |
0,738 |
0,715 |
0,904 |
0,587 |
-0,361 |
|
X1.4 |
0,964 |
0,784 |
0,766 |
0,972 |
0,573 |
-0,307 |
|
X2.1 |
0,717 |
0,863 |
0,739 |
0,732 |
0,536 |
-0,22 |
|
X2.2 |
0,73 |
0,965 |
0,804 |
0,744 |
0,625 |
-0,381 |
|
X2.3 |
0,723 |
0,901 |
0,739 |
0,746 |
0,566 |
-0,26 |
|
X2.4 |
0,774 |
0,969 |
0,83 |
0,789 |
0,637 |
-0,374 |
|
X3.1 |
0,718 |
0,765 |
0,878 |
0,732 |
0,539 |
-0,198 |
|
X3.2 |
0,708 |
0,793 |
0,904 |
0,72 |
0,538 |
-0,286 |
|
X3.3 |
0,659 |
0,714 |
0,878 |
0,684 |
0,537 |
-0,229 |
|
X3.4 |
0,755 |
0,742 |
0,929 |
0,767 |
0,553 |
-0,222 |
|
X4.1 |
0,924 |
0,743 |
0,774 |
0,935 |
0,578 |
-0,291 |
|
X4.2 |
0,948 |
0,773 |
0,78 |
0,954 |
0,558 |
-0,31 |
|
X4.3 |
0,914 |
0,766 |
0,743 |
0,932 |
0,615 |
-0,337 |
|
X4.4 |
0,964 |
0,784 |
0,766 |
0,972 |
0,573 |
-0,307 |
|
X5.1 |
0,578 |
0,562 |
0,564 |
0,587 |
0,900 |
-0,332 |
|
X5.2 |
0,479 |
0,564 |
0,523 |
0,5 |
0,886 |
-0,364 |
|
X5.3 |
0,449 |
0,569 |
0,508 |
0,48 |
0,847 |
-0,192 |
|
X5.4 |
0,594 |
0,607 |
0,553 |
0,613 |
0,933 |
-0,296 |
|
Y1.1 |
-0,307 |
-0,264 |
-0,221 |
-0,281 |
-0,273 |
0,907 |
|
Y1.2 |
-0,344 |
-0,315 |
-0,25 |
-0,318 |
-0,405 |
0,886 |
|
Y1.3 |
-0,348 |
-0,383 |
-0,275 |
-0,319 |
-0,286 |
0,945 |
|
Y1.4 |
-0,292 |
-0,289 |
-0,21 |
-0,268 |
-0,278 |
0,894 |
|
Sumber : Data diolah tahun 2023
Pada tabel 7 cross loading dapat di jelaskan yaitu variabel laten �dengan nilai yang lebih besar dibanding nilai variabel laten lainnya, pengetahuan investasi yang terdapat 2 indikator dengan nilai tertinggi 0,903 dan 0,916, variabel manfaat investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,863, 0,965, 0,901, dan 0,969, variabel motivasi investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,878, 0,904, 0,878, dan 0,929, variabel modal minimal investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,935,� 0,954, 0,932, dan 0,972 variabel return investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,900, 0,886, 0,847 dan 0,933 dan variabel minat investasi yang terdapat 4 indikator dengan nilai tertinggi 0,907, 0,886, 0,945 dan 0,984.
Dari hasil estimasi cros loading pada tabel 7 menunjukkan bahwa nilai cross loading untuk setiap indikator dari masing-masing variabel laten lebih besar dibanding nilai variabel laten lainnya dan memiliki nilai >0,7. Hal ini berarti bahwa setiap variabel laten sudah memiliki discriminant validity yang baik, dimana beberapa variabel laten memiliki pengukur yang berkorelasi tinggi dengan konstruk lainnya. Jika model pengukuran valid dan reliabel maka dapat dilakukan tahap selanjutnya yaitu evaluasi model structural dan jika tidak, maka harus kembali mengkonstruksi diagram jalur.
MODEL
STRUKTURAL (INNER MODEL)
Model struktural (inner model) merupakan pola hubungan variabel penelitian. Evaluasi terhadap model struktural adalah dengan melihat koefisien antar variabel dan nilai koefisien determinasi (R2). Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Hasibuan, 2018). Pengujuan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan model variabel independen untuk menjelaskan variabel dependen. Untuk melakukan uji untuk model struktural, langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu melihat nilai R Square dengan memilih menu R Square pada pilihan menu yang tersedia dibagian bawah dan berikut hasil uji R Square.
Nilai R square
Nilai R square (R2) adalah ukuran proporsi variasi nilai variabel yang dipengaruhi yang dapat dijelaskan oleh variabel yang mempengaruhinya. Jika dalam sebuah penelitian menggunakan lebih dari dua variabel bebas maka digunakan r-square adjusted (adjusted R2). Nilai r square adjusted adalah nilai yang selalu lebih kecil dari r square. Nilai R2 mendekati 1, dengan kriteria batasan nilai dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu (Hudin et al., 2018):
Jika nikai R2�� = 0,67� Model adalah substansi (kuat)
Jika nikai R2�� = 0,33� Model adalah moderate (sedang)
Jika nikai R2�� = 0,19� Model adalah lemah (buruk)
Dalam penelitian ini digunakan nilai r-square adjusted (adjusted R2), karena memiliki lebih dari dua variabel bebas.
Gambar 2
Output R-Square Adjusted
Sumber : Data diolah tahun 2023
Tabel 8 �
Nilai R Square dan R Square Adjusted
Variabel |
R-Square |
R-Square Adjusted |
Minat Investasi (Y1) |
0,217 |
0,175 |
Sumber : Data diolah tahun 2023
Pada tabel 8 dapat dijelaskan bahwa Nilai adjusted R2 dari variabel �minat investasi� adalah 0,175. Nilai ini terkategori moderat, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independen memberikan pengaruh tingkat moderat terhadap variabel dependen.
Uji
Hipotesis
Menurut (Rizki Pratiwi, 2017) Setelah sebuah model penelitian diyakini sudah fit maka tes hipotesis dapat dilakukan. Langkah selanjutnya adalah melakukan tes terhadap hipotesis yang telah dibangun pada penelitian ini. Dalam hal ini dilakukan metode bootstrapping terhadap sampel. Pengujian dengan bootstrapping dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidak normalan data penelitian.
Langkah terakhir dari uji menggunakan aplikasi smartPls adalah uji hipotesis dan dilakukan dengan melihat hasil nilai bootsrapping. Uji ini dilakukan dengan memilih menu calculate dan setelah itu tampil pilihan menu, lalu pilih bootstrapping, maka data yang diinginkan akan muncul. Berikut hasil uji data meggunakan bootstrapping.
Gambar
2
output bootsrapping
Sumber : Data diolah tahun 2023
Menurut (Ria Natalia & Josua Tarigan, 2014) Kriteria nilai path coefficient adalah jika nilainya positif, maka pengaruh suatu variabel terhadap variabel yang dipengaruhinya adalah searah. Jika nilai path coefficient adalah negatif, maka pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya adalah berlawanan arah. Hipotesis penelitian dapat diterima jika nilai t hitung (t-statistic) > t tabel pada tingkat kesalahan (α) 5% yaitu 1.96.
Tabel 5 Hasil Tes Hipotesis |
|||||
Hipotesis |
Hubungan |
Path Coofecient (sample mean) |
T- Statistic |
P - Values |
Hasil |
H1 |
Pengetahuan Investasi (X1)
-> Minat Investasi
(Y1) |
-1,573 |
2,176 |
0,015 |
Diterima |
H2 |
Manfaat Investasi (X2)
-> Minat Investasi
(Y1) |
-0,274 |
1,457 |
0,073 |
Ditolak |
H3 |
Motivasi Investasi (X3)
-> Minat Investasi
(Y1) |
0,186 |
1,012 |
0,154 |
Ditolak |
H4 |
Modal Minimal Investasi
(X4) -> Minat Investasi
(Y1) |
1,441 |
1,942 |
0,026 |
Diterima |
H5 |
Return Investasi (X5)
-> Minat Investasi
(Y1) |
-0,234 |
1,944 |
0,026 |
Diterima |
Sumber : Data diolah tahun 2023
PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel sebelumnya diperoleh keterangan hasil pengujian hipotesis sebagai berikut :
Hipotesis pertama menunjukkan hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai path cooffecient 1,573 (positif), nilai t-statistic 2,176 (>1,96), dan nilai p values� memenuhi syarat yaitu 0,015 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan investasi berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa universitas di kota Gresik, sehingga H1 pada penelitian ini diterima. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan investor merasa edukasi ataupun sosialisasi oleh pihak Bursa Efek Indonesia tentang investasi di pasar modal sangat menarik dan menambah pengetahuan atas investasi. Hasil dalam penelitian ini relevan dengan hasil yang diperoleh oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Malik, 2017).
Hipotesis kedua menunjukkan hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai path cooffeciont� -0,274 (Positif), nilai t-statistic 1,457 (<1,96), dan nilai p values tidak memenuhi syarat yaitu 0,073 (>0,05). Dapat disimpulkan bahwa manfaat investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa universitas di kota Gresik, sehingga H2 pada penelitian ini ditolak. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan investor masih merasakan adanya inflasi pada saat berinvestasi dan merasa dengan berinvestasi belum membantu meningkatkan kesejahteraan. Hasil dalam penelitian ini relevan dengan hasil yang diperoleh oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Karima, 2018).
Hipotesis ketiga menunjukkan hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai path cooffeciont 0,186 (Positif), nilai t-statistic 0,012 (<1,96), dan nilai p values tidak memenuhi syarat yaitu 0,154 (>0,05). Dapat disimpulkan bahwa motivasi investasi tidak berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa universitas di kota Gresik, sehingga H3 pada penelitian ini ditolak. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan karena calon investor maupun investor belum bisa terdorong oleh keinginan sendiri, ajakan teman sebaya ataupun dorongan keluarga untuk mulai berinvestas. Hasil dalam penelitian ini relevan dengan hasil yang diperoleh oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Karima, 2018).
Hipotesis keempat menunjukkan hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai path cooffeciont 1,441 (Positif), nilai t-statistic 1,942 (<1,96), dan nilai p values memenuhi syarat yaitu 0,026 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa modal minimal investasi berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa universitas di kota Gresik, sehingga H4 pada penelitian ini diterima. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan para responden sangat memperhatikan modal awal yang dikeluarkan saat melakukan investasi, Bursa Efek Indonesia selaku pengelola efek telah merubah peraturan mengenai harga minimal saham yang dapat dibeli dan telah mengubah satuan lot yang tadinya 1 lot 500 lembar saham menjadi 1 lot 100 lembar saham, dengan adanya perubahan ini investasi yang harus dikeluarkan menjadi sangat terjangkau, hal ini berkaitan dengan kestabilan keuangan bagi calon investor dan kesanggupan bagi calon investor mengenai nominal yang akan dikeluarkan pada saat mulai berinvestasi di Pasar Modal. Hasil dalam penelitian ini relevan dengan hasil yang diperoleh oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Karima, 2018).
Hipotesis kelima menunjukkan hasil dari pengolahan data diketahui bahwa nilai path cooffecient -0,234 (positif), nilai t-statistic 1,944 (<1,96), dan nilai p values memenuhi syarat yaitu 0,026 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa return investasi berpengaruh terhadap minat investasi mahasiswa universitas di kota Gresik, sehingga H5 pada penelitian ini diterima. Hal ini mungkin terjadi dikarenakan sejalan dengan teori return dan risiko, return yang tinggi menghasilkan resiko yang tinggi dan sebaliknya return yang rendah maka akan menghasilkan resiko yang rendah, rata-rata calon investor sebelum melakukan investasi sangat memperhatikan resiko dan return yang ada dari sebuah investasi. Hasil dalam penelitian ini relevan dengan hasil yang diperoleh oleh penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Sumadi & Sulistyawati, 2017).
Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian untuk mengetahui faktor pengaruh pengetahuan investasi, manfaat investasi, motivasi investasi, modal minimal dan return investasi terhadap minat mahasiswa untuk berinvestasi di pasar modal pasca pandemi dengan menganalisis 100 responden dan telah menjelaskan hasil penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.
Variabel Pengetahuan Investasi berpengaruh
signifikan terhadap minat investasi pada mahasiswa universitas di kota Gresik.
2.
Variabel Manfaat Investasi tidak
berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi pada mahasiswa universitas di
kota Gresik.
3.
Variabel Motivasi Investasi tidak
berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi pada mahasiswa universitas di
kota Gresik.
4.
Variabel Modal Minimal Investasi
berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi pada mahasiswa universitas di
kota Gresik.
5.
Variabel Return Investasi berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi
pada mahasiswa universitas di kota Gresik.
BIBLIOGRAFI
Astakoni, I. Made Purba, &
Nursiani, Ni Putu. (2020). Efek Intervening Struktur Modal Pada Pengaruh Ukuran
Perusahaan Terhadap Profitabilitas. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 11(2),
137�147.
Burhanudin, Burhanudin, Siti, Aisyah
Hidayati, & Sri Bintang, Mandala Putra. (2021). Pengaruh pengetahuan
investasi, manfaat investasi, motivasi investasi, modal minimal investasi dan
return investasi terhadap minat investasi di pasar modal (Studi pada Mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram). Distribusi.
Fareva, Izzati. (2022). Pengaruh
Ekspektasi Return Dan Persepsi Risiko Terhadap Minat Investasi Investor
Mahasiswa Yang Terdaftar Di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas
Negeri Jakarta. Universitas Negeri Jakarta.
Haidir, M. Samsul. (2019). Pengaruh
pemahaman investasi, dengan modal minimal dan motivasi terhadap minat mahasiswa
dalam melakukan investasi di pasar modal syariah. Jurnal Istiqro: Jurnal
Hukum Islam, Ekonomi Dan Bisnis, 5(2), 198�211.
Hartono, Jogiyanto. (2017). Teori
portofolio dan analisis investasi edisi kesebelas. Yogyakarta: Bpfe.
Hasibuan, Siti Rahma. (2018). Minat
Investasi Mahasiswa Untuk Berinvestasi di Pasar Modal Syariah (Studi Kasus di
Galeri Investasi Syariah UIN Sumatera Utara Periode 2017-2018). Universitas
Islam Negeri Sumatea Utara Medan.
Hermawati, Nensy, Rizal, Noviansyah, &
Mudhofar, Muhammad. (2018). Analisis Faktor�Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Mahasiswa Untuk Berinvestasi Di Pasar Modal:(Studi Pada Mahasiswa Prodi
Akuntansi STIE Widya Gama Lumajang). Progress Conference, 1(1),
850�860.
Hersam, Anggita Kumalasari. (2022). Sistem
Pengelolaan Dana Tabungan dan Deposito pada Koperasi Bank Perkreditan Rakyat
Takeran.
Hudin, Jamal Maulana, Farlina, Yusti,
Saputra, Rizal Amegia, Gunawan, A., Pribadi, Denny, & Riana, Dwiza. (2018).
Measuring Quality of Information System Through Delone Mclean Model in Online
Information System of New Student Registration (SISFO PPDB). 2018 6th
International Conference on Cyber and IT Service Management (CITSM), 1�6.
IEEE.
Ijlalludin, Muhammad Faiz. (2021). Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Berinvestasi Saham Di Pasar
Modal Pada Masa Pandemi (Studi Kasus Pada Mahasiswa Di Yogyakarta).
Ilmy, Assyafa Azharul. (2020). Pengaruh
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Shanghai Index Composite (SSEC),
Harga Emas Dunia, Tingkat Inflasi, dan Nilai Tukar atau Kurs USD/IDR terhadap
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). UPN
Veteran Jawa Timur.
Karima, Laili. (2018). Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Untuk Melakukan Investasi Di
Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Islam
Indonesia).
Malik, Ahmad Dahlan. (2017). Analisa
faktor�faktor yang mempengaruhi minat masyarakat berinvestasi di pasar modal
syariah melalui Bursa Galeri Investasi UISI. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Islam| Journal of Economics and Business Islamic, 3(1), 61�84.
Marwan, Sri Handayani. (2021). Tantangan
Dan Peluang Generasi Milenial Era Pandemi. Edited by Sri Handayani Marwan.
1st ed. Surakarta: UNISRI Press.
Maspaitella, Billy J., Siswanto, S.,
Santoso, Haryo, & Bakhtiar, Arfan. (2018). Pengaruh Keadilan
Organisasional terhadap Kepuasan Kerja dan Dampaknya terhadap Komitmen dan
Intensi Keluar di PT. Indonesia Power UBP Semarang. IENACO (Industrial
Engineering National Conference) 6 2018.
Mirza, Aryan Danil. (2019). Milenial
cerdas finansial. CV Jejak (Jejak Publisher).
Ningsih, A. A., Cahaya, Putu Ratih, &
Yaniartha, P. Dyan. (2013). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Time Budget
Pressure terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana,
4(1), 92�109.
Ningsih, Nur Ayu Setia, & Hermawan,
Sigit. (2019). Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Dan
Perilaku Belajar Terhadap Pemahaman Atas Akuntansi Dasar Mahasiswa Dengan
Kepercayaan Diri Sebagai Pemoderasi. Journal of Accounting Science, 3(1),
60�66.
Nisa, Aminatun. (2017). Pengaruh pemahaman
investasi, modal minimal investasi dan motivasi terhadap minat mahasiswa
berinvestasi di pasar modal (Studi pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Kesuma
Negara). Jurnal Penelitian Teori & Terapan Akuntansi (PETA), 2(2),
22�35.
Pajar, Rizki Chaerul. (2021). Pengaruh
Motivasi Investasi dan Pengetahuan Investasi Terhadap Minat Investasi di Pasar
Modal.
Pajar, Rizki Chaerul, & Pustikaningsih,
Adeng. (2017). Pengaruh motivasi investasi dan pengetahuan investasi terhadap
minat investasi di pasar modal pada mahasiswa FE UNY. Jurnal Profita: Kajian
Ilmu Akuntansi, 5(1).
Panjaitan, Roymon. (2020). MASA-MASA
COVID-19 Strategi Bisnis dan Manajemen Perusahaan. Penerbit Yayasan Prima
Agus Teknik, 1�201.
Pratama, Novrian Dandi, Abdurahim, Ahim,
& Sofyani, Hafiez. (2018). Determinan Efektivitas Implementasi Anggaran
Berbasis Kinerja dan Penyerapan Anggaran di Pemerintah Daerah. Jurnal Reviu
Akuntansi Dan Keuangan, 8(1), 9�24.
Riyadi, Adha. (2016). Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Untuk Berinvestasi di Pasar
Modal (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta). Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Yogyakarta.
Rudiwantoro, Andreas. (2018). Langkah
Penting Generasi Millennial Menuju Kebebasan Finansial Melalui Investasi. Jurnal
Moneter, 5(1), 44�51.
Salman, Muhamad. (2021). pengaruh kemampuan
manajemen dan pola pendampingan terhadap perkembangan usaha melalui jejaring
pasar. KINDAI, 17(2), 192�212.
Siregar, Rifka, & Widyawati, Dini.
(2016). Pengaruh karakteristik perusahaan terhadap penghindaran pajak pada
perusahaan manufaktur di BEI. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi (JIRA), 5(2).
Sugiono, Sugiono, Noerdjanah, Noerdjanah,
& Wahyu, Afrianti. (2020). Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur SG
Posture Evaluation. Jurnal Keterapian Fisik, 5(1), 55�61.
Sulastyawati, Dwi, Noprizal, Noprizal,
& Kurniawan, Oka. (2017). Analisis Strategi Sosialisasi Pasar Modal dan
Pengaruhnya Terhadap Keputusan Masyarakat Berinvestasi di Pasar Modal. EcceS
(Economics, Social, and Development Studies), 4(2), 103�127.
Sumadi, Agus Resi, & Sulistyawati, Eka.
(2017). Pengaruh sikap, motivasi, dan lingkungan terhadap niat berwirausaha.
Udayana University.
Tandio, Timothius, & Widanaputra, A. A.
G. P. (2016). Pengaruh pelatihan pasar modal, return, persepsi risiko, gender,
dan kemajuan teknologi pada minat investasi mahasiswa. E-Jurnal Akuntansi,
16(3), 2316�2341.
Triseptya, Ghaliyah Nimassita, Pagalung,
Gagaring, & Indrijawati, Aini. (2017). Pengaruh partisipasi anggaran,
komitmen dan budaya organisasi terhadap kinerja manajerial dengan gaya
kepemimpinan sebagai moderasi. SEIKO: Journal of Management & Business,
1(1), 36�46.
Wicaksono, Dani Agung. (n.d.). Faktor-faktor
yang Mempengaruhi kinerja Pegawai.
Copyright holder: Nur Afni Hidayahti, Suwarno
(2023) |
First publication right: Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia |
This article is licensed under: |