Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 8, No. 5, Mei 2023

 

PENGARUH BUDAYA SEKOLAH DAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS SEMBILAN NILAI TERHADAP KINERJA GURU: STUDI DI SEKOLAH MENENGAH KATOLIK YAYASAN JOSEPH YEEMYE DI SULAWESI UTARA

 

Maritje Maria Makalew

STP Don Bosco Tomohon

Email: [email protected]

 

Abstrak

Artikel ini bermaksud untuk menentukan pengaruh terhadap kinerja guru di sekolah menengah katolik dari variabel determinan budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis nilai. Penelitian ini menggunaan metode kuantitatif, dengan teknik analisa data regresi linier berganda. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusi kepada 93 guru sekolah menengah katolik Yayasan Joseph Yeemye sebagai sampel melalui survey. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya sekolah berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah katolik; pendidikan karakter berbasis nilai berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah katolik; dan budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis nilai secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah katolik.

Kata kunci: Budaya Sekolah; Pendidikan Karakter; Kinerja Guru.

 

Abstract

This article aims to determine the effect on catholic high school teachers� performance from such determinant variables as school culture and value-based character education. This study is a quantitative research using multiple linear regression as data analysis technique. The data collection technique was carried out through questionnaires by survey distributed to 93 teachers in catholic high schools of Joseph Yeemye Foundation as the samples. The results show that school culture has a significant positive effect on catholic high school teachers� performance; value-based character education has a significant positive effect on catholic high school teacher performance; school culture and value-based character education simultaneously have a significant positive effect on catholic high school teachers� performance.

Keywords: School Culture; Character Education; Teacher Performance.

 

 

 

 

Pendahuluan

Kinerja guru di sekolah memainkan peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah, bahkan tujuan pendidikan nasional. Isu-isu terkait kinerja guru telah mengundang perhatian banyak pihak dan seharusnya mendapatkan perhatian utama. Sebab figur dan peran guru menjadi fokus utama ketika kita membicarakan masalah-masalah pendidikan. Guru selalu terkait dengan dengan komponen manapun dalam sistem pendidikan (Hendrawijaya, 2020).

Kinerja dirumuskan sebagai hasil capaian yang diperoleh dari aktivitas dan fungsi pekerjaan tertentu selama periode waktu tertentu (Russel & John, 1993). Dalam konteks kinerja guru, hal ini menunjuk pada kinerja guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi semua aktifitas pembelajaran (Kusumawati, 2023a). Beberapa masalah yang kerapkali terjadi menyangkut kinerja guru telah disinggung dalam hasil penelitian Kardata (2018), sedangan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru cukup banyak dibahas di antaranya dalam riset jurnal (Butar, Bross, & Kanto, 2020);(Hendrawijaya, 2020);(Rasto & Maulani, 2019).

Penelitian-penelitian terdahulu tentang kinerja guru cukup banyak dipublikasikan. Beberapa di antaranya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Sauri (2022); Komar (2020); Zubair (2017), sedangkan penelitian lainnya cukup banyak menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisa jalur ataupun korelasi-regresi. Dalam penelusuran terbatas penulis, untuk penelitian kuantitatif, pengaruh terhadap kinerja guru di sekolah baik secara parsial maupun simultan, telah diulas dari sisi variabel determinannya, seperti misalnya budaya sekolah Danasasmita (2018); Fitriyono (2018); Pratiwi (2021); Purwanto (2020); Rahmawati (2021); Rusmani (2019) motivasi dan kepemimpinan disiplin kerja, kompensasi, kepuasan Saragi dan lain sebagainya. Namun, pendidikan karakter atau pendidikan nilai relatif kurang dikaji hubungan dan pengaruhnya terhadap kinerja guru. Melalui penelitian ini penulis mencoba mengisi kesenjangan ini.

Lokus penelitian yang diambil untuk kinerja guru di sekolah sangatlah beragam, mulai dari institusi pendidikan dasar sampai pendidikan menengah, baik sekolah/madrasah negeri maupun swasta. Penelitian terkait kinerja guru dengan lokus penelitian sekolah-sekolah Katolik sudah ada beberapa Kakiay (2018); Lion (2021); Mentang (2022); Putro (2022); Waku (2019) tetapi rupanya masih sedikit dan terbatas, apalagi penelitian dengan lingkup yang agak luas yang terdiri dari beberapa unit persekolahan seperti dalam penelitian ini.

Penelitan ini bermaksud untuk menentukan pengaruh terhadap kinerja guru di sekolah menengah katolik dari faktor determinan budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai. Ada tiga rumusan masalah yang berkaitan dengan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini, yakni: (1) Apakah terdapat pengaruh signifikan budaya sekolah terhadap kinerja guru di sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye? (2) Apakah terdapat pengaruh signifikan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai terhadap kinerja guru di sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye? (3) Apakah terdapat pengaruh signifikan dan positif antara budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai secara simultan terhadap kinerja guru di sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye?

 

Metode Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di sekolah menengah katolik Yayasan Joseph Yeemye di Sulawesi Utara, yang terdiri dari empat unit persekolahan di dua kota berbeda, yakni SMP Pax Christi dan SMA Rex Mundi di Kota Manado, dan SMP Stella Maris dan SMK Familia di Kota Tomohon. Populasinya adalah para guru yang bekerja di empat unit persekolahan ini. Melalui survei kuesioner disebar dan diisi oleh 93 guru responden sebagai sampel dalam penelitian ini.

Kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini berbentuk skala Lickert dan telah lulus uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian (Sugiyono, 2013). Data hasil penelitian diolah dengan teknik analisa regresi linier berganda melalui aplikasi SPSS Statistik versi 25. Hasil analisa data kemudian diinterpretasi untuk membuktikan hipotesis penelitian ini. Berangkat dari tiga hipotesis dalam penelitian ini, diagram model penelitian ini digambarkan sebagai berikut.

 

Gambar 1 Diagram Model Penelitian

 

 

Hasil dan Pembahasan

A.    Temuan Hasil dan Analisa

Penelitian ini menggunakan teknik analisa data regresi linier. Persamaan matematis untuk model penelitian ini adalah sebagai berikut.

Y = a + B1.X1 + B2.X2 + e

Sebagai Keterangan:

Y = Variabel terikat Kinerja Guru

a = Konstanta (Constant)

B= Koefisien Regresi variabel bebas

X1 = Variabel Budaya Sekolah

X1 = Variabel Pendidikan Karakter Berbasis Nilai

e = Standar Error (Disturbance error)

Dari hasil analisa pada nilai Tabel Koefisien (Lih. Tabel 1), persamaan regresi linear untuk model penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.

Y = -4.054 + 0.096 X1 + 0.926 X2 + e

Persamaan ini menunjukkan bahwa nilai konstanta adalah sebesar -4.054; nilai koefisien regresi variabel Budaya Sekolah sebesar 0.096; dan nilai koefisien regresi variabel pendidikkan karakter berbasis Sembilan nilai adalah sebesar 0.926. Dari analisa data didapatkan hasil uji-t dalam tabel berikut.

 

Tabel 1

Hasil Uji-T Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

 

B

Std. Error

Beta

 

1

(Constant)

-4.053

6.213

 

-0.652

0.516

 

Budaya Sekolah

0.096

0.043

0.126

2.211

0.030

 

Pendidikan Karakter berbasis Nilai

0.926

0.065

0.815

14.330

0.000

 

a. Dependent Variabel: Kinerja Guru

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Statistics 25.0

 

Dikatakan terdapat pengaruh signifikan secara parsial variabel bebas Budaya Sekolah (X1) ataupun Pendidikan Karakter berbasis Nilai (X2) terhadap variabel terikat Kinerja Guru (Y) jika pada Tabel Koefisien: (1) Nilai Sig. < 0.05. (2) Nilai T-hitung > nilai T-tabel.

Terlihat pada Tabel 1 di atas bahwa nilai Sig. variabel X1 Budaya Sekolah (sebesar 0.03) < 0.05, sedangkan nilai T-hitung variabel X1 Budaya Sekolah (sebesar 2.211) > nilai T-Tabel (1.98667). Ini artinya, Ho (null hypothesis) ditolak dan H1 (alternative hypothesis) diterima. Karena nilai T-hitungnya adalah positif, maka dengan ini bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif Budaya Sekolah secara parsial terhadap Kinerja Guru.

Lanjut, terlihat juga pada Tabel 1 di atas bahwa nilai Sig. variabel X2 Pendidikan Karakter berbasis Nilai (sebesar 0.00) < 0.05, sedangkan nilai T-hitung variabel X2 Pendidikan Karakter berbasis Nilai (sebesar 14.330) > nilai T-Tabel (1.98667). Ini artinya Ho (null hypothesis) ditolak dan H2 (alternative hypothesis) diterima. Karena nilai T-hitungnya adalah positif, maka dengan ini bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif Pendidikan Karakter berbasis Nilai secara parsial terhadap Kinerja Guru. Dari analisa data didapatkan hasil uji-F dalam tabel berikut.

 

Tabel 2

Hasil Uji-F ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

5866.939

2

2933.470

164.644

.000b

Residual

1603.534

90

17.817

 

 

Total

7470.473

92

 

 

 

a. Dependent Variabel: Kinerja Guru

b. Predictors: (Constant), Pendidikan Karakter berbasis Nilai, Budaya Sekolah

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Statistics 25.0

Dikatakan terdapat pengaruh secara simultan variabel-variabel bebas Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai (X1 dan X2) terhadap variabel terikat Kinerja Guru (Y) jika pada Tabel ANOVA: (1) Nilai Sig. < 0.05. (2) Nilai F-hitung itu > nilai F-tabel.

Terlihat pada Tabel ANOVA di atas bahwa nilai Sig. (sebesar 0.00) < 0.05, sedangkan nilai F-hitung (sebesar 164.644) > nilai F-tabel (sebesar 3.10). Artinya, Ho (null hypothesis) ditolak dan H3 (alternative hypothesis) diterima. Karena diperoleh nilai F-hitungnya adalah positif, maka dengan ini bisa disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter berbasis Nilai secara simultan terhadap Kinerja Guru. Dari analisa data didapatkan nilai koefisien determinasi dalam tabel berikut.

Tabel 3

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.886a

0.785

0.781

4.221

a. Predictors: (Constant), Pendidikan Karakter berbasis Nilai, Budaya Sekolah

b. Dependent Variabel: Kinerja Guru

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS Statistics 25.0

 

Besarnya pengaruh Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai sebagai predictor variables terhadap Kinerja Guru sebagai dependent variable merujuk pada nilai R Square dalam Tabel Model Summary di atas. Terlihat pada tabel 3 tersebut diperoleh nilainya sebesar 0.785 sebagai nilai koefisien determinasi. Dikonversi dalam bentuk persentase (%), artinya Kinerja Guru dipengaruhi secara simultan oleh Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai sebesar 78.5%.

 

A.    Pengaruh Budaya Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye

Hasil pengujian hipotesis (H1) menunjukkan bahwa budaya sekolah berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye. Budaya sekolah dipahami sebagai �sets of norms, values, and beliefs, ritual and ceremonies, symbols and stories that make up the �persona�of the school (seperangkat norma, nilai, keyakinan, ritual dan perayaan, simbol dan sejarah yang membentuk "kepribadian" sekolah) (Peterson & Deal, 2009). Budaya sekolah yang kondusif memungkinkan para guru akan merasa nyaman saat bekerja dan bahkan termotivasi untuk bekerja lebih baik dan ini akan sangat mendorong peningkatan kinerja guru. Peningkatan kinerja guru pada gilirannya akan membuat para peserta didik mencapai prestasi akademik yang tinggi (Hendrawijaya, 2020).

Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan penelitian terdahulu dengan teknik analisa data korelasi dan regresi linier bahwa terdapatkontribusiyangsignifikan budaya sekolah terhadap kinerja guru sebesar 54%, bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif dari budaya sekolah terhadap kinerja guru, hal mana 41.6 % kinerja guru itu dipengaruhi oleh budaya sekolah (Fitriyono, 2018).

Penelitian kuantitatif lain dengan teknik analisa jalur (path analysis) menghasilkan temuan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja guru dari variabel determinan budaya sekolah dan kompetensi pedagogik (Danasasmita, 2018). Namun sedikit berbeda dengan itu, Rusmani (Rusmani et al., 2019) menemukan hasil bahwa budaya sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kerja guru melalui motivasi kerja guru.

Pengaruh positif budaya sekolah terhadap kinerja guru juga disimpulkan lewat riset kualitatif dengan mengambil sumber-sumber dari teori-teori dan hasil riset pada jurnal-jurnal terdahulu (Komar, 2020). Menurut mereka, semakin baik budaya sekolah yang dianut, maka kinerja guru semakin baik pula. Budaya sekolah bisa dikaji melalui survey dengan mengukur derajat perilaku budaya yang dihidupi dalam suatu sekolah. Survey untuk menentukan kondisi suatu budaya sekolah, lazim dikenal sebagai Triage Survey, mencakup tiga dimensi yakni Professional Collaboration, Affiliative and Collegial Relationship, and Self-Determination.

Implikasi dari temuan penelitian ini adalah bahwa semakin baik atau semakin meningkat budaya sekolah, maka semakin baik kinerja guru. Persamaan yang dihasilkan dari model penelitian regresi ini menunjukan bahwa jika variabel budaya sekolah naik atau meningkat satu satuan, maka akan terjadi peningkatan kinerja guru sebesar 0.096. Artinya, budaya sekolah adalah faktor determinan yang memberi pengaruh pada kinerja guru. Budaya sekolah harus dirawat dan ditingkatkan agar kinerja guru dapat berjalan dengan baik dan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

 

B.    Pengaruh Pendidikan Karakter Berbasis Sembilan Nilai terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye

Hasil pengujian hipotesis (H2) menunjukkan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye. Pendidikan karakter didefinisi sebagai praktik-praktik dalam pendidikan yang menyuburkan pengembangan karakter peserta didik. Sedangkan karakter dirumuskan sebagai seperangkat karakteristik psikologis yang memotivasi dan memampukan sesorang untuk berfungsi sebagai agen moral yang kompeten, itulah, untuk melakukan "hal baik" di dunia ini (Berkowitz & Bier, 2005).

Para guru yang bekerja di unit-unit persekolahan Yayasan Joseph Yeemye familiar dengan proses pendidikan karakter sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Sebagai kekhasan, dikenal proses pendidikan karakter dengan sembilan nilai sebagai dasar dan fokus penerapan. Kesembilan nilai yang menjadi dasar bagi implementasi pendidikan karakter yang khas di persekolahan Yayasan Joseph Yeemye yaitu: nilai ketanggapan, kreativitas, tanggung jawab, integritas, keadilan, keramahtamahan, kasih sayang, rasa hormat, dan disiplin. Kesembilan nilai ini diimplementasi di sekolah untuk membentuk bukan saja karakter peserta didik tapi juga karakter seluruh guru, staf kependidikan dan pimpinan sekolah sebagai internal stakeholders dalam institusi sekolah. Barangkali kondisi inilah yang menjadi alasan adanya pengaruh positif dan signifikan pendidikan karakter terhadap kinerja guru sekolah menengah Yayasan Joseph Yeemye di Sulawesi Utara.

Penelitian terdahulu yang secara khusus membahas pengaruh pendidikan karakter terhadap kinerja guru memang jarang didengar. Namun, karena implementasi pendidikan karakter umumnya terjadi dalam pembelajaran di ruang kelas, maka manajemen kelas sebagai pembentuk karakter peserta didik harus dilaksanakan sebagai bagian dari kinerja guru (Rosanti, 2021).

Implikasi dari temuan penelitian ini adalah bahwa kinerja guru berbanding lurus dengan pendidikan karakter di sekolah. Implementasi pendidikan karakter secara baik oleh guru di sekolah mengindikasikan adanya kinerja guru yang baik (Kusumawati, 2017). Semakin pendidikan karakter diterapkan oleh guru di sekolah maka kinerjanya semakin positif. Persamaan yang dihasilkan dari model penelitian regresi ini menunjukan bahwa jika pendidikan karakter berbasis nilai meningkat atau naik satu satuan, maka akan terjadi peningkatan kinerja guru sebesar 0.926. Artinya, pendidikan karakter berbasis nilai adalah faktor determinan yang memberi pengaruh positif pada kinerja guru. Pendidikan karakter harus tetap diimplementasi oleh guru di sekolah, secara khusus dalam pembelajaran di kelas sebagai bagian dari pelaksanaan kinerja guru di sekolah.

3.     Pengaruh Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter Berbasis Sembilan Nilai terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye

Hasil pengujian hipotesis (H3) menunjukkan bahwa budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye. Bahwa ada pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja guru secara simultan dari budaya sekolah dan variabel determinan lainnya, sejalan dengan temuan penelitian lain seperti misalnya, pengaruh dari budaya sekolah dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru Pratiwi (Pratiwi & Negara, 2021); Rosaliawati (2020) atau dari budaya sekolah dan kompetensi guru terhadap kinerja guru (Rahmawati et al., 2021).

Ada juga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kinerja guru dipengaruhi oleh variabel kepemimpinan dengan dimediasi oleh budaya sekolah dan keterlibatan kerja (Purwanto, 2020). Motivasi kerja bisa juga memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja guru (Kusumawati, 2023b). Motivasi kerja sebagai faktor determinan yang penting, dapat meningkatkan kinerja mengajar guru juga kinerja mengajar dosen (Anam, 2018);(Komar, 2020);(Saragi, 2017).

Dari model penelitian ini ditemukan bahwa variabel kinerja guru itu dipengaruhi bukan saja oleh budaya sekolah dan variabel-variabel lainnya yang sudah diteliti dalam penelitian terdahulu, tapi juga oleh variabel pendidikan karakter yang diimplementasi oleh guru di sekolah. Melalui model penelitian ini, diketahui bahwa 78.5% variasi kinerja guru di sekolah menengah katolikk Yayasan Joseph Yeemye bisa dijelaskan dari pengaruh variabel budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai. Sisanya, sebesar 21.5% variasi kinerja guru dijelaskan dari variabel determinan lain di luar model penelitian ini.

Dalam proses perhitungan lebih jauh terkait kontribusi pengaruh tiap variabel bebas dalam model penelitian ini, diketahui bahwa dari 78.5% itu sumbangan efektif terbanyak datang dari variabel pendidikan karakter berbasis nilai sebesar 71.69% dan sisanya 6.85% merupakan sumbangan efektif dari variabel budaya sekolah. Dengan kata lain, secara keseluruhan (dalam 100%) kontribusi atau sumbangan relatif dari variabel pendidikan karakter berbasis nilai (X1) mencapai 91.28% sedangkan dari variabel budaya sekolah (X2) sebesar 8.72%.

 

Kesimpulan

Berangkat dari analisa dan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik tiga kesimpulan sebagai berikut. Pertama, terdapat pengaruh signifikan dan positif budaya sekolah terhadap kinerja guru di sekolah menengah katolik Yayasan Joseph Yeemye. Positif pengaruhnya dalam arti bahwa semakin tinggi budaya sekolah dijalankan maka kinerja guru akan semakin meningkat pula; signifikan pengaruhnya dalam arti bahwa budaya sekolah menjadi salah satu faktor penting dari sekian banyak faktor determinan yang menentukan peningkatan kinerja guru.

Kedua, terdapat pengaruh signifikan dan positif pendidikan karakter berbasis sembilan nilai terhadap kinerja guru di sekolah menengah katolik Yayasan Joseph Yeemye. Positif pengaruhnya dalam arti bahwa semakin tinggi pendidikan karakter diimplementasi oleh para guru di sekolah maka semakin meningkat pula kinerja guru di sekolah; signifikan pengaruhnya dalam arti bahwa pendidikan karakter menjadi salah satu faktor penting dari sekian banyak faktor determinan yang menentukan peningkatan kinerja guru.

Ketiga, terdapat pengaruh signifikan dan positif antara budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis sembilan nilai secara simultan terhadap kinerja guru di sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye. Positif pengaruhnya dalam arti bahwa semakin tinggi budaya sekolah dan pendidikan karakter berbasis nilai itu diterapkan di sekolah menengah Katolik Yayasan Joseph Yeemye maka semakin meningkat pula kinerja guru. Signifikan pengaruhnya dalam arti bahwa variabel budaya sekolah dan pendidikan karakter memiliki korelasi dan pengaruh yang kuat terhadap variabel kinerja guru. Tingkat pengaruh yang kuat diindikasikan dengan besaran prosentase 78.5%. Sisanya 21,5% merupakan faktor-faktor determinan lainnya di luar model penelitian ini yang memberi pengaruh bagi peningkatan kinerja guru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BLIBLIOGRAFI

Anam, Chairul. (2018). Pengaruh Motivasi, Kompetensi, Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru di Sekolah Menengah Kejuruan. Dirasat: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 4(1), 40�56.

Berkowitz, Marvin W., & Bier, Melinda C. (2005). What works in character education: A research-driven guide for educators. Washington, DC: Character Education Partnership. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2011.07.003.

Butar, Nelly Yulianti Butar, Bross, Noverdi, & Kanto, Dwi Sunu. (2020). What drives teaching performance at school? The determinants of school teacher performance. Journal of Economics and Business, 3(4).

Danasasmita, Windi Matsuko. (2018). Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kompetensi Pedagogik Terhadap Kinerja Guru. Jurnal Ekonomi, Bisnis & Entrepreneurship (e-Journal), 12(1).

Fitriyono, Irfan. (2018). Pengaruh Budaya Sekolah Terhadap Kinerja Guru Smp Negeri Se-Kecamatan Gondokusuman. Hanata Widya, 7(5), 51�60.

Hendrawijaya, Arief Tukiman. (2020). Human resource management in improving students� academic achievement mediated by teacher�s performance. https://doi.org/10.21511/ppm.18(1).2020.21

Kakiay, Agustina N. (2018). Pengaruh kepemimpinan spiritual dan kepuasan kerja terhadap kinerja guru. Jurnal Psikologi, 10(2).

Kardata, Rahmat, Mahrita, M., & Aslamiah, A. (2018). The Relationship Between Transformational Leadership And Work Motivation With The Teacher�s Performance Of Public Elementary School In South Banjarmasin District, Indonesia. European Journal of Education Studies. https://doi.org/10.5281/zenodo.1494237

Komar, Abdul. (2020). Peningkatan Kinerja Guru Berbasis Budaya Sekolah dan Motivasi Kerja Guru. At-Ta�lim: Jurnal Pendidikan, 6(2), 109�117. https://doi.org/10.36835/ATTALIM.V6I2.362

Kusumawati, Erna. (2017). Entrepreneurial Leadership Dan Keberlanjutan Mutu Sekolah Sebagai Output. Konferensi Nasional Ilmu Sosial Dan Teknologi, 1(1).

Kusumawati, Erna. (2023a). Efektivitas Kerja Guru. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(3), 1487�1492.

Kusumawati, Erna. (2023b). Kepemimpinan Digital dalam Pendidikan: Sebuah Analisis Bibliometrik. Journal of Education and Teaching (JET), 4(2), 252�260.

Lion, Mateus Frederikus Solo. (2021). Implementasi Trilogi Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara dalam Kepemimpinan Kepala Sekolah Bagi Kinerja Tenaga Pendidik SMA Katolik di Kabupaten Bantul. Media Manajemen Pendidikan, 4(2), 279�289. https://doi.org/10.30738/mmp.v4i2.9998

Mentang, Paulus Joseph, & Mua, Marianus Muharli. (2022). Hubungan Kompetensi Pedagogik dan Iklim Kerja dengan Kinerja Guru SMP Yayasan Pendidikan Katolik Keuskupan Manado di Sulawesi Utara. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(4), 4452�4462.

Peterson, Kent D., & Deal, Terrence E. (2009). The shaping school culture fieldbook. John Wiley & Sons.

Pratiwi, Ni Luh Ayu Manik, & Negara, I. Gusti Agung Oka. (2021). Kontribusi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah terhadap Kinerja Guru di SD. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pendidikan, 5(1), 84�90. https://doi.org/10.23887/JPPP.V5I1.32884

Purwanto, Agus. (2020). Studi eksplorasi dampak Work from Home (WFH) terhadap kinerja guru selama pandemi COVID-19. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 92�100.

Putro, Davit Anggoro. (2022). Pengaruh Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Menengah Pertama (Smp) Katolik Di Yayasan Yohanes Gabriel Perwakilan Iii Kediri. STKIP Widya Yuwana.

Rahmawati, Rahmawati, Siraj, Arifuddin, & Achruh, Andi. (2021). Hubungan Antara Kompetensi Guru Dan Budaya Sekolah Dengan Kinerja Guru. Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(1), 10�23.

Rasto, Rasto, & Maulani, Siti Yulianti. (2019). Satisfaction and Motivation as Determinants of Teacher Performance. JPBM (Jurnal Pendidikan Bisnis Dan Manajemen), 5(1), 11�21. https://doi.org/10.17977/um003v5i12019p011

Rosaliawati, Bella Nadya, Mustiningsih, Mustiningsih, & Arifin, Imron. (2020). Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Kinerja Guru. JAMP: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 3(1), 61�71.

Rosanti, Atik. (2021). Manajemen Kelas Sebagai Pembentuk Karakter Peserta Didik Di SMK Al Ihya Selajambe Kabupaten Kuningan. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(4), 1596�1605.

Rusmani, Rusmani, Indrawati, Mei, & Hidayat, Hidayat. (2019). Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Guru Melalui Motivasi Kerja Di Smkn 2 Bojonegoro. E-Jurnal Mitra Pendidikan, 3(5), 708�722.

Russel, Benardin, & John, H. (1993). Human Resources Management. New York: McGraw-Hill.

Saragi, Ahmad Syafii. (2017). Pengaruh Budaya Sekolah, Kepuasan Kerja, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Sma Negeri Di Kota Binjai. UNIMED.

Sauri, Supyan, & Hanafiah, Hanafiah. (2022). Manajemen Penilaian Kinerja Guru (PKG) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Menengah Pertama di Kota Bandung. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(3), 2099�2104.

Sugiyono, Dr. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Waku, Yasinta. (2019). Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Di Kelas Dengan Melaksanakan Supervisi Akademik Di Sekolah Dasar Katolik Waepana, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada Ta 2018/2019. JURNAL IMEDTECH (Instructional Media, Design and Technology), 2(2), 22�31. https://doi.org/10.38048/imedtech.v2i2.178

Zubair, Ahmad, Sasongko, Rambat Nur, & Aliman, Aliman. (2017). Manajemen Peningkatan Kinerja Guru. Manajer Pendidikan: Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, 11(4).

������������������������������������������������

Copyright holder:

Maritje Maria Makalew (2023)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: